Sabtu, 07 Agustus 2010

Perbincangan Iblis Dengan Rasulullah


RAHASIA NABI BAGIAN - 2
IBLIS DIPAKSA MEMBONGKAR SEMUA RAHASIANYA KEPADA NABI

Alhamdulillahi Rabbil’alamin, shalli wa salim wa barik ‘ala Muhammadur Rasulullah.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Assalamu manittaba'al huda
, kesejahteraan dan keselamatan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk-Nya.


Menyambung tulisan sebelumnya [Rahasia Nabi: Iblis Tidak Bisa Dibunuh Tapi Manusia Bisa Membuatnya Kalah Dan Takluk], kali ini saya dapat tulisan dari sebuah posting e-book di scribd.com yang merupakan rangkuman dari kitab Syajaratul Kaun (Misteri Kaun) yang ditulis oleh seorang ulama sufi ternama dari Andalusia, Spanyol, yang bernama Ibnu Arabi yang diterbitkan dalam dua versi penerbit: Mushthafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, cet. tahun 1941, dan Darul ‘Ilmi al-Munawar asy-Syamsiyah, Madinah, cet. tanpa tahun.

Mungkin sebagian kalangan dari kita ada yang enggan untuk menerima riwayat yang dikeluarkan para ulama sufi. Hemat saya, setelah membaca tulisan ini, saya beranggapan selama hal yang dilontarkan masih senafas dengan apa yang diseru oleh al-Qur’an dan al-Hadits, kenapa tidak kita menerimanya sebagai sebuah pelajaran hikmah sekalipun tidak kita menjadikannya sebagai sumber hukum syari’at.

Wallahu ‘alam bishshowab...

Apa yang menjadi bahasan dalam riwayat tersebut adalah membocorkan rahasia dari kehidupan iblis yang diungkapkan langsung secara jujur oleh iblis itu sendiri di hadapan Rasulullah s.a.w. dan para sahabat.

Tindakan iblis ini dilakukannya atas perintah dan ancaman Allah S.W.T. dan yang mengejutkan, kali ini iblis tidak membangkang perintah Allah S.W.T. sebagaimana yang dilakukannya dahulu saat diperintahkan untuk bersujud kepada Nabi Adam a.s.

Dengan segala rahasia yang diungkapkan oleh iblis, kita menjadi sangat diuntungkan karena dengan begitu, kita menjadi tahu celah-celah dan seperti apa sebenarnya kehidupan dan gerak-gerik iblis itu, sehingga kita akan semakin mawas diri dalam melangkah. Mari kita simak perbincangan antara iblis dan Rasulullah s.a.w. semoga kita mendapat pelajaran hikmah dari kisah ini.


KISAH DIALOG RASULULLAH S.A.W. DENGAN IBLIS

Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibnu Abbas r.a., ia berkata:

Kami bersama Rasulullah s.a.w. berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar, "Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengijinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku".

Rasulullah s.a.w. bertanya kepada para sahabat, "Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu?"

Para sahabat menjawab, "Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui"

Rasulullah berkata, "Dia adalah iblis yang terkutuk"

Umar bin Khattab r.a. berkata, "Ya, Rasulullah, apakah engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?"

Nabi s.a.w. berkata pelan, "Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan? Sekarang bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah S.W.T., pahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian!"


[BAGIAN INI MENCERITAKAN WUJUD ASLI DARI IBLIS]

Ibnu Abbas kemudian berkata:

Maka dibukakanlah pintu, kemudian iblis masuk ke tengah-tengah kami. Ternyata dia adalah:

  • Seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata;
  • Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda; 
  • Kedua kelopak matanya (masyquqatani) memanjang (terbelah ke atas, tidak ke samping); 
  • Kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar; 
  • Gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi; 
  • Kedua bibirnya seperti bibir macan atau kerbau (Tsur).


[BAGIAN INI MENCERITAKAN ALASAN IBLIS MENDATANGI RASULULLAH S.A.W.]

Iblis berkata, "Assalamu ‘alaika ya Muhammad, assalamu ‘alaikum ya jamaa’atal muslimin (salam untukmu wahai Muhammad dan salam untuk kalian semua wahai jama’ah muslimin)"

Nabi s.a.w. kemudian menjawab, "Assalamu lillah ya la’iin (Keselamatan itu hanyalah milik Allah, wahai mahluk yang terlaknat). Aku telah mengetahui, engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai iblis?!"

