Kamis, 21 Oktober 2010

Jatuh Cinta Itu Membuat kita Hidup lebih Sehat

Betapa menyenangkannya berada dalam suatu hubungan cinta. Anda dan pasangan menjadi orang yang menyenangkan, berusaha saling membuat pasangan bahagia, pokoknya semua tentang Si Dia. Betapa Anda mendambakan kehadiran Si Dia setiap saat setiap waktu. Menganggapnya seksi, bahkan dalam pakaian tidurnya.
Peneliti sudah lama mencoba membuktikan bahwa perasaan jatuh cinta juga bisa memberikan efek baik untuk kesehatan, lebih dari sekadar perasaan senang karena punya teman kencan di hari Valentine. Para peneliti mencoba membuktikan bahwa seks, rasa senang karena memiliki seseorang, dan rasa kasih bisa membuat seseorang lebih kuat, dengan efek kesehatan yang beragam, dari percepatan penyembuhan, kontrol lebih baik terhadap penyakit kronis hingga hidup lebih lama.

Keuntungan memiliki rasa cinta lebih eksplisit dan bisa diukur:
  • Studi yang dilangsungkan di Unitversitas Pittsburgh menemukan bahwa wanita yang berada di dalam pernikahan yang baik memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskuler daripada orang yang berada dalam hubungan yang penuh tekanan.
  • Studi lain menyebutkan bahwa sejak 1979, ketika studi tersebut dilangsungkan, menunjukkan bahwa pasangan yang menikah memiliki tingkat hidup lebih lama, tingkat risiko terkena serangan jantung lebih rendah, dan bahkan tingkat terkena pneumonianya lebih rendah.
  • Studi yang dilakukan Universitas Iowa menemukan bahwa pasien kanker ovarium yang memiliki hubungan kuat dengan orang lain dan berada dalam suatu hubungan yang menyenangkan memiliki aktivitas sel "pembunuh alami" dalam tubuh yang bisa membunuh sel-sel kanker jahat lebih banyak. Dengan kata lain, mereka yang berada dalam hubungan baik dengan pasangannya memiliki tingkat aktivitas sel darah putih lebih baik.


Source: preventionindonesia.com + kompas.com
blog editor: dr. wahyu triasmara