Tentu sebagai dokter baru yang telah mendapat STR yang hanya berlaku 5 tahun maka langkah selanjutnya adalah berusaha untuk memperpanjang STR tersebut. Kali ini aku pengen bagi info soal P2KB yang infonya didapat dari milis TS FK Unpad, sumbernya email dari dr. Dyah Waluyo (IDI).
Bagi dokter yang saat ini sudah mendapat STR, maka untuk perpanjangan STR (resertifikasi), tidak ujian tetapi mengikuti program pengembangan pendidikan berkelanjutan P2KB atau continuing professional development (cpd). Tujuan P2KB sebenarnya bukan hanya untuk mendapat SKP tetapi lebih penting adalah menjaga kompetensi kita sebagai dokter.
Untuk CPD ini, dokter diminta mengumpulkan nilai SKP 250 SKP untuk 5 tahun. Namun untuk kali ini boleh 200 SKP saja. Cara ikut CPD : untuk dokter umum daftar ke IDI / BP2KB IDI Cabang atau Wilayah setempat dan bisa juga mendaftar secara online melalui idionline.org kemudian masuk ke BP2KB online or klik di sini. Untuk dokter spesialis, hubungi perhimpunan profesinya yang juga di bawah IDI. Setiap dokter harus mengikuti program ini.
Berbeda dengan CME (continued medical education) yang dulu, untuk nilai SKP tidak hanya dari kegiatan eksternal saja (seminar, simposium, dll) tetapi juga dari kegiatan internal dan pribadi. Kegiatan pribadi adalah kegiatan pembelajaran yang kita lakukan sendiri sebagai dokter, misalnya membaca jurnal, menjawab uji diri, praktik pribadi, dll. Adapun kegiatan internal adalah kegiatan kita sebagai dokter di institusi tempat kerja, misalnya memeriksa pasien di klinik, rs atau puskesmas; mengikuti ronde besar, mengikuti seminar internal di RS, dll. Buku tentang P2KB online bisa baca di sini. Contoh : misal untuk kegiatan memeriksa pasien tanpa intervensi (konsultasi), hitung jumlah pasien TS sebulan. Bila jumlah pasien 1-50/bulan maka ts mendapat 1 SKP per bulan, bila jumlah pasien lebih dari 50 maka ts mendapat skp 2 SKP untuk bulan itu. Jadi dari memeriksa pasien tanpa intervensi setahun s mendapat 12 - 24 SKP. Contah lain dengan mendapatkan 12 SKP dari membaca majalah kedokteran Indonesia (MKI) bisa dengan jalan berlangganan selama setahun. Info klik di sini.
Pendaftaran P2KB bisa secara online klik di sini atau hubungi IDI Cabang atau Wilayah untuk memperoleh informasi tentang hal ini sekaligus mendaftar.
Tampilkan postingan dengan label panduan u/ dokter baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panduan u/ dokter baru. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 Mei 2009
Minggu, 05 April 2009
Cara buat Surat Rekomendasi IDI utk SIP [thanx maul:) udah nolongin]
Salah satu syarat untuk membuat Surat Izin Praktek (SIP) adalah surat rekomendasi dari IDI yang isinya tidak pernah malpraktek dan layak buat mendapatkan SIP. Kacaunya aku itu kerja dari pagi ampe sore dan ga punya waktu buat kabur ke IDI. Alhamdulillah aku punya temen si Maul yang baik banget. Dia mau menolong buat ngurusin surat rekomendasi aku, sekalian pas dia buat juga. Maul itu temenku dari SMA, pernah juga satu kosan dgn aku pas kuliah. Jadi, aku dah kenal lama. Thanx alot ul! :)
Soal menolong ada cerita favoritku tentang salah seorang menantu Rasulullah, Ali bin Abi Thalib ra. Suatu hari terlihat Ali bin Abi Thalib sedang menangis, jadi bertanyalah seorang sahabat Nabi yg melihat beliau menangis, Mengapa kau menangis Ali?. Ali pun menjawab dengan tersedunya, "Aku menangis karena aku belum menolong seorangpun hari ini". Tersentaklah sahabat yang bertanya tadi. "Bagaimana Allah SWT kelak di hari akhir akan menolongku kalau aku tidak menolong hambaNya", lanjut Ali. Pertama kali mendengar kisah ini aku cuma bengong. Aku ga pernah terpikir atau merasa sedih jika belum menolong orang dalam satu hari. Apa selama ini aku terlalu pelit. Apa jangan2 Allah jg akan pelit buat menolongku klo aku tidak pernah menolong orang sekali saja dalam sehari. Banyak sekali pertanyaan yang telintas di kepalaku saat itu.
