Tampilkan postingan dengan label Informasi Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Penyakit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2012

Keputihan Pada Pria, Mungkinkah?

Kebanyakan orang mengira bahwa infeksi jamur penyebab keputihan (Candida albicans) merupakan masalah wanita. Ternyata, pria pun tak luput darinya!
Infeksi Candida pada pria terjadi di daerah selangkangan, dan dapat menyebabkan rasa nyeri, gatal, serta kemerahan pada kepala penis, skrotum, dan kulit selubungnya. Seringkali, hal ini ditandai dengan adanya bintik-bintik putih pada penis, sensasi terbakar ketika berhubungan intim dan ruam yang berlangsung singkat / sementara.

Lingkungan Favorit Candida
Karena Candida berkembang pesat di kulit yang hangat, berkeringat, dan teriritasi, pria yang belum disunat memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena Candida. Dalam beberapa kasus, kulit selubung penis bahkan sampai membengkak dan mengalami luka terbuka akibat infeksi jamur. Selain itu, jamur penyebab Candidiasis tidak hanya berkembang pesat dalam lingkungan yang memiliki kandungan gula yang tinggi seperti pada penderita diabetes, tapi juga dapat dicetuskan oleh reaksi alergi terhadap parfum, pewarna, sabun dan shower gel.

Keputihan – Suatu Penyakit Menular Seksual?
Ada beberapa perdebatan di komunitas medis dan perawatan kesehatan lainnya, mengenai apakah Candida merupakan penyakit menular seksual (PMS). Sebenarnya, keputihan pada pria lebih sering terjadi pada pria yang tidak aktif secara seksual, namun infeksi tersebut memang bisa ditularkan melalui hubungan intim. Jika pasangan wanitanya menderita keputihan, maka pria bisa mengalami balanitis, yaitu peradangan pada kepala (glans) penis. Umumnya, balanitis diobati dengan krim anti jamur dan pengobatan lainnya sesuai resep dokter.

Tips & Trik
Candida berkembang dengan cepat dalam lingkungan yang gelap dan lembab, oleh karena itu sebaiknya gunakanlah pakaian yang memungkinkan pergerakan udara di sekitar tubuh dengan baik. Semua pakaian yang langsung bersentuhan dengan kulit harus dilepaskan dan dicuci setelah dipakai (jangan menggunakan pakaian yang sama lebih dari sekali). Selama masa pengobatan infeksi jamur, hindari melakukan hubungan intim serta kegiatan lainnya yang menyebabkan pengeluaran keringat berlebih. Setelah berenang atau setelah menghabiskan waktu yang cukup lama di air, gantilah pakaian renang sesegera mungkin. Daerah genitalia harus dijaga agar tetap kering dan mandilah di bawah pancuran air – hindari berendam di bath tub untuk beberapa waktu.

Gunakan sabun biasa tanpa parfum dengan pH balance, khususnya untuk daerah genitalia. Cobalah untuk minum jus cranberry tanpa gula / pemanis buatan yang diencerkan dengan air untuk membantu menjaga saluran kemih di penis tetap bersih sembari menunggu kulit luarnya untuk sembuh. Selain itu, sebaiknya hindarilah susu, jamur, kafein, gula, dan roti. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai terapi pengobatan yang terbaik, termasuk penggunaan obat dan herbal.


source: pfizer.com

Apa Itu Marfan Syndrome ???

Sindrom Marfan adalah gangguan jaringan ikat. Fungsi utama dari jaringan ikat adalah untuk menahan tubuh bersama-sama dan menyediakan arahan bagi pertumbuhan dan perkembangan. Jaringan ikat terdiri dari serabut, sel-sel dan cairan ekstra seluler. Cairan ekstra seluler dan serabut disebut matriks.

Dalam sindrom Marfan, jaringan ikat rusak dan tidak bertindak sebagaimana mestinya. Karena jaringan penghubung ditemukan di seluruh tubuh, sindrom Marfan dapat mempengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk kerangka, mata, jantung dan pembuluh darah, sistem saraf, kulit, dan paru-paru. Sindrom Marfan mempengaruhi pria, wanita, dan anak-anak, dan telah ditemukan di antara orang-orang dari semua ras dan latar belakang etnis.

Pada banyak kasus Sindrom Marfan tidak diketahui. Sindrom Marfan disebabkan oleh kerusakan (mutasi) pada gen yang menentukan struktur fibrillin, protein yang merupakan bagian penting dari jaringan ikat.


Gejala
Gejala dari sindrom ini dapat diketahui dalam jangka lama. Sindrom ini mempengaruhi kerangka, mata, jantung dan pemubuluh darah, sistem saraf, kulit, dan paru-paru.

Pengobatan
Tak ada obat khusus untuk Sindrom Marfan. Namun demikian, berbagai pilihan pengobatan dapat meminimalkan dan kadang-kadang mencegah komplikasi.  Spesialis yang sesuai akan mengembangkan program pengobatan perorangan; pendekatan dokter menggunakan tergantung pada sistem yang telah terpengaruh.


Sumber: medlineplus dan medicina

Flu Singapore atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD)

DEFINISI
"Flu Singapore" sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PTKM).

 
Penyakit ini sesungguhnya sudah lama ada di dunia. Berdasar laporan yang ada, kejadian luar biasa penyakit ini sudah ada di tahun 1957 di Toronto, Kanada. Sejak itu terdapat banyak kejadian di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri sebenarnya penyakit ini bukan penyakit baru.
Istilah ?Flu Singapore? muncul karena saat itu terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit ini di Singapura. Karena gejalanya mirip flu, dan saat itu terjadi di Singapura (dan kemudian juga terjadi di Indonesia), banyak media cetak yang membuat istilah ?flu Singapore?, walaupun ini bukan terminologi yang baku.

PENYEBAB

PTKM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ), Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Di dalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.

Penyebab PTKM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.

EPIDEMIOLOGI:

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. PTKM adalah penyakit yang kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ). Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, walau bisa juga terkena.

Penularannya melalui jalur fekal-pral (pencernaan) dan saluran pernapasan, yaitu dari droplet (butiran ludah), pilek, air liur, tinja, cairan vesikel (kelainan kulit berupa gelembung kecil berisi cairan) atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa (?carrier?) seperti lalat dan kecoa. Penyakit ini memberi imunitas spesifik, namun anak dapat terkena PTKM lagi oleh virus strain Enterovirus lainnya. Masa Inkubasi 2 ? 5 hari.

GEJALA
Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (faringitis), tidak ada nafsu makan, pilek, gejala seperti ?flu? pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulkus di mulut seperti sariawan ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan.
Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) ada dibokong. Penyakit ini umumnya akan membaik sendiri dalam 7-10 hari, dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.

