Tampilkan postingan dengan label Halo Dokter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halo Dokter. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Desember 2010

Berapa Kali Sebaiknya dilakukan USG Selama Kehamilan ?

Menanti kehadiran buah hati yang masih dalam kandungan dapat membuat perasaan bercampur aduk. Mulai dari senang, antusias, degdegan, hingga cemas. Perasaan yang terakhir ini, dapat membuat para ibu ketakutan tentang keselamatan si jabang bayi. 

Salah satu cara agar bisa memantaunya adalah lewat USG. Yaitu, ultrasonografi sebagai metode diagnostik untuk mendeteksi perkembangan janin.

Dokter kandungan menyarankan pemeriksaan setidaknya sebulan sekali pada awal-awal masa kehamilan. Tapi, apakah ini harus setiap bulan dilakukan? Jika terlalu sering dilakukan, apakah dapat berpengaruh pada perkembangan janin?.
Menurut Elizabeth McGee, M.D., asisten Profesor dari spesialis kandungan dan kebidanan dari Universitas Pittsburgh, pemeriksaan USG tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap perkembangan janin itu sendiri.
Berbeda dari pemeriksaan radiologi yang menggunakan sinar rontgen, pemeriksaan USG mengunakan gelombang suara ultra yang tidak menimbulkan efek samping. Memang, beberapa dokter spesialis kebidanan dewasa ini cenderung melakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal) rutin dengan cara ini karena cara ini dinilai lebih efektif dan efisien.

Pada pemeriksaan kehamilan, USG sebaiknya dilakukan pertama kali di awal kehamilan untuk melihat ada atau tidaknya tanda kehidupan, kehamilan kembar, dan menyingkirkan adanya kehamilan di luar rahim.

Pemeriksaan kedua pada kehamilan 12-18 minggu, untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan/cacat bawaan. Pada kehamilan 36 minggu, pemeriksaan dengan USG dilakukan lagi untuk menilai perkembangan janin, kemungkinan kelainan letak, dan lain-lain.

Pemeriksaan USG perlu dilakukan lebih dari yang disebutkan, terutama pada kasus dengan risiko penyakit tertentu, misalnya penderita diabetes melitus, riwayat perdarahan, kehamilan kembar, dan lain-lain. 

Jadi, pemeriksaan USG tidak perlu dilakukan setiap bulan. Dokter tentu akan memberikan informasi mengenai janin setiap kali Anda berkonsultasi. Namun, bila Anda ingin melihat perkembangan janin lebih akurat, metode ini dapat dilakukan.

Yang perlu diketahui, sebagai pasien, Anda berhak untuk mendapatkan penjelasan tentang tujuan pemeriksaan ini. Apa keuntungan dan mungkin kerugiannya, serta mengetahui apa perbedaannya dari pemeriksaan fisik langsung dengan sentuhan tangan dokter, yang pada beberapa pasien mungkin dirasa lebih meyakinkan. Di samping itu, pemeriksaan tanpa alat bantu tentunya tidak memerlukan tambahan biaya pemeriksaan.


source: vivanews.com

Sabtu, 30 Oktober 2010

Kenapa Wanita lebih Mudah Terserang Sakit Maag ?

http://www.metrogaya.com/files/pictures/artikel/00%20sakit%20maag.jpgWanita lebih rentan terserang penyakit maag. Penyebabnya adalah stres, makan tidak teratur, rokok, alkohol, diit yang salah dan obat-obatan tertentu.

Stres dapat mempengaruhi kebiasaan makan seseorang. Saat stres, orang cenderung makan sedikit, termasuk kurang sayuran. Mereka memilih mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kalori. Stres menyebabkan perubahan hormonal dalam tubuh dan merangsang produksi asam lambung dalam jumlah berlebihan. Akibatnya, lambung terasa sakit,nyeri, mual, mulas, kembung bahkan luka (peptic ulcer).

Sakit maag umumnya terjadi akibat asam lambung yang tinggi atau terlalu banyak konsumsi makanan yang bersifat merangsang (pedas, asam, kopi, alkohol, nikotin, bakmi yang mengandung air abu dan obat-obatan tertentu). Makanan yang tajam ini dapat merusak dinding lambung.

Gejala khas sakit lambung atau maag berupa rasa nyeri atau pedih pada ulu hati meski baru saja selesai makan. Pemicu sakit maag adalah makan tdak teratur. Pola makan tidak teratur atau menunda waktu makan, tidak baik bagi lambung. Kesibukan kerja atau belajar sering mandorong wanita mengisi perut dengan makan seadanya, tanpa memikirkan nilai gizinya. Kebiasaan ini mengacaukan kerja lambung dalam memproduksi asam lambung.

Pada wanita yang menjalankan progam diit, sering ditemukan pengunaan obat?obat pelangsing yang justru membuat produksi asam lambung terganggu. Diit ketat yang hanya mengonsumsi buah-buahan atau sayuran akan menimbulkan gangguan pencernaan.

Wanita yang tengah hamil trimester pertama, sering mual, kembung dan muntah. Biasanya wanita yang mengalami keluhan demikian memang telah lama memiliki gejala sakit maag. Ada juga wanita yang menderita gejala seperti sakit maag karena kehamilannya. Gejala itu disebut hyperesis gravidarum.


source: info-sehat.com 
blog editor: dr. wahyu triasmara

Jangan Lupa Tanyakan Ini Saat Periksa Gigi Anda

http://www.suaramerdeka.com/harian/0207/01/sm17gigi1kot.jpgKetika datang ke dokter gigi, orang berharap dokter memberikan informasi yang lengkap mengenai kondisi giginya. Tapi tidak semua hal diungkapkan oleh dokter gigi, sehingga pasien harus berani menanyakannya.

Dr Edward Romano, dokter gigi kosmetik di New Jersey mengatakan hal-hal yang tidak diungkapkan oleh dokter gigi pada pasiennya mungkin akan mengejutkan si pasien. Karenanya pasien harus cermat memberikan pertanyaan mengenai kesehatan gigi dan mulut pada dokternya.

Seperti dikutip dari Sheknows, ada beberapa pertanyaan yang sebaiknya ditanyakan pasien pada dokter giginya.
Pertanyaan yang paling penting adalah:
  1. Menanyakan tentang bagaimana kondisi gusinya. Hal ini karena sesuatu yang terjadi pada gusi seperti penumpukan plak pada arteri bisa menyebabkan sakit jantung. Selain itu jika kondisi gusi buruk akan membuat tulang tidak optimal mempertahankan gigi yang nantinya bisa berujung pada kehilangan gigi. Plak bakteri bisa tumbuh selama 24 jam di dalam gusi dan dalam jumlah besar dapat menimbulkan masalah. Selama ini kebanyakan orang hanya menghabiskan waktu sekitar 30 detik untuk menyikat gigi, sehingga tidak semua plak terangkat. Dokter biasanya akan menyarankan tiga kali sikat gigi da juga menggunakan benang gigi sebelum tidur.
  2. Menanyakan dokter apakah sudah memeriksakan gejala kanker mulut atau tidak. Hal ini karena kanker mulut merupakan salah satu kondisi yang ganas dan fatal. Namun jika berhasil dideteksi secara dini bisa meringankan rasa sakit, mengurangi kerusakan dan dapat menyelamatkan nyawanya.
  3. Menanyakan bagaimana cara menjaga gusi dan mulut tetap sehat. Hal ini karena kesehatan mulut dan gigi berhubungan dengnan saraf yang berkaitan dengan organ lain di dalam tubuh, sehingga kondisi gusi dan gigi ini tidak bisa dianggap sepele.
Beberapa orang kadang merasa gugup atau takut ketika pergi ke dokter gigi yang bisa membuatnya menjadi sulit berbicara dan lupa dengan apa yang ingin diucapkannya. Karena itu tak ada salahnya untuk mencatat beberapa pertanyaan yang memang ingin ditanyakan.


source: Vera Farah Bararah – detikHealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Selasa, 19 Oktober 2010

5 Tes (Pemeriksaan) Yang Harusnya Dilakukan Sebelum DIET

http://indranesta.files.wordpress.com/2009/09/diet-sehat-indranesta.jpgMenjalankan diet bukanlah sekedar membatasi makanan tertentu. Kesehatan Anda secara keseluruhan juga harus diperhatikan. Beberapa tes perlu Anda lalui untuk mengetahui apakah Anda boleh melakukan diet atau tidak.


