Rabu, 09 Januari 2008

Cara Belajar ?

Bertanya pada saya seorang mahasiswi yang dalam bimbingan saya mengenai cara belajar yang baik, saya sudah menjawabnya saat itu tapi saya sendiri tidak puas dengan jawaban itu-apalagi dia- tentunya. jadi saya berfikir-fikir dan membuat tulisan disini dengan harapan dia-dan teman-temannya- akan membaca.

Bersekolah di fakultas kedokteran, bagi saya adalah sebuah kenyataan yang harus diterima, seperti perahu layar yang mengikuti kemana angin memniup layarnya dan pergi kemana arus laut mendorong lunasnya. Tabah adalah kata yang dapat merepresentasikan perasaan saya. "...jalanin aja dulu..." demikian kata senior saya di kampus dulu.

maka bagi saya belajar kedokteran seperti bertahan hidup dihutan menghadapi semua raksasa-raksasa akademis itu dan semua pengetahuan yang mereka lemparkan pada saya, saya bersusah payah mengunyah akar-akar ilmu kedokteran karena itu amat dibutuhkan seorang dokter, saya berjuang melalui sungai deras dan rawa-rawa ujian yang muncul silih berganti dihadapan.

bila dikenang sekarang, saya sadar tidak akan pernah berhasil keluar dari hutan dengan utuh dan menjadi dokter seperti sekarang kalau bukan karena-salah satunya- jasa dari teman-teman saya, sahabat sejati selamanya. bersama mereka saya belajar, saling mengisi kekurangan, saling tolong, melindungi, menutupi dan menghibur

jadi bagaimana cara belajar yang baik ? belajar bersama adalah jawabannya saya kira. belajar sendiri-sendiri lalu diskusikan bersama-sama, yang pandai bermurah hatilah mengajari temannya yang lebih lambat, mudah-mudahan Allah membalasnya lain waktu kita mendapat kesulitan. yang rajin jadilah sekertaris, ingatkan teman-temannya pada jadwal-jadwal dan tugas-tugas,yang pandai memimpin ambilah kendali agar tugas terselesaikan,yang pemberani ambilah inisiatif, yang biasa-biasa saja buka telinganya dan jadilah pengikut yang baik

pada akhirnya kalian akan mengenal karakter temannya masing-masing, kelebihan dan kelemahannya, tidak ada yang sempurna, ada yang pandai tapi tidak sabar, ada cerdas tapi penggugup, ada yang lamban tapi rajin, ada yang cepat tapi ceroboh, ada yang rajin tapi sering lupa, ada yang pelupa tapi selalu riang pembawaannya, ada yang pembolos tapi cerdik melihat situasi, ada yang super sibuk tapi berani berhadapan dengan dosen, variasinya tidak akan pernah habis.

belajarlah tapi jangan lupa ikut organisasi, percayalah manfaatnya tidak kalah signifikan, meski baru dirasakan kelak, belajarlah dan jangan dulu berpacaran, asumsi bahwa akan menambah semangat belajar itu cuma ilusi saja, berpacaran gaya jaman sekarang mengandung banyak maksiat, bila hati berlumuran dosa bagaimana mungkin Allah akan memudahkan jalan kita?

belajarlah tapi jangan lupa berlibur, pergi ke gramedia dan membeli novel serta komik favorit dan membaca sepuasnya adalah pilihan saya

belajarlah tapi lihat kondisi masyarakat sekitar, jangan tinggal di menara gading, ikut baksos, temui dan bantu mereka yang mengalami musibah, belajar berempati dan merakyat,pahami realita kehidupannya karena mereka akan menjadi pasien kita dan juga agar Allah berkenan membantu kita dan mengasihani kita

belajarlah dan jangan bersedih bila mengalami kegagalan, anda tidak sendiri, setiap orang akan berhadapan dengan makhluk ini satu atau lain cara, sekarang atau di lain kesempatan, bersyukurlah yang gagal hanya ujian, bukan pernikahannya yang gagal : ) menerima kegagalan berarti satu langkah maju menuju kematangan jiwa, jiwa yang bertahan menghadapi semua kegagalan adalah jiwa yang dimurnikan, dosanya digugurkan, diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, teguran dari Allah tanda rasa cinta-Nya.

belajarlah dan jangan lupa telepon dan bicara pada ibu kita tercinta minta didoakan, doa diberi kemudahan, diberi ketabahan

alhasil saya berkata seperti yang pernah diucapkan abang-abang saya " ...jalani aja dulu..."
wallahualam