Selasa, 05 Oktober 2010

Perang Rokok RI-AS

Penurunan konsumsi rokok di Amerika Serikat meresahkan industri rokok. Maka, sejak 1975 mereka membuka pasar luar negeri, terutama negara-negara yang belum sadar akan bahaya rokok bagi kesehatan. Ekspor Philip Morris, RJ Reynolds, dan Brown Williamson meningkat tiga kali lipat tahun 1994 dibandingkan tahun 1975, dari 50 miliar dollar AS menjadi 220 miliar dollar AS.






Sejak tahun 1970-an, konsumsi rokok di Amerika Serikat menurun drastis karena meningkatnya kesadaran akan kesehatan.
Jumlah perokok yang semula mencapai 46 persen dari penduduk AS pada tahun 1950 turun menjadi 21 persen tahun 2004. Penurunan jumlah perokok itu juga diikuti jumlah penderita kanker paru sejak tahun 1960.
Penurunan konsumsi rokok itu meresahkan industri rokok. Maka, sejak 1975 mereka membuka pasar luar negeri, terutama negara-negara yang belum sadar akan bahaya rokok bagi kesehatan. Ekspor Philip Morris, RJ Reynolds, dan Brown Williamson meningkat tiga kali lipat tahun 1994 dibandingkan tahun 1975, dari 50 miliar dollar AS menjadi 220 miliar dollar AS.
Upaya mereka itu mendapat dukungan Pemerintah AS yang melakukan negosiasi dengan negara lain berdasarkan perjanjian GATT. Di antara empat negara Asia yang dibujuk untuk mengimpor rokok AS, hanya Thailand yang berani menolak atas alasan melindungi kesehatan rakyat yang sah menurut GATT.
Indonesia menyerah tanpa syarat kepada tekanan AS dan membuka pintu seluas-luasnya industri rokok AS ke Indonesia. Mereka bebas mengiklankan rokok tanpa ada batasan meski di negaranya banyak dibatasi.
UU baru
Pembatasan pemasaran rokok di AS sudah banyak dilakukan oleh negara-negara bagian. Tetapi, sebegitu jauh belum ada undang-undang federal yang dapat digunakan untuk membatasi konsumsi rokok secara menyeluruh. Beberapa waktu lalu, Presiden Obama menandatangani UU berjudul Family Smoking Protection and Tobacco Control Act. Dalam pidatonya, Obama mengatakan, ”Setelah berpuluh tahun kita berjuang untuk melindungi anak-anak kita dari dampak rokok, akhirnya kini kita menang. Telah lama kita mengetahui bahwa rokok adalah adiktif, berbahaya, dan mematikan. Setiap tahun, orang Amerika membayar 100 miliar dollar tambahan untuk membiayai penyakit akibat tembakau. Tiap hari sekitar 1.000 remaja menjadi pencandu rokok. Undang-undang ini akan menyelamatkan jiwa rakyat Amerika.”

Fenomena Terjadinya De Javu

http://farrasoct.files.wordpress.com/2009/12/dejavecu.jpgHampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. 

Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.

Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?

Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif
Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.

Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.

Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hipocampus yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.

Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti alzheimer kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.

Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium
Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.

Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.

LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis.

Source:

Blog editor: dr. wahyu triasmara

Informasi Penyakit : Kanker Paru-Paru (Ca Pulmo)

LungFAKTA TENTANG KANKER PARU
 
Tahukah Anda ?
  • Penyebab utama kematian pada kasus-kasus kanker adalah KANKER PARU (kanker paru berkontribusi pada 32% kematian pada pria & 25% pada wanita penderita kanker)
  • 90% penderita kanker paru adalah perokok aktif atau mantan perokok
  • Merokok satu pak per hari meningkatkan resiko kanker paru 10X lipat
  • Merokok dua pak per hari meningkatkan resiko kanker 25X lipat
  • Dari 180 ribu orang yang divonis kanker paru setiap tahunnya, 86% akan MENINGGAL dalam waktu 5 TAHUN sejak terdiagnosa (ini baru di Amerika saja).

Apakah Kanker Paru-Paru itu?

Kanker paru-paru berasal dari jaringan paru-paru, biasanya dari lapisan sel di saluran udara. Dua jenis utama kanker ini adalah kanker paru-paru sel kecil dan kanker paru-paru bukan sel kecil. Jenis kanker ini didiagnosis berdasarkan bentuk sel di bawah mikroskop. Lebih dari 80% dari semua kanker paru-paru termasuk dalam jenis kanker bukan sel kecil. Ada 3 subtipe utama dari kanker paru-paru bukan sel kecil, yaitu adenocarcinoma, carcinoma sel squamosa dan carcinoma sel besar.

Apa penyebab Kanker Paru-paru?

Dokter tidak selalu bisa menjelaskan mengapa ada orang yang mengidap kanker paru-paru sedangkan orang lain terhindar dari penyakit itu. Namun, kita tahu bahwa orang dengan faktor-faktor risiko tertentu lebih besar kemungkinannya terkena kanker paru-paru.

Merokok adalah faktor risiko utama yang paling penting untuk kanker paru-paru. Merokok menjadi penyebab lebih dari 80% kanker paru-paru di seluruh dunia. Bahan-bahan berbahaya di dalam rokok bisa merusak sel paru-paru. Seiring berjalannya waktu, sel-sel yang rusak ini bisa berubah menjadi kanker. Itulah sebabnya mengapa menghisap rokok, pipa, atau cerutu bisa menyebabkan kanker paru-paru. Selain itu, perokok pasif atau terpapar asap rokok juga bisa menyebabkan kanker paru-paru pada orang bukan perokok. Semakin sering seseorang terpapar asap rokok, semakin besar risikonya terkena kanker paru-paru.

Faktor risiko lainnya untuk kanker paru-paru antara lain radon (sebuah gas radioaktif), asbestos, arsenik, krom, nikel dan polusi udara. Orang dengan riwayat keluarga mengidap kanker paru-paru juga memiliki tingkat risiko yang sedikit lebih besar. Orang yang pernah mengidap kanker paru-paru punya risiko yang lebih besar untuk mengidap tumor paru-paru yang kedua. Sebagian besar orang sudah berusia lebih dari 65 tahun saat didiagnosa mengidapkanker paru-paru.
Lung

Gejala

Kanker paru-paru stadium dini seringkali tidak menunjukkan gejala apapun. Tapi dengan bertumbuhnya kanker, gejala yang umum terjadi antara lain:
  • Batuk yang terus bertambah berat atau tidak kunjung sembuh
  • Kesulitan bernafas, misalnya sesak nafas
  • Nyeri dada yang terus menerus
  • Batuk darah
  • Suara serak
  • Infeksi paru-paru yang sering, misalnya pneumonia
  • Selalu merasa sangat letih
  • Kehilangan berat badan tanpa alasan
Umumnya, gejala-gejala ini bukan akibat kanker. Masalah kesehatan lainnya juga bisa menyebabkan gejala seperti ini. Orang yang mengalami gejala ini harus ke dokter untuk didiagnosis dan dirawat sedini mungkin.

Skrining

Tes skrining dapat membantu dokter menemukan dan mengobati kanker sejak dini. Beberapa metode pendeteksian kanker paru-paru telah diteliti sebagai uji skrining. Metode-metode dalam penelitian ini mencakup tes dahak (sputum, yaitu lendir yang dibawa dari paru-paru melalui batuk), sinar X untuk dada, atau CT scan spiral (helical).
Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter tentang faktor risiko Anda sendiri, serta keuntungan dan kerugian saat menjalani uji skrining kanker paru-paru. Seperti keputusan medis lainnya, keputusan untuk melakukan skrining adalah pilihan pribadi. Keputusan Anda akan lebih mudah jika Anda telah mengetahui keuntungan dan kerugian dari uji skrining.

Diagnosis

Jika Anda mempunyai gejala atau hasil skrining yang mengarah ke kanker paru-paru, dokter harus mencari tahu apakah gejala tersebut berasal dari kanker atau penyakit yang lain. Anda akan diminta untuk menjalani tes darah dan prosedur diagnostik berikut ini:
  • Pemeriksaan Fisik
  • Sinar X untuk dada
  • Computed Tomography (CT) Scan
Dokter Anda mungkin meminta satu atau beberapa tes berikut ini untuk mengumpulkan sampel:
  • Sitologi dahak (sputum): Dahak (sputum) dikeluarkan dari paru-paru. Laboratorium akan mengambil sampel dahak (sputum) untuk memeriksa apakah ada sel-sel kanker.
  • Thoracentesis: Dokter menggunakan jarum panjang untuk mengeluarkan cairan (cairan pleural) dari dada. Laboratorium akan memeriksa cairan untuk mencari apakah ada sel-sel kanker.
  • Bronkoskopi: Dokter memasukkan tabung tipis bercahaya (bronkoskop) melalui hidung atau mulut ke dalam paru-paru. Dokter mengambil sampel sel dengan jarum, sikat atau alat lain. Dokter juga bisa membersihkan bagian itu dengan air, untuk mengumpulkan sel dalam air.
Lung
  • Aspirasi jarum halus: Dokter menggunakan jarum tipis untuk mengangkat jaringan atau cairan dari paru-paru atau kelenjar getah bening.
  • Biopsi terbuka: Jika jaringan tumornya sukar dicapai, dokter mungkin perlu melakukan biopsi langsung pada tumor paru-paru atau kelenjar getah bening melalui insisi di dinding dada.

Bagaimana menilai kanker paru-paru?

Untuk merencanakan pengobatan yang terbaik, dokter harus mengetahui jenis kanker paru-paru dan tingkatan (tahapan) penyakit ini. Tingkatan penting untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar, dan jika kanker sudah menyebar, ke bagian tubuh yang mana penyebarannya. Kanker paru-paru paling sering menyebar ke kelenjar getah bening, otak, tulang, hati dan kelenjar adrenal.
Tahapan Kanker Paru Paru Sel Kecil
Dokter membagi kanker paru-paru sel kecil menjadi dua tahapan:
  • Tahap terbatas: Kanker hanya ditemukan pada satu paru-paru saja dan pada jaringan di sekitarnya.
  • Tahap ekstensif: Kanker ditemukan di jaringan dada di luar paru-paru tempat asalnya. Atau kanker ditemukan di organ-organ tubuh yang jauh.
Tahapan pada Kanker Paru-Paru Bukan Sel Kecil
  • Tahap tersembunyi: Sel kanker paru-paru ditemukan di dahak (sputum) atau di dalam sampel air yang dikumpulkan saat bronkoskopi, tapi tumor tidak terlihat di paru-paru.
  • Stadium 0: Sel-sel kanker ditemukan hanya pada lapisan terdalam paru-paru. Tumor belum tumbuh menembus lapisan ini. Tumor Stadium 0 juga disebut carcinoma in situ. Tumor ini bukan kanker invasif.
  • Stadium I: Tumor paru-paru ini bukan kanker invasif. Tumor ini telah tumbuh menembus lapisan terdalam paru-paru dan masuk ke jaringan paru-paru yang lebih dalam. Sel-sel kanker tidak ditemukan pada kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Stadium II: Tumor paru-paru bisa dalam berbagai ukuran, tapi tumor ini belum menyerang organ-organ tubuh di sekitarnya. Sel-sel kanker ditemukan pada kelenjar getah bening di dekatnya.
  • Stadium III: Tumor paru-paru ini telah menyebar ke organ tubuh di sekitarnya, atau ke dinding dada, diafragma, pembuluh besar atau kelenjar getah bening di sisi yang sama ataupun di sisi yang berlawanan dari tumor tersebut.
  • Stadium IV: Pertumbuhan yang ganas bisa ditemukan di lebih dari satu lobus paru-paru yang sama, atau di paru-paru yang lain. Sel-sel kanker dapat ditemukan di bagian lain tubuh, misalnya di otak, kelenjar adrenal, hati atau tulang.

Pengobatan Kanker Paru-Paru

Tergantung pada stadium kanker paru-parunya, tujuan pengobatan bisa ditujukan untuk penyembuhan, pengendalian penyakit untuk memperpanjang hidup, atau penanganan gejala dan pencegahan komplikasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Metode pengobatan berikut ini dapat digunakan secara terpisah atau dalam kombinasi.
Pembedahan – Pembedahan dalam kanker paru-paru adalah tindakan mengangkat jaringan tumor dan kelenjar getah bening di sekitarnya.
Lung
Terapi Radiasi – Terapi radiasi (juga disebut sebagai radioterapi) menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Cara ini akan mempengaruhi sel-sel kanker pada area yang diobati saja.
Kemoterapi – Kemoterapi menggunakan obat-obatan anti kanker untuk mengecilkan/membunuh sel-sel kanker. Obat-obatan ini memasuki aliran darah dan dapat mempengaruhi sel-sel kanker di seluruh tubuh.
Terapi Dengan Target Tertentu – terapi dengan target tertentu ini menggunakan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker. Obat-obatan ini memasuki aliran darah dan dapat mempengaruhi sel-sel kanker di seluruh tubuh. Orang dengan kanker paru-paru bukan sel kecil yang sudah menyebar akan menjalani terapi dengan target tertentu ini.

Jenis dukungan apa saja yang tersedia?

CanHOPE adalah sebuah tim pendukung hasil inisiatif ParkwayHealth bersama dengan tim dokter multi-disiplin yang berupaya menjalankan metode holistik untuk merawat kanker tanpa ada biaya tambahan. Para penasehat menjalankan layanan konseling kanker melalui telepon hotline dan email, untuk memberikan dukungan emosi dan psiko-sosial kepada semua pasien dan perawatnya, agar mereka bisa mengatasi kanker dengan efektif. Layanan konseling temu muka juga bisa diselenggarakan.
Pasien, profesional kesehatan & publik juga bisa mendapatkan informasi kanker terbaru, tes skrining yang terkait, pengobatan dan rujukan ke layanan kanker yang tepat, informasi untuk layanan rehabilitasi dan layanan dukungan lanjutan, saran-saran tentang efek samping pengobatan kanker, strategi mengatasi kanker, pola makan serta gizi.


Lung 






Source: parkwaycancercentre.com
Blog editor: dr. wahyu triasmara

Senin, 04 Oktober 2010

Nabi Ternyata Seorang Atlit Juga


Rasulullah saw. pernah bersabda: "Mukmin yang kuat, lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah, dan masing-masing punya kebaikan. Gemarlah kalian pada hal-hal yang berguna bagimu. Mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kalian menjadi lemah..."
[H.R. Muslim]



Mungkin sedikit dari kita yang mengetahui bahwa Nabi Muhammad saw. selain dikenal sebagai nabi, beliau pun ternyata seorang atlit. Dalam beberapa riwayat hadits, tercatat Nabi Muhammad saw. adalah pegulat handal, lihai berkuda tanpa pelana, dan tentunya pelari cepat.


NABI ADALAH SEORANG PEGULAT HANDAL

Rasulullah saw. berada di dataran yang luas, lalu datang Rukanah bin Yazid menghadap beliau dengan membawa anak-anak kambingnya.

Kemudian Rukanah menantang Rasulullah saw.: "Wahai Muhammad, apakah kamu bisa membanting saya?" Rasulullah saw. bertanya pula: "Apa yang akan kamu hadiahkan kalau aku menang?" Rukanah menjawab: "Seekor kambingku".

Maka Rasulullah berusaha membantingnya, tetapi Rukanah pun berusaha membanting beliau, akhirnya Rasulullah dapat mengambil kambing Rukanah.

Rukanah bertanya lagi: "Apakah kamu mau bertanding lagi?" Rasulullah saw melakukan beberapa pertandingan itu (dan memenangkannya). Rukanah berkata: "Wahai Muhammad, demi Allah, tak ada seorangpun yang mampu membanting punggungku ke tanah, apakah gerangan yang membuatmu mampu melakukannya?" Lalu dia masuk Islam dan Rasulullah saw. mengembalikan kambing tersebut kepada Rukanah.
[H.R. Abu Daud dari Said bin Jubair]


NABI LIHAI BERKUDA

Sesungguhnya Nabi saw. berpacuan di antara kuda-kuda yang tidak dikurung, dan berbatas dari Tsaniyatul Wada' sampai masjid Bani Zuraiq. Dan Abdullah bin Umar adalah pembalap (pemenang)nya. [H.R. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar r.a.]

Nabi saw. menghadapi mereka dengan berkuda yang telanjang; yang tidak berpelana dan di lehernya sebilah pedang. [H.R. Bukhari dari Anas bin Malik r.a.]


