Kamis, 26 Maret 2009

Ligamentum Periodontal


Yaitu struktur jaringan ikat yang mengikat akar gigi dan mengikatnya ke tulang. Ligamentum tersebut berlanjut dengan jaringan ikat gingiva yang berhubungan dengan ruang sum-sum melalui kanal vaskular yang ada pada tulang.

Gambaran mikroskopik normal
Serat-serat utama kolagen yang tersusun dlam bundel-bundel bagian yang ujung yang tertanam kedalam cementum dan tulang disebut SERAT SHARPEY.

Serat-serat utama :
1. Kelompok transversal = transeptal
Merentang didaerah interproximal diatas crest alveolar, tertanam pada cementum dan gigi yang bertetangga.serat-serta tersebut senang tiasa sering dijumpai sebab selalu direkonstruksi meskipun terjadi destruksi tulang alveolar.
2. Kelompok alveolar crest
Merentang miring (oblique) dari cementum persis dibawah junctional epitel ke crest alv.
Fungsi serat ini mengimbangi dorongan dari yang lebih apikal sehingga membantu meski bila serta di incisi pada waktu pembedahan tidak secara nyata meningkatkan mobilitas normalgigi setelah pembentukan kelompok horizontal.
3. Kelompok horizontal
Merentang dalam arah tegak lurus terhadap as gigi dari sementum ke tulang alveolar. Fungsinya = alveolar crest.
4. Kelompok oblique
Serat ini paling besar. Merentang miring dari sementum kearah koronal tulang alv. Grup ini memiliki bagian terbesar dari tek. Vertikal pengunyahan dan mengubahnya menjadi tarikan pada tulang alveolar
5. Kelompok apikal
Merentang dari sementum ke arah tulang fundus dari soket. Kelompok ini tidak dijumpai pada akar gigi yang belum sempurna terbentuk

Serat lain adalah serat kolagen yang susunannya kurang teratur. Dijumpai pada jaringan ikat intertisial diantara serat-serat utama. Serat – serat tersebut mengandung pembuluh darah, limfatik dan saraf.

Serat- serat lain dalam ligamentum periodontal :
1. Serat elastik jumlahnya sedikit
2. Serat oksitalan, terutama yang berada di sekeliling daerah pembuluh darah, tertanam dalam sementum pada 1/3 servical akar gigi. Serat oksitalan disebut juga serta resisten fibers.

Ligamentum periodontal terdiri dari serat kolagen yang harus, juga dijumpai membentuk plexus di beri nama serat indiferent

Plexus intermediate :
Yaitu bundel serat utama yang terdiri dari serat individual yang membentuk anyaman anastomosa antara anyaman dengan tulang. Ketebalan lig. Periodontal 0,12-0,24 mm, semakin tua maka semakin mengecil ukurannya. Plexus ini yang penting untuk bertanggung jawab terhadap pencabutan gigi.


Elemen seluler
Terdiri dari :
1. Sel fibroblas, mensintesa kolagen yang menghasilkan prekursor yang di sebut prokolagen. Setelah dilepas dari sel molekul , pro kolagen mengalami modifikasi klinis dan terbentuklah kolagen. Fibroblas mampu memfagositosis serat kolagen tua dan menghacurkannya dengan bantuan enzim hidrolisa
2. Sel endotel
3. Sementoblas
4. Osteoblast  meregenerasi tulang
5. Mikrofag jaringan
6. Sisa epitel (epithel mallasez)= resting epitelial sel. Membentuk kisi-kisi pada LP dan tampak berupa kelompok sel yang terisolir atau berupa jalinan sisa-sisa epitel. Di duga sebagai sisa dari “Hertwig Root Shealt” yang mengalami desintegrasi.

Selama proses pembentukan akar setalah sementum terbentuk pada permukaan dentin sisa-sisa tersebut berada pada LP. Paling banyak terdapat pada daerah servical dan apikal. Jumlah sel-sel epitel semaskin berkurang dan akan menghilang sejalan dengan bertambahnya umur.Sisa epitel akan berfroliferasi bila terkena rangsang dan berperanan dalam pembentukan kista periapikal dan kista lateral.

Ligamen periodontal
Bisa juga mengandung massa yang terkalsifikasi yang disebut CEMENTICLE yang bisa melekat atau terlepas dari permukaan akar.

Sumber vaskularisasi
Berasal dari crest alv. Inf. Dan sup. Yang mencapai LP melalui 3 sumber :
1. Apikal
2. Penetrasi dari tulang alv.
3. anastomose dari gingiva

Pada tulang terdapat CANAL NUTRIENT sebagai tempat sal. Pemb. Darah ke LP. Perdarahan dalam lig. Period. Saling berhubungan plexus yang bentuknya berjala-jala yang letaknya lebih kearah tulang dari pada sementum. Sedangkan pasokan darah terdapat > pada 1/3 gingiva terutama pada gigi yang berakar tunggal.

* Kurang pada 1/3 apikal
* Sangat kurang pada bagian tengah dan
* Pada gigi yang akarnya > 1, vaskularisasi 1/3 tengah=1/3 apikal.

Permukaan mesial dan distal sedikit > dibagian permukaan oral dan vestibular, sedangkan drainase venous LP mengikuti sumber arteriolnya.

Sistem limfatik
Limfatik yang terkoordinasi pada daerah persis dibawah junctional epitelium, masuk ke LP dan menyertai P. darah menuju kearah apikal, kemudian dari sini masuk ke dalam tulang alveolar, ke kanal dental inferior pada mandibula, dan pada maxilla kekanal infra orbital, selanjutnya ke lymp group submaxillary.


Persyarafan
Di pasok oleh serat2 sensoris untuk sensorik taktil, tekanan dan sakit melalui jalan trigeminal. Bundel serat masuk ke LP dari daerah periapikal dan dari tulang alv., yang melalui kanal2 yang mengikuti jalannya pembuluh darah, lalu membagi diri menjadi serat-serat tunggal dan bermyelin atau tidak bermyelin, kemusian berakhir sebagai FREE NERVE ENDING atau ELONGATE SPINDLE LIKE STRUCTURE . Ini adalah reseptor propioseptik yang berperan dalam sensasi lokalisasi apabila gigi disentuh.

Perkembangan LP
Berkembang dari dental sac. Atau folikel sac., lapisan sirkular jaringan ikat yang mengelilingi benih gigi. Lapisan tersebut terdiri dari fibroblast yang tidak berdiferensiasi dan pembentukan cementoblas serta fibroblas dari LP.

Fungsi LP
1. Fungsi fiskal :
 metransmisikan tekanan ke tulang alv.
 melekatkan gigi.
 memelihara hubungan jaringan gingiva dan gigi.
 sebagai shock absorbtion.
 melindungi pembuluh darah dan persyarafan.

2. Fungsi formative
 sel-sel jar. Ikat membangun sementum . tanpa LP yang sehat, proses sementogenesis tidak akan terbentuk

3. Fungsi nutritional
 dilakukan oleh pembuluh darah.

4. fungsi sensoris
 fungsi sensoris menerima rasa sakit.