Bila ada gejala yang cukup berat, barulah penderita perlu dirawat di rumah sakit. Gejala yang cukup berat tersebut antara lain :
- Hiperpireksia, yaitu demam tinggi dengan suhu lebih dari 39 C. - Demam tidak turun-turun - Takikardia (nadi menjadi cepat) - Takipneu, yaitu napas jadi cepat dan sesak - Malas makan, muntah, atau diare berulang dengan dehidrasi. - Letargi, lemas, dan mengantuk terus - Nyeri pada leher, lengan, dan kaki. - Kejang-kejang, atau terjadi kelumpuhan pada saraf kranial - Keringat dingin - Fotofobia (tidak tahan melihat sinar) - Ketegangan pada daerah perut - Halusinasi atau gangguan kesadaran

Komplikasi penyakit ini adalah :

- Meningitis (radang selaput otak) yang aseptik - Ensefalitis (radang otak) - Myocarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau pericarditis - Acute Flaccid Paralysis / Lumpuh Layuh Akut (?Polio-like illness? )

DIAGNOSA LABORATORIUM :
Sampel ( Spesimen ) dapat diambil dari tinja, usap rektal, cairan serebrospinal dan usap/swab ulcus di mulut/tenggorokan, vesikel di kulit spesimen atau biopsi otak.

Spesimen dibawa dengan ?Hank?s Virus Transport?. Isolasi virus dengan cara biakan sel dengan suckling mouse inoculation. Setelah dilakukan ?Tissue Culture?, kemudian dapat diidentifikasi strainnya dengan antisera tertentu / IPA, CT, PCR dll. Dapat dilakukan pemeriksaan antibodi untuk melihat peningkatan titer.

Diagnosa Laboratorium adalah sebagai berikut :
    Deteksi Virus :
    - Immuno histochemistry (in situ)
    - Imunofluoresensi antibodi (indirek)
    - Isolasi dan identifikasi virus.
    Pada sel Vero ; RD ; L20B
    Uji netralisasi terhadap intersekting pools
    Antisera (SCHMIDT pools) atau EV-71 (Nagoya) antiserum.

    Deteksi RNA :
    RT-PCR
    Primer : 5? CTACTTTGGGTGTCCGTGTT 3?
    5? GGGAACTTCGATTACCATCC 3?
    Partial DNA sekuensing (PCR Product)

    Serodiagnosis :

    Serokonversi paired sera dengan uji serum netralisasi terhadap virus EV-71 (BrCr, Nagoya) pada sel Vero.
    Uji ELISA sedang dikembangkan.
    Sebenarnya secara klinis sudah cukup untuk mendiagnosis PTKM, hanya kita dapat mengatahui apakah penyebabnya Coxsackie A-16 atau Enterovirus 71.

PENGOBATAN 
Istirahat yang cukup 
Pengobatan spesifik tidak ada, jadi hanya diberikan secara simptomatik saja berdasarkan keadaan klinis yang ada. Dapat diberikan :
    - Immunoglobulin IV (IGIV), pada pasien imunokompromis atau neonatus
    - Extracorporeal membrane oxygenation. 

Pengobatan simptomatik :
    - Antiseptik di daerah mulut
    - Analgesik misal parasetamol
   - Cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan karena demam
    - Pengobatan suportif lainnya ( gizi dll )
 
Penyakit ini adalah ?self limiting diseases?, yaitu dapat sembuh dengan sendirinya, dalam 7-10 hari, pasien perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Pasien yang dirawat adalah yang dengan gejala berat dan komplikasi tersebut diatas.

PENCEGAHAN

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT:


Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan sanitasi yang kurang baik. Pencegahan penyakit adalah dengan menghilangkan kekumuhan dan kepadatan lingkungan; kebersihan (Higiene dan Sanitasi) lingkungan maupun perorangan. Cara yang paling gampang dilakukan adalah misalnya membiasakan selalu cuci tangan, khususnya sehabis berdekatan dengan penderita, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi.

Bila perlu anak tidak bersekolah selama satu minggu setelah timbul rash sampai panas hilang. Pasien sebenarnya tak perlu diasingkan karena ekskresi virus tetap berlangsung beberapa minggu setelah gejala hilang, yang penting menjaga kebersihan perorangan. Di Rumah sakit ?Universal Precaution? harus dilaksanakan. Penyakit ini belum dapat dicegah dengan vaksin (Imunisasi)

UPAYA PEMERINTAH DALAM HAL INI :

Meningkatkan survailans epidemiologi (perlu definisi klinik)
Memberikan penyuluhan tentang cara-cara penularan dan pencegahan PTKM untuk memotong rantai penularan.
Memberikan penyuluhan tentang tanda-tanda dan gejala PTKM
Menjaga kebersihan perorangan.
Bila anak tidak dirawat, harus istirahat di rumah karena :
- Daya tahan tubuh menurun.
- Tidak menularkan kebalita lainnya.
Menyiapkan sarana kesehatan tentang tatalaksana PTKM termasuk pelaksanaan ?Universal Precaution?nya.

source: medicastore.com

Kamis, 24 November 2011

Informasi Penyakit : Sirosis Hati

Sirosis adalah suatu kondisi di mana jaringan hati yang normal digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) yang terbentuk melalui proses bertahap. Jaringan parut ini memengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati. Sel-sel hati menjadi rusak dan mati sehingga hati secara bertahap kehilangan fungsinya.
Hati (liver) sebagaimana diketahui adalah organ di bagian kanan atas perut yang memiliki banyak fungsi, di antaranya:
  • Menyimpan glikogen (bahan bakar untuk tubuh) yang terbuat dari gula. Bila diperlukan, glikogen dipecah menjadi glukosa yang dilepaskan ke dalam aliran darah.
  • Membantu proses pencernaan lemak dan protein.
  • Membuat protein yang penting bagi pembekuan darah.
  • Mengolah berbagai obat yang mungkin Anda minum.
  • Membantu membuang racun dari tubuh.
Sirosis adalah penyakit yang sangat berbahaya karena mengganggu pelaksanaan fungsi-fungsi di atas. Selain itu, jika Anda memiliki sirosis Anda juga berisiko mengembangkan kanker hati (hepatocellular carcinoma). Risiko bervariasi sesuai penyebab sirosis. Risiko terbesar adalah pada sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B, diikuti dengan sirosis yang disebabkan oleh hemokromatosis.

