Selasa, 19 Oktober 2010

5 Tes (Pemeriksaan) Yang Harusnya Dilakukan Sebelum DIET

http://indranesta.files.wordpress.com/2009/09/diet-sehat-indranesta.jpgMenjalankan diet bukanlah sekedar membatasi makanan tertentu. Kesehatan Anda secara keseluruhan juga harus diperhatikan. Beberapa tes perlu Anda lalui untuk mengetahui apakah Anda boleh melakukan diet atau tidak.


Anda mungkin sudah mengenal berbagai cara berdiet. Bahkan, Anda barangkali pernah juga mencobanya. Gagal atau berhasilkah? Melakukan diet apapun, demi tujuan Anda (melangsingkan, kesehatan, atau keyakinan, memang tidak ada salahnya. Yang penting, kesehatan Anda tidak terganggu. Karena itu, sebelum melakukan diet, Sebaiknya Anda berkonsultasi ke spesialis gizi terlebih dahulu. 

Ada beberapa tes yang dapat Anda jalani untuk keperluan tersebut. Tes ini juga dibutuhkan oleh Anda yang sekarang sedang melakukan pola diet tertentu. Hasil tes ini akan menunjukkan kondisi kesehatan Anda, apakah Anda kelebihan atau kekurangan zat gizi tertentu. Dengan demikian, dapat ditentukan apakah Anda dapat menjalankan, meneruskan, mengganti, atau bahkan, menghentikan diet Anda.

Pemeriksaan lipid (lemak) 

Deteksi risiko penyakit jantung
Mengapa diperlukan: Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kurang gerak, gizi buruk, obesitas, dan diabetes merupakan faktor-faktor risiko untuk penyakit jantung. Sindroma yoyo (berat badan yang naik turun) dapat menurunkan kadar HDL (kolesterol ’baik’), sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Pemeriksaan lipid ini akan mengukur kadar HDL, LDL (kolesterol ’jahat’), dan trigliserida. Menurut Institut Nasional Jantung, Paru, dan Darah Amerika Serikat, dalam setiap desiliter darah, kadar LDL seharusnya kurang dari 130 mg, kadar HDL lebih dari 55 mg, dan trigliserida tidak lebih dari 250 mg.

Pemeriksaan hemoglobin terglikosiasi (HbA1c) 

Deteksi diabetes tipe 2

Mengapa diperlukan: Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan & Ginjal Amerika Serikat, kira-kira 5,4 juta orang tidak mengetahui bahwa mereka mengidap diabetes. Pemeriksaan ini diperlukan bila tekanan darah Anda 40/90 atau lebih, berat badan Anda 20% melebihi berat badan ideal Anda, indeks massa tubuh Anda 27 atau lebih, atau Anda berusia 45 tahun atau lebih. Menurut para pakar di bidang gizi, mereka lebih rnenyarankan dilakukannya pemeriksaan hemoglobin ini daripada pemeriksaan glukosa darah puasa, karena lebih menggambarkan kadar gula darah. Dengan demikian, akan mengurangi kemungkinan terjadinya hasil yang tidak akurat.

Pemeriksaan fungsi timid 

Deteksi disfungsi tiroid

Mengapa diperlukan: Terutama diperlukan untuk mereka yang ingin meningkatkan berat badan. Keletihan, pertambahan berat badan, dan nyeri otot menandakan terjadinya hipotiroidisme (penurunan fungsi tiroid). Sedangkan penurunan berat badan jantung berdebar-debar, dan kecemasan menunjukkan adanya hipertiroidisme (peningkatan fungsi tiroid). Pemeriksaan yang harus dilakukan setiap tahun (atau setiap tiga bulan bila Anda mengalami gejala-gejala tertentu) ini akan mengukur kadar hormon perangsang tiroid, tiroksin, dan triiodotironin. Perubahan kadar salah satu dari ketiganya menandakan adanya suatu masalah. Setelah hipotiroidisme diatasi berat badan memang akan berkurang dengan mudah. Namun, kelebihan berat badan tidak selalu merupakan hasil ketidakseimbangan hormonal.

Pemeriksaan fungsi ginjal 

Deteksi ureum dan kreatinin darah

Mengapa diperlukan: Pemeriksaan ini dapat mengukur adanya penurunan fungsi ginjal dimana terdapat peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah. Bila ini terjadi, ada baiknya Anda membatasi asupan protein, agar tidak memperberat kerja ginjal.

Deteksi kadar asam urat darah
Mengapa diperlukan: Diet rendah kalori biasanya akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Kadar yang memang sudah tinggi sebelumnya dapat bertambah tinggi, bila Anda menjalankan diet ini. Kadar asam urat yang tinggi dapat menimbulkan penyakit gout dan batu ginjal.



source: jadilangsing.com
blog editor: dr. wahyu triasmara