Selasa, 10 Maret 2009

Stain Atau Noda Pada Gigi


Sering lihat orang yang giginya bernoda? Noda atau Stain adalah deposit yang memberikan warna pada struktur gigi. Hal ini terutama menimbulkan masalah estetik, bervariasi warna dan komposisinya. Kepadatan dimana stain itu merekat pada gigi. Berikut kita akan membahas tentang macam-macam noda pada gigi.


Macam-macamnya :
Stain Coklat
Merupakan pellicle yang tipis, translusen, biasanya bebas bakteri. Terjadi pada individu yang tidak rajin sikat gigi atau yang menggunakan pasta gigi dengan aksi pembersihan yang tidak cukup. Umumnya ditemukan pada permukaan bukal gigi Molar RA dan permukaan lingual Incisivus RB.
Stain Tembakau
Tembakau ini dapat menimbulkan defisit coklat tua atau hitam pekat dan disclorisasi coklat pada permukaan gigi.
Stain ini akibat pembakaran penetrasi pit dan fissure email dan dentin oleh cairan tembakau.
Stain Hitam
Nampak sebagai garis hitam tipis pada gigi pada bagian bukal dan lingual dekat tepi gingiva dan diffus ke permukaan proksimal. Cenderung muncul kembali setelah dihilangkan. Lebih sering pada wanita, dapat terjadi dalam rongga mulut dengan kesehatan mulut yang baik dan yang terjadi pada gigi sulung dan disertai insiden karies yang rendah pada anak-anak. Biasanya disebabkan oleh bakteri chromogenik. Mikroflora stain hitam didominasi oleh bakterial berbentuk batang, gram (+) terutama spesies actinomyces.
Stain Hijau
Warna hijau / hijau kekuningan. Umumnya ditemukan pada anak-anak, dianggap sebagai sisa stain email tetapi hal ini dapat dianggap substansial. Insiden tertinggi pada anak-anak dengan tuberculosis , nodus lympaticus cervis dan lesi-lesi tuberculosis lainnya
Stain Orange
Jarang terjadi dibandingkan stain coklat, jika ada biasanya pada permukaan lingual dan fascial anterior.

Stain Metal
Metal dan garm-garam metalik yang masuk dalam mulut dan melalui pernafasan dan menghirup udara yang mengandung metal oleh pekerja-pekerja industri atau secara oral yang diperoleh oleh minuman. Kombinasi metal-metal dengan tambalan gigi menghasilkan suatu stain permukaan atau penetrasi ke substansi gigi lainnya yang dapat menyebabkan disclorisasi permanen. Debu-debu copple menghasilkan warna stain hijau, besi --> warna coklat, mangan --> berwarna hitam, merkuri --> hijau hitam, nikel --> hijau, perak --> hitam.

Stain Chlorhexidine
Telah diadakan observasi klinik bahwa pemakaian yang kontinue dari chlorhexidine dapat menimbulkan disklorisasi dalam mulut. Stain chlorhexidine memberi warna coklat kekuningan sampai kecoklatan pada jaringan mulut. Stain tampak pada regio servikal, interproksimal dari gigi, restorasi pada plak dan permukaan lidah. Ini dihasilkan oleh aldehide dan keton yang manan adalah intermediate dari metabolisme mamalia dan mikrobial. Penting untuk pembentukan disklorisasi dari chlorhexidine. Disclorisasi ini sifatnya reversibel.
Cara mengatasi :
Dengan melakukan kontrol ke dokter gigi, anda biasanya akan diterapi dengan pembersih kimiawi yang agak infasif. Atau dengan melakukan bleaching. Penyembuhan juga sangat tergantung dari jenis nodanya.