Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Pria. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2011

Mengobati Impotensi dengan Vitamin B3 (Niasin)

Pria yang mempunyai masalah kolesterol biasanya kehilangan kemampuan ereksi atau susah bangun. Namun kini ada obatnya yakni vitamin B3.

Menurut para ahli dosis harian dari niacin yang juga dikenal sebagai vitamin B3, terbukti meningkatkan fungsi ereksi pada pria meski dengan kolesterol tinggi. 
Pada penelitian ini, sebanyak 80 pria dengan masalah disfungsi ereksi (ED) sedang atau berat pada awal penelitian, diberi niasin. Hasilnya mereka mengalami peningkatan dalam mempertahankan ereksi.

Sementara, 80 pria dengan ED ringan pada awal penelitian diberi pil plasebo (obat tanpa khasiat). Namun tidak ada perubahan dalam gejalanya. Dalam penelitian ini, semua pria yang berjumlah 160 orang tersebut memiliki kolesterol tinggi dan kadar lipid.

Menurut penulis penelitian ini, Dr Chi-Fai Ng dari The Chinese University of Hong Kong, (niacin) temuan ini sebenarnya sudah lama ada, bahkan terjamin kualitasnya. Pada dasarnya, niacin itu hanya vitamin, namun hal sederhana ini dapat memperbaiki fungsi ereksi.

Pria yang mengonsumsi niasin tidak hanya mencetak nilai yang lebih baik pada tes fungsi ereksi, kadar lipid mereka juga meningkat.

Seperti dilansir Zeenews Ahad (21/8), penelitian yang juga telah dipublikasikan dalam The Journal of Sexual Medicine, menjelaskan bahwa Niacin yang digunakan dalam studi ini memilki reaksi lambat. Hal ini menyebabkan kandungan zat tersebut akan terserap perlahan-lahan, ke dalam aliran darah selama sehari.

Awalnya, orang-orang mulai dengan dosis harian 500 miligram (mg), untuk memastikan mereka tidak memiliki efek samping yang merugikan. Kemudian meningkat menjadi 1.000 mg dan 1.500 mg kemudian. 

source: liputan6.com
blog editor: dr. wahyu triasma
 

Sabtu, 30 Juli 2011

Indonesia Juara Peringkat Dunia Kematian Akibat Merokok

Angka kematian akibat penyakit yang disebabkan merokok di Indonesia menempati urutan ketiga terbesar di dunia setelah China dan India. "Merokok ini merupakan suatu kebiasaan yang akhirnya menjadi suatu karakter. Cara mengatasinya dengan bagaimana mengubah pikiran sampai benar-benar berhenti untuk tidak merokok," kata Direktur Medis Rumah Sakit Sahid Sahirman Memorial Hospital (SSMH), dr. Harry Agus Alamudin.
 
Angka kematian akibat penyakit yang disebabkan merokok di Indonesia menempati urutan ketiga terbesar di dunia setelah China dan India. "Merokok ini merupakan suatu kebiasaan yang akhirnya menjadi suatu karakter. Cara mengatasinya dengan bagaimana mengubah pikiran sampai benar-benar berhenti untuk tidak merokok," kata Direktur Medis Rumah Sakit Sahid Sahirman Memorial Hospital (SSMH), dr. Harry Agus Alamudin.



Menurut Harry, pada tahun 2010, pihaknya menerima sekitar 2.654 karyawan dari beberapa perusahaan yang melakukan cek kesehatan. Dari hasil anamnesa 69 persen tidak merokok, 31 persen mempunyai kebiasaan merokok 11-20 batang per hari.

"Salah satu saran yang diberikan kepada peerokok dan memilliki penyakit kronis adalah harus berhenti merokok," katanya.

Untuk membantu perokok mengatasi masalah selama upaya menghentikan kebiasaan merokok, Rumah Sakit SSMH bersama PT Pfizer Indonesia membuka Klinik Stop Merokok di Jakarta. Ditambahkan, di klinik merokok terdapat pengobatan secara farmakologis dan non-farmakologis.

"Di klinik merokok tidak hanya diatasi dengan obat-obatan yang disebut farmakologis, tapi juga mengontrol dengan suatu pengobatan non-farmakologis yaitu dengan melakukan secara edukasi terhadap perokok sehingga para perokok tahu bagaimana cara menghentikannya," katanya.

Sementara itu, dokter ahli spesialis jantung dan pembuluh darah SSMH, dr. Aulia Sani menjelaskan angka kejadian penyakit kronis dapat dengan mudah dan cepat dikurangi hanya dengan merubah hidup.

"Mengurangi kebiasaan merokok adalah salah satu upaya perubahan perilaku yang dapat membantu mencegah terjadinya penyakit kronis atau mengurangi komplikasi penyakit yang diderita. Terapi dari klinik Stop Merokok dilakukan secara menyeluruh dan konsisten sehingga diperkirakan tingkat keberhasilannya lebih tinggi dibandingkan pasien yang melakukan terapi farmakologis saja," kata Aulia.




source: waspada online
blog editor: dr. wahyu triasmara

Selasa, 12 Juli 2011

Penyebab Pria Mandul

Definisi infertilitas menurut WHO adalah tidak terjadinya kehamilan pada pasangan yang telah berhubungan intim tanpa menggunakan kontrasepsi secara teratur minimal 1-2 tahun. Menurut data demografis dunia, 12,5 % pasangan usia subur mengalami kesulitan mendapatkan anak.

Infertilitas terutama lebih banyak terjadi di kota-kota besar karena gaya hidup yang penuh stres, emosional dan kerja keras serta pola makan yang tidak seimbang. Infertilitas dapat terjadi dari sisi pria, wanita, kedua-duanya, maupun pasangan. Disebut infertilitas pasangan bila terjadi penolakan sperma suami oleh istri sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaksesuaian antigen/antibodi pasangan tersebut.

Dari sisi pria, penyebab infertilitas yang paling umum terjadi adalah:

1. Bentuk dan gerakan sperma yang tidak sempurna

Sperma harus berbentuk sempurna serta dapat bergerak cepat dan akurat menuju ke telur agar dapat terjadi pembuahan. Bila bentuk dan struktur (morfologi) sperma tidak normal atau gerakannya (motilitas) tidak sempurna sperma tidak dapat mencapai atau menembus sel telur.

2. Konsentrasi sperma rendah

Konsentrasi sperma yang normal adalah 20 juta sperma/ml semen atau lebih. Bila 10 juta/ml atau kurang maka menujukkan konsentrasi yang rendah (kurang subur). Hitungan 40 juta sperma/ml atau lebih berarti sangat subur. Jarang sekali ada pria yang sama sekali tidak memproduksi sperma. Kurangnya konsentrasi sperma ini dapat disebabkan oleh testis yang kepanasan (misalnya karena selalu memakai celana ketat), terlalu sering berejakulasi (hiperseks), merokok, alkohol dan kelelahan.

3. Tidak ada semen

Semen adalah cairan yang mengantarkan sperma dari penis menuju vagina. Bila tidak ada semen maka sperma tidak terangkut (tidak ada ejakulasi). Kondisi ini biasanya disebabkan penyakit atau kecelakaan yang memengaruhi tulang belakang.

4. Varikosel (varicocele)

Varikosel adalah varises atau pelebaran pembuluh darah vena yang berhubungan dengan testis. Sebagaimana diketahui, testis adalah tempat produksi dan penyimpanan sperma. Varises yang disebabkan kerusakan pada sistem katup pembuluh darah tersebut membuat pembuluh darah melebar dan mengumpulkan darah. Akibatnya, fungsi testis memproduksi dan menyalurkan sperma terganggu.

5. Testis tidak turun

Testis gagal turun adalah kelainan bawaan sejak lahir, terjadi saat salah satu atau kedua buah pelir tetap berada di perut dan tidak turun ke kantong scrotum. Karena suhu yang lebih tinggi dibandingkan suhu pada scrotum, produksi sperma mungkin terganggu.

6. Kekurangan hormon testosteron

Kekurangan hormon ini dapat mempengaruhi kemampuan testis dalam memproduksi sperma.

7. Kelainan genetik

Dalam kelainan genetik yang disebut sindroma Klinefelter, seorang pria memiliki dua kromosom X dan satu kromosom Y, bukannya satu X dan satu Y. Hal ini menyebabkan pertumbuhan abnormal pada testis sehingga sedikit atau sama sekali tidak memproduksi sperma.

8. Infeksi

Infeksi dapat memengaruhi motilitas sperma untuk sementara. Penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore sering menyebabkan infertilitas karena menyebabkan skar yang memblokir jalannya sperma.

9. Masalah seksual

Masalah seksual dapat menyebabkan infertilitas, misalnya disfungsi ereksi, ejakulasi prematur, sakit saat berhubungan (disparunia). Demikian juga dengan penggunaan minyak atau pelumas tertentu yang bersifat toksik terhadap sperma.

10. Ejakulasi balik

Hal ini terjadi ketika semen yang dikeluarkan justru berbalik masuk ke kantung kemih, bukannya keluar melalui penis saat terjadi ejakulasi. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkannya, di antaranya adalah diabetes, pembedahan di kemih, prostat atau uretra, dan pengaruh obat-obatan tertentu.

11. Sumbatan di epididimis atau saluran ejakulasi

Beberapa pria terlahir dengan sumbatan di daerah testis yang berisi sperma (epididimis) atau saluran ejakulasi. Beberapa pria tidak memiliki pembuluh yang membawa sperma dari testis ke lubang penis.

12. Lubang kencing yang salah tempat (Hypo-epispadia)

Kelainan bawaan ini terjadi saat lubang kencing berada di bagian bawah penis. Bila tidak dioperasi maka sperma dapat kesulitan mencapai serviks.

13. Antibodi pembunuh sperma

Antibodi yang membunuh atau melemahkan sperma biasanya terjadi setelah pria menjalani vasektomi. Keberadaan antibodi ini menyulitkannya mendapatkan anak kembali saat vasektomi dicabut.

14. Cystic fibrosis

Cystic fibrosis adalah penyakit bawaan yang menyebabkan masalah dalam sistem pernafasan dan pencernaan. Beberapa pria penderita penyakit ini tidak dapat mengeluarkan sperma dari testis mereka, meskipun sperma tersedia dalam jumlah yang cukup.

15. Kanker Testis

Kanker testis berpengaruh langsung terhadap kemampuan testis memproduksi dan menyimpan sperma. Penyakit ini paling sering terjadi pada pria usia 18 dan 32 tahun.



source: shvoong.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Sabtu, 26 Maret 2011

6 Tips Meningkatkan Jumlah Sperma

Tidak diragukan, memiliki sperma dalam jumlah banyak dengan kualitas sperma yang bagus memiliki potensi kesuburan yang besar pula.

Bayangkan jika anda adalah sperma, maka perjalanan anda menuju rahim untuk membuahi sel telur membutuhkan perjuangan yang keras. Sperma yang tidak sehat tentu akan memperlambat keinginan anda memiliki anak.

