Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2011

Karakter Kepribadian Menurut Cara Berjabat Tangan

Hampir setiap hari kita berjabat tangan, mulai dari sekedar berjabat tangan dengan teman atau sahabat, hingga berjabat tangan dengan orang-orang yang baru saja kita kenal. Konon gaya jabat tangan itu mencerminkan karakter dan pribadi seseorang. Dengan mengenal gaya jabat tangan kita dapat menelaah peribadi orang-orang yang baru kita temui, tentunya sambil menunjukkan dan belajar untuk memnampilkan pribadi kita yang baik.

Di bawah ini adalah gaya dan cara berjabat tangan beserta artinya, menurut Linda Philips dalam bukunya ‘The Concise Guide to Executive Etiquette’:
  • Gaya kuat
Menggenggam erat dan keras tangan seseorang seolah Anda menguasai seluruh telapak tangannya. Saking kerasnya, kadang lawan jabat tangan akan merasa sakit akibat tekanan yang terlalu cukup kuat. Gaya bersalaman seperti ini menunjukkan bahwa cenderung ambisius dan ingin mencapai sesuatu dengan jalan pintas. Dalam kehidupan sosialisasipun Anda sering bersikap egois dan mementingkan diri sendiri.
  • Gaya dua tangan
Dilakukan dengan cara menggenggam tangan lawan dengan kedua tangan. Gaya bersalaman seperti ini menunjukkan Anda pandai menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya. Anda bisa bersikap sangat ramah pada orang yang tidak anda sukai.
  • Gaya ngambang
Dilakukan selintas dengan menyentuh tangan lawan bicara. Jabat tangan ini menandakan bahwa Anda tidak berminat pada orang yang baru.
  • Gaya genit
Dilakukan dengan menjabat erat tangan seseorang tetapi diselingi dengan menggelitik telapak tangannya dengan ujung jari. Umumnya cara ini dilakukan jika berjabat tangan dengan lawan jenis. Hal ini menunjukkan bahwa Anda pribadi yang suka menghalalkan segala cara demi tercapainya keinginan Anda. Terlebih jika berkaitan dengan bisnis. Gaya ini juga menandakan bahwa Anda mudah terpesona oleh hal-hal yang bersifat lahir atau fisik.
  • Gaya profesional
Dilakukan dengan menjabat erat tangan dengan cukup erat, tidak terlalu menekan dan tidak sampai menyakiti. Lama jabat tangan ini sekitar tiga detik. Gaya ini menunjukkan Anda pribadi yang hangat, profesional, dan positive thinking.
Untuk menambah rasa percaya diri dan meninggalkan kesan positif rawatlah kulit tangan Anda. Tidak perlu setiap hari, cukup dua atau tiga kali dalam seminggu. Tangan Anda pun akan mulus bercahaya, selembut sutera.
  • Scrubing
Berguna untuk mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori dan menyebabkan kulit kusam.
  • Pemijatan
Pemijatan ringan pada tangan berfungsu memperlancar peredaran darah. Selain itu, Sensati pijat dapat menimbulkan perasaan rileks. Anda bisa menggunakan ARTISTRY Creamy Massage untuk memberi manfaat pijat yang rileks.
  • Pelembab
Sebagai penutup perawatan tangan, oleskan handbody 15 menit sebelum beraktivitas di pagi hari, ulangi setiap dua jam atau lebih sering apabila diperlukan, karena tabir surya akan terhapus oleh keringat atau air.




source: sehatplus.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Jumat, 29 April 2011

3 Penyebab kecemasan

Saat harus berbicara di depan banyak orang atau melakukan presentasi, seseorang bisa mengalami kecemasan tingkat tinggi. Sebenarnya apa yang membuat seseorang mengalami serangan kecemasan? Bagaimana mengatasinya?

Ketika kecemasan mulai menyerang biasanya diikuti dengan telapak tangan berkeringat, jantung berdebar lebih cepat dan kencang, merasa seperti ada kupu-kupu di perut serta tenggorokan yang terasa kering. Sebagian besar orang akan mengalami hal ini dalam salah satu siklus kehidupannya.

Serangan cemas (anxiety attack) adalah bentuk ekstrim dari rasa gelisah yang dihasilkan akibat dari ketakutan yang tidak terkendali. Walaupun sebagian besar orang mengalami kecemasan setiap hari, tapi bagi orang-orang tertentu kondisi ini tidak bisa dikontrol dengan baik. Kecemasan yang paling umum terjadi adalah saat harus berbicara di depan umum.

Hingga saat ini ada 3 pemikiran yang bisa menjelaskan penyebab dari serangan kecemasan yang dialami seseorang, yaitu:

Biologis
Semua manusia memiliki kode ketakutan di dalam gennya, jadi setiap orang sebenarnya memiliki potensi untuk mengalami kecemasan. Tapi kondisi ini bisa sangat mempengaruhi seseorang tapi tidak dengan orang lain. Hal ini kemungkinan turut dipengaruhi oleh ketidakseimbangan senyawa kimia di dalam otak yang membuat kecemasan atau ketakutan menjadi abnormal.

Perilaku
Pola-pola perilaku tertentu mengajarkan seseorang bertindak dengan cara berbeda. Misalnya jika sejak kecil seringkali diterapkan perilaku main sendiri atau tidak terlalu bersosialisasi, maka kondisi ini bisa terbawa hingga dewasa yang membuatnya menjadi takut atau cemas untuk berhadapan dengan orang lain.

Psikodinamik
Teori psikodinamik berpendapat bahwa beberapa ketakuran berakar dari trauma atau kekerasan di masa kecil seperti pernah diejek atau dipermalukan. Ketakutan ini bisa dilupakan tapi dapat muncul kembali di kemudian hari.

Beberapa tanda fisik bisa menunjukkan bahwa seseorang tengah menghadapi serangan kecemasan seperti jantung berdebar-debar, gangguan pencernaan (diare, mual, sakit perut), sensitif terhadap cahaya dan suara, gemetar, tanpa sadar menyentuh wajah atau anggota tubuh lainnya serta hiperventilasi.

Sebagian besar perawatan yang diberikan tidak memerlukan bantuan profesional. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi serangan kecemasan:

Jangan berpikir akan mengalami serangan cemas
Seseorang mungkin menyadari bahwa situasi tertentu bisa menyebabkan ia merasa sangat cemas, dan pemikiran inilah yang justru menyebabkan terjadinya serangan kecemasan. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa perilaku yang memicu munculnya kecemasan.

Untuk itu jangan pernah berpikir tentang kecemasan atau ketakutan, tapi bayangkanlah sesuatu yang menyenangkan dan menenangkan. Hilangkan segala pikiran negatif dan ketakutan yang dirasakan.

Anggaplah bahwa kecemasan yang terjadi adalah sesuatu yang normal
Seseorang harus memahami bahwa perasaan yang muncul saat sedang cemas adalah sesuatu yang 'normal'. Hal ini akan membantunya berpikir lebih rasional dan melihat dirinya dari sudut pandang berbeda sehingga mengurangi dampak yang muncul.


source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Jumat, 18 Februari 2011

Kurang Tidur Bisa Membunuh Kita !!!

Kematian bagi manusia merupakan suatu yang tak terhindarkan, cepat atau lambat hanyalah soal waktu. Dalam kaitannya dengan kesehatan, salah satu faktor yang mempercepat kematian adalah kelelahan fisik dan mental akibat kurang tidur. Berikut dampak kurang tidur bisa sangat mematikan yang bisa anda simak sehingga anda yang kurang tidur harus berhat–hati.
 
berikut ini beberapa dampak mematikan dari kurang tidur.

1. Kecelakaan lalu lintas
Diperkirakan terjadi 100.000 kecelakaan lalu lintas dalam setahun akibat pengendara mengantuk, 15.000 di antaranya memakan korban tewas. Pemicu utama rasa kantuk saat berkendara adalah kelelahan karena kurang tidur.

2. Kecelakaan kerja
Rasa letih akibat kurang tidur jelas mempengaruhi performa di tempat kerja sehingga bisa berdampak pada perkembangan karir atau bahkan kehilangan pekerjaan. Dampak yang lebih buruk bisa terjadi jika bekerja dengan alat buy prescription drugs without a prescription berat, sebab risikonya adalah kecelakaan kerja yang bisa menyebabkan kematian.

3. Mudah tersinggung, depresi lalu bunuh diri
Tidur yang berkualitas merupakan salah satu syarat untuk dapat berpikir dengan jernih dan rileks. Kurang tidur bisa membuat seseorang mudah tersinggung dan merasa sedih, yang jika dibiarkan berlarut-larut suatu saat bisa menyebabkan depresi atau dampak yang paling buruk yakni bunuh diri.

4. Obesitas dan serangan jantung
Pola makan yang tidak sehat memang menjadi faktor utama pemicu obesitas, namun pola tidur juga berpengaruh. Rasa letih akibat kurang tidur bisa menghambat poduksi leptin atau hormon penekan nafsu makan, sehingga porsi makan jadi tidak terkontrol. Jika berat badan sudah tak terkendali, risiko serangan jantung bisa muncul sewaktu-waktu.

5. Diabetes
Berbagai penelitian membuktikan kurang tidur menyebabkan metabolisme makanan terganggu sehingga lebih mudah mengalami kenaikan kadar gula darah. Dampaknya bisa sangat mematikan, mulai dari luka yang sulit disembuhkan hingga kegagalan fungsi ginjal dan serangan jantung.
kurang tidur bisa sangat mematikan lalu masihkah anda tidak mau istirahat yang cukup?


source: doktersehat.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Senin, 01 November 2010

Membaca Karakter Seseorang Dari Bentuk Wajah

http://3.bp.blogspot.com/_iCMy93XgANs/Sc2XpylsE9I/AAAAAAAAAFM/FILsoeG5OEg/s400/f4428_komunitas-karakter.jpgBerabad-abad, manusia berusaha untuk memahami karakter seseorangliki makna tertentu yang mampu mencermikan kepribadian seseorang.

Bulat : Orang yang memilki muka bulat cenderung memiliki kepribadian yang emosional, sensitif, dan juga perhatian. Biasanya, pria yang memiliki muka bulat memiliki fantasi seksual yang sangat kuat dan nyaman dalam menjalami hubungan yang stabil dan jangka panjang.
Oval : Bentuk muka oval cenderung lebih praktis, sistematis dan pekerja keras. Kamu yang memiliki bentuk muka oval juga cenderung memiliki fisik yang atletis yang cenderung menciptakan narsisme pribadi yang mampu merusak hubungan.

Kotak : Orang dengan bentuk muka kotak cenderung agresif, ambissius, serta dominant. Kamu juga memiliki pemikiran yang tajam, ahli dalam melakukan analisis, dan kritis.

Segitiga : Bentuk muka seperti ini biasanya dimiliki oleh tubuh yang kurus dan memiliki kemampuan persuasi. Bentuk muka ini juga biasa dimiliki oleh orang Tionghoa yang memiliki pribadi yang kreatif dan sensitive tetapi juga temperamental.

Dahi
Dahi yang lebar menandakan suatu kecerdasan dan kepraktisan serta pribadi yang idealis namun tidak pernah mati kreativitas. Jika kamu memiliki dahi yang rata, ini mengindikasikan seseorang yang pragmatis, logis, dan yang selalu mengandalkan fakta dan data. Jika kamu memiliki dahi yang sangat lebar ini menandakan bahwa kau seorang pemimpi dan merupakan seseorang yang membutuhkan sebuah rencana aksi strategis untuk memenuhi ambisinya yang cukup besar.

Mata
Bagaimana cara mendeteksi seseorang itu berbohong? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Richard Bandler dalam Neuro Linguistic Programming yang menjelaskan bahwa tatapan seseorang saat berbicara bisa mengindikasikan apa yang dipikirkannya. Jika seseorang bertanya dan mereka menengok ke kanan, ini menandakan mereka sedang berpikir dan menggunakan otak kreatifnya dengan mengumpulkan segala aspek visual yang ada. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka berbohong. Jika mereka menengok ke sebelah kiri, ini mengindikasikan mereka menggunakakn memori yang ada di otak dan kemungkinan besar akan mengatakan kebenaran.

Bentuk mata juga sangat berpengaruh. Jika kamu memiliki mata besar cenderung akan lebih toleran dan berpikiran terbuka. Sementara yang memiliki mata sipit mengindikasikan orang tersebut berpikiran sempit.

Hidung
Hidung yang ideal berbentuk mancung, lurus, dan penuh. Hidung yang mengembang mengindikasikan personal yang hangat dan memiliki empati yang besar dengan sekelilingnya. Tipe ini juga biasanya memberikan standar yang cukup tinggi dalam hidupnya dan memiliki perilaku yang baik. Untuk ukuran hidung yang besar cenderung suka melakukan kekerasan. Semakin besar hidung yang dimiliki orang tersebut, kecenderungan untuk melakukan tindakan kekerasan pun semakin tinggi. Jika Anda memiliki hidung pesek , ini menunjukkan Anda sebagai pribadi yang independent dan tahan banting, meski terkadang terjadi naik turun dalam hubungan percintaan maupun dengan hubungan pertemanan dengan orang lain.

Mulut
Mulut terkait dengan komunikasi dan sensualitas yang bisa dilihat dari bentuk bibir. Jika bibir atas tipis dan bagian bibir bawah tebal, hal ini mengindikasikans seseorang yang tidak bisa melakukan hubungan timbal balik dalam suatu hubungan. Jika sebaliknya, bentuk mulut tersebut justru mengindikasikan seseorang yang terlalu berbelas kasih. Jika memiliki bibir tebal di bagian atas dan bawah, menunjukkan sifat yang penyayang dan sensitive. Sementara yang bermulut kecil mengindikasikan sifat yang kejam dan egois.

Kerutan
Kerutan di seputar mata menunjukkan garis kebahagiaan. Hal ini menunjukkan adanya tanda keterbukaan hati kepada semua orang. Garis vertical yang ada diantar mata menunjukkan sosok yang logis, pekerja keras, dan juga kritis. Kerutan di seputar hidung hingga menuju mulut merupakan garis tujuan hidup. Orang yang memiliki garis kerutan ini memiliki arah hidup yang tepat.

Segala bagian dari wajah kita memang bisa memancarkan kepribadian tertentu karena semuanya bergerak menunjukkan ekspresi tertentu pula. Dan tentu semuanya memiliki makna yang berlainan, namun Anda boleh mempercayai juga boleh tidak mempercayai interpretasi ini karena interpretasi hanya bisa dinilai oleh tiap individu dan interpretasi sifat seseorang juga tidak bisa hanya dilihat dari mimic muka, melainkan gesture tubuh dan kesehariannya.


source:  loverlem.blogspot.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Keistimewaan Anak Indigo Bukanlah Suatu Keanehan


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYgX1Z1lOQKPMUorqwVnT53Eh-r1e-PW-B8I5Tgkapg9xaQDCdHln958jH-UWEM1Yc6ENGx9AJfnTvmEOA3quCXuLqzEZ6YU9nOxFFGc6tYGXL1rkdJM2DR60H8neyMnZCUi2DRk_F6aE/s1600/indigo-people-united.gifDengan segala kelebihannya dibanding anak-anak lain – seperti memiliki kepandaian di atas rata-rata – keberadaan anak indigo menarik perhatian masyarakat. Namun keistimewaan mereka jangan dilebih-lebihkan agar mereka bisa hidup dalam lingkungannya secara normal.
 
Annisa Rania Putri, yang lahir tahun 1999, aktif berbicara dalam bahasa Inggris. Padahal bahasa ini bukan bahasa sehari-hari dalam keluarga mereka. Menurut orangtuanya, kemampuan bicara dalam bahasa Inggris ini didapatnya tanpa belajar, tak lama setelah ia mulai bisa bicara.
Selain itu, gadis cilik ini menguasai beberapa bahasa lain, seperti bahasa Arab dan bahasa Korea. Annisa pun kerap memberikan ceramah tentang spiritualitas di hadapan orang-orang dewasa. Belum lagi kemampuannnya merancang bangunan bak seorang arsitek berpengalaman. Sebuah rumah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Timur, adalah contoh karyanya. Selain itu, bukunya yang bertema spiritualitas juga sudah diterbitkan.

Gadis cilik ini adalah salah satu anak yang di-blow up media sebagai anak indigo. Begitu pula beberapa anak indigo lain beberapa kali diwawancarai media yang berupaya mengungkap keberadaan anak-anak istimewa ini. 

Disinyalir keberadaan anak indigo ada sejak awal keberadaan manusia di bumi ini, namun istilah ‘indigo’ sendiri baru dipopulerkan oleh Nancy Ann Tappe, seorang konselor di Amerika Serikat pada era 80-an. Lewat bukunya ia menuturkan bahwa ia mengamati warna aura manusia untuk kemudian menghubungkannya dengan kepribadiannya. Dari pengamatan ini didapatlah sebuah warna indigo atau nila, yang merupakan campuran warna ungu dan biru. Warna ini biasanya dimiliki orang dewasa, namun ternyata dimiliki juga oleh anak-anak tertentu, hingga disebutlah mereka sebagai anak-anak indigo.
 
Berkemampuan di atas rata-rata
Anak-anak indigo disinyalir memiliki kemampuan istimewa. Dr H Tubagus Erwin Kusuma, SpKJ, yang banyak menangani kasus anak indigo, mengungkapkan bahwa anak-anak indigo itu umumnya punya ciri khusus seperti memiliki kecerdasan superior dengan IQ di atas 130. Pada tingkat kecerdasan ini, anak indigo dapat melakukan sesuatu tanpa belajar terlebih dahulu, sementara anak cerdas biasa baru bisa melakukan sesuatu setelah diajarkan terlebih dahulu. 

Ciri lainnya adalah anak indigo sangat berbakat. Mereka juga humanis, konseptual, artistik dan kadang interdimensional (mampu melihat dalam berbagai dimensi). Maka tak heran bila Annisa dengan kemampuan konseptualnya bisa merancang rumah, dari mulai bentuk, bahan-bahan hingga infrastrukturnya. “Selain itu pembicaraannya memang jauh melampaui anak-anak sebayanya, sehingga mereka biasanya tidak mau bermain bersama anak-anak sebayanya,” kata psikiater kelahiran tahun 1939 ini. Pandangan anak indigo terhadap hidup dan kehidupan begitu dewasa, bahkan melebihi kebijakan orang dewasa. 

Dokter Erwin menambahkan bahwa biasanya anak-anak indigo juga dapat “membaca” perasaan orang lain. Rasa empati mereka begitu peka, hingga bisa ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain dan tak segan memberikan bantuan pada orang lain. Mereka pun umumnya tertarik dengan segala hal yang berkaitan dengan alam dan kemanusiaan.

Selain kemampuan istimewa ini, beberapa anak indigo juga dikabarkan bisa melihat bahkan berkomunikasi dengan makhluk halus, begitu pula ada yang dikabarkan bisa “membaca” tanda-tanda sebelum sesuatu terjadi ataupun yang sudah berlalu, termasuk tentang dirinya sendiri. Akibatnya mereka sering dianggap mempunyai indera keenam.
 
Sementara itu kondisi umum yang juga kerap didapati pada anak indigo adalah kebiasaan berbicara sendiri—yang acap ditafsirkan kalau ia tengah bicara dengan makhluk ghaib. Kondisi ini sepintas mirip dengan anak autis yang kadang bicara sendiri. Namun kalau anak indigo omongannya terarah, sementara anak autis tidak terarah dan cenderung ngaco.

Karena memiliki sikap keseharian yang berbeda dengan anak-anak lainnya inilah, kata psikolog Astri S. Widianti, kadang membuat orang salah mengira anak indigo sebagai anak penderita ADD/ADHD (gangguan kekurangan perhatian/gangguan hiperaktif dan kekurangan perhatian). “Memang kalau tidak diamati secara jeli oleh orang-orang yang paham, bisa salah diartikan sebagai ADD/ADHD, hingga anak indigo malah dikasih perlakuan dan obat-obatan ADD/ADHD. Itu kan tidak benar,” kata psikolog yang bergabung di Essa Consulting ini. 

Karena itu membawa anak-anak yang diduga kuat sebagai anak indigo kepada ahlinya, yaitu psikiater dan psikolog, untuk dilakukan serangkaian tes adalah hal pertama yang harus dilakukan orangtua agar anak-anak istimewa ini mendapat perlakuan yang semestinya.

Dijelaskan oleh dr Erwin, indigo itu adalah sebuah kelebihan, bukan penyakit – dalam klasifikasi internasional tentang penyakit dari WHO, tak ada penyakit indigo – dan tak dapat digolongkan sebagai cenayang atau paranormal. Keistimewaan ini juga bukan didasarkan atas keturunan, dalam satu keluarga bisa jadi hanya satu anak yang indigo, sementara yang lain tidak. 

Kelebihan sebagai indigo ini pun, kata dokter yang menjabat sebagai Kepala Departemen Kesehatan Jiwa RSPAD Gatot Subroto Jakarta ini, akan dibawa si anak terus sampai dewasa. Namun sesuai perkembangan kepribadiannya, para indigo dewasa sudah bisa memahami dan mengelola emosinya hingga mampu memenej kelebihannya secara baik. Jadi mereka tak lagi tampak berbeda dengan orang lain di sekelilingnya.
 
Pengertian dan pendampingan orangtua
Meski sesungguhnya anak indigo peduli sekitar, dan mudah berempati namun mereka juga acap terlihat mudah terlibat konflik. Ini sesungguhnya disebabkan mereka sering tak setuju terhadap sesuatu hal yang tak sesuai penalarannya, tidak sabaran, mudah bosan hingga mudah marah. Karena itu mereka juga kadang digambarkan sebagai tipe anak yang ‘sulit’ untuk mendapatkan kawan.

Apalagi dengan tingkat kepandaian yang luar biasa bahkan melampaui kepandaian guru-gurunya, anak indigo punya potensi untuk sering berkonflik pula dengan guru-gurunya. Mereka ingin apa pun diterangkan sejelas-jelasnya untuk memuaskan keingintahuan mereka yang sangat besar sesuai tingkat intelektualitas mereka. Dalam banyak kasus, anak-anak indigo akhirnya banyak yang menjalani bersekolah rumah (homeschooling) karena sulit bergaul dengan guru dan teman-teman. Hal ini tentulah bukan keadaan yang nyaman buat anak-anak. Kondisi ini akan menjadi lebih parah dan menjadi beban berat buat anak indigo bila orangtua juga tak memahaminya.

Bila memang si anak sudah terdeteksi sebagai anak indigo, giliran orangtualah yang harus menempatkan diri menjadi orangtua yang baik bagi anak indigo. “Diperlukan konseling untuk orangtua, karena tak banyak orangtua yang mengerti keadaan anak indigo. Orangtua diarahkan untuk tahu bagaimana bersikap dan menyikapi anak agar si anak tidak merasa menjadi anak yang aneh. Dengan segala kelebihan dan kekurangan anak indigo, orangtua harus menyesuaikan diri dengan mereka, bukan anak indigo yang harus menyesuaikan diri dengan orangtua. Selain itu orangtua juga harus banyak tahu tentang indigo, misalnya dari internet, hingga wawasan dalam mendidik anak indigo semakin luas, tak sebatas yang didapat dari konseling saja,” papar Astri.

Selain untuk menyiapkan orangtua sendiri, konseling ini, tambah dr Erwin, diperlukan orangtua agar dapat mengkomunikasikan kondisi anaknya pada pihak luar, termasuk kepada guru-gurunya. Hingga kemudian guru bisa menjadi mediator antara anak indigo dengan teman-temannya, dan diharapkan teman-teman mereka bisa menerima kelebihan dan kekurangan anak indigo.
Untuk kemampuan mereka dalam melihat atau berkomunikasi dengan makhluk ghaib, orangtua juga perlu memberi pemahaman sekaligus perlindungan buat mereka. Sebagai anak kecil, melihat penampakan makhluk halus yang bisa jadi menyeramkan tentu amat mengganggu mereka. Mereka mungkin jadi cemas, takut dan bingung karena hanya dia yang bisa melihat mereka, sementara orang lain tidak. “Jelaskan bahwa makhluk itu memang ada, tapi ia tidak mengganggu kamu. Katakan, ‘Kamu tidak perlu takut, karena ia juga makhluk ciptaan Allah.’ Begitu juga dengan kejadian-kejadian lain yang hanya dia yang melihat, orangtua mesti memberi pengertian yang baik, bukan malah menyangkalnya,” terang Astri. 

Dengan kekhasan mereka, anak indigo juga perlu diajari akhlak atau tata karma dan tata tertib – menurut istilah dokter Erwin tentang ‘harus dan jangan’. “Misalnya kenapa kita harus cium tangan kepada yang lebih tua? Lalu kenapa kita sebelum masuk kelas harus baris dan masuk satu persatu, tidak boleh semua sekaligus padahal pintunya kan lebar?” contoh ayah satu putri ini.

Untuk menjelaskan itu semua memang mesti diiringi kesabaran dan penjelasan detail dalam menjawab cecaran pertanyaan anak indigo. Segala ‘harus dan jangan’ mesti diajarkan agar anak indigo menjadi indigo dewasa yang bisa menghargai perbedaan dan tidak bentrok dengan lingkungannya. 

Asmawati/wawancara: Firda Kurnia
 
 
Melihat Makhluk Ghaib itu Tak Normal
 
Kepandaian luar biasa dan bakat di atas rata-rata bagi anak indigo, kata Ustadz Hasan Bishri, Lc, memang sebuah pemberian dari Allah yang harus disyukuri. Namun soal kemampuan untuk melihat alam ghaib, bahkan meramal, itu sudah merupakan kelainan, bukan keistimewaan. “Karena normalnya, manusia itu tidak bisa melihat alam ghaib, kecuali para nabi dan rasul saja, sebagaimana diungkapkan dalam Al-Qur’an surat Al-A’raaf ayat 27,” jelas penulis buku Enam Jenis Gangguan Jin pada Anak ini.

Soal kemampuan melihat makhluk ghaib ini kata Ustadz Hasan juga sebenarnya tak hanya dimiliki anak indigo, anak yang tidak indigo pun bisa memiliki kemampuan ini. Biasanya ini terjadi karena si anak kemasukan jin atau karena ia memiliki orangtua, kakek-nenek yang punya emban atau rewang dari alam ghaib yang ketika orangtua atau kakek-neneknya meninggal lalu menempel pada anaknya. Dan kondisi ini menurut Ustadz Hasan tergolong gangguan setan. 

Setan memang bisa mengganggu siapa saja, termasuk anak kecil, bahkan janin dalam kandungan. Oleh karena itulah maka Rasulullah mengajarkan umatnya untuk mendoakan anak yang baru lahir agar terlindung dari godaan setan. 

Penampakan makhluk ghaib ini pada anak, walau dianggap tidak mengganggu, sesungguhnya sudah merupakan gangguan setan bagi si anak. “Karena anak ini hidup di dua alam, tentu akan memengaruhi kondisi psikologis anak. Di satu sisi ia bermain bersama teman-teman nyatanya, di saat lain ia bermain bersama teman-teman ghaibnya. Ini bahaya dan kasihan buat kondisi psikologis anak,” kata ustadz yang tergabung dalam tim ruqyah Majalah Ghoib ini. Untuk itu, selain berkonsultasi dengan ahlinya, seperti psikiater dan psikolog, ada baiknya anak juga diruqyah. Ajarkan anak juga untuk membaca doa-doa memohon perlindungan kepada Allah swt.

Source:  ummi-online.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Fenomena Kesurupan, Medis atau Mistis ?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguYShlzx5oysGQTcOMb6IUZqr9EHFTpM4rDoP2_utc-QfJkT0UEYA25F_7kZfZ775a29xq0of6L5x_QtR-YWS-zDVZoime6fuPrChc9f8-o3EZYCLfLqHshBahWND__yjCxx24_zgqPXlL/s320/foto+kesurupan.jpgKesurupan dalam istilah medisnya disebut dengan Dissociative Trance Disorder (DTD). Menurut laporan Eastern Journal of Medicine, kasusnya lebih banyak dijumpai di negara dunia ketiga dan negara-negara bagian timur daripada bagian barat.

Di India yang kultur dan budayanya mirip Indonesia, kesurupan atau possesion syndrome atau possesion hysterical merupakan bentuk disosiasi yang paling sering ditemukan. Angka kejadiannya kurang lebih 1 hingga 4 persen dari populasi umum.

Dunia kedokteran, khususnya psikiatri mengakui fenomena kesurupan sebagai suatu kondisi yang ditandai oleh perubahan identitas pribadi. Banyak orang mengatakan kesurupan disebabkan oleh suatu roh atau kekuatan, namun dalam dunia medis hal-hal seperti itu tidak dikenal.

Beberapa pakar psikiater menyebutkan tekanan sosial dan mental yang masuk ke dalam alam bawah sadar sebagai biang penyebab kesurupan. Banjir, tsunami, gizi buruk, ketidakadilan, upah kecil, kesenjangan yang sangat mencolok dan lainnya adalah beberapa contoh tekanan tersebut.

Seperti dikutip dari Psychnet, Senin (22/2/2010), ada beberapa gejala yang biasanya menyerang orang kesurupan diantaranya:
  1. Bertindak lepas kontrol dan berbeda dari biasanya
  2. Hilang kesadaran akan sekitarnya dan tidak sadar dirinya sendiri
  3. Sulit membedakan kenyataan atau fantasi pada waktu yang sama
  4. Perubahan nada suara
  5. Kesusahan berkonsentrasi
  6. Kadang-kadang hilang ingatan
Kondisi seperti itu dipengaruhi oleh banyak faktor seperti spiritual, sosial, psikologi dan lainnya. Dengan melakukan screening dan pemeriksaan secara keseluruhan, faktor penyebabnya pun bisa diketahui.

Sementara kesurupan massal yang belakangan ini sering sekali terjadi sebenarnya pada awalnya merupakan kesurupan individual dan kemudian berubah menjadi massal dikarenakan orang lain yang melihat peristiwa tersebut menjadi tersugesti.

Gejala-gejala beberapa waktu sebelum kesurupan antara lain kepala terasa berat, badan dan kedua kaki lemas, penglihatan kabur, badan terasa ringan, dan ngantuk.

Perubahan ini biasanya masih disadari oleh subjek, tetapi setelah itu ia tiba-tiba tidak mampu mengendalikan dirinya, melakukan sesuatu di luar kemampuan dan beberapa di antaranya merasakan seperti ada kekuatan di luar yang mengendalikan dirinya.

Mereka yang mengalami kesurupan merasakan bahwa dirinya bukanlah dirinya lagi, tetapi ada suatu kekuatan yang mengendalikan dari luar. Keadaan saat kesurupan ada yang menyadari sepenuhnya, ada yang menyadari sebagian, dan ada pula yang tidak menyadari sama sekali.

Berdasarkan jenis kelamin, perempuan mempunyai risiko lebih besar untuk kesurupan dibandingkan laki-laki. Hal ini mungkin karena perempuan lebih bersifat gampang dipengaruhi dibanding laki-laki.

Namun, meski kesurupan tergolong sebagai sebuah kondisi medis, tapi faktor mental yang terganggu bisa mengundang energi asing masuk dalam tubuh dan menyebabkan gejala kesurupan.

“Kesurupan itu artinya aura tubuh sedang dipengaruhi energi asing, khususnya energi infra merah yang tidak dapat dilihat kasat mata oleh manusia,” kata Dr Erwin Kusuma, SpKJ, psikiater dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta saat dihubungi detikhealth, Senin (22/2/2010).

Menurut Dr Erwin, sesuatu yang punya energi itu artinya masih berjiwa. “Roh sudah tidak berenergi karena sudah tidak memiliki jiwa, tapi makhluk halus belum tentu. Banyak makhluk halus yang masih mengeluarkan materi dan energi inframerah,” jelasnya.

Sedikit berbeda dengan pakar lainnya, Dr Erwin percaya bahwa penyebab kesurupan berasal dari mental yang dimasuki energi asing dan tidak ada hubungannya dengan masalah-masalah fisik seperti kurang gizi dan lainnya.

Energi asing menurut Dr Erwin bisa berasal dari lingkungan sekitar dan bisa dicek menggunakan foto aura. “Jadi kesurupan bukan berarti ada gangguan di otaknya tapi lebih pada gangguan di mentalnya. Ibarat komputer, otak itu hanya printer-nya saja tapi yang mempengaruhinya adalah jiwa,” ujarnya.

Menurut dokter yang membuka praktik di kawasan Cempaka Putih Jakarta ini, kesurupan bukan hanya sebuah peristiwa fisik tapi lebih pada penurunan daya tahan mental. “Stres dan gangguan lainnya mungkin bisa mempengaruhi tapi itu bukan faktor utamanya. Penyebab utamanya itu karena mentalnya memang sedang tidak kuat,” jelasnya.

Kesurupan biasanya berbeda dengan histeria. Jika histeria hanya mengeluarkan teriakan-teriakan dan tidak mengubah jenis suara, tapi kesurupan bisa mengubah pita suara. “Bisa jadi suaranya berubah menjadi suara laki-laki padahal ia seorang perempuan atau juga sebaliknya,” kata Dr Erwin.

Banyak orang yang mendatangi ahli spiritual atau orang pintar untuk menyembuhkan orang kesurupan. Memang tidak ada salahnya karena setiap orang sebenarnya punya kemampuan mempengaruhi kejiwaan seseorang yang bermasalah.

Namun sebenarnya hanya dokter yang berkompetensi saja yang benar-benar bisa mengatasi gejala kejiwaan dengan sempurna. Hipnoterapi adalah salah satu bentuk terapi yang biasa digunakan para psikiater untuk untuk meningkatkan ketahanan mental dan mengatasi gangguan kesurupan.

“Yang harus dilakukan adalah memperkuat benteng aura kejiwaan agar mentalnya kuat dan tidak bisa dimasuki energi asing yang negatif,” ujar Dr Erwin

Dr Erwin menambahkan, orang dengan gangguan mental biasanya akan terlihat dari IQ-nya yang rendah, cara berbicara serta penampilannya yang beda. Selain itu, tenggorokannya juga sering merasa kering dan selalu ingin minum terus, tangannya basah dan kakinya terus goyang-goyang.

Selain dengan terapi kejiwaan atau hipnoterapi, psikiater juga biasanya melakukan pengobatan dengan jalan farmakoterapi (obat). Seperti dikutip dari Psychnet, Senin (22/2/2010), obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengatasi masalah kejiwaan adalah obat jenis antipsychotics, antara lain:
  1. Chlorpromazine (Thorazine)
  2. Thioridazine (Mellaril)
  3. Trifluoperazine (Stelazine)
  4. Thiothixene (Navane)
  5. Fluphenazine (Prolixin)
  6. Haloperidol (Haldol) (dirangkum dari detik.com)



source: holistikasaya.wordpress.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Kamis, 21 Oktober 2010

Jatuh Cinta Itu Membuat kita Hidup lebih Sehat

Betapa menyenangkannya berada dalam suatu hubungan cinta. Anda dan pasangan menjadi orang yang menyenangkan, berusaha saling membuat pasangan bahagia, pokoknya semua tentang Si Dia. Betapa Anda mendambakan kehadiran Si Dia setiap saat setiap waktu. Menganggapnya seksi, bahkan dalam pakaian tidurnya.
Peneliti sudah lama mencoba membuktikan bahwa perasaan jatuh cinta juga bisa memberikan efek baik untuk kesehatan, lebih dari sekadar perasaan senang karena punya teman kencan di hari Valentine. Para peneliti mencoba membuktikan bahwa seks, rasa senang karena memiliki seseorang, dan rasa kasih bisa membuat seseorang lebih kuat, dengan efek kesehatan yang beragam, dari percepatan penyembuhan, kontrol lebih baik terhadap penyakit kronis hingga hidup lebih lama.

Keuntungan memiliki rasa cinta lebih eksplisit dan bisa diukur:
  • Studi yang dilangsungkan di Unitversitas Pittsburgh menemukan bahwa wanita yang berada di dalam pernikahan yang baik memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskuler daripada orang yang berada dalam hubungan yang penuh tekanan.
  • Studi lain menyebutkan bahwa sejak 1979, ketika studi tersebut dilangsungkan, menunjukkan bahwa pasangan yang menikah memiliki tingkat hidup lebih lama, tingkat risiko terkena serangan jantung lebih rendah, dan bahkan tingkat terkena pneumonianya lebih rendah.
  • Studi yang dilakukan Universitas Iowa menemukan bahwa pasien kanker ovarium yang memiliki hubungan kuat dengan orang lain dan berada dalam suatu hubungan yang menyenangkan memiliki aktivitas sel "pembunuh alami" dalam tubuh yang bisa membunuh sel-sel kanker jahat lebih banyak. Dengan kata lain, mereka yang berada dalam hubungan baik dengan pasangannya memiliki tingkat aktivitas sel darah putih lebih baik.


Source: preventionindonesia.com + kompas.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Selasa, 05 Oktober 2010

Usia Seseorang Paling Sering Mengalami Depresi dan Kesepian

imgLancaster, Inggris, Jika Anda sering merasa depresi dan kesepian, coba hitung lagi berapa umur Anda? Jika Anda masuk kelompok usia 35-44 tahun maka itu adalah usia terberat orang mengalami depresi dan kesepian.

Depresi yang dialami ini terkait karena telah meninggalkan pekerjaannya, tekanan kerja, hubungan yang buruk dengan rekan kerja, masalah rumah yang membuat tertekan serta kehidupan seks yang kurang.

Kesimpulan ini berdasarkan survei yang dilakukan di Inggris terhadap 2.000 partisipan. Hasilnya didapat kelompok usia 35-44 tahun lebih banyak merasa kesepian atau depresi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

Berdasarkan hasil survei diketahui sekitar 21 persen laki-laki dan perempuan berusia 35-44 tahun lebih banyak merasa kesepian, dan persentase yang sama untuk hubungan yang buruk baik di tempat kerja atau rumah yang membuat partisipan merasa depresi.

Dalam survei ini juga didapati bahwa sekitar 28 persen kelompok usia 35-44 tahun telah meninggalkan pekerjaannya karena memiliki hubungan yang buruk dengan rekan kerjanya.

"Biasanya krisis pertengahan hidup terjadi pada orang-orang berusia 40-an hingga 50-an tahun. Tapi laporan menunjukkan bahwa periode ini bisa terjadi lebih awal dari usia yang diperkirakan," ujar Claire Tyler, pemimpin eksekutif dari Relate, seperti dikutip dari BBCNews, Selasa (5/10/2010).

Sementara itu Profesor Cary Cooper, peneliti dari Lancaster University menuturkan bahwa hal tersebut bisa memperburuk kondisi perekonomian yang nantinya akan mempengaruhi kesehatan.

"Seseorang bekerja hingga berjam-jam, jika Anda terus menerus bekerja berjam-jam maka kondisi ini tidak akan baik untuk kesehatan. Sehingga biaya tahunan yang berhubungan dengan kesehatan mental akan menjadi masalah yang besar," ungkap Prof Cooper.