Membantu, menolong, meringankan orang bukan pekerjaan mudah. Karena terkadang niat kita tidak ikhlas. Berharap suatu saat orang itu/orang lain akan menolong kita juga jika kita kesusahan. Yah..suatu pengharapan rendah.. Pernahkah kita berharap yang lebih tinggi dari itu seperti yang Ali lakukan? Pengharapan bahwa Allah SWT lah yang akan jadi penolong.. Hanya hati kecil kita sendiri yang bisa menjawab pertanyaan itu dgn jujur...
Oya, balik lagi ke judul. Hal-hal yang perlu kita siapkan untuk mengurus surat rekomendasi IDI adalah:
- Datanglah ke kantor IDI setempat. Untuk alumni FK Unsri bisa menemui Pak Edi di TU FK Madang atau bisa temui ayuk di Komed RSMH, bilang aja mo buat surat rekomendasi IDI. Aku dan Maul merekomendasikan langsung aja ke Pak Edi biar dak ribet. CP Pak Edi 810549, telp pas malam b.
- Syaratnya:
1. Isi formulir
2. Fotocopy KTP
3. Fotocopy Ijazah Dokter
4. Fotocopy Sumpah Dokter
5. Foto 3x4 sebanyak 4 lembar
- Untuk dapat surat rekomendasi itu mau ga mau harus jadi anggota IDI dulu. So tepaksa bayar uang bikin kartu IDI (Rp 30.000,-) dan iuran anggota IDI, terserah mau bayar sebulan dulu atau sekalian satu tahun, biayannya bisa ampe ratusan ribu.
Syarat-syarat penerbitan SIP klik di sini
Soal menolong ada cerita favoritku tentang salah seorang menantu Rasulullah, Ali bin Abi Thalib ra. Suatu hari terlihat Ali bin Abi Thalib sedang menangis, jadi bertanyalah seorang sahabat Nabi yg melihat beliau menangis, Mengapa kau menangis Ali?. Ali pun menjawab dengan tersedunya, "Aku menangis karena aku belum menolong seorangpun hari ini". Tersentaklah sahabat yang bertanya tadi. "Bagaimana Allah SWT kelak di hari akhir akan menolongku kalau aku tidak menolong hambaNya", lanjut Ali. Pertama kali mendengar kisah ini aku cuma bengong. Aku ga pernah terpikir atau merasa sedih jika belum menolong orang dalam satu hari. Apa selama ini aku terlalu pelit. Apa jangan2 Allah jg akan pelit buat menolongku klo aku tidak pernah menolong orang sekali saja dalam sehari. Banyak sekali pertanyaan yang telintas di kepalaku saat itu.
Membantu, menolong, meringankan orang bukan pekerjaan mudah. Karena terkadang niat kita tidak ikhlas. Berharap suatu saat orang itu/orang lain akan menolong kita juga jika kita kesusahan. Yah..suatu pengharapan rendah.. Pernahkah kita berharap yang lebih tinggi dari itu seperti yang Ali lakukan? Pengharapan bahwa Allah SWT lah yang akan jadi penolong.. Hanya hati kecil kita sendiri yang bisa menjawab pertanyaan itu dgn jujur...
Oya, balik lagi ke judul. Hal-hal yang perlu kita siapkan untuk mengurus surat rekomendasi IDI adalah:
- Datanglah ke kantor IDI setempat. Untuk alumni FK Unsri bisa menemui Pak Edi di TU FK Madang atau bisa temui ayuk di Komed RSMH, bilang aja mo buat surat rekomendasi IDI. Aku dan Maul merekomendasikan langsung aja ke Pak Edi biar dak ribet. CP Pak Edi 810549, telp pas malam b.
- Syaratnya:
1. Isi formulir
2. Fotocopy KTP
3. Fotocopy Ijazah Dokter
4. Fotocopy Sumpah Dokter
5. Foto 3x4 sebanyak 4 lembar
- Untuk dapat surat rekomendasi itu mau ga mau harus jadi anggota IDI dulu. So tepaksa bayar uang bikin kartu IDI (Rp 30.000,-) dan iuran anggota IDI, terserah mau bayar sebulan dulu atau sekalian satu tahun, biayannya bisa ampe ratusan ribu.
Syarat-syarat penerbitan SIP klik di sini
Langkah selanjutnya setelah tahu lulus UKDI (cara urus STR)
Banyak TS yang menelepon dan sms aku menanyakan gimana caranya mengurus STR setelah pengumuman kelulusan UKDI. Langkah-langkahnya aku tulis per point biar mudah.
1. Pastikan dulu apakah sertifikat kompetensi telah terbit. Sertifikat ini menyatakan klo kita lulus ukdi dan kompeten sebagai dokter serta layak untuk mendapatkan surat tanda register. Cara memastikannya telp ke Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia (KDDKI) ke 021-3140816. Menelponnya setelah jam 11.00 WIB karena sebelum jam itu biasanya tidak ada yang mengangkat, ya berkisar jam 12.00. Biasanya sertifikat terbit berkisar 2-3minggu setelah tanggal pengumuman UKDI.
2. Setelah sertifikat terbit segera ke sekret KDDKI: Jl. GSSY Ratulangi No.29, Menteng, JakPus. Sekretnya itu satu sekret dengan IDI. Di depan kantornya ada Plang IDI Jakarta. Gampang mencarinya, di tepi jalan, di sebelah kiri kita.
3. Sampai di sana masuk ke ruang KDDKI, ambil sertifikat kompetensi dan berkas (formulir yg disi saat daftar ukdi). Tanda tangan di buku pengambilan berkas.
4. Berkas yang diambil bawa ke Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) di Jl. Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru, JakSel. Kantor KKI itu tepat berada di belakang Kantor Depkes. Masyarakat di sana, tahunya kantor Depkes bukan KKI. Tetapi sepanjang jalan mau ke KKI ada plang petunjuk kayak KKI 300m lagi dll. Klo mau tanya, tanyalah dimana kantor Depkes. Setelah itu baru ke belakangnya, or kalo bingung tanya orang di Depkes pasti tahu dimana KKI.
5. Di KKI lengkapi dulu berkas yang kita bawa. Cek kolom-kolom yang belum diisi, biasanya yang belum disi itu kolom nomor sertifikat kompetensi. Isi semua kolom yang masih kosong. Ada baiknya saat kita ke KKI bawa serta foto, legalisir ijazah dan sumpah dokter. Terkadang 3 elemen itu hilang entah kemana. Kalau berkasnya kurang otomatis tidak bisa diproses.
6. Jika telah lengkap maka serahkan berkas. Kemudian kita akan menerima surat tanda terima alias Resi STR (ga makan waktu lama berkisar 5-10menit). STR akan dikirim ke alamat yang tercantum di Resi setelah 1 bulan tanggal Resi terbit.