Sperma yang banyak juga merupakan tanda sistem reproduksi pria yang sehat. Jika Anda ingin menyirami pasangan dengan cinta atau ingin jadi calon ayah, inilah beberapa tips untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu dan jumlah sperma:
1. Berhenti merokok

Jika Anda seorang perokok saat ini, berhentilah. Selain menyebabkan napas tak sedap, merokok juga dapat memengaruhi jumlah sperma. Penelitian menunjukkan, perokok memiliki jumlah sperma lebih sedikit dibanding pria yang tidak merokok.
2. Hindari celana ketat dan air panas
Usahakan testis berada pada suhu sejuk dibanding bagian tubuh lain. Memakai celana dalam atau celana panjang ketat akan mengakibatkan suhu di sekitar testis jadi panas. Usahakan tidak mengenakan celana dalam waktu tidur untuk menjaga suhu di bagian tubuh itu tetap sejuk.
3. Asup makanan yang tepat
Diyakini atau tidak, pola makan memengaruhi produksi sperma. Coba asup makanan rendah lemak dan berprotein tinggi. Pilih sayuran dan jenis padi-padian yang baik bagi kesehatan.

  • Asam lemak esensial. Dapat diperoleh misalnya dari alpukat, minyak ikan omega-3, selai kacang, minyak zaitun, dll.
  • Zinc. Sangat penting dalam meningkatkan jumlah sperma. Sumber terbaik adalah ikan, daging dan telur, namun sayangnya asupan harian sering tidak mencukupi. Anda bisa menambahkan suplementasi Zinc yang didesain berikatan dengan Magnesium dalam ikatan kimia aspartat (ZMA = Zinc and Magnesium Aspartate).
  • Tribulus Terrestris. Merupakan sejenis herbal yang dapat meningkatkan hormon testosteron secara alami dengan merangsang produksi Luteinizing Hormone (LH) dalam tubuh. LH adalah hormon yang memberikan sinyal kepada adrenal cortex (bagian luar kelenjar ginjal) dan testicle sebagai dapur produksi hormon testosteron untuk meningkatkan produksinya.
4. Kurangi hubungan intim dan masturbasi
Banyak pria mengeluhkan spermanya sedikit dan encer. Semakin banyak ejakuasi, semakin berkurang kepadatan sperma. Bila Anda melakukan hubungan intim setiap hari, atau lebih buruk lagi masturbasi, akan berpengaruh pada jumlah dan kepadatan sperma.

5. Kurangi alkohol
Alkohol dapat memengaruhi fungsi lever yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan tingkat estrogen. Jumlah estrogen yang tinggi dalam tubuh akan memengaruhi produksi sperma. Hentikan minum alkohol bila Anda tidak ingin kehilangan produksi sperma.

6. Coba suplemen alami
Obat-obatan buatan pabrikan mungkin bisa menghalangi produksi sperma. Sebaliknya, suplemen alami diyakini dapat meningkatkan produksi sperma. Asam amino L-carnitine, yang ditemukan dalam daging merah dan susu, dan L-arginine, yang terdapat dalam kacang-kacangan, telur, daging, dan wijen, berkhasiat meningkatkan mutu sperma.



blog editor: dr. wahyu triasmara

Selasa, 18 Januari 2011

Pria Juga Mengalami Menopause

Sinonim Andropause memiliki banyak nama antara lain: sindroma andropause, PADAM (Partial Androgen Deficiency in the Aging Male), PTDAM (Partial Testosteron Deficiency in the Aging Male), menopause pada pria, climacterium pada pria, viropause, adrenopause, somatopause.

Definisi
Kumpulan gejala, tanda, dan keluhan pada pria yang mirip menopause.

Epidemiologi
Andropause umumnya dimulai pada usia 40-60 tahun.
Penyebab: faktor lingkungan, berupa: pencemaran/polusi lingkungan, pengaruh bahan kimia (termasuk  bahan pengawet makanan, limbah), kurang tersedianya air bersih, suasana lingkungan, kebisingan, ketidaknyamanan tempat tinggal, diet, pola makan. Faktor organik, yakni perubahan hormon, seperti: testosteron, DHEA (dehydroepiandrosteron), DHEA-S (Dehydroepiandrosteron Sulfat), melatonin, GH (Growth Hormone), IGF-1 (Insulin-like Growth Factor-1), prolaktin. Faktor psikogenik, misalnya: stres psikis dan fisik, pensiun, tujuan hidup yang tak realistis, penolakan terhadap kemunduran tubuh, kemampuan berpikir, disertai perasaan takut (takut: tua, ditinggalkan istri, pendapatan berkurang, sakit, mati).

Gejala Klinis
Terjadi perubahan mental dan psikis (psikologis), bisa berupa kelelahan mental, seperti: mudah lupa, perasaan tanpa gairah, merasa kurang energi, sering mengantuk, mudah tersinggung, berkurangnya refleks dan kesiagaan. Terjadi penurunan fungsi fisiologis, seperti: berkurangnya libido (hasrat seksual), perubahan tingkah laku seksual, berkurangnya ketajaman mental/intuisi, berkurangnya kemampuan ereksi. Terjadi perubahan tingkah laku, seperti: berusaha berpenampilan muda, rasa takut yang berlebihan akan menurunnya kesehatan, pencegahan atau pengobatan berlebihan, petualangan seksual. Dapat disertai berbagai keluhan, misalnya: depresi, tidak tenang, tidur gelisah, tidak enak badan, cemas, suasana hati sering berubah-ubah, takut sakit, takut mati, takut kehilangan (status sosial, respek dari kolega, kontrol diri), merasa tidak mampu (bekerja, olah-raga, berprestasi), tertidur setelah makan malam, kekuatan dan ketahanan otot menurun, tinggi badan berkurang, sedih dan/atau uring-uringan, berkurangnya kenyamanan dan kesenangan hidup (tidak bisa lagi menikmati hobi, tidak suka bepergian, tidak suka lagi menonton film). Juga terjadi perubahan hormonal yang harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium.

Terapi
Dukungan psikologis, pemberian multivitamin (terutama vitamin E dan D), pemberian tambahan kalsium. Jika terjadi penipisan rambut atau kebotakan, dapat diberi: minoxidil, tretinoin, finasteride, 17α-estradiol konsentrasi 0,025%. Pada penurunan libido maka atas petunjuk dokter, dapat diterapi dengan hormon testosteron, pemberian substitusi hormonal atau HRT (hormone replacement therapy), subtitusi hormon (testosteron, DHEA, melatonin, GH, dan IGF-1).

Pencegahan
Lingkungan perumahan yang tenang, nyaman, tempat tinggal yang “memadai”.  Mengutamakan keselamatan kerja jangka panjang, yaitu keselamatan dari efek samping penggunaan bahan kimia dan logam beracun dalam proses industri, bahan pengawet, debu atau partikel dalam industri, bahan beracun lain seperti: pestisida, insektisida, herbisida, dsb. Menghindari paparan polusi udara, seperti: polusi yang diakibatkan pembakaran industri, asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah, “pembakaran hutan”, asap rokok. Menghindari makanan yang banyak mengandung bahan pengawet. Mereka/menulis ulang tujuan hidup dan buatlah analisis secara realistis. Mengurangi stres, misalnya dengan menyalurkan hobi, belajar menerima keadaan, jujurlah pada diri sendiri. Mempersiapkan masa pensiun, menghargai diri sendiri, mencoba memilih satu kegiatan yang menarik sedini mungkin. Komunikasi-sosialisasi yang baik. Cobalah mencari dan menjadi sahabat yang baik dan setia. Belajarlah mengendalikan diri. Tidak perlu menjadi “superman”. Banyak membaca buku. Jagalah kebugaran jasmani dengan olahraga rutin dan teratur, alternatif olahraga yang dapat dilakukan: jalan cepat, jogging, lari-lari, lompat, berenang, badminton, dansa, yoga, bersepeda, aerobik, Tai chi/Qi gong, senam Kegel. Hindari/hentikan rokok. Perbanyak mengonsumsi ikan laut atau minyak ikan minimal 2x seminggu. Usahakan berat badan ideal atau mendekati normal. Jangan sembarangan minum obat atau jamu. Segeralah berkonsultasi dengan dokter jika testis kemeng, kencing sakit (anyang-anyangen, Jawa), beser, ejakulasi dini, kencing mengejan atau tidak lancar.

Tahukah Anda?
Hormon testosteron pria menurun sekitar 1-15 % per tahun, dimulai pada usia 45 tahun.



source: netsains.com 
blog editor: dr. wahyu triasmara

Kenapa Pria Mengalami Mimpi Basah ?

Anak laki-laki yang sudah memasuki masa pubertas, normalnya akan mengalami mimpi basah. Untuk pertama kali, hal ini mungkin terasa aneh, tapi ini adalah hal yang wajar. Mengapa pria mengalami mimpi basah? Mimpi basah (orgasme spontan) atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan emisi nokturnal, merupakan pengeluaran cairan semen (air mani) di waktu tidur yang biasanya terjadi ketika seorang laki-laki sudah memasuki masa pubertas. 

Dilansir dari YoungMensHealthSite, emisi noktural biasanya terjadi karena adanya peningkatan hormon testosteron atau kelebihan cairan semen yang tidak dikeluarkan melalui hubungan seksual dan masturbasi. Emisi noktural ini terjadi karena adanya tekanan atau stimulasi pada alat kelamin oleh kasur atau seprai, mimpi erotis, kandung kemih penuh atau kenangan dari aktivitas atau pikiran seksual.

Mimpi basah ini terjadi pada saat seseorang mengalami tidur dalam atau tidur REM (gerakan mata cepat atau rapid eye movement), yaitu tahap tidur yang mana mimpi terjadi. Yang kemudian laju respirasi dan aktivitas otak meningkat, serta otot-otot menjadi lebih rileks, yang ditandai dengan gerakan bola mata yang cepat.

Pada saat tidur dalam itu, pria biasanya mengalami ereksi sekitar 3-5 kali. Bila ia mengalami stimulasi kelamin atau mimpi erotis, maka dimungkinkan terjadinya ejakulasi atau orgasme saat tidur, atau yang disebut dengan mimpi basah. Kebanyakan pria mengalami emisi noktural ketika remaja atau dewasa muda, sekitar usia 20-an dan 30-an tahun. Tapi tak jarang pula pria dewasa tua yang mengalaminya.

Frekuensi emisi noktural bisa sangat bervariasi di antara pria, tergantung pada usia dan status perkawinan. Dilansir dari TimesOnline, remaja usia 15 tahun rata-rata mengalami 0,36 kali seminggu atau sekitar 1-2 kali sebulan. Sedangkan orang yang sudah menikah usia 50 tahun bisa mengalaminya 2 bulan sekali.

Frekuensi ini cenderung berkurang seiring usia. Tapi banyak pria yang terus mengalaminya hingga usia 70-an tahun. Seorang remaja mungkin memiliki kesulitan mengingat mimpi atau merasa bingung ketika mengalami mimpi basah. Beberapa orang bangun karena merasa risih saat tempat tidurnya basah. Tapi hal ini sepenuhnya normal dan tak perlu malu.



source: http://wihans.web.id

Rabu, 15 Desember 2010

Penyebab Infertilitas/Kemandulan Pada Pria

Definisi infertilitas menurut WHO adalah tidak terjadinya kehamilan pada pasangan yang telah berhubungan intim tanpa menggunakan kontrasepsi secara teratur minimal 1-2 tahun. Menurut data demografis dunia, 12,5 % pasangan usia subur mengalami kesulitan mendapatkan anak.

Infertilitas terutama lebih banyak terjadi di kota-kota besar karena gaya hidup yang penuh stres, emosional dan kerja keras serta pola makan yang tidak seimbang. Infertilitas dapat terjadi dari sisi pria, wanita, kedua-duanya, maupun pasangan. Disebut infertilitas pasangan bila terjadi penolakan sperma suami oleh istri sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaksesuaian antigen/antibodi pasangan tersebut.

Dari sisi pria, penyebab infertilitas yang paling umum terjadi adalah:

1. Bentuk dan gerakan sperma yang tidak sempurna

Sperma harus berbentuk sempurna serta dapat bergerak cepat dan akurat menuju ke telur agar dapat terjadi pembuahan. Bila bentuk dan struktur (morfologi) sperma tidak normal atau gerakannya (motilitas) tidak sempurna sperma tidak dapat mencapai atau menembus sel telur.

2. Konsentrasi sperma rendah

Konsentrasi sperma yang normal adalah 20 juta sperma/ml semen atau lebih. Bila 10 juta/ml atau kurang maka menujukkan konsentrasi yang rendah (kurang subur). Hitungan 40 juta sperma/ml atau lebih berarti sangat subur. Jarang sekali ada pria yang sama sekali tidak memproduksi sperma. Kurangnya konsentrasi sperma ini dapat disebabkan oleh testis yang kepanasan (misalnya karena selalu memakai celana ketat), terlalu sering berejakulasi (hiperseks), merokok, alkohol dan kelelahan.

3. Tidak ada semen

Semen adalah cairan yang mengantarkan sperma dari penis menuju vagina. Bila tidak ada semen maka sperma tidak terangkut (tidak ada ejakulasi). Kondisi ini biasanya disebabkan penyakit atau kecelakaan yang memengaruhi tulang belakang.

4. Varikosel (varicocele)

Varikosel adalah varises atau pelebaran pembuluh darah vena yang berhubungan dengan testis. Sebagaimana diketahui, testis adalah tempat produksi dan penyimpanan sperma. Varises yang disebabkan kerusakan pada sistem katup pembuluh darah tersebut membuat pembuluh darah melebar dan mengumpulkan darah. Akibatnya, fungsi testis memproduksi dan menyalurkan sperma terganggu.

5. Testis tidak turun

Testis gagal turun adalah kelainan bawaan sejak lahir, terjadi saat salah satu atau kedua buah pelir tetap berada di perut dan tidak turun ke kantong scrotum. Karena suhu yang lebih tinggi dibandingkan suhu pada scrotum, produksi sperma mungkin terganggu.

6. Kekurangan hormon testosteron

Kekurangan hormon ini dapat mempengaruhi kemampuan testis dalam memproduksi sperma.

7. Kelainan genetik

Dalam kelainan genetik yang disebut sindroma Klinefelter, seorang pria memiliki dua kromosom X dan satu kromosom Y, bukannya satu X dan satu Y. Hal ini menyebabkan pertumbuhan abnormal pada testis sehingga sedikit atau sama sekali tidak memproduksi sperma.

8. Infeksi

Infeksi dapat memengaruhi motilitas sperma untuk sementara. Penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore sering menyebabkan infertilitas karena menyebabkan skar yang memblokir jalannya sperma.

9. Masalah seksual

Masalah seksual dapat menyebabkan infertilitas, misalnya disfungsi ereksi, ejakulasi prematur, sakit saat berhubungan (disparunia). Demikian juga dengan penggunaan minyak atau pelumas tertentu yang bersifat toksik terhadap sperma.

10. Ejakulasi balik

Hal ini terjadi ketika semen yang dikeluarkan justru berbalik masuk ke kantung kemih, bukannya keluar melalui penis saat terjadi ejakulasi. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkannya, di antaranya adalah diabetes, pembedahan di kemih, prostat atau uretra, dan pengaruh obat-obatan tertentu.

11. Sumbatan di epididimis atau saluran ejakulasi

Beberapa pria terlahir dengan sumbatan di daerah testis yang berisi sperma (epididimis) atau saluran ejakulasi. Beberapa pria tidak memiliki pembuluh yang membawa sperma dari testis ke lubang penis.

12. Lubang kencing yang salah tempat (Hypo-epispadia)

Kelainan bawaan ini terjadi saat lubang kencing berada di bagian bawah penis. Bila tidak dioperasi maka sperma dapat kesulitan mencapai serviks.

13. Antibodi pembunuh sperma

Antibodi yang membunuh atau melemahkan sperma biasanya terjadi setelah pria menjalani vasektomi. Keberadaan antibodi ini menyulitkannya mendapatkan anak kembali saat vasektomi dicabut.

14. Cystic fibrosis

Cystic fibrosis adalah penyakit bawaan yang menyebabkan masalah dalam sistem pernafasan dan pencernaan. Beberapa pria penderita penyakit ini tidak dapat mengeluarkan sperma dari testis mereka, meskipun sperma tersedia dalam jumlah yang cukup.

15. Kanker Testis

Kanker testis berpengaruh langsung terhadap kemampuan testis memproduksi dan menyimpan sperma. Penyakit ini paling sering terjadi pada pria usia 18 – 32 tahun.

source: majalahkesehatan.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Selasa, 12 Oktober 2010

Pria Cenderung Bertingkah Laku Aneh Saat Berusia 40 Tahunan

imgJakarta, Usia 40 tahun biasanya identik dengan puber kedua. Fase ini dialami oleh pria maupun wanita. Tapi pria di atas usia 40 tahun cenderung bertingkah lebih aneh dibandingkan wanita.

Setiap usia memiliki keindahan sendiri. Mustahil melawan kekuatan alam bagi orang antara usia 45 dan 65 tahun untuk bertindak dan memiliki kinerja seperti orang yang berusia 20-an atau 30-an tahun.
Rentang usia 45 sampai 65 tahun adalah masa paling produktif dalam hidup bagi pria dan wanita. Tubuh telah berkembang sempurna dan stabil. Otak juga telah mencapai fungsi dan tingkat kemampuan puncak.

Otak adalah pengontrol setiap organ dalam tubuh serta memori, akal dan pikiran. Namun, karena kurangnya hormon seperti testosteron dan androgen, fungsi dan kapasitas otak mulai mengalami kemunduran pada waktunya.

Tekanan darah tinggi, diabetes dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh genetika atau kondisi lingkungan juga mempercepat proses kemunduran ini.

Kenapa pria bertingkah aneh setelah usia 40 tahun?

Dorongan seksual yang merupakan lambang kejantanan dan kapasitas seksual juga mulai mengalami kemunduran seiring bertambahnya usia. Proses alami ini biasanya ditolak oleh sebagian pria yang justru mencoba membuktikan sebaliknya.

Beberapa pria mengalihkan perasaan ini ke dalam bentuk kesuksesan, ambisi, agama, olahraga, hobi baru atau lainnya. Mereka ingin membuktikan bahwa dorongan seksual dan kinerjanya masih sama.

Alasan di balik semua ini adalah karena organ otak yang mulai menurun serta hormon yang bertanggung jawab untuk 'kedewasaan' tidak lagi diproduksi sebanyak ketika mereka masih berusia di bawah usia 40 tahun.

Cara lain pria yang mencoba untuk membuktikan kejantanan dan dorongan seksualnya adalah dengan main mata dengan wanita yang lebih muda. Pada beberapa kasus tahap ini dapat diterima, namun kadang-kadang sudah keluar kontrol.

Memiliki obsesi muda bisa mengubah gaya, kebiasaan makan, perilaku sosial pria yang masuk usia paruh baya. Dan perubahan tersebut mungkin tampak konyol untuk orang lain kecuali dirinya sendiri.

Tidak peduli berapa besar seorang pria mencintai istrinya, ketertarikan terhadap lawan jenis tidak pernah berakhir. Perubahan sekresi hormon seks tidak mempengaruhi dorongan seksualnya.

Kinerja seksual adalah kekuasaan laki-laki. Tidak peduli status sosial dan ekonomi, pria menilai kekuatan seksual lebih penting daripada apa pun.

Pria mulai berpikir mereka akan kehilangan kekuasaan seksual ketika masuk usia paruh baya. Oleh karena itu, pria ingin diperhatikan dan tidur dengan beberapa wanita yang jauh lebih muda, mencoba dan melakukannya secara rahasia. Hormon pria juga lebih mudah untuk memiliki beberapa hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan.

Sedangkan pada wanita berhubungan dengan pasangan selain secara fisik juga membutuhkan kedekatan secara jiwa sehingga sulit buat wanita berhubungan dengan banyak pasangan.

Seperti dilansir askmen, Rabu (24/3/2010), penting bagi orang yang sudah masuk usia paruh baya untuk tetap bisa menjaga otak karena otak yang terjaga baik akan mengendalikan perilaku yang lebih bermakna.

Menjaga kemampuan otak agar tetap bekerja maksimal bisa melindungi diri dari penyakit hilang ingatan. Hal-hal yang bisa dilakukan agar tetap memiliki otak seperti orang muda adalah:

1. Berolahraga secara teratur
2. Makan sehat
Setelah usia paruh baya kuraproduk-produk hewani dan perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Untuk daging, pilih ikan atau ayam organik. Kurangi pula konsumsi garam dan gula.
3. Mengurangi beban kerja di kantor dan menggunakan manajemen waktu yang tepat untuk menjauh stres. Berlibur sesekali juga penting untuk membuat otak segar.
4. Membaca banyak buku, memecahkan teka-teki silang, bermain musik, melukis, atau melakukan hobi agar otak selalu punya aktivitas.

source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Pria Lebih Mudah Terserang Flu Dibanding Wanita

imgJakarta, penyakit flu memang bisa menyerang siapa saja. Tapi ternyata laki-laki lebih mudah terkena virus flu dibanding perempuan. Ini karena laki-laki tidak memiliki hormon estrogen yang melindungi tubuh dari infeksi.

Karena tidak memiliki hormon estrogen, maka kaum laki-laki sering disebut dengan jenis kelamin yang lemah. Para peneliti menemukan bahwa perempuan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibandingkan dengan laki-laki karena hormon seksualnya.
Hasil studi menunjukkan bahwa hormon seksual perempuan yaitu estrogen dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang utama dalam mencegah serangan bakteri atau infeksi lainnya.

Berdasarkan temuan ini ada kemungkinan meningkatkan penggunan obat berbasis estrogen untuk membantu pertahanan tubuh kaum laki-laki. Dalam penelitian ini lebih difokuskan pada enzim yang disebut dengan caspase-12.

Enzim ini kemungkinan dapat melindungi tubuh terhadap infeksi dengan cara menghalangi peradangan di tubuh untuk melawan bakteri atau kuman lain yang tidak diinginkan.

Studi menunjukkan bahwa estrogen yang dibuat secara rekayasa genetis dapat memberikan kekebalan bagi tubuh. Hasil ini dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

"Hasil studi menunjukkan bahwa perempuan memiliki respons terhadap anti peradangan yang lebih kuat daripada laki-laki. Ketika studi ini dilakukan pada tikus, ada kemungkinan juga berlaku pada manusia dengan membuat obat immunityboosting," ujar peneliti Maya Saleh, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (26/3/2010).