Sumber masalah yang paling umum dari kondisi ini adalah jam kerja yang panjang, tekanan dari orang-orang sekitar, divisi yang tidak tepat dalam pekerjaannya dan memiliki kehidupan seks yang kurang.

"Hasil survei ini kemungkinan juga dipengaruhi oleh kemauan orang dalam kelompok usia tersebut untuk jujur mengenai depresi dan kesepian, dibandingkan dengan kelompok usia tua. Namun tentu saja ada kemungkinan lain mengenai kebenaran yang ditemukan, karena pada usia tersebut biasanya memiliki harapan lebih tinggi dalam hal pencapaian karir dan kehidupan keluarganya," ujar Dr Jane McCartney, seorang psikolog.


source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Fenomena Terjadinya De Javu

http://farrasoct.files.wordpress.com/2009/12/dejavecu.jpgHampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. 

Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.

Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?

Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif
Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.

Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.

Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hipocampus yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.

Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti alzheimer kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.

Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium
Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.

Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.

LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis.

Source:

Blog editor: dr. wahyu triasmara

Kamis, 16 September 2010

Pria yang Mahir Bermain Musik Memiliki Kesehatan Mental Lebih Baik dari Pria Kaya

http://www.herbalitas.com/wp-content/uploads/2009/12/gitar.jpgPeneliti dari Norwegia menyebutkan bahwa pria yang berjiwa artistik seperti pelukis atau pemain musik punya kesehatan mental yang lebih baik. Peneliti melakukan wawancara, pemeriksaan klinis, sampel darah, urin dan scan otak pada sekitar 48.289 partisipan pria dari berbagai latar belakang maupun profesi. 

Hasilnya, kesehatan mental pria yang berjiwa artistik ternyata mengalahkan tingkat kesehatan mental pria yang punya banyak uang atau pekerjaan hebat.

Berbagai faktor seperti status sosial ekonomi, penyakit kronis, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol sudah diperhitungkan dalam studi ini. Pria yang berjiwa artistik dilaporkan lebih sedikit dan jarang depresi.

“Terdapat hubungan yang positif antara partisipan yang menyukai kegiatan seni atau berbau budaya dan artistik terhadap tingkat kesehatannya, terutama untuk masalah depresi.” tutur Profesor Jostein Holmen dari Norwegian University of Science and Technology’s (NTNU) Nord-Trondelag Health Study seperti dilansir Asylum.

Studi ini juga menunjukkan bahwa apapun status ekonomi sosial seseorang, baik itu sopir truk atau direktur bank, punya tubuh yang lebih sehat dan hidup yang lebih bahagia ketika memiliki sisi lain artistik dalam dirinya.

“Studi ini menantang setiap orang untuk bisa menggunakan sisi otak kanannya sesering mungkin karena ternyata hal itu bisa meningkatkan kesehatan. Kebanyakan orang selama ini berpikir dengan otak kiri dan logikanya. Itulah sebabnya banyak orang yang depresi saat ini,” kata Prof Holmen.

Meski demikian, peneliti tidak sepenuhnya yakin apakah penelitian ini berlaku juga untuk wanita. Yang pasti dengan meningkatkan frekuensi penggunaan otak kanan bisa mengurangi risiko terkena penyakit mental.


source: faridbj.blogspot.com
blog editor: dr. Wahyu Triasmara

Minggu, 29 Agustus 2010

Menangis Itu Sehat (Manfaat Air Mata)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNK-NUL7GevugF4cPJanvRNEG3tfZyLW9V3aHTs-fsAiTZB_t3b-N2IxtCRFB38PV47kBExsY7mQmAjCU5AeiWBKxz9IegNya1FAMBRLFkTCwBod1PHjVJ5CZ05uexzleKdndnVT20e-0/s1600/menangis+%5Bgeghans%5D.jpgSebuah penelitian unik yang dilakukan oleh Dr. William A. Barry di Pusat Penelitian Mata dan Air Mata, di Saint Paul Ramos Medical Centre, menyimpulkan bahwa menangis itu sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa dan emosi kita.

Penelitian itu juga menegaskan bahwa merupakan kesalahan jika kita menahan keinginan untuk menangis manakala kita memang sedang menghadapi persoalan yang menuntut kita menangis.

Dr. Barry menegaskan, “Air mata itu jelas sangat berperan di dalam membersihkan mata kita dan juga berperan penting di dalam meringankan tekanan jiwa yang tersimpan, yang jika terus disimpan justru akan semakin memperparah beberapa penyakit, seperti radang lambung, tekanan darah tinggi, serta peradangan pada selaput usus besar.”

Berbagai riset ilmiah menegaskan bahwa wanita itu menangis empat kali lebih banyak daripada para lelaki, karena wanita memiliki persediaan air mata yang lebih banyak daripada kaum laki-laki.

Demilian juga, Dr. Barry berpandangan bahwa faktor adaptasi peradaban juga ada. Maka,dapat diterima jika wanita itu memperlihatkan perasaannya, atau menangis. Sementara itu, anak laki-laki sejak kecil sudah belajar bahwa menangis itu berarti hilangnya penguasaan terhadap diri, dan juga merupakan aib jika hal itu terjadi pada diri seorang laki-laki. Dengan demikian, seorang anak laki-laki itu tumbuh dalam keadaan menguasai secara bertahap untuk memisahkan dirinya dari perasaannya.

Dr. Barry memberikan motivasi kepada kita dalam riset yang dilakukannya agar kita suka menangis dengan melupakan pandangan masyarakat mengenai masalah air mata. Menangis itu bukanlah aib, atau kesalahan. Demikian juga, tidak ada kepentingan agar kita selalu menjadi orang kuat sepanjang waktu, atau menghalangi diri kita untuk meneteskan air mata yang alami dan justru sehat itu.

Para cendekiawan menegaskan bahwa menangis menjadi salah satu penyebab panjangnya usia kaum wanita. Air mata itu berisi sekian persen racun yang keluar dari dalam tubuh manusia melalui tangis. Ini berarti bahwa menangis itu menyebabkan kosongnya tubuh dari racun. Para ahli kedokteran jiwa menegaskan bahwa menangis itu bisa menyelamatkan wanita modern sekarang ini dari ketegangan syaraf yang dialaminya ketika ia harus menghadapi berbagai persoalan hidup sehari-hari setelah ia keluar dari kerja.

Sementara itu, para dokter spesialis mata berpandanganb bahwa air mata itu sebenarnya membersihkan mata itu sendiri serta membuang muatan-muatan beracun yang ditimbulkan oleh ketegangan syaraf dan emosi yang terus bertubi-tubi yang dialaminya secara terus-menerus.


