Minggu, 29 Maret 2009

Mobilitas Gigi atau Gigi Goyang

Gigi mempunyai rentangan mobility yang normal. Gigi yang berakar tunggal lebih tinggi derajat mobilitynya dibandingkan gigi berakar banyak, dan mobility incisivus adalah paling tinggi. Mobility terutama terjadi dalam arah horizontal, juga terjadi dalam arah aksial, tapi lebih sedikit. Rentangan mobility gigi yang fisiologis bervariasi antar individu dan antar waktu pada setiap gigi seseorang. Derajat mobility fisiologis paling tinggi sewaktu bangun tidur, hal mana mungkin disebabkan karena gigi sedikit ekstrusi akibat tidak berfungsi selama tidur di malam hari. Mobility berkurang di siang hari, yang kemungkinan karena intrusi disebabkan tekanan sewaktu mengunyah dan menelan. Variasi mobility gigi selama 24 jam lebih sedikit pada individu yang jaringan periodontium yang sehat, dibandingkan dengan individu dengan penyakit periodontal atau yang mempunyai kebiasaan seperti bruxism dan clenching.

Mobility gigi terjadi dalam dua tingkatan/stadium :
(1) Stadium initial atau stadium intra-socket. Pada stadium ini gigi bergerak dalam batas ruang ligamen periodontal. Hal ini berkaitan dengan perubahan visko-elastik dari ligamen dan redistribusi cairan periodontal, kandungan interbundel dan serat-serat.
(2) Stadium sekunder, stadium ini terjadi secara bertahap dan mencakup deformasi elastis pada tulang alveolar sebagai respon terhadap gaya horozontal yang meningkat. Gigi juga mengalami perubahan letak oleh pengaruh tekanan yang mengenai mahkota, tapi tidak sampai pada keadaan yang berarti secara klinis.

Jika tekanan yang biasa dikenakan pada gigi sewaktu beroklusi dihentikan, gigi akan kembali ke posisi semula dalam dua stadium : stadium pertama adalah elastic recoil yang cepat seperti per, stadium kedua adalah gerak pemulihan (recovery) yang lambat dan asimtomatis. Gerak pemulihan adalah berupa denyutan yang tampaknya berhubungan dengan denyut normal pembuluh darah jaringan periodontal, yang sinkron dengan denyut jantung.

Mobility Patologis
Mobility di luar batas fisiologis dinyatakan sebagai mobility yang abnormal atau patologis. Dikatakan patologis karena melampaui batas mobility normal, dan bukan dari adanya proses penyakit periodontal pada waktu pemeriksaan.Mobility patologis disebabkan oleh beberapa faktor :
1. Kehilangan dukungan gigi (kehilangan tulang). Tingkat mobility tergantung pada keparahan dan distribusi kehilangan jaringan pada setiap permukaan akar gigi, panjang dan bentuk akar, dan ukuran akar gigi dibandingkan dengan mahkota. Dalam hal jumlah kehilangan tulang yang sama, gigi dengan akar yang pendek dan lancip lebih cenderung menjadi goyang dibandingkan gigi dengan ukuran akar yang normal atau bulat. Karena kehilangan tulang bukanlah satu-satunya penyebab terjadinya mobility gigi dan mobility biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, maka keparahan mobility gigi tidak selalu berkaitan dengan kehilangan tulang.
2. Trauma dari oklusi. Kerusakan yang disebabkan oleh tekanan oklusal yang berlebihan atau yang terjadi karena kebiasaan oklusal seperti bruxism dan clenching, yang diperhebat oleh stres emosional sering merupakan penyebab mobility gigi. Mobility juga meningkat karena hipofungsi. Mobility yang disebabkan oleh trauma dari oklusi pada awalnya terjadi akibat resorpsi lapisan cortical tulang, dan belakangan sebagai fenomena adaptasi yang disertai pelebaran ruang ligamen periodontal.
3. Penjalaran inflamasi dari gingiva ke ligamen periodontal menyebabkan perubahan degeneratif yang meningkatkan mobility. Perubahan biasanya terjadi pada penyakit periodontal yang telah mulai melanjut, tetapi kadang-kadang mobility dijumpai juga pada gingivitis yang parah. Penyebaran inflamasi dari abses periapikal akut menyebabkan mobility gigi yang temporer tanpa dijumpainya penyakit periodontal. Mobility juga meningkat secara temporer beberapa waktu setelah bedah periodontal.
4. Mobility gigi meningkat pada waktu kehamilan, dan kadang-kadang berkaitan dengan siklus menstruasi atau penggunaan kontrasepsi hormonal. Peningkatan mobility ini terjadi pada pasien dengan atau tanpa penyakit periodontal, yang diduga disebabkan oleh perubahan fisikokhemikal pada jaringan periodonsium. Mobility bisa juga disebabkan oleh proses penyakit pada rahang yang merusak tulang alveolar dan/atau akar gigi, seperti osteomielitis dan tumor rahang.