Dr Saleh menambahkan bahwa laki-laki memang lebih rentan terhadap infeksi oleh bakteri, virus, jamur atau cacing dibanding perempuan. Selain itu juga didapatkan sekitar 30 persen laki-laki mengalami sakit pilek dan flu, sedangkan perempuan hanya 22 persen saja.

Penelitian sebelumnya telah mengungkapkan mengapa beberapa orang dapat menahan rasa sakit sementara orang lain harus berjuang mencari obat agar bisa merasa lebih baik. Hal ini kemungkinan juga dipengaruhi oleh seberapa banyak hormon estrogen yang dimiliki orang tersebut untuk memberikan sistem kekebalan tubuh yang maksimal.

Sementara itu ilmuwan dari Stanford University di California menyimpulkan bahwa perbedaan diantara keduanya juga bisa terletak pada pikiran orang tersebut terhadap sesuatu. Rasa sakit bisa dihambat atau dikurangi dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa hal tersebut sebenarnya tidak ada.


source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Selasa, 05 Oktober 2010

Pria Juga Bisa Terserang Kanker Payudara

imgColorado, Kanker payudara tidak hanya dialami wanita, pria juga memiliki jaringan payudara yang dapat mengalami kanker. Tapi hampir 80 persen pria tidak menyadari bahwa kaum adam pun punya risiko menderita kanker payudara.

Dalam studi yang telah dipublikasikan dalam American Journal of Nursing, peneliti menyurvei 28 pria yang berisiko tinggi kena kanker payudara karena memiliki riwayat kanker dari ibunya.

Dari hasil studi tersebut ditemukan bahwa 79 persen partisipan tidak tahu bahwa pria juga bisa mengembangkan kanker payudara dan 43 persen menganggap bahwa pria yang menderita kanker payudara harus dipertanyakan kemaskulinannya.

"Studi ini memberikan langkah pertama menuju pemahaman yang lebih baik tentang persepsi pria dan pengetahuan tentang kanker payudara pada pria," jelas Eileen Thomas, penulis studi dan asisten profesor di College of Nursing, University of Colorado Denver, seperti dilansir dari Health24, Senin (4/10/2010).

Meski jarang terjadi, kanker payudara juga bisa menyerang pria. Tapi menurut Eileen, hal ini sebagian besar telah diabaikan oleh media, masyarakat umum dan komunitas kesehatan.

"Perlu adanya usaha peningkatan kesadaran tentang kanker payudara pada pria maupun wanita, terutama pada orang-orang yang berisiko tinggi terhadap penyakit ini," ungkap Eileen lebih lanjut.

Menurut US National Cancer Institute, sekitar 1 persen pria mengalami kanker payudara dari keseluruhan kasus kanker payudara. Kanker ini cenderung menyerang pria berusia 60 sampai 70 tahun.

Tanda yang paling umum untuk kanker payudara pria dan wanita adalah suatu benjolan atau penebalan pada payudara. Seringkali benjolan tidak menimbulkan rasa sakit.

Dilansir dari Mayoclinic, gejala kanker payudara pria antara lain:
  1. Kulit dimpling atau mengalami kerutan
  2. Pengembangan lekukan dari puting
  3. Perubahan pada kulit puting susu atau payudara seperti kemerahan
Mengetahui tanda-tanda dan gejala kanker payudara dapat membantu menyelamatkan hidup. Semakin awal penyakit ini ditemukan, semakin banyak pilihan pengobatan dan kesempatan yang lebih baik.

source: blogdetik.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Kamis, 16 September 2010

Pria yang Mahir Bermain Musik Memiliki Kesehatan Mental Lebih Baik dari Pria Kaya

http://www.herbalitas.com/wp-content/uploads/2009/12/gitar.jpgPeneliti dari Norwegia menyebutkan bahwa pria yang berjiwa artistik seperti pelukis atau pemain musik punya kesehatan mental yang lebih baik. Peneliti melakukan wawancara, pemeriksaan klinis, sampel darah, urin dan scan otak pada sekitar 48.289 partisipan pria dari berbagai latar belakang maupun profesi. 

Hasilnya, kesehatan mental pria yang berjiwa artistik ternyata mengalahkan tingkat kesehatan mental pria yang punya banyak uang atau pekerjaan hebat.

Berbagai faktor seperti status sosial ekonomi, penyakit kronis, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol sudah diperhitungkan dalam studi ini. Pria yang berjiwa artistik dilaporkan lebih sedikit dan jarang depresi.

“Terdapat hubungan yang positif antara partisipan yang menyukai kegiatan seni atau berbau budaya dan artistik terhadap tingkat kesehatannya, terutama untuk masalah depresi.” tutur Profesor Jostein Holmen dari Norwegian University of Science and Technology’s (NTNU) Nord-Trondelag Health Study seperti dilansir Asylum.

Studi ini juga menunjukkan bahwa apapun status ekonomi sosial seseorang, baik itu sopir truk atau direktur bank, punya tubuh yang lebih sehat dan hidup yang lebih bahagia ketika memiliki sisi lain artistik dalam dirinya.

“Studi ini menantang setiap orang untuk bisa menggunakan sisi otak kanannya sesering mungkin karena ternyata hal itu bisa meningkatkan kesehatan. Kebanyakan orang selama ini berpikir dengan otak kiri dan logikanya. Itulah sebabnya banyak orang yang depresi saat ini,” kata Prof Holmen.

Meski demikian, peneliti tidak sepenuhnya yakin apakah penelitian ini berlaku juga untuk wanita. Yang pasti dengan meningkatkan frekuensi penggunaan otak kanan bisa mengurangi risiko terkena penyakit mental.


source: faridbj.blogspot.com
blog editor: dr. Wahyu Triasmara

Jumat, 27 Agustus 2010

Informasi Penyakit: Infeksi Saluran Kencing (ISK) Gejala dan Penanganannya

http://www.conectique.com/i/art/adved_1204191618.jpgSelama ini anyang-anyangan, atau rasa ingin kencing lagi usai berkemih paling banyak di derita oleh para perempuan. Jika Anda salah satu penderitanya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. 

Pasalnya, anyang-anyangan merupakan salah satu indikasi seseorang terkena infeksi saluran kemih (ISK). Sayangnya, sekitar 10% penyakit ini tidak menimbulkan gejala, sehingga si penderita pun tidak merasakan apa-apa. Begitu terdeteksi kondisinya sudah parah.

Apakah Infeksi Saluran Kemih (ISK)?
Ada dua jenis penyakit ISK, yaitu ISK bagian atas dan ISK bagian bawah. ISK bagian bawah dinamakan sistitis. Pada ISK bagian atas kuman menyebar lewat saluran kencing, ginjal, dan bahkan seluruh tubuh. Sehingga dampak lanjutannya penderita akan mengalami infeksi ginjal dan urosepsis. Itu sebabnya penyakit ini sama sekali tak boleh dianggap remeh. 

ISK merupakan gangguan pada saluran kemih yang disebabkan adanya sumbatan. Biasanya, yang menyumbat itu adalah batu berbentuk kristal yang menghambat keluarnya air seni melalui saluran kemih, sehingga jika sedang buang air kecil terasa sulit dan sakit. Tapi, bila saat buang air seni disertai dengan darah, itu petanda saluran kemih anda sudah terinfeksi.
Jenis batu yang dapat mengendap dalam ginjal dan saluran kemih sangat beragam, di antaranya yaitu batu kalsium oksalat, dan batu kalsium karbonat yang mengandung kapur, batu asam urat dan systin yang tidak mengandung kapur, namun pada umumnya terdiri atas campuran berbagai jenis komponen tersebut. Batu ginjal bervariasi ukurannya dan dapat bersifat tunggal ataupun ganda.

Penyebab timbulnya batu tersebut disebabkan oleh berbagai hal, antara lain terlalu lama menahan buang air kecil sehingga air seni menjadi pekat, dan kurang banyak meminum air putih. Bahkan, terlalu banyak mengkonsumsi soda, kopi manis, teh kental, vitamin C dosis tinggi dan susu, juga dikategorikan termasuk sebagai pemicu terjadinya batu ginjal.

Selain itu, faktor lainnya yang turut memicu terbentuknya batu di dalam ginjal dan saluran kemih bila banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung asam urat seperti emping melinjo, jeroan, bayam, maka air kemihnya akan lebih banyak mengandung asam urat sehingga risiko terbentuknya batu asam urat dalamginjal dan saluran kemih pun meningkat.

Mengapa perempuan lebih rentan?
Dibandingkan laki-laki, perempuan ternyata lebih rentan terkena penyakit ini. Pasalnya, penyebabnya adalah saluran uretra (saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh) perempuan lebih pendek (sekitar 3-5 centi meter). Berbeda dengan uretra laki-laki yang panjang, sepanjang penisnya, sehingga kuman sulit masuk.

Penyebab
Penyebab utama dari ISK adalah sistem kekebalan tubuh yang menurun, sehingga bakteri alat kelamin, dubur atau dari pasangan (akibat hubungan intim) masuk ke dalam saluran kemih. Bakteri itu kemudian berkembang biak di saluran kemih sampai ke kandung kemih, bahkan bisa sampai ke ginjal. 

Infeksi saluran kemih disebabkan karena perempuan tersebut kurang menjaga kebersihan organ intimnya sehingga menjadi tempat berkembang biak yang sangat baik bagi kuman dan bakteri.
Salah satu penyebab yang selama ini kurang mendapat perhatian adalah penggunaan toilet umum secara sembarangan! Bakteri atau kuman yang paling sering mengakibatkan ISK antara lain Escherichia coli atau E. coli, Klebsiella, dan Pseudomonas. Di antara ketiganya, penyebab paling utama adalah E. coli yang ada di mana-mana, termasuk tinja manusia.

Gejala ISK
Gejala infeksi saluran kemih pada setiap orang memang tidak selalu sama.
  1. Sakit dan nyeri menggigit di perut bagian bawah, di atas tulang kemaluan.
  2. Terasa sakit di akhir kencing.
  3. Anyang-anyangan atau rasa masih ingin kencing lagi. Meski sudah dicoba untuk berkemih namun tidak ada air kemih yang keluar.
  4. Kondisi parah akan disertai demam.
  5. Pada beberapa kasus, mungkin terlihat sedikit darah pada air seninya yang baunya sangat menyengat.
Faktor Resiko
  1. Kurang menjaga kebersihan dan kesehatan daerah seputar saluran kencing.
  2. Cara cebok yang salah, yaitu dari belakang ke depan. Cara cebok seperti ini sama saja menarik kotoran ke daerah vagina atau saluran kencing.
  3. Suka menahan kencing. Kebiasaan ini memungkinkan kuman masuk ke dalam saluran kencing. Hal ini karena uretra perempuan yang pendek.
  4. Tidak kencing sebelum melakukan hubungan seks. Biasanya hal ini banyak terjadi pada pasangan yang baru menikah, karena itu disebut honeymooners cystitis.
  5. Memiliki riwayat penyakit kelamin.
  6. Memiliki riwayat penyakit batu di daerah saluran kencing.
Preventif
Untuk mengatasi agar tidak lebih parah, coba anda usahakan untuk buang air seni pada waktu bangun di pagi hari. Buang air seni dapat membantu mengeluarkan bakteri dari kandung kemih yang akan keluar bersama urin. Jarang buang air seni menyebabkan beberapa bakteri mendapat peluang untuk berkembang biak dengan cepat dalam kandung kemih dalam waktu singkat.

