Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Gigi. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2011

Tips Merawat Gigi Bayi / Anak

Meskipun sering disebut gigi susu atau gigi tidak permanen, gigi pada bayi dan anak anak juga memerlukan perhatian khusus. Banyak orang tua yang mengabaikan kesehatan gigi susu anaknya dan membiarkan gigi anaknya sampai menghitam, keropos bahkan lepas sebelum waktunya. Padahal menurut para ahli gigi, kesehatan gigi susu kelak akan menunjang kesehatan gigi permanen.


Memeriksa gigi anak
Gigi yang sehat adalah gigi yang seluruhnya memiliki warna yang sama. Jika anda menemukan salah satu gigi memiliki warna berbeda atau terdapat titik noda pada gigi tersebut, segeralah ke dokter gigi. 

Mulailah membiasakan bayi atau anak menggosok gigi sedini mungkin. Gunakanlah kain yang lembut atau sikat gigi khusus bayi. Pada bayi memang belum dianjurkan untuk memakai pasta gigi, tapi anda bisa memakai air yang bersih untuk membersihkan gigi bayi anda. Membersihkan gigi bisa dilakukan sedikitnya satu kali sehari dan sebaiknya dilakukan sesaat sebelum anak tidur di malam hari. 

Pasta gigi baru bisa diberikan saat anak sudah berusia diatas 2 tahun. Bantulah anak untuk menggosok giginya sebab bila mereka melakukan sendiri terkadang tidak menjangkau keseluruhan gigi. Mereka baru bisa menggosok gigi dengan baik setelah berusia diatas 7 tahun.

Berikanlah bayi atau anak anda makanan yang sehat
Usahakan untuk mengurangi konsumsi makanan berkadar gula tinggi pada bayi atau anak anak. Alangkah baiknya bila anda selalu memberikan anak anda buah buahan dan sayur sayuran daripada permen atau cokelat.

Mencegah kerusakan gigi akibat botol susu
Jangan menidurkan bayi atau anak dengan memberikannya botol susu. Jika anak anda sulit tidur tanpa ngedot, anda bisa mengganti isinya dengan air. Susu, jus, dan minuman manis lainnya mengandung kadar gula yang tinggi. Minuman dengan kadar gula tinggi akan menyebabkan gigi bayi atau anak berlubang. Ajarilah anak sedini mungkin untuk minum dengan gelas daripada menggunakan botol.

Mengajak anak ke dokter gigi
Ajaklah anak anda untuk mengunjungi dokter gigi secara rutin guna memelihara kesehatan giginya. Kebiasaan ini juga akan mengurangi ketakutan anak akan dokter gigi. Dengan pemeriksaan teratur maka kelainan atau penyakit yang terjadi pada gigi akan dapat terdeteksi secara dini sehingga pengobatan dapat dilakukan dengan baik.


source: blogdokter.net
blog editor: dr. wahyu triasmara

Rabu, 15 Desember 2010

6 Alasan Kenapa Gigi Harus Dicabut

Pencabutan atau ekstraksi gigi adalah pengambilan gigi dari soketnya di tulang. Berikut adalah alasan mengapa gigi harus dicabut:

1. Gigi telah rusak parah
Jika gigi rusak karena berlubang atau patah, dokter gigi Anda akan mencoba untuk memperbaikinya dan memulihkannya dengan menambal, memberi mahkota atau perawatan lainnya. Kadang-kadang, bila kerusakannya terlalu luas untuk diperbaiki maka gigi harus dicabut.

2. Gigi ekstra yang menganggu gigi lain
Beberapa orang memiliki gigi ekstra yang mendesak gigi lain dan menimbulkan masalah baik dalam fungsi maupun estetika gigi.

3. Menjalani perawatan yang menekan sistem kekebalan tubuh
Orang yang menjalani kemoterapi bisa mengembangkan infeksi gigi. Obat ini sangat kuat dan memperlemah sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan sehingga meningkatkan risiko infeksi. Karena itu, bila ada gigi yang tidak sehat mungkin perlu dicabut sebagai pencegahan.

Orang yang akan menjalani transplantasi organ juga mungkin harus dicabut giginya bila gigi itu dikhawatirkan menjadi sumber infeksi pasca transplantasi. Pasien transplantasi organ rentan terhadap infeksi karena pasien harus meminum obat yang menekan sistem kekebalan tubuhnya.

4. Menjalani perawatan gigi kosmetik
Orang yang menjalani perawatan kawat gigi mungkin perlu dicabut giginya untuk menciptakan ruang bagi gigi yang sedang dipindahkan ke tempatnya.

5. Menerima terapi radiasi (radioterapi)
Orang yang menerima radiasi di kepala dan leher mungkin perlu dicabut giginya di wilayah yang diradiasi.

6. Geraham bungsu yang tumbuh mengganggu
Geraham bungsu, juga disebut geraham ketiga, sering dicabut baik sebelum atau setelah muncul. Gigi ini umumnya tumbuh di akhir masa remaja atau di awal dua puluhan. Geraham bungsu dapat terjebak dalam rahang dan sering harus dicabut jika membusuk atau menyebabkan rasa sakit. Geraham bungsu juga mungkin terhalang sebagian oleh gigi lain sehingga tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh sepenuhnya. Hal ini dapat mengiritasi gusi, menyebabkan rasa sakit dan bengkak, yang mengharuskan pencabutan gigi.

Jenis ekstraksi gigi
Ada dua jenis ekstraksi: ekstraksi gigi sederhana dan ekstraksi bedah.
  • Ekstraksi gigi sederhana dilakukan pada gigi yang dapat dilihat dalam mulut. Dokter gigi umum dapat melakukan ekstraksi sederhana, dan kebanyakan dilakukan di bawah anestesi lokal, dengan atau tanpa obat antidepresan. Dalam ekstraksi sederhana, dokter gigi akan menjepit dengan forsep gigi dan menggoyang forsep bolak-balik untuk mengendurkan gigi sebelum mencabutnya. Kadang-kadang, suatu alat yang disebut luxator, yang ditempatkan antara gigi dan gusi, digunakan untuk membantu melonggarkan gigi.
  • Ekstraksi gigi yang melibatkan pembedahan dilakukan untuk gigi yang tidak dapat dilihat dengan mudah di dalam mulut, baik karena patah di bawah permukaan gusi atau karena belum tumbuh. Ekstraksi bedah biasanya dilakukan oleh dokter spesialis bedah mulut. Pembedahan dapat dilakukan dengan bius lokal atau umum. Pasien dengan kondisi medis khusus dan anak-anak dapat diberikan anestesi umum. Dalam ekstraksi bedah, dokter harus membuat sayatan pada gusi Anda untuk menjangkau gigi. Dalam beberapa kasus, gigi tersebut harus dipecah menjadi beberapa bagian sebelum dicabut. Jika Anda membutuhkan geraham bungsu untuk dicabut, maka biasanya gigi itu akan dikeluarkan pada saat yang sama.
Gigi atas biasanya lebih mudah dicabut dibandingkan gigi bawah. Gigi yang miring ke samping bisa lebih sulit dicabut dibandingkan yang tumbuh vertikal.


source: colgate-palmolive
blog editor: dr. wahyu triasmara

Penyebab Sakit Gigi

Sakit gigi dapat muncul tiba-tiba. Penyebab paling umum sakit gigi adalah lubang pada gigi yang disebut karies gigi atau kavitasi. Sakit gigi juga dapat disebabkan oleh hal lain seperti gigi longgar, erosi gusi, atau infeksi kanal akar gigi. Jika ada peradangan saraf, sakit yang dirasakan bisa sangat intens. 
1. Karies Gigi
Karies adalah nama kolektif untuk kerusakan gigi di enamel (zat di mahkota gigi), sementum (zat di akar gigi), dan dentin (zat di tengah antara mahkota dan akar).Gigi dapat berlubang karena bakteri tertentu yang memproduksi asam laktat dari hasil fermentasi karbohidrat seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa.

Gigi terutama terdiri dari mineral yang secara konstan mengalami proses demineralisasi dan remineralisasi. Demineralisasi terjadi karena pemakaian gigi, terutama karena makan makanan yang mengandung asam. Remineralisasi gigi terjadi dengan bantuan air liur, pasta gigi ber-flouride, dan obat kumur.  Ketika pH pada permukaan gigi turun di bawah 5,5 karena asam laktat yang diproduksi bakteri, demineralisasi lebih cepat dari remineralisasi sehingga gigi “tekor” mineral. Hal ini dapat mengarah ke
gigi berlubang.

Gigi berlubang harus segera ditangani oleh dokter gigi agar tidak berkembang menjadi parah sehingga harus dicabut, atau bahkan menyebabkan infeksi berbahaya. Dokter gigi akan membor lubang untuk membersihkan kerusakan dan kemudian menambal gigi dengan implan.

2. Gigi longgar
Gigi longgar dapat terasa sangat menyakitkan saat mengunyah makanan. Penyebab gigi longgar biasanya adalah penyakit pada gusi (gingivitis, periodontitis), meskipun bisa juga disebabkan oleh kecelakaan atau benturan. Untuk mengatasi gigi longgar, dokter gigi harus menghilangkan penyakit pada gusi dengan pembersihan gigi (scaling) dan pengobatan. Gigi yang sedikit goyang masih dapat diperkuat dengan menambatkan ke gigi di dekatnya. Gigi yang goyang ke segala arah harus dicabut.

3. Erosi gusi
Gusi yang mengalami erosi akan mengekspos akarnya sehingga menjadi sensitif terhadap makanan/minuman panas, dingin dan asam. Erosi gusi bisa disebabkan karena menyikat gigi terlalu keras atau karena penyakit gusi. Erosi gusi berlangsung bertahap dalam waktu lama sehingga lebih umum pada mereka yang berusia di atas 40 tahun. Penderitanya tidak memperhatikan atau menganggap serius sampai menjadi masalah. Bila penyebab erosi adalah terlalu keras menyikat gigi, Anda harus mengganti sikat dengan yang lebih halus dan mengurangi tekanan.

Erosi gusi hanya bisa dibetulkan dengan cangkok gusi, sebuah prosedur operasi plastik yang hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi spesialis.

4. Infeksi kanal akar gigi
Kanal akar gigi yang terinfeksi bisa sangat menyakitkan dengan rasa nyeri yang menyebar ke daerah lain di wajah dan tengkorak. Tubuh mempertahankan diri dari infeksi sehingga menyebabkan peradangan. Kadang-kadang terjadi abses (nanah) dalam akar gigi yang dapat menetap di dalam tulang rahang pasien selama bertahun-tahun dan terus-menerus menyebarkan bakteri ke dalam aliran darah penderitanya.

Infeksi kanal akar gigi dapat membuat gigi mati sehingga harus dicabut. Mempertahankan gigi mati bukanlah pilihan. Penggunakan herbal, vitamin, atau bahkan resep antibiotik biasanya tidak memecahkan masalah bila tanpa diikuti ekstraksi dan pembersihan kanal akar gigi dan jaringan sekitarnya.

Apa yang dapat Anda lakukan bila sakit gigi?
Rasa sakit yang mengganggu dapat Anda kurangi dengan meminum parasetamol, ponstan atau pereda nyeri lainnya. Bila sakit gigi Anda parah, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter gigi.

source: majalahkesehatan.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Sabtu, 30 Oktober 2010

Jangan Lupa Tanyakan Ini Saat Periksa Gigi Anda

http://www.suaramerdeka.com/harian/0207/01/sm17gigi1kot.jpgKetika datang ke dokter gigi, orang berharap dokter memberikan informasi yang lengkap mengenai kondisi giginya. Tapi tidak semua hal diungkapkan oleh dokter gigi, sehingga pasien harus berani menanyakannya.

Dr Edward Romano, dokter gigi kosmetik di New Jersey mengatakan hal-hal yang tidak diungkapkan oleh dokter gigi pada pasiennya mungkin akan mengejutkan si pasien. Karenanya pasien harus cermat memberikan pertanyaan mengenai kesehatan gigi dan mulut pada dokternya.

Seperti dikutip dari Sheknows, ada beberapa pertanyaan yang sebaiknya ditanyakan pasien pada dokter giginya.
Pertanyaan yang paling penting adalah:
  1. Menanyakan tentang bagaimana kondisi gusinya. Hal ini karena sesuatu yang terjadi pada gusi seperti penumpukan plak pada arteri bisa menyebabkan sakit jantung. Selain itu jika kondisi gusi buruk akan membuat tulang tidak optimal mempertahankan gigi yang nantinya bisa berujung pada kehilangan gigi. Plak bakteri bisa tumbuh selama 24 jam di dalam gusi dan dalam jumlah besar dapat menimbulkan masalah. Selama ini kebanyakan orang hanya menghabiskan waktu sekitar 30 detik untuk menyikat gigi, sehingga tidak semua plak terangkat. Dokter biasanya akan menyarankan tiga kali sikat gigi da juga menggunakan benang gigi sebelum tidur.
  2. Menanyakan dokter apakah sudah memeriksakan gejala kanker mulut atau tidak. Hal ini karena kanker mulut merupakan salah satu kondisi yang ganas dan fatal. Namun jika berhasil dideteksi secara dini bisa meringankan rasa sakit, mengurangi kerusakan dan dapat menyelamatkan nyawanya.
  3. Menanyakan bagaimana cara menjaga gusi dan mulut tetap sehat. Hal ini karena kesehatan mulut dan gigi berhubungan dengnan saraf yang berkaitan dengan organ lain di dalam tubuh, sehingga kondisi gusi dan gigi ini tidak bisa dianggap sepele.
Beberapa orang kadang merasa gugup atau takut ketika pergi ke dokter gigi yang bisa membuatnya menjadi sulit berbicara dan lupa dengan apa yang ingin diucapkannya. Karena itu tak ada salahnya untuk mencatat beberapa pertanyaan yang memang ingin ditanyakan.


source: Vera Farah Bararah – detikHealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Senin, 18 Oktober 2010

Penyebab Gusi Berdarah

http://lapantahun.files.wordpress.com/2009/06/sakit-gigi.jpg?w=590&h=443Masalah gusi berdarah bisa jadi pernah dialami sebagian besar orang. Umumnya masalah ini disadari saat menyikat gigi. Namun, mungkin belum semua orang tahu apa sebenarnya penyebab dari gusi berdarah dan bagaimana cara penanganan yang tepat.

Gusi berdarah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab yang paling sering adalah adanya plak dan karang gigi (kalkulus) yang menempel pada permukaan gigi. Gigi kita dilapisi oleh lapisan transparan licin yang disebut pellicle. Pellicle yang dikolonisasi oleh bakteri disebut plak. Selanjutnya, bila tidak dibersihkan maka plak dapat mengalami mineralisasi (pengerasan) sehingga membentuk karang gigi yang melekat pada permukaan gigi. Biasanya karang gigi dijumpai pada leher gigi.

Karang gigi tidak hanya melekat pada permukaan gigi yang tampak (terletak di atas garis gusi) tapi juga dapat melekat pada permukaan gigi yang tertutup oleh gusi. Pada permukaan karang gigi biasanya juga terdapat koloni bakteri. Koloni bakteri pada plak dan karang gigi inilah yang mengakibatkan kerusakan jaringan penyangga gigi, yang dimulai dari gingiva (bagian gusi yang dapat kita lihat). Keadaan ini disebut gingivitis (radang gusi).

Karena ada peradangan maka gusi menjadi mudah berdarah apabila terkena trauma mekanis, misalnya sikat gigi atau tusuk gigi. Jadi, gusi berdarah adalah tanda awal adanya kerusakan gusi.
Apabila tidak segera ditangani maka karang gigi dapat terus bertambah sehingga perlekatan gusi pada permukaaan gigi menjadi lepas dan terbentuk adanya kantung pada gusi (disebut periodontal pocket). Kondisi ini disertai juga dengan perdarahan gusi dan kerusakan tulang penyangga gigi. Akibatnya bila tidak segera ditangani gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal. Keadaan ini disebut periodontitis.

Karena penyebabnya adalah koloni bakteri pada plak dan karang gigi, maka solusi masalah ini adalah dengan melakukan pembersihan plak dan karang gigi. Plak dapat dibersihkan dengan cara menyikat gigi secara teratur dan benar. Frekuensi menyikat gigi minimal dua kali tiap hari, pagi setelah makan pagi dan malam sebelum tidur. Arah menyikat gigi adalah dari gusi ke arah gigi. Penyikatan gigi dalam arah horizontal tidak dibenarkan karena akan menyebabkan abrasi leher gigi dan resesi gingiva (gusi rahang atas tampak naik, gusi rahang bawah tampak turun, sehingga permukaan akar gigi terlihat).

Karang gigi tidak dapat dibersihkan dengan menyikat gigi. Jadi apabila terdapat karang gigi maka perlu datang ke dokter gigi untuk dilakukan scaling (pembersihan karang gigi). Selanjutnya dokter gigi akan melihat sampai mana kerusakan jaringan penyangga gigi yang terjadi. Apabila hanya terjadi gingivitis, maka tindakan scaling biasanya sudah mencukupi. Tapi bila sudah terjadi periodontitis, maka akan dilakukan perawatan periodontal lebih lanjut. Sebaiknya kita datang ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sehingga masalah dapat ditangani sejak dini.

Selain karang gigi dan plak, perdarahan gusi juga berhubungan dengan beberapa penyakit, antara lain kekurangan vitamin C dan kelainan darah. Kekurangan vitamin C terjadi pada orang yang tidak makan sayur atau buah dalam jangka waktu lama. Gusi pada penderita kekurangan vitamin C menjadi bengkak, berwarna keunguan dan terjadi perdarahan. Keadaan kekurangan vitamin C ini dinamakan Scurvy. Cara penanganannya adalah dengan memberikan vitamin C.

Kelainan darah yang biasanya berkaitan dengan perdarahan gusi adalah leukemia dan trombositopenia. Leukemia adalah keganasan sel darah putih sedangkan trombositopenia adalah kondisi di mana terjadi penurunan jumlah trombosit dalam darah. Pada penderita leukemia, gusi terinfiltrasi oleh sel-sel darah putih ganas. Secara klinis gusi tampak membesar. Karena pada leukemia umumnya juga terjadi trombositopenia maka gusi penderita leukemia juga mudah berdarah. Trombosit adalah salah satu elemen darah yang diperlukan untuk pembekuan darah. Apabila jumlahnya menurun sampai di bawah batas normal maka kemungkinan terjadi perdarahan lebih besar. Trombositopenia dapat merupakan penyakit yang berdiri sendiri atau bagian dari penyakit lain, misalnya demam berdarah. Jadi apabila didapati gusi berdarah disertai gejala-gejala lain seperti badan mudah lelah, demam, penurunan berat badan, berkeringat di waktu malam dan lain-lain sebaiknya segera datang ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

source: drg. Nita Margaretha, SpPM – Staf Pengajar Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut FKUAJ
blog editor: dr. wahyu triasmara

Minggu, 17 Oktober 2010

Tips Mencegah dan Mengatasi Plaque (Karang/Dental Calculus) Gigi

http://lh4.ggpht.com/_y_6qOLG67ZY/S6l5vdbVXcI/AAAAAAAABNI/652nRLvXAwg/gigi-putih.jpgKarang Gigi yang nama lainnya adalah kalkulus merupakan kotoran dalam mulut yang menempel di gigi dalam jangka waktu lama sehingga lama kelamaan akan mengeras dan membatu sehingga sulit untuk dibersihkan dengan gosok gigi. Dari segi penampilan karang gigi memang kurang sedap dipandang mata sehingga bagi yang memperhatikan penampilan sebaiknya membersihkannya dengan cara yang baik dan benar.

Setiap orang beda-beda dalam menghasilang karang gigi di dalam mulutnya. Ada yang mudah terbentuk dan ada pula yang lama terbentuknya tergantung kondisi lingkungan dalam mulut, kandungan dalam air liur (ludah), makanan yang kita makan, kondisi gigi geligi, jenis kuman yang ada di mulut kita, dan lain-lain.

Untuk menghilangkan kalkulus atau karang gigi sebaiknya tidak dilakukan sendiri atau menggunakan suatu benda atau obat kimia yang tidak jelas. Untuk membersihkan karang gigi sebaiknya datang ke dokter gigi baik yang praktek di rumah, rumah sakit, klinik, puskesmas, dan lain sebagainya. Jika anda tidak punya banyak uang sebaiknya datang ke puskesmas atau pusat kesehatan lain yang bisa terjangkau. Mintalah dokter gigi untuk membersihkan karang gigi anda dengan teknik scaling maupun cara lainnya.

Menggunakan cara yang salah justru hanya akan memperparah keadaan yang tadinya baik-baik saja. Jika anda nekat membersihkan dengan batu, pisau, logam, benda tajam, dan lain-lain maka bisa jadi yang dikikis justru lapisan email gigi kita yang sangat penting atau bahkan bisa menyebabkan infeksi dan kantung kuman dalam gigi dan gusi. Agar lebih aman sebaiknya datang ke dokter gigi saja (bukan ahli gigi) agar gigi anda bisa kembali ke sedia kala serta tetap sehat dan kuat.

Agar kalkulus tidak kembali lagi ke gigi kita, kita bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan karang gigi sebagai berikut di bawah ini :
1. Rajin gosok gigi setelah makan dan sebelum tidur dengan pasti gigi / odol yang mencegah plak.
2. Rajin minum air putih yang bersih sambil kumur-kumur.
3. Rajin membersihkan bekas sisa makanan / jigong yang ada di pojok dan sela-sela gigi dengan benang gigi.
4. Rajin kumur-kumur dengan cairan pembersih mulut / dental floss yang bisa mencegah plak karang gigi.
5. Rajin makan buah dan atau sayur karena seratnya dapat membantu menghilangkan sisa makanan di gigi dan gusi kita.

Sekian terima kasih semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.



source: organisasi.org
blog editor: dr. wahyu triasmara