Senin, 18 Oktober 2010

Sekilas Tentang Penyakit Menular Seksual dan HIV (AIDS)

http://www.swaberita.com/wp-content/uploads/2009/04/hiv-aids.jpgKasus PMS dan HIV/AIDS cukup banyak terjadi di kalangan remaja. Berbagai jenis PMS serta HIV/AIDS sangat berpengaruh pada tingkat kesehatan seseorang pada umumnya dan kondisi kesehatan reproduksi pada khususnya karena pada umumnya berbagai penyakit PMS dan HIV/AIDS berkaitan langsung dengan sistem reproduksi manusia. Bahkan HIV/AIDS dapat berdampak pada kematian.
Kasus HIV/AIDS bagaikan gunung es; yang nampak hanyalah permukaan belaka namun kasus yang sesungguhnya jauh lebih besar daripada kasus yang nampak. Penyakit ini merupakan penyakit yang mematikan karena sampai saat ini belum ditemukan obat penyembuhannya. Namun demikian sebenarnya pencegahan terhadap penyakit ini relatif mudah asalkan kita mengetahui caranya.

Apa yang perlu kamu ketahui tentang PMS ?

Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit menular seksual akan lebih beresiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal.

Apa bahayanya PMS bagi kamu?

PMS menyebabkan infeksi alat reproduksi yang harus dianggap serius. Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan kematian. Buat kamu remaja perempuan perlu disadari bahwa resiko untuk terkena PMS lebih besar daripada laki-laki sebab alat reproduksimu lebih rentan. Dan seringkali berakibat lebih parah karena gejala awal tidak segera dikenali, sedangkan penyakit melanjut ke tahap lebih parah.

Apa saja tanda dan gejala PMS?

Oleh karena bentuk dan letak alat kelaminnya yang menonjol, pada laki-laki gejala PMS lebih mudah dikenali, dilihat dan dirasakan, sedangkan pada perempuan sebagian besar tanpa gejala sehingga sering kali tidak disadari.

Pada laki-laki gejala-gejala infeksi PMS antara lain:

  • Bintil-bintil berisi cairan, lecet atau borok pada penis/alat kelamin.
  • Luka tidak sakit, keras dan berwarna merah pada alat kelamin.
  • Adanya kutil atau tumbuh daging seperti jengger ayam.
  • Rasa gatal yang hebat sepanjang alat kelamin.
  • Rasa sakit yang hebat pada saat kencing.
  • Kencing nanah atau darah yang berbau busuk.
  • Bengkak panas dan nyeri pada pangkal paha yang kemudian berubah menjadi borok.
  • Kehilangan berat badan yang drastis, disertai mencret terus menerus, dan sering demam serta berkeringat malam.

Pada perempuan gejala-gejala PMS antara lain:
  • Rasa sakit atau nyeri pada saat kencing atau berhubungan seksual.
  • Rasa nyeri pada perut bagian bawah.
  • Pengeluaran lendir pada vagina/alat kelamin.
  • Keputihan berwarna putih susu, bergumpal dan disertai rasa gatal dan kemerahan pada alat kelamin atau sekitarnya.
  • Keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gatal.
  • Timbul bercak-bercak darah setelah berhubungan seks.
  • Bintil-bintil berisi cairan, lecet atau borok pada alat kelamin.

Bagaimana kamu bisa terhindar dari PMS ?
  • Bagi kamu yang belum menikah, cara yang paling ampuh adalah tidak melakukan hubungan seksual.
  • Saling setia bagi pasangan yang sudah menikah.
  • Hindari hubungan seks yang tidak aman atau beresiko.
  • Selalu menggunakan kondom untuk mencegah penularan PMS.
  • Selalu menjaga kebersihan alat kelamin.

Apa saja jenis PMS ?

Ada banyak macam penyakit yang bisa digolongkan sebagai PMS. Di Indonesia yang banyak ditemukan saat ini adalah:

Gonore (GO)

Kuman penyebabnya adalah Neisseria gonorrhoeae. Ada masa tenggang selama 2 –10 hari setelah kuman masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seks.

Tanda-tanda penyakitnya adalah nyeri, merah, bengkak dan bernanah. Gejala pada laki-laki adalah rasa sakit pada saat kencing, keluarnya nanah kental kuning kehijauan, ujung penis tampak merah dan agak bengkak. Pada perempuan, 60% kasus tidak menunjukkan gejala. Namun ada juga rasa sakit pada saat kencing dan terdapat keputihan kental berwarna kekuningan.

Akibat penyakit GO, pada laki-laki dan perempuan, seringkali berupa kemandulan. Pada perempuan bisa juga terjadi radang panggul, dan dapat diturunkan kepada bayi yang baru lahir berupa infeksi pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan.

Sifilis (raja singa)

Kuman penyebabnya disebut Treponema pallidum. Masa tanpa gejala berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin. Kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini.

Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun penyakit sifilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.

Herpes genital

Penyakit yang disebabkan oleh virus Herpes simplex dengan masa tenggang 4 – 7 hari sesudah virus masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seks. Gejala dan tanda-tandanya adalah:
  • Bintil-bintil berair (berkelompok seperti anggur) yang sangat nyeri pada sekitar alat kelamin
  • Kemudian pecah dan meninggalkan luka yang kering mengerak, lalu hilang sendiri.
  • Gejala kambuh lagi seperti di atas namun tidak senyeri tahap awal bila ada faktor pencetus (stres, haid, minuman/makanan beralkohol) dan biasanya menetap hilang timbul seumur hidup Pada perempuan, seringkali menjadi kanker mulut rahim beberapa tahun kemudian. Penyakit ini belum ada obat yang benar-benar mujarab, tetapi pengobatan anti virus bisa mengurangi rasa sakit dan lamanya episode penyakit.

Klamidia

Penyakit ini disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Masa tanpa gejala ber-langsung 7 – 21 hari. Gejalanya adalah timbul peradangan pada alat reproduksi laki-laki dan perempuan.

Pada perempuan, gejalanya bisa berupa:
  • keluarnya cairan dari alat kelamin atau ‘keputihan encer’ berwarna putih kekuningan
  • rasa nyeri di rongga panggul
  • perdarahan setelah hubungan seksual.

Pada laki-laki gejalanya adalah:
  • rasa nyeri saat kencing
  • keluar cairan bening dari saluran kencing
  • bila ada infeksi lebih lanjut, cairan semakin sering keluar dan bercampur darah

Tidak jarang pula, gejala tidak muncul sama sekali, padahal proses infeksi sedang berlangsung. Oleh karena itu penderita tidak sadar sedang menjadi pembawa PMS dan menularkannya kepada pasangannya melalui hubungan seksual.

Akibat terkena Klamidia pada perempuan adalah cacatnya saluran telur dan kemandulan, radang saluran kencing, robeknya saluran ketuban sehingga terjadi kelahiran bayi sebelum waktunya (prematur). Sementara pada laki-laki akibatnya adalah rusaknya saluran air mani dan mengakibatkan kemandulan, serta radang saluran kencing. Pada bayi, 60% - 70% terkena penyakit mata atau saluran pernafasan (pneumonia).

Trikomoniasis vaginalis

Trikomoniasis adalah PMS yang disebabkan oleh parasit Trikomonas vaginalis. Gejala dan tanda-tandanya adalah: ? cairan vagina encer, berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau busuk.
  • vulva agak bengkak, kemerahan, gatal dan terasa tidak nyaman.
  • nyeri saat berhubungan seksual atau saat kencing.

Kandidiasis vagina

Kandidiasis vagina merupakan keputihan yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Pada keadaan normal, jamur ini terdapat di kulit maupun di dalam liang kemaluan perempuan. Tetapi pada keadaan tertentu, jamur ini meluas sedemikian rupa sehingga menimbulkan keputihan.

Gejalanya berupa keputihan berwarna putih seperti susu, bergumpal, disertai rasa gatal panas dan kemerahan pada kelamin dan di sekitarnya.

Penyakit ini tidak selalu tergolong PMS, tetapi pasangan seksual dari perempuan yang terinfeksi jamur ini dapat mengeluh gatal dengan gejala bintik-bintik kemerahan di kulit kelamin.

Kutil kelamin

Penyebabnya adalah human papilloma virus (HPV) dengan gejala yang khas yaitu terdapat satu atau beberapa kutil di sekitar kemaluan.
Pada perempuan, dapat mengenai kulit di daerah kelamin sampai dubur, selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim. Bila perempuan hamil, kutil dapat tumbuh sampai besar sekali. Kutil kelamin kadang-kadang bisa mengakibatkan kanker leher rahim atau kanker kulit di sekitar kelamin.
Pada laki-laki mengenai alat kelamin dan saluran kencing bagian dalam. Kadang-kadang kutil tidak terlihat sehingga tidak disadari. Biasanya laki-laki baru menyadari setelah ia menulari pasangannya.
Sampai sekarang belum ada obat yang dapat secara tuntas menyembuhkan kutil kelamin. Pengobatan hanya sampai pada tahap menghilangkan kutilnya saja.

Apakah PMS dapat diobati?

PMS dapat diobati. Satu-satunya cara adalah berobat ke dokter atau tenaga kesehatan. Jika kita terkena PMS, pasangan kita juga harus diperiksa dan diobati. Jangan mengobati diri sendiri. Patuhi cara pengobatan sesuai petunjuk yang diberikan oleh dokter atau tenaga kesehatan untuk memastikan kesembuhan. Hindari hubungan seksual selama masih ada keluhan/gejala. Bila kamu hamil, beritahukan dokter atau tenaga kesehatan.

