Sabtu, 16 Oktober 2010

Menunda Menstruasi (Haid) Saat Ibadah Haji dan Umroh

http://i.okezone.com/content/2008/07/23/27/130205/ZdLP28GmUS.jpg Pada saat haji/umroh, tentunya kita ingin terbebas dari haid atau perdarahan pervaginam lainnya, sehingga kita bisa khusyu menunaikan ibadah, iya kan?

Tapi kekecewaan terhadap beberapa obat penunda haid, atau mendengar cerita2 alias bisikan2 tetangga dari beberapa teman atau saudara yang ternyata “bocor” juga disana, kadang menyebabkan beberapa jamaah perempuan memutuskan tidak usah menunda haid, asal waktunya tepat, bukan disaat2 tertentu yang terlarang untuk haid misalnya thawaf.

Padahal kalau saja kita menggunakannya disaat yang tepat, dengan obat yang tepat, penundaan haid ini akan membuat kita lebih nyaman, karena terhindar dari kehebohan bulanan yang bisa mengganggu proses ibadah.

Jadi perlu tidak sih kita menunda haid ? semuanya tergantung anda. Jangan percaya bisikan tetangga dulu sebelum anda membaca sedikit bisikan saya yang mungkin bermanfaat untuk anda. 

Dasar Hukum Haid Menurut Islam
Darah yang keluar dari rahim seorang wanita dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
  • Darah Haid
Haid adalah darah yang keluar dari rahim seorang wanita yang berada dalam keadaan sehat, tanpa adanya penyakit. Darah haid datangnya 21-35 hari sekali (periodik & siklik), lamanya 3-6 hari, warnanya seperti merah tua seperti hati ayam sampai kecoklatan, ganti pembalut 2-6 kali perhari, dan tidak disertai nyeri yang hebat (dismenorea).
  • Darah Istihadah.
Adalah darah yang keluar dari rahim seorang wanita yang disebabkan oleh penyakit tertentu. Penyakit yang sering menyebabkannya : misalnya mioma uterus, polip serviks/polip endometrium, penyakit radang panggul. 

Wanita yang sedang berdarah penyakit wajib mengerjakan semua ibadah sebagaimana ketetapan hukum wajib atas orang berpenyakit yang lain.

Hanya saja ia harus memelihara kebersihan dengan cara membasuh daerah vaginanya,  memakai pembalut wanita dan mengambil wudhu setiap akan melaksanakan shalat lima waktu.

Wanita yang sedang haid dilarang melakukan 6 kegiatan :
  • Thawaf
  • Shalat, baik wajib maupun sunnah
  • Berdiam diri di dalam masjid
  • Memegang dan membaca Al-Qur’an
  • Berpuasa
  • Bersanggama
Kegiatan-kegiatan dalam ibadah haji seperti Sa’i, Wuquf, Mabit, melontar jumroh dan memotong rambut boleh dilakukan dalam keadaan haid.

PENUNDAAN HAID :
Penundaan haid  banyak digunakan wanita yang akan menunaikan ibadah haji (terutama untuk waktu yang singkat). Penting membedakan darah haid atau perdarahan bukan haid yang disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu. Penudaan haid dapat menggunakan hormon seks wanita : yaitu pil KB, pil Progesteron, Suntik KB, Suntik, hormon GnRH.

Pemakaian Hormon untuk Penundaan Haid.
Pengaturan haid dapat dilakukan dengan cara : Mengundurkan (penundaan) atau memajukan haid. Penundaan haid dengan menggunakan hormon, akan mempengaruhi sistem endokrin dan reproduksi wanita itu sendiri, sehingga penggunaan yang tidak rasional dapat mengganggu siklus haid. Cara Mengubah Saat Haid.

Penundaan haid
Yang paling mudah dengan memberikan tablet progestogen, Sejak haid selesai sampai paling lambat 14 hari sebelum haid yang berikutnya datang dan hentikan pemakaiannya 3 hari sebelum haid yang diinginkan. Obat diminum setiap hari, dengan waktu yang sama. Saya menganjurkan untuk langsung menggunakannya setelah haid selesai dibulan sebelum kita menunaikan ibadah haji/umroh sampai haji/umroh kita selesai dan sudah kembali ke tanah air.