7. Satu bulan kemudian, kita akan mendapat surat panggilan kki dari kantor pos untuk mengambil langsung Surat Tanda Register (STR) dokter di kantor pos besar di kota kita. Buat di Palembang, ambil di Kantor Pos Merdeka. Untuk ambil STR di kantor pos kita perlu bawa surat panggilan itu dan fotocopi KTP. Masuk aja ke kantor pos, tanya dimana ambil STR, pegawai pos udah paham. Prosesnya ga ribet, tunjukin srt panggilan, ktp, trus ini formulir yg dikasih, tanda tangan, kemudian STR udah ditangan.
Rasanya cukup. Klo kita mengurus sendiri STR kayak langkah2 yang aku sampaikan. STR akan sampai di tangan kita berkisar 1,5-2 bulan setelah pengumuman UKDI. Klo tidak diurus sendiri, bisa juga, tapi bakal lama nunggunya. Ada TS kita di Riau yang sampai detik ini STRnya belum kelar padahal pengumuman UKDI udah sejak bulan desember kmrn. Akan tetapi ada juga TS yang tidak mengurus sendiri STR akhirnya dapat juga 3-4 bulan kemudian setelah pengumuman ukdi. Semua kembali ke TS masing2.
1. Pastikan dulu apakah sertifikat kompetensi telah terbit. Sertifikat ini menyatakan klo kita lulus ukdi dan kompeten sebagai dokter serta layak untuk mendapatkan surat tanda register. Cara memastikannya telp ke Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia (KDDKI) ke 021-3140816. Menelponnya setelah jam 11.00 WIB karena sebelum jam itu biasanya tidak ada yang mengangkat, ya berkisar jam 12.00. Biasanya sertifikat terbit berkisar 2-3minggu setelah tanggal pengumuman UKDI.
2. Setelah sertifikat terbit segera ke sekret KDDKI: Jl. GSSY Ratulangi No.29, Menteng, JakPus. Sekretnya itu satu sekret dengan IDI. Di depan kantornya ada Plang IDI Jakarta. Gampang mencarinya, di tepi jalan, di sebelah kiri kita.
3. Sampai di sana masuk ke ruang KDDKI, ambil sertifikat kompetensi dan berkas (formulir yg disi saat daftar ukdi). Tanda tangan di buku pengambilan berkas.
4. Berkas yang diambil bawa ke Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) di Jl. Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru, JakSel. Kantor KKI itu tepat berada di belakang Kantor Depkes. Masyarakat di sana, tahunya kantor Depkes bukan KKI. Tetapi sepanjang jalan mau ke KKI ada plang petunjuk kayak KKI 300m lagi dll. Klo mau tanya, tanyalah dimana kantor Depkes. Setelah itu baru ke belakangnya, or kalo bingung tanya orang di Depkes pasti tahu dimana KKI.
5. Di KKI lengkapi dulu berkas yang kita bawa. Cek kolom-kolom yang belum diisi, biasanya yang belum disi itu kolom nomor sertifikat kompetensi. Isi semua kolom yang masih kosong. Ada baiknya saat kita ke KKI bawa serta foto, legalisir ijazah dan sumpah dokter. Terkadang 3 elemen itu hilang entah kemana. Kalau berkasnya kurang otomatis tidak bisa diproses.
6. Jika telah lengkap maka serahkan berkas. Kemudian kita akan menerima surat tanda terima alias Resi STR (ga makan waktu lama berkisar 5-10menit). STR akan dikirim ke alamat yang tercantum di Resi setelah 1 bulan tanggal Resi terbit.
7. Satu bulan kemudian, kita akan mendapat surat panggilan kki dari kantor pos untuk mengambil langsung Surat Tanda Register (STR) dokter di kantor pos besar di kota kita. Buat di Palembang, ambil di Kantor Pos Merdeka. Untuk ambil STR di kantor pos kita perlu bawa surat panggilan itu dan fotocopi KTP. Masuk aja ke kantor pos, tanya dimana ambil STR, pegawai pos udah paham. Prosesnya ga ribet, tunjukin srt panggilan, ktp, trus ini formulir yg dikasih, tanda tangan, kemudian STR udah ditangan.
