Minggu, 26 September 2010

Tips Tes Kehamilan


Terlambat datang bulan mungkin dugaan paling besar sebagai sebuah gejala atau tanda-tanda kehamilan yang terlintas dalam pikiran wanita sekalipun bisa saja faktor stres, kelelahan fisik, menopause, dan faktor lainnya yang bisa juga menyebabkan haid terlambat atau tidak teratur. Di saat inilah kita akan membutuhkan alat uji untuk lebih memastikan kehamilan tersebut.


KILAS BALIK SEJARAH

Sekitar tahun 1927, ada sebuah penemuan unik di mana cairan air kencing dari wanita hamil disuntikkan ke seekor kelinci, maka akan terbentuk Corpus hemorrhagicum (Corpora hemorrhagica) pada ovarium si kelinci. Corpus hemorrhagicum ini biasanya terjadi setelah proses ovulasi sehingga dulu bila memang ditemukan Corpus hemorrhagicum ini maka sudah dipastikan air kecing yang disuntikkan tersebut benar-benar berasal dari wanita yang sedang hamil. Karena bentuk Corpus hemorrhagicum tidak kasat mata, maka untuk memastikan keberadaannya, tidak ada jalan lain selain membedah ovarium kelinci tersebut. Dari sinilah awal mula alat uji kehamilan seseorang dengan istilah "The Rabbit Died" yang populer di akhir era 1920-an dan 1930-an.


INDIKATOR PENENTUAN KEHAMILAN

Salah satu indikator yang paling populer dalam menentukan hamil tidaknya adalah dengan mengukur hormon human Chorionic Gonadotropin (hCG) yaitu hormon yang hanya diproduksi pada saat terjadinya proses kehamilan, tepatnya hormon ini diproduksi saat pembentukan embrio setelah proses fertilisasi.

hCG dapat ditemukan dalam air kencing (urine) dan darah, oleh karena itu pula terdapat dua metode untuk mengukur hCG ini yaitu melalui tes darah dan tes air kencing yang populer dengan Home Pregnancy Test (HPT).

Mana yang paling akurat antara tes darah dan HPT sebenarnya ditentukan oleh seberapa sensitif kedua tes dalam mendeteksi hCG. Semakin kecil kadar hCG dapat terdeteksi maka akan semakin akurat pula hasilnya, selain itu semakin cepat pula hasilnya akan muncul karena kuantitas hCG akan terus meningkat seiring berkembangnya kehamilan.

Kuantitas kadar hCG menggunakan satuan pengukuran mIU/ML. Bila kadar hCG yang masih sedikit sudah bisa terdeteksi oleh alat uji tersebut, maka akan semakin akurat dan semakin cepat dalam mendeteksi kehamilan. Kadar hCG akan meningkat hingga dua kali lipat setiap 48 jam sekali. Berikut tabel perkembangan kadar hCG di tiap periode perkembangan kehamilannya.

From Conception
(Sejak Pembuahan/Fertilisasi)
From Last Menstrual Period - LMP
(Sejak Periode Menstruasi Terakhir)
mIU/ML atau IU/L
7 hari 3 minggu 0 - 5
14 hari 28 hari 3 - 426
21 hari 35 hari 18 - 7.340
28 hari 42 hari 1.080 - 56.500
35 - 42 hari 49 - 56 hari 7.650 - 229.000
43 - 64 hari 57 - 78 hari 25.700 - 288.000
57 - 78 hari 79 - 100 hari 13.300 - 253.000
17-24 minggu Trimester ke-2 4.060 - 65.400
25 minggu - kelahiran Trimester ke-3 3.640 - 117.000
Beberapa hari setelah bayi lahir - Turun di bawah 5


MANA YANG LEBIH BAIK, HPT ATAU TES DARAH?

Alat tes HPT yang mendeteksi hCG dari air kencing baru bisa mendeteksi kadar hCG antara 25-250 mIU atau sekitar 10-14 hari melalui air kencing sejak haid tidak terjadi (missed period). Namun kini dengan perkembangan teknologi Polymeric Amplification Technology (PAT), beberapa alat uji HPT sudah mampu mendeteksi hCG pada hari ke 6 (enam) melalui air kencing sejak haid tidak terjadi. Silahkan [klik di sini] untuk contoh HPT terbaru.

Mungkin HPT dengan teknologi PAT akan bersaing ketat dengan deteksi hCG melalui tes darah, pasalnya, tes darah dapat mendeteksi hCG dengan kadar 5 mIU atau rata-rata 8-10 hari melalui darah sejak haid tidak terjadi. Selain itu karena kadar hCG akan meningkat dua kali lipat setiap 48 jam, maka hCG dalam darah lebih mudah dan lebih cepat dilakukan dibandingkan harus menunggu keluarnya air kencing.

Hanya saja tes melalui darah harus dilakukan di laboratorium, lebih mahal dan tidak semudah menggunakan HPT yang portable bisa dilakukan di rumah. Disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter spesialis dalam menentukan metode tes apa yang paling sesuai untuk anda.


KODE HASIL PADA HPT

Hampir seluruh alat uji HPT mempunyai standar kode bila yang keluar hanya 1 (satu) garis ini menunjukkan hasil yang negatif artinya anda tidak hamil. Sedangkan 2 (dua) garis menunjukkan postif anda telah hamil.


TIPS SAAT TES KEHAMILAN

  • Ada beberapa hal yang akan mempengaruhi hasil tes hCG. Di antara faktor yang bisa paling mempengaruhi hasil tes hCG adalah penggunaan obat-obat kesuburan (fertility drugs) yang biasanya digunakan dalam terapi pengobatan masalah kemandulan atau ejakulasi dini. Tetapi Antibiotik, Pil KB, dan obat-obat anti alergi tidak punya pengaruh terhadap hasil tes. Oleh karena itu pastikan anda tidak sedang dalam terapi atau menggunakan obat-obat kesuburan karena hasil tes akan menjadi bias.

  • Ditemukan pula pengaruh jiwa stres dan kelelahan fisik dapat mengacaukan hasil tes, oleh karena itu disarankan anda beribadah dulu agar jiwa anda tenang dan istirahat secukupnya sebelum melakukan tes kehamilan ini.

  • HPT mendeteksi kadar hCG melalui air kencing, maka janganlah anda minum air terlalu banyak atau berlebihan hanya karena anda berambisi untuk kencing (walah-walah hehehe...) Hal ini justru akan mempersulit HPT untuk mendeteksi hCG karena air kencing anda akan semakin cair sehingga hCG akan semakin sulit terdeteksi.

  • First Morning Urine (FMU) adalah air kencing saat anda bangun tidur di pagi hari, air kencing inilah yang paling baik untuk dijadikan bahan uji, karena di pagi hari kadar hCG dalam tubuh sedang dalam kondisi berkembang banyak. Sehingga dengan FMU hasil uji akan semakin akurat. Tetapi bila anda lupa melakukan FMU, maka solusi alternatifnya bisa juga dengan air kencing selain FMU dengan cara menampungnya dalam wadah tertentu (awas jangan cangkir kopi nanti diminum suami) kemudian biarkan selama 4 (empat jam). Konon, air kencing yang dipendam 4 jam tersebut mengandung kadar hCG sama kandungannya dengan FMU.


Source: pregnancy.about.com