Penyebab

Ada banyak penyebab sirosis. Penyebab paling umum adalah kebiasaan meminum alkohol dan infeksi virus hepatitis C. Sel-sel hati Anda berfungsi mengurai alkohol, tetapi terlalu banyak alkohol dapat merusak sel-sel hati. Infeksi kronis virus hepatitis C menyebabkan peradangan jangka panjang dalam hati yang dapat mengakibatkan sirosis. Sekitar 1 dari 5 penderita hepatitis C kronis mengembangkan sirosis. Tetapi hal ini biasanya terjadi setelah sekitar 20 tahun atau lebih dari infeksi awal.
Penyebab umum sirosis lainnya meliputi:
  • Infeksi kronis virus hepatitis B.
  • Hepatitis autoimun. Sistem kekebalan tubuh biasanya membuat antibodi untuk menyerang bakteri, virus, dan kuman lainnya. Pada hepatitis autoimun,sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap sel-sel hati yang dapat menyebabkan kerusakan dan sirosis.
  • Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga tekanan darah terhambat dan merusak sel-sel hati. Sebagai contoh, sirosis bilier primer, primary sclerosing, dan masalah bawaan pada saluran empedu.
  • Non-alcohol steato-hepatitis (NASH). Ini adalah kondisi  di mana lemak menumpuk di hati sehingga menciptakan jaringan parut dan sirosis. Kelebihan berat badan (obesitas) meningkatkan risiko Anda mengembangkan non-alcohol steato-hepatitis.
  • Reaksi parah terhadap obat tertentu.
  • Beberapa racun dan polusi lingkungan.
  • Infeksi tertentu yang disebabkan bakteri dan parasit.
  • Gagal jantung parah yang dapat menyebabkan tekanan balik darah dan kemacetan di hati.
  • Beberapa penyakit warisan langka yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati, seperti hemokromatosis (kondisi yang menyebabkan timbunan abnormal zat besi di hati dan bagian lain tubuh) dan penyakit Wilson (kondisi yang menyebabkan penumpukan abnormal zat tembaga di hati dan bagian lain tubuh).

Gejala

Sirosis di tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun. Oleh karena itu, pasien sirosis ringan dan moderat mungkin menderita untuk waktu yang lama tanpa menyadari penyakitnya. Pada tahap ini tes fungsi hati dapat mendeteksi perubahan yang mengarah pada disfungsi hati, seperti:
  • Kegagalan membuat cukup protein seperti albumin yang membantu untuk mengatur komposisi cairan di dalam aliran darah dan tubuh.
  • Kegagalan membuat bahan kimia yang cukup diperlukan untuk pembekuan darah.
  • Kurang mampu mengolah limbah kimia dalam tubuh seperti bilirubin sehingga menumpuk di dalam tubuh.
  • Kurang mampu memproses obat, racun, dan bahan kimia lainnya yang kemudian bisa menumpuk di dalam tubuh.
Pada tahap akhir, sirosis hati terkait dengan banyak gejala. Sebagian besar gejalanya adalah akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan tugas-tugas hati. Gejala yang dapat timbul pada fase ini adalah:
  • Kelelahan.
  • Kelemahan.
  • Cairan yang bocor dari aliran darah dan menumpuk di kaki (edema) dan perut (ascites).
  • Kehilangan nafsu makan, merasa mual dan ingin muntah.
  • Kecenderungan lebih mudah berdarah dan memar.
  • Penyakit kuning karena penumpukan bilirubin.
  • Gatal-gatal karena penumpukan racun.
  • Gangguan kesehatan mental dapat terjadi dalam kasus berat karena pengaruh racun di dalam aliran darah yang memengaruhi otak. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kepribadian dan perilaku, kebingungan, pelupa dan sulit berkonsentrasi.
Selain itu, jaringan parut membatasi aliran darah melalui vena portal sehingga terjadi tekanan balik (dikenal sebagai hipertensi portal). Vena portal adalah vena yang membawa darah berisi nutrisi dari usus dan limpa ke hati. Normalnya, darah dari usus dan limpa dipompa ke hati melalui vena portal. Namun, sirosis menghalangi aliran normal darah melalui hati sehingga darah terpaksa mencari pembuluh baru di sekitar hati. Pembuluh-pembuluh darah baru yang disebut “varises” ini terutama muncul di tenggorokan (esofagus) dan lambung sehingga membuat usus mudah berdarah. Jika perdarahan usus terjadi, Anda mungkin muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui kotoran (feses). Kondisi ini adalah kedaruratan medis yang harus segera ditangani.

Diagnosis

Bila dokter mencurigai Anda terkena sirosis, dia dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui adanya pembesaran hati dan penumpukan cairan. Kecurigaan sirosis terutama muncul bila Anda mengalami gejala dan beriwayat meminum alkohol berat atau terkena hepatitis kronis.
Pemeriksaan darah dapat mengkonfirmasi kegagalan fungsi hati. USG dapat menunjukkan apakah ada kerusakan di hati Anda. Untuk mengkonfirmasi, biopsi (sampel kecil) dari hati dapat diambil untuk dilihat di bawah mikroskop.
Jika penyebab sirosis tidak jelas, maka pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan untuk memperjelas penyebabnya, misalnya dengan memeriksa antibodi virus hepatitis atau auto-antibodi yang mungkin telah menyerang sel-sel hati Anda, kelebihan zat besi atau tembaga di dalam darah, dll.

Pengobatan

Secara umum, kerusakan sel-sel hati tidak dapat direhabilitasi. Tujuan pengobatan adalah mencegah pembentukan jaringan parut hati lebih lanjut, atau memperlambat kerusakan sel-sel hati. Sirosis cenderung semakin memburuk jika penyebab yang mendasari tetap ada.  Oleh karena itu perlu upaya untuk memperlambat atau menghentikan penyebab sirosis, misalnya:
  • Tidak minum alkohol jika alkohol adalah penyebabnya.
  • Pengobatan untuk mengendalikan virus hepatitis.
  • Steroid atau obat penekan kekebalan lainnya untuk mengobati penyakit autoimun menyebabkan kerusakan hati.
  • Penghapusan kelebihan zat besi yang terjadi pada hemokromatosis.
Berbagai pengobatan mungkin disarankan, tergantung pada tingkat keparahan sirosis dan gejala yang berkembang, antara lain:
  • Diet rendah natrium atau diuretik untuk mengurangi cairan yang terakumulasi dalam tubuh.
  • Obat untuk mengurangi gatal.
  • Obat-obatan yang dapat membantu mengurangi hipertensi portal.
  • Pengurangan cairan yang menumpuk di perut (ascites).
Bila pasien mengalami perdarahan usus sehingga muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui tinja, atau tinja menjadi hitam, dokter mungkin akan segera melakukan tindakan untuk mengatasinya. Berbagai teknik bedah dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi risikonya lebih lanjut.
Dalam kasus yang parah di mana jaringan parut meluas dan hati nyaris tidak bisa berfungsi, maka transplantasi hati mungkin adalah satu-satunya pilihan.

