Rabu, 25 Agustus 2010

Lalat Binatang Ajaib Yang Menjijikkan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhL74YLmFjTkn-T2AtbkHvv8HGp_RM_fnOlvkRak7G2oESEwn_75ky6tOcrpT7w1tkPhyphenhyphen2yKU1ty5-gKdVJ8UU4_i-wL2EGdH_2UBIT6A96iLd-Rkcd8P464qmhh4N8vWryti7M4ZlVLAM/s1600/lalat.jpg“Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya.” (HR. Bukhari, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Satu lagi mu’jizat kenabian Rosululloh shollallohu ‘alaihi wassalam dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah “alat pembuat sakit” dan “alat pembuat obat” sekaligus pada kedua sayap lalat yang beliau ungkapkan 14 abad jauh sebelum dunia kedokteran kontemporer berbicara. 

Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih, walau dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit. Hingga kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air. 

Dari penelitian ilmiah kontemporer baru-baru ini diketahui bahwasanya seekor lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil berukuran sekitar 20-25 mili-mikron yang dinamakan Bakter Yofaj, yakni tempat tumbuhnya bakteri pembunuh. Di tempat ini pula sesungguhnya tumbuh bakteri penyembuhnya. Jadi, sewaktu seekor lalat hinggap di atas air minum kita, sebenarnya dia sedang berusaha meracuni kita dengan mencemari air yang dihinggapi lewat bakteri tersebut. 

Tapi, kita juga ga perlu panik sampai membuang air tersebut. Mubazir kan? Nah, satu hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah hanya tinggal mencelupkan lalat tersebut ke dalam air yang dihinggapi. Karena, tatkala kita celupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri penyembuh yang ada pada sayapnya yang lain akan keluar dan mematikan bakteri pembunuh yang telah dikeluarkan sebelumnya. 

Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Universitas Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang “hadits lalat ini” dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Baru di zaman sekarang, para pakar penyakit bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepalanya bahwa obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.

So, siapa bilang kalo Islam itu kolot, terbelakang en ga bisa ngikutin perkembangan jaman?

http://apadong.com
Blog Editor: dr. Wahyu Triasmara