Rasanya cukup. Klo kita mengurus sendiri STR kayak langkah2 yang aku sampaikan. STR akan sampai di tangan kita berkisar 1,5-2 bulan setelah pengumuman UKDI. Klo tidak diurus sendiri, bisa juga, tapi bakal lama nunggunya. Ada TS kita di Riau yang sampai detik ini STRnya belum kelar padahal pengumuman UKDI udah sejak bulan desember kmrn. Akan tetapi ada juga TS yang tidak mengurus sendiri STR akhirnya dapat juga 3-4 bulan kemudian setelah pengumuman ukdi. Semua kembali ke TS masing2.
Minggu, 22 Maret 2009
Yok buat Surat Izin Praktek
Setelah dapat STR tentunya seorang dokter perlu buat surat izin praktek alias SIP. Beberapa minggu yg lalu aq sempet maen ke Dinkes, nanya2 syaratnya.
Syarat penerbitan SIP dokter:
1. Isi formulir, bisa ambil di dinkes kota/kab masing2.
2. Fotocopy KTP
3. Surat keterangan berbadan sehat.
4. Melampirkan surat rekomendasi dari IDI (ntar aq ceritain gmn baiknya maul ngurus srt ini)
5. Pas foto 4x6 dua lembar dan 3x4 dua lembar.
6. Melampirkan sk ptt atau pns, or izin dari atasan buat yg pns/tni/polri
7. Fotocopy STR
8. Materai 6000 satu buah.
Formulir dan persyaratan lengkap sip bisa download di sini
Klo dah lengkap semua persyaratan bisa bawa ke dinkes.
Syarat penerbitan SIP dokter:
1. Isi formulir, bisa ambil di dinkes kota/kab masing2.
2. Fotocopy KTP
3. Surat keterangan berbadan sehat.
4. Melampirkan surat rekomendasi dari IDI (ntar aq ceritain gmn baiknya maul ngurus srt ini)
5. Pas foto 4x6 dua lembar dan 3x4 dua lembar.
6. Melampirkan sk ptt atau pns, or izin dari atasan buat yg pns/tni/polri
7. Fotocopy STR
8. Materai 6000 satu buah.
Formulir dan persyaratan lengkap sip bisa download di sini
Klo dah lengkap semua persyaratan bisa bawa ke dinkes.
Senin, 16 Februari 2009
Cara ambil STR di kantor pos
Hari jumat kemaren pak pos dateng ke rumah menyerahkan surat panggilan KKI untuk mengambil surat tanda register (STR) di kantor pos merdeka. Awalnya, aku suuzhon, pasti bakal telat deh STRnya selesai. Ternyata aku salah, pada resi STRku tertulis tanggal 15 januari yg artinya ambil STRnya tanggal 15 februari. Ontime juga KKI, tanggal 14 februari surat panggilan dateng. Berhubung aku lagi males, jadinya baru hari ini aku ke kantor pos.
Berbekal surat panggilan KKI dan fotocopy KTP sebagai syarat pengambilan STR, aku pun menuju kantor pos. Sesampai di kantor pos merdeka, aku langsung aja nanya ke Pak Satpam, klo mo ambil STR di sebelah mana, sambil nunjukan surat panggilan. Beliau nunjukin agar aku masuk ke pintu di sebelah kiri yg ada tulisan DILARANG MASUK KECUALI PETUGAS, letaknya deket dgn tempat penjualan alat&perlengkapan pos. Di sana kita masuk ke ruang ekspedisi dan harus ketemu dgn Pak Teno. Berhubungan masih bingung tanya aja dgn pegawai yg berseliweran bersama tumpukan surat dan paket pos, sekedar bilang mo ambil STR, trus ditujukin deh arahnya. Prosesnya simpel, tinggal nyerahin surat panggilan KKI dan fotocopy KTP, langsung aja bapaknya nyari STR, trus meminta aku mengisi form. Udah selesai semua bawa pulang STRnya, paling butuh waktu lima menit.