Pencegahan

Sirosis hati dapat dicegah dengan tidak mengkonsumsi alkohol dan menghindari risiko infeksi hepatitis C dan hepatitis B.


source: majalahkesehatan.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Sabtu, 27 Agustus 2011

Tips Mengatasi Batuk Berdahak

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQtkq2yEkF58efnG9Mww0KDrpHRCWQ88tCecJAg8gvByMNx6WmkSVkBFwKnhJgFm0X8E3qO9cHko_lBYtjYNbnPKlsxhjQbXescfqkNQkZfH3Z3S-AgsJ7dm_jZN8TNnX9bshyKowAA9I/s320/man_cough.jpgBatuk adalah suatu proses alami yang penting untuk menjaga agar tenggorokan dan jalan napas senantiasa bersih. Pada batuk produktif atau batuk berdahak seseorang yang menderita mungkin mengalami keluhan seperti rasa tidak nyaman akibat dahak di dalam suluran pernafasan dan sulit bernafas yang seringkali menimbulkan stress.

Kebanyakan orang selalu menganggap batuk adalah penyakit ringan yang bisa sembuh sendiri. Meskipun demikian, bukan tidak mungkin batuk yang berlangsung lama selain sangat mengganggu serta menjengkelkan dan bahkan bisa menular, dapat juga menimbulkan infeksi sekunder pada saluran pernafasan.

Penyebab timbulnya batuk sangat bervariasi diantaranya karena stimulasi infeksi yang meliputi peradangan lapisan mukosa/lendir saluran pernafasan seperti pada penyakit influenza, bronkhitis yang disebabkan oleh bakteri atau virus, dan merokok yang berlebihan. Akibat stimulasi mekanis yang disebabkan oleh masuknya partikel-pertikel kecil seperti debu, atau karena penekanan/tegangan saluran pernafasan misalnya karena penekanan tumor, penurunan kelenturan jaringan paru yang disebabkan jaringan perut, atau edema paru/adanya cairan dalam paru. Akibat rangsangan kimiawi yang masuk berupa gas yang bersifat iritatis seperti asap rokok atau gas kimia.

Penyebab batuk yang paling umum yaitu infeksi/radang saluran pernafasan oleh karena mikroorganisme virus atau bakteri. Batuk ini biasanya disertai pilek, dan hidung tersumbat. Batuk yang dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya suatu tindakan dapat mengakibatkan komplikasi. Komplikasi batuk ini terdiri dari 3 macam, yaitu serangan tiba-tiba yang dapat menyebabkan sinkop (pingsan/hilang kesadaran sementara), batuk yang sangat kuat atau hebat dapat menyebabkan pecahnya alveoli (rongga-rongga udara) dalam paru, dan patahnya tulang iga. Untuk itu sebelum batuk  menjadi lebih berbahaya perlu adanya upaya pencegahan dan upaya untuk mengatasinya.

Berikut ada beberapa tips/cara untuk mencegah dan mengatasi batuk produktif diantaranya :
  1. Minumlah air putih sekurang-kurangnya 8 gelas perhari untuk mengencerkan dahak.

  2. Mandi air hangat akan membantu mengencerkan dahak / lendir sehingga lebih mudah di batukkan.

  3. Hindari komsumsi alkohol atau kafein karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga memperbanyak keluarnya cairan tubuh. Cairan tubuh sangat diperlukan untuk menjaga agar dahak / lendir tetap encer.

  4. Berhenti merokok, hindari pemaparan terhadap debu, lingkungan yang terlalu kering atau terlalu dingin.

  5. Jaga agar tubuh tetap hangat dan istirahat yang cukup.

Untuk pengobatan secara tradisional
  1. Minum seduhan satu potong jahe, satu potong kencur dan 5 biji cengkeh diminum sehari sekali selama 3 hari.

  2. Minum seduhan satu potong jahe, 3 lembar daun wungu dan 5 biji cengkeh di minum sehari sekali selama 3 hari.

  3. Minum seduhan satu potong jahe, 3 lembar potongan daun sirih dan 5 biji cengkeh diminum sehari sekali selama 3 har.i

Anda dapat menggunakan salah satu cara tradisional di atas dengan catatan apabila dalalm 3 hari tetap tidak ada perubahan sebaiknya konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut.




Blog editor: dr. wahyu triasmara

Kamis, 18 Agustus 2011

Reaksi Alergi dan Penyebabnya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5h-I2MjcPBJZAY-AUwCSfnbFQ1FX_HYA8pKOoLGVGSruXt4kuDR_cKZXkXzF22Sq6SPzNLNIyq64T5cYxx-gtKtFrhTHyk8GcTUKIh_lzIhuyCeK58KRrhra_nYh1OhEGDZp44kwcfp6w/s400/Alergi1.jpgAlergi merupakan suatu reaksi abnormal dalam tubuh yang disebabkan zat-zat yang tidak berbahaya. Alergi timbul bila ada kontak terhadap zat tertentu yang biasanya, pada orang normal tidak menimbulkan reaksi. 

Zat penyebab alergi ini disebut allergen. Allergen bisa berasal dari berbagai jenis dan masuk ke tubuh dengan berbagai cara. Bisa saja melalui saluran pernapasan, berasal dari makanan, melalui suntikan atau bisa juga timbul akibat adanya kontak dengan kulit seperti; kosmetik, logam perhiasan atau jam tangan, dll.Zat yang paling sering menyebabkan alergi: Serbuk tanaman, jenis rumput tertentu, jenis pohon yang berkulit halus dan tipis, serbuk spora, penisilin, seafood, telur, kacang panjang, kacang tanah, kacang kedelai dan kacang-kacangan lainnya, susu, jagung dan tepung jagung, sengatan insekta, bulu binatang, kecoa, debu dan kutu. 

Yang juga tidak kalah sering adalah zat aditif pada makanan, penyedap, pewarna dan pengawet. 

Gejala yang mungkin terjadi akibat alergi adalah: rasa gatal pada tenggorokan, gatal pada mulut, gatal pada mata, gatal pada kulit atau bagian tubuh lainnya, sakit kepala, hidung tersumbat atau hidung meler, sesak napas, bengek, kesulitan menelan, mendadak pilek dan bersin-bersin, dan lain-lain. 

Menentukan penyebab alergi dapat dilakukan dengan cara berikut:
Menghindari zat yang dicurigai sebagai allergen, kemudian setelah gejala hilang, coba lagi zat tersebut. Misalnya saja, bila yang dicurigai sebagai allergen adalah makanan tertentu, maka sebaiknya berhenti memakan makanan tersebut. Setelah gejalanya hilang, coba kembali memakannya dan melihat apakah terjadi reaksi yang sama. 

