Kamis, 12 Februari 2009

Karies Alias Lubang Gigi

Karies atau lubang gigi adalah sebuah penyakit dalam rongga mulut yang diakibatkan oleh aktivitas perusakan bakteri terhadap jaringan keras gigi (email, dentin dan sementum). Kerusakan ini jikalau tidak segera tertangani akan dengan segera menyebar dan meluas. Jika tetap dibiarkan, lubang gigi akan menyebabkan rasa sakit, tanggalnya gigi, infeksi, bahkan kematian. Saat ini, karies merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh keturunan Adam di planet bumi ini. Oleh karena itu, dunia butuh dokter gigi! (Halah! Narsis!)

Keberadaan karies sangatlah beragam, tetapi faktor resiko dan tahapan perkembangannya serupa satu sama lain. Dimulai dengan bintik hitam atau pucat di permukaan gigi, kemudian berkembang menjadi lubang yang besar. Kadangkala karies tidak terlihat karena berada dibawah permukaan, kadang juga terlihat. Karies disebabkan oleh asam tipe spesifik yang dihasilkan oleh bakteri yang berfermentasi bersama karbohidrat seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Dimana mineral yang menyusun struktur gigi sangat sensitif terhadap zat ini. Ketika pH di sekitar permukaan gigi turun menjadi 5,5, maka proses demineralisasi (penghancuran) lebih cepat dari proses remineralisasi (pembentukan). Hal ini mengakibatkan timbulnya lubang atau karies gigi. Tergantung dari jenis perluasan karies, maka berbagai macam perawatan dapat dilakukan untuk mempertahankan jaringan dan fungsional gigi.

Klasifikasi
Karies dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi, etiologi(penyebab), progresifitas, dan akibat pada jaringan keras gigi. Salah satu kegunaan klasifikasi ini adalah untuk membuat dokter gigi mendapatkan gambaran keadaan dan keparahan karies yang diderita oleh pasien sehingga dapat mengambil tindakan yang sesuai.

Berdasarkan lokasi
Pada klasifikasi berdasarkan lokasi, maka pembagian kelas oleh GV Black merupakan patokan utama di dunia kedokteran gigi. Dimana pembagian ini dibagi menjadi 5 kelas.Foto salah satu contoh klasifikasi karies black kelas 1

Berdasarkan etiologi
Berdasarkan etiologi maka ada 2 yang paling umum digunakan oleh para dokter gigi, yaitu :
karies botol bayi dan karies rampan.
  • Karies botol bayi adalah karies yang ditemukan pada gigi susu anak kecil. Karies botol bayi disebabkan glukosa/gula yang terdapat pada botol susu yang terus menempel ketika bayi tertidur. Kebiasaan ini banyak dilakukan oleh orangtua karena tidak ingin repot dengan tangisan si anak. Padahal kebiasaan ini akan mengakibatkan gula yang terdapat dalam susu akan berinteraksi dengan cepat untuk membentuk lubang gigi karena terpapar dalam waktu yang lama dengan mulut anak.
  • Sedangkan karies rampan adalah karies yang berkembang secara drastis dan terjadi pada banyak gigi secara cepat pada orang dewasa. Karies rampan banyak terjadi pada pasien dengan xerostomia(air ludah kurang), kebersihan mulut yang buruk, penggunaan methampetamin, radiasi berlebihan, dan konsumsi gula berlebihan.

Berdasarkan progresifitasnya
Secara umum dan sederhana terbagi atas 2 yaitu : kronik dan akut. Pembagian dan klasifikasi tingkat lebih lanjut sangat tergantung dari hasil analisis dokter gigi secara langsung terhadap pasien.
  • Kronik ciri-cirinya : rasa ngilu ringan, tajam dan singkat. Ngilu terjadi akibat adanya rangsang panas/dingin, manis, terkena makanan. Setelah rangsangan selesai, maka ngilu juga akan hilang dengan sendirinya sehingga pasien biasanya tidak mengambil pusing karena efek ngilunya hanya kecil. Padahal dalam tahap ini, jikalau tidak segera mendapatkan perawatan oleh dokter gigi, maka akan meningkat menjadi gejala akut
  • Akut ciri-cirinya : rasa ngilu yang berat, tumpul, dan lama. Sering datang pada saat akan tidur. Ngilu datang tanpa perlu ada rangsang terlebih dahulu. Pada tahap ini, pasien sudah sering mengeluh. Obat-obatan peredam rasa nyeri kadangkala sudah tidak dapat mengatasi rasa sakit yang terjadi.

