Kamis, 21 Oktober 2010

Bersahabat dengan Timbangan dapat Membantu Diet Anda


Bagi para dokter, ada suatu kondisi bagi para wanita yang ingin menurunkan berat badan dengan nama scale-phobia. Ini merupakan suatu kondisi, yakni para wanita yang tak berani melihat timbangan berat badan. Para wanita ini berpikir bahwa jika mereka tak tahu pasti apakah berat badan mereka bertambah atau tidak, mereka tak perlu merasakan kekecewaan itu.
Padahal, bagi sebagian orang, mengontrol berat badan dengan selalu mengecek timbangan berat badan bisa membantu. Setidaknya itulah yang menjadi poin Kelly Brownell, PhD, Direktur Yale Center for Eating and Weight Disorders. Menurutnya, timbangan tentu saja akan membantu karena angka pada timbangan seharusnya bisa memotivasi Anda.

Jika Anda sedang berusaha mengurangi berat tubuh atau mempertahankan bobot tubuh, Anda akan memerlukan feedback dari timbangan berat badan itu. Jika Anda menimbang berat tubuh secara teratur, Anda akan menyadari penambahan berat tubuh meski hanya sedikit. Justru karena ada sedikit penambahan itulah, Anda akan lebih mudah menyusutkan kembali angkanya. Namun, amat penting untuk tidak terobsesi dengan angka yang ada di timbangan sehingga Anda menimbang tubuh sampai 2 kali sehari. Berat tubuh Anda bisa bervariasi dari hari ke hari, bahkan dari jam ke jam.

Caranya: Jika Anda sedang berusaha menurunkan berat tubuh, ukur dan catatlah berat tubuh Anda setidaknya sebulan sekali di tanggal yang sama. Lakukan ini di pagi hari, tanpa busana, setelah buang air, dan di siklus menstrual yang sama. Jangan lakukan dekat siklus menstruasi Anda karena pada saat-saat ini tubuh Anda mengalami peningkatan bobot air.

Jika Anda sedang menjaga angka berat tubuh agar tidak melonjak atau turun, disarankan untuk menimbang berat tubuh setidaknya seminggu sekali. Jangan takut jika terjadi fluktuasi berkisar antara 2,5-3 kg karena angka itu masih dalam batasan normal. Namun, jika lebih dari angka tersebut, berarti Anda harus mengerem asupan Anda yang berlebih. Pastikan konsumsi makanan sehat dan cukup menjadi menu sehari-hari.



Source : Prevention + kompas.com

blog editor: dr. wahyu triasmara