Melakukan tes alergi dan melihat riwayat keluarga serta riwayat frekuensi serangan terjadi. Bila salah satu dari orangtua menderita alergi, maka kemungkinan risiko penyakit tersebut diturunkan pada anak sekitar 25% sampai 30%. Resiko meningkat menjadi 60% sampai 70%, jika kedua orangtua adalah penderita alergi. 

Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang antara lain tes alergi pada kulit, foto rontgen, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lebih lanjut bila dibutuhkan. 

Tes pada kulit merupakan pemeriksaan yang sangat sederhana untuk mendiagnosa alergi. Dengan memberikan zat-zat tertentu pada kulit seseorang, dapat diketahui zat yang merupakan allergen pada orang tersebut. Zat dalam jumlah kecil disuntikkan. Bila terjadi pembengkakan pada bagian yang diberi suntikan, maka zat tersebut adalah merupakan allergen.



source: dechacare.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Minggu, 24 Juli 2011

Mengatasi Nyeri Akibat Asam Urat

Ketika penyakit asam urat kambuh, sendi yang terkena terasa sangat nyeri. Nyeri timbul akibat proses peradangan. Proses ini sebenarnya adalah upaya tubuh untuk melokalisir penumpukan asam urat di cairan sendi maupun dinding sendi. Selain nyeri, peradangan juga menyebabkan sendi terasa panas, bengkak, dan kemerahan. 

Untuk mengurangi gejala ini, maka proses peradangan harus ditekan. Caranya adalah dengan pemberian obat-obat antiperadangan.

Ada dua golongan obat antiperadangan yaitu NSAID (non-steroid antiinflamatory drugs) dan kortikosteroid. Obat yang tergolong NSAID antara lain asam mefenamat, piroksikam, atau ibuprofen. Sedangkan obat kortikosteroid seperti deksametason dan prednison. 

Biasanya, obat-obat ini cukup ampuh untuk mengatasi nyeri dan bengkak. Sayangnya, ada efek samping yang mungkin timbul, yaitu nyeri lambung (maag). Oleh karena itu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika akan mengkonsumsi obat-obat tersebut.

Nyeri akibat asam urat umumnya tidak terjadi hanya sekali, tetapi berulang-ulang. Oleh karena itu, penting untuk mengambil langkah-langkah agar serangan tidak timbul kembali.
Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:
  1. Banyak konsumsi air putih agar asam urat dalam tubuh banyak keluar bersama air seni.
  2. Kurangi makanan yang kaya purin (cikal bakal asam urat), seperti emping, kacang-kacangan, jeroan, udang, dll.
  3. Hindari minum bersoda atau beralkohol
  4. Menurunkan berat badan



source: wartamedika.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Sabtu, 25 Juni 2011

Informasi Penyakit : Keringat Darah / Hematidrosis

Keringat darah disebut dengan hematidrosis (sweat blood) yang pada beberapa kondisi tertentu bisa disebabkan oleh penyakit lain atau mengalami tekanan darah tinggi. Kondisi ini dialami pula Dora Indrayanti Trimurni (25), seorang mahasiswa yang tinggal di Padang.

Keringat darah adalah penyakit yang langka. Kondisi ini merupakan salah satu efek samping yang ekstrem dari respons fight or flight yang terjadi ketika seseorang mengalami stres kecemasan atau ketakutan yang teramat dalam.

Kecemasan dan ketakutan yang begitu kuat bisa menyebabkan pembuluh darah kecil yang menyuplai ke kelenjar keringat menjadi ketat dan mengecil, sehingga ketika pembuluh darah melebar akan terjadi pendarahan.

Selain itu ada pula teori lain yang menyebutkan bahwa kecemasan atau ketakutan ekstrem yang dialami seseorang menyebabkan pelepasan suatu bahan kimia yang bisa
memecah kapiler di dalam kelenjar keringat. Akibatnya ada sejumlah kecil pendarahan sehingga keringat yang keluar disertai dengan darah.

Efek yang terjadi di tubuh terkait dengan hematidrosis ini meliputi kelemahan, dehidrasi ringan hingga sedang serta kecemasan tinggi yang membuat seseorang berkeringat hingga keringat darah.

Hal itu terjadi pada Dora yang mengalami masalah medis langka ini dimana darah segar keluar dari pori-pori kulit kepala dan telinganya. Saat dijenguk di RS M Djamil Padang, gadis muda itu tetap murah senyum meski sudah seminggu lebih dirawat secara intensif, karena penyakit unik yang dideritanya. Darah segar kerap keluar dari pori-pori kepala dan telinganya bila ia berpikir terlalu banyak.

"Baiknya kita biarkan dia istirahat dulu. Seperti yang terlihat, saat ini kondisinya sudah jauh membaik dibandingkan ketika dirawat di ruang ICU 2 X 24 jam kemarin," ujar Kabag Humas RS M Djamil Padang, Gustavianof, kepada detikcom saat berkunjung ke ruang perawatan penyakit dalam RS M Djamil, Rabu (1/6/2011).

Dora, mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta (UBH) Padang tersebut, sejak beberapa hari terakhir memang pendapat perhatian luas. Selain karena menderita penyakit yang dinilai aneh, perempuan cantik dengan rambut cepak itu juga mendulang simpati karena punya kisah hidup yang luar biasa.

Menurut Gustavianof, Dora sebenarnya telah mengalami kondisi demikian sejak dua tahun terakhir. Penyakitnya tergolong langka dan belum dapat dipastikan hingga saat ini.

Darah akan mengucur layaknya keringat dari pori-pori kepala bila gadis itu berpikir terlalu keras. Bahkan, tak jarang darah juga keluar dari telinga, hidung, dan mulut.

"Diagnosis awal menunjukan pasien mengalami keadaan dimana mudah terjadi pendarahan. Kondisi demikian, karena kelainan pembuluh darah, kandungan trombosit dalam darah, dan pembekuan darah. Pasien dengan pendarahan di mulut, telinga, dan hidung adalah hal biasa. Tapi, pendarahan yang terjadi di pori-pori kepala seperti yang dialami Dora terhitung langka," jelasnya.

Menurut Gustavianof, pihaknya telah melakukan sejumlah upaya pengujian untuk mengetahui secara pasti penyakit apa yang diderita Dora. Tim dokter yang menanganinya juga sempat melakukan computer radiography scanner (CT Scan) di kepala pasien namun tidak menemukan adanya kelainan.