Perawatan :
Jaringan gigi yang sudah terlanjur hancur tidak dapat beregenerasi secara utuh dan maksimal. Walaupun proses pemulihan dapat terjadi, tetapi pada kasus karies gigi yang sudah agak besar maka proses perawatannya hanyalah dengan melakukan tambalan.Untuk lesi karies yang kecil, aplikasi fluoride oles atau dengan pasta gigi dapat merangsang proses pembentukan email gigi. Untuk lesi yang sudah membesar, satu-satunya jalan untuk menghentikan adalah dengan mengangkat jaringan rusak dan menggantikannya dengan bahan-bahan penambal (porselein, resin, glass ionomer, amalgam etc).

Sebuah dental handpiece atau alat pengebur gigi digunakan untuk mengangkat jaringan yang sudah terlanjur diinfeksi oleh bakteri. Ketika jaringan rusak sudah hilang dan terangkat, maka jaringan struktur gigi rusak tersebut digantikan oleh bahan-bahan restorasi untuk mengembalikan fungsi pengunyahan dan penampilan gigi.

Pada kasus tertentu untuk mengembalikan fungsi penampilan pasien, maka dibuatkan gigi mahkota untuk menggantikan penampilan gigi asli seperti sebelum ditulari karies gigi. Sedangkan pada tingkat karies yang lebih parah, maka perawatan saluran akar dilakukan untuk mempertahankan jaringan gigi yang tersisa.

Cara pencegahan karies :
Melakukan oral hygiene yang cermat dan telaten melalui pembersihan gigi dengan sikat gigi ataupun dengan flossing. Membersihkan karang gigi minimal 6 bulan sekali untuk pencapaian kebersihan gigi yang maksimal. Bagi teman-teman yang berdomisili di Makassar, silahkan datang kepada saya, insyaAllah murah meriah, cuma Rp.75.000,- sekali membersihkan karang gigi (huuuuhh promosi!)

Mengontrol diet makanan, utamanya terhadap makanan yang mengandung gula. Kalaupun sudah tidak bisa menghindar maka lakukan penyikatan gigi sesegera mungkin. Karena “waktu” adalah salah satu faktor utama pembentukan karies. Kalau susah untuk sikat gigi, maka minimal lakukan kumur-kumur, untuk mengurangi gula yang menempel dipermukaan gigi.
Terapi fluorida, bisa dilakukan dengan berbagai macam modifikasi. InsyaAllah saya akan segera menerbitkan artikel terkait dengan sistem perawatan ini.

Terakhir, sebagai nasehat saya buat anda semua (cieee....sok bijaksana) jagalah gigi anda sebaik-baiknya. Bersyukurlah karena anda mempunyai gigi yang sehat. Jangan mengingat dokter gigi hanya ketika gigi anda sakit, tetapi ingatlah setiap 6 bulan sekali. Sangat berbeda sensasi rasanya, antara gigi palsu dengan gigi ciptaan Allah ketika digunakan untuk mengunyah.

Salah satu fenomena yang paling sering saya temukan di klinik adalah pasien sering memaksakan giginya dicabut ketika sakit. Ketahuilah wahai saudara/iku, bahwa seganas apapun anda memaksa dokter gigi untuk mencabut gigi anda yang sedang sakit, dokter gigi tidak akan pernah melakukannya! Kalaupun dokter gigi mencabut gigi anda yang sedang sakit, berarti resiko anda sendiri yang tanggung! Karena efek mencabut gigi yang sedang sakit sangat besar resikonya. Mulai dari perdarahan, infeksi ke organ vital lain, dan sebagainya. Jadi, sering-seringlah kontrol ke dokter gigi! Peace....