Tampilkan postingan dengan label kisahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisahku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Januari 2010

Majikan baik hati di Negeri Jiran

Sudah terlalu sering kita mendengar berita penganiayaan terhadap para pekerja Indonesia di negera tetangga. Hatiku pun miris saat mendengar berita itu. Kisah Siti Hajar maupun kisah2 lain yang membuat kita sedih dan marah. Saking tidak seimbangnya berita itu membuat kita pun memiliki tidak bisa berpikiran objektif dengan Malaysia. Aku termasuk yakin bahwa tidak semua majikan yang memperkerjakan TKI berlaku buruk terhadap saudara2ku itu. Pastilah ada sedikit, satu-dua orang yang baik, tidak bisa rasanya mengeneralisir.

Lebaran Haji yang lalu aku berkunjung ke keluargaku di Malaysia. Maklumlah, dari pada lebaran sendirian di Palembang, mending ke sana deh. Kejadian menarik adalah ketika aku akan pulang kembali ke Palembang. Saat itu aku dan adikku sedang di Bandara. Kami lagi antri untuk check in. Ketika aku menolehkan kepalaku ke kiri aku melihat dua orang sedang berbincang. Satu orang itu orang Indonesia karena pakaiannya yg sederhana dengan logat Melayu yang kurang kental, aku berpikir mungkin dia TKI. Seorangnya lagi, keturunan China dengan logat Melayu yang ke-Mandarin-an dengan pakaian yg sangat wah menurutku, aku menebak mungkin majikan tempatnya bekerja. Uniknya, yang mendorong barang bawaan sang pekerja adalah majikannya. Majikan itu sepertinya sedang memberitahu bagaimana nanti ketika di pesawat, juga berpesan supaya hati2. Nadanya lembut dan penuh perhatian. Bahkan ketika telah sampai di depan loket check-in, ketika dia melihat wajah orang yg bekerja dgnnya menunjukkan kebingungan dengan sigap dia mengambil tiket itu dan langsung mengurusnya, juga mengangkat koper ke tempat timbangan untuk masuk ke bagasi. Keheranan aku melihat kejadian itu, sambil juga tanganku menyenggol adikku untuk memberitahu kejadian itu. Adikku langsung bilang, “Baik banget majikan itu, beruntung pembantu itu bisa kerja dengan dia.”

Pandanganku tidak lepas dari kedua orang itu. Ternyata majikan itu tetap menemani sampai batas dia tidak bisa mengantar lagi. Di garis yang telah ditentukan, sang Majikan memberi pesan terakhir untuk berhati-hati dan jika kembali lagi ke KL agar memberitahu untuk dijemput dan tanpa ragu menyentuh tangan dan pundak TKI itu. Hal terakhir yang aku lihat adalah mereka berdua saling melambai tangan.

Aku telah membuktikan dengan mata kepalaku sendiri bahwa ada Majikan yang memperlakukan TKI dgn manusiawi, dgn sangat baik. Sebuah kenyataan yg semakin menambah keyakinanku.

Minggu, 10 Januari 2010

Petualangan Sosial ke Sumbar Bag 2

Barusan denger berita kalo hari ini adalah hari ke-100 gempa di Sumbar. Pada tayangan TV aku melihat kembali keadaan daerah tandikek, tempat terparah terjadinya longsor akibat gempa. Aku pun jadi teringat kembali saat aku mengijakkan kaki di sana. Semua rata dengan tanah, tertimbun tumpukan tanah. Jika tidak diberitahu, mungkin aku tidak akan pernah tau kalo ada bbrp desa yg rata, jiwa-jiwa melayang tanpa jasadnya ditemukan, bersatu dengan bumi. Hanya helaan napas panjang saat aku melihat itu. Ditemani dengan bau yg asing, entah bau apa itu, mungkin jasad yang tertimbun. Suasana sedih terlihat di sana, banyak orang mencari sanak saudaranya. Penduduk yg selamat berusaha bersabar, bahkan walo hanya dia sendiri yg tersisa dari kluarga besarnya. Mereka orang2 yg luar biasa. Yakin ini telah kuasa Allah SWT dan semua pasti ada hikmahnya.

Keadaan lain di daerah pariaman bervariasi. Aku dan tim juga ke daerah kampung dalam, padang sago, lubuk alung, sintuk, padang alai. koto timur, kampung agam, maninjau. Bbrp rumah ada yg rusak ringan, tetapi banyak pula yg hancur, rubuh, hanya tersisa atapnya. Menuju daerah yg masih terisolasi dan membuka jalan untuk masuknya bantuan juga di lakukan oleh tim dompet dhuafa, tentunya selain melakukan pengobatan. Mungkin tidak banyak yg bisa dilakukan saat itu, tetapi bantuan bisa terus diberikan sampai nanti. Sampai recovery, sampai penduduk bisa menghilangkan traumanya, sampai mereka memiliki rumah dan kehidupan baru lagi. Itu semua butuh dukungan dan bantuan kita.

Rabu, 18 November 2009

Petualangan Sosial ke Sumbar Bag 1

Telah 50 hari berlalu sejak bencana gempa di Sumbar, tetapi sampai sekarang dokter dan tenaga kesehatan masih sangat dibutuhkan di sana. Mengingat medan Sumbar yang berbukit2 itu maka sangat rentan sekali untuk terjadi longsor. Aku pun jadi teringat dengan perjalananku ke Sumbar awal oktober yang lalu..

Saat mendengar ada gempa di padang pariaman, tentu jiwa dokterku merasa terpanggil. Awalnya mama dan papa ga ngijinin. Itu udah aku duga sebelumnya...tp aq selalu menyakini klo Allah itu seperti prasangka hambaNya, your perseption is your projection. Subhanallah, ntah kesambet apa mereka yg jauh di malaysia mendadak mengizinkan aku pergi. Skenario Allah juga yg buat aku pergi sebagai relawan DSIM (jejaring Dompet Dhuafa). Ada 3 cewek yang berangkat aku, temenku dr.Maul, dan mbak desi. Kami lewat jalan darat.

Selama perjalanan itu hal yang menarik itu Subhanallah alam Sumbar itu begitu indah. Menariknya adalah mudah sekali menemukan masjid/musholah dan rumah makan padang dengan jarak yang cukup dekat. Ketika kami rehat di Solok, masjidnya itu bersih dan airnya itu sungguh sangat segar. Airnya sampai meluap ke mana2. Memang bener kata orang, yg namanya sumbar itu ga bakal kekurangan air. Subhanallah, Nikmat Allah mana lagi yg tidak kau syukuri.

Sampai di kota Padang aku agak merinding melihat kondisi yang unik, dan membuatku berpikir se-ol-ol.. Gempa yang terjadi di Padang itu sungguh aneh. Ada rumah yg hancur eh tapi sebelahnya tidak. Ada deretan perumahan tentara yang retak2, hancur, tetapi di seberang jalannya ada rumah dokter yang tidak rusak sedikit pun. Ada bangunan bimbel Gama yg hancur lebur, tetapi bangunan sekelilingnya masih berdiri kokoh. Begitu pula dgn ambacang. Ada dua ruko yg bersebelah, yg satu miring n retak, satunya lecetpun tidak. Apa maksud semuanya??? Aku hanya bisa banyak2 beristigfar saat itu. Begitulah, jika Allah menghendaki sesuatu maka akan terjadi, begitu pula jika Dia telah menentukan siapa yg akan selamat maka pasti akan selamat.

Sabtu, 02 Mei 2009

Hipotermi saat ATLS. Brr......

Lama juga ga ke RSMH..dan aku cukup senang bisa ke RSMH lagi buat ikut ATLS sekalian mengenang saat2 koas. Hari kamir kami mendapat materi pra-ATLS dari dr. Edison, SpBS, tapi aku bener2 ga menyangka kalau gedung baru bagian bedah itu super duper dingin. Yah, mungkin karena gedung baru jadi ACnya juga masih bener. But,... dinginny itu keterlaluan, baru mau masuk ke gedung, di pintunya aja, udah beda banget alias kontras. Belum pernah aq amat kedinginan di Palembang. Padahal palembang itu biasanya panas. Akhirnya selama 4 hari seluruh peserta mengalami gejala2 hipotermi. Bahkan panitia menyarankan kepada peserta untuk memakai jaket. Tetapi, memakai jaket tebal pun tidak begitu bermakna. Saking frustasinya aku berdoa dlm hati moga2 AC sentralnya rusak. Sayangnya selama ATLS ga terjadi apa2.

Aku merasa sangat beruntung bisa lulus, karena ada yg ga lulus. Merasa beruntung juga bisa tau ABCD. Bingung ni mo crita apa, ngawur..... satu hal yg aku inget soal ATLS itu dingin..hipotermi. Hal itu yg paling berkesan.

Sabtu, 18 April 2009

Pelantikan CPNS kok jadi tontonan

Tanpa ada perasaan apapun, yah seperti seorang prajurit mentaati perintah komandannya. Aku pun sampai di prabu hari minggu, 12 April, diantar travel Rico menemui kakak sepupu yang telah menunggu untuk menjemputku. Lesu, entahlah, yang terlintas sekarang cuma menjalani pelantikan CPNS besok.

Sampai tempat pelantikan dengan baju putih hitam. Aku rada surprise, ngeliat banyak sekali keluarga dan orang-orang yang menonton pelantikan di lapangan kantor pemkot prabumulih. Terlihat seorang cpns yg diantar oleh keluarganya. Ada yang dasinya dirapikan oleh ibunya. Setelah itu semua pengantar cpns menonton di pinggir lapangan. Aneh, apa segininya kok ditontonin rame2, apa gara2 prabu itu bukan kota banget, masih dusun (maaf ya buat org pbm) jadi dianggap acara besar ya plantikan itu. Aku cuma geleng2 kepala aja, sambil senyum2 sendiri. Kalau wisuda atau pelantikan dokter, aku masih bisa menerima kalo segitu bersemangatnya keluarga besar. Tapi kalau cpns? aku aja ga semangat.

Setelah pelantikan mulai esoknya kami orientasi di dinkes. Sebuah orientasi yang amat sangat tidak jelas menurutku. Kami cuma sekedar dibagi kelompok terus masuk ke bagian2 yang ada di dinkes, selanjutnya bengong, nontonin orang kerja. He..he.. kemaren pas pelantikan jadi tontonan orang, kemudian selama satu minggu nontonin pns prabu dg segala kegiatannya. Ada yg kerja, tapi lebih banyak yg bersantai ria. BETE!!! tiap hari cuma duduk2 bengong doang, tidak ada pengarahan atau apa gitu seperti layaknya orientasi. Kami cpns dicuekin aja. Sungguh ga betah lama2 di dinkes ga ada kerjaan. Hari pertama orientasi aku pulang jam 15.30. Hari kedua orientasi pulang jam 14.00. Hari ketiga pulang jam 12.30. Hari keempat dan seterusnya aku ga masuk sama sekali berbekal surat sakti dari TS. Mokasih buat nyimeng yang dah bantuin. PP tiap hari Plg-Prabu itu benar2 melelahkan, akhirnya aku tepar juga.

Senin, 20 April, aku mulai kerja di puskesmas prabumulih timur, yah..semoga hari esok lebih baik keadaannya.

Sabtu, 07 Maret 2009

Sendirian nih..........

Mulai hari ini bakal sendirian ampe delapan hari ke depan. Mama dan acil pergi ke Malay buat nyiapin segala sesuatu untuk pindahan sekitar bulan juli ntar. Klo sepi gini jadi inget masa kecil. Rumah biasa sepi krn ortu sering ga di rumah. Untungnya dah biasa. Untungnya juga lagi banyak kegiatan. Mulai jdwal kerja yg full dari pagi ampe sore, trus nyiapin aplikasi beasiswa lagi. Jadi, sibuk lagi setelah gagal di seleksi beasiswa kemaren. Pokoke semangat trus aja.

Senin, 16 Februari 2009

Cara ambil STR di kantor pos

Hari jumat kemaren pak pos dateng ke rumah menyerahkan surat panggilan KKI untuk mengambil surat tanda register (STR) di kantor pos merdeka. Awalnya, aku suuzhon, pasti bakal telat deh STRnya selesai. Ternyata aku salah, pada resi STRku tertulis tanggal 15 januari yg artinya ambil STRnya tanggal 15 februari. Ontime juga KKI, tanggal 14 februari surat panggilan dateng. Berhubung aku lagi males, jadinya baru hari ini aku ke kantor pos.

Berbekal surat panggilan KKI dan fotocopy KTP sebagai syarat pengambilan STR, aku pun menuju kantor pos. Sesampai di kantor pos merdeka, aku langsung aja nanya ke Pak Satpam, klo mo ambil STR di sebelah mana, sambil nunjukan surat panggilan. Beliau nunjukin agar aku masuk ke pintu di sebelah kiri yg ada tulisan DILARANG MASUK KECUALI PETUGAS, letaknya deket dgn tempat penjualan alat&perlengkapan pos. Di sana kita masuk ke ruang ekspedisi dan harus ketemu dgn Pak Teno. Berhubungan masih bingung tanya aja dgn pegawai yg berseliweran bersama tumpukan surat dan paket pos, sekedar bilang mo ambil STR, trus ditujukin deh arahnya. Prosesnya simpel, tinggal nyerahin surat panggilan KKI dan fotocopy KTP, langsung aja bapaknya nyari STR, trus meminta aku mengisi form. Udah selesai semua bawa pulang STRnya, paling butuh waktu lima menit.

Di dalam amplop itu ada map yang isinya STR asli, 3 legalisir STR, kartu pengenal dokter dari KKI, dan 2 lembar surat yg menerangkan isi amplop dan form untuk memperbaiki STR jika ada kesalahan penulisan pada STR. Dikarenakan pada STR aku ga ada yg salah, si STR langsung masuk lemari buat di simpen untuk nantinya digunain buat ngurus SIP. Trus kartunya masukin ke dompet, lumayan buat nambahi koleksi kartu, kan jadi sok tebel dompetnya. :D

Rabu, 04 Februari 2009

Kebaikan Hati di Singapore

Di Singapore aku mengalami kejadian yg mengambarkan kebaikan hati seorang manusia. Semoga semakin banyak tumbuh kebaikan di hati setiap orang di dunia ini. Orang baik dan jujur itu akan selalu ada kok di bumi ini. Aku yakin akan hal itu.

Subuh itu sekitar jam 4.00 alias jam 3.00 waktu Indonesia, aku dan acan sampai di Stasiun bus Lavender. Aku rada shock pas ngliat jamku, "Ah, can kita kecepetan sampe, pasti maya, kawan aak lum bangun tidur". Acan pun berkata padaku, "Ak, cakmano klo kito ke tempat maya be". Akhirnya aku pun sms maya, bilang padanya aku dan adikku akan ke apartemennya. Kami pun naik taksi ke Hoengleong. Selama di taksi aku dan acan selalu melihat ke argo. Sampai di apartemen maya ternyata di argo cuma 8 dolar. He..he..aku n acan senyum, ternyata kurang dari target, kan kata maya paling $10. Pas ditagih supirnya aku kaget, dia minta $13. Hah!! Kok bisa! Ampun, ternyata banyak embel lainnya. Berhubung lagi holiday kena cas $1, trus berhubung malem kena cas lembur 50% dari harga yg di argo. Ampun!!!! Tega banget. Aku cuma bisa menghela napas, dari uang $40 udah tepake nyaris separuhnya. Untungnya, alhamdulillah di KL kami sempet tukar duit dolar singapore walo cuma sedikit. Klo ga, bakal aku bayar pake rupiah or ringgit ke pak taksi itu.

Sesampai di lantai dasar apartemen, aku dan acan jelingak-jelinguk dak keruan. Mo nelp maya ga bisa. Masalahnya kami itu cuma tahu, apartemen dan bloknya doang. Ga tau lantai berapa, nomor berapa. Masya Allah, pulsa aku dan acan ga mencukupi buat nelp or sekedar sms maya. Klo kata orang palembang, gawat ni tekacip. Ternyata provider hp kami pindah ke provider s'pore dan emang tarifnya jauh lebih mahal dibanding negara laen. Aku coba sok tenang dan berpikir. Kemudian aku minta acan buat pake fasilitas call me, buat minta kawannya nelp dia, kacaunya ga bisa. Kami kedinginan di luar dan cuma bisa duduk2 di kursi luar apartemen. Aku cuma bisa berdoa moga mama nelp, tp rada ga mngkin krn ini masih pagi banget. Setelah 1 jam lebih kedinginan, akhirnya ada yg lewat, seorang bapak cleaning server. Aku pun bertanya padanya apakah ada public phone di sekitar sini. Bapak itu pun bilang klo ga ada. Aku bilang padanya klo pulsa kami habis dan sangat butuh telp utk nelp temenku yg mau menjemput kami. Dengan sigap bapak itu bilang dia akan mengambil HPnya dulu di rumah dan kami dipersilahkan untuk menggunakannya. Ga lama kemudian dia datang dgn membawa HPnya, dia menyapa kami dengan salam dulu. Aku dan acan menjawab waalaikumsalam dgn terbata. Mo gimana lagi, kami udah bener2 kedinginan di luar, mana adekku itu menahan bak, aku jadi serem liat tampangnya. Gawat acan mulai esmossi. Aku berusaha menelepon maya, tapi ga diangkat juga. Apa maya masih tidur ya, begitu yg ada dalam benakku. Sekali lagi aku minta kepada bapak yg baik hati itu untuk numpang sms, dia pun mengizinkannya. Bapak yg baik hati itu pun berbicara lagi kepada kami. Bahwa kami sebaiknya menunggu saja sambil duduk. Lebih aman klo menunggunya dekat taman. Dia bilang kalo ada apa2 bisa ke rumahnya, rumahnya di depan taman, tembok warna putih. Dia berjanji setelah dia menyelesaikan pekerjaannya, dia akan membantu kami lagi, mencarikan solusinya.

Menunggu, cuma itu yg bisa kami lakukan. Berharap temenku bakal membaca sms dan mendadak muncul di hadapan kami. Waktu terus berlalu, hari mulai terang, orang mulai menampakkan diri buat olahrag, tp ga ada kemajuan nasib kami. Aku dan acan pun memutuskan pindah duduk ke taman bermain dan arena olahraga. Di depan sana kami bertemu seorang nenek melayu yg mengajak ngobrol. Nah, klo bahasa melayu itu urusan acan, dia kan udah lumayan ahli bhs melayu, scr nyaris 2 tahun sekolah di Malay. Beliaupun menawarkan untuk membersihkan diri dan istirahat dulu di apartemennya. Aku dan acan menolaknya secara baik2. Alhamdulillah, ada ibu ini yg ngajak ngobrol, lumayan buat ngabisin waktu 1 jam. Sambil ngobrol acan selalu mondar mandir, kali aja nemu toilet katanya. Bapak yg baik hati itu bener2 membersihkan wilayah apartemen itu dgn sgt bersih, wilayah yg dibersihkan itu sungguh luas. Bapak yg hebat, padahal sudah tua.

Berpindah pindah tempat duduk itu yg aku dan acan lakukan sambil membawa tas kami. Akhirnya bapak itu menyelesaikan pekerjaannya dan dia memanggil kami. Dia menyuruh kami untuk menaruh tas kami di depan apartemennya serta untuk duduk di teras apartemennya. Dia tidak menyuruh kami untuk masuk ke apartemennya, tapi aku cukup mengerti. Dengan tampang beliau yg keturunan arab, dan berdasarkan ceritanya istrinya baru aja meninggal. Yup, sangat tidak ahsan membawa masuk orang yg bukan muhrim ke rumahnya. Melihat apartemannya di kepalaku muncul kalimat, Wah, cleaning servis di S'pore aja bisa punya apartemen. Apa kaya banget orang2 di sini ya. Kemudian dia meminta aku untuk mencoba nelp temanku lagi. Tetapi tetap aja ga diangkat. Aku menyerahkan kembali HPnya. Beliau sepertinya berusaha menelepon lagi maya. Aku dan acan saking ga ada kerjaannya ngeliat taman doang.

Lama kemudian, maya menelepon ke HPku, sekitar jam 8 lewat... Aku pun bilang kalo kami di lantai dasar, depan taman olahraga dan bermain, di depan apartemen seorang bapak. Aku melihat maya dari kejauhan, aku berusaha menghampirinya, tapi dicegah oleh bapak yg baik hati itu. Katanya biar temen kamu yg mencari. Maya pun sampai di depan apartemen bapak itu. Sepertinya baru bangun. Bapak itu sepertinya marah dan menasehati maya agar memperlakukan tamu dgn baik, ga boleh menelantarkan kami. Sebelum pergi aku dan acan mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak cleaning servis yg baik hati tersebut.

Sepertinya bapak yg tidak kami ketahui namanya itu adalah muslim yg baik. Aku jadi teringat, sebuah hadist. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. Rasulullah s.a.w bersabda: ....siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kiamat, maka hendaklah dia memuliakan tamunya... Klo kata guru ngajiku tamu itu membawa rezeki dan kebaikan, so jangan ditolak. Kemarahan beliau pada maya krn tidak memuliakan tamu jadi dapat dimaklumi. Yah, Sebuah pelajaran berharga..

Selama di S'pore kami, aku, acan, dan maya, keliling2 liat Merlion, orchid, masjid sultan, kampung arab de el el. Seperti biasa aku dan acan hanya belanja di satu tempat yaitu di kampung arab, kampung glam. Ini tempat belanja yg paling murah di banding China town, little India n t4 laen. Di arab street inilah maya ketinggalan belanjaannya di atas kursi. Maya baru menyadarinya setelah 1 jam kami makan. Secepat mungkin dia pergi ke tempat dia ketinggalan belanjaan, sayangnya udah ga ada lagi. Maya pun pergi ke toko tempat dia berbelanja. Ternyata belanjaannya diantarkan oleh seseorang setelah dia menemukannya tergeletak di atas kursi.

Subhanallah, S'pore tidak hanya terkenal dgn disiplinnya, orang2nya pun jujur dan baik. Andai saja di Indonesia bisa berlaku seperti muslim yg sebenarnya. Betapa indahnya negeri kita itu. Tidak sekedar terkenal dgn keramahan dan senyum warganya yg menawan, tapi juga keamanan dan kedisplinannya. Aku yakin, Insha Allah itu akan terjadi suatu saat nanti. Amin...

Selasa, 03 Februari 2009

Ke Malaysia lagi Bag 1

Belasan tahun ga ke Malaysia akhirnya aku ke Malaysia lagi. Seingatku, aku ke sana saat aku kecil. Tentu banyak perubahan di sana.

Sampai ke LCCT, airport khusus airasia di KL, aku dan papa langsung ketemu dgn adikku, acan, yg udah nungguin lama. Lucunya dia pake acara nunjukin nama papa buat nyari kami. Katanya di suruh supir dr UMP (Universiti Malaysia Pahang). Berhub udah ada supir yg jemput papa kami pun meluncur ke Gambang, Pahang, tempat kampus UMP. Hal pertama, yg ada di kepala saat di Malaysia itu adalah saat makan, wah ayamnya gede banget, bikin aku yg sekedar liat dah langsung kenyang. Acan yg dah 2 tahun tinggal bilangnya emang di sini ayamnya gede2. Sampai di kampus UMP kami diantar ke rumah tamu (apartemen), papa bakalan ada di sana selama 1 bulan, ampe dapet rumah dr UMP. Bertiga kami keliling kampus UMP. Menurut aku kampusnya biasa aja, bersih, teratur. Bedanya dgn kampus Indonesia paling banyak kotak2, mulai dari yg untuk beli air minum pake koin, ampe beli pulsa. Besok paginya kami ke Kuantan, ibukota negeri Pahang, sekedar liat2 aja, samalah kayak Palembang. Bedanya di Kuantan minim bus, semua orang pake mobil. Kata acan, yg paling miskin aja di sini bisa beli mobil kancil. Pantesan motor ga laku di sini pikirku. Tempat wisata di wilayah Pahang itu ada taman negara, teluk cempedak, menurut aku biasa aja. Nah, yg paling terkenal itu Genting, tapi lebih deket dari KL.

Berdua, aku dan acan, dari Kuantan menuju KL memakai bus, memakan waktu 3-4jam. Selama jalan2 di KL, tas kami titip di loker terminal puduraya. Lumayan murah, sekali nitip RM 2/tas, dr jam 8-23. Tak beda dgn turis bule, selama perjalanan kami pun selalu membawa peta. Maklum acan lum hapal jalur train dan monerel. Kami ke KLCT, KL tower, twin tower, Petronas, Bukit Bintang, Plaza rakyat dll, pokoke keliling2. KL sama kyk jakarta padet. Klo ke KL itu menurut aku cukup ke KLtower, disana itu udah kayak liat seluruh KL. Mana di KLtower ada byk game dan fasilitas utk wisata, mulai dari animasi formula F1, seru beneran kyk naek F1 krn ada kyk mobil beneran yg bisa kita naekin dan trakny bisa kita lihat di layar yg ada dihadapan kita, deket dgn setir, jadi serasa balapan beneran. Trus bisa observasi KL dari menaranya pake teleskop yg udah disediain. Ada juga snow world, tapi sayangnya tipuan, adanya aku malah ke panasan di sana. Ada jg yg lain. Sayangnya semua ga gratis. Enak beli tiket paket, jadi bila nyoba semua permainan di sana plus dapet botol minuman berbentuk KL tower.

Untuk masuk twin tower kita perlu ambil tiket gratis di basementnya. Tapi harus pagi banget sebelum jam 7 udah harus di sana untuk antri klo ga aku jamin ga bakalan dapet ditiketnya. Padahal sehari itu disebar 1600 tiket. Tamannya TT juga bagus dan menarik. Sisanya itu kami jalan2 ke mall dan pusat perbelanjaan yg aku ga hapal. Sebenarnya kmi juga berusaha mencari t4 wisata the eye of KL, tp ga ketemu, nanya org jg ga tau. Selama di KL, kami itu cuma belanja di Petaling street, maklum duit terbatas, di sana bisa belanja murah banget klo bisa nawar. Aku dan acan dapet dompet harga RM2, pdhal biasanya paling murah RM 10.Ya Allah, dompet harga Rp6000, murah banget. Pasar di Petaling itu buka dari jam 9 ampe 11 malem doang, karena paginya t4 jualan itu digunain sebagai jalan.

Berhub pas kami di KL tepat dgn hari public holiday, tepaksa kami bayar kamar hotel lebih mahal dari hari biasa. Hotel di malay memang pasang harga beda untuk hari biasa, akhir pekan, dan public holiday. Di sekitar Puduraya itu banyak pilihan hotel yg bisa disesuaikan dgn kantong kita.

Senin, 19 Januari 2009

Berbagi Pengalaman Mengambil Sertifikat Kompetensi dan Mengurus STR

Kali ini aku pengen berbagi pengalaman gimana caranya ambil sertifikat kompetensi dan mengurus STR. Prosedurnya cukup sederhana dan mudah.

Hari itu, tanggal 15 Januari, secara mendadak aku pergi ke jakarta. Sesampai di Cengkareng aku langsung naek Damri ke Gambir dan dari sana menuju ke jl. Samratulangi, Menteng, Jakarta Pusat. Tenyata ga terlalu jauh dari Gambir. Setelah berhasil mencari sekretariat Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia yang ternyata satu kantor dengan IDI Pusat. Mencarinya mudah, dipinggir jalan banget di sebelah kiri ada plang IDI. Masuk ke dalam ke sekretariat KDDKI lalu kita ngomong ke ibu/bapak yang di kantor mau ambil sertifikat kompetensi. Lalu beliau akan menunjukkan kotak tulisan nama universitas kita dan menyuruh untuk mengambil sendiri. Aku pun segera mencari berkas beserta sertifikat kompetensi punyaku dan teman-teman yg nitip. Setelah selesai, aku menuliskan nama, tanggal pengambilan, dan paraf di buku tanda pengambilan sertifikat kompetensi dan berkas ukdi.

Setelah itu aku ngacir ke kantor KKI di Hang Jebat III, Kebayoran, Jakarta Selatan, dengan ojek. Sempet muter-muter, nanya sana sini, ternyata kantornya tepat di belakang kantor Depkes, dan dipermudah dengan adanya petunjuk arah di jalan, kayak Konsil Kedokteran Indonesia 200 meter lagi dkk. Sampai di sana ternyata ada kolom yang harus di isi di berkas yang udah aku ambil dari kolegium, yaitu kolom nomor ijazah, dan nomor sertifikat kompetensi. Aku langsung melengkapi 11 berkas yang aku urus. Dari 11 berkas itu hanya berkas aku saja yang diproses untuk mendapatkan resi STR langsung hari itu juga karena peraturannya yang langsung di proses adalah resi STR yang di urus sendiri oleh yang bersangkutan. Sisanya harus menunggu antrian dan baru selesai satu minggu lagi.

Alhamdulilah, aku udah mendapatkan sertifikat kompetensi dan resi STR. Resi ini sebagai bukti kalau kita telah menyerahkan berkas ke KKI untuk proses mendapatkan STR. STR akan dikirimkan ke alamat yang tercantum pada resi STR. Resi STR itu bisa digunakan sebagai tanda pengambilan STR di Kantor Pos Besar Kota masing-masing, satu bulan setelah tanggal resi STR dicetak. Intinya, setelah satu bulan aku harus ke Kantor Pos di Merdeka untuk mengambil STR dengan membawa bukti resi STR.

Nah, temen-temen yang nitip sertifikat kompetensi ke aku. Sertifikatnya bisa diambil di rumah sebelum hari jumat, 23 Januari, ya... sebab hari jumat aku mau pergi lagi.

Sabtu, 10 Januari 2009

Pengumuman CPNSD Sumsel

Pengumuman CPNSD Kota Prabumulih:
XXX
Nurfanida Librianty Dokter Umum
XXXX


Begitulah pengumuman di surat kabar tadi pagi. Padahal, sampai pagi tadi aku masih menyimpan harapan kalo nama aku tidak termasuk yg lulus CPNS. Aku masih berharap terjadi keajaiban, walaupun itu agak ga mungkin. Setelah tau scr resmi aku lulus, mau ga mau tetep hrs bersyukur krn byk banget org yg berebut jd PNS. Sekarang semuanya jadi lebih jelas!! Target jangka pendek adalah LARI dari Prabumulih. Yg terpikir adalah izin melanjutkan studi. Yah, ntar terserah diizin apa ga oleh Pemkot. Pokoke tetep aja ngacir :)

Akan tetapi, aku seneng banget krn byk temen satu angkatan aku yg lulus juga. Icaw di 4Lawang; Maul & Devi di Mura;Lisa di Lbk Linggau; Arin di OKU Timur; Aziz, Novi, Edi, Opa di Muaraenim; Tita di Lahat; Lulu, Ipey, Icon di Pemprov Sumsel; Dian di Muba; dan Sari di Pemkot Palembang. Nah, yg keren itu Novi, udah ditrima di Muaraenim juga ditrima di Metro. Yap, Selamat ya buat klian semua :)
_____________________________________________________

Senin, 22 Desember 2008

Azka Voice Kembali Bertemu untuk Berpisah

Setelah dua tahun vakum karena kesibukan koas, Azka voice berkumpul kembali hari ini. Sayangnya, pertemuan hari ini dilakukan karena kami akan berpisah. Semua personil Azka sudah jadi dokter artinya semua akan kembali ke kampung halaman masing-masing. Untuk bertemu hari ini saja, aku, maul, meli, mbah, dan dhi memaksakan diri untuk kumpul kembali. Mbah malam ini mo balik ke Lampung. Bisa ga bisa, mau ga mau, cuma hari ini kesempatan ketemu. Buat bu dosen Maul, thanx ya udah batalin jadwal ngajarnya hari ini. Kami tentunya mengunakan kesempatan yang kurang dari 2 jam untuk melakukan hal bersama di Madang, Kampus FK Unsri tercinta.

Memory bersama Azka voice adalah salah satu saat berharga buat kami berlima. Grup ini merupakan salah satu pilihan sarana dakwah kami dulu. Walaupun kami juga sering berbeda pendapat, tetapi kalau udah tampil semuanya lebur menjadi satu. Semoga suatu saat nanti kami bisa kumpul kembali, bisa bertemu kembali di tempat terindah di Jannah-Nya. Amin..

Minggu, 21 Desember 2008

Kondangan lagi

Kondangan lagi nih, kali ini ke resepsi pernikahan lince, akhwat FK pertama yang nikah. Padahal kemarin baru aja kondangan ke resepsi uun. Sibuk banget ni, jadwal undangan walimahan numpuk. Wah, temen-temen pada nikah setelah jadi dokter. Seneng banget rasanya.. Baru wisuda bulan okt eh.. di akhir okt udah ada temen seangkatan yang nikah, trus dilanjutin di bulan nov ampe des. Kabarnya bulan jan ada lagi temen yg bakal nikah. He..he.. dahsyat.. Para dokter baru pada nikah. Gosipnya tahun dpn bakal banyak lagi ni yg bakal nikah. Nida sih nunggu undangan aja. Insya Allah, klo waktunya pas aku datang. Barakallah aja buat yang nikah dan yang mo nikah dalam waktu dekat ini. Semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Sabtu, 20 Desember 2008

Nida lulus UKDI. Alhamdulillah :)

Kegembiraan ini terasa melebihi kegembiraan saat kelulusan dokter. Terasa dua kali lipat lebih bersyukur dan menyenangkan.. Alhamdulillah, terima kasih banyak Ya Allah.. Aku bisa lulus UKDI. Padahal, UKDI jauh lebih susah dibanding TO, membuat aku dan temen-temen pesimis. Tapi, ternyata bisa lulus. Karunia Allah itu emang keren. Allah Maha Besar!

Untuk tau hasil UKDI ini aku bela-belain, setelah kondangan dari walimahan uun siang ini, tentunya abis makan dan salaman dengan penganten langsung ngacir ke madang bareng adekku, acan, juga ada mamak dan tika. "Dari pada malam ini ga bisa tidur, mending langsung ke madang abis kondangan, kan kata icon udah bisa di ambil hari ini", begitu pikirku. Aku pun Buru-buru ke ruang Pak Mumun, ambil amplop. Ya Allah, jantungku berdegup kencang saat nerima amplop, untung masih terfiksir dengan baik, ga otomatis copot. Alhamdulillah, terlihat jelas 'LULUS', aku langsung tersenyum senang. :)

Rasa gembira ini juga dirasakan temen-temenku yang lain. Kelompok belajar UKDI-ku "Geng Racer" pada lulus dgn nilai di atas 60%, ada icaw, lince, maul, dhiah, ita w, inggit, serta temen2 lain juga pada lulus yang aku tau, seperti icon, chitra, wiwit dll. Sayangnya, tidak semua temen lulus, ada beberapa yang tidak lulus, semoga masih bersemangat untuk ikut UKDI lagi, masih ada kesempatan untuk memperbaiki, ini kemenangan yang tertunda. Insya Allah tahun depan bakal ada jadwal UKDI lagi, buat temen-temen yang baru wisuda dokter, Selamat mengikuti UKDI. Semoga di UKDI yang mendatang semua temenku yang ikut pada lulus. Amin..

Selasa, 16 Desember 2008

Menjadi dosen di Malaysia mungkinkah? Papa udah buktikan bisa kok

H-1 tes CPNS aku dan lince janjian pergi bareng ke Prabumulih. Sambil nunggu mobil tebengan, aku dan ce ngobrol di ruang tengah rumahku. Tiba-tiba terdengar bunyi klakson motor. “Kayak motor pak pos”, pikirku. Aku pun menerima dua pos. Salah satunya kok ada tulisan Malaka, itukan dari Malaysia. Apa papa diterima ya???? Ternyata bener papa diterima jadi dosen di Pahang. Padahal beberapa hari lalu papa juga dapet panggilan wawancara dari Curtin University, Serawak tanggal 30 des nanti. Rezeki yang datang bertubi-tubi. Aku udah lama lho nunggu pengumuman papa diterima ga, ini hampir satu bulan setelah wawancara di Bandung.

Setelah diskusi dgn semua anggota keluarga, papa akhirnya mengirimkan persetujuan akan mengajar jadi Senior Lecturer mulai tanggal 5 jan 09. Insya Allah setelah kenaikan kelas Acil maka mama dan acil akan menyusul pindah ke Pahang. Tapi bisa juga papa, mama, n acil pindah ke Curtin karena gajinya jauh lebih gede, tp semuanya liat ntar. Kepindahan ini menyusul adek aku yang nomor tiga yg memang udah kuliah di UUM Sintok, Kedah. Walo keputusan papa ini rada lambat dibanding temen2nya yg dari dulu emang udah pada ngajar di Malaysia or Singapura.

