Kamis, 04 Februari 2010
Sampai Kapan Kita Terlena ?
Kesaksian tetangga melihat pertama sang suami yang pergi, disusul oleh Istrinya beberapa hari kemudian, selang 4 hari tetangga/pemilik kontrakan semakin terusik dengan suara tangis anak-anak yang tidak kunjung berhenti maka dilihatnya pemandangan yang amat memilukan…ketiga bersaudara itu tergeletak lemas dikamar dalam rumah yang digembok dari luar, kulit pisang terlihat bekas dimakan ...luar biasa mengerikan bukan ?
Menurut berita sang suami memang pengangguran yang jarang pulang, sang istri pergi meninggalkan anak-anaknya untuk mencari suaminya dan mencari uang untuk tunggakan melunasi kontrakan, keluarga dalam himpitan ekonomi, dengan kepala keluarga yang tidak mampu memimpin dan mengambil tanggung jawab. Wajar saja bila istrinya mengalami nervous breakdown dan mengambil keputusan yang salah dengan akibat trauma berat pada ketiga anaknya.
Tidak kalah memilukan juga pasien yang saya tempo hari, balita juga, dibawa oleh suami-istri. Pemeriksaan saya mengarah pada malnutrisi berat dan saya fikir harus dibawa ke poli anak untuk perawatan, jadi seperti biasa saya tanya apakah punya KTP DKI atau jaminan asuransi lain ? barulah muncul cerita lengkapnya, suami-istri ini usianya lebih cocok menjadi kakek dan nenek bocah tersebut, dan suatu hari kedua orang tua si anak seperti biasa berangkat kerja di pagi hari sambil menitipkan anak mereka, dan siapa sangka mereka tidak pernah kembali lagi meninggalkan anak mereka begitu saja.
Mengetahui kenyataan tersebut kedua sepuh ini menerima dengan ikhlas dan bersedia merawat anak tersebut dengan segala keterbatasan mereka, namun Pak RT tidak setuju, dan ini menimbulkan komplikasi, agar si anak dapat dirawat dengan jaminan askeskin, dia haruslah anggota dari keluarga tersebut, masuk dalam KK, namun pak RT sama sekali tidak kooperatif dan kini kita berfikir ulang untuk memasukkannya ke Rumah Sakit.
Jadi apa pelajarannya ? tekanan ekonomi dan himpitan hidup yang dialami pasangan muda dengan anak bukan hal enteng. dibutuhkan rasa tanggung jawab yang luar biasa besar, ketangguhan mental, kesiapan menanggung lelah untuk menunaikan amanah keluarga yang diberikan Allah swt, itu mengapa kiranya menikah adalah setengah dari Dien.
Dibutuhkan dua orang dan dua kepala untuk menghadapi semua tantangan itu, dan 4 bahu untuk menanggung bebannya, bahu-membahu, tolong-menolong, saling menguatkan, saling mengingatkan. tekadang tuntutan dunia modern mengharuskan kita melibatkan pihak lain khadimat, orang tua, tetangga yang bukan tanpa resiko, tapi beban amanah tetap ditangan kedua orang tua, suami-istri yang kelak ditanya dan dipertanggung-jawabkan di kampung akhirat.
Jadi apa pelajarannya ? menyiapkan diri dan bersiap siaga selalu menghadapi beban kehidupan mutlak adanya, menjadikan setiap peristiwa yang menerpa sebagai pelajaran yang menguatkan “ what doesn’t kill you only gonna make you stronger”. Tanggung jawab orang tua untuk mendewasakan anak-anaknya, menyiapkan bahu dan hati yang kuat. Tanggung jawab pemerintah juga untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas, bukan hanya untuk memenangkan olimpiade sains tapi untuk memenangkan kompetisi harian sepanjang usia, yang mampu mengambil manfaat dan memberi manfaat untuk kehidupan disekitarnya.
Pastinya ada korupsi dan atau penyalahgunaan wewenang di suatu masa, di suatu tempat yang berakibat, pasangan ini tidak mendapat pendidikan yang memadai dari keluarganya, dari sekolahnya, dan dari masyarakatnya hingga ketika mereka memcoba membina keluarga baru lah tersadar cinta saja tidak cukup.