Kenapa ? karena pada saat haid selesai, endometrium sudah sangat tipis, karena lapisan fungsionalnya belum tumbuh lagi. Nah, kalau kita langsung menekan pertumbuhannya, kemungkinan lapisan endometrium itu menebal dan akhirnya luruh dapat dicegah.

Kadang2 penggunaan juga tidak rasional, karena mungkin masih bingung, sehingga beberapa hari sebelum berangkat haji/umroh baru kedokter/puskesmas minta penundaan haid.

Jika anda tidak tahu saat itu anda sedang dalam saat hari ke-berapa haid, sebaiknya anda ke dokter kandungan anda dan minta di USG ketebalan endometrium anda.

Pemberian obat hormonal ini jika diberikan dengan dosis tepat, akan sesuai kerjanya, sehingga tidak ada lagi kekecewaan terhadap obat penunda haid. Haid biasanya akan datang 2-3 hari setelah penghentian pengambilan progestogen. Progestogen dapat diberikan berbulan-bulan. Pengaruh sampingan yang ditimbulkan sangat jarang.

Kontraindikasi pemberian progestogen :
  • Kanker payudara
  • Migrain
  • Depresi kejiwaan
  • Penyakit hati berat
  • Kencing manis yang disertai dengan komplikasi.
  • Perdarahan dari kemaluan yang belum jelas
  • penyebabnya
  • Riwayat penyakit kuning dalam kehamilan
  • Riwayat stroke
  • Riwayat penyakit jantung koroner/infrak
  • Riwayat tromboemboli
Memajukan Haid
Bila seorang wanita misalnya ingin memajukan haidnya 6 hari lebih awal dari  haid yang akan datang, maka mulailah  pemakaian progestogen tablet hari ke-5 sampai hari ke-19 dari siklus haid, jika siklusnya 28 hari, dan ingin dimajukan menjadi 22 hari, karena haid akan datang dalam 2-3 hari setelah pemberian. Tapi kadang2, haid tetap tidak datang juga, karena endometrium terlalu tipis sehingga tidak ada yang diluruhkan.

Perdarahan Bercak (Spotting)
Pada penggunaan sediaan tablet progestogen sering ditemukan perdarahan bercak. Pada umumnya kebanyakan wanita beranggapan bahwa perdarahan bercak yang terjadi tersebut sama seperti darah haid, sehingga tidak mau mengerjakan ibadah. Perdarahan yang terjadi adalah perdarahan akibat pemberian hormon dan tidak sesuai dengan definisi haid normal. Jika wanita tersebut tetap merasa terganggu oleh perdarahan bercak tersebut, maka cara mengatasinya adalah dengan memberikan tambahan satu tablet progestogen. Penambahan tablet progestogen hanya berlaku selama perdarahan bercak masih terjadi. Bila perdarahan bercak tersebut berhenti, hentikan penambahan. Bila dengan penambahan tablet progestogen tidak berhasil menghentikan perdarahan bercak, maka jangan diteruskan lagi penambahan progestogen. Wanita tersebut perlu dijelaskan bahwa perdarahan bercak yang terjadi tidak membatalkan ibdah. Nah, kadang2 perdarahan bercak ini bukan karena dosis progestogennya yang harus ditambahkan. Maka jika sebelum berangkat haji, status ketebalan endometrium anda sudah jelas, akan lebih mudah mengobatinya.

Endometrium yang sudah mengalami penebalan saat berangkat haid, memerlukan dosis tambahan jika “bocor” ditanah suci Endometrium yang sangat tipis (karena baru selesai Haid), justru memerlukan tambahan obat hormon estrogen untuk mengimbangi dosis progestogen yang membuat fragile pembuluh darah di endometrium yang sangat tipis tadi. Sudah jelas kan bedanya ?

