Sabtu, 30 Oktober 2010

Kenapa Saat Bersin Kita Harus Bersyukur ?

http://gophar.br4.net/wp-content/uploads/2010/08/2-bersin.jpgSering mendengar atau bahkan Anda yang sering mengucapkan kata-kata seperti “Alhamdulilah!” atau “Gesundheit” atau “Bless you!” setelah ada orang bersin? Etika yang diajarkan memang begitu. Namun, tahu apa alasannya? Sebagian orang mengatakan, ucapan-ucapan tersebut diucapkan sebagai ungkapan syukur karena kita bisa mengeluarkan kotoran dari saluran pernapasan. 

Ada pula yang mengatakan bahwa saat kita bersin, ada perubahan tekanan pada dada yang merangsang saraf dan membuat jantung berhenti sepersekian detik. Karena jantung kembali berdetak, kita yang berada di sekitarnya memberi ungkap syukur dan doa. Itu adalah penjelasan sekilas secara ilmiah. Namun, sebelum ada penjelasan ilmiah, kebiasaan mengucapkan syukur setelah ada yang bersin ternyata sudah berlangsung sejak lama.

Sebagian orang yang percaya takhyul mengatakan bahwa kebiasaan ini datang sejak zaman dulu, setidaknya sekitar abad ke-19. Konon, saat bersin, jiwa seseorang melayang lewat hidungnya dankata-kata seperti “bless you” akan mencegah iblis mengambil jiwa orang tersebut. Sementara sebagian orang lainnya percaya kebalikannya, bahwa saat bersin, iblis mencari celah untuk memasuki tubuh orang bersin itu dankata-kata tadi menjadi semacam penolaknya. 

Itu adalah kepercayaan-kepercayaan seputar etika mengucapkan hal-hal tadi setelah mendengar seseorang bersin. Namun, yang pasti, kita ketahui bahwa bersin merupakan aksi refleks yang menandakan sesuatu pada tubuh, seperti rasa dingin atau alergi. Bersin juga bisa terjadi saat hidung menghirup sesuatu yang memiliki bau menyengat.

Meski penjelasan ilmiah tidak memberi penjelasan bahwa ucapan-ucapan tersebut akan berarti sesuatu pada kesehatan kita, namun tidakkah ucapan-ucapan tadi akan terasa menyenangkan untuk didengar setelah kita bersin?

Karena kalau ditilik, ucapan-ucapan tersebut merupakan ungkapan dari orang lain bahwa ia mengharap kesehatan untuk kita. Misal, kata “gesundheit” yang berasal dari Jerman itu berarti “sehat”. Lalu untuk orang Arab, kata “Alhamdulillah” yang berarti “terpujilah Allah”. Atau, di Rusia, mereka mengucapkan “bud zdorov” setelah ada yang bersin yang berarti “semoga sehat”. Sementara di China, ada “bai sui” yang berarti “semoga engkau hidup 100 tahun lamanya”. Tidak hanya untuk etika, ungkap ini bisa membantu orang yang habis bersin merasa lebih senang jika ada yang mengharapkan ia lebih sehat di masa mendatang.


Source: DISCOVERY, kompas.com
blog editor: dr. wahyu triasmara