Bukan salah mereka karena tidak bertanggung jawab, bukan salah mereka saja bila tidak sanggup menafkahi keluarganya, bukan salah mereka melulu sampai menelantarkannya anaknya…tapi juga salah kita semua sebagai masyarakat, sebagai bangsa dan negara yang belum mampu menegakkan keadilan dan menyejahterakan anak-anak negeri ini. Mungkin sekarang saatnya kita berubah…terlambat memang, korban sudah berjatuhan, tapi masih lebih baik dari pada, terus menerus terlelap memimpikan dunia dengan perhiasannya yang gemerlap.
Jumat, 11 Desember 2009
Namanya Ubaidillah
Jumat, 31 Juli 2009
Umar Update : Menolak Nenen
Bayi yang mengalami dehidrasi juga akan iritable, namun semakin berat dehidrasinya tentunya ia akan lemas karena kekurangan cairan, ia hanya bisa meretih.
pada kasus umar terlihat peningkatan iritabilitas dan mulai tadi malam menolak nenen lagi dari umminya, meski mencret dan muntahnya seharian kemarin hanya satu kali, dengan menolak nenen maka asupan cairan yang amat dibutuhkan menjadi terkendala. Demam sudah minimal maka pilihan kami hanya mencoba menggunakan botol dot, disuapi dengan sendok atau ke rumah sakit untuk akses intra vena.
kami memutuskan untuk memerah ASInya dan menyuapi dengan sendok, meski payah dan menguras kesabaran, upaya ini terlihat berhasil, dengan perut terisi ASI iritabilitasnya menurun. seperti yang telah diperkirakan sebagai infeksi gastrointestinal, meski pada asutkultasi bising usus dalam batas normal, frekuensi flatus jelas meningkat, begitu pula sendawanya. sendawa yang berlebih bisa diiringi muntahan, sementara flatus bisa disusul mencret.
pada umumnya kasus, orang tua akan kepayahan bila balitanya mulai muntah-muntah, makanan, susu, oralit, obat semua dikeluarkan lagi. pada tahap ini bila obat-obat anti emetik tidak berfungsi, atau tidak masuk sama sekali, input tidak ada, sementara output (mencret) jalan terus. pilihan satu-satunya adalah akses intravena di rumah sakit.
Jadi kesimpulannya pada balita diare yang masih bisa makan minum, kita dapat bersandar pada oralit, namun pada balita diare yang tidak bisa mendapat input cairan sama sekali maka harus segera mendapat pertolongan di rumah sakit
Seperti yang selalu terjadi kasus Diare pada bayi always be a trying moment for the parent, for good reason too, begitu yang terjadi pada kami, tidak sekali kami berfikir untuk membawanya ke rumah sakit, bahkan DSA kami sudah memberikan surat rujukan sewaktu-waktu diperlukan. oya DSA kami memberikan antibiotik dan antijamur sekaligus, never take a risk anyway, especially dengan keluarga dokter :(
tapi pada akhirnya si kecil umar kembali nenen dengan umminya, dan frekuensi BAB cairnya semakin berkurang dan berkurang, jadi total kira-kira 1 minggu kondisinya kembali seperti sediakala. Alhamdulillah.
Senin, 20 Juli 2009
Umar Sakit dan Batal ke Garut
Pada periode liburan kali ini saya telah mengatur agar bagian kedua liburan diisi dengan silaturahim ke rumah orang tua saya di Garut. ini juga adalah tantangan perjalanan yang cukup berat, Umar belum pernah naik bis dalam jangka waktu yang lama, sedikitnya dibutuhkan 4 jam perjalanan ke Garut, total di jalan sekitar 6 jam. Tanpa kenyamanan kendaraan pribadi kami belum pernah mengalami yang seperti ini dengan dua balita yang harus diawasi.
Karena itu kami merancang perjalanan ini serapih mungkin, membawa bagasi seefisien mungkin, dan tidak sekali ummi mengingatkan untuk membawa mainan anak-anak untuk diperjalanan, untunglah bagi caca dan umar itu bisa berarti hampir apa saja yang mudah ditemui sehari-hari.