"Senin atau Selasa depan kita akan membawa langsung sampel darahnya ke Jakarta untuk diperiksa di salah satu laboratorium. Kita akan membawa pasien ke bandara dengan ambulans dan mengambil sampel darah begitu pesawat akan berangkat. Hal itu terpaksa dilakukan karena untuk pemeriksaan diperlukan darah segar yang diambil empat jam sebelum masuk lab," jelas Gustavianof. (ver/ir


source: detik health
blog editor: dr. wahyu triasmara

Rabu, 25 Mei 2011

Mencegah dan Mengenal Kanker Otak

Tumor otak atau kanker otak adalah hasil pertumbuhan tidak terkontrol sel-sel abnormal di otak. Tumor otak dapat mempengaruhi anak-anak dan orang dewasa. 

Tumor otak dapat diklasifikasikan sebagai ganas (kanker) atau jinak. Tumor ganas cenderung lebih agresif daripada jenis jinak, tapi keduanya sangat serius dan bisa berakibat fatal. Untuk tujuan pendidikan, artikel ini referensi yang berkaitan dengan tumor otak ganas yang mempengaruhi orang dewasa saja.


Ada lebih dari 140 jenis tumor otak yang dapat terbentuk di otak. Tumor otak dapat diklasifikasikan sebagai primer atau metastasis , tergantung di mana mereka timbul dalam tubuh.

Tumor otak primer berasal dari otak dan jarang menyebar di luar itu. Tumor metastatik dimulai pada bagian lain dari tubuh dan menyebar ke otak melalui darah atau jaringan limfatik. Beberapa jenis kanker lebih rentan untuk menyebar ke otak. Antara lain kanker payudara , kanker ginjal , melanoma , dan kanker paru-paru .

Penyebab Kanker Otak
Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan tumor otak, namun penelitian menunjukkan bahwa ada banyak faktor yang berperan. Faktor risiko untuk tumor otak meliputi: 

Faktor dari dalam :
Merupakan faktor yang datang dari dalam diri sendiri. Yang utama adalah faktor keturunan / genetik. Jika ada sanak saudara yang punya riwayat menderita kanker otak, berarti peluang Anda terkena kanker otak lebih besar daripada mereka yang keluarganya tidak ada penderita kanker otak. Faktor kedua yang dapat memicu terjadinya kanker otak adalah riwayat benturan (jika kepala Anda pernah terbentur). Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada jaringan otak, sehingga bisa jadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal dalam otak (yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker otak). 

Faktor dari luar:
Merupakan faktor yang datang dari luar tubuh, pada umumnya berupa makanan dan radiasi. Obat-obatan tertentu yang diminum secara terus-menerus berpotensi menyebabkan kanker. Faktor-faktor lainnya

•  Pola hidup yang kurang sehat: misalnya merokok, makanan berlemak, kurang serat, dsb.
•  Bahan karsiogenik: minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan 
Radiasi: paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker

Gejala Tumor Otak
Gejala tumor otak bervariasi berdasarkan lokasi dari tumor di dalam otak dan ukuran tumor. Keparahan gejala tidak menunjukkan seberapa besar tumor – tumor kecil dapat menyebabkan gejala parah. Sakit kepala adalah gejala umum dari tumor otak, tapi biasanya disertai dengan gejala lain. Berlawanan dengan kepercayaan, sakit kepala biasanya tidak selalu menjadi gejala awal tumor otak, itu sebenarnya adalah sebuah kelemahan otot. Namun juga bisa menjadi awal dari tumor otak.

Gejala tumor otak lain meliputi:
•    mual atau muntah
•    gangguan penglihatan dan pendengaran
•    masalah dengan memori
•    proses berfikir lambat
•    kelemahan pada satu sisi tubuh
•    kelelahan atau frekuensi tidur meningkat
•    perubahan kepribadian
•    sesak nafas
•    kejang

Pengobatan Tumor Otak
Tumor otak diobati oleh sebuah kelompok berpengalaman profesional medis yang dapat disebut “tim perawatan.” Tim ini terdiri dari seorang ahli bedah saraf, ahli onkologi medis atau neuro-onkologi, onkologi radiasi, dan ahli patologi. Banyak anggota tim pendukung lainnya juga menyediakan perawatan, seperti perawat onkologi.

Jenis, lokasi, dan stadium tumor akan menentukan rencana pengobatan. Perawatan kuratif adalah mungkin dengan beberapa tumor, sedangkan memperlambat pertumbuhan atau hanya menghilangkan gejala-gejala yang parah mungkin tujuan pengobatan bagi orang lain. Sayangnya, mungkin tidak ada program pengobatan direkomendasikan untuk beberapa tumor otak.

Pendekatan bedah dalam pengobatan tumor otak termasuk reseksi tumor (menghilangkan lengkap) atau debulking (menghilangkan sebanyak mungkin). Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin merupakan satu-satunya metode pengobatan yang diperlukan, tetapi yang lain mungkin membutuhkan metode perawatan lain, seperti terapi radiasi. Bedah diikuti dengan terapi radiasi umum dilakukan pada beberapa tumor. Ada beberapa jenis terapi radiasi digunakan untuk mengobati tumor otak. Sekali lagi, jenis, stadium, dan lokasi tumor adalah faktor kunci dalam menentukan jenis terapi adalah yang terbaik.

Terapi radiasi bukan tanpa risiko. Hal ini dapat merusak bagian dari otak, menyebabkan penurunan kognitif, seperti hilangnya memori dan kesulitan berkonsentrasi. Pembengkakan dapat menjadi efek samping, tetapi dapat dikontrol dengan kortikosteroid. Radiasi necrosis juga bisa merupakan efek samping dari radiasi. Dalam istilah sederhana, ini adalah pembentukan jaringan otak iradiasi yang telah mati dan berkembang menjadi massa. Pembedahan mungkin diperlukan untuk menghapus jaringan yang mati.

Kemoterapi dapat digunakan di beberapa tumor yang diketahui dapat merespon dengan baik kepada agen kemoterapi, seperti limfoma SSP, glioma, atau medullablastomas. Beberapa tumor stadium tinggi merespon dengan baik, tetapi tidak semua. Jadi, kemoterapi tersedia untuk memilih pasien yang memiliki tumor yang bisa dihilangkan dengan kemoterapi.
Terapi obat yang ditargetkan seperti Avastin lebih tepat daripada beberapa obat kemoterapi dan sering memiliki efek samping yang lebih sedikit. Obat seperti Avastin bekerja dengan memotong pasokan darah ke tumor, mencegah pertumbuhan itu dan menyusutkan massa. Tidak semua orang merespon Avastin, dan biaya pengobatan bisa mahal.

