Minggu, 03 Januari 2010

Hamil di luar kandungan

Hamil di luar kandungan (ektopik) terjadi jika hasil pembuahan menanamkan diri di tempat yang tidak biasanya. Tempat penanaman normal adalah di rongga rahim. Selain dari tempat ini disebut hamil ektopik. Hampir sebagian besar kasus hamil ektopik terjadi di saluran telur (tuba), sehingga dinamakan kehamilan tuba.

Saluran tuba tidak dirancang untuk menahan embryo yang tumbuh, sehingga jika ditemukan kehamilan ektopik maka harus segera diobati. Jika hamil ektopik ini mengalami pecah dan berdarah maka hal ini disebut kehamilan ektopik terganggu (KET). Yang terakhir selalu membutuhkan tindakan operasi.

Kehamilan ektopik (KE) dapat disebabkan oleh:
  • Infeksi atau peradangan inflamasi saluran tuba sehingga menyebabkan sumbatan sebagian atau permukaannya tidak mulus bagi lewatnya sel telur/hasil pembuahan.
  • Jaringan parut akibat infeksi sebelumnya.
  • Adanya riwayat pembedahan panggul sehingga terjadi perlengketan tuba.
  • Bentuk tuba yang tidak normal akibat bawaan lahir.
Berikut ini adalah kondisi yang akan meningkatkan risiko KE:
Usia antara 35-44 tahun
Riwayat KE sebelumnya
Riwayat pembedahan panggul atau perut
Ada infeksi rongga panggul (PID)
Abortus buatan (provokatus)sebelumnya
Hamil setelah ligasi tuba atau hamil dengan IUD
Pasien yang mengalami KE baru akan merasakan gejala setelah hamilnya pecah alias KET:

Nyeri di seluruh perut akibat adanya darah dalam rongga abdomen. Nyeri bisa dirasakan sampai leher dan bahu.
Perdarahan per-vagina bisa dikit atau banyak.
Gejala2 saluran pencernaan seperti mula muntah.
Lemah, pusing bahkan sampai pingsan.


Pasien dicurigai KET jika didapatkan hami muda dengan nyeri perut. Namun kondisi ini bisa mirip dengan keguguran (abortus).

Pemeriksaan yang dapat dilakukan selain pemeriksaan fislk adalah:
Pemeriksaan kadar hormon HcG, didapatkan lebih rendah dari usia kehamilan.
Kuldosentesis, yaitu dilakukan penusukan dengan jarum pada puncak vagina bagian belakang untuk mendeteksi adanya darah.
Dan tentu saja pemeriksaan dengan USG.


Jika KE ditemukan dalam pemeriksaan rutin (masih KE) maka diberikan Methotrexate (MTX) agar kehamilannya rusak dan diserap oleh tubuh dan tidak merusak tuba.
Jika sudash terjadi KET maka jalan satu2nya adalh dengan tindakan operasi emergensi. Operasi bisa dengan laparotomi (emembuka perut) atau dengan Laparoskopi saja tergantung sarana atau tenaga yang ada.