Minggu, 19 September 2010

Informasi Penyakit : Rabun Senja (nyctalopia) Pencegahan dan Penanganannya

http://blog.pnyet.web.id/wp-content/uploads/2010/04/mata.jpgRabun senja sering dianggap wajar. Padahal, jika didiamkan dan tidak diobati, bisa berefek kebutaan. Kelainan mata ini diakibatkan oleh kekurangan vitamin A. “Rabun senja tidak bisa diatasi dengan kacamata. 

Karena itulah mengonsumsi vitamin A yang terdapat di wortel dan tomat sangat dianjurkan. Itu bisa mencegah terjadinya rabun senja,” kata dokter spesialis mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr Iwan Sitompul, beberapa waktu lalu.

Di Indonesia, rabun senja atau rabun ayam merupakan penyakit mata yang sangat wajar. Kasus rabun senja diakibatkan kekurangan vitamin A dan tidak boleh dianggap enteng. Namun, kebanyakan masyarakat Indonesia, apalagi yang memiliki pendidikan rendah, menganggap bahwa rabun senja adalah sebuah kewajaran yang tidak perlu ditindaklanjuti dan akan sembuh sendirinya.

Pada mata normal terdapat pigmen yang dikenal bernama rodopsinatau visual puple. Pigmen tersebut mengandung vitamin A yang terikat pada protein. Jika mata menerima cahaya, maka akan terjadi konversi rodopsin menjadi visual yellow dan kemudian visual white. Pada konversi tersebut, dibutuhkan vitamin A. Sementara regenerasi visual purple hanya akan terjadi bila tersedia vitamin A. Tanpa regenerasi, maka penglihatan pada cahaya remang setelah mata menerima cahaya akan terganggu. Jika terjadi kekurangan vitamin A, maka gejala awal adalah terjadinya rabun senja. Artinya, mata akan mengalami gangguan ketika berpindah dari tempat banyak cahaya ke tempat gelap.

Itulah yang membuat rabun senja hanya terjadi ketika matahari mulai terbenam. Sesuai dengan namanya, penyakit ini tidak bisa dikoreksi dengan kacamata dan terjadi jika sel-sel saraf pembeda terang-gelap di retina mata terganggu.

Dr Iwan Sitompul SpM mengatakan, vitamin A sangat penting bagi mata. “Vitamin A pada makanan awalnya berada dalam bentuk retinol ester dan sebelum diserap dalam pencernaan diubah menjadi retinol. Dari mukosa sel retinol tersebut diesterfikasi kembali, kemudian diangkut oleh khilomikron, dibawa ke hati untuk disimpan,” sebutnya. Bentuk aktif vitamin A sebagian berupa asam retinoat yang akan berperan dalam ekspresi gen. Di retina mata, retinol ini diubah menjadi 11 cis retinal-dehida yang mampu berkonyugasi dengan opsin membentuk rhodopsin yang berperan dalam proses penglihatan. Maka, mata memang sangat membutuhkan kehadiran vitamin A.

“Selama ini masyarakat beranggapan bahwa vitamin A cukup banyak terkandung dalam sayuran dan buah. Namun, jumlahnya masih kurang mencukupi, kecuali dikonsumsi dalam porsi banyak,” sebutnya.

Untuk membantu masyarakat menghindari penyakit mata yang erat kaitannya dengan gizi itu, pemerintah telah melakukan banyak hal. Mulai memberikan asupan gizi pada balita dua kali setahun yang dilakukan pada Februari dan Agustus. Asupan gizi itu dikenal dengan kapsul minyak ikan atau vitamin A.

“Tanpa kapsul minyak ikan, masyarakat sebenarnya dapat mencegah rabun senja dengan mengonsumsi cukup vitamin A dan provitamin A yang dijumpai pada makanan hewani dan nabati,” katanya.

Sementara itu, ahli gizi dari Universitas Indonesia Dr Karina Kamandari mengatakan, kandungan vitamin A bisa diperoleh saat mengonsumsi buah-buahan dan aneka sayuran dalam jumlah yang banyak. “Perbanyak mengonsumsi sayur dan buah. Itu sangat baik untuk mencegah terjadinya rabun senja,” kata Karina.



source: akanggalih.wordpress.com
blog editor: dr. wahyu triasmara