Bulan Juli-Agustus seperti yang sudah diperkirakan dan diberitahukan oleh orang tua kami, adalah bulan-bulan terdingin dalam setahun. hawa dingin di musim kemarau pada malam hari amat menggigit bahkan penduduk lokal pun segan mandi di pagi hari. Tapi fikir kami ini kesempatan yang baik untuk silaturahim menjelang Ramadhan, jalanan tidak terlalu padat.
jadi sekarang dengan tanggal merah berturut-turut di hadapan adalah mimpi buruk orang tua karena pertolongan medis semakin sulit dijangkau, setidaknya, tidak ada DSA yang praktek di RS langganan kami dan Apotik kepercayaan kami pun tutup. terpaksa bikin resep sendiri deh. baiklah melihat gejalanya ini mengarah pada infeksi virus, melihat gejala tambahan seputar pencernaan tentu kemungkinan besar kami berhadapan dengan Rotavirus. Dehidrasi adalah ancaman utama, stamina orang tua akan di test pada saat-saat seperti ini.
kami serahkan penanganan demam pada Sanmol drops dan Proris Suppositoria yang telah terbukti keandalannya pada Caca. Untuk menghindari ancaman dehidrasi kami menyandarkan pada oralit dan pedialit, mereka digunakan sesering mungkin sebagai campuran pada saat membuat bubur, dan minum obat. Sedangkan mengatasi gejala simtomatik kami buatkan puyer domperidon, papaverin dan ctm agar dapat tidur lebih nyenyak dan orang tuanya mendapat kesempatan istirahat. beruntung Umar masih menetek pada umminya hingga pasokan cairan tidak terlalu sulit, sebagai tambahan kami berikan suplementasi lacto B untuk dicampur pada buburnya.
Obat | Sediaan | Dosis anak | Golongan | ESO |
| Domperidon | 10 mg | o.25/kgbb/x | antiemetik | gejala ekstrapiramidal |
| Papaverin | 40 mg | 0.25/kgbb dalam dosis terbagi 4 | antispasmodik | |
| CTM | 4 mg | 1/4 dosis dewasa | antialergi | mengantuk |
Demikian mudah-mudahan niat kami dihitung oleh Allah swt dan apa yang terjadi menjadi penebus dosa-dosa kami, mensucikan diri dihadapan Ramadhan yang menjelang.
Minggu, 19 Juli 2009
Bertualang di Pusat Primata Schmutzer
Perjalanan ini akan menjadi sesuatu yang baru terutama bagi kami, karena kita akan membawa 2 orang balita, Caca (2,5 thn) dan Umar ( 8 bulan ). Tentunya bukan hal sederhana membawa 2 orang balita jalan-jalan. kami berdebat apakah kita perlu membawa sepeda roda tiga atau tidak, tapi akhirnya Mbah memaksa untuk ikut supaya bisa membantu menggendong.
Ragunan buka jam 7 pagi, kami berlima ( Abi, Ummi, Mbah, Caca dan Umar ) tiba jam 8 pagi, dengan taksi dari depok habis sekitarIDR 50.000. masuk ragunan dikenakan biaya IDR 13.500 ( 3 dewasa x 4000) + (3 x 500 ) asuransi. perlu diketahui tepatnya letak Pusat Primata Schmutzer belum kami ketahui dan tidak ada petunjuk jelas lokasi keberadaannya pada peta besar di depan pintu Utara tempat kami masuk. jadi kami putuskan untuk berjalan kearah unggas dan primata, tapi sebelum itu kami mengorganisir rombongan didepan kandang pelikan yanng cantik sekali, membuat caca tak henti menjeritkan komentar ketakjubannya.
seperti yang telihat pada foto saya membawa ransel berisi perbekalan makan bayi, baju ganti, pampers dan makan siang kita semua. Mbah membawa ransel yang kedua berisi botol minum kami dan gendongan Umar, serta payung.
Umar dibawa dengan gendongan Beidi hingga umminya bebas menggunakan kedua tangan dan tampak siap menghadapi segala sesuatu :)
Pukul 09.30 kami sudah melihat kandang primata yang tidak terlalu terurus serta kandang elang-elang yang cantik itu, melihat mereka berburu tikus putih yang menurutku berasal dari galur wistar ( mode : sok tau ), dan sumpah ! elang jawa yang langka itu memang tampak seperti orang jawa lengkap dengan blangkonnya, sayang saking asyiknya melihat mereka menerkam tikus-tikus itu saya lupa mengambil foto.
lalu kami berhenti sejenak supaya ummi bisa memberi makan umar jatah susu dan makan paginya, serta caca jatah biskuit dan sirupnya. sambil menunggu Umar makan kami bertiga mengunjungi kandang Mammalia kecil, dan cukup terheran melihat hewan bernama Binturong, serta tak kalah bingung melihat kelelawar jadi satu kandang dengan kancil, mungkin ada alasan tersendiri yang berhubungan dengan rantai makanan ?!
Sebenarnya saya sudah sangsi kita akan dapat menemukan pusat primata schmutzer, karena tidak ada tanda petunjuk arahnya. tapi baru saja saya berfikir begitu, terbaca oleh saya papan petunjuk yang relatif baru nampaknya, menunjukkan arah kekanan kami, melewati kandang beruang akhirnya kami sampai di Pusat Primata Schmutzer yang terkenal itu dan baru kemudian saya ketahui adalah Pusat Primata terbesar didunia seluas 3.5 Ha dengan tersisa 14 Ha yang belum di kembangkan. oya bayarnya IDR 5000/orang dewasa untuk masuk.
Ummi dan umar yang telah berganti gendongan setelah makan tadi dan Caca menaiki replika full size Gorila sebelum kami masuk ke dalam. Luas sekali didalam beruntung kami sempat mengabadikan Gorila yang sedang berjemur atau mungkin sedang menanti lemparan makanan ?! entah sepertinya begitu, terlepas satpam yang baik tadi sudah menyita makanan kami termasuk biskuit dan susu indomilk Caca, untung dia tidak protes lama. kami masuk kedalam hanya berbekal satu botol sirup dingin segar mmm…hal menarik yang langsung jadi perhatian kami adalah adanya tempat minum publik yang seperti di film-film itu, meski norak kami bergantian mencobanya ( bodo amet apa kata orang :) ) dan ternyata cukup sulit, jilbab Caca sampe basah karena dia bersikeras mencoba lagi dan lagi.
tidak usah diceritakan bahwa kami juga agak merasa tersesat di terowongan orang utan yang seperti tidak berujung, beruntunga dua balita kami tidak menangis dan cukup menikmati, bahkan pada satu kesempatan kami melihat orang utan yang sedang mengisap jempolnya persis seperti Caca, dan sejak itu kami tidak pernah membiarkannya lupa bahwa hanya orang utan yang mengisap jempool dan bila ia tidak segera menginsafinya, bisa jadi berikutnya kami berkunjung Caca akan dititipkan bersama para orang utan dikandangnya. Caca tidak pernah takut dengan ancaman itu sejak hari pertama dan menurutnya orang utan lucu dan dia tidak keberatan dikandangin bersama mereka ;) dasar Caca !
Jam 11.00 kami keluar dan makan siang masih dihalaman schmutzer dan me-refill botol minum kami
begitulah petualangan kami selama setengah hari, sebelum pukul 13.00 kami telah kembali ke rumah. kapan-kapan kita kesana lagi yok !
Sabtu, 28 Maret 2009
How to deal with a Toddler
Senin, 09 Februari 2009
Random Note
tapi banyak sebenarnya topik tulisan yang bisa dibuat..pertama cerita bagaimana indra bisa mendapat letter of offer dari Aberdeen yang meski tidak jadi diambil banyak memberi manfaat terutama dalam penggunaan bahasa inggris..terkait itu pula cerita bagaimana indra bisa secara mengejutkan mendapatkan score iBT yang lumayan tinggi 102..
diluar soal itu juga ada sekeluarga...bagaimana menyebutnya.."pemulung" yang setiap pagi memiliki rute yang sama dengan indra sehingga kerap kali bertemu entah di pasar minggu, kali bata atau bypass..keluarga dengan 2 anak dan satu bayi dengan gerobak mereka..
lalu ada ide penelitian yang semakin lama di fikirkan semakin terasa realistis...meski prakiraan biaya nya juga semakin besar..tapi terlalu sayang kalau di drop begitu saja..
dan ah capek sekali tiap hari naik motor jakarta-depok..dan sedang iri ama aspire one-nya suta yang baru..1 maret ini ujian masuk UI lagi...mana males belajar..pengen baca buku yang bagus dan tebal tapi pesimis ada buku yang masuk kriteria..
yang paling indra inginkan sekarang adalah 8 jam ketenangan dengan sofa..teh atau kopi hangat..keripik singkong keju dan 800 halaman novel yang menarik sementara hujan menguyur diluar..dan Caca tertidur pulas di sebelah..
Senin, 05 Januari 2009
Caca's Multiple Aphtae
suddenly at wednesday she wake up with a cry and completely iritable mood, i notice that the lower lip is a bit swollen, quickly her mother assesed and found at least four tiny aphtae. oh know.. i said to myself..she can't be inherited it from me ! ( FYI : i am easily develop aphtae w/o a minor trauma ) it would be very painfull to bear
later we found out that the upper lips is also involved a total of 6 aphtae with 2 "mother aphtae" in each lip. my poor baby.. she can't even talk, so no milk ,no food, for the rest of the day, we try to use gentian violet tough, at night she conceded a glass of water and slept out of tired crying all day
the next morning is much of the same, may be to gain comfort she insist (by sign lang) to be hold by nobody but me, i tell you its a back breaking job, to carry her with her fav pillow, around the house and the neighbourhood, lucky she sometime ask to have a walk inside her three wheeler, lucky too that she agree to be accompany by her granpa, meanwhile i lay a bit..
sundown brings her tantrum back, because she insist to go outside, i am started to think for help, its red in the calendar, already Isya to late to find a doctor in town, so i think of ol' Cipto pediatric emergency ward, thanks to my fellow telepatist Intan for the help there. all ini all is that night i spent near 300 grand so caca can fall in sleep..
Friday armed with kenalog and a powerful dose of CTM, i won the day, caca conceded a bottle of milk and bread, with decreasing iritability still unable to or afraid to talk
Saturday even better we saw her smile again, another bread and a lot of strawberry milk from Real good a.k.a susu bantal :) i said to myself, i can cope with high fever, diarhea, constipation, allergic symptoms but please not multiple aphtae again for such a young baby, it hurts me deeply, physically and emotionaly.
Kamis, 25 September 2008
Happy Ied
kullu aamin wa antum bi khoir
Minal aaidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Senin, 22 September 2008
Caca Minta AC
awalnya kami kira semacam infeksi entah jamur atau bakteri atau bahkan alergi, tapi papul-papul ini tidak responsif dengan pengobatan standar dengan salep biasa dan caladine lotion andalan kami. Akhirnya kami bawa ke SpA langganan, beliau cenderung pada semcam alergi, dan mengingat riwayat alergi susu caca, serta lokasinya dia curiga juga ada hubungan dengan keringat.
di berikanlah Ryvel drops, puyer berisi kortikosteroid dan antiviral serta Elocon Cream ( zat aktifnya mometasone furoat, kortikosteroid juga !). 1 minggu dipakai dengan amat menyesal ternyata tidak berpengaruh apapun, bahkan bibir caca jadi ada bercak putihnya seperti candidiasis oral.
setelah berdebat seru dengan umminya, disepakati bahwa penyakit ini kami anggap semacam biang keringat yang parah, apalagi setelah muncul juga papul serupa dipantat bagian yang tertutup pampers. pertanyaan berikutnya adalah apakah kita akan kembali ke Spa tersebut ?
untuk ini kami sepakat menunda sampai saat terakhir yaitu akhir pekan ini.
setelah bertanya pada paman google kami akan menganggap penyakit caca ini adalah miliaria rubra, deksripsi gejalanya mirip sekali dan dikuatkan dengan contoh foto yang hampir mirip dengan kondisi leher caca sekarang.
Sementara itu kami diskontinu puyer dan Eloconnya namun Ryvelnya dipertimbangkan untuk diteruskan. untuk pengobatannya kami akan mencoba menggunakan caladine lotion dan bedak salicyl serta berusaha lebih keras menghadapi kucuran keringat caca yang memang dari dulu selalu banjir ( mewarisi abinya )
sudah kebiasaan kami untuk sering-sering mengganti baju caca yang basah oleh keringat, sekalipun dia sedang tidur, kali ini kami tidak lupa menggunakan bedak dan lotion secara bergantian sebelum memakaikan baju kering. kipas angin yang sebelumnya tidak pernah masuk kamar, sekarang kami pakai dengan risiko caca masuk angin.
menurut paman google ternyata sebaiknya pada penyakit seperti ini mandi dengan air dingin padahal caca biasa mandi dengan air hangat setiap hari ( memang apa-apa itu harus seimbang)
juga pada pasien penyakit ini yang utama adalah menghindarkannya dari berkeringat, nah untuk ini mengingat cuaca jakarta yang selalu panas, caca harus dievakuasi atau pilihan lain adalah beli AC
kesimpulannya adalah saya kira diam-diam caca berdo'a agar dibelikan AC, karena dia belum bisa mengutarakannya langsung pada abinya, maka Allah memberikan penyakit ini sebagai jalan. bukan kebetulan juga kami baru saja membeli boks bayi yang lumayan keren buat calon adeknya, rupanya caca gak mau kalah. ternyata caca udah perhatian ama calon adeknya mungkin dia khawatir adeknya juga mewarisi gen hiperhidrosi abinya juga.
mungkin itu hikmahnya ya.....kala gitu caca jangan lupa do'a supaya abi dapet rezeki buat beli AC ya...
Jumat, 04 April 2008
i am back
setelah 2 tahun menikah ini aku menyadari bahwa berkeluarga itu level yang berbeda sama sekali, "it's a different level of game" banyak dari aturan yang kita fahami harus direview kembali, dan banya dari cara pandang kita yang pelu disesuaikan, pada beberapa hal perubahan harus dilakukan secara total.
satu pelajaran yang bisa di bagi adalah kemurnian tawakkal, "raja' " yang benar-benar murni, menggantung kan hati sepenuhnya pada sang pencipta, semua itu akan kita rasakan dalam bentuknya yang terasa lebih murni dari sebelum-sebelumnya. mudah-mudahan ini adalah buah dari ujian, ujian yang membersihkan diri dan hati dari semua kekotoran. walahualam
Kamis, 06 Maret 2008
Selamat Milad I Putriku
nama belakang mu putriku, kuambil dari nama sebuah wujud amal dari orang-orang hebat di forum lingkar pena, Rumah Cahaya ( baCA dan HAsilkan karYA ) sebuah taman bacaan sederhana yang memiliki visi luar biasa. mereka memiliki cita yang sama dengan ku, dan ingin ku wariskan cita itu dalam namamu
suatu saat aku berdoa bila kau hilang arah dan petunjuk dalam mengarungi hidup ini, aku berharap Allah memberikan hidayah dan petunjuk melalui namamu ini, aku ingin bila kau membaca sirah Rasulallah dan terbaca olehmu kisah Fatimah putrinya, kau teringat akan cita yang kusematkan hari itu setahun yang lalu pada namamu
dan bila suatu hari kegelapan dan kesepian meyelimuti hidup mu aku berharap nama belakang mu menjelma menjadi cahaya ilmu yang mengingatkanmu untuk membaca dan terus membaca
,sampai cahaya ilmu itu menjelma dalam kata-kata dan melayang masuk dalam kalbu menerangi hati dan fikiranmu, saat itu kau tidak sendiri.
Fatimah Cahaya Putriku selamat milad yang pertama maaf kan kami abi dan ummi mu yang masih belajar mengurus anak, yang belum bisa memberi contoh yang baik, yang sering membuat mu menangis, kami berusaha keras dan hasilnya kami serahkan engkau pada Allah untuk memenuhi nasibmu, kami hanya bisa berharap engkau mendoakan kami kelak agar ditempatkan sisi Allah swt
Putriku saat aku memberimu nama setahun yang lalu bersama itu pula aku berikan sekeping hatiku untukmu, terwujud dalam namamu doa-doaku, cita-cita ku dan cintaku, terimalah ia, ambilah ia sebagai nasihat,fahamilah mudah-mudahn kau termasuk orang yang beruntung.