Minum air putih minimal 8 gelas atau 2, 5 liter setiap hari merupakan suatu kewajiban. Karena air putih dapat melancarkan air seni dan dapat mencegah timbulnya penyakit infeksi saluran kemih. Minuman ringan yang biasanya mengandung garam kurang baik dikonsumsi sebab dapat memperlambat buang air kecil.

Sementara, buah-buahan, sari buah, juice sangat baik untuk dikonsumsi sebab dapat melancarkan peredaran darah. Apabila bagian perut terasa sakit atau terasa terbakar, letakkan air hangat pada bagian perut yang sakit. Sebaiknya menghindari berbagai jenis makanan seperti: Soto jerohan sapi, es krim, keju, milk shake, kopi, cola dan lain-lain.

Solusi
Agar perempuan terhindar dari penyakit ini, berikut ini solusinya:
  1. Menjaga dengan baik kebersihan sekitar organ intim dan saluran kencing.
  2. Setiap buang air seni, bersihkanlah dari depan ke belakang. Hal ini akan mengurangi kemungkinan bakteri masuk ke saluran urin dari rektum
  3. Membersihkan organ intim dengan sabun khusus yang memiliki pH balanced (seimbang) sebab membersihkan dengan air saja tidak cukup bersih.
  4. Buang air seni sesering mungkin (setiap 3 jam) untuk mengosongkan kandung kemih dan jangan menunda membuang air seni, karena perbuatan ini justru merupakan penyebab terbesar dari ISK; Buang air seni sesudah hubungan kelamin, hal ini membantu menghindari saluran urin dari bakteri.
  5. Pilih toilet umum dengan toilet jongkok. Sebab toilet jongkok tidak menyentuh langsung permukaan toilet dan lebih higienis. Jika terpaksa menggunakan toilet duduk, sebelum menggunakannya sebaiknya bersihkan dulu pinggiran atau dudukan toilet. Toilet-toilet umum yang baik biasanya sudah menyediakan tisu dan cairan pembersih dudukan toilet.
  6. Jangan cebok di toilet umum dari air yang ditampung di bak mandi atau ember. Pakailah shower atau keran.
  7. Ganti selalu pakaian dalam setiap hari, karena bila tidak diganti, bakteri akan berkembang biak secara cepat dalam pakaian dalam. Gunakan pakaian dalam dari bahan katun yang menyerap keringat agar tidak lembab.


source : berbagai sumber
blog editor: dr. Wahyu Triasmara

Sabtu, 10 Juli 2010

Mengenal Infertilitas (Gangguan Kesuburan) dan Langkah Penanganannya

http://images.detik.com/content/2009/11/05/764/infertile-couple-dalam.jpgDefinisi Infertilitas

• Infertilitas adalah kondisi yang menunjukkan tidak terdapatnya pembuahan dalam waktu satu tahun setelah melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan kontrasepsi.
• Infertilitas atau mandul adalah kondisi dimana pasangan suami istri yang sudah lebih dari satu tahun menikah tetapi istri belum hamil tanpa menggunakan alat atau metode kontrasepsi.
• Infertilitas atau ketidak suburan ialah kesulitan untuk memperoleh keturunan pada pasangan yang tidak menggunakan alat kontrasepsi dan melakukan senggama secara teratur.

• Kondisi pasangan yang telah kawin dan hidup harmonis serta berusaha selama satu tahun tetapi belum sama sekali mendapat kehamilan.

Menurut statistik, kehamilan telah terjadi sekitar 80% tahun pertama, 75% tahun kedua, 50%-60% tahun ketiga, 40%-50% tahun keempat sedangkan pada tahun kelima turun menjadi sekitar 25%-30%. Tapi menurut data statistik lain diperkirakan 85-90% pasangan yang sehat akan mendapat pembuahan dalam 1 tahun.

Infertilitas dapat dibagi menjadi dua kelompok :
1.Infertilitas primer, yaitu keadaan infertilitas yang dialami pasangan suami istri sejak awal mereka menikah atau bila pasutri sama sekali belum pernah mengalami konsepsi.
2.Infertilitas sekunder, yaitu keadaan infertilitas yang dialami pasangan suami istri yang pernah mengalami proses pembuahan setelah menikah atau pasutri tidak mampu lagi menghasilkan keturunan.

Secara umum, infertilitas berhubungan dengan kondisi fisik, proses dan waktu.
1.Kondisi Fisik
Kesuburan sangat ditentukan oleh kondisi fisik suami dan istri. Hal ini berhubungan dengan proses pembentukan serta kualitas sperma atau sel telur. Testis dapat menghasilkan 100-200 juta sel per hari atau 1 triliun sel selama hidup. Pematangan sperma terjadi kurang lebih 70 hari. Dalam saluran kelamin perempuan, sel sperma dapat hidup dan membuahi sel telur antara 3-5 hari. Ovarium dapat menghasilkan1 sel telur setiap bulan. Bila tidak dibuahi, maka sel telur itu akan mati dan ikut keluar pada saat haid.

Kualitas sperma dan sel telur dipengaruhi banyak faktor, diantaranya :
a. Secara alamiah perempuan mengalami fase menopause yang biasanya terjadi antara usia 40-50 tahun. Pada fase ini, kemungkinan untuk memperoleh keturunan lebih kecil. Berbeda dengan laki-laki, proses andropause yakni penurunan masa produktif biasanya terjadi saat usia yang sangat lanjut.
b.Beberapa kelainan genetika dapat berpengaruh pada kesuburan terutama yang berhubungan dengan anatomi kelamin dan sistem hormonal pada suami maupun istri.
c.Penyakit tertentu, misalnya infeksi pada saluran kelamin, varicocel pada pria, kista ovarium, mioma uteri pada wanita, dapat menghambat kehamilan.
d.Kebiasaan merokok dan minum alcohol terbukti mengurangi kualitas kesuburan.
e.Menurut penelitian, kegemukan dapat mempengaruhi kesuburan. Pada wanita yang kegemukan terdapat kelainan pada sekresi hormon gonadotropin oleh kelenjar hipofisis. Kelainan ini pada akhirnya mempengaruhi produksi hormon estrogen dan progesteron.
f.Pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia dan polusi tinggi juga dapat mengurangi kualitas kesuburan.
g.Banyak penelitian menunjukkan bahwa stres dapat mengganggu kualitas dan proses kesuburan.

2. Proses
Terjadinya pembuahan dan kehamilan dimulai dengan masuknya sperma dalam saluran kelamin wanita dan bertemu dengan ovum atau sel telur di dalam saluran ovarium (tuba falopii). Hasil pembuahan (embrio) itu digerakkan menuju rahim untuk berkembang di dalamnya. Proses berhasil tidaknya proses kehamilan sangat dipengaruhi beberapa hal :
a.Metode kontrasepsi: Penggunaan kondom pada pria atau diafragma pada wanita tidak memungkinkan terjadinya proses pembuahan.
b.Beberapa kelainan anatomis, seperti kelainan pada rahim atau saluran kelamin lainnya dapat mengganggu proses kehamilan.
c.Penyakit seperti myoma uteri, bukan saja menghalangi masuknya sperma, tetapi juga mengakibatkan proses perlengketan embrio pada rahim terganggu. Perlengketan atau tertutupnya tuba falopii dapat terjadi karena infeksi dan peradangan, atau tumbuhnya jaringan ikat.

3. Waktu
Sel telur hanya dihasilkan satu kali setiap bulannya dan umurnya pun pendek. Sehingga pengetahuan mengenai masa subur menjadi hal yang sangat penting. Untuk mengetahui masa subur dapat dilakukan beberapa cara :
a. Metode kalender
Dalam menggunakan metode ini, perlu diketahui siklus menstruasi secara individual. Menstruasi seorang wanita rata-rata terjadi setiap 28-35 hari. Ovulasi terjadi pada 14 hari sebelum perkiraan menstruasi berikutnya. Pada wanita dengan siklus 28 hari, ovulasi terjadi pada hari ke-14 (hari pertama dihitung saat darah menstruasi keluar pertama kali setiap bulannya). Pada wanita dengan siklus 35 hari, ovulasi terjadi pada hari ke-21. Cara ini kadang tidak tepat, karena perkiraan menstruasi berikutnya bisa saja meleset.
b. Pengukuran suhu tubuh
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan thermometer pada mulut setiap pagi hari, mulai hari pertama menstruasi sebelum melakukan aktivitas. Ovulasi terjadi bila terdapat kenaikan 0,2-0,4°C dari rata-rata suhu tubuh normal (36-37°C).
c. Pemeriksaan lendir rahim atau mulut rahim
Pemeriksaan dilakukan pada pagi hari setelah menstruasi berakhir. Masa subur ditunjukkan adanya lendir jernih dan elastis pada kelamin luar wanita. Pemeriksaan ini tidak dapat dilakukan bila wanita tersebut baru saja melakukan hubungan seksual.
d. Pemeriksaan hormone LH (Luteinizing Hormone), hormon yang mempengaruhi proses ovulasi. Pada saat ovulasi terjadi peningkatan kadar LH dalam urin. Dan inilah
salah satu penentuan yang paling akurat. Namun pemeriksaan ini tidak dapat dilakukan setiap saat karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Pada prinsipnya, diperlukan peranan yang sama besar dari pasangan suami maupun istri. Dibutuhkan kesabaran ekstra karena kesempatan untuk hamil hanya ada satu kali selama periode satu bulan. Dalam usaha mendapatkan kehamilan, diperlukan konseling, terutama bagi pasangan yang memiliki masalah seksualitas. Untuk beberapa kasus, diperlukan juga tindakan medis. Hal lain yang tidak kalah penting adalah memperhatikan masa subur istri karena melakukan hubungan intim pada masa subur memberi peluang yang lebih besar untuk hamil.

Faktor yang Mempengaruhi Infertilitas
Faktor Umum Penyebab Infertilitas atau Ketidaksuburan
1. Faktor hubungan seksual, yaitu frekuensi yang tidak teratur (mungkin terlalu sering atau terlalu jarang), gangguan fungsi seksual pria yaitu disfungsi ereksi, ejakulasi dini yang berat, ejakulasi terhambat, ejakulasi retrograde (ejakulasi ke arah kandung kencing), dan gangguan fungsi seksual wanita yaitu dispareunia (sakit saat hubungan seksual) dan vaginismus.

2. Faktor infeksi, berupa infeksi pada sistem seksual dan reproduksi pria maupun wanita, misalnva infeksi pada buah pelir dan infeksi pada rahim.

3. Faktor hormon, berupa gangguan fungsi hormon pada pria maupun wanita sehingga pembentukan sel spermatozoa dan sel telur terganggu.

4. Faktor fisik, berupa benturan atau temperatur atau tekanan pada buah pelir sehingga proses produksi spermatozoa terganggu.

5. Fakror psikis, misalnya stress yang berat sehingga mengganggu pembentukan set spermatozoa dan sel telur.

Untuk menghindari terjadinya gangguan kesuburan pada pria maupun wanita, maka faktor-faktor penyebab tersebut tersebut harus dihindari. Tetapi kalau gangguan kesuburan telah terjadi, diperlukan pemeriksaan yang baik sebelum dapat ditentukan langkah pengobatannya.