Iblis berkata, "Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa"

Nabi s.a.w. berkata, "Apa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini, wahai terlaknat?"

Iblis berkata:

Aku telah didatangi seorang malaikat utusan Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepadaku:

"Sesungguhnya Allah S.W.T. menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad s.a.w. dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu muslihatmu, godaanmu dan siasatmu terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepadamu. Allah S.W.T. bersabda, 'Demi kemuliaan-Ku dan keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan musuhmu karena bencana yang menimpamu'"

Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintahkan-Nya. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku, niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku. Tiada beban yang lebih berat bagiku, daripada leganya musuh-musuhku yang menimpa diriku.


[BAGIAN INI MENCERITAKAN APA YANG DIBENCI OLEH IBLIS]

Rasulullah kemudian mulai bertanya, "Jika kamu jujur, beritahukanlah kepadaku, siapakah orang yang paling kamu benci?"
Iblis menjawab, "Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah mahluk Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu"

Rasulullah s.a.w., "Siapa lagi yang kamu benci?"
Iblis menjawab, "Anak muda yang bertaqwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah S.W.T."

Rasulullah bertanya, "Lalu siapa lagi?"
Iblis menjawab, "Orang alim dan wara (menjaga diri dari syubhat) yang saya tahu, lagi penyabar"

Rasulullah bertanya, "Lalu, siapa lagi?"
Iblis menjawab, "Orang yang terus-menerus menjaga dirinya dalam keadaan suci dari kotoran"

Rasulullah bertanya, "Lalu, siapa lagi?"
Iblis menjawab, "Orang miskin (fakir) yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya"
Rasulullah berkata, "Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar?"
Iblis menjawab, "Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh-kesahnya kepada mahluk sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar"

Rasulullah bertanya, "Lalu siapa lagi?"
Iblis menjawab, "Orang kaya yang bersyukur"
Rasulullah berkata, "Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur?"
Iblis menjawab, "Jika aku melihatnya mengambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal"


[BAGIAN INI MENCERITAKAN APA YANG TERJADI OLEH IBLIS AKIBAT AMALAN SEORANG MUKMIN]

Rasulullah bertanya, "Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat?"
Iblis menjawab, "Aku merasa panas dan gemetar"
Rasulullah berkata, "Kenapa, wahai terlaknat?"
Iblis menjawab, "Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat"

Rasulullah bertanya lagi, "Jika mereka shaum (puasa)?"
Iblis menjawab, "Aku terbelenggu sampai mereka berbuka puasa"

Rasulullah bertanya lagi, "Jika mereka menunaikan haji?"
Iblis menjawab, "Aku menjadi gila"

Rasulullah bertanya lagi, "Jika mereka membaca al-Qur’an?"
Iblis menjawab, "Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api"

Rasulullah bertanya lagi, "Jika mereka berzakat?"
Iblis menjawab, "Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil kapak dan memotongku menjadi dua"
Rasulullah berkata, "Mengapa begitu, wahai Abu Murrah (iblis)?"
Iblis menjawab, "Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu:

  • Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. 
  • Kedua, menjadikan orang yang berzakat disenangi mahluk-Nya yang lain. 
  • Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dengan api neraka. 
  • Keempat, dengan zakat, Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya"


[BAGIAN INI MENCERITAKAN PENDAPAT IBLIS TENTANG KHULAFAUR RASYIDIN]

Rasulullah kemudian bertanya, "Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?"
Iblis menjawab, "Wahai Muhammad, pada jaman jahiliyah, ia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin ia akan mentaatiku pada masa Islam"

Rasulullah berkata, "Apa pendapatmu tentang Umar?"
Iblis menjawab, "Demi Tuhan, tiadalah aku bertemu dengannya kecuali aku pasti lari darinya"

Rasulullah berkata, "Apa pendapatmu tentang Utsman?"
Iblis menjawab, "Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya"

Rasulullah berkata, "Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib?"
Iblis menjawab, "Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya (menukar darinya kepala dengan kepala), dan kemudian ia meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu"


[BAGIAN INI MENCERITAKAN KEDAHSYATAN HAMBA YANG IKHLAS DAN ZUHUD]

Rasulullah berkata, "Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat"

Iblis yang terlaknat kemudian berkata kepada Rasulullah s.a.w., "Hay-hata! Hay-hata! (tidak mungkin, tidak mungkin). Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat. Bagaimana mungkin kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta huruf dan yang pandai huruf, yang kafir dan yang suka beribadah, kecuali hamba yang Mukhlis (ikhlas)"

Rasulullah kemudian berkata, "Siapa yang Mukhlis itu menurutmu?"

