Selasa, 10 Oktober 2006

ITP: IDIOPATHIC THROMBOCYTOPENIC PURPURA

Sumber:American Academy of Family Physicians (review/updated: 05/06)
WHAT IS ITP?
ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. 'Idiopathic'berarti 'tidak diketahui penyebabnya'.'Thrombocytopenic' berarti 'darah yang tidak cukup memiliki sel darah merah (trombosit). 'Purpura' berartiseseorang memiliki luka memar yang banyak (berlebihan). Anda mungkin juga mendengar istilah ITP ini sebagai singkatan dari 'Immune Thrombocytopenic Purpura'.

Dalam tubuh seseorang yang menderita ITP, sel-sel darahnya kecuali sel darah merah berada dalam jumlah yang normal. Sel darah merah (Platelets) adalah sel-sel sangat kecil yang menutupi area tubuh paska luka atau akibat teriris/terpotong dan kemudian membentuk bekuan darah. Seseorang dengan sel darah merah yang terlalu sedikit dalam tubuhnya akan sangat mudah mengalamiluka memar dan bahkan mengalami perdarahan dalam periode cukup lama setelah mengalami trauma luka. Kadang bintik-bintik kecil merah (disebut Petechiae) muncul pula pada permukaan kulitnya. Jika jumlah sel darah merah ini sangat rendah, penderita ITP bisa juga mengalami mimisan yang sukar berhenti, atau mengalami perdarahan dalam organ ususnya.
WHAT CAUSES ITP?
Penyebab ITP ini tidak diketahui. Seseorang yang menderita ITP, dalam tubuhnya membentuk antibodi yang mampu menghancurkan sel-sel darah merahnya. Dalam kondisi normal, antibodi adalah respons tubuh yang sehat terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Tetapi untuk penderita ITP, antibodinya bahkan menyerang sel-sel darah merah tubuhnya sendiri.
WHO GETS ITP?
Ada 2 tipe ITP. Tipe pertama umumnya menyerang kalangan anak-anak, sedangkan tipe lainnya menyerang orang dewasa. Anak-anak berusia 2 hingga 4 tahun yang umumnya menderita penyakit ini. Sedangkan ITP untuk orang dewasa, sebagian besar dialami oleh wanita muda, tapi dapat pula terjadi pada siapa saja. ITP bukanlah penyakit keturunan.

HOW DOES ITP AFFECT CHILDREN?
ITP yang dialami anak-anak berbeda dengan yang dialami oleh orang dewasa. Sebagian besar anak yang menderita ITP memiliki jumlah sel darah merah yang sangat rendah dalam tubuhnya, yang menyebabkan terjadinya perdarahan tiba-tiba. Gejala-gejala yang umumnya muncul di antaranya luka memar dan bintik-bintik kecil berwarna merah di permukaan kulitnya. Selain itu juga mimisan dan gusi berdarah.

HOW IS ITP DIAGNOSED?
Dokter Anda dapat mendiagnosa penyakit ITP ini dengan melalui beberapa pertanyaan yang diajukan kepada penderita (atau keluarga) penderita serta melalui pemeriksaan fisik. Beliau juga akan menganalisa hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel darah penderita.
HOW IS ITP TREATED IN CHILDREN?
Karena sebagian besar anak penderita ITP dapat pulih tanpa penanganan medis, banyak dokter yang merekomendasikan untuk melakukan observasi ketat dan sangat hati-hati terhadap penderita serta penanganan terhadap gejala-gejala perdarahannya. Penderita tidak perlu dirawat di Rumah Sakit jika penanganan dan perawatan intensif dan baik ini tersedia di rumah. Akan tetapi, beberapa dokter merekomendasikan penanganan medis singkat dengan pengobatan oral _Prednisone_ atau pemasangan infus (masuk ke urat darah halus) berisikan zat gamma globulin untuk meningkatkan jumlah sel darah merah penderita dengan cepat. Kedua jenis obat ini memiliki beberapa efek samping.

HOW DOES ITP AFFECT ADULTS?
Penyakit ITP untuk penderita orang dewasa dapat berlangsung lebih lama dibandingkan yang dialami anak-anak. Pada saat dilakukan diagnosa, sebagian besar penderita dewasa ITP umumnya telah mengalami adanya perdarahan yang terus meningkat dan mudah sekali mengalami luka memar dalam kurun waktu
beberapa minggu,atau bahkan bulan. Untuk pasien wanita, meningkatnya aliran darah menstruasi juga merupakan tanda-tanda utama.