Mitos-mitos seputar PMS

Kamu perlu mengetahui dan menyadari bahwa PMS tidak dapat dicegah hanya dengan:
  • memilih pasangan yang kelihatan bersih penampilannya.
  • mencuci alat kelamin setelah berhubungan seks.
  • minum jamu-jamuan.
  • Minum antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seks.

Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu temanmu yang terkena PMS?
  • Anjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau petugas kesehatan, bila perlu kamu mengantarkannya.
  • Anjurkan untuk Jangan malu menyampaikan keluhankeluhan kepada dokter atau petugas kesehatan.
  • Anjurkan untuk mematuhi aturan pengobatan sesuai petunjuk dokter/petugas kesehatan.
  • Anjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual lagi kecuali pakai kondom.
  • Anjurkan agar pasangan seksual temanmu sebaiknya juga diperiksa oleh dokter atau petugas kesehatan.
  • Beritahukan tentang akibat-akibat PMS yang berbahaya bagi kesehatan reproduksi.
  • Beritahukan untuk menghindari mengobati diri sendiri.

Apakah HIV/AIDS itu?

AIDS adalah singkatan dari Aquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit ini adalah kumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang terjadi karena seseorang terinfeksi virus HIV. HIV sendiri adalah singkatan dari Human Immuno Virus. Orang yang terinfeksi oleh virus ini tidak dapat mengatasi serbuan infeksi penyakit lain karena sistem kekebalan tubuhnya menurun terus secara drastis.

Apakah HIV / AIDS termasuk PMS?

Ya, karena salah satu cara penularannya adalah hubungan seksual dengan orang yang telah terinfeksi virus HIV. Cara penularan ini merupakan yang tersering di Indonesia dewasa ini.

Bagaimana Penularan HIV

HIV terdapat pada seluruh cairan tubuh manusia, tetapi yang bisa menularkan hanya yang terdapat pada sperma (air mani), darah dan cairan vagina. Dengan demikian cara-cara penularannya adalah sebagai berikut :
  • Berganti-ganti pasangan seksual, atau berhubungan dengan orang yang positif terinfeksi virus HIV.
  • Pemakai jarum suntik bekas orang yang terinfeksi virus HIV.
  • Menerima tranfusi darah yang tercemar HIV.
  • Ibu hamil yang terinfeksi virus HIV akan menularkannya ke bayi dalam kandungannya.

Apakah Tanda dan Gejala HIV/AIDS ?

Sesudah terjadi infeksi virus HIV, awalnya tidak memperlihatkan gejala-gejala khusus. Baru beberapa minggu sesudah itu orang yang terinfeksi sering kali menderita penyakit ringan sehari-hari seperti flu atau diare.

Penderita sering kali merasa sehat dan dari luar memang tampak sehat. Sering kali 3-4 tahun penderita tidak memperlihatkan gejala yang khas. Sesudahnya, tahun ke 5 atau 6 mulai timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan di mulut, dan terjadi pembengkakan di daerah kelenjar getah bening.

Bagaimana kamu bisa terhindar dari HIV / AIDS ?

Caranya adalah sebagai berikut:
  • Tidak berganti-ganti pasangan tetap dan menghindari hubungan seksual di luar nikah.
  • Menggunakan kondom, terutama kelompok resiko tinggi seperti pekerja seks komersial.
  • Sedapat mungkin menghindari transfusi darah yang tak jelas asalnya.
  • Menggunakan alat-alat medis dan non-medis yang terjamin steril.

Bagaimana Pengobatan HIV?AIDS ?

Sampai sekarang, belum ditemukan cara pengobatan yang tuntas, saat ini yang ada hanyalah menolong penderita untuk mempertahankan tingkat kesehatan tubuhnya.

Bagaimana Mendeteksi HIV/AIDS

Dengan melakukan tes-tes darah sesuai tahapan perkembangan penyakitnya. Untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap virus HIV, yang berarti ada virus HIV dalam tubuh, dilakukan tes darah dengan cara Elisa sebanyak 2 kali. Kemudian bila hasilnya positif, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan cara Western Blot atau Immunofluoresensi.

Bagaimana kita bisa membantu teman yang terkena HIV/AIDS?

Dengan tetap memperlakukannya sebagai teman dan tidak merubah sikap karena penyakitnya. Memberi mereka dorongan semangat dan juga memperhatikan keterbatasan keadaan fisiknya dalam bergaul.

Mitos Yang Salah Seputar HIV/AIDS ?
  • Hubungan sosial dengan penderita HIV/AIDS akan membuat kita tertular penyakitnya.
  • Bersalaman, menggunakan WC yang sama, tinggal serumah, menggunakan sprei yang sama dengan penderita HIV/AIDS dapat membuat kita tertular.

source:smallcrab.com
blog editor: dr. wahyu triasmara