Di dalam amplop itu ada map yang isinya STR asli, 3 legalisir STR, kartu pengenal dokter dari KKI, dan 2 lembar surat yg menerangkan isi amplop dan form untuk memperbaiki STR jika ada kesalahan penulisan pada STR. Dikarenakan pada STR aku ga ada yg salah, si STR langsung masuk lemari buat di simpen untuk nantinya digunain buat ngurus SIP. Trus kartunya masukin ke dompet, lumayan buat nambahi koleksi kartu, kan jadi sok tebel dompetnya. :D
Berbekal surat panggilan KKI dan fotocopy KTP sebagai syarat pengambilan STR, aku pun menuju kantor pos. Sesampai di kantor pos merdeka, aku langsung aja nanya ke Pak Satpam, klo mo ambil STR di sebelah mana, sambil nunjukan surat panggilan. Beliau nunjukin agar aku masuk ke pintu di sebelah kiri yg ada tulisan DILARANG MASUK KECUALI PETUGAS, letaknya deket dgn tempat penjualan alat&perlengkapan pos. Di sana kita masuk ke ruang ekspedisi dan harus ketemu dgn Pak Teno. Berhubungan masih bingung tanya aja dgn pegawai yg berseliweran bersama tumpukan surat dan paket pos, sekedar bilang mo ambil STR, trus ditujukin deh arahnya. Prosesnya simpel, tinggal nyerahin surat panggilan KKI dan fotocopy KTP, langsung aja bapaknya nyari STR, trus meminta aku mengisi form. Udah selesai semua bawa pulang STRnya, paling butuh waktu lima menit.
Di dalam amplop itu ada map yang isinya STR asli, 3 legalisir STR, kartu pengenal dokter dari KKI, dan 2 lembar surat yg menerangkan isi amplop dan form untuk memperbaiki STR jika ada kesalahan penulisan pada STR. Dikarenakan pada STR aku ga ada yg salah, si STR langsung masuk lemari buat di simpen untuk nantinya digunain buat ngurus SIP. Trus kartunya masukin ke dompet, lumayan buat nambahi koleksi kartu, kan jadi sok tebel dompetnya. :D
Senin, 19 Januari 2009
Berbagi Pengalaman Mengambil Sertifikat Kompetensi dan Mengurus STR
Kali ini aku pengen berbagi pengalaman gimana caranya ambil sertifikat kompetensi dan mengurus STR. Prosedurnya cukup sederhana dan mudah.
Hari itu, tanggal 15 Januari, secara mendadak aku pergi ke jakarta. Sesampai di Cengkareng aku langsung naek Damri ke Gambir dan dari sana menuju ke jl. Samratulangi, Menteng, Jakarta Pusat. Tenyata ga terlalu jauh dari Gambir. Setelah berhasil mencari sekretariat Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia yang ternyata satu kantor dengan IDI Pusat. Mencarinya mudah, dipinggir jalan banget di sebelah kiri ada plang IDI. Masuk ke dalam ke sekretariat KDDKI lalu kita ngomong ke ibu/bapak yang di kantor mau ambil sertifikat kompetensi. Lalu beliau akan menunjukkan kotak tulisan nama universitas kita dan menyuruh untuk mengambil sendiri. Aku pun segera mencari berkas beserta sertifikat kompetensi punyaku dan teman-teman yg nitip. Setelah selesai, aku menuliskan nama, tanggal pengambilan, dan paraf di buku tanda pengambilan sertifikat kompetensi dan berkas ukdi.
Setelah itu aku ngacir ke kantor KKI di Hang Jebat III, Kebayoran, Jakarta Selatan, dengan ojek. Sempet muter-muter, nanya sana sini, ternyata kantornya tepat di belakang kantor Depkes, dan dipermudah dengan adanya petunjuk arah di jalan, kayak Konsil Kedokteran Indonesia 200 meter lagi dkk. Sampai di sana ternyata ada kolom yang harus di isi di berkas yang udah aku ambil dari kolegium, yaitu kolom nomor ijazah, dan nomor sertifikat kompetensi. Aku langsung melengkapi 11 berkas yang aku urus. Dari 11 berkas itu hanya berkas aku saja yang diproses untuk mendapatkan resi STR langsung hari itu juga karena peraturannya yang langsung di proses adalah resi STR yang di urus sendiri oleh yang bersangkutan. Sisanya harus menunggu antrian dan baru selesai satu minggu lagi.
Alhamdulilah, aku udah mendapatkan sertifikat kompetensi dan resi STR. Resi ini sebagai bukti kalau kita telah menyerahkan berkas ke KKI untuk proses mendapatkan STR. STR akan dikirimkan ke alamat yang tercantum pada resi STR. Resi STR itu bisa digunakan sebagai tanda pengambilan STR di Kantor Pos Besar Kota masing-masing, satu bulan setelah tanggal resi STR dicetak. Intinya, setelah satu bulan aku harus ke Kantor Pos di Merdeka untuk mengambil STR dengan membawa bukti resi STR.
Nah, temen-temen yang nitip sertifikat kompetensi ke aku. Sertifikatnya bisa diambil di rumah sebelum hari jumat, 23 Januari, ya... sebab hari jumat aku mau pergi lagi.
Hari itu, tanggal 15 Januari, secara mendadak aku pergi ke jakarta. Sesampai di Cengkareng aku langsung naek Damri ke Gambir dan dari sana menuju ke jl. Samratulangi, Menteng, Jakarta Pusat. Tenyata ga terlalu jauh dari Gambir. Setelah berhasil mencari sekretariat Kolegium Dokter dan Dokter Keluarga Indonesia yang ternyata satu kantor dengan IDI Pusat. Mencarinya mudah, dipinggir jalan banget di sebelah kiri ada plang IDI. Masuk ke dalam ke sekretariat KDDKI lalu kita ngomong ke ibu/bapak yang di kantor mau ambil sertifikat kompetensi. Lalu beliau akan menunjukkan kotak tulisan nama universitas kita dan menyuruh untuk mengambil sendiri. Aku pun segera mencari berkas beserta sertifikat kompetensi punyaku dan teman-teman yg nitip. Setelah selesai, aku menuliskan nama, tanggal pengambilan, dan paraf di buku tanda pengambilan sertifikat kompetensi dan berkas ukdi.
Setelah itu aku ngacir ke kantor KKI di Hang Jebat III, Kebayoran, Jakarta Selatan, dengan ojek. Sempet muter-muter, nanya sana sini, ternyata kantornya tepat di belakang kantor Depkes, dan dipermudah dengan adanya petunjuk arah di jalan, kayak Konsil Kedokteran Indonesia 200 meter lagi dkk. Sampai di sana ternyata ada kolom yang harus di isi di berkas yang udah aku ambil dari kolegium, yaitu kolom nomor ijazah, dan nomor sertifikat kompetensi. Aku langsung melengkapi 11 berkas yang aku urus. Dari 11 berkas itu hanya berkas aku saja yang diproses untuk mendapatkan resi STR langsung hari itu juga karena peraturannya yang langsung di proses adalah resi STR yang di urus sendiri oleh yang bersangkutan. Sisanya harus menunggu antrian dan baru selesai satu minggu lagi.
Alhamdulilah, aku udah mendapatkan sertifikat kompetensi dan resi STR. Resi ini sebagai bukti kalau kita telah menyerahkan berkas ke KKI untuk proses mendapatkan STR. STR akan dikirimkan ke alamat yang tercantum pada resi STR. Resi STR itu bisa digunakan sebagai tanda pengambilan STR di Kantor Pos Besar Kota masing-masing, satu bulan setelah tanggal resi STR dicetak. Intinya, setelah satu bulan aku harus ke Kantor Pos di Merdeka untuk mengambil STR dengan membawa bukti resi STR.