Migrasi Patologis
Migrasi patologis adalah pergeseran gigi yang terjadi jika kesimbangan di antara faktor-faktor yang mempertahankan posisi gigi terganggu oleh penyakit periodontal. Migrasi patologis relatif sering terjadi dan bisa merupakan tanda dini dari penyakit, atau bisa terjadi menyertai inflamasi gingiva dan pembentukan saku dengan berkembangnya penyakit.
Migrasi patologis terjadi paling sering pada regio anterior, tetapi bisa juga terjadi pada gigi posterior. Gigi bisa bergerak ke segala arah, dan migrasi biasanya disertai mobility dan rotasi. Migrasi patologis ke arah oklusal atau incisal disebut dengan elongasi atau ekstrusi (istilah pertama dianggap lebih tepat). Migrasi patologis bisa dijumpai dalam beberapa derajat keparahan, dan bisa melibatkan satu atau lebih gigi. Migrasi patologis perlu dideteksi pada stadium dini, dan mencegah akibat yang lebih serius dengan jalan menyingkirkan faktor-faktor penyebab. Walaupun migrasi patologis masih pada stadium dini, telah terjadi kehilangan tulang meskipun sedikit.

Patogenesa
Dua faktor utama yang berperan dalam mempertahankan posisi gigi yang normal adalah :
(1) kesehatan dan tinggi jaringan periodontium yang normal.
(2) Tekanan yang mengenai gigi. Tekanan yang mengenai gigi bisa merupakan tekanan dari oklusi atau tekanan dari bibir, pipi dan lidah.

Dalam hubungannya dengan tekanan dari oklusi, faktor berikut adalah penting : morfologi gigi dan inklinasi tonjol; adanya komplemen gigi yang lengkap; kecenderungan bermigrasi ke mesial secara fisiologis; keadaan dan lokasi hubungan titik kontak; atrisi proksimal, insisal dan oklusal; inklinasi aksial dari gigi.

Perubahan pada salah satu atau beberapa faktor-faktor tersebut akan memulai serangkaian perubahan yang saling berkaitan pada lingkungan dari satu atau sekelompok gigi yang akan menyebabkan migrasi patologis. Migrasi patologis terjadi pada kondisi-kondisi yang melemahkan dukungan periodontal dan/atau meningkat atau dimodifikasinya tekanan yang mengenai gigi.


Melemahnya Dukungan Periodontal
Kerusakan periodontium akibat inflamasi pada periodontitis menimbulkan ketidakseimbangan antara gigi dengan tekanan oklusal dan tekanan otot-otot yang biasa dideritanya. Gigi yang telah lemah tidak mampu untuk mempertahankan posisi normalnya pada lengkung gigi dan bergerak menghindari tekanan, kecuali jika dipertahankan oleh kontak proksimal. Tekanan yang menggerakkan gigi yang telah lemah dapat ditimbullkan oleh faktor-faktor seperti kontak oklusal atau tekanan dari lidah.