NABI GEMAR ATLETIK

Aisyah berkata: Rasulullah bertanding lari dengan saya dan saya menang. Kemudian saya berhenti, sehingga ketika badan saya menjadi gemuk, Rasulullah bertanding lagi dengan saya dan ia menang, kemudian ia berkata, "Kemenangan ini untuk kemenangan itu".
[H.R. Ahmad dan Abu Daud]


JILBAB BUKAN HALANGAN UNTUK BERPRESTASI DALAM OLAHRAGA

Pemerintah kita sudah sejak lama membuka lebar-lebar keragu-raguan masyarakat bahwa yang berjilbab tidak bisa berprestasi dalam bidang olahraga, salah satu buktinya adalah dengan digelarnya Pekan Olahraga dan Kesenian antar-Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) yang di tahun 2010 saja sudah yang kelima kalinya digelar pemerintah.

Tidak hanya di Indonesia saja, Iran yang dikenal sangat ketat dengan hukum syariatnya, ternyata punya atlit-atlit muslimah yang handal tanpa menanggalkan jilbabnya.



Bahkan kantor berita Xinhua mengabarkan sebuah sekolah menengah atas muslimah di St. Maaz, selatan kota Hyderabad, telah memasukkan Wushu dalam kurikulumnya.




KEKURANGAN FISIK TETAP BISA FENOMENAL

Aaron Fotheringham menderita kelumpuhan kaki dan harus menggunakan kursi roda sejak usia 8 tahun. Beberapa tahun kemudian ia digelari "Hardcore Sitting" karena kelihaiannya untuk bermanuver dengan kursi rodanya dengan gaya-gaya ekstrim sebagaimana dilakukan dalam freestyle sepeda BMX atau skateboard.


Salah satu gaya ekstrim dengan kursi rodanya adalah Double Back-Flip 180 derajat di udara. Artikel selengkapnya silahkan [baca di sini]





Sabtu, 02 Oktober 2010

Breastfeeding increases IQ

According to data from the Ministry of Health, children who were breastfed have IQs 4.3 points more
higher than those not given breast milk. IQ was also kept racing despite the
child no longer breast-fed. For after the comparison, at the age of three years,
breast-fed children have IQ of 4-6 points higher, and at age eight
years has an IQ 8.3 points higher than children who do not breast-fed.
Breastfeeding not only provides the best nutrition, but also warmth. So
emotional bonding, emotional attachment and the child's mother was awake. There are contacts
eyes, sweep, mother talk. During this time people see breastfeeding was an sich
nutrition, but does not. So breastfeeding is very powerful,''he said.

At the age of zero months, said Reni, nerve cells (neurons) in the infant brain most
just look straight course, only consists of the cell body and extension
from the tip of the cell body or dendrites. Baby's brain undergo a process of maturation when
of these cells formed a kind of stem that extends the so-called
axons. These axons form the ganglion are interconnected which makes
brain and all parts of the body communicate.

Installation of Sub Head of Nutrition Services Hospital Inpatient Room Hasan Sadikin
(RSHS), Bandung, Leni Yufrida Fayakun, said breast milk is the food
have the best nutrient content, which affects brain development.
The more mature brain nutrition of children by breastfeeding, she said,''will be easy memory
absorb various things.''

In addition, continuous stimulation at the age of 0-2 years, played a boost
Child's IQ significantly, reaching 15-30 points when he entered the age of 4-5 years.
Development''was actually still in the cup potential. That is, its potential
optimal growth. Because with milk and stimulation, a rapid sinapsnya
disconnected,''said Reni.

Age under three years, he said, is the golden period (golden age), because
brain growth reached 70-80 percent. The fact is, said Reni, who increasingly
prove the religious teaching that calls on mothers to breastfeed up to two years.
Because in addition to breast milk nutrition, there is also a stimulation of the mother at an important period
it. The remaining 20-30 percent are payable until the age of eight years, then
stopped.

Therefore, Reni asked the government to develop a neighborhood health center is not solely
as a place to weigh the baby, but also as a place to teach the
stimulate the child's mother. ''Due to give birth to a generation of smart, the
her mother must be smart first. If the city had much access to information. But
if in the villages, the average child left to grow and develop so
alone,''he said.