Penyakit yang menjadi penyebab Infertilitas Pada Wanita
1. Endometriosis
Endometriosis adalah jaringan endometrium yang semestinya berada di lapisan paling dalam rahim (lapisan endometrium) terletak dan tumbuh di tempat lain. Endometriosis bisa terletak di lapisan tengah dinding rahim (lapisan myometrium) yang disebut juga adenomyosis, atau bisa juga terletak di indung telur, saluran telur, atau bahkan dalam rongga perut. Gejala umum penyakit endometriosis adalah nyeri yang sangat pada daerah panggul terutama pada saat haid dan berhubungan intim, serta -tentu saja-i nfertilitas.
2. Infeksi Panggul
Infeksi panggul adalah suatu kumpulan penyakit pada saluran reproduksi wanita bagian atas, meliputi radang pada rahim, saluran telur, indung telur, atau dinding dalam panggul. Gejala umum infeksi panggul adalah: nyeri pada daerah pusar ke bawah (pada sisi kanan dan kiri), nyeri pada awal haid, mual, nyeri saat berkemih, demam, dan keputihan dengan cairan yang kental atau berbau. Infeksi panggul memburuk akibat haid, hubungan seksual, aktivitas fisik yang berat, pemeriksaan panggul, dan pemasangan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim, misalnya: spiral).
3. Mioma Uteri
Mioma uteri adalah tumor (tumor jinak) atau pembesaran jaringan otot yang ada di rahim. Tergantung dari lokasinya, mioma dapat terletak di lapisan luar, lapisan tengah, atau lapisan dalam rahim. Biasanya mioma uteri yang sering menimbulkan infertilitas adalah mioma uteri yang terletak di lapisan dalam (lapisan endometrium). Mioma uteri biasanya tidak bergejala. Mioma aktif saat wanita dalam usia reproduksi sehingga -saat menopause- mioma uteri akan mengecil atau sembuh.
4. Polip
Polip adalah suatu jaringan yang membesar dan menjulur yang biasanya diakibatkan oleh mioma uteri yang membesar dan teremas-remas oleh kontraksi rahim. Polip dapat menjulur keluar ke vagina. Polip menyebabkan pertemuan sperma-sel telur dan lingkungan uterus terganggu, sehingga bakal janin akan susah tumbuh.
5. Kista
Kista adalah suatu kantong tertutup yang dilapisi oleh selaput (membran) yang tumbuh tidak normal di rongga maupun struktur tubuh manusia.
Terdapat berbagai macam jenis kista, dan pengaruhnya yang berbeda terhadap kesuburan. Hal penting lainnya adalah mengenai ukuran kista. Tidak semua kista harus dioperasi mengingat ukuran juga menjadi standar untuk tindakan operasi. Jenis kista yang paling sering menyebabkan infertilitas adalah sindrom ovarium polikistik. Penyakit tersebut ditandai amenore (tidak haid), hirsutism (pertumbuhan rambut yang berlebihan, dapat terdistribusi normal maupun tidak normal), obesitas, infertilitas, dan pembesaran indung telur. Penyakit ini disebabkan tidak seimbangnya hormon yang mempengaruhi reproduksi wanita.
6. Saluran Telur yang Tersumbat
Saluran telur yang tersumbat menyebabkan sperma tidak bisa bertemu dengan sel telur sehingga pembuahan tidak terjadi alias tidak terjadi kehamilan. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui saluran telur yang tersumbat adalah dengan HSG (Hystero Salpingo Graphy), yaitu semacam pemeriksaan röntgen (sinar X) untuk melihat rahim dan saluran telur.
7. Sel Telur
Kelainan pada sel telur dapat mengakibatkan infertilitas yang umumnya merupakan manifestasi dari gangguan proses pelepasan sel telur (ovulasi). Delapan puluh persen penyebab gangguan ovulasi adalah sindrom ovarium polikistik. Gangguan ovulasi biasanya direfleksikan dengan gangguan haid. Haid yang normal memiliki siklus antara 26-35 hari, dengan jumlah darah haid 80 cc dan lama haid antara 3-7 hari. Bila haid pada seorang wanita terjadi di luar itu semua, maka sebaiknya beliau memeriksakan diri ke dokter.

faktor yang erat kaitannya dengan kesuburan dan wanita, yaitu:
1. Faktor Vagina :
Vaginismus (kejang otot vagina), Vaginitis (radang/infeksi vagina), dll
2. Faktor Uterus (rahim) :
Myoma (tumor otot rahim), Endometritis (radang sel. lendir rahim), Endometriosis (tumbuh sel. ender rahim bukan pada tempatnya), Uterus bicornis, arcuatus, asherman’s syndrome, retrofleksi (kelainan bentuk dan posisi rahim), Prolap (pemburutan, penyembulan rahim ke bawah).
3. Faktor Cervix (Mulut Rahim) :
Polip (tumor jinak), Stenosis (kekakuan mulut rahim), Non Hostile Mucus (kualitas lendir mulut rahim jelek), Anti Sperm Antibody (antibody terhadap sperma), dll.
4. Faktor Tuba Fallopi (Saluran Telur) :
Pembuntuan, penyempitan, perlengketan saluran telur (bias karena infeksi atau kelainan bawaan).
5. Faktor Ovarium (Indung Telur) :
Tumor, Cyste, Gangguan menstruasi (Amenorhoe, Oligomenorhoe dengan/tanpa ovulasi). Organ ini berinteraksi dengan pusat pengendali hormone di otak (Hypothalamus dan Hipofisis) dalam mengatur siklus menstruasi.
6. Faktor Lain :
Prolactinoma (tumor pada Hipofisis), Hiper/hypotroid (kelebihan/ kekurangan hormone tiroid), dll. Pemakaian formalin juga dapat menyebabkan infertilitas pada wanita karena wanita dapat mengalami tiada gairah/keinginan dalam berhubungan.

Penyakit yang dapat menjadi penyebab Infertilitas Pada Pria (Diabetes melitus):
Penyakit ini dapat menyebabkan seorang laki-laki infertil, karena pada kondisi hiperglikemia yang sangat tinggi, korpus cavernosum yang harusnya diisi oleh aliran darah yang masuk melalui arteriole tertahan karena viskositas dari darah menjadi lebih kental sehingga aliran darah menuju korpus cavernosum terhambat dan sulit untuk pria melakukan ereksi dan ejakulasi.

Infertilitas itu berbeda dengan mandul (steril). Nah sekarang lihat apa penyebab infertilitas pada pria:
1. anatomi :
Hypo-epispadia (kelainan letak lubang kencing. Saluran kencing terletak dipermukaan bawah zakar), micropenis (penis sangat kecil), Undescencus Testis (testis masih dalam perut/lipat paha), dll
2. Gangguan fungsi :
Disfungsi Ereksi berat (Impotensi), Ejakulasi Retrogade (ejakulasi dimana airmani masuk kedalam kandung kemih), kemampuan ereksi berkurang.
3. Gangguan spermatogenesia :
Oligo/terato/asthenozoospermia (kelainan jumlah, bentuk, gerak sperma)
4. Lain-lain :
Hernia Scrotalis (Hernia berat sampai ke kantung testis), Varikokel (varises pembuluh darah balik testis), Imunologis, Infeksi, dll

Usaha yang tidak kalah penting adalah mengkonsumsi makanan yang seimbang, sehat, dan bergizi.

Faktor yang mempengaruhi sulitnya mendapat keturunan yaitu:

Kegagalan pasutri dalam memperoleh keturunan, 40 persen masalah yang membuat sulit punya anak terdapat pada wanita, 40 persen pada pria, dan 30 persen pada keduanya. Jadi, tidak benar anggapan bahwa kaum wanita lebih bertanggung jawab terhadap kesulitan mendapatkan anak.
Meski pada tahun-tahun berikutnya kemungkinan untuk mendapatkan keturunan masih ada, tetapi pasutri yang belum berhasil kemungkinanan untuk tetap infertile( mandul) cukup besar sehingga evaluasi secara medis harus segara dimulai .
Secara umum infertilitas pada pria dapat disebabkan kelainan-kelainan sbb:
1. Pre testikuler sebelum pembentukan sel sperma : yaitu kelainan ini pada rangsangan proses pembentukan sel sperma yang berkaitan dengan hormonal.
2. Testikuler: pada proses pembentukan sel sperma: yaitu kelainan pada proses pembentukan sel sperma ini misalnya kelainan genetik, pengaruh infeksi, radiasi, obat-obatan tertentu, trauma pada testis,varikokel (hambatan pada pembuluh darah balik pada testis)
3. Pasca testikularis :kelainan pada transportasi sel sperma seperti kelainan anatomi,disfungsu ereksi, dan gangguan ejakulasi.Serta kelainan fungsi dan motilitas sperma yang menu njukan sel spermanya tidak sehat.
Evaluasi ini harus dilakukan bersama dengan pasangannya, yang meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, laboratorium dan pemeriksaan penunjangyang mungkin dapat menemukan penyebab infertilitas.
Selain itu penanganan infertilitas pria merupakan masalah yang cukup kompleks dan tidak semudah yang dipikirkan selama ini. Dan fertilitas memang menjadi masalah pasangan suami-istri.

Penanganan infertilitas pria tidak dapat dilakukan hanya dengan melihat hasil analisis semen (baca: simen)nya saja tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada pria tersebut dan mencari apa yang menyebabkan gangguan infertlitas pria tersebut. Memang peranan semen penting untuk menilai tingkat kesuburan pria.

Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab itu, beberapa hal dapat dilakukan untuk mencegah maupun menanggulangi infertilitas.

Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kesuburan pria:
Pemeriksaan tahap awal untuk mengetahui infertilitas pria adalah dengan melakukan “ANALISIS SPERMA” minimal 2 kali tenggang waktu 1 bulan. Dari hasil tersebut dapat dinilai kwalitas sperma berupa: jumlah (konsentrasi), pergerakan (motilitas), bentuk (morfologi) sperma dan lainnya. Dari hasil tersebut dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kelainan tersebut.
FAKTOR KEBERHASILAN
Tingkat keberhasilan tergantung daripada:
1. Kwalitas sperma
2. Lama infertil
3. Kejadiannya primer atau sekunder
4. Ada tidaknya kelainan genetik
5. Usia dan kondisi kelainan pada sistem reproduksi pasangan wanitanya untuk bisa mendapatkan keturunan.
6. Tes pertama yang harus dilakukan pasangan adalah untuk menganalisa air mani sang suami. Ini cara yang murah, mudah dan paling cepat untuk menentukan apakah infertilitas berasal dari pihak pria. Tes ini dapat dilakukan setelah 3-5 hari setelah hubungan badan terakhir. Jika jumlah sperma suami terbilang rendah, maka kita dapat langsung tahu bahwa untuk menolong pasangan ini adalah dengan melakukan tindakan IVF (atau bayi tabung). Sang istri mungkin tidak perlu untuk mengecek tuba fallopi nya.
7. Jika jumlah sperma terbilang bagus, maka kita dapat meneruskan dengan memeriksa sang istri. Sang istri akan membutuhkan tes-tes berikut ini:
8. Pemeriksaan Infertilitas Dasar: SUAMI ISTRI
Analisis Air Mani
Puasa dari ejakulasi selama 3-5 hari sebelum analisis.
PANDUAN W.H.O
Jumlah Total: 40 juta/ml
Jumlah Motile: 20 juta/ml
Progression: >50% rapid linear
Morphology (Bentuk): >15% normal Pemeriksaan Baseline Infertility Hormone
Dilakukan antara Hari 2 – Hari 6 dari siklus menstruasi untuk asesmen profil hormon dari pasien

Pelvic ultrasound
Untuk memastikan bahwa tidak terdapat kista, fibroid, Polycystic ovarian syndrome (PCOS), polyp dan untuk mengkonfirmasikan bahwa uterus dalam keadaan normal.
Hysterosalpingogram (HSG)
Juga dikenal sebagai HSG, merujuk kepada x-ray pada kandungan dan tuba. Uterus dan tuba Fallopi tidak akan terlihat pada X-ray. Untuk membuat mereka terlihat dengan jelas di hysterosalpingogram, suatu cairan X-ray khusus (contrast medium) disuntikkan melalui leher kandungan. Contrast medium akan terlihat secara jelas pada X-ray dan memperlihatkan bentuk dan kontur dari uterine cavity serta dapat menelusuri tuba. HSG biasanya direkomendasikan untuk pasien-pasien dengan resiko rendah untuk memperlihatkan hambatan pada tuba. Ia juga dapat memperlihatkan kelainan di dalam kandungan. Prosedur Hysterosalpingogram akan dilakukan di dalam departemen X-ray dan biasanya mengambil waktu sekitar 15-20 menit.

