Selasa, 21 Oktober 2008

Ilmu Penyakit Paru: Asma Bronkhial


Asma Bronkhial yang biasa dikenal dengan sakit bengek, asma, mengi, ampek merupakan penyakit saluran nafas yang cukup banyak ditemui di masyarakat terutama anak kecil. Di dunia prosentasi penderita asma diperkirakan sekitar 7,2 % ( 6% pada orang dewasa dan 10% pada anak-anak)
Secara klinis, asma adalah suatu serangan sesak yang disertai suara nafas ngik-ngik (Dalam bahasa kedokteran disebut wheeze/wheezing ) yang dapat timbul sewaktu-waktu dan dapat hilang kembali (sempurna atau hanya sebagian), baik secara spontan maupun dengan obat-obatan tertentu. Selain itu terjadi kemunduran beberapa fungsi pernafasan karena penyempitan saluran pernafasan bagian bawah yang juga bersifat reversibel. Penyempitan utamanya terjadi karena nafas yang berbentuk pipa kecil mengkerut. Selain itu produksi dahak yang berlebihan juga mempersempit saluran nafas. Hal ini selain mengakibatkan sesak nafas juga akan mengakibatkan pasien asma akan mengeluh batuk untuk mengeluarkan dahak yang ada di saluran nafasnya.




Kenapa bisa terjadi serangan?

Sebenarnya dasar ilmiah utama asma bronkhial adalah terjadinya peradangan (inflamasi ) pada paru pasiennya. Selain itu pada pasien juga terjadi hiperreaktifitas saluran nafas, artinya saluran nafasnya mudah terangsang. Sebagai analogi mungkin dapat dimisalkan bahwa saluran napas pasien asma adalah seperti putri malu, kalau disenggol akan kuncup, sementara saluran napas orang sehat dimisalkan seperti daun mangga yang bila disenggol tidak akan kuncup. Jadi, kalau ada debu beterbangan, misalnya, maka orang asma akan mengeluh sesak, sementara orang sehat-yang saluran napasnya tidak hiperaktif-terkena debu yang sama tidak akan mengeluh apa-apa. Inilah salah satu beda mendasar antara orang asma dengan yang tidak asma.
Daun putri malu baru akan menguncup kalau disentuh. Kalau tidak disentuh dia tetap berkembang. Demikian juga dengan orang asma, harus ada sesuatu yang "menyentuh"-nya. Kerentanan seorang penderita asma terhadap satu atau lebih faktor pencetus lain bervariasi dari seorang ke orang lain. Berbagai macam faktor yang dapat menjadi pencetus terjadinya asma antara lain :
1. Fisik misalnya udara yang dingin, latihan fisik/jasmani, kurang tidur.
2. Kimia non industri misalanya pengharum atau penyegar ruangan
3. Berbagai asap
4. Kimia industri dan laboratorium
5. Infeksi, muali dari pilek, sinusitis (infeksi rongga hidung), infeksi kerongkongan ( faringitis) dan lain-lain
6. Obat dan makanan tertentu
7. Faktor psikogen
8. Faktor allergen yang berada di udara dan bahan-bahan pencetus organis lain.

Bagaimana gejala terjadi serangan?

Saat serangan asma, biasanya pasien menunjukkan penampilan khas yaitu sesak nafas berat dengan suara ngik-ngik yang terdengar pada pernafasan, muka tegang. Tampak pula cuping hidung melebar yang saat bernafas, dan otot nafas bantuan bekerja secara aktif ( tampak jelas pada leher depan dan kiri). Selain itu penderita berkeringat banyak dengan jantung yang berdenyut cepat disertai batuk-batuk tanpa mengeluarkan dahak (baru akan keluar setelah serangan mereda). Apabila serangan parah maka bibir, lidah, kuku akan berwarna kebiru-biruan. Serangan biasanya sering terjadi pada malam hari atau menjelang dini/pagi hari. Hal ini disebabkan karena pengaruh hormon kortisol yang kadarnya rendah ketika pagi serta berbagai faktor lainnya.