Banyak orang dewasa yang mengalami thrombocytopenia (jumlah sel darah merah dalam darah relatif sedikit) yang tidak terlalu parah. Pada kenyataannya,sebagian kecil orang bahkan tidak mengalami gejala-gejala perdarahan. Kalangan ini umumnya didiagnosa ITP saat melakukan tes pemeriksaan darah untuk suatu keperluan, dan ternyata salah satu hasilnya menunjukkan jumlah sel darah merah yang sedikit.

HOW IS ITP TREATED IN ADULTS?
Penanganan medis terhadap penyakit ITP yang diderita orang dewasa lebih ditujukan untuk meningkatkan jumlah sel darah merahnya. Ini tidak sama dengan menyembuhkan penyakit ITP-nya. Penderita ITP mungkin diharuskan untuk mengkonsumsi obat Prednisone selama beberapa minggu, atau bahkan lebih
lama. Akan tetapi, saat pengobatan oral ini dihentikan, jumlah sel darah merah dalam tubuh penderita mungkin saja akan rendah kembali.

Jika pengobatan _Prednisone _ tidak juga banyak membantu, organ limpa penderita mungkin akan dikeluarkan melalui tindakan operasi. Organ ini yang memproduksi sebagian besar antibodi yang selama ini menghancurkan sel-sel darah merah dalam tubuhnya sendiri. Organ ini juga berfungsi untuk menghancurkan sel-sel darah yang tua atau rusak. Di lain pihak, bagi orang dewasa yang sehat, tindakan operasi pengeluaran organ limpa bukanlah kategori tindakan medis yang serius.

WHAT ABOUT ITP IN PREGNANT WOMEN?
Diagnosa ITP selama kehamilan cukup sulit dilakukan, karena jumlah sel-sel darah merah pada wanita hamil memang cukup rendah. Sekitar 5% wanita hamil memiliki jumlah sel darah merah yang normalnya juga cukup rendah di masa kehamilan tuanya. Penyebabnya juga tidak diketahui. Tetapi kondisi ini akan kembali normal sesaat setelah proses bersalin dilakukan.

Bayi yang lahir dari seorang ibu yang menderita ITP kemungkinan juga memiliki jumlah sel darah merah yang rendah dalam tubuhnya. Kodisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu setelah ia dilahirkan. Setelah lahir, bayi umumnya tetap dirawat di rumah sakit untuk keperluan observasi beberapa hari. Sampai diperoleh kepastian bahwa tidak ada masalah, bayi boleh dibawa pulang ke rumah.

Rabu, 04 Oktober 2006

Bedah Laparoskopi - Minimal Invasif
Dengan Bedah laparoskopi, lebar sayatan pada dinding perut dapat diminimalkan, sehingga kerusakan otot perut juga dapat dikurangi. Akibatnya penderita dapat menjalani rawat inap yang lebih singkat dan nyeri yang dirasakan juga amat sangat minimal.
Dengan laparoskopi, selain objek organ yang hendak dioperasi kita dapat juga melihat keadaan organ lain lewat beberapa sayatan yang sangat amat kecil (1/2 cm). Amat sangat berguna bagi mereka yang gemuk, kasus TB atau dalam keadaan malnutrisi dimana proses penyembuhan lukanya sulit, anak-anak atau orang dewasa dengan banyak kelainan dalam rongga perutnya yang pada saat operasi perlu di "lihat" juga.
Ada yang punya pengalaman dengan tehnik laparoskopi ?

Selasa, 03 Oktober 2006

si Manis Peracun anak !


Nyaris 1 juta dolar AS uang riset digelontorkan, sementara lebih dari
1.900 ekor tikus dilibatkan. European Ramazzini Foundation on Oncology
and Enviromental, lembaga riset terkemuka di Italia itu, ingin
membuktikan, apakah betul Aspartam sejenis pemanis buatan itu berbahaya
bagi kesehatan.

Ramazzini tidak keliru. Bahkan, fakta yang mereka kantongi jauh lebih
lebih mengerikan ratusan tikus telah siap menunggu ajal. Aspartam,
pemanis nonkalori yang memiliki tingkat kemanisan 200 kali gula itu,
membikin tikus-tikus tadi langsung dihajar kanker mematikan. Riset yang
digelar pertengahan 2005 lalu itu membuat Uni Eropa kian yakin dengan
keputusan mereka melarang penggunaan pemanis buatan pada produk makanan.
Jajanan anak-anak, terutama. Jepang , Malaysia , Brunei , Vietnam ,
langsung mengekor langkah Uni Eropa. Mereka haramkan pula Siklamat,
jenis pemanis buatan yang diduga dapat memicu kanker. Bagaimana
Indonesia?

Alih-alih dilarang beredar, produk-produk ini sejak lama menjadi kawan
akrab anak-anak SD. Mudah ditemui di warung-warung, bahkan dijajakan
secara besar-besaran di supermarket. Survei Lembaga Konsumen Jakarta
(LKJ) sepanjang Juni hingga Juli di sejumlah titik di DKI Jakarta
membuktikan hal itu.

'Dari 49 sampel yang kami ambil, lebih dari separuhnya mengandung
pemanis buatan dalam konsentrasi tinggi,'' kata Lies Permana Sari.
Anggota tim peneliti LKJ itu, kemarin (9/8), membeberkan temuan mereka
yang telah dikonfirmasi laboratorium Sucofindo.

Disebut berkonsentrasi tinggi, sebab produk ini memuat kadar gula
berlipat-lipat. Selain mengandung gula murni, produk tadi juga ditambahi
pemanis. Padahal Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) jelas-jelas
mengatakan, pemanis buatan hanya digunakan pada pangan rendah kalori dan
pangan tanpa penambahan gula. Adapun sampel-sampel yang disisir LKJ
meliputi produk jelly, permen, dan minuman. Ini produk jajanan
anak-anak. ''Kami sengaja memilih jenis itu,'' dia menambahkan. Ada 25
merek jelly, 16 merek minuman serbuk, dan delapan merek permen.
Kelebihan zat pemanis ditemukan bukan hanya pada merek-merek tak
terkenal, tetapi juga brand-brand yang sering nongol di layar televisi.

Bukan cuma mengandung konsentrasi pemanis tinggi, produk itu juga
seperti berupaya menyembunyikan sesuatu. Beberapa produk, seperti Okky
Jelly Drink, Okky Bolo Drink, Happydent White, Yulie Jelly, Donna Jelly,
Lotte Juicy Fresh, Vidoran Freshdrink, Naturade Gold, dan Mariteh
Instant, tidak mencantumkan batas maksimum penggunaan pemanis buatan
Aspartam.

Ini, menurut Lies, menyangkut perkara cukup penting. Riset European
Ramazzini Foundation tahun silam membuktikan bahwa pemanis buatan
Aspartam berisiko memicu kanker dan leukimia pada tikus percobaan bahkan
pada dosis pemberian Aspartam hanya 20mg/kg BB.

''Secara anatomis tikus mirip dengan manusia. Apa yang terjadi tikus
amat mungkin terjadi pula pada manusia,'' kata dr Nurhasan, anggota tim
riset LKJ. Karena itu pencantuman komposisi pemanis pada produk amat
penting, sebab ada acceptable daily intake (ADI) atau batas jumlah
pemanis yang boleh dikonsumsi seseorang sepanjang hidup.

Bahkan, kata dia, jauh-jauh hari riset BPOM pada November-Desember 2002
sudah menunjukkan bahwa konsumsi Siklamat sudah mencapai 240 persen ADI,
sementara Sakarin pemanis buatan pemicu kanker kemih sebanyak 12,2
persen nilai ADI.
Tak pelak, kata Lies, anak-anak merupakan konsumen yang paling rentan
terhadap dampak negatif dari pemanis buatan. ''Otak mereka masih
berkembang,'' terang dia. Beragam riset menunjukkan bahwa pemanis
buatan, terutama Aspartam, berpotensi memicu keterbelakangan mental
akibat penumpukan Fenilalanin menjadi Tirosin pada jaringan syaraf.

Berbeda dengan tikus, efek dari pemanis buatan pada manusia memang tak
mewujud seketika. Ia terus berakumulasi dan akan dipanen setelah si anak
beranjak dewasa. ''Karena itu, ini boleh dibilang silent disease,''
tutur Lies seraya mengutip riset di Italia yang menunjukkan bahwa sudah
ada bukti serangan kanker akibat konsumsi pemanis buatan.

Apa alasan produsen menaburi pemanis makanan? Sulit dipungkiri, terang
Lies, ini terkait dengan upaya mereduksi ongkos produksi. ''Kalau dengan
sedikit pemanis saja sudah bisa menggantikan konsentrasi gula, kenapa
tidak dipakai?,'' kata Lies seraya mengatakan bahwa Aspartam, Sakarin,
dan Siklamat memiliki tingkat kemanisan dari 30 hingga 300 kali gula.

Menurut tim LKJ, As'ad Nugroho, BPOM hingga saat ini berkeras pemanis
buatan masih aman dikonsumsi umum asalkan memenuhi komposisi. Apalagi
ada 50 negara yang masih memperbolehkan meski soal aman tidaknya pemanis
buatan masih diperdebatkan hingga detik ini. Pada kenyataannya, terang
dia, soal komposisi aman ini banyak produsen yang membandel.

''Saat minta izin BPOM, mereka memberikan produk yang komposisinya
tepat. Ke pasar, mereka meluncurkan produk yang lain,'' kata dia.

Rabu, 30 Agustus 2006

lengan terjepit pintu

Dear milliser dan dokter,

Beberapa minggu yg lalu lengan bagian atas anak saya ( 4thn ) tanpa sengaja dijepit pintu oleh saudara sepupunya. Pada waktu kejadian lengan anak saya itu lebam biru dan membentuk lingkaran oval merah dan langsung saya oleskan trombohop salep. Dan ada yang menyarankan dikasih arak yg sdh direndam obat dan saya oleskan juga, dan trombohop tidak saya oleskan lagi. Ternyata 2 hari kemarin saya perhatikan bekas lebam tersebut yg berbentuk lingkaran oval membengkak dan bila disentuh sakit.

Saya konsultasi dengan adik saya yang kebetulan dokter, katanya itu merupakan kelenjar yang meradang dan sebaiknya pemberian trombohop dihentikan saja krn tdk memberikan efek lg. Dan dia menganjurkan sebaiknya dikompres air hangat saja biar bengkaknya bisa menghilang.

Adakah disini ada yang pernah mengalami hal seperti kejadian yg menimpa anak saya ini? Karena saya sangat kawatir dan takut berkembang menjadi penyakit lain. Mohon saran dari dokter dan sahring dari teman2.

Terimakasih

Salam,

Janni

__,_._,___

Rabu, 23 Agustus 2006

kristal urin


Dear Netter,

Anak saya laki2 usia 2 tahun 8 bulan sudah hampir 5 hari ini kesakitan saat buang air kecil, terutama saat pertama kali di pagi hari. Saya sudah periksa lab urinnya dan positif ada kristal Ca Carbonat dan Ca Oxalat.

Kalau diperhatikan sehari-hari si kecil minum air putihnya sedikit sekali. Sementara ini saya hanya disarankan untuk memberi si kecil minum lebih banyak, tapi sulit sekali untuk membujuknya. Apakah ada di antara rekan yang pernah mengalami hal serupa? Sekiranya saya ingin berkonsultasi lebih lanjut, kepada dr spesialis apakah sebaiknya saya berkonsultasi?

Terima kasih,
Shanty


Bisa diperiksakan ke dokter spesialis anak konsultan nefrologi (ginjal). Yang saya tau di RSCM dan Harapan Kita ada. Yang di RSCM antara lain Prof Husein Alatas, SpA(K), Prof Taralan Tambunan SpA(K), dr. Partini P Trihono, SpA(K), dan dr. Sudung P SpA(K).

Selain di RSCM (pagi), juga praktek sore di bbrp RS swasta (maaf, tidak hafal, seingat saya Prof Husein di RSIA Evasari dan dr. Partini di Hermina Depok. Bisa dicek di www.idai.or.
id).

