Selasa, 24 Agustus 2010

Sekilas Tentang Diet Sehat Bagi Penderita Penyakit Gagal Ginjal

Seseorang dengan penyakit ginjal memerlukan diet khusus untuk menjaga agar penyakitnya tidak bertambah berat. Oleh karena itu mereka perlu mendapat perhatian yang serius dalam hal  mendapatkan asupan makanan. Berikut ini kami sajikan penjelasan singkat tentang “Prinsip Diet untuk Penderita Gagal Ginjal”.

Penderita gagal ginjal sebaiknya mengurangi konsumsi buah-buahan karena sebagian besar buah-buahan berkadar Kalium (potassium) tinggi. Kadar kalium tinggi (hiperkalemia) dapat menyebabkan irama jantung terganggu.

Misalnya satu buah apel bisa dimakan setengahnya saja. Namun bila penderita gagal ginjal sudah tidak bisa berkemih/kencing lagi, sebaiknya menghentikan konsumsi sayur dan buah hingga lancar berkemih.

Bila belum menjalani dialisis (cuci darah), dianjurkan untuk melakukan diet rendah protein 40-45 gram/hari. Hal ini tentunya tergantung fungsi ginjal penderita tersebut, yang dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium creatinine clearance test. Dilakukan dialisis jika fungsi ginjal kurang dari 15%.

Lain lagi pada penderita gagal ginjal yang sudah lama alias menahun atau kronis. Nah, berikut ini penjelasan diet untuk mereka para penderita gagal ginjal kronis atau CRF (Chronic Renal Failure) menurut ahli gizi Idet Haryanto, SKM, M.Kes.

Tujuan diet pada penderita gagal ginjal kronis:
  • Untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.
  • Untuk menjaga agar penderita dapat beraktivitas seperti orang normal.
Prinsip diet penderita gagal ginjal kronis:
  1. Diet lunak atau biasa.
  2. Sebagai sumber karbohidrat: gula pasir, selai, sirup, dan permen.
  3. Cukup energi dan rendah protein.
  4. Sebagai sumber protein, diutamakan protein hewani, misalnya: susu, sapi, daging, dan ikan. Banyaknya sesuai dengan kegagalan fungsi ginjal penderita.
  5. Sebagai sumber lemak, diutamakan lemak tidak jenuh,  dengan kebutuhan sekitar 25% dari total energi yang diperlukan.
  6. Untuk kebutuhan air, dianjurkan sesuai dengan jumlah urin 24 jam; sekitar 500 ml melalui minuman dan makanan.
  7. Untuk kebutuhan kalium dan natrium disesuaikan dengan keadaan penderita.
  8. Untuk kebutuhan kalori, sekitar 35 Kkal/Kg berat badan/hari.
  9. Membatasi asupan garam dapur jika ada hipertensi (darah tinggi) atau edema (bengkak).
  10. Dianjurkan juga mengonsumsi agar-agar karena selain mengandung sumber energi juga mengandung serat yang larut.
Makanan yang sebaiknya dibatasi konsumsinya:

1) Sumber karbohidrat, seperti:
nasi, jagung, kentang, makaroni, pasta, hevermout, ubi.

2) Protein hewani, seperti:
daging kambing, ayam, ikan, hati, keju, udang, telur.

3) Sayuran dan buah-buahan tinggi kalium, seperti:
apel, alpukat,  jeruk, pisang, pepaya dan daun pepaya, seledri, kembang kol, peterseli, buncis.

Makanan yang harus dihindari:
tahu, tempe, oncom, kacang-kacangan, seperti: kacang tanah, kacang merah, kacang tolo, kacang hijau, dan kacang kedelai.


source: netsains.com (dr.dito anurogo)
Blog editor: dr. wahyu triasmara