Jumat, 06 Agustus 2010

Rahasia Nabi: Iblis Tidak Bisa Dibunuh Tapi Manusia Bisa Membuatnya Kalah Dan Takluk


BAGIAN - 1
PERTARUNGAN ABADI IBLIS DAN BANI ADAM

Alhamdulillahi Rabbil’alamin, shalli wa salim wa barik ‘ala Muhammadur Rasulullah.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Assalamu manittaba'al huda
, kesejahteraan dan keselamatan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk-Nya.

Tak henti-hentinya selalu saya anjurkan kepada para pasangan yang ingin mempunyai anak untuk tidak memelihara syaitan di dalam diri mereka, karena bagaimana mungkin Allah Azza wa Jalla memberikan rahmat-Nya dan mengabulkan do'a mereka sedangkan di dalam diri mereka sendiri memelihara sifat-sifat syaitan.

Bukankah suatu hal yang aneh, kita berbuat seperti sifat-sifat syaitan tetapi kita sendiri memohon kepada Allah S.W.T. tidak kepada syaitan?!

Mungkinkah kita berharap surga-Nya Allah sedangkan kita sendiri hidup mengabaikan bahkan mengingkari perintah-Nya?!

Na'audzubillahi mindzalik

Insya Allah dalam artikel kali ini akan saya coba berbagi pengetahuan saya yang sedikit mengenai iblis yang rencananya akan saya bagi dalam beberapa bagian. Mudah-mudahan bisa memotivasi untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah S.W.T. dengan begitu harapan untuk mendapatkan momongan Insya Allah dapat terwujud. Kepada siapa lagi kita memohon melainkan kepada Allah S.W.T.?



SIAPAKAH IBLIS ITU?

Mungkin terlalu panjang untuk diuraikan di sini, saya sarankan untuk menyimak penjelasan dari Ustadz Sigit Pranowo, Lc., dalam artikelnya "Perbedaan Jin, Iblis dan Setan".



SEBERAPA HEBATKAH IBLIS ITU?

Iblis itu diciptakan dari api, tapi bagaimanapun juga iblis tetaplah tunduk pada kekuasaan Allah S.W.T. karena ia mahluk ciptaan-Nya.

Iblis bukannya tidak mengenal atau tidak tahu tentang Allah S.W.T. dan kekuasaan-Nya. Iblis tahu benar bahwa yang menciptakannya adalah Allah S.W.T. dan jalan yang benar pun hanyalah dari Allah S.W.T. Simaklah pernyataan jujur dari iblis yang berlepas tangan terhadap manusia yang jadi pengikutnya sendiri yang tertipu dengan tipu daya muslihatnya:

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
[Q.S. Ibrahim 14:22]

Oleh karenanya, iblis sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menyeret manusia itu menjadi penduduk neraka karena hal itu lebih diakibatkan oleh keputusan manusia itu sendiri yang dengan bodohnya mengikuti godaan tipu muslihat iblis.

Iblis memang diberi kelebihan kecerdikan dalam hal tipu muslihat. Sedangkan manusia diuji dengan adanya hawa nafsu di dalam dirinya. Hawa nafsu inilah yang berbahaya karena sewaktu-waktu ia bisa menjadi dominan dan membutakan manusia kebenaran ilahi.

Jadi sebab-sebab manusia menjadi penduduk neraka dikarenakan Hawa Nafsu manusia yang kuat namun bodoh, kemudian ia berpasangan dengan syaitan yang lemah namun cerdik menggoda dan menipu.

Kalau iblis memang hebat, tentunya ia akan mampu menyesatkan seluruh manusia termasuk Rasulullah s.a.w. dan menyeret semuanya ke dalam neraka.



SIAPAKAH YANG LEBIH KUAT? IBLIS ATAUKAH MANUSIA?

Seandainya saja kita membaca al-Qur’an dengan seksama niscaya akan kita temukan jawabannya. Pada awalnya Allah S.W.T. telah memerintahkan para malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam a.s., ini cukup dapat dijadikan cerminan bahwa Allah S.W.T. telah meninggikan derajat Nabi Adam a.s. dari kedua mahluk tersebut.

