Sabtu, 14 Februari 2009

Terapi Fluor Untuk Perlindungan Mulut Anda


Terapi fluor dalam rongga mulut adalah sebuah mekanisme perlindungan melalui aplikasi fluor dengan cara topikal (pengolesan) atau sistemik (menyeluruh) yang berfungsi mencegah terjadinya lubang gigi (karies). Kebanyakan terapi fluor dalam bentuk pemolesan kepada gigi melalui gel, pernis, pasta gigi/tapal gigi, atau obat kumur. Cara aplikasi sistemik melalui penggunaan suplemen fluor melalui air, garam, tablet, atau obat tetes yang dikonsumsi.

Keuntungan :
  • Fluor merangsang terjadinya remineralisasi (pembentukan kembali zat mineral penyusun email) dalam rongga mulut
  • Fluor memperkokoh susunan email gigi dengan pembentukan fluorapatite, sehingga gigi lebih tahan terhadap invasi bakteri mulut
  • Fluor dapat menghambat pembentukan asam bakteri pada gigi.

Indikasi :
  • Munculnya banyak bintik putih pada gigi
  • Pasien dengan resiko tinggi atau telah mengidap karies yang ganas dan luas
  • Pasien dengan perawatan orthodontik (kawat gigi)
  • Untuk perlindungan gigi anak-anak
  • Untuk gigi sensitif
  • Melindungi permukaan akar

Jenisnya :
  • Fluoridasi air, di Amerika masyarakat yang telah mengkonsumsi air fluoridasi mencapi 2/3 dari jumlah populasi. Tanggungjawab fluoridasi air terletak di pundak pemerintah dan PDAM
  • Pasta gigi, tidak usah dijelaskan ya? Khan dah tahu semuanya?
  • Obat kumur, dimana obat kumur yang digunakan harus mengandung sodium fluoride. Tetapi untuk pasien dengan kasus karies parah, kumur-kumur manual tanpa pengawasan dokter gigi kurang efektif
  • Penggunaan gel atau foam dengan bantuan tapal gigi. Dimana gigi diselimuti dengan pelapis berbentuk tapal kuda mengikuti lengkung gigi yang sebelumnya telah diulasi dengan gel atau foam fluoride. Terapi ini paling cocok untuk mencegah atau melakukan pengobatan kepada pasien dengan karies yang ganas.
  • Pernis, aplikasinya mirip sikat gigi tapi tidak terlalu berbusa, rasanya tidak mencolok(karena tidak mengandung mint),
  • Diet suplemen, seperi pil, kablet atau obat tetes. Digunakan khususnya untuk anak-anak yang tidak mendapat air yang mengandung fluor

Efek samping :
  • Konsumsi berlebihan sampai batas 45 mililiter larutan fluor 2 % dapat menyebabkan kematian
  • Terjadinya dental fluorosis. Tetapi dengan menghindari pemaparan yang terlalu lama dan sigap dalam pembilasan akhir(kumur-kumur) dapat mencegah terjadinya dental fluorosis.