Jumat, 06 Maret 2009

Catatan: Perjalanan PIT Fetomaternal Hari I

Mulai hari ini, isi posting blog akan diisi dengan laporan perjalanan mengikuti pertemuan ilmiah tahunan Fetomaternal ke X yang tahun ini diadakan di Batu, Jatim. Kebetulan aku juga lagi bosan bikin posting tentang obgyn. Kegiatan ilmiah seperti ini sekarang wajib diikuti dokter jika tidak ingin iizin prakteknya tidak diperpanjang. Katanya sih dokter wajib update ilmu agar pelayanan ke pasien tetap prima. Tapi aku justru pergi meninggalkan tempat tugas yang notabene menyengsarakan pasien, karena pasien yang bermasalah dan perlu penanganan dokter ahli terpaksa harus dirujuk ke Tanjung Pinang . (Maaf ya pasien2 ku)


tgu
Tanjung Uban ditandai dengan lingkaran merah...

tg uban town
Salah satu sudut jalan Tanjung Uban...sepi ya...maklum kota kecamatan kecil...


Aku melakukan perjalanan dengan isteri dan dua orang anakku. Yang paling tua tidak dibawa, karena sedang dalam persiapan mengikuti ujian akhir SLTP. Perjalanan dimulai dari Tanjung Uban, Bintan menuju Batam. Dari bintan sebetulnya ada peswat ke Jakarta, karena jarak tempuh darat ke Tanjung Pinang masih jauh (90km) dan ke Batam lebih dekat maka dipilih ke Jakartanya lewat Batam saja. Ada 2 moda untuk mencapai Batam dari Tanjung Uban. Pertama dengan mempergunakan kapal cepat (speedboat) dan yang Kedua dengan mempergunakan Kapal Roro. Karena alasan ingin santai2, maka aku memilih cara yang kedua yaitu menyeberang ke Batam dengan KMP Kuala Batee II. Lama perjalanan dengan roro lebih kurang 45 menit (dengan speed boad 15 menit saja).


Diatas roro
View dari atas Roro, terlihat pelabuhan Pertamina Tanjung Uban

roro
Suasana saat roro landing di Telaga Punggur Batam


Rencana dari Batam hari Sabtu aku mempergunakan Garuda yang jam berangkatnya 830 pagi, sehingga agak riskan jika baru berangkat ke Batam Sabtu paginya. Makanya Jumat siang sudah berangkat terlebih dahulu dan bermalam di Batam. Sesampainya di pelabuhan roro telaga punggur Batam, jemputan sudah menanti....Hermanto namanya. Orangnya ramah, nggak sombong dan enak diajak ngomong, sehingga perjalanan dari telaga punggur menuju hotel tempat menginap l3bih kurang 30 menit tidak terasa. Hotel yang dipilih adalah sebuah hotel yang baru beroperasi di Batam , namanya i-Hotel. Hotel ini jadi pilihan karena disamping masih baru, letaknya berdepanan dengan Nagoya Hill.

i hotel
I-Hotel

LA Cruise
Suasana di La Cruise


Malam harinya sudah janjian dengan Alfin dan Dhany (traktor), untuk dinner. Pilihan tempat aku serahkan saja ke mereka. Ada tempat makan yang baru dibuka, namanya La Cruise. kalau dari namanya bisa ketebak. Bangunan tempat makan ini berbentk seperti kapal pesiar. Menunya juga bervariasi campura timur dan barat. Seperti kataberita2 dikoran, gaya tempati ini menggabungkan resto dengan cafe. Ada life music, serta hotspot. Jadilah ber FB ria dengan HP sambil menunggu hidangan.

Selesai dinner, muter2 sebentar ke Nagoya, untuk cari Parfum ( karena ketinggalan alias tidak terbawa), selanjutnya kembali ke hotel, beristirahat. Saat menulis posting ini isteri dan anak2 sudah "berlayar", karena besok pagi jam 730 harus sudah di Bandara...

hang nadim
Bandara Hang Nadim