Jumat, 21 September 2007

Impoten habis minum CTM

Bapak Heri menderita influenza dalam satu hari ini. Dia mendatangi dokter Herman di tempat praktiknya. Setelah antri akhirnya datang juga kesempatan buat beliau diperiksa. Seperti pasien sebelumnya dokter Herman melakukan anamnesis dan pemeriksaan yang legeartis. Akhirnya didiagnosis menderita common cold. Kemudian dokter Herman memberikan resep. Saat menulis resep itu, bapak Heri meminta agar diresepi obat generic saja. Oleh dokter Herman bapak Heri diresepi seperti berikut :

R/ Paracetamol 500 mg tab no X

S 3 dd tab I

R/ CTM mg 4 tab no X

S 3 dd tab I

R/ Vitamin B kompleks tab no X

S 3 dd tab I

R/ Vitamin C tan no X

S 3 dd tab I

Setelah pergi ke apotik, menebus obat itu, bapak Heri segera meminum obat setelah makan. Juga beliau makan buah-buahan dan sop yang hangat sesuai apa yang dianjurkan oleh dokter Herman padanya.

Besok paginya, beliau sangat terkejut, bahwa penisnya ketika bangun tidur tidak mengalami ereksi. Dan dia baru tahu kalau ini jelas akibat minum CTM yang dia minum, seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya yang dia alami. Dan yang membuat heboh keadaan adalah pulihnya dari impotensi itu membutuhkan waktu satu minggu. Akan sangat mengganggu hubungan harmonisnya dengan istri.

……………………………….

Braaaak!! Pak Heri menggebrak meja praktik dokter Herman

“Anda ini gimana dokter. Sudah tahu kalau saya kalau minum CTM jadi impotent malah Anda kasih CTM. Saya tidak terima!” bentak pak Heri di tempat praktik dokter Herman. Masih untung tempat praktiknya masih sepi.

Ooo bapak kalau habis minum CTM jadi impotent… saya baru tahu pak Heri.” Kata dokter Herman

“Apa dokter tidak melihat catatan status sebelumnya?” tanyak pak Heri

“Lho kan bapak Heri baru pertama kali periksa di sini” jelas dokter Herman

“OK pak, akan saya catat di status bapak, kalau bapak mempunyai efek samping kalau minum CTM, sekali lagi mohon maaf pak, dan saya baru tahu kalau CTM mempunyai efek seperti ini.” Kata dokter Herman sambil menulis di status catatan medis bapak Heri



Kerangka kerja dokter muslim terhadap pasiennya (Prof Hasan Omar Kasole):
  • Hifdhu al din (menjaga agama)
  • Hifdhu al nafs (menjaga kehidupan)
  • Hifdhu al maal (menjaga harta)
  • Hifdhu al nasl (menjaga keturunan)
  • Hifdhu al ‘aql (menjaga akal sehat)