Anda mungkin sudah mengenal berbagai cara berdiet. Bahkan, Anda barangkali pernah juga mencobanya. Gagal atau berhasilkah? Melakukan diet apapun, demi tujuan Anda (melangsingkan, kesehatan, atau keyakinan, memang tidak ada salahnya. Yang penting, kesehatan Anda tidak terganggu. Karena itu, sebelum melakukan diet, Sebaiknya Anda berkonsultasi ke spesialis gizi terlebih dahulu. 

Ada beberapa tes yang dapat Anda jalani untuk keperluan tersebut. Tes ini juga dibutuhkan oleh Anda yang sekarang sedang melakukan pola diet tertentu. Hasil tes ini akan menunjukkan kondisi kesehatan Anda, apakah Anda kelebihan atau kekurangan zat gizi tertentu. Dengan demikian, dapat ditentukan apakah Anda dapat menjalankan, meneruskan, mengganti, atau bahkan, menghentikan diet Anda.

Pemeriksaan lipid (lemak) 

Deteksi risiko penyakit jantung
Mengapa diperlukan: Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kurang gerak, gizi buruk, obesitas, dan diabetes merupakan faktor-faktor risiko untuk penyakit jantung. Sindroma yoyo (berat badan yang naik turun) dapat menurunkan kadar HDL (kolesterol ’baik’), sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Pemeriksaan lipid ini akan mengukur kadar HDL, LDL (kolesterol ’jahat’), dan trigliserida. Menurut Institut Nasional Jantung, Paru, dan Darah Amerika Serikat, dalam setiap desiliter darah, kadar LDL seharusnya kurang dari 130 mg, kadar HDL lebih dari 55 mg, dan trigliserida tidak lebih dari 250 mg.

Pemeriksaan hemoglobin terglikosiasi (HbA1c) 

Deteksi diabetes tipe 2

Mengapa diperlukan: Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan & Ginjal Amerika Serikat, kira-kira 5,4 juta orang tidak mengetahui bahwa mereka mengidap diabetes. Pemeriksaan ini diperlukan bila tekanan darah Anda 40/90 atau lebih, berat badan Anda 20% melebihi berat badan ideal Anda, indeks massa tubuh Anda 27 atau lebih, atau Anda berusia 45 tahun atau lebih. Menurut para pakar di bidang gizi, mereka lebih rnenyarankan dilakukannya pemeriksaan hemoglobin ini daripada pemeriksaan glukosa darah puasa, karena lebih menggambarkan kadar gula darah. Dengan demikian, akan mengurangi kemungkinan terjadinya hasil yang tidak akurat.

Pemeriksaan fungsi timid 

Deteksi disfungsi tiroid

Mengapa diperlukan: Terutama diperlukan untuk mereka yang ingin meningkatkan berat badan. Keletihan, pertambahan berat badan, dan nyeri otot menandakan terjadinya hipotiroidisme (penurunan fungsi tiroid). Sedangkan penurunan berat badan jantung berdebar-debar, dan kecemasan menunjukkan adanya hipertiroidisme (peningkatan fungsi tiroid). Pemeriksaan yang harus dilakukan setiap tahun (atau setiap tiga bulan bila Anda mengalami gejala-gejala tertentu) ini akan mengukur kadar hormon perangsang tiroid, tiroksin, dan triiodotironin. Perubahan kadar salah satu dari ketiganya menandakan adanya suatu masalah. Setelah hipotiroidisme diatasi berat badan memang akan berkurang dengan mudah. Namun, kelebihan berat badan tidak selalu merupakan hasil ketidakseimbangan hormonal.

Pemeriksaan fungsi ginjal 

Deteksi ureum dan kreatinin darah

Mengapa diperlukan: Pemeriksaan ini dapat mengukur adanya penurunan fungsi ginjal dimana terdapat peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah. Bila ini terjadi, ada baiknya Anda membatasi asupan protein, agar tidak memperberat kerja ginjal.

Deteksi kadar asam urat darah
Mengapa diperlukan: Diet rendah kalori biasanya akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Kadar yang memang sudah tinggi sebelumnya dapat bertambah tinggi, bila Anda menjalankan diet ini. Kadar asam urat yang tinggi dapat menimbulkan penyakit gout dan batu ginjal.



source: jadilangsing.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Sabtu, 16 Oktober 2010

25 Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Seputar Bayi

http://www.topnews.in/health/files/baby-smile.jpg 1. Apakah manfaat ASI bagi bayi lahir dini ?
ASI sangat dibutuhkan oleh semua bayi, terlebih lagi bayi lahir dini (prematur) . Ketika melewati masa kritis, yaitu minggu pertama kelahirannya , bayi lahir dini sedang berjuang untuk tumbuh. Tak ada yang dapat membantu perjuangannya selain ASI. Sebaiknya, bayi tetap disusui, sekalipun bayi lahir dini umumnya tidak banyak minum. Si kecil sangat membutuhkan ASI, karena ASI menyediakan antibody, kalori, vitamin dan protein sesuai kebutuhan si kecil di masa kritis itu.
2.Normalkah jika ASI merembes waktu mendengar tangisan bayi ?
Normal, Bahkan jika yang menangis itu bukan bayi Anda. Hal ini terjadi karena reaksi oxytocin, hormon yang bertugas mengatur produksi ASI, akan segera diproduksi sesaat Anda teringat pada si kecil. atau mengalami sesuatu yang mengingatkan Anda pada si kecil.

3.Bayi baru sering menangis dan terlihat tidak bahagia, apakah ini pertanda dia
bayi sulit ?
Hal ini normal terjadi, dan belum dapat digolongkan sebagai bayi sulit. Penelitian menunjukkan bahwa tangis si kecil membentuk pola tertentu. Si kecil akan sering menangis setelah memasuki usia 2 - 3 minggu kelahirannya, dan akan mencapai puncaknya pada usia 6 - 8 minggu, untuk kemudian mereda kembali, hingga mencapai titik terendah pada bulan keempat.Selain itu, bayi biasanya menangis untuk sekedar melepas ketegangan.

4.Mengapa bayi sering menggeliat ?
Bayi, terutama yang masih sangat kecil, banyak bergerak. Umumnya gerakan mereka terjadi diluar kendali, dengan hentakan-hentakan yang disebabkan oleh pesatnya perkembangan neurologis di bulan-bulan pertama. Namun, jika menurut Anda gerakannya lebih daripada gerakan biasa - seperti kejang-kejang segera konsultasikan ke dokter. Pada beberapa kasus, gerakan spontan mengindikasikan adanya serangan atau gangguan neurologis.

5.Dapatkah bayi baru lahir mengenali suara ibunya ?
Penelitian menunjukkan bahwa bayi dapat mengenali suara (suara orang tua, misalnya) dan bereaksi pada bulan pertama kelahirannya, namun tak dapat dipastikan dapat memahami emosi dan makna dari intonasi yang menyertai suara tersebut.

6.Adakah faktor yang perlu diperhatikan agar dapat menyusui dengan baik ?
- Segera beri ASI saat si kecil terlihat lapar. Paling tidak, 10 - 12 kali sehari selama minggu pertama. Semakin sering si kecil disusui, semakin meningkat produksi ASI Anda.
- Pastikan si kecil disusui dalam posisi yang tepat, Pipi dan dagunga menempel pada payudara, dan seluruh areola berada dalam mulut bayi. Posisi menyusui yang baik akan mengurangi terjadinya resiko luka di sekitar areola.
- Susui si kecil dengan kedua payudara secara bergantian, setiap kali menyusui.

7.Posisi tidur seperti apakah yang baik untuk bayi baru ?
Penelitian terakhir mengindikasikan bahwa bayi yang baru lahir sebaiknya dibaringkan dengan posisi terlentang. Posisi ini berperan mencegah terjadinya risiko kejadian SIDS ( Sudden Infant Death Syindrome )

8.Bagaimana perawatan yang tepat sebelum tali pusat si kecil puput?
Setiap mengganti popok si kecil, tutupkanlah kapas beralkohol pada tali pusat si kecil. Kemudia bersihkanlah sekelilingnya dengan kapas. Hingga saatnya puput, sebaiknya Anda tidak menutupi daerah tersebut dengan popok. Sebaiknya, lipat popok pada bagian bawah tali pusat, demi melancarkan aliran udara di sekitarnya. Biasanya tali pusat akan puput setelah 1 - 2 minggu.