Caca sayang selamat milad pertama !!
Rabu, 05 Maret 2008
Si Cadut
sekarang caca makannya nasi, dibikin bola-bola, dicampur potongan daging ayam, keju dan lain-lain. satu hal yang menggembirakan, rupanya alergi susu sapinya udah sembuh, jadi sekarang udah balik ke susu sapi yang lebih ringan di kantong hehehe...
Kamis, 28 Februari 2008
Caca Update
os bayi perempuan usia 11 bulan, datang dengan Keluhan utama berat badan susah naik sejak 6 bulan terakhir. saat ini berat badan 7,2 kg, susu menggunakan susu kedelai kira-kira 500 ml/hari, sudah mulai makan nasi lembek, buah, biskuit dan bubur bayi instan, pola makan tidak teratur dan sulit makan (makan tidak pernah habis).
saat ini sudah mulai di tatah, dan ngoceh, tapi belum ada gigi yang tumbuh. kadang kadang berkeringat saat tidur malam hari, kontak TB paru dewasa aktif (-).
os memiliki alergi susu sapi, saat ini tidak mengkonsumsi obat-obatan, status imunisasi lengkap,
os lahir spontan di rumah sakit, berat lahir 2600 kg, panjang 46, cukup bulan.
pada pemeriksaan fisik, ditemukan benjolan di daerah leher-tengkuk, keras, terfiksasi pada kulit,ukuran <1 cm, nyeri tekan (-) eritema (-)
Diagnosis Kerja : gangguan pertumbuhan e.c suspek TB anak
Rencana Diagnostik : Tes Mantoux
Rencana Terapi :-
( ya Allah bila seandainya penyakit ini membawa kebaikan untuknya dan agamanya maka kami akan tabah menerima, dan bila penyakit ini membawa keburukan untuknya dan agamanya maka jauhkanlah dan hilangkanlah darinya, sungguh Engkau maha mengetahui segala sesuatu, dan menguasai apa-apa yang ada di bumi dan di langit, hanya kepada Mu kami meminta dan kepada Mu lah tempat kami kembali )
Rabu, 13 Februari 2008
Laskar Pelangi : Demi Lintang !
tapi hari itu kesombongan menutupi mataku ketika melihat laskar pelangi, saat itu lagi Booming novel Indonesia yang kualitasnya masih meragukan, temanya standar dan pada dasarnya membosankan dan lagi ada foto di covernya yang kufikir mirip Che jadi langsung aja kuvonis novel kiri dan tidak layak dibaca, jadi LP hanya lewat begitu saja sampai aku membaca perhargaan akhir tahun yang diterima oleh Andrea Hirata dan tetraloginya ( ternyata itu bukan Che tapi Andrea dan rambut ikalnya hehehe)
aku penasaran jadi aku beli, dan ternyata memang ini sejenis buku yang Bab pertamanya bisa membuat air mata mengembangm ,mengharukan. temanya unik dan tidak biasa, penuturannya juga tidak monoton, penuh kejutan dan alurnya turbulen, genius! tidak banyak buku yang bisa membuatku terkesan pada derajat seperti ini, bagiku ini setara dengan Bumi Manusia nya Pramudya, Fi Zhilalnya sayyid Qutb, metodologi penelitiannya Prof Digdo, Emperornya conn Iggulden, the Armada, dan masih banyak lagi buku yang meninggalkan jejak dalam hati, menimbulkan impresi dalam jiwa serta menjadi bagian dalam cara pandang (worldview)
menarik sekali tokoh lintang seorang jenius alami yang tersiakan , aku terpana saat andrea melukiskan bagaimana saat angka-angka dari buku yang ia baca hidup dan menari-nari, serta saat cahaya ilmu tampak dari dahi, itu persis dengan apa yang aku bayangkan, ilmu memang cahaya dan ketika pemahaman atas ilmu merasuk dalam benak kita, kalimat dalam lembaran-lembaran itu memang seakan bercahaya dan seakan berbicara untuk dirinya sendiri dan mengatur sendiri dirinya dalam benak kita . bila hal itu terjadi maka aku yakin ilmu itu akan lekat selamanya
Demi Lintang jangan ada lagi putra bangsa yang tersiakan...mari kita cari lintang yang lain dan bantu apa saja yang mungkin...
satu lagi yang mengharu biru adalah keyakinan akan daya magis sebuah cita-cita, pancangkan ia setinggi langit, jangan lepaskan sekalipun gravitasi bumi menghalangi kita meraihnya. itulah kenapa aku tetap bercita menjadi astronot sekalipun tampak absurd bagi orang lain.