Konseling
1. Anamnesa: Konseling/wawancara; akan diketahui mengenai keharmonisan rumah tangga, lama kawin, bagaimana siklus menstruasi?, dan hubungan seksual yang dilakukan (frekuensi, tingkat kepuasan dan teknik).
2. Pemeriksaan fisik: pemeriksaan umum seperti tekanan darah, nadi, suhu tubuh, dan pernapasan. Juga periksa pula adanya kelainan tiroid, hiperandrogen.
3. Pemeriksaan Laboratorium: pemeriksaan lab dasar seperti test urine, darah, fungsi hepar dan ginjal, serta gula darah
4. Pemeriksaan organ genital, USG, untuk melihat kondisi rahim dan saluran telur, ada/tidaknya kista atau miom
5. Pemeriksaan infertilitas rutin Infertilitas pada Pria Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan sperma, menyangkut jumlah dan motilitas (gerakan sperma).

Standar Analisis semen
Parameter Nilai Rata-rata
Kekentalan cair (setelah pengenceran)
Warna buram
pH 7,2-7,8
volume 2-6 cc
konsentrasi 20 juta per cc
motilitas >=50% gerakan bagus bentuknya >=30% bagus

Penyebab buruknya kualitas sperma

• rokok
• alkohol
• obat-obatan
• kebiasaan yang keliru, misalnya sering mandi air hangat, mengenakan celana ketat.

Secara garis besar penyebab infertilitas ada 3:

• masalah hormonal.
• infeksi
• kelainan kromosom.
• Dua penyebab pertama dapat dikoreksi.

Usaha atau beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi maslah infertilitas
1. Berbagai macam infeksi diketahui menyebabkan infertilitas terutama infeksi prostat, buah zakar, maupun saluran sperma. Karena itu, setiap infeksi di daerah ini haruslah ditangani secara serius.
2. Beberapa zat dapat meracuni pertumbuhan sperma. Banyak penelitian menunjukkan pengaruh buruk merokok terhadap jumlah dan kualitas sperma. Walaupun tiap penelitian berbeda dalam menentukan jumlah batang rokok yang berpengaruh, sudah cukup alasan bagi pria dengan jumlah dan kualitas sperma kurang untuk berhenti merokok.
Alkohol dalam jumlah banyak dihubungkan dengan rendahnya kadar hormon testosteron yang tentu akan mengganggu pertumbuhan sperma. Mariyuana juga dikenal sebagai salah satu penyebab gangguan pertumbuhan sperma, sehingga penghentian penggunaan mariyuana dan alkohol merupakan usaha preventif untuk infertilitas.
3. Cukup banyak obat-obatan yang mempengaruhi sperma. Oleh karena itu, beri tahukan selengkapnya obat yang pernah dan sedang dipakai kepada dokter yang menolong Anda.

Bagaimana menanggulangi infertilitas
Penanggulangan terbaik adalah dengan menangani penyebabnya. Sayang, tidak semua penyebab diketahui dan sebaliknya cukup banyak penderita yang diketahui penyebabnya, namun tidak dapat tuntas ditanggulangi.
1. Varikokel. Tindakan yang saat ini dianggap paling tepat adalah dengan operasi berupa pengikatan pembuluh darah yang melebar (varikokel) tersebut.
Suatu penelitian dengan pembanding menunjukkan keberhasilan tindakan pada 66 persen penderita berupa peningkatan jumlah sperma dan kehamilan, dibandingkan dengan hanya 10 persen pada kelompok yang tidak dioperasi.
2. Infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya merupakan masalah bermakna karena meliputi 20 persen penderita.

Pemeriksaan yang dilakukan:

Seperti yang kita tahu bahwa patologis penyebab infertilitas bermacam-macam, seperti spasme tuba fallopi (bermacam penyebabnya, termasuk psikogenik) atau obstruksi (kelainan konginetal atau infeksi) serta gangguan getah serviks, malformasi uterus, perkembangan endometrium yang kurang sempurna, hiperprolaktinemia, faktor endokrin yang menyebabkan kegagalan terjadinya menstruasi dan atau ovulasi.
Pemeriksaan khusus:

Pemeriksaan Infertilitas pada wanita agar bisa ditangani secara medis: 
1)Anamnesis dan pemeriksaan lengkap (fisik, sosial, seksual dan psikologik), pemeriksaan pelvis untuk kelainan traktus genitalis.
2)Tes ovulasi (pengukuran temperratur basal tubuh dan lain-lain)
3)Insuflasi tuba, histerosalfingografi, laporoskopi (kira-kira 30 % penyebab infertilitas berkaitan dengan gangguan atau anomali tuba)
4)Pemeriksaan endokrin (kira-kira 20% infertilitas pada wanita disebabkan oleh hormonal)
5)Pemeriksan getah serviks, biopsi endometrium (kira-kira 10% infertilitas pada wanita adalah akibat lingkungan serviks yang tidak menunjang)

Pemeriksaan Antibodi Antisperma

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi protein tertentu (antibodi) dalam darah, cairan vagina dan semen yang dapat menyebabkan kerusakkan atau kematian sperma.

Laki-laki dapat membentuk antibodi ini jika spermanya kontak dengan sistem imun seperti setelah biopsi testis (zakaria), vasektomi atau terkena radang prostat, sehingga sperma menjadi tidak mampu membuahi sel telur. Pada wanita, antibodi antisperma (abas=asa) bisa terbentuk akibat reaksi alergi terhadap sperma pasangannya dengan mekanisme yang sampai sekarang belum begitu dimengerti.

Infertilitas karena faktor imun merupakan 40% dari PIPA yang tidak terjelaskan. Faktor imunologi berperan jika:
- Sperma tidak ditemukan pada UPS, sedangkan pada analisa sperma hasilnya normal.
- Sperma memperlihatkan gerakan "shaking" pada saat pemeriksaan UPS.
- Sperma mengalami penggumpalan (clumping) saat analisa sperma.
- Ada riawayat panjang infertilitas yang tidak terjelaskan.
Spesimen yang diambil : darah wanita, sperma laki2, darah laki2 dan lendir vagina/serviks.
Solusi lain masalah infertilitas pemeriksaan yang dapat dilakukan pria:
Pemeriksaan analisa sperma. factor sperma adalah factor tunggal penyebab infertile yang terpenting dari suami, dimana berkisar antara 40-50%. Oleh karena itu setiap suami dengan pasangan infertile harus diperiksa cairan maninya yang mengandung sperma. Sebelum pemeriksaan ini, suami diharapkan tidak melakukan hubungan seksual sekurang-kurangnya selama 3 hari.


Menurut WHO, nilai nomal untuk analisa sperma adalah :
Likuifaksi 30 menit
Volume > 2,0 ml
Konsentrasi sperma > 20 juta/ml
Jumlah sperma ± 40 juta
Motilitas/pergerakan sperma > 50 %
Morfologi/bentuk sperma > 30 % bentuknya normal
WBC (sel darah putih) <> 3 kali lipat, menunjukkan adanya kegagalan testis (buah zakar).
Pria dikatakan infertilitas absolute bila dijumpai adanya azoospermia disertai dengan kenaikan kadar FSH.

Pemeriksaan pada wanita

1. Faktor vagina. Pameriksaannya dapat meliputi periksa inspekulo, periksa dalam, pemeriksaan mikroskopik cairan vagina. Hal ini untuk menentukan adanya kelainan anatomi atau fungsi dan menilai apakah ada mikroorganisme yang menyebabkan gangguan atau infeksi.
2. Faktor serviks (leher rahim). Pemeriksaannya meliputi periksa inspekulo, periksa dalam, uji pasca senggama, uji lendir serviks, dan biakan bila perlu. Dari semua pemeriksaan, uji lendir serviks memegang peranan penting karena infertilitas dapat disebabkan oleh sperma yang gagal menembus lendir serviks dan hal ini biasanya akibat reaksi imunologis 35 hari atau lama haid < 3 hari) atau haid yang sangat tidak teratur, dilakukan pemeriksan poros hypothalamus-hipofisis-ovarium dengan menentukan kadar LH-FSH dan prolaktin.

Bagaimana mengatasi terjadinya infertilitas?

Kemajuan dunia kedokteran saat ini telah banyak membantu pasangan dengan masalah infertilitas untuk mewujudkan dambaannya memiliki bayi
Pada pria, antara lain :
1. Terapi medis berupa pemberian obat-obatan atau hormone misalnya untuk memperbaiki jumlah sperma.
2. Terapi bedah bila berkenaan dengan kelainan anatomis atau masalah bedah yang berkaitan dengan kasus infertilitas pada pria misalnya varicocele.
3. Pada kasus azoospermis atau oligospermis yang berat, dimana kehamilan terjadi sangat jarang maka tindakan yang terbaik adalah melakukan AID ( artificial inseminasi donor). Metode ini dengan cara menempatkan sperma dalam saluran reproduksi wanita tidak dengan cara melakukan hubungan seksual dimana sperma berasal dari donor (orang lain). AID yang dilakukan setiap bulan selama satu tahun dapat memungkinkan kehamilan sebesar 65 %.
4. Bila hanya terdapat sebuah spermatozoa maka dapat dilakukan metode ICSI ( intracytoplasmic sperm injection) , metode dimana sebuah spermatozoa disuntikkan dalam sitoplasma ovum.
5. Bila nilai analisa sperma normal dan hasil uji pasca senggama maka dapat dilakukan inseminasi sediaan sperma dan dilakukan inseminasi intra uterin yaitu menempatkan spermatozoa yang sudah dipisahkan dari cairan mani ke dalanm ruang rahim dengan menggunakan kateter kecil.

