Tampilkan postingan dengan label No Smoking Please. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label No Smoking Please. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2012

Toleransi Untuk Para Perokok

Anda suka merokok ??? anda merasakan kenikmatannya dan residu yg anda keluarkan adalah asap.
nda suka makan ??? residu yg saya keluarkan ketika buang air besar adalah kotoran.
Anda suka minum soft drink atau air apapun itu ??? residu yang saya keluarkan adalah air kencing. 

Lalu... sukakah anda bila saya mengeluarkan residu sisa kencing atau kotoran saya ke kepala, rambut, atau baju anda..?? pasti anda jawab TIDAK bukan ??? itu pula yg anda lakukan ketika merokok krn ASAPnya kemana-mana dan terus terang saya yg tdk merokok sangat keberatan jika itu semua mengenai baju, rambut apa lg harus ikut kami hirup.

So toleransi itu penting, jika anda perokok ingin merokok tolong cari tempat yg khusus yg jauh dari kami yg tdk merokok.

Penulis: dr. Wahyu Triasmara  
Mohon cantumkan link berikut ini jika anda ingin memuat tulisan dr. Wahyu Triasmara kedalam blog anda. Terima kasih...

Sabtu, 30 Juli 2011

Indonesia Juara Peringkat Dunia Kematian Akibat Merokok

Angka kematian akibat penyakit yang disebabkan merokok di Indonesia menempati urutan ketiga terbesar di dunia setelah China dan India. "Merokok ini merupakan suatu kebiasaan yang akhirnya menjadi suatu karakter. Cara mengatasinya dengan bagaimana mengubah pikiran sampai benar-benar berhenti untuk tidak merokok," kata Direktur Medis Rumah Sakit Sahid Sahirman Memorial Hospital (SSMH), dr. Harry Agus Alamudin.
 
Angka kematian akibat penyakit yang disebabkan merokok di Indonesia menempati urutan ketiga terbesar di dunia setelah China dan India. "Merokok ini merupakan suatu kebiasaan yang akhirnya menjadi suatu karakter. Cara mengatasinya dengan bagaimana mengubah pikiran sampai benar-benar berhenti untuk tidak merokok," kata Direktur Medis Rumah Sakit Sahid Sahirman Memorial Hospital (SSMH), dr. Harry Agus Alamudin.



Menurut Harry, pada tahun 2010, pihaknya menerima sekitar 2.654 karyawan dari beberapa perusahaan yang melakukan cek kesehatan. Dari hasil anamnesa 69 persen tidak merokok, 31 persen mempunyai kebiasaan merokok 11-20 batang per hari.

"Salah satu saran yang diberikan kepada peerokok dan memilliki penyakit kronis adalah harus berhenti merokok," katanya.

Untuk membantu perokok mengatasi masalah selama upaya menghentikan kebiasaan merokok, Rumah Sakit SSMH bersama PT Pfizer Indonesia membuka Klinik Stop Merokok di Jakarta. Ditambahkan, di klinik merokok terdapat pengobatan secara farmakologis dan non-farmakologis.

"Di klinik merokok tidak hanya diatasi dengan obat-obatan yang disebut farmakologis, tapi juga mengontrol dengan suatu pengobatan non-farmakologis yaitu dengan melakukan secara edukasi terhadap perokok sehingga para perokok tahu bagaimana cara menghentikannya," katanya.

Sementara itu, dokter ahli spesialis jantung dan pembuluh darah SSMH, dr. Aulia Sani menjelaskan angka kejadian penyakit kronis dapat dengan mudah dan cepat dikurangi hanya dengan merubah hidup.

"Mengurangi kebiasaan merokok adalah salah satu upaya perubahan perilaku yang dapat membantu mencegah terjadinya penyakit kronis atau mengurangi komplikasi penyakit yang diderita. Terapi dari klinik Stop Merokok dilakukan secara menyeluruh dan konsisten sehingga diperkirakan tingkat keberhasilannya lebih tinggi dibandingkan pasien yang melakukan terapi farmakologis saja," kata Aulia.




source: waspada online
blog editor: dr. wahyu triasmara

Jumat, 29 Juli 2011

Mari Galakkan Kampanye Anti Rokok dengan SMS, YM, BBM, FB, TWITTER

http://wonderful-family.web.id/wp-content/uploads/2011/07/rokok.jpgSulit menghentikan kebiasaan merokok? Kenapa tidak mencoba  penemuan ilmuwan Inggris dengan cara mengirimkan pesan pendek seluler (SMS). Ilmuwan itu memakai pengiriman SMS yang mengingatkan pengguna akan keinginan mereka untuk berhenti merokok. 

Pengiriman SMS bernama “txt2stop” ternyata dua kali lebih efektif meningkatkan angka mereka yang berhenti merokok, ketimbang pengiriman SMS tanpa pesan motivasi.


Angka perokok di banyak negara berkembang terus bertambah. Sementara itu tembakau diprediksi akan membunuh 8 juta orang per tahun pada 2030.

Para peneliti yakin, bila cara mereka ditiru di banyak tempat, itu akan menjadi cara paling mudah dan murah untuk menghindari bencana akibat merokok tersebut.

“Untuk memperbesar skala intervensi txt2stop pada tingkat nasional dan internasional secara teknis sangat mudah," kata Caroline Free dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, yang memimpin studi dan mempublikasikannya di jurnal The Lancet.

Free mengatakan skemanya akan membutuhkan sejumlah adaptasi, seperti menerjemahkan pesan teks ke bahasa lain dan evaluasi secara lokal sebelum dipakai di sebuah negara. Namun, dia tetap mengingatkan, bahwa biar bagaimana pun txt2stop lebih murah dan amat efektif.

Tembakau membunuh setengah dari penggunanya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendeskripsikannya sebagai “satu dari ancaman kesehatan masyarakat paling besar yang pernah dihadapi dunia”.

Program txt2stop melibatkan 5.800 perokok di Inggris yang berniat berhenti. Pengiriman teks motivasi termasuk himbauan harian agar berhenti merokok, nasihat untuk mempertahankan berat badan saat lepas dari rokok, dan membantu menghadapi kecanduan.

Teks untuk mereka yang kecanduan misalnya: “Kecanduan berakhir kurang dari lima menit rata-rata. Untuk membantu, cobalah minum dengan lambat, sampai kecanduan hilang.”

Peneliti kemudian memakai tes saliva untuk memverifikasi mereka yang berkata telah berhenti merokok. Hasilnya, mereka yang ada di kelompok txt2stop ternyata secara biokimia benar-benar telah berhenti merokok dengan tingkat kesuksesan rata-rata 10,7 persen.

"Pesan teks adalah cara paling nyaman bagi perokok untuk menerima dukungan untuk berhenti merokok," kata Free. "Orang menggambarkan txt2stop seperti teman yang mendorong mereka atau seorang malaikat di bahu. Ia membantu orang menolak godaan merokok.”

Derrick Bennett dan Jonathan Emberson dari Universitas Oxford Inggris mengatakan program txt2stop adalah pendekatan baru melawan rokok. Program itu didukung fakta makin tumbuhnya penggunaan ponsel dan rokok di negara-negara berkembang.




Source: waspada online
blog editor: dr. wahyu triasmara

Mungkinkah Tahun 2050 Dunia Bebas Rokok ?

http://rangeradith.files.wordpress.com/2011/04/rokok1.jpgPara ahli percaya bahwa aktivitas merokok akan benar-benar hilang di dunia ini pada tahun 2050. Kombinasi kenaikan harga dan semakin banyaknya larangan merokok di tempat umum diyakini bisa mematikan kebiasaan itu.

Menurut laporan setebal 72 halaman oleh analis Citigroup, dimungkinkan, tidak akan ada perokok yang tersisa di Inggris dan negara-negara maju lainnya dalam waktu antara 30 dan 50 tahun.

Laporan, berjudul 'Tembakau: Bagaimana jika Merokok Berhenti pada 2050' menyebutkan, "Sulit untuk mengabaikan data selama 50 tahun ini bahwa tingkat perokok terus menurun terlihat paga grafik dengan garis lurus ke bawah."

"Tidak ada yang bisa memastikan bagaimana tingkat aktivitas merokok di masa depan. Mungkin juga nanti akan semakin banyak pelarangan," tambah laporan itu. Para ahli kesehatan pun menyambut prediksi itu.

Terdapat sekitar 10 juta orang Inggris yang merokok, 22 persen pria dan 21 persen perempuan. Angka itu dikatahui menurun 1 persen sejak larangan merokok diberlakukan.

Amanda Sandford, dari komunitas Aksi Merokok dan Kesehatan, mengatakan pengurangan perokok hingga 10 persen dari populasi bisa dicapai dalam dekade berikutnya. "Ada banyak faktor yang bisa membuat orang berhenti merokok termasuk larangan ketat di berbagai tempat,"katanya.

"Pelarangan menyebabkan lonjakan jumlah orang yang mencoba berhenti. Alhasil jumlah perokok menurun sekitar 1 persen dari 2007. Saya memperkirakan akan ada pengurangan lebih bertahap dalam aktivitas merokok," tambahnya.


Source: waspada online
blog editor: dr. wahyu triasmara

Biaya Merokok 10 Tahun Bisa Untuk Naik Haji atau Kuliah S1

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpLQjs3bHkZa53jnsLsFPwaqS70IWL6oqyO3fY72CBpF2Izk0C40gez3cEiZEU4QTi2SjaLaoueuqdalZJPx3k-tsM6BehFbwRgU7qLFel1UxkW9DRpWdb7esw5w2TczzpGM9n3SCYEhnG/s1600/berhenti-merokok.jpgHasil penelitian menyatakan, pengeluaran setiap konsumen untuk membeli rokok selama 10 tahun ternyata setara dengan biaya pergi haji. Peneliti Lembaga Demografi FEUI, Abdillah Ahsan, dengan detail menjelaskan perhitungan sederhana pengeluaran masyarakat untuk rokok tersebut.

Di mana, jika perokok mengonsumsi rokok per hari sekitar 1 bungkus nilai itu setara Rp10 ribu. Sambungnya, jika konsumsi rokok dilakukan per/bulan atau 30 hari, maka itu sama dengan 30 bungkus rokok dikali Rp10 ribu menjadi Rp 300 ribu.

Kemudian, jika konsumsi rokok dilakukan per tahun atau 12 bulan, maka perhitungannya 12 bulan dikalikan 30 bungkus rokok menjadi 360 bungkus rokok. "Setara dengan Rp 3,6 juta. Nilai yang cukup tinggi," ujar Abdillah ketika diskusi mengenai Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Penggunaan DBHCHT, hari ini.

Apalagi, sambungnya, jika seorang perokok mengonsumsi rokok selama 10 tahun. Maka 360 bungkus (per tahun) dikalikan 10 tahun menjadi 3.600 bungkus. "3.600 bungkus dikalikan Rp10 ribu menjadi Rp36 juta," jelasnya. Baginya uang senilai Rp36 juta setara dengan biaya haji ataupun sekolah S1 di Universitas Indonesia. "Atau uang itu bisa buat DP rumah dan renovasi rumah," tutupnya.



Source: waspada online
blog editor: dr. wahyu triasmara

Senin, 09 Agustus 2010

WHO dan Badan POM: Rokok Elektrik Ilegal dan Tidak Aman digunakan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifqSeCI_limnei45bA6PkNeOpCAISoWVC_9UWwIxMXHSBeT003kEl7WBFUVVXWLuQkDeGp33uZ6BR1C0LZrFd8v5K3T5g2FDJCSchSu4NwHk0H3d-118SQRcOWXpswXuhAcKOU7vC5a8FG/s320/rokok+elektrik1.jpgBadan Pengawasan Obat dan Makanan memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektronik yang telah beredar di beberapa kota adalah produk ilegal dan tidak aman.

"Produk ini belum diuji klinis oleh karena itu berbahaya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan produk ini tidak aman dikonsumsi, merekomendasikan untuk melarang peredarannya," papar Direktur Pengawasan NAPZA Badan POM Danardi Sosrosumihardjo di Jakarta, Jumat (6/8).

Rokok elektronik atau "Elecronic Nicotine Delivery Systems" (ENDS) dipasarkan sebagai pengganti rokok dan diklaim tidak menimbulkan bau dan asap.

Bentuknya seperti batang rokok biasa, tetapi alih-alih membakar daun tembakau, seperti produk rokok konvensional, ENDS membakar cairan menggunakan baterai dan uapnya itu masuk ke paru-paru pemakai.

Produk itu dipasarkan dengan banyak nama, di antaranya rokok elektronik, ecigarro, electro-smoke, green-cig, dan smartsmoker.

Danardi mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan dari berbagai wilayah, antara lain Makasar, Semarang, Lampung, dan Palembang, mengenai beredarnya produk ilegal tersebut dan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk penertiban.

"Karena ilegal, Badan POM tidak dapat melakukan pengawasan. Produk ini juga belum terdaftar sebagai rokok sehingga tidak dapat ditertibkan oleh Bea Cukai," papar Danardi.

Dalam sebuah leaflet atau selebaran, salah satu produk tersebut yang bernama Rokok Elektrik Surabaya memasarkan dua jenis rokok, yakni berwarna hitam dan hijau.

Rokok warna hitam dijual seharga Rp190 ribu dan warna hijau seharga Rp160 ribu. Produk itu juga mengklaim telah mendapatkan sertifikat internasional dan nasional yang dibantah keras oleh Badan POM.

"Produk ini belum didaftarkan di Indonesia. Di banyak negara juga beredar secara ilegal. China dan Hong Kong sekarang sudah melarang karena dianggap beracun," kata Danardi.

Industri ENDS disebutnya tidak secara jelas mengungkapkan kombinasi bahan kimia yang dimasukkan selama proses pembuatan. "Jumlah industri juga tidak jelas, tapi dari pencarian internet paling sedikit terdapat 24 perusahaan yang berizin dan lebih banyak merek dan modelnya," papar Danardi.

Badan POM Amerika Serikat, FDA pada Mei 2009 lalu melakukan analisis terhadap rokok tersebut dan menguji kandungan e-cigarette dari dua perusahaan. Hasilnya adalah ditemukan adanya kandungan dietilen glikol dan nitrosamin yang spesifik dalam tembakau.

Studi FDA juga menunjukkan ketidakkonsistenan kadar nikotin dalam wadah dengan label yang sama. Bahkan, dalam wadah ENDS berlabel tidak mengandung nikotin masih ditemukan nikotin.

"The World Health Organization" (WHO) pada September 2008 telah menyatakan bahwa mereka tidak menyetujui dan tidak mendukung rokok elektronik dikonsumsi sebagai alat untuk berhenti merokok.

Pada 6-7 Mei 2010 lalu, WHO kembali mengadakan pertemuan membahas mengenai peraturan terkait keselamatan ENDS dan menyatakan bahwa produk tersebut belum melalui pengujian yang cukup untuk menentukan apakah aman dikonsumsi.

Atas pertimbangan itu, maka Badan POM menyarankan agar produk tersebut dilarang beredar, dan kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi produk alternatif rokok tersebut. "Kami ingin mengatakan kepada masyarakat, produk ini tidak aman," kata Danardi menegaskan.(Ant/BEY)

source: metrotvnews.com
Blog Editor: dr. Wahyu triasmara

Kamis, 03 Juni 2010

Tips Cara Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang tidak mudah, tapi bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Banyak perokok yang telah berhasil berhenti merokok melalui berbagai cara. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda memulai lembar baru tanpa asap rokok.

1. Pahami alasan Anda untuk berhenti

Keputusan Anda untuk berhenti merokok memang sangat baik, tapi apakah Anda tahu mengapa Anda melakukannya? Alasan umum seperti "merokok buruk bagi kesehatan" saja terkadang tidak cukup.