Cita-cita kawan, anda harus punya satu !
alhasil buku ini 100% persen di rekomendasikan oleh Indra pencinta buku dan kolektor kalimat
bukunya cuma 3 hari mampir dirumah, ibu yang kebetulan berkunjung langsung menculiknya sebelum istri sempat membaca
ayo indra beli 3 buku sisanya...
Senin, 14 Januari 2008
Wahai Putriku !
Putriku tercinta!
Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.
Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarlan nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain.
Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, dan kami tidak mengahasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.
Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu.
Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk … ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya kemalingan.
Demi Allah … dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.
Demi Allah … begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.
Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!
Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.
Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.
Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.
Tak ada seorangpun yang mahu menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral.
Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri, akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.
Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mahu bertaqwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan simpati?
Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?
Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut di dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah.
Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.
Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mahu menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.
Mereka yang menggembor-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab :
Pertama : karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmatan melihat angota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang.
Kedua : mereka bohong oleh karena mereka
bermakmum pada Eropa, menjadikan eropa bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New york. Sekalipun berupa dansa, porno, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau di kolam renang). Kebatilan menurut mereka adalah segala sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walapun berupa kehormatan, kemuliaan,, kesucian dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, seperti Rusia yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak?
Saya tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka menyanggah dan mencemoohkan saya karena saya telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.
Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari empat gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku.
Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan salain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat diketemukan kembali.
Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mahu menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkan, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.
Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran.
Selain ini jangan percaya. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mahu perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun kan menjadi baik.
(wallahul musta’an).
Disarikan dari buku : “Wahai Putriku” Ali Thanthawi
Wahai Putriku Oleh Syeikh Ali Thanthawi (rhm)]
diambil dari Lentera Kehidupan untuk Fatimah Cahaya putriku, Semoga Allah memberimu petunjuk
Kamis, 25 Oktober 2007
Alergi Susu Sapi
Jadi sekarang Caca menggunakan susu formula berbasis kedelai ( soya) dan buburnya bubur bayi biasa bukan bubur susu. menariknya di Alfamart dan Indomart, beberapa merek bubur bayi yang ternyata masih mengandung produk susu, yaitu skim milk powder, hanya satu sejauh ini yang diketemukan tidak mencantumkan yaitu produk dari Nestle, meski disebutkan ada kemungkinan mengandung sedikit protein susu dan atau gluten.
Alergi susu sapi berbeda dengan laktosa intolerance yang merupakan reaksi hipersensitivitas non alergik. 85-90 % anak kehilangan alerginya setelah usia 3 tahun, namun 13-20% cross alergi dengan daging sapi.
obat yang diberikan pada Caca adalah puyer yang terdiri dari CTM, kenacort, isoprinosin dan sach lact serta obat tetes Cetirizin drops
erithema yang timbul hilang satu hari setelah pemberian obat.Alhamdulillah
Selasa, 23 Oktober 2007
Eritema
menurut umminya kemarin masih berupa bentol-bentol merah,dan juga selama beberapa hari terakhir caca rajin menggaruk-garuk pahanya.
tidak ada panas,dan tidak lebih rewel dari biasanya. beberapa hari terakhir mulai makan bubur campuran macam-macam buatan umminya,umminya kemarin makan ikan bawal (belum pernah makan ikan itu sebelumnya). umminya suka kemerahan juga tapi dipipi kalau mandi pagi.
eritema hampir generalisata, multiple tidak simetris, beberapa papul eritema
curiga alergi makanan, atau insect bite. kita coba obati dengan Fenistil drops mudah-mudahan sembuh