Nah, temen-temen yang nitip sertifikat kompetensi ke aku. Sertifikatnya bisa diambil di rumah sebelum hari jumat, 23 Januari, ya... sebab hari jumat aku mau pergi lagi.
Kamis, 18 Desember 2008
Panduan untuk Dokter Baru Lulusan FK Unsri
Akhirnya, semua temen-temen satu angkatan yang dulu lulus bareng S.Ked dengan aku udah resmi lulus jadi dokter kemarin. Alhamdulillah :) Nah, setelah kemarin wisuda ada beberapa hal yang perlu dilakukan.
Pertama, melegalisir ijazah, transkrip, dan sumpah dokter, kalo perlu S.Ked juga. Sayangnya, biasanya paska wisuda hanya boleh melegalisir 10 buah. Tapi ga apa-apa ntar besoknya langsung legalisir lagi. Kan pada mau balik kampung jadi semua urusan sebaiknya diselesaikan segera.
Kedua, setelah dapat legalisir ijazah dan sumpah dokter segera ke depkes alias dinkes propinsi yang pas banget lokasinya berada di sebelah kampus FK madang untuk membuat Bukti Lapor Dokter. Syaratnya 1 ijazah dokter yang telah dilegalisir, 1 sumpah dokter yang dilegalisir, 2 pas foto ukuran 3x4 cm, dan 1 surat permohonan bukti lapor. Contoh surat bisa didownload di sini beserta petunjuknya atau bisa juga didownload di sini.
Ketiga, menyiapkan semua berkas untuk UKDI. Gosipnya mulai 2009 UKDI akan dilaksanakan 6x, dimulai bulan februari, tetapi sampai saat ini belum ada jadwal fix. Info jelas bisa lansung hubungi Komite Bersama UKDI. Telp: 021-3922923 or 021-3908435. Saran aku semua berkas UKDI kirim sendiri aja secara kolektif, ga usah ngandelin Mumun. Uang pengiriman berkas UKDI untuk temen-temen yang pelantikan 10des sudah aku titip ke Peni. So, ga usah sokongan lagi. OK!
Pertama, melegalisir ijazah, transkrip, dan sumpah dokter, kalo perlu S.Ked juga. Sayangnya, biasanya paska wisuda hanya boleh melegalisir 10 buah. Tapi ga apa-apa ntar besoknya langsung legalisir lagi. Kan pada mau balik kampung jadi semua urusan sebaiknya diselesaikan segera.
Kedua, setelah dapat legalisir ijazah dan sumpah dokter segera ke depkes alias dinkes propinsi yang pas banget lokasinya berada di sebelah kampus FK madang untuk membuat Bukti Lapor Dokter. Syaratnya 1 ijazah dokter yang telah dilegalisir, 1 sumpah dokter yang dilegalisir, 2 pas foto ukuran 3x4 cm, dan 1 surat permohonan bukti lapor. Contoh surat bisa didownload di sini beserta petunjuknya atau bisa juga didownload di sini.
Ketiga, menyiapkan semua berkas untuk UKDI. Gosipnya mulai 2009 UKDI akan dilaksanakan 6x, dimulai bulan februari, tetapi sampai saat ini belum ada jadwal fix. Info jelas bisa lansung hubungi Komite Bersama UKDI. Telp: 021-3922923 or 021-3908435. Saran aku semua berkas UKDI kirim sendiri aja secara kolektif, ga usah ngandelin Mumun. Uang pengiriman berkas UKDI untuk temen-temen yang pelantikan 10des sudah aku titip ke Peni. So, ga usah sokongan lagi. OK!
Langganan:
Postingan (Atom)