The importance of golden period which some experts set at the age below
three years (toddlers) scientist Sigmund Freud actually set at the time under
five years (toddlers) because the child's development is very rapid. In the golden period
, the absorption ability of children even reach 50 percent of which continues to decline
in subsequent years. When the golden period was utilized
simulation, Reni said the child's brain development, the better.
Nodes''will be more and more nervous,''he said. This stimulation is not
complicated. Senses are stimulated only distinguish smells, sounds, and other. Increasingly
large, introduced to numbers, letters, and so forth.




Asi Dapat Mendongkrak IQ

Menurut data Departemen Kesehatan, anak yang diberi ASI punya IQ 4,3 poin lebih
tinggi dibanding yang tak diberi ASI. IQ itu pun terus melesat kendati sang
anak tak lagi diberi ASI. Sebab setelah diperbandingkan, pada usia tiga tahun,
anak yang diberi ASI memiliki IQ 4-6 poin lebih tinggi, dan pada usia delapan
tahun memiliki IQ 8,3 poin lebih tinggi dibanding anak yang tak diberi ASI.
''ASI bukan hanya memberi nutrisi terbaik, tetapi juga kehangatan. Jadi
emotional bonding, emotional attachment ibu dan anak itu terjaga. Ada kontak
mata, usapan, ibu berbicara. Selama ini orang melihat pemberian ASI itu an sich
nutrisinya, padahal tidak. Jadi memang pemberian ASI dahsyat sekali,'' katanya.

Pada umur nol bulan, tutur Reni, sel-sel saraf (neuron) di otak bayi kebanyakan
hanya terlihat lurus-lurus saja, hanya terdiri atas badan sel dan perpanjangan
dari ujung badan sel atau dendrit. Otak bayi mengalami proses pematangan bila
dari sel-sel tersebut terbentuk semacam tangkai yang memanjang yang disebut
akson. Akson inilah yang saling berhubungan membentuk simpul saraf yang membuat
otak dan seluruh bagian tubuh berkomunikasi .

Sejumlah orangtua yang anaknya diketahui ber-IQ tinggi, punya record menyusui
anaknya. Kepala Sub Instalasi Pelayanan Gizi Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Hasan Sadikin
(RSHS) Bandung, Yufrida Leni Fayakun, mengatakan ASI adalah makanan yang
mempunyai kandungan gizi terbaik, yang berpengaruh pada perkembangan otak.
Semakin matang otak anak oleh gizi ASI, dia mengatakan, ''Memorinya akan mudah
menyerap berbagai hal.''

Selain itu, stimulasi terus menerus pada usia 0-2 tahun, berperan mendongkrak
IQ anak secara signifikan, mencapai 15-30 poin saat dia masuk usia 4-5 tahun.
''Perkembangan itu sebenarnya masih dalam gelas potensinya. Artinya, potensinya
tumbuh optimal. Sebab dengan ASI dan stimulasi, sinapsnya menjadi cepat
nyambung,'' kata Reni.

Usia di bawah tiga tahun, kata dia, merupakan periode emas (golden age), karena
pertumbuhan otak mencapai 70-80 persen. Fakta inilah, kata Reni, yang makin
membuktikan ajaran agama yang menyeru para ibu memberi ASI sampai dua tahun.
Karena di samping gizi ASI, juga ada stimulasi dari ibu pada periode penting
itu. Adapun 20-30 persen sisanya dicicil sampai umur delapan tahun, lalu
berhenti.

Karena itu, Reni meminta pemerintah mengembangkan posyandu tidak semata-mata
sebagai tempat menimbang bayi, tapi juga sebagai tempat untuk mengajarkan para
ibu menstimulasi anaknya. ''Karena untuk melahirkan generasi yang cerdas, para
ibunya harus cerdas dulu. Kalau di kota sudah banyak akses informasi. Tapi
kalau di desa-desa, rata-rata anak dibiarkan tumbuh dan berkembang begitu
saja,'' katanya.