Penanganan infertilitas pada wanita, antara lain:
1. Terapi medis berupa pemberian obat-obatan atau hormone misalnya untuk memperbaiki induksi ovulasi.
2. Terapi bedah bila berkenaan dengan kelainan anatomis atau masalah bedah yang berkaitan dengan kasus infertilitas pada wanita misalnya tumor mulut rahim dll.
3. Condom therapy, dimana kondom dipakai secara terus-menerus setiap berhubungan seks selama lebih kurang 6-8 bulan. Dalam kurun waktu tersebut, diharapkan kadar antibodi telah menurun dan tidak ada lagi di daerah reproduksi wanita, sehingga sperma yang selama ini diaglutinasikan atau dimobilisasikan oleh antibodi menjadi bebas dan mampu bergerak untuk bermigrasi sampai di saluran tuba falopii (saluran telur) dan bertemu dengan sel telur tanpa halangan.
4. Pada kasus anovulasi (tidak ada telur) diberikan obat induksi ovulasi desertai dengan hubungan seksual yang terjadwal.
5. Pada kasus lendir serviks yang buruk dimana tidak dapat diatasi dengan obat-obatan, dapat dilakukan antara lain :
IVF ( in vitro fertilization) yaitu pembuahan sel telur ibu dengan sperma di luar tubuh (bayi tabung).
GIFT ( gamet intra fallopian transfer ) yaitu menempatkan sel telur ibu dan sperma ke dalam ujung distal tuba fallopi/saluran telur.
ZIFT ( zygote intra fallopian transfer ) yaitu bila telah terjadi pembuahan di luar tubuh dengan cara IVF maka hasil pembuahan (zygote) diletakkan ke dalam saluran telur/tuba fallopi melalui kanulasi trans abdominal.

Penanganan infertilitas:
Analisa semen dan grafik temperatur tampaknya mempunyai nilai terapreutis tersendiri dalam menangani infertilitas. Pendidikan tentang tehnik-tehnik bersenggama yang baik menjadi faktor vital terjadinya kehamilan. Pengobatan kelainan tuba dengan pembedahan mungkin dapat dicoba, juga perlu dilakukan pengobatan kelainan gionekologis yang mendasarinya dan pengobatan hiperprolaktinemia dengan bromocriptine, domiphene, progestrone, gonadotropin.

Resep tradisional untuk mengatasi infertilitas:

500 gr jahe segar dan 500 gr gula coklat. Pasta jahe dan gula dikukus selama 1 jam dan dijemur di panas matahari pada musim panas selama 3 hari. Kemudian ramuan ini dikukus secara berulang-ukang dan dijemur selama 9 hari. Aturan pakai; satu sendok penuh ramuan ini dimakan dengan dosis 3 kali sehari. Sejak hari pertama menstruasi selama 1 bulan. Selama pengobatan pasien dilarang melakukan hubungan seksual. Resep ini dapat mengeluarkan angin dari dalam tubuh dan patogen dingin, menghangatkan uterus dan meningkatkan sirkulasi darah pada pengobatan kemandulan yang disebabkan dingin di dalam uterus.(dr. Stephen Lie)

Solusi Untuk Infertilitas (secara Agama)

Penyebab dari infertilitas bisa bermacam – macam, baik dari pihak suami maupun istri. Penyebab dari pihak suami antara lain disfungsi ereksi dan azospermia (sel sperma tidak ada), atau kualitas sperma yang buruk. Sedangkan dari pihak istri antara lain gangguan ovulasi, sumbatan di saluran tuba fallopi, gangguan di rahim. Selain secara medis kita harus berusaha mencari penyebab tersebut dalam rangka mencari kesembuhan, sebaiknya juga berikhtiar dengan cara lain yang tidak bertentangan secara agama. Adapun cara-cara islami yang bisa dilakukan untuk memperoleh keturunan antara lain :
1. Tingkatkan ibadah sholat dan badah wajib lainyya
2. Rutinkan berpuasa sunnah senin kamis, atau puasa daud. Karena dengan puasa insyaallah dapat memperbaiki system reproduksi.
3. Rajin bersedekah.
4. Ihlas dan pasrah kepada alloh.
5. Berbekam dan ruqyah.

Mitos-mitos seputar keinginan mempunyai anak:

a) Ingin Hamil? Konsumsi Es Krim
Wanita yang berusaha untuk hamil dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya konsepsi dalam rahimnya dengan mengkonsumsi es krim atau segelas susu berlemak setiap hari. Sebuah penelitian di Harvard School of Public Health, Boston menunjukkan bahwa wanita yang ingin hamil sebaiknya menghindari produk susu yang rendah lemak, karena hal itu justru berkaitan dengan non-ovulasi. Reuters Health juga menyatakan bahwa jika seseorang menghendaki kehamilan, maka ada baiknya untuk mengkonsumsi satu atau dua porsi makanan dari produk susu berlemak, namun tanpa meningkatkan asupan kalori total dan mempertahankan asupan lemak jenuh yang rendah. Selama delapan tahun penelitian, penilaian dilakukan terhadap diet yang dilakukan oleh 18.555 wanita yang telah menikah, tidak memiliki riwayat infertilitas, dan sedang berusaha untuk hamil. Selama masa penelitian tersebut, sebanyak 2.165 wanita menjalani pemeriksaan medis mengenai infertilitas dan 438 diantaranya diketahui mengalami infertilitas karena kurangnya ovulasi atau an-ovulasi. Para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi dua porsi atau lebih makanan dari produk susu rendah lemak per hari, seperti susu skim dan yogurt, terbukti dapat meningkatkan risiko infertilitas yang terkait dengan ovulasi sekitar 85% dibandingkan wanita yang mengonsumsi kurang dari satu porsi makanan dari produk susu rendah lemak per minggu. Sedangkan wanita yang mengonsumsi sekurangnya satu porsi makanan dari produk susu tinggi lemak setiap hari dapat menurunkan risiko infertilitas terkait ovulasi sebanyak 27% dibandingkan wanita yang mengonsumsi makanan sejenis dalam jumlah lebih sedikit per minggunya. Hal sebaliknya juga berlaku pada makanan dari susu berlemak tinggi, khususnya susu murni. Kini dianjurkan agar wanita yang ingin hamil sebaiknya mengganti konsumsi makanan dari susu rendah lemak, seperti susu skim dan yogurt dengan makanan dari susu berlemak tinggi seperti susu murni dan es krim, namun tetap mempertahankan asupan kalori yang normal dan membatasi asupan lemak jenuh untuk mempertahankan kesehatan tubuhnya. Dianjurkan juga agar setelah seorang wanita berhasil hamil, ia sebaiknya kembali mengonsumsi makanan dari susu rendah lemak.

Antioksidan Cegah Kemandulan

Infertilitas atau ketidaksuburan yang disebabkan oleh faktor genetik tentu sulit dicegah. Namun, kemandulan yang disebabkan oleh hal-hal di luar genetik, seperti gaya hidup dan pola makan, sangat mungkin untuk dicegah.
“Makanan biasanya ada zat oksidannya dan itu mengganggu proses reproduksi. Karena itu sebaiknya mengonsumsi makanan tambahan atau suplemen yang mengandung antioksidan,” kata dokter spesialis Andrologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Wahyuning Ramelan, SpAnd(K) di Jakarta.

Rokok
Kondisi emosi yang stres dan kebiasaan merokok akan memengaruhi kesehatan dan jumlah produksi sperma pun akan berkurang atau menurun. “Kalau pun kemudian punya anak maka angka kejadian cacat bawaan pada bayi yang dilahirkan meningkat dibandingkan dengan yang tidak terpapar rokok. Jadi ada baiknya mengurangi rokok,” kata Wahyuning Ramelan.

Bahkan pada perempuan yang merokok atau perpapar asap rokok akan membahayakan kesehatan janin. Begitu pun pola konsumsi makanan, dianjurkan agar mengonsumsi makanan sehat dan menghindari makanan berpengawet.

Tidak hanya itu, Prof Dr dr Ali Baziad, SpOG(K) dari Brawijaya Women & Children’s Hospital Jakarta mengatakan bahwa tidak hanya menghindari makanan yang mengandung oksidan dan berhenti merokok, yang harus dihindari juga adalah medan elektromagnetik. “Contohnya medan elektromagnetik yang dipancarkan handphone. Tentu ada akibat buruknya. Saya saja bicara menggunakan handphone selama satu jam, kepala langsung pusing,” kata Ali Baziad.
Untuk laki-laki, juga diharapkan untuk menghindari penyakit menular seksual. Penyakit ini bisa mengakibatkan infertilitas pada laki-laki karena infeksi tersebut menyumbat saluran keluar sperma, bahkan sampai merusak spermatogenesis (proses pembentukan sperma).

Efek Radiasi
Radiasi pun dapat merusak spermatogenesis. Mungkin saja bisa sekadar penurunan infertilitas, tetapi dapat sampai terjadi kemandulan.
“Jadi jika ingin mendapat momongan, yang terpenting, jalani pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi baik, hindari paparan medan elektrostatik, elektromagnetik, hindari rokok, dan silakan menambah antioksidan,” tegas Wahyuning Ramelan.

Celana dalam Ketat Penyebab Infertilitas
Ada beberapa lelaki yang kurang memahami terhadap istilah-istilah yang mereka gunakan dalam percakapan sehari-hari. Sebagai misal, air mani dan sperma. Meski dua hal ini berbeda, sebagian lelaki menganggapnya sebagai hal yang sama. Memang, cairan kental ini sama-sama keluar dari penis. Meski keluar dari tempat yang sama, tetapi substansi keduanya sangat berbeda. Seperti diketahui, ketika seorang lelaki mencapai ejakulasi mereka seharunya mengeluarkan cairan, yaitu air mani dan sperma.

Bila saat ejakulasi yang dikeluarkan hanya air mani saja, dan tidak mengandung sperma maka tidak akan terjadi pembuahan terhadap sel telur. Dalam istilah medis, air mani yang tidak mengandung sperma disebut sebagai azoosperma. Kebanyakan orang menyebut dengan istilah mandul.
Keberhasilan membuahi sel telur sangat ditentukan oleh kualitas sperma. Kualitas sperma dapat dilihat dari bagaimana sperma itu bergerak, jumlah sperma, serta bentuknya. Sperma yang berbentuk bulat atau kepalanya agak gepeng pertanda jika sperma itu tidak normal. Sedangkan jumlah sperma yang memadai adalah 10 sampai 20 juta.
Bila dilihat dari cara begeraknya, sperma yang baik mampu bergerak dengan cepat sehingga mampu membuahi sel telur. Sedangkan sperma yang tidak normal bergerak lambat sehingga tidak mampu membuahi sel telur. Jika sperma tidak bisa membuahi sel telur maka sperma itu tidak subur. Ketidaksuburan dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti kerusakan pada testis yaitu tempat penghasil sperma. Atau bisa juga sebaliknya, testisnya tidak bermasalah tetapi saluran tempat pengeluaran sperma tersumbat karena pengaruh penyakit menular seksual seperti syfilis.
Di samping itu ketidaksuburan bisa disebabkan pula oleh gerakan sperma yang tidak sempurna, meski jumlahnya mencukupi. Kurang bergeraknya sperma bisa dikarenakan oleh pemakaian celana yang terlalu ketat sehingga ‘mengurung’ testis. Oleh karena itu agar testis tetap terjaga sebaiknya Anda mengenakan celana dalam yang agak longgar.


Source: berbagai sumber 
Blog Editor: dr. Wahyu Triasmara