Untuk menciptakan tekad dan motivasi diri yang kokoh, Anda butuh suatu alasan yang kuat dan bersifat pribadi. Misalnya, mungkin Anda ingin melindungi keluarga Anda dari bahaya racun yang disebabkan asap rokok? Mungkin juga Anda takut terkena kanker paru-paru, atau Anda ingin terlihat Iebih muda dan merasa Iebih sehat? Pilihlah suatu alasan yang cukup kuat bagi Anda untuk menjadi pegangan di kala Anda menghadapi kesulitan nantinya saat berhenti merokok.

2. Pilih terapi yang sesuai dengan kondisi Anda

Anda pernah mendengar istilah "cold turkey"? lstilah tersebut digunakan bagi perokok yang berhenti merokok secara total dan langsung (tidak bertahap). Mungkin cara ini terdengar menarik, Anda tinggal membuang seluruh rokok Anda dan mendeklarasikan bahwa Anda sudah berhenti merokok. Mudah bukan? Jangan salah, teknik "cold turkey"belum tentu berhasil untuk semua orang, karena hal tersebut tidaklah mudah untuk dilakukan. Di antara mereka yang berusaha berhenti merokok tanpa bantuan terapi atau pengobatan, sebanyak 95% akhirnya kambuh lagi untuk merokok. Ingat, merokok adalah suatu adiksi (kecanduan). Otak seorang perokok membutuhkan nikotin lebih dan lebih lagi agar dapat berkonsentrasi dengan baik. Ketika tidak ada asupan nikotin dari rokok (karena perokok berhenti mendadak), gejala putus nikotin bisa terjadi, dan dibutuhkan kesabaran dan motivasi yang sangat kuat untuk melawannya.

3. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai terapi berhenti merokok.

Di pasaran memang terdapat beberapa produk untuk membantu mereka yang ingin berhenti. Namun, produk-produk seperti permen karet atau nicotine patch ini tidak selamanya efektif membantu Anda berhenti merokok, karena produk ini pada esensinya hanya menjadi sumber nikotin lain untuk tubuh Anda (tidak mengurangi atau menghentikan kecanduan nikotin). Saat ini telah tersedia obat yang terbukti efektif untuk membantu berhenti merokok. Cara kerjanya adalah dengan menduduki reseptor nikotin di otak, sehingga ketika Anda merokok, nikotin yang masuk tidak lagi memberikan rasa nikmat, dan pada akhirnya mengurangi minat Anda untuk merokok. Selain itu obat ini juga membantu mengurangi gejala putus nikotin, seperti depresi dan sulit berkonsentrasi. Untuk mengetahui Iebih lanjut tentang terapi berhenti merokok termasuk penggunaan obat, berkonsultasilah dengan dokter Anda. Ingat, obat ini termasuk obat keras, jadi jangan gunakan obat ini tanpa pengawasan dokter.

4. Jangan lakukan perjuangan ini sendirian

Perokok yang memiliki semangat pun merasakan susahnya berhenti merokok tanpa dukungan dari sekitarnya. Untuk berhenti merokok memang bukan suatu hal yang mudah, dan dukungan dan keluarga, teman, rekan kerja, dan lingkungan pergaulan lainnya menjadi faktor yang turut berperan penting dalam mensukseskan usaha ini. Beritahukan kepada teman, keluarga, dan rekan kerja Anda tentang niat Anda untuk berhenti. Dukungan mereka akan sangat membantu Anda meraih kesuksesan dalam perjuangan Anda berhenti merokok.

Anda juga bisa ikut bergabung dalam support group atau berkonsultasi dengan konselor. Terapi perilaku adalah jenis konseling yang membantu Anda mengidentifikasi dan melaksanakan strategi yang bisa Anda terapkan untuk berhenti merokok. Gabungkan terapi perilaku ini dengan terapi pengobatan lainnya untuk meningkatkan kemungkinan Anda untuk sukses.

5. Hadapi stress dengan bijak

Salah satu alasan orang merokok adalah karena nikotin membuat mereka merasa nyaman dan rileks. Ketika Anda berhenti merokok, Anda membutuhkan cara lain untuk mengatasi stress. Tak ada salahnya Anda mencoba ke spa untuk mendapatkan pijit terapi / relaksasi, mendengarkan lagu yang menenangkan, atau mempelajari yoga. Sebisa mungkin, hindari situasi yang membuat Anda stress selama minggu-minggu pertama Anda berhenti merokok.