Untuk mendapatkan pekerjaan ini, papa melewati perjuangan panjang dgn jg memberdayakan aku. Cara menjadi dosen/lecturer/pensyarah ditempuh kami dengan mengajukan lamaran di sana sini. Gimana caranya:
1. Browsing semua website universiti di Malaysia, cek satu persatu ada lowongan dosen ga. Kalo ada langsung kirim lamaran, CV dll. Nah, lowongan Curtin papa dapet dari sini.
2. Daftar ke job seeker, jadi bakal dapet email lowongan kerja. Papa juga dapet lowongan di Monash dari sini.
3. Rajin liat iklan di kompas. Ada lowongan ga. Alhamdulillah, rezeki Pahang di dapet lewat sini.
Setelah mengirimkan lamaran via online or email or pos, kami menunggu panggilan wawancara dan informasi lainnya via email.

Tapi.... Hiks...hiks...... Trus aku gimana dong???? Aku seneng tapi juga sedih. Karena nasib aku ke depannya gimana jadi ga jelas.

Masak aku ditinggal sendirian di Indonesia, Prabumulih lagi.. Aku kan ga mau jadi PNS Prabu. Mana adik cowok di Bandung udah diterima di Australia,dan juga lagi nunggu pengumuman diterima ga di Tokyo University. Semoga aku bisa kabur dari Prabu. Ada 3 skenario yang terpikir. 1. Semoga aku dapat beasiswa ke Jepang. Amin..., 2. Daftar spesialisasi di pulau Jawa, 3. Nyusul keluarga ke Malay, caranya sekolah di sana or pake ide error yg terlintas di kepalaku, tp kykny jangan deh. Semoga yang nomor satu yang tercapai.. Amin...

Minggu, 30 November 2008

Belajar baca EKG

Awal yang baik, pikirku. Selama 4 hari ini aku mengikuti Pelatihan EKG di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Divisi Cardiologi, mulai pelatihan ekg dasar sampe lanjutan. Ini pertama kalinya aku bisa baca ekg dengan cara yang seharusnya dan benar. Memang sih dulu saat koas pernah diajarin residen gimana caranya. Tapi, asal lewat aja, aku ga terlalu ngerti, paling taunya ini ekg ada T-inverted dll tapi ga tau apa interpretasinya.

Acaranya interaktif dan benar-benar punya konsep step by step. Jadinya para peserta ga terlalu stress buat cepet ngerti. Paling yang mengganggu itu ACnya yang super dingin...Klo kata orang malaysia itu 'sejuk'.. :) Mana aku itu, paling ga tahan AC dingin! Tulang kayak mo remuk, mana kena infeksi sekunder. Bener seperti biasa, lansung aja tonsilitis kronis aku jadi tonlisitis kronis eksaserbasi akut. Hiks.. Dasar Nida payah :P

Dalam ECG Training ini Kami mengawalinya dgn konsep ekg normal. Setelah paham, kami diajarkan ekg yg abnormal tentunya. Sungguh terarah... Tiap hari selalu ada prakteknya mulai praktek memasang ekg (jadi inget koas ni...dlm sehari bisa berkali-kali masangnya) ampe membaca hasilnya. Nah, buat di kelas lanjutan (intermediate) ada pretest dan post testnya. Oya, soal tutornya tentu para dosen-dosen kita di PDL mulai Prof. Ali Ghanie, SpPD-KKV, dr. Taufik, SpPD-KKV, dr. Syamsu, SpPD, dr. Ferry, SpPD, dan dr. Erwin, SpPD (smuanya dari div. Cardiologi)

Sebernarnya aku ga pede buat ikut yang intermediate. Peserta lainnya itu rata-rata jauh lebih tua dan jauh lebih banyak pengalamannya. Mereka ada yang angkatan 1990, 1992, 1993, 1994. Wah, semua udah pada praktek bertahun-tahun dan sebagian besar calon residen PDL Bandingin dengan Nida, baru aja wisuda oktober lalu. Barusan minggu kemaren ikut UKDI. Jauh banget... Paling muda, paling ga punya pengalaman...

Apa yang didapet slm platihan? Aku jadi tahu gmn cr baca ekg. Kayak gini
- Cek Identitas pasien dulu
- Cek EKGnya layak apa ga. Leadnya terbalik dipasng ga? Liat P-wave itu selalu positif di II, dan negatif di aVR
- Kemudian mulai baca EKG. Yang harus di baca itu:
1. Irama
2. Heart Rate
3. Aksis
4. Secara berurutan liat gelombangnya. Mulai P-wave, PR interval, Q-wave, QRS interval, R-wave, S-wave, T-wave, U-wave. Liat ukuran, bentuk, hubungan, normalkah, bahayakah.
5. Interpretasikan EKG sekaligus pikirkan kemungkinan patologinya dimana, caranya inget gmbrn ekgnya dan patofisiologi jantung.
6. Inget EKG itu penunjang so liat juga gejala klinis dan jika perlu lakukan pemeriksaan penunjang lain.

Buat sejawat yang mau ikut Pelatihan EKG. PDL itu biasanya mengadakan pelatihan setiap bulan november tiap tahunnya. Biaya EKG dasar itu Rp 300rb dan Intermediate Rp600rb. Jadi, artinya baru november 2009 akan diadakan lagi. Lengkapnya tanya langsung M'mei aja (Asisten Prof. Ali). Tapi tanggal 19-21 Feb 2009, Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular juga akan mengadakan Pelatihan EKG, biaya Rp 1jt. Jadi, terserah sejawat mo ikutan yang mana, kan nambah ilmu bisa dimana aja. OK!

Ada ebook bagus buat belajar EKG n animasi EKG yg oke buat belajar secara live. Linknya ntar aku kasih di bagian komentar ya :)