Pentingnya periode emas yang oleh sebagian ahli ditetapkan pada usia di bawah
tiga tahun (batita) ilmuwan Sigmund Freud malah menetapkan pada masa di bawah
lima tahun (balita) karena perkembangan anak sangat pesat. Pada periode emas
itu, kemampuan daya serap anak bahkan mencapai 50 persen yang terus menurun
pada tahun-tahun berikutnya. Bila periode emas itu dimanfaatkan dengan
simulasi, Reni mengatakan perkembangan otak anak akan semakin baik.
''Simpul-simpul sarafnya akan semakin banyak,'' katanya. Stimulasi ini tak
rumit. Panca inderanya hanya dirangsang membedakan bau, bunyi, dan lain. Makin
besar, dikenalkan dengan angka, huruf, dan sebagainya.

Kecerdasan Fisik Manusia Mengalahkan Dinosaurus


Mungkinkah seorang manusia mampu menaklukkan seekor Dinosaurus yang ukurannya super extra-large? Secara ukuran fisik tentu saja tidak mungkin. Foto di atas hanyalah sebuah manipulasi dari cuplikan film "Over The Top", ya namanya juga film tak ada batas untuk berfantasi...


Inilah Fakta Sebenarnya Perbandingan Ukuran Fisik Antara Manusia Dengan Dinosaurus

Mungkin anda kenal dengan film Jurassic Park, dan yang menjadi bintangnya di film tersebut adalah T-Rex (Tyrannosaurus rex), dan inilah perbandingan ukuran fisik sebenarnya dari fosil T-Rex yang lengkap:

T-Rex dan Manusia

Tapi sebentar, T-Rex bukanlah hewan purba karnivora terbesar, masih ada dinosaurus karnivora yang lebih besar dan lebih menyeramkan lagi, Spinosaurus aegyptiacus. Jadi ternyata ada yang lebih menyeramkan lagi dari T-Rex dan inilah ilustrasi perbandingan antara keduanya dan dibandingkan dengan ukuran manusia:

T-Rex dan Spinosaurus

Perbandingan manusia dengan beberapa dinosaurus karnivora

Spinosaurus boleh dibilang mahluk buas terbesar yang pernah hidup di bumi, tapi dari kalangan dinosaurus herbivora ternyata lebih mengerikan lagi ukuran fisiknya. Tengok saja Puertasaurus reuili, ditemukan pertama kali pada tahun 2001 di Argentina. Dinosaurus herbivora ini diperkirakan mempunyai panjang 35-40 meter dan beratnya 88-110 ton.

Perbandingan ukuran T-Rex, Puertasaurus reuili dan manusia

Lagi-lagi, dalam kalangan dinosaurus herbivora ternyata masih ada yang ukurannya gigantik yaitu Amphicoelias fragilimus, panjangnya 40–60 meter dan beratnya diperkirakan sekitar 135 ton.

Amphicoelias fragilimus

Bilamana kita bandingkan keseluruhannya, maka inilah hasilnya bila manusia dibandingkan dinosaurus-dinosaurus yang pernah hidup di muka bumi:




Ukuran Besarnya Fisik Bukan Sebagai Ukuran Kekuatan

Wah-wah... luar biasanya ukuran raksasa mereka kini hanyalah seonggok fosil saja alias "punah"! Bagaimana mungkin ukuran fisik yang begitu raksasa bisa punah tidak bisa bertahan hidup? Wallahu'alam, tentu hanya Allah SWT. yang Maha Mengetahui.

Apa yang mereka bangga-banggakan seperti buasnya rahang mereka, tajamnya gigi mereka, dan besar kekarnya tubuh mereka, ternyata pada akhirnya saat ini hanya tulang-belulang saja yang dijadikan sebuah tontonan. Subhanallah...



Jadi jelaslah bahwasannya kekuatan fisik dan berapapun besarnya, tidak menentukan apakah ia memang kuat dan hebat dalam bertahan hidup atau menguasai alam ini. Tentu Allah Ta'ala mempunyai maksud tertentu dengan sengaja meninggalkan tulang-tulang super raksasa dinosaurus ini untuk kita, manusia, yang hidup sekarang ini:

Ini adalah sebuah pesan Tuhan bagi kita, tidak ada yang dapat disombongkan dari manusia. Bukankah Allah SWT. pernah menciptakan mahluk-mahluk yang luar biasa bentuknya dan manusia pun tidak ada apa-apanya sedikit pun dibandingkan mahluk-mahluk raksasa tersebut. Allah SWT. menunjukkan pula kepada kita, yaitu sangat mudah bagi Allah untuk menciptakan mereka sekaligus memusnahkan mereka. Apalagi dengan kita, manusia? yang sekali diinjak dinosaurus pun akan rata dengan tanah?!