Mencegah Kanker Otak :
• Kalau anda telah mengalami gejala-gejala, seperti sering sakit kepala yang hilang timbul, atau tidak hilang-hilang, muntah-muntah tanpa sebab, penurunan penglihatan yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata, kelemahan anggota gerak secara bertahap, berjalan limbung, gejala layaknya vertigo atau sempoyongan, maka segeralah melakukan pemeriksaan diri ke dokter dan sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan MRI.
• Jangan biarkan stres berat menyerang anda, perbanyak waktu untuk beristirahat, dan lakukan refreshing yang dapat mengurangi dan menghilangkan stres anda.
• Batasi radiasi langsung yang terlalu berlebihan pada tubuh, lebih baik gunakan hansfree bila menggunakan telepon seluler dalam waktu lama.
• Terapkan pola hidup dan makan sehat dengan gizi yang seimbang, misalnya memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayur, dan biji-bijian. Ditambah membatasi diri mengonsumsi lemak.
• Kurangi konsumsi makanan yang diasap, dibakar dan diawetkan dengat nitrit, maupun zat-zat kimiawi buatan lainnya. Dan hindari makanan ringan siap saji.
• Hentikan konsumsi alkohol dan rokok.
• Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Apalagi kalau Anda mempunyai riwayat keluarga penderita kanker otak.
• Jangan mengonsumsi obat-obatan tertentu sebelum mendapat resep rujukan dokter. Kesalahan penggunaan obat dapat merangsang perkembangan sel kanker.
• Lakukan olahraga secara teratur dan pada porsi yang cukup.
• Biasakan mengaplikasikan gaya hidup sehat.



source: berbagai sumber
blog editor: dr. wahyu triasmara

Minggu, 15 Mei 2011

Anemia (Kurang Darah)

Anemia | Kurang Darah adalah suatu keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin(protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah sangat rendah atau dibawah normal. Hemoglobin yang mengandung sel darah merah memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru, dan mengantarkan keseluruh bagian tubuh, karna kurang nya jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, yang mengakibatkan darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah yang sesuai diperlukan tubuh.

Banyak yang diketahui dari penyebab Anemia ini, diantaranya : Anemia terjadi jika tubuh tidak memproduksi sel darah merah yang cukup, yang diproduksi oleh sumsum tulah, proses ini membutuhkan zat besi, asam Folat dan Vitamin B12. Sel darah merah juga bisa peroleh dari Eritropoiten(EPO), EPO adalah hormon yang dibuat oleh ginjal dan penyebab yang lainnya :

- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak
- Pecah pembuluh darah
- Kecelakaan
- Kekurangan zat besi
- Kekurangan Vitamin C
- Kekurangan Vitamin B12
- Pembesaran Limpa
- Kerusakan mekanik pada sel darah merah
- Penyakit hemoglobin C
- Penyakit hemoglobin S-C
- Thalasemia
- Reaksi autonium terhadap sel darah merah
- Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal
- Penghancuran sel darah merah (Anemia hermolitik)

Gejala :
  • Kelopak dalam mata tampak pucat
  • Mudah lelah, lesu, pusing, mudah pingsan.
  • Sesak nafas setelah olah raga & denyut jantung cepat
  • Kurang tenaga
  • Kepala terasa Melayang
Beratnya anemia yang dihadapi akan mengakibatkan stroke atau serangan jantung. Sejak awal anemia adalah masalah odha. Mengobati anemia meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh odha. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki kekurangan zat besi, vitamin dan perdarahan.

Ibu-ibu yang sedah hamil juga sering mengalami anemia, hal ini tentu saja membahayakan, baik bagi ibu itu sendiri maupun bagi anak yang dikandungnya. Maka dari itu alangkah baiknya penyakit ini segera diatasi.

 Diagnosa Anemia
Jika anda merasakan gejala-gejala anemia diatas dan anda merasa anda terkena anemia segeralah lakukan pemeriksaan ke tempat pelayanan kesehatan. Diagnosis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan darah serta pemeriksaan lainnya mungkin diperlukan untuk mencari penyebab anemia itu sendiri.

Dapatkah Anemia di cegah?
Beberapa jenis anemia dapat dicegah dan tergantung dari penyebab anemia itu sendiri. Seperti yang disebabkan karena diet yang salah dan sembarangan. Untuk pencegahan anemia dengan sebab kesalahan dalam diet anda dapat mengkonsumsi atau diet dengan memastikan makanan yang anda makan mengandung zat besi.

Daftar makanan yang kaya akan zat besi
  • Hati dan daging
  • Makanan laut
  • Buah-Buahan yang dikeringkan seperti buah aprikot, buah prem dan kismis.
  • Kacang-kacangan
  • Buncis (lima buncis)
  • Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli
  • Semua jenis padi-padian
  • Roti atau sereal yagn mengandung zat besi
Pengobatan Anemia
Pengobatan anemia zat besi tergantung pada faktor penyebab yang menimbulkannya. Suatu contoh jika anemia yang terjadi adalah karena kehilangan darah yang terlalu banyak maka penyebab dari kehilangan darah tersebut yang perlu diobati. Jika anemia terjadi karena dalam konsumsi makanan tanpa kandungan zat besi maka pengobatannya adalah megubahdiet makananan menjadi kaya akan zat besi.

Meningkatkan zat besi melalui diet
Tubuh kita mengabsorbsi atau menyerap dengan sangat baik zat besi pada makanan daging. Makanlah dalam jumlah kecil daging serta dengan makanan sumber zat besi lain seperti sayur-sayuran hijau yang dapat membantu anda untuk memperoleh zat besi dalam jumlah yang banyak. Anda juga dapat mengkonsumsi vitamin c atau memakan makanan yang kaya akan vitamin c seperti buah jeruk dan pada saat yang sama makanlah makanan yang kaya akan zat besi atau pil zat besi yang dapat membantu tubuh anda menyerap zat besi dengan lebih baik dan penyerapan yang maksimal.

Beberapa makanan dapat berfungsi sebaliknya yaitu mencegah penyerapan zat besi dalam tubuh yaitu kopi, teh, kuning telur, susu, serat dan protein kedelai. Jadi cobalah hindari makan-makanan tersebut pada saat anda mengkonsumsi atau memakan makanan yang kaya akan zat besi.

Pil zat besi dan masalah yang ditumbulkannya
Pil-pil zat besi dapat menimbulkan gangguan pada perut, konstipasi dan rasa panas pada perut. Segera beritahukan ketidaknyamanan ini pada dokter.

