Minggu, 24 Oktober 2010

"MENU TAK SEDAP" Dalam Sejarah Islam


Dalam sejarah umat Islam pernah dikenal suatu kebiasaan membuat "MENU YANG TAK SEDAP", bahkan masih terjadi hingga saat ini:

  • Walau tak jelas "MENU" ini darimana berasal, tapi kita tidak takut memakainya;
  • Walau "MENU" ini dilarang dalam al-Qur'an, akan tetapi masih juga kita buat;
  • Walau "MENU" ini sangat dinistakan oleh Allah SWT., masih juga digemari oleh kita;
  • Walau kita sebenarnya tahu "MENU" ini hasil racikan syaithan, masih juga kita menikmatinya.


"MENU" YANG MEMBUAT NOKTAH KELAM DALAM SEJARAH UMAT ISLAM

"MENU" ini telah menimbulkan noktah kelam dalam sejarah umat Islam dengan memakan korban yang tidak tanggung-tanggung yaitu keluarga Rasulullah saw. sendiri:

  • Fitnah keji perselingkuhan atau perzinahan yang dituduhkan kepada Ummul Mukminin yang saleh, Aisyah rha., kisahnya telah diabadikan oleh Allah di dalam al-Qur'an sebagai peringatan abadi bagi manusia tentang bahaya fitnah dan ancaman adzab bagi yang melakukannya:

    Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. [Q.S. an-Nuur 24:11]

  • Menantu Beliau, yaitu Ali bin Abi Thalib dan kedua cucu tersayangnya, Hasan dan Husain, harus terbunuh karena "MENU TAK SEDAP" ini.

  • "MENU TAK SEDAP" ini pula yang menyebabkan terbunuhnya sang Dzunnurain (pemilik dua cahaya), julukan bagi Utsman bin Affan. Tentang Utsman, Rasulullah saw. pernah memuliakannya dengan bersabda: "Tidakkah aku malu pada orang yang malaikat pun malu kepadanya?" Rasulullah saw. pun pernah berkata kepada putrinya Ruqayyah yang menjadi istri Utsman: "Hormatilah Utsman, karena ia termasuk sahabatku yang ahlaknya paling mirip denganku!" Tak cukup dengan itu, saat Ummu Kultsum (putri kedua Rasulullah saw. yang juga dinikahkahkan kepada Utsman setelah kematian Ruqayyah), lagi-lagi wafat, Rasulullah saw. bersabda: "Seandainya aku masih punya anak gadis, maka akan kunikahkan lagi dengan Utsman!" Itulah sosok Utsman yang rupawan, pedagang handal, pemalu, sangat berbudi, berahlak luhur dan beragama kuat. Beliau dipilih dan didaulat menjadi Khalifah ketiga tanpa keinginannya, jabatan yang diamanahkan kepadanya itu, ia pertahankan dengan kematiannya.

Akibat terbunuhnya Khalifah Umar bin Khaththab oleh Abu Lu'lu'an, membuat umat Islam saat itu banyak kehilangan tokoh-tokoh panutan yang sangat disegani masyarakat karena pada periode berikutnya, seorang khalifah yang berhati lembut, saat lebih memilih jalan kelembutan dalam menjalankan roda kekhalifahannya, telah dikhianati oleh segolongan oportunis yang mengejar keuntungan dunia belaka.

Dibukanya peluang untuk "Kebebasan Berpendapat" oleh Khalifah Utsman, telah disalahgunakan bahkan dimanipulasi oleh para oportunis, hingga berkembang menjadi "MENU YANG TAK SEDAP". Dimulai dari tingkah laku berkata-kata yang lantang tapi tidak santun, isinya menghujat dan menentang yang lebih banyak didorong oleh kebencian dan iri hati, dan syaithan pun semakin gencar menghembuskan lebih banyak lagi isu-isu.


TAHUKAH ANDA, APA "MENU TAK SEDAP" ITU?

Itulah Fitnah, Tajasus, Ghibah, Rofas, berprasangka buruk, mengolok-olok dengan memberi gelar yang buruk. Itu semua adalah hal-hal yang sangat menjijikkan di mata Islam yang diibaratkan seperti memakan bangkai saudara sendiri (tak pernah ada hal yang dijijikkan al-Qur'an setara dengan ini).

Sekalipun al-Qur'an mewanti-wanti begitu perbuatan menjijikkan tersebut, tapi toh sekarang ini malah dijadikan tren dan menjadi tolok ukur "gaul" di kalangan umat muslim sendiri!!