Source: “Berobat Dengan Air Mata” karya Hasan Bin Muhammad Bamu’aibid (untukku.com)
Blog editor: dr. Wahyu Triasmara

Sabtu, 07 Agustus 2010

Fenomena Tindihan Tidur ( Sleep Paralysis) dalam Dunia Medis

http://lagibingungnih.files.wordpress.com/2010/06/2.jpgTindihan saat tidur biasanya selalu dihubungkan dengan hal-hal yang sifatnya mistis. Padahal, tindihan merupakan salah satu bentuk gangguan tidur yang dapat dijelaskan secara medis. Gejalanya, dalam kondisi tidur atau hendak tidur, tiba-tiba tubuh merasa seperti tertindih sesuatu yang sangat berat, dicekik, dada sesak, tak mampu bergerak maupun berteriak.

Tindihan, istilah kedokterannya sleep paralysis, biasanya disertai halusinasi, yaitu seperti melihat sosok di sekitar tempat tidur, dan dapat berlangsung dalam hitungan detik hingga menit.
Di Barat, fenomena ini sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada pula yang melaporkan melihat agen rahasia asing atau alien.

Tindihan paling sering terjadi pada orang yang kurang tidur. Bisa juga dipicu oleh kelelahan, stres, cemas berlebihan. Seorang peneliti sleep paralysis, Al Cheyne, dari University of Waterloo berpendapat, sleep paralysis adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur dari tahap rapid eye movement (REM).

Gelombang otak mimpi mempunyai frekuensi mirip gelombang otak sadar. Ini menjelaskan kenapa orang bisa merasa berada dalam alam kesadaran lain ketika bermimpi.

Kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur sering membuat gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Yang khas pada mimpi ini adalah timbul halusinasi munculnya sosok lain dan lumpuh (paralysis), sehingga tubuh tidak dapat bergerak atau mulut kelu. Tindihan dapat terjadi pada pria dan wanita. Usia rata-rata orang mengalami tindihan pertama kali 14-17 tahun. Diperkirakan setiap orang pernah mengalami tindihan setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Tindihan dapat disebabkan hal yang tidak dapat dikontrol hingga memicu stres dan terbawa dalam mimpi.

Kondisi lingkungan kerja juga berpengaruh. Contohnya, mereka yang bekerja dalam shift lalu kekurangan tidur dan memiliki pola tidur yang tidak teratur. Juga sering terjadi pada individu yang tidur dalam posisi telentang, wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur. Karena itu, mengubah posisi tidur dapat mengurangi risiko terserang tindihan.


source: suaramerdeka.com
Blog editor: dr. wahyu triasmara

Kamis, 05 Agustus 2010

10 Cara Agar Selalu Berpikir Positif

Kita semakin menyadari sekarang jika berpikir positif dan berhenti mengkhawatirkan segala sesuatu adalah sesuatu yang penting kita lakukan dalam meraih suatu keberhasilan, baik untuk menjadi pemimpin atau saat kita memimpin. Oleh karena itu, latihlah diri Anda untuk terus berpikir positif.
Berikut ini ada beberapa tips untuk mengembangkan cara berpikir positif.
  1. Selalu gunakan kata-kata yang positif saat Anda berpikir dan berbicara. Gunakan kata-kata seperti "Allah SWT pasti memampukanku", "Dengan pertolongan Allah, aku pasti bisa melakukannya", dll.
  2. Biarkan pikiran Anda dipenuhi dengan kebahagiaan, kekuatan, dan keberhasilan. Apa pun situasi yang Anda hadapi, carilah dan isilah pikiran Anda dengan sisi positif dari situasi tersebut. Dalam segala sesuatu, sisi positif dan negatif selalu ada. Seburuk apa pun situasi yang Anda alami, pasti ada sisi positif yang terkandung dalam situasi itu. Mungkin sulit untuk melihat sisi positif dari apa yang Anda alami, tapi cobalah lihat lebih dalam, sisi positif itu pasti ada.
  3. Cobalah untuk menghilangkan dan mengabaikan pikiran yang negatif. Gantikan pikiran yang negatif dengan pikiran-pikiran yang membangun. Ganti pikiran: "saya tidak bisa melakukan hal ini" dengan "saya bisa melakukan hal ini dengan lebih baik setiap saat saya memohon penyertaan Tuhan dan mencoba melakukannya".
  4. Sebelum melakukan sesuatu, jangan bayangkan sebuah kegagalan, tapi bayangkanlah keberhasilan yang Anda akan dapat setelah melakukan sesuatu hal tersebut. Jika Anda membayangkannya dengan sungguh-sungguh dan penuh iman, Anda akan terheran-heran dengan apa yang terjadi nantinya.
  5. Cobalah untuk tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan. Sering kali kita terjebak untuk terlalu banyak berpikir dan menghabiskan banyak waktu untuk menimbang-nimbang atau memikirkan apa yang orang lain mungkin pikirkan tentang diri kita. Hal itu akan membuat Anda tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik Anda.
  6. Penuhi pikiran Anda dengan talenta-talenta anugerah Tuhan yang Anda miliki. Jangan biarkan pikiran Anda dipenuhi dengan kelemahan-kelemahan yang mungkin Anda miliki. Dengan memikirkan setiap talenta yang Anda miliki, nantinya Anda akan semakin mengenali kemampuan Anda yang membedakan Anda dari orang lain. Jadikan cara berpikir yang demikian itu sebagai topi Anda. Jangan pakai "topi pikiran negatif".
  7. Bergaullah dengan orang-orang yang berpikir positif. Pikiran yang positif itu seperti penyakit menular. Jika Anda berada di dekat orang-orang yang pikirannya dipenuhi kebahagiaan dan keoptimisan, Anda akan secara otomatis dipengaruhi oleh cara berpikir mereka yang positif.
  8. Bacalah buku-buku yang membangkitkan inspirasi setidaknya satu halaman setiap harinya. Buku-buku inspiratif seperti itu akan membantu Anda untuk dapat berpikir positif.
  9. Biasakan untuk selalu duduk dan berjalan dengan punggung tegak. Kebiasaan seperti itu akan membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kekuatan yang ada dalam diri Anda.
  10. Berjalan, berenang, atau berolahragalah. Hal-hal tersebut akan membantu Anda untuk mengembangkan pikiran dan sikap yang lebih positif.
Putuskan untuk berpikir positif mulai sekarang dan tinggalkan pikiran-pikiran yang negatif. Tidak ada kata terlambat untuk mulai berpikir positif dan Anda akan segera mengalami hal-hal yang lebih baik daripada sebelumnya.



Source:
Williams, Aurelia. Dump the Junk & Think Positively.
Sasson, Remez. Positive Thinking Your Key to Success.
 
Blog editor: dr. Wahyu triasmara