Tips mengurangi ketidaknyamanan karena timbulnya gangguan yang disebabkan oleh konsumsi pil zat besi
  • Konsumsi pil bersamaan dengan makanan.
  • Mulailah secara bertahap, dari satu pil tiap hari selama 3-5 hari kemudian 2 pil tiap harinya sampai anda tidak terganggu dengan jumlah yang harus anda konsumsi berdasarkan rekomendasi dokter.
  • Tingkatkan jumlah konsumsi serat dalam diet jika terjadi gangguan konstipasi. Meskipun serat akan menimbulkan gangguan dalam penyerapan zat besi pada tubuh anda, tetapi tubuh anda masih tetap dapat menyerap zat besi.
  • Jangan konsumsi pil zat besi pada waktu akan tidur jika dengan mengkonsumsi pil tersebut akan mengganggu perut anda sehingga dapat mengganggu tidur anda.
  • Jika memang satu jenis pil zat besi menimbulkan masalah dan gangguan, beritahukan hal tersebut dengan dokter tentang penggunaan pil zat besi jenis lainnya.


Source: berbagai sumber
blog editor: dr. wahyu triasmara

Tuberculosa (TBC)

Penyakit TBC adalah merupakan suatu penyakit yang tergolong dalam infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Penyakit TBC dapat menyerang pada siapa saja tak terkecuali pria, wanita, tua, muda, kaya dan miskin serta dimana saja. 

Di Indonesia khususnya, Penyakit ini terus berkembang setiap tahunnya dan saat ini mencapai angka 250 juta kasus baru diantaranya 140.000 menyebabkan kematian. Bahkan Indonesia menduduki negara terbesar ketiga didunia dalam masalah penyakit TBC ini.

  • Penyebab Penyakit (TBC)


  • Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa, Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Jenis bakteri ini pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, Untuk mengenang jasa beliau maka bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan penyakit TBCpada paru-paru pun dikenal juga sebagai Koch Pulmonum (KP).


  • Cara Penularan Penyakit TBC


  • Penularan penyakit TBC adalah melalui udara yang tercemar oleh Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan/dikeluarkan oleh si penderita TBC saat batuk, dimana pada anak-anak umumnya sumber infeksi adalah berasal dari orang dewasa yang menderita TBC. Bakteri ini masuk kedalam paru-paru dan berkumpul hingga berkembang menjadi banyak (terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah), Bahkan bakteri ini pula dapat mengalami penyebaran melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening sehingga menyebabkan terinfeksinya organ tubuh yang lain seperti otak, ginjal, saluran cerna, tulang, kelenjar getah bening dan lainnya meski yang paling banyak adalah organ paru.

    Masuknya Mikobakterium tuberkulosa kedalam organ paru menyebabkan infeksi pada paru-paru, dimana segeralah terjadi pertumbuhan koloni bakteri yang berbentuk bulat (globular). Dengan reaksi imunologis, sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat bakteri TBC ini melalui mekanisme alamianya membentuk jaringan parut. Akibatnya bakteri TBC tersebut akan berdiam/istirahat (dormant) seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan X-ray atau photo rontgen.

    Seseorang dengan kondisi daya tahan tubuh (Imun) yang baik, bentuk tuberkel ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Lain hal pada orang yang memilki sistem kekebelan tubuh rendah atau kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Sehingga tuberkel yang banyak ini berkumpul membentuk sebuah ruang didalam rongga paru, Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (riak/dahak). Maka orang yang rongga parunya memproduksi sputum dan didapati mikroba tuberkulosa disebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positif terinfeksi TBC.

    Berkembangnya penyakit TBC di Indonesia ini tidak lain berkaitan dengan memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Hal ini juga tentunya mendapat pengaruh besar dari daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.

  • Gejala Penyakit TBC


  • Gejala penyakit TBC digolongkan menjadi dua bagian, yaitu gejala umum dan gejala khusus. Sulitnya mendeteksi dan menegakkan diagnosa TBC adalah disebabkan gambaran secara klinis dari si penderita yang tidak khas, terutama pada kasus-kasus baru.

    1. Gejala umum (Sistemik)
    - Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
    - Penurunan nafsu makan dan berat badan.
    - Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
    - Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

    2. Gejala khusus (Khas)
    - Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak.
    - Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
    - Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
    - Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

    Pada penderita usia anak-anak apabila tidak menimbulkan gejala, Maka TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Sekitar 30-50% anak-anak yang terjadi kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

  • Penegakan Diagnosis pada TBC


  • Apabila seseorang dicurigai menderita atau tertular penyakit TBC, Maka ada beberapa hal pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk memeberikan diagnosa yang tepat antara lain :

    - Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya.
    - Pemeriksaan fisik secara langsung.
    - Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak).
    - Pemeriksaan patologi anatomi (PA).
    - Rontgen dada (thorax photo).
    - dan Uji tuberkulin.

  • Pengobatan Penyakit TBC


  • Pengobatan bagi penderita penyakit TBC akan menjalani proses yang cukup lama, yaitu berkisar dari 6 bulan sampai 9 bulan atau bahkan bisa lebih. Penyakit TBC dapat disembuhkan secara total apabila penderita secara rutin mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter dan memperbaiki daya tahan tubuhnya dengan gizi yang cukup baik.

    Selama proses pengobatan, untuk mengetahui perkembangannya yang lebih baik maka disarankan pada penderita untuk menjalani pemeriksaan baik darah, sputum, urine dan X-ray atau rontgen setiap 3 bulannya. Adapun obat-obtan yang umumnya diberikan adalah Isoniazid dan rifampin sebagai pengobatan dasar bagi penderita TBC, namun karena adanya kemungkinan resistensi dengan kedua obat tersebut maka dokter akan memutuskan memberikan tambahan obat seperti pyrazinamide dan streptomycin sulfate atau ethambutol HCL sebagai satu kesatuan yang dikenal 'Triple Drug'.
     
     
     
    source: infopenyakit.com
    blog editor: dr. wahyu triasmara

    Leukemia (Kanker Darah)

    Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

    Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.

    Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.


  • Penyakit Leukemia Akut dan Kronis


  • Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.


  • Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel


  • Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

    Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;
    1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
    2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
    3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
    4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.


  • Penyebab Penyakit Leukemia


  • Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.
    1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

    2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.

    3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.

    4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.


  • Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia


  • Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
    1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

    2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).

    3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

    4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

    5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

    6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.

    7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.


  • Diagnosa Penyakit Leukemia (Kanker Darah)


  • Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ; Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture.


  • Penanganan dan Pengobatan Leukemia


  • Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini:

    1. Chemotherapy/intrathecal medications
    2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
    3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
    4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
    5. Transfusi sel darah merah atau platelet.

    Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensive.
     
     
     
    source: infopenyakit.com
    blog editor: dr. wahyu triasmara