Sabtu, 14 Agustus 2010

Merangsang Kecerdasan Sebelum Lahir - Pendahuluan



PENDAHULUAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh...

Pada perkembangan ilmu kedokteran yang sangat maju dalam dekade terakhir, saat ini dalam ilmu kebidanan berkembang suatu wacana baru yaitu "Foetus as a patient".

Bila dahulu dokter ahli kandungan atau kebidanan hanya memeriksakan kesehatan ibu hamil saja dan untuk kesehatan janin hanya ada satu parameter yang diukur yaitu denyut jantung bayi, maka sekarang ini dengan kemajuan teknologi, kesehatan janin adalah perkembangan yang sejajar dan berhubungan dengan kesehatan ibunya (Foetal/Fetal Well Being).

Jadi dengan kata lain, saat ini dokter spesialis kandungan dan bidan mempunyai dua pasien sekaligus dalam pemeriksaan kehamilan yaitu ibu dan anak yang ada di dalam kandungannya.

Pemeriksaan kesehatan dalam kandungan juga menjadi lebih maju, tidak sekadar mendengar denyut jantung janin, tetapi juga meliputi perkembangan organ tubuh janin serta aktifitas janin, sehingga bila terdapat kelainan pada janin dapat terdeteksi.

Kemajuan teknologi juga memungkinkan kita melakukan upaya merangsang perkembangan janin sehat dalam kandungan. Bila kita telusuri Internet, kita akan menemukan ratusan ribu tulisan ilmiah mengenai hal ini. Hal ini tentunya harus kita pelajari dalam rangka meningkatkan kualitas generasi penerus.

Pada pemeriksaan ibu kita kenal pemeriksaan rutin kehamilan, imunisasi, perawatan payudara, kontrasepsi, kemandulan, pelayanan persalinan dan nifas. Pada pemantauan janin dalam kandungan, kita mengenal pemantauan perkembangan, gizi janin, pemeriksaan genetik dan kelainan hormonal janin, pengobatan atau operasi janin dalam kandungan, dan yang terpenting yang akan kita bicarakan di sini adalah pendidikan dan perangsangan kecerdasan janin dalam kandungan.

Sebelum kita memulai ilmu baru ini sebaiknya kita mulai dengan usaha mengenal rahim. Kata "rahim" terambil dari "ar-Rahiim" artinya Penyayang, ini merupakan salah satu sifat Allah dalam Asma’ul Husna.

Rahim merupakan suatu ruang lingkungan di mana janin mendapatkan kasih sayang dari Allah S.W.T. dan ibunya (juga ayahnya).

Rahim merupakan satu-satunya tempat di dalam tubuh manusia di mana reaksi penolakan tubuh tidak terjadi (kalau pun terjadi, sangat minimal). Kita mengenal reaksi penolakan tubuh terhadap protein asing yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh (semua penyakit apakah bakteri, virus atau kuman terdiri dari protein). Nah, di dalam rahim, janin tidak ditolak, bahkan diperlakukan dengan sangat nyaman di dalamnya.

Selain itu, dibuatkan perlindungan terhadap gangguan luar berupa penebalan lemak perut ibu hamil, penebalan dinding rahim, penebalan ari-ari serta dibuatkan cairan ketuban di sekelilingnya yang melindungi janin dari gangguan kimia, benturan, perubahan suhu, gangguan kebisingan, gangguan cahaya yang kuat, dsb.

Rahim pun dibentuk oleh Sang Pencipta sebagai suatu tempat pendidikan yang canggih, di mana janin dapat "merasa", "mendengar" suara lembut ibunya, bahkan suara hati ibunya. Para ahli pun mencoba merekam suara yang ditangkap janin dalam kandungan, hasil yang didapat adalah seperti kita berada dalam sebuah ruangan yang dirancang sedemikian rupa yang dilengkapi amphiteater sangat canggih. Di dalam rahim, janin pun dapat menangkap rangsangan-rangsangan pendidikan dari luar.

Dalam melakukan upaya merangsang kecerdasan janin dalam kandungan, tentunya kita harus memahami beberapa hal yang akan ditulis pada artikel selanjutnya: