Tampilkan postingan dengan label Jantung Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jantung Kita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juli 2011

Serangan Jantung Saat Olahraga

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa berolahraga baik untuk kesehatan jantung. Oleh karena itu, dokter dan kalangan medis biasanya sangat menganjurkannya.

Tetapi pada beberapa kasus, olahraga justru dapat memicu serangan jantung. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan manfaat olahraga seperti yang dikampanyekan. Bukannya menyehatkan tetapi malah mematikan.

Jadi bagaimana seharusnya?
Walaupun bagus dan dianjurkan, olahraga tidak bisa dilakukan dengan membabi buta. Adalah salah jika ada yang beranggapan bahwa semakin keras olahraga, semakin baik. Berbagai aspek harus dipertimbangkan sebelum berolahraga; antara lain umur, keadaan fisik, riwayat penyakit dan lain-lain.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam berolahraga adalah:
  1. Jika Anda sudah berumur 40 tahun atau lebih, sebelum berolahraga sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter untuk menentukan jenis olahraga, frekuensi, dan durasi yang cocok. Demikian pula jika Anda punya riwayat penyakit kardiovaskuler seperti jantung atau hipertensi.
  2. Sebelum berolahraga, sebaiknya melakukan pemanasan terlebih dahulu. Demikian pula setelahnya, penting untuk melakukan pendinginan.
  3. Hindari tiba-tiba melakukan olahraga berat. Sebaiknya olahraga dilakukan dengan intensitas yang perlahan-lahan semakin meningkat.
  4. Olahraga hendaknya dilakukan secara rutin, 3 – 5 hari dalam seminggu.


source: wartamedika.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Penanganan Hipertensi dalam Kehamilan

Hipertensi dalam kehamilan berarti tekanan darah meninggi saat hamil. Keadaan ini biasanya mulai pada trimester ketiga, atau tiga bulan terakhir kehamilan. Kadang-kadang timbul lebih awal, tetapi hal ini jarang terjadi. 

Tidak diketahui mengapa tekanan darah bisa meninggi di saat hamil. Keadaan ini paling sering terjadi pada hamil anak pertama, dan lebih jarang pada hamil anak selanjutnya.

Dikatakan tekanan darah tinggi dalam kehamilan jika tekanan darah sebelum hamil (saat periksa hamil) lebih tinggi dibandingkan tekanan darah di saat hamil.

Pengobatan hipertensi dalam kehamilan tergantung pada sejumlah faktor, yaitu usia kehamilan, beratnya hipertensi, dan kemampuan bayi mentoleransi peningkatan tekanan darah.

Pengobatan biasanya hanya istirahat dan pemantauan tekanan darah yang lebih sering. Pemeriksaan lain yang dilakukan adalah pemeriksaan darah, pemantauan denyut jantung janin, pemeriksaan urine untuk mengetahui ada tidaknya protein, dan penentuan volume cairan amnion dan keadaan pertumbuhan bayi jika perlu.

Satu-satunya hal yang dapat mengatasi hipertensi dalam kehamilan adalah melahirkan. Setelah melahirkan, gangguan ini bisa langsung sembuh, atau bertahan beberapa jam sampai beberapa minggu.



source: wartamedika.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Sabtu, 25 Juni 2011

Tanda Jantung Mulai tidak Sehat

Jantung merupakan salah satu organ vital yang bisa mempengaruhi bagian tubuh lain. Untuk itu ketahui 5 gejala yang bisa menjadi tanda bahwa jantung tidak sehat.

"Jantung bersama-sama dengan arteri berfungsi memberikan makan untuk berbagai organ tubuh, ketika organ ini mulai mengalami gangguan maka gejala yang muncul bisa timbul di berbagai bagian tubuh," ujar Jonathan Goldstein, ahli jantung dari St. Michael's Medical Center di Newark, New Jersey, seperti dikutip dari MSNHealth, Jumat (24/6/2011). 
Berikut ini adalah 5 tanda yang menunjukkan bahwa jantung Anda tidak sehat, jika memiliki lebih dari 2 tanda tersebut sebaiknya hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan, yaitu:

1. Sakit leher
Jika sering merasa leher yang sakit seperti tertarik, terutama jika terus menerus maka sebaiknya mulai dipikirkan. Pasien yang telah mengalami serangan jantung kebanyakan baru menyadari bahwa ia sering merasa pegal, sakit dan rasa seperti tertarik di leher akibat ketegangan otot. Tanda ini sering terabaikan karena pasien lebih fokus pada rasa sesak atau sakit di bagian kiri dada.

Kondisi ini terjadi karena saraf dari jaringan jantung mengirimkan sinyal rasa sakit yang naik turun ke sumsum tulang belakang yang membentang ke leher dan bahu. Nyeri ini tidak terletak pada satu tempat spesifik dan biasanya tidak hilang dengan kompres dingin, hangat atau pijat otot.

2. Gangguan seksual
Memiliki kesulitan dalam mencapai atau menjaga ereksi bisa menjadi salah satu tanda dari penyakit jantung koroner. Dokter saat ini akan melakukan pemeriksaan kardiovaskular ketika ada pria yang mengeluhkan disfungsi ereksi.

Kondisi ini terjadi karena arteri di sekitar jantung yang menyempit atau mengeras akan mempengaruhi pasokan darah ke penis, sehingga akan membuatnya sulit mencapai atau menjaga ereksi.

3. Sering merasa pusing, sesak napas atau pingsan
Journal of the American Heart Association melaporkan lebih dari 40 persen perempuan melaporkan sering mengalami sesak napas dihari-hari sebelum serangan jantung. Seseorang mungkin akan mengalami tidak bisa bernapas, pusing atau pingsan bahkan saat tengah melakukan hal yang biasa seperti berjalan atau membersihkan rumah yang sebelumnya tidak pernah bermasalah.

Kondisi ini terjadi karena darah yang melalui arteri untuk membawa oksigen ke jantung tidak mencukupi. Plak yang menumpuk akan membuat jantung sulit mendapatkan oksigen yang cukup, sehingga kadang seseorang merasa sakit saat harus menarik napas dalam-dalam. Biasanya terjadi lebih mendadak dan akan hilang saat beristirahat.

4. Sakit pada rahang dan telinga
Sakit pada rahang memang menjadi gejala yang misterius karena bisa akibat beberapa sebab, tapi kadang bisa juga menjadi petunjuk dari penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Rasa sakit yang muncul sepanjang rahang sampai ke telinga dan sulit menemukan darimana rasa sakit itu berasal.

Kondisi ini terjadi karena jaringan jantung yang rusak mengirimkan sinyal ke sumsum tulang balakang hingga mempengaruhi saraf di sepanjang rahang sampai telinga. Rasa sakit yang muncul beda dengan sakit gigi atau infeksi telinga yang biasanya di satu titik, tapi lebih bersifat menyebar dan kadang mempengaruhi bahu serta lengan terutama di bagian kiri.

5. Gangguan pencernaan, mual atau rasa perih di perut
Serangan gangguan pencernaan parah dn mual bisa menjadi tanda awal serangan jantung atau myocardial infarction, terutama pada perempuan. Dalam satu studi diketahui perempuan 2 kali lebih mungkin mengalami muntah, mual dan gangguan pencernaan selama beberapa bulan menjelang serangan jantung dibanding laki-laki.

Kondisi ini terjadi karena sumbatan lemak di arteri akan mengurangi suplai darah ke jantung yang biasanya terjadi di dada kadang bisa muncul di perut. Hal ini tergantung pada bagian mana dari jantung yang mengalami gangguan sehingga ia mengirimkan sinyal rasa sakit di bagian tubuh yang lebih rendah dari dada. (ver/ir



source: detikhealth
blog editor: dr. wahyu triasmara

Minggu, 15 Mei 2011

Tabel Nilai Kalori dan Kholesterol Makanan Cepat Saji

Tidak hanya untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan, tetapi semua orang ternyata juga harus mengatur menu diet atau menu makanan sehari-harinya. Terlalu banyak makan dapat menyebabkan kelebihan berat badan, dan sebaliknya, terlalu sedikit makan dapat menyebabkan kekurangan gizi.

Bagi yang sudah terlanjur memiliki berat badan berlebih, mereka harus menyusun menu dietnya agar tetap mencukupi kebutuhan metabolisme sehari-harinya, namun tidak menyebabkan penumpukan makanan berlebih dalam tubuh. Begitu juga sebaliknya bagi mereka yang kekurangan gizi.

Oleh karena itu, pengaturan menu diet sebaiknya diterapkan pada semua orang, dengan memperhatikan proporsi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, serta zat-zat lain dalam tubuh, sehingga seluruhnya berada dalam porsi yang seimbang.

KANDUNGAN KALORI MAKANAN HARIAN

KANDUNGAN KALORI MAKANAN SIAP SAJI
Makanan
Jumlah
Kalori
Kentucky fried chicken

Original recipe chicken
-          Paha bawah
-          Paha atas
-          Dada
-          Sayap

1 potong
1 potong
1 potong
1 potong

117
235
257
136
Extra crispy chicken
-          Paha bawah
-          Paha atas
-          Dada
-          Sayap

1 potong
1 potong
1 potong
1 potong

155
343
286
201
Mc Donald's
-          hamburger
-          Cheese burger
-          Big mac
-          French fries

1 potong
1 potong
1 potong
68 gram

257
318
570
220
Pizza Hut
-          supreme
-          supersupreme

1 potong
1 potong

510
640
Wendy's
-          Hamburger


-          Hamburger w/ cheese


-          Chili
-          French fries

1 single
1 double
1 single
1 double
1 buah
1 porsi

427
669
577
797
229
327



KANDUNGAN KHOLESTEROL PER 10 GRAM MAKANAN


No
Nama makanan
(10 gram)
Kholesterol
(mg)
Katagori
1
Putih telur ayam
0
Sehat
2
Teripang
0
Sehat
3
Ubur-ubur
0
Sehat
4
Susu sapi non fat
0
Sehat
5
Daging ayam tanpa kulit
50
Sehat
6
Daging bebek tanpa kulit
50
Sehat
7
Ikan sungai biasa
55
Sehat
8
Daging sapi tanpa lemak
60
Sehat
9
Daging kelinci
65
Sehat
10
Daging kambing tanpa lemak
70
Sehat
11
Ikan ekor kuning
85
Sehat
12
Daging asap (ham)
98
Sekali-kali
13
Iga sapi
100
Sekali-kali
14
Daging sapi
105
Sekali-kali
15
Burung dara
110
Sekali-kali
16
Ikan bahal
120
Sekali-kali
17
Daging sapi berlemak
125
Sekali-kali
18
Gajih sapi
130
Hati- hati
19
Gajih kambing
130
Hati- hati
20
Daging babi
130
Hati- hati
21
Keju
140
Hati- hati
22
Sosis daging
150
Hati- hati
23
Kepiting
150
Hati- hati
24
Udang
160
Hati- hati
25
Kerang/siput
160
Hati- hati
26
Belut
185
Hati- hati
27
Santan kelapa
185
Berbahaya
28
Gajih babi
200
Berbahaya
29
Susu sapi
250
Berbahaya
30
Susu sapi cream
280
Berbahaya
31
Coklat/cacao
290
Berbahaya
32
Mentega/margaine
300
Berbahaya
33
Jeroan sapi
380
Berbahaya
34
Jeroan babi
420
Berbahaya
35
Kerang putih/remi/tiram
450
Berbahaya
36
Telur ayam
500
Berbahaya
37
Jeroan kambing
610
Berbahaya
38
Cumi-cumi
1170
Pantang
39
Kuning telur ayam
2000
Pantang
40
Otak sapi
2300
Pantang
41
Otak babi
3100
Pantang
42
Telur burung puyuh
3640
Pantang

Rabu, 16 Maret 2011

Informasi Penyakit : Gagal Jantung (Decompensatio Cordis)

Pendahuluan
Berdasar definisi patofisiologik gagal jantung (decompensatio cordis) atau dalam bahasa inggris Heart Failure adalah ketidakmampuan jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan pada saat istirahat atau kerja ringan. Hal tersebut akan menyebabkan respon sistemik khusus yang bersifat patologik (sistem saraf, hormonal, ginjal, dan lainnya) serta adanya tanda dan gejala yang khas (Fathoni, 2007).

Prevalensi gagal jantung di negara berkembang cukup tinggi dan makin meningkat. Oleh karena itu gagal jantung merupakan masalah kesehatan yang utama. Setengah dari pasien yang terdiagnosis gagal jantung masih punya harapan hidup 5 tahun (Fathoni, 2007). Penelitian Framingham menunjukkan mortalitas 5 tahun sebesar 62% pada pria dan 42% wanita ( Sugeng dan Sitompul, 2003).

Berdasar perkiraan tahun 1989, di Amerika terdapat 3 juta penderita gagal jantung dan setiap tahunnya bertambah 400.000 orang. Walaupun angka-angka yang pasti belum ada untuk seluruh Indonesia, dapat diperkirakan jumlah penderita gagal jantung akan bertambah setiap tahunnya (Sugeng dan Sitompul, 2003).

Definisi Klinik Gagal Jantung
Merupakan sindroma klinik yang terdiri dari sesak napas dan rasa cepat lelah yang disebabkan oleh kelainan jantung (Purwaningtyas, 2007).

Klasifikasi Fungsional (NYHA)
1. I bila timbul gejala sesak napas atau capai pada aktivitas fisik yang berat.
2. II bila timbul gejala sesak napas atau capai pada aktivitas yang sedang.
3. III bila timbul gejala sesak napas atau capai pada aktivitas yang ringan.
4. IV bila timbul gejala sesak napas atau capai pada aktivitas yang sangat ringan dan pada waktu istirahat (Purwaningtyas, 2007).

Etiologi
Penyebab gagal jantung digolongkan menurut apakah gagal jantung tersebut menimbulkan gagal yang dominan sisi kiri atau dominan sisi kanan. Dominan sisi kiri : penyakit jantung iskemik, penyakit jantung hipertensif, penyakit katup aorta, penyakit katup mitral, miokarditis, kardiomiopati, amiloidosis jantung, keadaan curah tinggi ( tirotoksikosis, anemia, fistula arteriovenosa). Dominan sisi kanan : gagal jantung kiri, penyakit paru kronis, stenosis katup pulmonal, penyakit katup trikuspid, penyakit jantung kongenital (VSD, PDA), hipertensi pulmonal, emboli pulmonal masif (Chandrasoma, 2006).

Patofisiologi
Sebagai respon terhadap gagal jantung, ada 3 mekanisme primer yang dapat dilihat : (1) meningkatnya aktivitas adrenergik simpatis, (2) meningkatnya beban awal akibat aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron, (3) hipertrofi ventrikel. Ketiga respon kompensatorik ini mencerminkan usaha untuk mempertahankan curah jantung. Mekanisme ini mungkin memadai untuk mempertahankan curah jantung pada awal perjalanan gagal jantung. Namun, dengan berlanjutnya gagal jantung kompensasi menjadi kurang efektif (Price dan Wilson, 2006).

Sekresi neurohormonal sebagai respon terhadap gagal jantung antara lain : (1) norepinephrine menyebabkan vasokontriksi, meningkatkan denyut jantung, dan toksisitas myocite, (2) angiotensin II menyebabkan vasokontriksi, stimulasi aldosteron, dan mengaktifkan saraf simpatis, (3) aldosteron menyebabkan retensi air dan sodium, (4) endothelin menyebabkan vasokontriksi dan toksisitas myocite, (5) vasopresin menyebabkan vasokontrikso dan resorbsi air, (6) TNF α merupakan toksisitas langsung myosite, (7) ANP menyebabkan vasodilatasi, ekresi sodium, dan efek antiproliferatif pada myocite, (8) IL 1 dan IL 6 toksisitas myocite (Nugroho, 2009).

Berdasar hukum Fank-Starling, semakin teregang serabut otot jantung pada saat pengisian diastolik, maka semakin kuat kontraksinya dan akibatnya isi sekuncup bertambah besar. Oleh karena itu pada gagal jantung, terjadi penambahan volum aliran balik vena sebagai kompensasi sehingga dapat meningkatkan curah jantung (Masud, 1992).

Gambaran Klinik
Efek gagal jantung digolongkan sebagai gagal jantung ke depan (curah tinggi) dan gagal jantung ke belakang (curah rendah). Gagal jantung curah rendah terjadi apabila jantung tidak mampu mempertahankan curah jantung sistemik normal. Sedangkan gagal curah tinggi terjadi bila jantung tidak mampu mempertahankan curah jantung yang tinggi karena kebutuhan yang meningkat. Masing-masing terdiri dari dominan sisi kiri dan dominan sisi kanan.

Gambaran klinik gagal curah rendah kanan : hepatomegali, peningkatan vena jugularis, kongesti sistemik pasif, edema tungkai. Gagal curah rendah kiri : edema paru, hipoksemia, dispnea, hemoptisis, kongesti vena paru, dispnea waktu bekerja, PND, hipertensi pulmonal, hipertrofi dan gagal ventrikel kanan.
Gagal curah tinggi kanan : kematian mendadak, penurunan aliran arteri pulmonalis (efek klinis minimal). Curah tinggi kiri : kematian mendadak, syok kardiogenik, sinkop, hipotensi, penurunan perfusi jaringan, vasokontriksi ginjal, retensi cairan, edema (Chandrasoma, 2006; Sugeng dan Sitompul, 2003).

Pemeriksaan
Diagnosis klinik berdasar pada riwayat klinik, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan EKG, foto rontgen thorax, ekokardiografi, pemeriksaan radionuklir, dan pemeriksaan invasif (Jota, 2002; Kertohoesodo, 1987)

Kriteria Diagnosis
Kriteria diagnosis gagal jantung dibagi 2 menjadi kriteria utama dan kriteria tambahan. Kriteria utama : dispnea paroxismal nokturnal (PND), kardiomegali, gallop S-3, peningkatan tekanan vena, reflex hepatojugular, ronkhi. Kriteria tambahan : edem pergelangan kaki, batuk malam hari, dispnea waktu aktivitas, hepatomegali, efusi pleura, takikardi. Diagnosis ditetapkan atas adanya 2 kriteria utama atau 1 kriteria utama ditambah 2 kriteria tambahan (Fathoni, 2007).

Penatalaksanaan
Tindakan dan pengobatan pada gagal jantung ditujukan pada 5 aspek : mengurangi beban kerja, memperkuat kontraktilitas miokard, mengurangi kelebihan cairan dan garam, melakukan tindakan terhadap penyebab, faktor pencetus dan penyakit yang mendasari.

Pada umumnya semua penderita gagal jantung dianjurkan untuk membatasi aktivitas sesuai beratnya keluhan. Terapi nonfarmakologi antara lain: diet rendah garam, mengurangi berat badan, mengurangi lemak, mengurangi stress psikis, menghindari rokok, olahraga teratur (Nugroho, 2009). Beban awal dapat dikurangi dengan pembatasan cairan, pemberian diuretika, nitrat, atau vasodilator lainnya. Beban akhir dikurangi dengan obat-obat vasodilator, seperti ACE-inhibitor, hidralazin. Kontraktilitas dapat ditingkatkan dengan obat ionotropik seperti digitalis, dopamin, dan dobutamin (Sugeng dan Sitompul, 2003).



source: berbagai sumber
blog editor: dr. wahyu triasmara

Jumat, 18 Februari 2011

Informasi Penyakit : Angin Duduk /Angina (Penyebab dan Pencegahannya)

Istilah angin duduk atau angina mungkin kata yang pernah Anda dengar. Pengertian angin duduk masih simpang siur. Ada yang menganggap angin duduk seperti masuk angin tetapi dapat mematikan, ada pula yang menganggap angin duduk sebagai hal yang berbahaya dan dapat menimbulkan kematian. 

Dalam istilah kedokteran sendiri, tidak dikenal istilah angin duduk. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan angin duduk atau angina?

Angina

Disebut sebagai angin duduk atau angina karena orang yang mengalaminya dapat meninggal secara tiba-tiba. Mungkin pada saat duduk tiba-tiba orang tersebut meninggal. Angin duduk berhubungan dengan jantung. Karena tidak ada dalam istilah kedokteran, maka istilah yang mirip dengan yang dimaksud angin duduk adalah angina pectoris yang ditandai dengan rasa nyeri pada dada sebelah kiri.

Jantung terletak pada bagian dalam dada kiri Anda. Jantung yang kekurangan oksigen akan menyebabkan rasa nyeri, itulah sebabnya dada kiri Anda terasa nyeri. Rasa nyeri dan dada terasa seperti ditekan dapat berlangsung mulai dari 5 menit sampai 30 menit. Rasa nyeri ini bisa menjalar sampai ke bahu dan lengan kiri Anda. Jadi pada intinya, angin duduk atau angina merupakan penyakit jantung iskemik, yang disebabkan berkurangnya pasokan oksigen maupun aliran darah ke jantung.

Secara garis besar, rasa nyeri akibat kekurangan oksigen dapat terjadi karena dua penyebab. Yang pertama, karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah di sekitar jantung yang membawa oksigen. Akibat dari penyempitan ini adalah kurangnya oksigen dari yang jumlah yang dibutuhkan. Penyebab kedua adalah adanya aktivitas berat yang mengakibatkan terjadinya lonjakan oksigen yang lebih daripada biasanya. Aktivitas yang dapat menyebabkan lonjakan kebutuhan oksigen misalnya saat berolahraga, mendaki, atau saat mengalami stres.

Gejala Angina

Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, merupakan gejala yang paling dapat dirasakan ketika terkena angina. Angina dapat menjadi peringatan bagi setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya. Hal ini mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner. Jika Anda sering mengalami hal tersebut, segeralah ke dokter untuk memeriksa jantung Anda. Meskipun demikian, setelah angina diberi perawatan, tidak ada jaminan bahwa serangan jantung dapat dicegah. Namun perawatan tersebut akan menurunkan risiko terjadinya serangan jantung dalam waktu dekat.

Menghindari Angina

Perhatikan juga angka sehat tubuh yang cukup penting untuk tubuh Anda, misalnya dengan menjaga:
  • Tekanan darah

    Tekanan darah dapat menyebabkan serangan angina pectoris karena tekanan darah yang tinggi dapat membuat kebutuhan tubuh terhadap oksigen meningkat. Info selengkapnya tentang tekanan darah tinggi atau hipertensi, dapat Anda temukan di artikel hipertensi.
  • Kadar Gula

    Tingkat kadar gula yang tinggi akan menghambat proses masuknya oksigen ke jantung. Info selengkapnya tentang gula darah dan diabetes, dapat Anda temukan di artikel: Diabetes.
  • Kolesterol

    Tingkat kolesterol harus dipantau karena penyumbat yang umum ditemukan pada pembuluh darah adalah lemak atau plak kolesterol. Info selengkapnya tentang kolesterol, dapat Anda temukan di artikel: Kolesterol.
Melakukan pemeriksaan darah yang sederhana sering kali mengindikasikan bahaya yang menanti lama sebelum seseorang mengalami gejala yang terlihat seperti angina. Maka, penting untuk memeriksakan tingkat kolesterol darah, kadar gula darah, dan juga tekanan darah Anda. Menjaga agar hal tersebut dalam batas yang normal menjadi hal yang penting untuk menghindari angina.

Mengatasi Angina

Seseorang yang merasakan rasa nyeri pada dada, sebaiknya segera memperbaiki pola hidup dan memeriksakan ke dokter. Jika kondisinya dibiarkan tanpa perawatan, kemungkinan besar hal itu akan memicu serangan jantung yang sangat fatal.

Selain itu, pola hidup tidak sehat menjadi hal yang umum yang menjadi penyebab angina dan taraf yang lebih parah yaitu serangan jantung. Kebiasaan merokok, tidak pernah berolahraga, makanan dengan kadar kolesterol tinggi, obesitas atau stres dapat menjadi pemicunya.

Angina merupakan indikasi bahwa ada yang tidak beres pada jantung Anda karena jika tidak dilakukan perubahan mungkin dapat menyebabkan serangan jantung yang dapat merenggut nyawa. Segeralah ubah pola hidup untuk menjalankan pola hidup yang sehat. Jangan lupa untuk berolahraga secara teratur dan jika Anda pernah terkena serangan angina atau angin duduk atau pernah memiliki penyakit jantung sebaiknya pilih olahraga yang jangan terlalu berat.




source: www.kumpulaninfo.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Sabtu, 29 Januari 2011

5 Manfaat Jadi Donor Darah

Simbiosis mutualisme. Itulah yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.

Anggapan yang menyatakan mendonorkan darah bisa membuat kita menjadi lemas adalah salah. Saat kita mendonorkan darah, maka tubuh akan bereaksi langsung dengan membuat penggantinya. Jadi, kita tidak akan mengalami kekurangan darah. Selain membuat tubuh memproduksi darah-darah baru, ada lima manfaat kesehatan lain yang bisa kita rasakan:


1. Menjaga kesehatan jantung
Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

2. Meningkatkan produksi sel darah merah
Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darahmenjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru. 

3. Membantu penurunan berat tubuh
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.

4. Mendapatkan kesehatan psikologis
Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.

5. Mendeteksi penyakit serius
Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.

Setelah menginjak usia 18 tahun, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah hingga berusia 60 tahun. Jadi jangan tunggu lama lagi, ayo… saatnya donor darah!

(Prevention Indonesia Online/Astrid Anastasia)
sumber: kompas.com, Editor: Dini

source: resep.web.id
blog editor: dr. wahyu triasmara

Selasa, 18 Januari 2011

Kebiasaan Baik untuk Mencegah Penyakit Jantung

Untuk bisa mendapatkan umur panjang, jantung adalah salah satu organ yang mutlak harus dijaga kesehatannya. Gangguan jantung bisa sangat mematikan, oleh karena itu pencegahan menjadi langkah paling bijak untuk menghindari kematian mendadak akibat serangan jantung.

Holly Andersen, peneliti dari Ronald O Perelman Heart Institute di New York menjelaskan beberapa kebiasaan baik yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar jantung terjaga kesehatannya. Mulai dari hal sepele seperti berjalan kaki hingga mengetahui angka-angka vital.

Dikutip dari Indiavision, Kamis (13/1/2011), berikut ini kebiasaan-kebiasaan baik yang dimaksud.

1. Ketahui angka-angka vital
Sebelum ada masalah dengan jantung, ada baiknya untuk mengetahui angka-angka penting yang merupakan indikator kesehatan jantung. Di antaranya adalah tekanan darah, denyut nadi, kadar lemak total, kolesterol dan trigliserida.

2. Berjalan kaki
Kesibukan dan aktivitas yang selalu padat jangan dijadikan alasan untuk tidak pernah berolahraga. Sesekali tinggalkan kendaraan pribadi lalu berjalan kaki menuju halte terdekat untuk naik angkutan umum ke kantor. Cukup dengan berjalan kaki selama 20-30 menit sehari, risiko kematian dini akibat serangan jantung bisa dikurangi hingga 50 persen.

3. Tertawa sesering mungkin
Kalaupun untuk sekedar berjalan kaki saja masih sulit untuk meluangkan waktu, cobalah untuk lebih sering tertawa. Bicara soal pembakaran kalori, tertawa terbahak-bahak selama 15 menit bisa disetarakan dengan aerobik selama 30 menit. Tertawa juga menekan pelepasan hormon stres kortisol, sehingga tekanan darah lebih terkendali.

4. Perhatikan lingkar pinggang
Kesalahan yang sering terjadi adalah orang terlalu mengkhawatirkan berat badan, padahal faktor risiko sindrom metabolik dan berbagai masalah jantung justru lebih banyak berhubungan dengan lingkar pinggang. Obesitas sentral atau perut buncit menandakan perlemakan hati yang menyebabkan kadar kolesterol sulit dikontrol.

5. Tidur yang cukup
Bergadang hingga larut malam tidak hanya membuat tubuh cepat merasa letih keesokan harinya. Kurang tidur juga bisa meningkatkan stres dan tekanan darah sehingga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan jantung. Kelihatannya sepele tapi istirahat yang cukup merupakan syarat penting yang harus dipenuhi jika ingin berumur panjang.



source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara