Sabtu, 14 Agustus 2010

Perkembangan Panca Indera Tubuh Janin Dalam Kandungan



Kepekaan tubuh janin terhadap rangsangan berkembang secara bertahap, pada:

  • Usia 8 minggu (telat haid 4 minggu) kepekaan kulit mulai terbentuk.
  • Usia 10 minggu kepekaan sekitar alat kelamin.
  • Usia 11 minggu kepekaan terhadap telapak tangan (janin mulai tampak menghisap ibu jari).
  • Usia 12 minggu kepekaan di sekitar telapak kaki.
  • Usia 17 minggu kepekaan pada perut dan bokong.
  • Usia 32 minggu seluruh kepekaan tubuh janin terbentuk.

Pergerakan janin pun berkembang secara bertahap. Denyut jantung pertama tampak dengan alat USG yang canggih sekitar usia 5 minggu, dilanjutkan dengan pergerakan halus pada usia 6-10 minggu yaitu tangan ke arah kepala, lalu ke arah wajah, kemudian ke arah mulut (menghisap ibu jari) dan diikuti dengan kemampuan mulut membuka, menutup dan menelan.

Pada usia 14 minggu, pergerakan akan semakin jelas dalam merespon rangsangan dari luar, misalnya tampak pergerakan spontan janin bila ibunya tertawa.

Indera perasa si janin pun mulai aktif pada usia 14 minggu, dengan tampaknya kelenjar perasa pada lidah yang sudah mulai mirip dengan orang dewasa. Rasa manis merangsang refleks menelan sedangkan rasa pahit dan asam akan menekan refleks menelan tersebut.

Smotherman and Robinson, 1995 dan Schell, Orgeur and Rogan 1995 menyatakan bahwa indera penciuman janin terbentuk pada usia kehamilan 11-15 minggu. Makanan ibu atau zat kimia yang bisa melewati plasenta, seperti misalnya kopi akan menyebabkan perubahan pada ritme pernafasan dan jantung janin.

Garlic (bawang putih), Onion (bawang Bombay) dan Kari diketahui menimbulkan bau pada cairan ketuban, pada saat trimester ketiga janin diketahui minum sekitar satu liter cairan ketuban setiap harinya.

Indera pendengaran banyak sekali diteliti para ahli. Struktur telinga mencapai kesempurnaan pada usia 24 minggu, akan tetapi pendengaran sudah mulai terbentuk pada usia 16 minggu. Mungkin ini dasar medis yang bisa menerangkan ritual pengajian pada usia kehamilan 16 minggu.

Ada dua pendapat ulama mengenai hal ini, pertama, oleh karena ruh dan nasib ditiupkan pada usia kehamilan 16 minggu, maka dilakukan pengajian sebelum usia kehamilan 16 minggu untuk mendo’akan nasib yang baik untuk si janin, sedangkan pendapat ahli lainnya adalah pengajian dilakukan setelah usia 16 minggu, dengan harapan suara terbaik yang pertama di dengar janin adalah suara pujian kepada Allah S.W.T.

Apabila hal terakhir ini yang dianut, agaknya pengajian menjadi lebih utama dibandingkan dengan ritual membisikan adzan di telingga kanan dan iqamat di telinga kiri bayi segera setelah persalinan.

Suara dari luar tubuh ibu bisa menebus rahim. Seorang ahli mencoba memasang suatu alat perekam suara yang sensitif dalam rongga cairan ketuban di sekitar bayi serta merekam suara yang diterima janin dan reaksinya. Suaranya kira-kira mirip bila kita mendengar suara di dalam air waktu berenang. Suara ibu merupakan hal yang paling dominan karena dapat disalurkan lewat tubuh ibu.

Busnel, Granier-Deferre meneliti bahwa 5 menit suara yang didengar bisa mengubah pola denyut jantung dan gerak janin dalam kandungan sekitar satu jam!

Chapman,1975, menyatakan bahwa suara musik klasik dari Brahm enam kali 5 menit sehari dapat meningkatkan berat badan bayi prematur dengan bermakna.

Secara medis ini tentunya sangat berpengaruh terhadap kesadaran ibu hamil setelah usia kehamilan 16 minggu untuk lebih berhati-hati dalam berpikir ataupun berkata-kata, karena janin mulai merekam dan bereaksi terhadap hal tersebut.

Indera penglihatan berkembang paling lambat. Sampai usia 24 minggu kelopak mata janin masih tertutup, akan tetapi si janin sudah mampu mmelihat, mungkin karena gabungan indera lainnya. Ini terlihat bahwa janin bereaksi bila jarum ditusukan ke arahnya.

Hal ini tampak pada penelitian dengan Amniocentesis (pengambilan cairan ketuban untuk pemeriksaan atau pengobatan dengan cara memasukan jarum panjang ke dinding perut ibu dan masuk ke dalam kantung ketuban) atau Chordocentesis (menusuk ke dalam tali pusat janin).

Janin juga tampak bereaksi apabila disorotkan cahaya ke perut ibunya. Hal ini pun mungkin mempengaruhi perbedaan pergerakan janin pada siang dan malam hari. Cahaya yang sangat terang dilaporkan bisa menimbulkan gangguan terhadap janin dalam kandungan.

Jaringan panca indera ini juga berkembang secara interkoneksitas, misalnya:

  • Kulit dan tulang tertentu terhadap indera pendengaran.
  • Menghisap jempol dengan seksual (ereksi).
  • Rangsangan nyeri terhadap pernapasan dan pelepasan hormon.
  • Seks dan orgasme orang tua (utamanya ibu) dengan denyut jantung janin.
  • Mimpi ibu dengan pergerakan mata (rapid eye movements).


ARTIKEL TERKAIT: