Jumat, 18 Januari 2008

Kiamat Anak Kos

“Kalo bepergian jangan direncanakan…kebanyakan rapat malah ga jadi” Kata Slamet, teman kos dulu sewaktu mahasiswa, yang aslinya dari Bayat Klaten. Kalo pengen ngliyat bagaimana profil orang ndeso yang bener-bener ndeso… inilah dia orangnya…nDEso ABIz, walopun statusnya mahasiswa!!! Sorry ya Met.. jero banged.

“Kita mau pergi kemana?” tanya Yanuar

“Kita ke Tawangmangu yuk.. terus ke Sarangan… ke Ngawi..terus pulang” Usul Hendra

“OK ayo kita berangkat sekarang” ajak Herman.

Akhirnya “rapat” selesai, bubar… masing-masing orang berbenah diri. Dasar anak kos yang cuek. Semuanya pergi pakek sandal jepit.

Weng huweng…weng weng….. sepeda motor dipecut menuju Tawangmangu..

Wah nekat benar… hanya ngobrol-ngobrol… jadi beneran..

Wuss … subhanallah perjalanan yang menyenangkan. Piknik dadakan. Naik turun gunung..

Yang mampir di Tawangmangu atau di Sarangan ga usah diceritain.. ceritanya sama dengan wisata-wisata yang lain aja..

Yang heboh… yang ini niich..

Sudah sangat siang… jam 14.00 belum makan… intir-intir perut nih udah luappaaar banget..

Akhirnya mampir di rumah makan yang sederhana…. Maklum anak kos cari yang murah porsi besar… efektif dan efisien… standarnya rumah makan supir truk. Lawuhe tenanan (Lauknya sungguh-sungguh)……ukuran jumbo, harga manbo.

Duduk-duduk nunggu pesenan makan selesai…

Nah kebiasaan buruk anak-anak kos mulai lagi.

“Eh di Bayat ada rumah makan kayak begini ga?” kata Yanuar

Ada… menunya tempe penyet..tapi menyetnya pake kaki” kata Hendra

“Wakkakkkak akkkakkkakaak” derai tawa mengurai deras, sederas hujan yang sangat lebat. Dasar anak-anak kos laki-laki…kasar banged guyonannya.

………………………..

Menu makanan yang dipesan sudah dihantarkan dan siap dikerjain, maksudnya sudah terhidang dihadapan masing-masing orang.

Nyam nyam glek

Nyam nyam… glek

Sruut glek

Makan selesai….

………………………………….

Masuk seorang pemuda umur 35 tahun, wajahnya memang lucu, kulit hitam untuk ukuran orang Indonesia, rambut keriting…..

Penyakit tukang komentar anak-anak kos kambuh lagi

“Ssst… ada orang Bayat lewat…” kata Herman

“Wikiikkkikkkikkkikkk” Hendra, Herman, dan Yanuar terkikik-kikik ketawanya

“Apa… orang pitak?” tanya Dodik

“Wikikkkikkiiikkikkk” kali ini yang cekikikan tambah meluas… dan mengundang yang lain.. ikut memandangi pemuda yang barusan lewat mau masuk.

…………………………..

Ternyata….

Pemuda tadi GR

Dia merasa dihina…dan diejek..

Tak disangka dia mendatangi Herman, Hendra dan Yanuar

“Kamu tadi ngomong apa?” bentak pemuda tadi

“……” Herman, Hendra, dan Yanuar tidak menjawab, hanya memberi isyarat tangan kalo mereka bertiga minta maaf…

“Ga kok mas … maaf” Yanuar akhirnya berani ngomong

“Awas ya kalian….” Pemuda itu menuding-nuding, kemudian bergerak ke belakang, menuju tumpukan jaket dan helm yang kami pake, mengawut-awut jaket, melempar helm,

Dan….

Dia mengambil dua botol minuman bersoda Fanta dan Sprite

Prooook dusss

Botol itu pecah, pecahannya… untungnya yang kecil mengenai kulit atas daun telinga kiri Hendro… darah merembes keluar..mengalir di pipi… seperti air mata tapi berwarna merah..

“Bubaaar !!!!” teriak pemuda tadi

……………………………………

Slamet yang jadi “korban” guyonan, segera mengambil langkah cerdik, dia mengeluarkan uang lima puluh ribu tiga lembar, memberikan kepada pemilik warung…

“Bu… ini uang untuk bayar semuanya ya bu… ga usah dihitung yang penting biar tidak ada keributan di warung ini… kalo kelebihan kembaliannya saya ikhlaskan, tapi kalo kurang mohon diikhlaskan ya bu” kata Slamet

“Iya mas… ayo mas cepat-cepat berkemasnya” kata ibu pemilik warung

Meskipun dalam suasana mencekam, ternyata anak-anak kos itu masih terampil menangkap helm dan jaket yang dilempar pemuda yang ngamuk tadi…

Segera anak-anak kos itu berkemas menuju parkiran sepeda motor dan segera memecut sepeda motornya melanjutkan perjalanan kembali.ke Solo…

Wahhhahh legaaaaaa

Masih untung pemuda tadi bersama dengan anak dan istrinya. Tampak istrinya berusaha menenangkan suaminya agar tidak mengamuk…

Perjalanan spontanitas yang berakhir dengan KIAMAT ANAK KOS

……………………………….

Terlalu kompak, terlalu berlebihan bercanda… memang akhirnya tidak baik. Karena itu perlu control diri sebelum berubah menjadi bencana. Seperti pada kasus di atas berubah menjadi KIAMAT ANAK KOS.

Adapted from my true story…