Endah


Selasa, 22 Agustus 2006

Tanya: UTI pada baby & MCU

Hi All,

Sekitar akhir April 2006 lalu, bayi saya (baby boy) terkena demam, dan akhirnya setelah diinvistivigasi oleh dokter, bayi kami dinyatakan terkena UTI. Kami merasa kecolongan karena dia terkena UTI. Akhirnya bayi kami dirawat empat hari di RS, dan setelah pulang masih diharuskan memakan antibiotik. Dan kami masih dischedule untuk melakukan konsultasi ke dokter untuk USG (kidney) & MCU.

Hasil USG untuk kidney tiga minggu lalu dinyatakan bagus. Bulan ini bayi kami berusia 10 bulan. Dan dokter menyarankan melakukan pemeriksaan lanjutan MCU (Micturating cysto-urethrogram) untuk memastikan ada atau tidaknya reflux.
Karena itu saya mohon saran dan sharenya buat mereka yang pernah bayinya pernah mendapat MCU. Bila kita ingin MCU dilakukan, apakah yang perlu dipersiapkan dan apakah efek sampingnya? Mohon share/saran apa saja yang sekiranya perlu kami ketahui tentang dilakukannya MCU ini. Dan adakah alternatif lain yang bisa dilakukan selain MCU?

Ada satu lagi istilah scan yang saya coba baca di internet, yaitu DMSA scan. Apakah itu DMSA scan? Apakah setelah MCU nantinya harus dilakukan juga DMSA scan?

Terima kasih banyak sebelumnya buat sarannya.

Salam,
Hendi TS

UTI itu = urinary tract infection atau infeksi saluran kemih (ISK). Biasanya dibuktikan dengan ditemukannya kuman dalam jumlah tertentu dalam kultur/biakan urin. Jumlah kuman sebagai batas ISK ditentukan dengan carapengambilan sampel/bahan urin.

Pada bayi < 1 tahun dengan ISK, ada penelitian yang menemukan angka kejadian kelainan anatomi saluran kemih sampai sebesar 50% (dalam hal ini yang tersering adalah vesicoureteral reflux = VUR, yang berarti ada aliran balik dari kandung kemih ke ureter atau pipa penghubung ginjal dengan kandung kemih). Adanya kelainan anatomi ini harus dicari, karena dapat menyebabkan ISK berulang. Untuk itu, pada bayi <1 tahun, selain USG ginjal & sal kemih, perlu dilakukan MCU (= micturating cystourethrogram) untuk mencari adanya VUR tadi. MCU itu prosedur radiologi (jadi risikonya ya anak terkena radiasi) dengan memasukkan zat kontras melalui saluran kemih anak.

Untuk persiapan yang perlu dilakukan, hubungi bag. radiologi tempat akan dilakukan. Umumnya dilakukan jika hasil biakan kuman di urin setelah pengobatan hasilnya negatif.

DMSA scan itu untuk mendeteksi adanya parut ginjal akibat infeksi ginjal dan sekalian menilai fungsi ginjal. ISK yang tidak diobati dengan baik atau ISK berulang dapat menyebabkan jaringan ginjal berparut dan mempengaruhi fungsi ginjal. Biasanya DMSA scan merupakan pemeriksaan tahap lanjutan jika hasil USG dan MCU ada kelainan.

Semoga hasil pemeriksaan anak bapak normal.

Endah

__,_._,___

Jumat, 18 Agustus 2006

Benjolan di gusi (need information)


Dear Netter,
Saya mau tanya, di gusi anak saya (cowok umur 4 tahun) ada semacam benjolan (mirip kaya jerawat tapi ngga ada mata letaknya diatas gigi depan). Tapi dipencet ngga sakit. Dan sudah hampir 1 minggu. Saya pikir tadinya panas dalam. Sekarang kok kaya ada nanahnya. Apakah ada rekan yang pernah mengalaminya?


Need your input.

thanks

Papanya Matthew


sharing aja pak .....
anak saya Reinardi (3 tahun) juga pernah mengalami hal seperti itu. Kemudian saya bawa dia ke dokter gigi, ternyata gigi nya ada lubang dan bengkak di gusi itu akibat dari sisa-sisa makanan yang masuk dan membusuk ke dalam gigi yang berlubang tsb.

salam
ayni
mamiraniaamareinardi



Best Regards,
Ayni Hadi