9.Apakah baik jika Si kecil tidur di tempat tidur yang sama dengan orangtuanya?
Ada sisi negatif dan positif dari aktifitas ini. Sisi positifnya adalah si kecil akan lebih mudah disusui pada malam hari, dan Anda akan merasa aman karena berdekatan dengannya. Sedangkan sisi negatifnya adalah Anda membuka peluang terbentuknya kebiasaan yang sulit untuk dirubah

10. Apakah tandanya kondisi si kecil sedang tidak sehat ?
Jika salah satu atau beberapa tanda di atas terlihat:
· Suhu tubuh yang tinggi, pada bayi yang baru lahir seringkali menandakan bahwa si kecil sedang mengalami demam.
· Muntahan yang berulang menimbulkan resiko dehidrasi pada si kecil.
· Buang air besar lebih dari sekali dalam sehari dengan kuantitas yang lebih banyak dari biasanya, lebih cair, dan mengandung lendir atau darah.
· Daerah sekitar mulut kering, mata dan ubun-ubun cekung menandakan bahwa si kecil kekurangan cairan.
· Tidak memiliki napsu makan.

11.Kapankah bayi baru dapat melihat dengan fokus dan membedakan obyek yang
dilihatnya ?
Paham umum yang berlaku mengatakan bahwa bayi baru dapat melihat dengan jelas beberapa bulan stelah lahir. Namun,dengan cara pengujian tertentu kini telah diketahui bahwa hanya beberapa minggu setelah kelahirannya, si kecil sudah dapat melihat dan membedakan obyek yang dilihatnya. Hanya saja, jarak pandangnya masih sangat terbatas, yaitu 8 - 15 inci dari matanya. Sesungguhnya ini adalh jarak yang terentang antara wajah bayi dengan wajah ibu ketika menyusui.

12.Mungkinkah menyusui dalam posisi tidur pada malam hari menyebabkan infeksi telinga pada bayi baru ?
Menyusui si kecil dengan posisi tidur sama sekali tidak ada hubungannya dengan infeksi telinga si kecil. Sebaliknya, menyusui pada malam hari, apapun posisinya. justru membantu ibu menyiapkan produksi ASI-nya, yang berarti menurunkan resiko infeksi telinga pada si kecil.

13.Apakah jadwal imunisasi bayi prematur berbeda dengan bayi lahir cukup bulan ?
Anak yang lahir prematur memang memiliki banyak kekhususan. Ada yang perkembangannya lebih lambat dibandingkan dengan bayi lahir cukup bulan, dan ada yang justru lebih cepat. Tetapi semua itu sehubungan dengan perkembangannya. Perlu diketahui bahwa jadwal imunisasi tidak diatur berdasarkan perkembangan dan kematangan usia kelahiran, melainkan berdasarkan kebutuhan si kecil yang dihubungkan dengan waktu setelah si kecil lahir.

14.Apakah bayi baru lahir sudah bisa mendengar dengan sempurna ?
Kemampuan mendengar sudah sangat baik dimiliki si kecil (yang lahir tidak dengan kendala kemampuan mendengar) sejak lahir. Namun, reaksi si kecil dalam menanggapi berbagai bunyi- bunyian sangat berbeda dengan kita, orang dewasa. Bayi baru biasanya hanya mengerdip, bergidik, atau menahan napas ketika mendengar bunyi-bunyian. Setelah sedikit besar, biasanya respons si kecil terhadap bunyi akan berkembang. Ia, misalnya, akan mulai menangis ketika mendengar bunyi yang mengejutkan.

15.Apakah yang harus diperhatikan sehubungan dengan mengganti popok bayi ?
Agar si kecil nyaman dan aman, hal yang sebaiknya dilakukan adalah :
- Jangan meninggalkannya tanpa diawasi ketika Anda pergi mengambil kebutuhan untuk mengganti popok.
- Selalu letakkan salah satu tangan Anda pada tubuh bayi selama mengganti popok, demi mencegah dia bergerak.
- Periksalah keadaan popoknya setiap kali si kecil habis disusui.
- Jika anda menggunakan air panas untuk membersihkan si kecil, hindari menggunakan sabun, karena umumnya sabun mengandung alkalis dan bersifat tajam bagi kulit bayi yang halus.
- Saat membersihkan sekitar kelamin si kecil, lakukanlah dengan gerakan dari depan ke belakang, dari arah alat kelamin menuju anus.

16.Perlukah gigi si kecil yang baru tumbuh disikat ?
Gigi si kecil yang baru tumbuh, tidak perlu disikat. Sekalipun demikian, demi menjaga kebersihan dan kesehatan mulutnya, berikanlah air putih setiap si kecil selesai makan atau minum. Penggunaan sikat gigi pada anak, umumnya dilakukan ketika setengah dari jumlah keseluruhan gigi sudah tumbuh. Dan biasanya ini terjadi ketika anak berusia 2 tahun.

17.Berapakali sehari bayi baru lahir perlu dimandikan ?
Pada minggu-minggu awal kehidupan, mandi biasanya menjadi saat yang mencemaskan, baik bagi bayi maupun orangtua. Pada minggu pertamanya bayi baru tidak dimandikan dalam bak melainkan dilap dengan handuk lembut yang dilembabkan. Didaerah tropis seperti negara kita, lakukanlah ini 2 kali sehari, agar kulit si kecil tetap bersih dan tidak lengket oleh keringat.


18.Perlukah si kecil diberi bedak setiap habis mandi ?
Sebaiknya kulit si kecil diberi bedak setiap kali habis mandi. Karena bedak melapisi kulit dan membuatnya tetap segar, tidak lengket dan tidak mudah teriritasi karena gesekan.

19.Bagaimana mengatasi ruam popok ?
Ruam biasanya diakibatkan oleh bakteri yang berkembang biak di sela popok dan kulit si kecil. Hal ini dapat terjadi jika popok si kecil dibiarkan lembab beberapa waktu. Hal yang dapat dilakukan demi memerangi ruam popok, adalah dengan senantiasa memastikan popok dalam keadaan kering. Jika sudah terjadi ruam, maka segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

20.Bagaimana mengajarkan si kecil bersabar ?
Anak belajar berperilaku dengan mencontoh perilaku kita ketika memberi respon kepada mereka. Faktor penentu yang dapat membantu si kecil belajar untuk bersabar mendapatkan perhatian kita adalah dengan membuatnya mengerti bahwa Anda tidak selalu datang ketika dia menangis. Ketika Anda sedang melakukan sesuatu saat dia menangis, bersuaralah, Misalnya dengan mengatakan agar dia menunggu sebentar, Anda akan segera datang setelah selesai melakukan sesuatu. Jika ini senantiasa dilakukan, si kecil lambat laun akan mengerti bahwa kebutuhannya tetap akan terpenuhi sekalipun harus menunggu sebentar.

21.Dapatkah jus buah diberikan pada bayi ?
Saat masih mendapat ASI ekslusif, bayi belum membutuhkan makanan tambahan lain, kecuali jika dokter menyarankannya. Ini berarti bayi sebaiknya tidak mendapatkan apa pun, baik air putih, sereal ataupun jus. Seluruh kebutuhan gizi si kecil pada usia ini didapatnya dari ASI. Sesaat setelah mendapatkan makanan padat, biasanya setelah berusia 4 bulan, si kecil dapat segera diberikan jus. Hanya saja, jangan memberinya lebih dari setengah gelas sehari, dan pastikan si kecil mendapatkan jus setelah makan makanan padat dan minum ASI.

22.Apakah memar pada bayi menandakan ia kekurangan vitamin ?
Kekurangan vitamin biasanya tidak menyebabkan memar pada kulit. Memar-memar pada bayi yang aktif, umumnya dianggap wajar. Tetapi jika si kecil lebih sering mengalami memar-memar dibandingkan dengan anak lain, segera berkonsultasilah ke dokter.

23. Mengapa bayi seringkali menolak minum ketika sakit ?
Biasanya bayi menolak minum ketika sakit karena radang di tenggorokannya. Jika hal ini terjadi, cobalah memberi minum dengan cara menyendokkan cairan sedikit demi sedikit. Jangan biarkan si kecil yang sedang sakit tidak menyentuh cairan sama sekali, karena dapat mengakibatkan ia mengalami dehidrasi ( Kekurangan cairan dalam tubuh - Red ).

24.Mungkinkah demam tinggi yang diderita pada masa bayi mengakibatkan kerusakan
otak ?
Sekalipun pada dasarnya membuat anak merasa tidak nyaman, demam yang disebabkan infeksi ringan, tidak akan menyebabkan kerusakan otak. Yang perlu diingat adalah, infeksi biasa tidak akan menaikkan suhu tubuh lebih dari 41° C.