Khalifatu fil Ardh: Manusia Punya Kemampuan Untuk Menundukkan Alam

Sekalipun manusia ukuran tubuhnya tidak ada yang bisa dibanggakan, tapi Allah telah menganugerahkannya dengan banyak sekali kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki mahluk-mahluk lain. Di antaranya bentuk fisiknya paling indah, diberi akal, dan intuisi spiritualisme.

Dengan kelebihan-kelebihan seperti itu, sebuas apapun atau sebesar apapun hewan, ternyata masih dapat ditundukkan oleh manusia bahkan bisa dibuatnya punah atau malahan dijadikan bahan tontonan hiburan. Tengok saja singa, buaya, anakonda, dan hewan buas lainnya ditundukkan berkat akal manusia.




Python sebae, termasuk ular terbesar di dunia, hidup di daerah Afrika, sebagaimana kita ketahui, daya telan dari ular-ular seperti Phyton atau Anaconda sangat luar biasa, ia bisa menelan bulat-bulat mangsanya yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya sendiri.


Di Afrika Selatan, ular ini justru jadi mangsa manusia sebagai menu hidangan di sebuah restoran. Hingga pemerintah di sana telah menetapkan spesies ini terancam punah akibat perburuan yang melonjak. Uniknya cara perburuan di sana boleh dibilang sangat sederhana, hal ini menunjukkan bagaimana manusia dengan kondisi sesederhana apapun tetap punya potensi berbahaya bagi mahluk-mahluk buas. Berikut cuplikan-cuplikan foto perburuan ular Python sebae di Afrika Selatan. Untuk artikel selengkapnya silahkan [klik di sini]


Inilah salah satu bukti bahwa keunggulan manusia bukan pada fisiknya, tetapi pada kecerdasannya. Dengan kecerdasannya tersebut, manusia berpotensi mampu untuk menundukkan alam.


Kecerdasan Fisik Bukan Pada Kekuatan Fisik

"Kecerdasan Fisik" inilah yang tidak dimiliki oleh Dinosaurus, oleh karena itu wajarlah bila mereka hingga kini sudah punah. Otot kekar atau kelihaian dalam bermain kung fu, bukanlah tolak ukur kecerdasan fisik, tetapi ia mampu untuk tetap menciptakan prestasi atau kekuatan tertentu dalam kondisi fisik yang kekurangan.

Sekalipun kita terlahir dengan fisik tidak sempurna, tidak rupawan, ataupun tidak atletis, tapi dengan segala kekurangan itu justru kita bisa memperlihatkan prestasi-prestasi yang menakjubkan. Dari kekurangan fisik itulah akan lahir apa yang dinamakan dengan Kecerdasan Fisik.

Banyak sekali teladan-teladan kecerdasan fisik yang fisiknya tidak sempurna namun ia menghasilkan prestasi yang luar biasa, daftar selengkapnya silahkan baca "Top 10 Extraordinary People With Disabilities".


  • Ludwig van Beethoven (1770-1827)
    Kekurangan Fisik: Tuli
    Beethoven, yang juga murid Mozart, adalah salah satu Komposer Musik Klasik Terhebat di dunia. Pertama kali pentas memainkan piano saat berumur 8 tahun. Salah satu karya musik terbesarnya: the 9th Symphony, the 5th Piano Concerto, the Violin Concerto, the Late Quartets, dan Missa Solemnis.


  • Marla Runyan (January 4, 1969)
    Kekurangan Fisik: Buta
    Marla Runyan mulai buta saat berumur 9 tahun karena mengidap penyakit Stargardt. Marla Runyan memenangkan 3 kali kejuaraan nasional atletik kelas wanita 5000 meter. 4 kali medali emas di Paralympics Musim Panas 1992 dan 1996. Tahun 2000 dinobatkan sebagai atlit paralympic buta pertama di dunia yang berperstasi di ajang Olimpiade Sydney.