6. Hindari kebiasaan yang mendorong Anda untuk merokok
Beberapa aktivitas tertentu dapat memicu keinginan Anda untuk merokok. Misalnya, kebiasaan minum kopi di pagi hari sambil merokok. Jika Anda terbiasa melakukannya, cobalah mengganti kopi dengan teh selama beberapa minggu. Jika Anda terbiasa merokok setelah makan, cobalah mencari kegiatan lain untuk dilakukan setelah makan, misalnya menyikat gigi atau mengunyah permen karet bebas gula.

7. Bersihkan rumah Anda

Buanglah semua atribut rokok seperti bungkus rokok, asbak, dan korek api I lighter Anda. Cuci semua baju I pakaian yang berbau rokok, dan bersihkan karpet, gorden, dan perabotan lain yang dibuat dari kain yang dapat menyerap bau rokok. Gunakan pengharum dan penyegar ruangan untuk membantu Anda menghilangkan bau rokok di rumah Anda, sebab bau rokok akan merangsang Anda untuk kembali merokok.

8. Coba dan coba lagi


Berhenti merokok memang bukan perjuangan yang mudah. Tak jarang akhirnya perokok yang berusaha berhenti merokok akan kambuh lagi. Beberapa perokok juga harus mencoba berhenti beberapa kali sebelum akhirnya bisa lepas total dan rokok. Cobalah untuk menganalisa situasi dan suasana hati yang dapat memicu Anda untuk kembali merokok. Pakailah kondisi tersebut sebagai suatu kesempatan untuk menguatkan kembali komitmen Anda untuk berhenti. Begitu Anda memutuskan untuk mencoba lagi, tetapkan tanggal berhenti Anda dalam 1 bulan ke depan.

9. Ayo berolahraga!

Aktivitas fisik dapat mengurangi ketagihan terhadap rokok dan membantu Anda mengatasi gejala putus nikotin. Ketika Anda merasa ingin merokok, segera alihkan energi Anda untuk berlari, berjalan cepat, bersepeda, atau bersepatu roda. Tak perlu olahraga yang berat, cukup yang intensitasnya sedang saja, misalnya mengajak hewan peliharaan Anda berkeliling lingkungan atau mencabut rumput liar di halaman rumah Anda. Kalori ekstra yang Anda bakar juga akan membantu mencegah terjadinya kenaikan berat badan yang mungkin terjadi saat Anda berhenti merokok.

10. Perbanyak konsumsi buah dan sayur

Jangan mencoba untuk berdiet ketika Anda berhenti merokok - terlalu banyak larangan I batasan bisa berbalik merugikan rencana awal Anda. Sebaliknya, perbanyaklah konsumsi buah, sayur, dan produk susu rendah lemak. Sebuah penelitian yang dilaksanakan oleh Duke University mengimplikasikan bahwa makanan-makanan ini membuat rasa rokok menjadi tidak enak. Hal ini akan membantu Anda melawan ketagihan sekaligus memberikan nutrisi yang dibutuhkan untuk melawan penyakit.

11. Pilih Hadiah Anda
Selain memberikan manfaat kesehatan yang besar, salah satu keuntungan dari berhenti merokok adalah Anda bisa menabung uang yang biasanya digunakan untuk membeli rokok. Hadiahi diri Anda dengan membeli sesuatu yang Anda sukai dari sebagian uang yang Anda tabung tersebut.

12. Lakukan ini demi kesehatan Anda

Dalam waktu singkat saja, berhenti merokok Iangsung memberikan manfaat kesehatan bagi Anda. Tekanan darah dan denyut jantung Anda akan turun dalam waktu 20 menit setelah Anda berhenti merokok. Dalam waktu 1 hari, kadar oksigen dan karbon monoksida dalam darah Anda akan kembali normal, dan risiko penyakit jantung berkurang.


Source: tribunnews.com