25.Mengapa kulit di daerah sudut mata bayi seringkali kering dan mengelupas?
Ada banyak hal yang menyebabkan kulit didaerah sudut mata bayi sering kali kering dan mengelupas. Tetapi sebab yang umum adalah karena infeksi bakteri atau tersumbatnya kelenjar air mata. Cobalah membersihkan sudut mata tersebut dengan kapas yang telah dicelupkan dalam air panas.. Namun, kalau keluhannya tidak berkurang, segera bawa si kecil ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Semoga bermanfaat. 
 
 
source: berbagai sumber
blog editor: dr. wahyu triasmara

Kamis, 14 Oktober 2010

Empat Aspek Pokok Kesehatan Manusia

http://www.smanci.sch.id/images/sehat-10-02-09.pngPernahkah anda merasa makan terasa enak, melakukan segala kegiatan terasa bergairah dan menyenangkan? Jika pernah, maka pada saat itu anda dalam kondisi sehat. Betapa nikmatnya jika kita dalam kondisi sehat, bukan? Sebaliknya, pernahkah anda merasakan seluruh tubuh lemah, pegal-pegal, letih, dan demam sehingga kita tidak dapat melakukan segala kegiatan dengan baik.

Pengertian Sehat

Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Bahkan benda mati pun seperti kendaraan bermotor atau mesin, jika dapat berfungsi secara normal, maka seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa kendaraannya dalam kondisi sehat. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. Bahkan seorang dokterpun akan menyatakan pasiennya sehat manakala menurut hasil pemeriksaan yang dilakukannya mendapatkan seluruh tubuh pasien berfungsi secara normal. Namun demikian, pengertian sehat yang sebenarnya tidaklah demikian.

Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Pengertian sehat tersebut sejalan dengan pengertian sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial.

Batasan kesehatan tersebut di atas sekarang telah diperbaharui, bila batasan kesehatan yang terdahulu itu hanya mencakup tiga dimensi atau aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, maka dalam Undang-Undang N0. 23 Tahun 1992, kesehatan mencakup 4 aspek, yakni: fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan ekonomi. Batasan kesehatan tersebut diilhami oleh batasan kesehatan menurut WHO yang paling baru.

Pengertian kesehatan saat ini memang lebih luas dan dinamis, dibandingkan dengan batasan sebelumnya. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan sesuatu secara ekonomi.

Bagi yang belum memasuki dunia kerja, anak dan remaja, atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut, berlaku arti produktif secara sosial. Misalnya produktif secara sosial-ekonomi bagi siswa sekolah atau mahasiswa adalah mencapai prestasi yang baik, sedang produktif secara sosial-ekonomi bagi usia lanjut atau para pensiunan adalah mempunyai kegiatan sosial dan keagamaan yang bermanfat, bukan saja bagi dirinya, tetapi juga bagi orang lain atau masyarakat.

Keempat dimensi kesehatan tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan seseorang, kelompok atau masyarakat. Itulah sebabnya, maka kesehatan bersifat menyeluruh mengandung keempat aspek. Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut:

1. Kesehatan Fisik

Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

2. Kesehatan Mental

Kesehatan mental atau kesehatan jiwa mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran. Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.

Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.

3. Kesehatan Sosial

Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.

4. Kesehatan Ekonomi

Sehat jika ditinjau dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku.

Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.


source: smallcrab.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Selasa, 12 Oktober 2010

Apakah Jumlah Denyut Jantung Anda Normal ?

imgJakarta, Jantung adalah organ vital dan merupakan pertahanan terakhir untuk hidup selain otak. Denyut yang ada di jantung ini tidak bisa dikendalikan oleh manusia. Berapa sebenarnya jumlah rata-rata denyut jantung yang normal?

Denyut jantung biasanya mengacu pada jumlah waktu yang dibutuhkan oleh detak jantung per satuan waktu, secara umum direpresentasikan sebagai bpm (beats per minute).
Denyut jantung yang optimal untuk setiap individu berbeda-beda tergantung pada kapan waktu mengukur detak jantung tersebut (saat istirahat atau setelah berolahraga). Variasi dalam detak jantung sesuai dengan jumlah oksigen yang diperlukan oleh tubuh saat itu.

Detak jantung atau juga dikenal dengan denyut nadi adalah tanda penting dalam bidang medis yang bermanfaat untuk mengevaluasi dengan cepat kesehatan atau mengetahui kebugaran seseorang secara umum.

"Pada orang dewasa yang sehat, saat sedang istirahat maka denyut jantung yang normal adalah sekitar 60-100 denyut per menit (bpm). Jika didapatkan denyut jantung yang lebih rendah saat sedang istirahat, pada umumnya menunjukkan fungsi jantung yang lebih efisien dan lebih baik kebugaran kardiovaskularnya," ujar Edward R. Laskowski, M.D, seorang physical medicine and rehabilitation specialist, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (29/3/2010)

Laskowski menambahkan ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi jumlah denyut jantung seseorang, yaitu aktivitas fisik atau tingkat kebugaran seseorang, suhu udara disekitar, posisi tubuh (berbaring atau berdiri), tingkat emosi, ukuran tubuh serta obat yang sedang dikonsumsi.

Setiap orang bisa mengukur denyut jantungnya sendiri tanpa perlu menggunakan stetoskop. Untuk mengukur denyut jantung di rumah bisa dengan cara memeriksa denyut nadi. Tempatkan jari telunjuk dan jari tengah pada pergelangan tangan atau tiga jari pada sisi leher. Saat merasakan denyut nadi, lihatlah jam untuk mneghitung jumlah denyut selama 15 detik. Hasil yang didapatkan di kalikan empat, maka didapatkan jumlah denyut jantung Anda per menit.

"Meskipun jumlah denyut bervariasi, tapi denyut yang terlalu tinggi atau rendah dapat menunjukkan adanya masalah yang mendasar. Konsultasikan ke dokter jika denyut Anda secara konsisten di atas 100 bpm (tachycardia) atau di bawah 60 bpm (Bradycardia), terutama jika disertai gejala lain seperti pusing, sesak napas atau sering pingsan," ungkapnya.

Denyut jantung seseorang juga dipengaruhi oleh usia dan aktivitasnya. Olahraga atau aktivitas fisik dapat meningkatkan jumlah denyut jantung, namun jika jumlahnya terlalu berlebihan atau di luar batas sehat dapat menimbulkan bahaya.

Untuk mendapatkan nilai denyut jantung maksimal dilakukan dengan cara mengurangi angka 220 dengan usia. Misal usianya 40 tahun, maka jumlah maksimalnya adalah 180 bpm.

Dengan melakukan tes sederhana tersebut, seseorang bisa mengetahui apakah denyut jantunya normal atau tidak. Hal ini juga berguna sebagai diagnosis awal ada atau tidaknya gangguan kardiovaskuler.


source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Senin, 11 Oktober 2010

Perawatan Penyakit Pada Pasien Yang Tidak Mempunyai Harapan Sembuh

imgJakarta, Orang-orang yang mengalami cobaan penyakit yang tidak bisa disembuhkan sungguh berat menjalani hidupnya. Tapi dengan pengobatan paliatif, pasien akan tetap memiliki kualitas hidup yang baik meski penyakitnya tak bisa disembuhkan.

Perawatan paliatif artinya meringankan penderitaan si pasien yang sudah sakit parah dan tidak dapat disembuhkan seperti misalnya kanker, pasien penyakit motor neuron, penyakit degeneratif saraf dan pasien HIV/AIDS. Tujuannya agar penderita dapat menjalani hari-hari sakitnya dengan tidak putus asa.

"Pasien dengan penyakit yang tidak bisa disembuhkan kebanyakan berpikir sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Untuk itulah perawatan paliatif dibutuhkan," ujar Prof Dr dr Akmal Taher, SpU(K) dalam acara seminar dan konferensi press Memperingati Hari Hospis dan Perawatan Paliatif Sedunia di Gedung A RSCM, Jakarta, Kamis (7/10/2010).

Perawatan paliatif merupakan metode yang ampuh dalam membantu pasien lepas dari penderitaannya, baik nyeri berkepanjangan ataupun keluhan lain. Kondisi ini akan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dan juga keluarganya.

Pada awalnya perawatan paliatif ini hanya ditujukan untuk pasien kanker (kecuali di Afrika Selatan awalnya untuk pasien HIV/AIDS). Tapi kini perawatan paliatif juga bisa digunakan untuk penyakit lain seperti paru obstruktif kronis (COPD), stroke, parkinson, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit genetika dan juga infeksi seperti HIV/AIDS.

Seperti apa perawatan paliatif itu?

Intinya perawatan ini lebih berupa dukungan dan motivasi ke pasien. Kemudian setiap keluhan yang timbul ditangani dengan pemberian obat untuk mengurangi rasa sakit.

Perawatan paliatif ini bisa mengeksplorasi individu pasien dan keluarganya bagaimana memberikan perhatian khusus terhadap penderita, penanggulangannya serta kesiapan untuk menghadapi kematian.

Perawatan paliatif dititikberatkan pada pengendalian gejala dan keluhan, serta bukan terhadap penyakit utamanya karena penyakit utamanya tidak dapat disembuhkan. Dengan begitu pasien terbebas dari penderitaan akibat keluhan dan bisa menjalani akhir hidupnya dengan nyaman.

"Perawatan paliatif dilakukan dengan kerja sama antara dokter, perawat, terapis, sosial-media, psikolog, rohaniawan, relawan dan profesi lain yang diperlukan. Hal ini bertujuan untuk agar pasien bebas dari penderitaan, sehingga kehidupannya tetap berkualitas dan berakhir dengan tenang," ujar Prof dr R Sunaryadi Tejawinata, SpTHT(K), FAAO, PGD, PAllMed.

Lebih lanjut Prof Sunaryadi menuturkan dari tahun 1992-2010 pelayanan perawatan paliatif baru ada di 6 ibukota besar yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Selatan.

Perawatan paliatif kebanyakan terdapat di rumah sakit pemerintah seperti RS Hasan Sadikin Bandung, RSCM, RSK Dharmais, RSU Dr Soetomo Surabaya, RS Sanglah Bali, RS Dr Wahidin Sudirohusodo Makasar dan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Sementara Prof Dr I W Suardana, SpTHT(K) menuturkan berbagai keluhan biasanya dirasakan oleh pasien perawatan paliatif ini.

Keluhan yang muncul seperti nyeri, gangguan saluran cerna (mual, muntah, diare, konstipasi), gangguan kulit (gatal, kering atau akibat berbaring terlalu lama), kelemahan umum, gangguan respirasi, kelemahan anggota gerak, gangguan saluran kemih dan juga merasa bingung.

Nah, dengan perawatan paliatif pasien diajak untuk lebih bisa menerima keadaannya sehingga masih bisa menjalani hidupnya meskipun umurnya tak lama lagi. Karena kebanyakan kualitas hidup pasien dengan penyakit tak bisa disembuhkan akan terus memburuk atau menurun jika harapan pasien tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

"Jadi tugas dari tim paliatif adalah memodifikasi ekspektasi dari pasien, sehingga jarak antara harapan dan kenyataannya menjadi lebih dekat. Bisa dengan cara membangkitkan spirit untuk hidup, orientasi masa depan, keimanan bahkan tentang seksualitasnya," ungkap Dr Siti Annisa Nuhonni, SpKFR(K).

Dr Nuhonni menuturkan harapan selalu ada, tapi sebaiknya tidak memberikan harapan yang palsu karena harapan juga harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Untuk itu keluarga merupakan kunci makna hidup dalam perawatan paliatif.

Tempat untuk melakukan perawatan paliatif beragam, seperti:
  1. Rumah sakit, untuk pasien yang harus mendapatkan perawatan dengan pengawasan ketat, tindakan khusus atau meemrlukan peralatan khusus.
  2. Puskesmas, untuk pasien yang melakukan rawat jalan.
  3. Rumah singgah atau panti (hospis), untuk pasien yang tidak memerlukan pengawasan ketat, tindakan atau peralatan khusus, tetapi belum dapat dirawat di rumah karena masih memerlukan pengawasan tenaga kesehatan.
  4. Rumah Pasien, untuk pasien yang tidak memerlukan pengawasan ketat, tindakan atau peralatan khusus, serta keterampilan perawatan bisa dilakukan oleh anggota keluarga.
Selain mengurangi gejala-gejala yang muncul, perawatan paliatif juga memberikan dukungan dalam hal spiritual dan psikososial. Perawatan ini bisa dimulai saat diagnosis diumumkan sampai akhir hayat dari si pasien.

"Meski pasien telah meninggal dunia, perawatan paliatif tidak berhenti sampai di situ. Karena relawan paliatif juga akan memberikan dukungan moral kepada keluarga yang berduka," ujar Prof Sunaryadi.


source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Rabu, 29 September 2010

Pencegahan dan Penanganan Kaki Yang Mengalami Kram Otot

http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/22/1500298p.jpgKram kaki adalah nyeri akibat spasme otot di kaki yang timbul karena otot berkontraksi terlalu keras. Daerah yang paling sering kram adalah otot betis di bawah dan belakang lutut. Nyeri kram dapat berlangsung beberapa detik hingga menit dengan keparahan bervariasi. 

Kram kaki biasanya terjadi saat kita beristirahat, bahkan mungkin sedang tidur. Orang tua lebih sering terkena kram daripada orang muda. Pada beberapa orang tua, kram bahkan bisa terjadi setiap hari.

Penyebab

Pada umumnya penyebab kram tidak diketahui (idiopatik). Sementara ahli berpendapat bahwa kram terjadi ketika otot yang sudah dalam posisi mengkerut dirangsang untuk kontraksi. Hal ini terjadi saat kita tidur dengan posisi dengkul setengah ditekuk, dan telapak kaki sedikit mengarah ke bawah. Pada posisi ini otot betis agak tertekuk dan mudah terkena kram. Itulah mengapa gerakan pelenturan sebelum tidur dapat mencegahnya.
Pada beberapa kasus, kram mungkin terjadi karena masalah atau kondisi lainnya, misalnya:
  • Beberapa jenis obat dapat memberikan efek samping berupa kram. Golongan obat ini antara lain: diuretik, nifedipine, cimetidine, salbutamol, statins, terbutaline, lithium, clofibrate, penicillamine, phenothiazines, dan nicotinic acid.
  • Dehidrasi
  • Ketidakseimbangan zat garam dalam darah (misalnya, kadar kalsium atau potasium terlalu rendah)
  • Kehamilan, terutama pada trimester akhir
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif
  • Penyempitan arteri kaki yang menghambat sirkulasi
  • Gangguan saraf
  • Sirosis hati
Pada kondisi di atas, kram hanyalah satu dari beberapa gejala lainnya. Bila tidak ada gejala lain, kemungkinan besar kram bersifat idiopatik dan bukan karena kondisi di atas.

Penanganan

Gerakan pelemasan (stretching) dan pemijatan biasanya dapat meredakan serangan kram. Obat pengurang sakit biasanya tidak bermanfaat karena tidak cukup cepat bekerja. Namun, pengurang sakit seperti paracetamol mungkin bermanfaat meringankan nyeri dan lemas otot yang kadang masih berlangsung hingga 24 jam setelah hilangnya kram.

Pencegahan

  • Beritahu dokter bila kram kemungkinan disebabkan oleh konsumsi salah satu obat di atas. Dokter dapat memberikan obat alternatif.
  • Minum setidaknya enam gelas penuh setiap hari, termasuk satu gelas sebelum tidur. Juga perbanyak minum sebelum, selama dan setelah berolah raga.
  • Konsumsi makanan yang kaya kalsium, potasium dan magnesium. Makan satu atau dua buah pisang sehari sudah cukup memenuhi kebutuhan potasium Anda.
  • Bila Anda sering mengalami kram saat tidur, lakukan gerakan pelemasan pada otot-otot betis sebelum tidur. Caranya adalah dengan berdiri sekitar 60-90 cm dari dinding, lalu condongkan badan ke arah dinding dengan telapak kaki tetap di tempat. Lakukanlah beberapa kali. Anda mungkin perlu beberapa hari melakukannya sampai efeknya terasa.
  • Tidurlah dengan posisi yang mencegah otot betis Anda tertekan tanpa disadari:
    • Gunakan bantal untuk menyangga telapak kaki saat Anda tidur telentang.
    • Bila Anda tidur tengkurap, posisikan telapak kaki menggantung di ujung kasur.
    • Usahakan selimut tetap longgar di bagian kaki agar jari-jari dan kaki telapak tidak menghadap ke bawah saat tidur.


    Source: majalahkesehatan.com
    blog editor: dr. wahyu triasmara

Rabu, 15 September 2010

Kenapa Telapak Tangan dan Kaki Kita Menjadi Keriput (Berkerut) Saat Lama Terendam Air ?

http://stat.kompasiana.com/files/2010/03/telapak-tangan.jpgKulit manusia terdiri atas tiga lapisan utama. Lapisan terdalam merupakan lapisan lemak, lapisan tengah adalah lapisan dermis dan lapisan terluar yang bisa kita lihat dan kita raba adalah lapisan epidermis.

Epidermis adalah lapisan paling luar kulit yang terbentu dari zat keratin yang keras namun tipis. Dalam bahasa sehari-hari lapisan paling luar kulit kita ini disebut juga kulit ari.

Selama hidup, zat keratin terus tumbuh dan kira-kira 28 hari sekali kulit ari ini akan mati, terkelupas dan digantikan oleh kulit baru. Tetapi lepasnya kulit ari ini bukan hanya disebabkan dorongan kulit baru yang tumbuh saja, namun juga bisa disebabkan karena gerakan tubuh, gesekan pada kulit, saat mandi atau saat kita membersihkan diri.

Kulit ari tersebar di seluruh tubuh kita. Namun, khusus pada telapak tangan dan kaki jumlahnya lebih banyak sehingga ketebalan kulit ari pada dua bagian tubuh ini paling besar.

Sementara itu khusus pada lapisan epidermis telapak tangan dan kaki ini pula diproduksi sebum yaitu semacam cairan berminyak yang sedikit lengket. Makanya, kalau kamu tempelkan jari tangan atau kakimu pada kaca akan tampak bekas sidik jarimu di sana.

Fungsi pertama dari sebum ini adalah untuk melindungi kulit saat bergesekan, sebab telapak tangan dan kaki merupakan dua bagian tubuh yang sangat aktif bersentuhan dan bergesekan dengan benda-benda bukan? Fungsi kedua sebum adalah mencegah terserapnya air ke dalam tubuh karena kulit ari bersifat cepat menyerap air.

Namun, kalau kita mandi atau berendam terlalu lama, air akan mengikis sebagian besar sebum dari lapisan epidermis. Akibatnya, kulit ari yang banyak terdapat pada telapak tangan dan kaki pun menyerap air dalam jumlah besar. Dan laksana spons, kulit ari yang menyerap air ini pun mengembang ukurannya.

Hanya saja, karena lapisan epidermis kulit kita terikat sangat kencang pada lapisan dermis di bawahnya, kulit ari yang sudah menyerap air ini tidak bisa mengembang menjadi lebih besar dan gendut.

Yang bisa terjadi adalah kulit menjadi naik sedikit permukaannya dari batas epidermis kita. Karena pada jari-jari tangan terdapat lajur-lajur sidik jari, maka kulit yang permukaannya naik karena terisi air ini pun nampak berkerut-kerut seperti keriput.

Berapa lama kulit ini akan mengeriput? Tidak lama kok, segera ketika tubuh mengering dan menjadi hangat, air akan menguap dari lapisan epidermis kita sehingga kulit pun kembali pada posisi normalnya yang rata dan halus. Di dalam sana, tanpa kita lihat epidermis pun kembali memproduksi sebum-sebum baru untuk melindungi tangan dan kaki saat bertugas, entah menulis, berjalan, menggenggam, menarik dan banyaaak lagi.


Source: http://ippind.wordpress.com
Blog editor: dr. Wahyu Triasmara

Jumat, 27 Agustus 2010

Mempersiapkan Diri Menjelang Datangnya Menopause

http://static.open.salon.com/files/menopause1240948143.jpgMenopause merupakan berhentinya siklus menstruasi secara pemanen dan merupakan suatu titik balik dan bukan penyakit. Akan tetapi, kondisi ini bisa memengaruhi kesejahteraan hidup perempuan.

Penyebab

Usia merupakan pemicu utama menopause. Kondisi ini merupakan sisi lain dari pubertas, akhir dari usia subur, yang disebabkan oleh melambatnya fungsi ovarium. Selain itu, menopause juga disebabkan operasi tertentu dan pengobatan medis. 

Penanganan medis ini termasuk pengangkatan ovarium, kemoterapi, dan terapi radiasi panggul. Pengangkatan rahim tanpa mengangkat ovarium kemungkinan tidak akan memicu menopause.

Kapan menopause mulai? Berdasarkan data dari National Institute on Aging, seperti dikutip situs webmd.com, rata-rata perempuan mengalami menopause secara alami di usia 51. Tapi menopause bisa mulai lebih awal. Beberapa perempuan mulai mengalami menopause di usia 40 dan sangat sedikit perempuan yang menopause di akhir usia 60-an.

Perempuan yang merokok cenderung mengalami menopause beberapa tahun lebih awal dibandingkan mereka yang tidak merokok. Belum ada cara pasti memperhitungkan usia menopause. Hanya perempuan yang tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, tanpa penyebab yang jelas, yang bisa dikatakan sudah menopause.

Sebelum menopause (perimenopause). Menopause alami terjadi secara bertahap. Ovarium tidak berhenti dengan tiba-tiba, tetapi melambat secara perlahan. Masa perubahan ke menopause dikenal dengan perimenopause. Selama masa perimenopause, Anda masih memiliki kemungkinan hamil. Meskipun menstruasi tidak bisa diprediksi, ovarium masih berfungsi dan Anda masih bisa ovulasi.

Gejala menopause. Begitu menopause mendekat, periode menstruasi akan berubah. Tapi perubahan tersebut bisa bervariasi pada setiap perempuan. Ada yang semakin pendek atau lama, semakin banyak atau berkurang, dengan waktu yang lebih lama atau lebih singkat di antara periode. Perubahan seperti ini normal. Tapi jika Anda mengalami perdarahan berat atau jarak periode terlalu dekat, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. Berikut gejala lain menopause:

Hot flashes (kilas panas). Gejala ini umum dialami perempuan menopause. Hot flashes merupakan perasaan panas yang muncul sebentar dan membuat wajah serta leher memerah. Selain itu, bisa juga menyebakan munculnya bintik merah di dada, punggung dan lengan. Kondisi ini kemungkinan diikuti oleh keringat dan perasaan dingin.

Intensitas kilas panas berbeda-beda dan umumnya bertahan antara 30 detik hingga 10 menit. Anda bisa mengatasi masalah ini dengan mengenakan pakaian tipis, menggunakan kipas angin, olahraga teratur, menghindari makanan pedas dan panas, serta mengontrol stres.

Gangguan tidur. Kilas panas yang terjadi di malam hari bisa mengganggu tidur dan menyebabkan munculnya keringat. Cobalah trik berikut:
  • Gunakan kipas angin di kamar Anda
  • Hindari selimut tebal
  • Kenakan pakaian dari katun ringan atau material tipis lainnya di malam hari.
  • Sediakan kain basah di dekat Anda. Dengan begitu, Anda bisa langsung mendinginkan diri begitu kilas panas muncul.
Gangguan seks. Menurunnya produksi estrogen bisa memicu keringnya vagina. Hal ini akan membuat hubungan intim terasa sakit. Cobalah menggunakan pelumas (lubricant) larut dalam air. Selain itu, menopause juga bisa mengubah libido. Jika gangguan seks ini muncul, cobalah berkonsultasi dengan dokter.

Kontrol gejala kronis. Jika gejala-gejala menopause Anda mengganggu aktivitas, berkonsultasilah dengan dokter. Dokter bisa membantu Anda mempertimbangkan perlu tidaknya terapi hormon dan obat yang diresepkan lainnya, seperti pil KB dosis rendah pada masa perimenopause, antidepressant, obat tekanan darah, krim vagina serta terapi lainnya. Selain itu, dokter juga bisa menganjurkan penyesuaian gaya hidup, seperti diet, olahraga, tidur dan mengontrol stres.

Terapi hormon pengganti. Terapi ini bisa meredakan gejala-gejala menopause. Dokter bisa membantu memilih beragam produk yang tersedia. Badan pengawas obat dan makanan Amerika (FDA) menganjurkan penggunaan produk dosis rendah dan dalam waktu sesingkat mungkin. Hal ini karena studi telah menemukan bahwa penggunaan  terapi pengganti hormon jangka panjang bisa meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, pengentalan darah dan kanker payudara. (MI/ICH)


Blog editor: dr. Wahyu Triasmara

Selasa, 24 Agustus 2010

Informasi Obat: Efektivitas Waktu dan Cara Memberikan Obat Saat Bulan Puasa

http://koran.republika.co.id/images/news/2008/12/20081211135744.jpgSebagian besar umat muslim memilih tetap menjalankan puasa meskipun sedang sakit. Pola makan yang berubah membuat jadwal minum obat penderita penyakit menahun seperti hipertensi dan diabetes ikut berubah. Bagimana pola minum obat yang benar ketika sedang berpuasa?

Keputusan mengubah jadwal minum obat memang dikhawatirkan membahayakan keadaan orang sakit. Jadi perlu sikap yang baik untuk membuat jadwal minum obat sesuai dengan kondisi saat puasa.

Sebuah penelitian dilakukan pada 81 orang pasien di Maroko. Sebanyak 58% mengubah pola makan obat ketika bulan Ramadan yaitu 35 orang menghentikan pengobatan, 8 orang mengganti jadwal minum obat, dan 4 orang meminum obat yang dijadwalkan beberapa kali minum dalam sehari menjadi hanya satu kali minum.

Penelitian yang melibatkan jumlah pasien yang lebih banyak (325 orang) dilakukan di Kuwait. Sebanyak 64% diantara mereka mengubah pola minum obat mereka, dan 18% diantaranya meminum obat yang seharusnya untuk sehari dalam satu kali minum. Laporan medis di negara tersebut menyebutkan bahwa pada awal bulan Ramadan banyak pasien yang masuk ke unit gawat darurat maupun ke ICU karena tidak mau minum obat saat Ramadan, atau mengubah jadwal minumnya dengan cara yang salah.

Fenomena yang hampir sama dialami di Indonesia. Pada setiap pertengahan bulan puasa dan awal lebaran banyak pasien yang dirawat di rumah sakit. Hal ini salah satunya karena ketidakdisiplinan para pasien penyakit menahun dalam mengkonsumsi obat.

Seringkali pasien mengubah pola konsumsi obatnya tanpa berkonsultasi dengan dokter. Disamping itu, banyak pula diantara para dokter tidak memperhatikan pola pemberian obat saat puasa. Misalnya adalah pemberian obat antibiotik 3 kali sehari saat puasa. Hal ini tidak mungkin dilakukan oleh dokter jika pasien tetap menginginkan untuk tetap menjalankan kewajiban puasa. Seorang dokter harus dapat memilih pola konsumsi obat yang paling sesuai untuk para pasiennya.

"Untuk mencapai tujuan pengobatan, pemberian obat harus selalu memperhatikan beberapa aspek penting pengobatan, yaitu aspek jalur pemberian, jadwal pemberian, dan interaksi obat dengan makanan. Aspek-aspek ini menjadi sangat penting di bulan Ramadan karena perubahan pola hidup kita di bulan suci tersebut," kata dr Nur Azid Mahardinata dari Pusat Kajian Bioetika dan Humaniora Kedokteran FK-UGM, Rabu (19/8/2009) seperti dikutip dari tulisannya.

Jalur Pemberian
Menurut keputusan bersama para ahli agama dan kesehatan, jalur pemberian obat yang tidak membatalkan puasa adalah obat tetes untuk mata, telinga, hidung; obat semprot hidung dan inhaler; semua macam obat yang diserap melalui kulit (salep, krim, dll); penyuntikan melalui kulit, otot, sendi, atau vena (kecuali infus); oksigen dan gas-gas anestesia (obat bius); obat penyakit jantung angina (tablet nitrogliserin yang diletakkan di bawah lidah); penyegar mulut (spray ataupun cairan yang tidak ditelan); pemasangan sipral pencegah kehamilan, pembersih vagina, obat supositoria (ke dalam vagina atau anus); dan pembedahan dengan anestesi umum jika pasien memutuskan untuk berpuasa.

Perhatian yang utama diberikan kepada pemberian cairan infus. Cairan infus banyak sekali macamnya dan diberikan juga dengan tujuan yang berbeda-beda. Pemberian cairan dan obat dengan cara ini tidak diperbolehkan karena dianggap membatalkan puasa, sehingga pasien-pasien yang mendapatkan jalur pengobatan ini harus membatalkan puasanya dan menggantinya dihari lain di luar bulan Ramadan.

Jadwal Pemberian
Jadwal pemberian obat sangat tergantung kepada jenis obat yang diberikan. Obat-obatan yang dijual dipasaran, misalnya obat sakit flu atau batuk, biasanya memiliki komposisi untuk diminum 3 kali sehari. Obat antibiotik misalnya amoksisilin juga diberikan 3 kali sehari. Pada saat puasa, jadwal pengobatan ini harus diperhatikan karena alih-alih mendapatkan manfaat dari pengobatan, bisa jadi kita mengalami efek samping dari obat-obatan tersebut.

Manjur tidaknya sebuah obat dan muncul tidaknya efek samping sebuah obat sangat dipengaruhi oleh proses fisiologis dan biokimiawi tubuh. Pada keadaan puasa, proses-proses tersebut berubah terutama karena adanya perubahan pola makan dan aktifitas. Dokter harus dapat memberikan pilihan obat yang paling tepat bagi pasien mereka jika mereka tetap menginginkan untuk menjalankan ibadah puasa.

Bagi pasien yang memiliki jadwal minum obat satu kali sehari tidak akan memiliki masalah yang berarti. Mereka dapat mengkonsumsi obat tersebut saat sahur atau berbuka. Akan tetapi, harus diingat bahwa beberapa macam obat dapat terganggu efektifitasnya jika diberikan pada waktu-waktu tertentu. Hal ini terutama terkait dengan interaksinya dengan makanan. Seorang dokter harus yakin bahwa perubahan jadwal minum obat (saat sahur atau buka) tidak akan mengurangi kemanjuran obat.

Sebuah penelitian terhadap obat theofilin (biasa digunakan untuk pasien asma) membuktikan bahwa terdapat penurunan jumlah obat yang terserap secara signifikan antara pemberian obat tersebut pada jam 8 malam (kurang lebih 2 jam setelah buka) dibandingkan dengan pemberian pada jam 4 (segera setelah sahur). Perbedaan ini dijelaskan dengan adanya perubahan asam lambung dan ritme serta kualitas makanan selama Ramadan.

Obat lain yang terpengaruh secara signifikan saat bulan suci adalah obat anti kejang (asam valproat). Absorbsi obat ini terhambat jika diberikan pada jam 8 malam (setelah buka), sedangkan pemberian segera setelah sahur menunjukkan adanya penurunan eliminasi (pembuangan) kadar obat dalam darah secara bermakna dibandingkan dengan pemberian dalam waktu yang sama di bulan lain di luar Ramadan. Cimetidin obat yang sering digunakan pada gangguan lambung, paling baik digunakan pada malam hari (sebelum tidur) karena selain mengurangi sekresi asam lambung pemberian pada malam hari juga bisa membantu penyembuhan dan mengurangi kemungkinan terjadinya ulkus (luka) lambung.

Pada penelitian terhadap pasien-pasien hipertensi (tekanan darah tinggi) tidak terdapat perbedaan yang berarti pada bulan Ramadan dan bulan-bulan di luar bulan suci. Pasien hipertensi yang menggunakan pengobatan tunggal tidak perlu khawatir dengan adanya perubahan jam minum obat, baik setelah buka atau setelah sahur, karena tidak ada perbedaan yang berarti antara 2 waktu tersebut. Hanya sebagai catatan, propanolol,--obat untuk tekanan darah tinggi,-- lebih baik diserap oleh tubuh jika diminum pada pagi hari dibandingkan jika diminum pada malam hari.

Bagi pasien yang memiliki jadwal minum obat 2 kali sehari atau lebih menghadapi kendala yang lebih sulit karena distribusi obat dalam darah secara optimal tidak akan bisa tercapai dengan baik. Pasien dengan dosis 2 kali minum dapat meminum obatnya pada saat buka dan sahur. Tetapi karena perbedaan jangka waktu antara sahur-buka dan buka-sahur, dosis optimal obat dalam darah tidak akan tercapai. Terlebih lagi pada pasien dengan dosis 3 kali minum obat, kadar optimal obat dalam darah tidak akan tercapai dengan baik.

Keadaan ini harus sangat diperhatikan terutama pada pemberian obat dengan dosis pengobatan yang sempit karena adanya resiko tinggi untuk terjadinya keracunan atau munculnya efek samping obat. Dalam keadaan ini, dokter diharapkan dapat memberikan pilihan pengobatan yang sesuai, yaitu dengan mengubah pilihan obat menjadi dosis 1 kali minum atau memilih jenis/kelas obat lain yang sesuai dengan efek eliminasi yang lebih panjang. Jika tidak memungkinkan, maka pilihan untuk membatalkan puasa mungkin adalah resep yang paling baik bagi pasien tersebut.

Sebagai contoh adalah penggunaan obat anti inflamasi non-steroid yang biasa digunakan sebagai obat pada penyakit sendi (artritis), seperti misalnya ibuprofen. Untuk mencapai dosis optimalnya, obat-obat ini harus diminum 3-4 kali dalam sehari, sehingga perlu diganti dengan obat yang memiliki waktu pembuangan dari darah yang lebih lama, seperti misalnya piroksikam yang cukup diminum 1 kali dalam sehari. Selalu tanyakan kepada dokter Anda tentang pilihan obat yang bisa Anda dapatkan.

Sebagai catatan penting adalah untuk obat-obat bebas dipasaran, misalnya obat flu, beberapa macam obat antibiotik, dan lain-lain. Biasanya obat-obatan ini dijadwalkan untuk pemberian 3 kali sehari. Jika kemudian seseorang meminumnya sekaligus dalam sekali minum atau merubah jam pemberian menjadi malam hari (antara waktu buka hingga sahur) dikhawatirkan akan timbulnya efek samping obat. Alangkah lebih baik jika kita mengalami sakit ketika berpuasa, kita mengkonsultasikan diri kita kepada dokter sehingga mendapatkan keputusan yang paling tepat.