Saat dimulainya pertarungan abadi antara iblis dan Bani Adam, siapakah yang akan memenangkan pertarungan tersebut?

Pada intinya, baik iblis dan manusia itu sama-sama diciptakan Allah S.W.T. Jadi siapakah pemenang dari pertarungan abadi antara kedua mahluk ciptaan Allah S.W.T. tersebut, bertumpu kepada siapakah Allah S.W.T. akan berpihak? Apakah kepada ibliskah atau manusiakah?

Siapapun yang di dalamnya ada keberpihakan Allah S.W.T., maka mereka itulah yang akan memenangi pertarungan. Allah S.W.T. tidak mungkin berpihak kepada iblis, mengapa demikian? Silahkan baca artikel "Keunggulan Manusia Dari Malaikat, Iblis, Langit, dan Bumi".

Namun Allah S.W.T. pun tidak mungkin berpihak kepada manusia yang ingkar atau yang mengabaikan-Nya. Jadi satu-satunya adanya keberpihakan Allah S.W.T. hanya ada pada orang yang ada di pihak-Nya, siapakah dia? Tiada lain itulah orang yang beriman dan bertaqwa serta yang bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat.

Sesungguhnya Allah S.W.T. telah memperingatkan iblis tentang janji-Nya dan jaminan-Nya untuk menjaga dan menjaga hamba-hamba Allah S.W.T. hingga iblis tidak akan pernah bisa mengalahkan mereka.

"Sesungguhnya (untuk) hamba-hamba-Ku, kamu (iblis) tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga." [Q.S. al-Israa' 17:65]



DAPATKAH MANUSIA MEMBUNUH IBLIS?

Sekalipun kita dibekali oleh Allah S.W.T. untuk mengalahkan Iblis, namun kita tidak bisa membunuhnya, karena Allah S.W.T. telah menetapkan keputusan-Nya untuk menunda kematian iblis diberi tangguh hingga hari kiamat sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an:

Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina."
[Q.S. al-A’raaf 7:13]

Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan."
[Q.S. al-A’raaf 7:14]

Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."
[Q.S. al-A’raaf 7:15]

Jadi, selama kiamat belum tiba, selama itu pula manusia dan iblis akan terus saling bertarung, dan selama itu pula Allah S.W.T. akan selalu bersama manusia yang beriman akan kebenaran mutlak janji-Nya dan pertolongan-Nya.

Saya sarankan anda membaca buku "Jin, Setan, dan Iblis Menurut al-Qur'an dan Sunnah" yang ditulis oleh Dr.'Umar Sulaiman Al-Asyqar dengan judul aslinya "'Alam al-Jinn wa al-Syayathin", atau silahkan baca ringkasannya di sini.


BAGAIMANAKAH AGAR KITA BISA MENGALAHKAN IBLIS?

Sebaik-baiknya pelindung dan penolong hanyalah Allah Ta'ala, karena Dialah yang juga menciptakan iblis. Laksanakanlah apa yang diperintahkan Allah S.W.T. dan jauhi segala larangan-Nya. Segala perintah dan larangan-Nya telah disampaikan melalui Rasulullah s.a.w. Beliau telah mewariskan al-Qur'an dan al-Hadits kepada kita semuanya untuk menjadi petunjuk seumur hidup. Oleh karena itu jadikanlah keduanya sebagai pegangan mutlak dan janganlah berpaling darinya.

Bila kita "BELUM" tahu maka belajarlah!
Bila kita akhirnya sudah "TAHU" maka amalkanlah!
Bila kita sudah "MENGAMALKANNYA" maka bersabarlah!
Bila kita sudah "BERSABAR" maka bertawakallah!

Apa yang menjadi kewajiban kita, maka laksanakanlah, sedangkan sisanya cukuplah Allah Ta'ala yang mengurusnya.

Pada bagian berikutnya Insya Allah akan saya paparkan kisah-kisah tunduknya iblis dengan hinanya dan begitu lemahnya di hadapan Rasulullah s.a.w. dan para sahabat.