Iblis dengan panjang lebar menjawab:

"Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad? barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak termasuk orang yang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia. Sesungguhnya hamba yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu (syahwat) dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu. Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar? Wahai Muhammad, tak tahukan engkau bahwa cinta kedudukan (riyasah) termasuk dosa besar?, Dan bahwa sombong, juga termasuk dosa besar?"


[BAGIAN INI MENCERITAKAN IBLIS MEMPUNYAI BEBERAPA ANAK KETURUNAN]

Iblis berkata:

"Wahai Muhammad, tidak tahukah engkau, bahwa aku punya 70.000 (tujuh puluh ribu) anak? Setiap anak dari mereka, punya 70.000 (tujuh puluh ribu) syaitan?

Di antara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang-orang lemah.

Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka kehendaki bersamanya.
Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia (zuhud).

Syaitan masuk ke dalam dan keluar dari diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi manusia dengan satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu syaithan mengambil keikhlasan dari mereka, menjadikan mereka menyembah Allah tanpa rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa."


[BAGIAN INI MENCERITAKAN KISAH PENDETA BARSHISHA YANG TERPURUK]

Iblis berkata:

"Apakah engkau tidak tahu, tentang Barshisha, sang pendeta yang beribadah secara ikhlas selama 70 (tujuh puluh) tahun, hingga setiap orang yang sakit menjadi sehat karena berkah da’wahnya.

Aku tidak meninggalkannya sampai dia berzina, membunuh, dan kafir. Dialah yang disebut oleh Allah dalam al-Qur’an dengan firman-Nya (dalam Surah al-Hasyr):

(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika mereka berkata pada manusia, 'Kafirlah kamu', maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, 'Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam' [Q.S. al-Hasyr 59:16]"


[BAGIAN INI MENCERITAKAN KESENANGAN IBLIS DAN BAHAYA CERAI, GOSIP DAN MENGADU DOMBA]

Iblis berkata:

"Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa berbohong kepada Allah, dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, ‘Demi Allah aku adalah penasihat kamu berdua’.

Maka, sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku, Ghibah, membicarakan kejelekan orang lain, dan Namimah, mengadu domba adalah buah kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.

Barangsiapa Thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa, meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan sampai hari kiamat, maka anak mereka semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka masuk neraka hanya karena satu kata saja."


[BAGIAN INI MENCERITAKAN GANGGUAN IBLIS DALAM SHALAT]

Iblis berkata:

"Wahai Muhammad, sesungguhnya di antara umatmu ada yang mengakhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan kepadanya, ‘Masih ada waktu, sementara engkau sibuk’. Sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya, maka Tuhan memukul wajahnya.

Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu syaitan yang membuatnya lupa waktu shalat.

Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya, ‘Lihatlah kiri-kanan’, lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan kepadanya, ‘Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya’. Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.

Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka ia shalat seperti ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa.

Jika ia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah aku cambuk dia dengan ‘Lijam’ (semacam cambuk) lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, maka batal shalatnya dan Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiamat nanti.

Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan jari-jarinya ketika shalat sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat.

Jika ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia tidak menaruh tangan di mulutnya, syaitan masuk ke dalam perutnya dan dengan begitu ia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami yang setia.

Bagaimana mungkin umatmu akan bahagia sementara aku menyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat.

Aku katakan kepadanya, ‘Shalat tidak wajib atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan nikmat dari Allah’.

Aku katakan kepada orang yang sakit, ’Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang sehat, karena Allah telah berfirman:

Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, ... Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya. [Q.S. an-Nuur 24:61]

Tidak ada dosa bagi orang yang sakit. Jika kamu sembuh, kamu harus shalat yang diwajibkan’ Sampai dia mati dalam keadaan kafir. Jika dia mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu Tuhan dan Tuhan marah kepadanya.

Wahai Muhammad, jika aku bohong dan mengada-ada, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi pasir.

Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat umatmu, sementara aku mengeluarkan seperenam umatmu dari Islam."


[BAGIAN INI MENCERITAKAN SIAPA YANG MENJADI TEMAN DEKAT IBLIS]

Nabi s.a.w. berkata, "Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu?"
Iblis menjawab, "Para Pemakan Riba (bunga pinjaman)"

Nabi bertanya lagi, "Siapa teman kepercayaanmu (shadiq)?"
Iblis menjawab, "Para Pezina"

Nabi bertanya lagi, "Siapa teman tidurmu?"
Iblis menjawab, "Orang yang sedang mabuk (khamr)"

Nabi bertanya lagi, "Siapa tamumu?"
Iblis menjawab, "Para Pencuri"

Nabi bertanya lagi, "Siapa utusanmu?"
Iblis menjawab, "Para Tukang Sihir"

Nabi bertanya lagi, "Apa kesukaanmu?"
Iblis menjawab, "Orang yang bersumpah cerai"

Nabi bertanya lagi, "Siapa kekasihmu?"
Iblis menjawab, "Orang yang meninggalkan shalat Jum’at"


[BAGIAN INI MENCERITAKAN SIAPA YANG DAPAT MENYAKITI IBLIS]

Nabi berkata, "Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu?"
Iblis menjawab, "Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah"

Nabi bertanya, "Apa yang melelehkan badanmu?"
Iblis menjawab, "Taubatnya orang yang bertaubat"

Nabi bertanya, "Apa yang menggosongkan (membuat panas) hatimu?"
Iblis menjawab, "Istighfar (mohon ampunan) yang banyak kepada Allah siang-malam"

Nabi bertanya, "Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)?"
Iblis menjawab, "Zakat secara sembunyi-sembunyi"

Nabi bertanya, "Apa yang membutakan matamu?"
Iblis menjawab, "Shalat di waktu sahur (menjelang subuh)"

Nabi bertanya, "Apa yang memukul kepalamu?"
Iblis menjawab, "Memperbanyak shalat berjamaah"


[BAGIAN INI MENCERITAKAN SIAPA YANG DAPAT MEMBAHAGIAKAN IBLIS DAN SEPUTAR KEHIDUPANNYA]

Nabi bertanya, "Siapa yang paling bisa membahagiakanmu?"
Iblis menjawab, "Orang yang sengaja meninggalkan shalat"

Nabi bertanya, "Siapa manusia yang paling sengsara (celaka) menurutmu?"
Iblis menjawab, "Orang yang kikir"

Nabi bertanya, "Siapa yang paling menyita pekerjaanmu (menyibukkanmu)?"
Iblis menjawab, "Majelis-majelis ulama"

Nabi bertanya, "Bagaimana kamu makan?"
Iblis menjawab, "Dengan tangan kiriku dan dengan jari-jariku"

Nabi bertanya, "Di mana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas?"
Iblis menjawab, "Di balik kuku-kuku manusia"


[BAGIAN INI MENCERITAKAN PERIHAL SEPULUH PERMINTAAN IBLIS KEPADA ALLAH S.W.T.]

Nabi bertanya, "Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah?"
Iblis menjawab, "Sepuluh Perkara"
Nabi bertanya, "Apa itu wahai terlaknat?"

Iblis menjawab:

"Aku minta kepada-Nya agar aku dapat berserikat dalam diri Bani Adam, dalam hartanya dan anak-anak mereka. Dia mengijinkanku berserikat dalam kelompok mereka.
Itulah maksud firman Allah S.W.T.:

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. [Q.S. al-Israa’ 17:64]

Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka aku ikut memakannya. Aku pun ikut memakan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.

Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan ketika bersetubuih dengan istrinya maka syaitan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku.

Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka aku adalah temannya. Itulah maksud firman Allah:

...dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki...
[Q.S. al-Israa’ 17:64]

Aku memohon kepada-Nya agar aku diperkenankan mempunyai rumah sendiri, maka rumahku adalah kamar mandi.

Aku memohon agar aku diperkenankan mempunyai masjid sendiri, akhirnya pasar menjadi masjidku.

Aku memohon agar aku diperkenankan mempunyai kitab tersendiri, maka syair adalah al-Qur’anku.

Aku memohon agar aku diperkenankan mempunyai adzan tersendiri, maka terompet adalah panggilan adzanku.

Aku memohon agar aku diperkenankan mempunyai tempat tidur tersendiri, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku.

Aku memohon agar aku punya teman-teman yang menolongku, maka maka kelompok al-Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku.

Dan aku memohon agar aku memiliki teman-teman dekat, maka orang-orang yang meng-infaq-kan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku."

Iblis kemudian membaca ayat:

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. [Q.S. al-Israa’ 17:27]


[BAGIAN INI MENCERITAKAN BAGAIMANA IBLIS MERASUKI KE DALAM TUBUH MANUSIA]

Rasulullah berkata, "Andaikata tidak setiap apa yang engkau ucapkan didukung oleh ayat-ayat dari Kitabullah tentu aku tidak akan membenarkanmu"

Lalu iblis meneruskan, "Wahai Muhammad, aku memohon kepada Allah agar aku bisa melihat anak cucu Adam sementara mereka tidak dapat melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku dapat mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan ke manapun sesuai dengan kemauanku dan dengan cara bagaimanapun. Kalau aku berkehendak, dalam sesaatpun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku: ‘Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta’. Akhirnya aku merasa senang dan bangga sampai hari kiamat. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada yang mengikutimu. Sebagian besar anak cucu Adam akan mengikutiku sampai hari kiamat."


[BAGIAN INI MENCERITAKAN NAMA-NAMA DARI ANAK-ANAK IBLIS]

Iblis berkata:

"Aku memiliki anak yang aku beri nama ‘Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya. Andaikata tidak karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum menjalankan shalat.

Aku juga mempunyai anak yang aku beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan ibadah dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anakku tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamerkan di tengah-tengah manusia sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan (99) dari seratus (100) pahala-Nya sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala.

Aku punya anak lagi yang bernama Kuhyal. Ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang ada di majelis pengajian dan ketika khatib sedang memberikan khutbahnya, sehingga, mereka pun terkantuk dan akhirnya tidur, tidak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun untuk selamanya.

Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada syaitan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Di mana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua syaitan itu kemudian berkata kepadanya, ‘Keluarkan tanganmu’. Akhirnya ia pun mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya."


[BAGIAN INI MENCERITAKAN KETIDAKMAMPUAN DAN KELEMAHAN IBLIS]

Iblis berkata:

"Wahai Muhammad, sebenarnya aku tidak dapat menyesatkan sedikitpun, akan tetapi aku hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikata aku memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu aku tidak akan membiarkan segelintir manusia pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan ‘Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya’, dan tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa.

Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak memberikan hidayah sedikitpun kepada siapa saja, akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanah dari Tuhan. Andaikata engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang pun kafir di muka bumi ini.

Engkau hanyalah sebagai hujjah (argumentasi) Tuhan terhadap mahluk-Nya. Sementara aku hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya."


[BAGIAN INI BAGIAN TERAKHIR DARI PERBINCANGAN IBLIS DENGAN RASULULLAH S.A.W.]

Kemudian Rasulullah s.a.w. membacakan firman Allah S.W.T. dalam Q.S. Hud:

Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. [Q.S. Hud 11:118-119]

dilanjutkan dengan Rasulullah s.a.w. membacakan ayat:

Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, [Q.S. as-Sajdah 33:38]

Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada Iblis, "Wahai Abu Murrah (iblis), apakah engkau masih mungkin bertaubat dan kembali kepada Allah, sementara aku akan menjaminmu masuk surga"

Iblis menjawab, "Wahai Muhammad, ketentuan telah memutuskan dan kalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan, yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan khatib para penduduk surga. Dia, telah memilih dan mengkhususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan aku sebagai tuan orang-orang yang celaka dan khatib para penduduk neraka. Aku adalah mahluk celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa yang aku beritahukan kepadamu dan aku mengatakan yang sejujurnya"


Disadur dari: "Dialog Muhammad s.a.w. dengan Iblis" [http://www.scribd.com/doc/2075701/DIALOG-NABI]