Interaksi dengan makanan
Secara umum, pengaruh makanan terhadap obat adalah mengurangi, memperlambat, atau meningkatkan ketersediaan obat secara sistemik. Besarnya pengaruh tersebut tergantung pada bentuk obat secara fisik atau kimia; formulasi obat (kombinasi antara zat aktif obat dengan zat-zat lainnya dalam obat); jenis makanan; dan waktu antara makan dan minum obat. Pada bulan Ramadhan, 2 faktor terakhir dapat berefek positif pada pengobatan karena ritme dan komposisi/kualitas makanan menjadi lebih teratur.

Minuman seperti teh, kopi, dan jeruk dapat meningkatkan asam lambung yang dapat meningkatkan penyerapan obat yang memiliki sifat asam lemah seperti salisilat, dipiridamol, sulfamida, dan beberapa jenis antibiotik dan hipnotik. Sedangkan obat-obatan seperti petidin, amitriptilin, dan antihistamin (obat anti alergi) akan menjadi terhambat. Konsentrasi karbohidrat dan lemak yang tinggi dalam makanan juga dapat mempengaruhi bioavailability (ketersediaan hayati) obat dalam tubuh, tetapi hal ini tergantung pada formulasi obat yang digunakan.

Sebagai contoh adalah pengobatan dengan asam bebas fenitoin dalam bentuk serbuk Hidantol yang dengan adanya kandungan lemak yang tinggi dalam makanan dapat meningkatkan ketersediaan hayati obat tersebut dalam tubuh. Tetapi, efek sebaliknya akan muncul jika fenitoin sodium lepas lambat (Phenytek) diminum bersama dengan lambung yang penuh dengan makanan berkadar lemak tinggi.

Efek klinis yang muncul karena pengaruh makanan terhadap obat tergantung kepada lebar sempitnya efek terapetik masing-masing obat. Turunnya ketersediaan hayati obat dalam tubuh sebagai akibat dari interaksi obat dan makanan dapat mengakibatkan efek yang serius terhadap kadar obat dalam dalam, khususnya obat dengan indeks terapetik yang sempit, sehingga mengakibatkan berkurangnya kemanjuran obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping obat.

"Ketiga faktor diatas (jalur pemberian, jadwal minum obat, dan interaksi obat dengan makanan) harus diperhatikan oleh dokter dan pasien saat mereka memutuskan untuk tetap berpuasa meskipun dalam keadaan sakit. Hendaklah para dokter dapat memberikan pilihan obat yang paling sesuai bagi mereka yang tetap menginginkan berpuasa saat ramadhan dengan tetap mendapatkan hasil yang optimal dari pengobatan yang diberikan," tutur dr Nur Azid.


source: http://forum.um.ac.id
blog editor: dr. Wahyu triasmara

Minggu, 22 Agustus 2010

Informasi Penyakit Kusta (Lepra): Penyebab dan Pengobatannya

http://www.infektionsnetz.at/test/bilder/bildatlas/lepra02_r.jpgPenyakit kusta sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan dunia terutama di negara – negara berkembang antara lain di Indonesia. Prevalensi penderita kusta adalah 1 : 1000 penduduk. 

Di satu pihak kita menghadapi jumlah penderita kusta yang besar tapi di lain pihak mungkin masih ada masyarakat yang menganggap bahwa penyakit ini adalah penyakit karena pengaruh roh jahat. 

Sebenarnya penyakit Kusta ini di sebabkan oleh basil lepra yang namanya Mycobacterium Leprae. Kuman ini sangatlah kecil sehingga tidak dapat dilihat oleh mata manusia tanpa menggunakan alat. Kalau dilihat di bawah mikroskop bentuk basil lepra ini seperti lidi.

Penyakit Kusta termasuk penyakit menular yang penularannya bisa lewat kontak langsung (lewat kulit yang luka) atau lewat droplet yang keluat dari hidung penderita. Droplet yang mengandung kuman ini masuk ke dalam saluran nafas calon penderita kusta setelah itu baru menyebar ke seluruh tubuh dan kemudian berkembang biak organ tubuh yang cocok. Setelah masuh ke dalam tubuh calon penderita kusta kuman ini tidak langsung menyebabkan sakit tapi membutuhkan waktu antara 2,5 bulan – 40 tahun. Sebagian besar orang mempunyai kekebalan alami terhadap penyakit Kusta jadi manakala kuman ini masuk ke dalam tubuh segera dihancurkan oleh sel darah putih kita. Tapi bila daya tahan tubuh sangat buruk atau malah tidak mempunyai kekebalan sama sekali terhadap penyakit kusta, maka basil lepra akan berkembang biak tanpa kendali.

Diduga kuman ini pertama kali berasala dari India kemudian baru menyebar ke dataran Eropa, Amerika dan Asia.

Jenis Penyakit Kusta
Ada 2 tipe penyakit kusta yaitu
  1. Kusta Kering, jenis kusta ini bisa dianggap tidak menular karena jumlah basil lepra yang berada di tubuh penderita masih sedikit, tapi bila kusta kering ini tidak diobati maka akan menjadi kusta basah yang bisa menularkan ke orang lain.
  2. Kusta Basah, jenis kusta ini yang bisa menularkan ke orang lain karena jumlah basilnya sangat banyak bisa ratusan juta. Basil Lepra ini dapat ditemukan di hati, otak, ginjal, mata, hidung, kulit, dll.
Tanda – tanda dini penyakit lepra mencakup antara lain :
  • Bercak pada kulit, tunggal atau beberapa, berbatas tegas, tidak gatal, datar, pucat atau malah berwarna kemerahan dan menonjol dimana ada perasaan sentuhan panas dan atau nyeri yang terganggu.
  • Pada beberapa kasus tidak dijumpai bercak pada kulit, tetapi satu – satunya tanda lepra adalah hilangnya perasaan (mati rasa) pada tangan atau kaki dan berkaitan dengan pembesaran dan nyeri tekan saraf tepi yang terkait.
  • Pengeluaran cairan dari hidung dengan atau tanpa darah, dan hidung yang tersumbat kadang kala dapat menjadi pertunjuk pertama tentang penyakit Kusta Basah.
Apa yang terjadi bila syaraf kita dirusak oleh basil lepra? 
1. Hilangnya perasaan raba, suhu dan nyeri.
   Hal ini disebabkan basil Lepra menyerang syaraf → syaraf yang terinfeksi akan meradang dan menimbulkan rasa nyeri → lama kelamaan syaraf ini akan rusak dan menyebabkan mati rasa.  Bila syaraf yang rusak ini terdapat di kaki, di satu pihak semua jenis  trauma tidak akan dapat dirasakan sakit di lain pihak penderita tetap dengan enaknya berjalan – jalan → luka akan semakin parah dan bisa menyebabkan amputasi atau dapat “mrithili” ?
2. Syaraf yang terkena bisa menyebabkan otot lemah dan tidak dapat digerakkan.
3. Kulit menjadi kering karena tidak mengeluarkan keringat.
 
Pertanyaan – pertanyaan seputar kusta ?
  1. Kemanakah kita bisa mengobatkan penderita kusta? Jawabnya ada di Puskesmas kita
  2. Mengapa kita harus memperhatikan keberadaan penyakit ini? Jawabnya adalah karena penyakit ini menular ke orang lain dan bisa menimbulkan kecacatan badan yang sifatnya menetap. Walaupun demikian kita tidak perlu khawatir ataupun mengisolasi penderita karena saat ini sudah ditemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini.
  3. Apa yang harus kita lakukan bila kita mendapati penderita kusta disekitar kita ? Kasih pengertian ke penderita bila penyakit kusta bukan penyakit keturunan, Penyakit kusta penyakit kutukan, Penyakit kusta dapat disembuhkan asal berobat teratur dan mematuhi saran dari petugas kesehatan
  4. Bagaimana cara minum obat? Caranya adalah obat yang diberikan diminum tiap hari atau sesuai petunjuk dokter dan jangan sampai terputus. Artinya bila diharuskan minum obat tiap hari, maka jangan sampai ada satu haripun tanpa minum obat karena bisa menyebabkan kegagalan pengobatan yang pada akhirnya penyakit tidak akan sembuh malah bisa bertambah parah.
  5. Gejala atau keadaan yang perlu kita waspadai saat sudah minum obat? Ini namanya reaksi kusta.

source: berbagai sumber
blog editor: dr. wahyu triasmara