Hal-hal yang perlu diperhatikan selama penggunaan tablet Progestogen :
  • Bila tiba-tiba timbul sakit kepala mendadak, maka hentikan segera penggunaan tablet progestogen.
  • Wanita dengan riwayat depresi kejiwaan harus mendapat perhatian khusus. Tablet progestogen harus dihentikan bila depresi timbul kembali dengan lebih serius.
  • Wanita dengan kecing manis perlu diawasi secara teliti.
  • Penambahan berat badan mungkin ada hubungannya dengan penggunaan progestogen.
  • Wanita dengan penyakit ginjal dan epilepsi memerlukan pengawasan ketat.
Penundaan haid dengan pil KB kombinasi
Pil kontrasepsi kombinasi dapat  digunakan untuk pengaturan haid. Cara penggunaannya juga sama dengan penggunaan tablet progestogen. Pada pil kontrasepsi kombinasi yang mengandung tablet plasebo, maka tablet plasebo tersebut harus dibuang (28 tablet) tapi jika menggunakan yang 21 tablet langsung dilanjutkan dengan lembaran pil berikutnya saja. 

Penggunaan pil kontrasepsi untuk pengaturan haid sangat sedikit menimbulkan perdarahan bercak. Cara mengatasi perdarahan bercak adalah dengan penambahan 1 tablet pil serupa pada saat perdarahan bercak terjadi. Bila perdarahan bercak tersebut berhenti, maka tidak perlu ditambahkan lagi untuk hari berikutnya. Andaikata setelah penambahan 1 tablet masih juga terjadi perdarahan bercak, jangan dilanjutkan dengan penambahan pil baru. Namun pil kombinasi jangan diberikan pada perempuan yang obesitas atau BMI (Body Mass Index)nya diatas normal. Karena kemungkinan “bocor” disebabkan pada pil kontrasepsi kombinasi mengandung estrogen juga.

Kontraindikasi pemberian pil kontrasepsi kombinasi adalah :
Sama dengan pemberian progestogen. Efek samping tersering pada penggunaan pil kontrasepsi kombinasi adalah mual, muntah, sakit kepala dan nyeri payudara. Hati-hati pada wanita dengan  TBC dan Diabetes.

Penggunaan Analog GnRH
  • Pemberian analog GnRH sangat efektif menghentikan perdarahan. Selama pemberian analog GnRH, pada umumnya haid seorang wanita akan berhenti total, dan setelah penghentian pemberian, haid tidak segera muncul.
  • Bagi wanita-wanita yang tidak bisa menerima perdarahan bercak yang terjadi selama penggunaan tablet progestogen maupun pil kontrasepsi kombinasi, maka analog GnRH merupakan alternatif.
  • Sebaiknya analog GnRH diberikan antara hari pertama sampai ke-5 siklus haid. Analog GnRH diberikan berupa suntikan subkutan atau intramuskuler.
  • Pemberiannya dilakukan sebulan sekali. Untuk keperluan ibadah haji cukup diberikan 2 kali saja.
  • Perlu dijelaskan bahwa beberapa hari setelah suntikan pertama diberikan akan timbul perdarahan (bukan haid) yang lamanya berkisar antara 5-10 hari, yang disebut sebagai flare up.
  • Setelah suntikan kedua umumnya tidak lagi terjadi perdarahan.
Efek samping yang dapat terjadi (jarang) pada penggunaan analog GnRH adalah semburan panas (hot flushes), berkeringat, sakit kepala, jantung berdebar-bedar, nyeri otot dan sendi, serta depresi.

Kendalanya : Mahal

Nah, mudah2an setelah membaca bisikan saya ini, anda menjadi tidak ragu lagi untuk menunda haid pada saat haji/umroh, jika memang ingin menunda haid. Tapi jika anda tidak ingin siklus haid terganggu, dengan perkiraan pada saat yang diinginkan belum jadwal haid anda, silahkan saja.



source:botefilia.com
blog editor: dr. wahyu triasmara