MENU TAK SEDAP itu adalah MENU-DUH



TRAGEDI UTSMAN DAN ALI BERMULA DARI MENU-DUH

Khalifah Utsman bin Affan adalah sosok yang sangat lembut dan penyayang. Sungguh-sungguh sangat disayangkan bila sosok yang begitu santun dan lembut harus terbunuh oleh fitnah-fitnah besar.

Demikian kuat fitnah, isu, dan rumor yang menyerang sang Dzunurain waktu itu, hingga para sahabat pun enggan ikut campur dan "membiarkan" sang khalifah ke 3 menantu Rasulullah saw. ini dikepung pemberontak berhari-hari bahkan berminggu-minggu sampai akhirnya beliau dibunuh, dicabik dan jenazahnya dibiarkan berhari-hari!!

Kebiasaan yang merusak Islam itu, saat ini juga sangat kuat melanda negeri yang kita cintai ini. Infotainment yang melanggar tuntunan al-Qur'an bahkan makin digemari saja oleh para ibu-ibu Muslim seolah-olah mereka bukan muslim, karena tak peduli dengan al-Qur'an, kitab yang penuh petunjuk agung (al-Huda).

MENU-DUH itu bahkan dijadikan alat pencari uang (pemerasan) atau popularitas, naudzubillahi mindzaliik. Mencari uang dengan menghancurkan azas Islam!!

Bukankah Rasulullah saw. mengajarkan kita untuk selalu cek dan ricek setiap ada berita?! Itu semua agar kita tidak merugikan orang lain. Rasulullah saw. bersabda bahwa sesungguhnya menggunjing sesama muslim adalah sama haramnya seperti darahnya! Dan sesungguhnya fitnah lebih kejam dari pembunuhan!

Parahnya, sekarang perilaku MENU-DUH sudah menjadi kebanggaan dengan sesukanya dilontarkan dan dipublikasikan lewat media, bahkan hingga berakhir di pengadilan yang ujung-ujungnya ganti rugi uang.


GUNAKAN AKALMU... INI BUKAN ISLAM !

Fitnah atau seringkali dihaluskan dengan istilah "gosip", tidak hanya bisa membunuh orang, tapi juga menghancurkan hidup keluarganya dan orang-orang yang tak bersalah di sekitarnya. Efeknya lebih luas lagi bagi lingkungan ia hidup. Itulah mengapa Rasulullah saw. memperingatkan bahwa:

Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan !!!

Gosip Infotainment adalah budaya orang barat, sedangkan mereka tidak mengenal ajaran dalam Islam. Sehingga wajar mereka tidak mengenal batasan norma kesantunan dan perilaku hidup yang beradab. Islam tidak pernah mengajarkan Gosip Infotainment sebagai suatu ibadah, bahkan Islam menegaskan dengan sangat jelas sebagai hal yang menjijikkan. Jadi, bila kita sendiri yang mengaku sebagai muslim sudah menganggap Gosip Infotainment adalah sebagai suatu kewajaran, maka tak ubahnya kita layaknya orang yang bukan Islam bahkan bisa disebut sebagai orang yang tidak beradab.

Ketika Gosip Infotainment membela diri dengan dalih Hak Asasi, lalu bagaimana dengan hak asasi korban yang digosipkannya yang telah dilanggar mereka?!

Sering kita mendengar propaganda di media-media: "Kalau tidak benar silahkan tuntut balik".Inilah budaya tuntut-menuntut yang pasti selalu diiringi ancaman ganti rugi material berupa uang yang jumlahnya selangit melebihi kadar permasalahan yang sebenarnya.

Memang benar Islam telah mengajarkan wajibnya sebuah pembuktian dan kesaksian yang menguatkan, tapi Islam pun memberi landasan untuk tetap menjaga kesantunan, bertindak arif, dan menjunjung tinggi musyawarah. Menuntut balik tuduhan adalah hak, tetapi Islam lebih mengajarkan untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan lagi.

Di dalam al-Qur'an banyak sekali Allah SWT. mengajak kita untuk berfikir "Apakah kamu tidak berfikir?! (Afala ta'qilun)". Oleh karena itu kita harus berfikir cerdas untuk mensikapi ajaran-ajaran barat yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam. Bila kita tetap bersikukuh ajaran-ajaran barat tersebut sebagai hal yang modern dan wajar, lalu bagaimana mungkin pemikiran barat yang bersumber dari akal bisa begitu kita biarkan mengalahkan kitabullah al-Qur'an yang turun dari langit?!

Bukankah Islam sudah ditargetkan menjadi musuh bagi beberapa tokoh barat yang "kurang atau tidak mengerti Islam"?! Marilah kita bertindak cerdas dengan menolak "MENU TAK SEDAP" ini, jangan sampai harus ada orang baik yang menjadi korban seperti Utsman "Dzunurrain" bin Affan.