Tampilkan postingan dengan label Medis dan Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medis dan Sains. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Februari 2011

Seandainya Sperma Manusia Sebesar Ikan Paus

Sekelompok ilmuwan dari The Pitnick Lab, Syracuse University, New York, telah memberi larutan Green Florescent Protein (GFP) pada sperma Drosophila melanogaster. Hasilnya akan tampak seperti kita menyaksikan sebuah balapan mobil formula satu:



MESIN PENGGERAK SPERMA

Besarnya kecepatan sperma tergantung dari panjang ekornya yang disebut dengan Flagellum, semakin panjang flagellum akan semakin cepat ia berenang. Bila dilihat dari anatomi sperma manusia yang rata-rata mempunyai panjang 50-55 µm (mikrometer, 1µm = 0,001mm), maka bagian kepala sperma hanya berukuran 5 µm panjangnya, sedangkan sisanya adalah bagian ekor sebagai penggerak.



BALING-BALING PESAWAT

Pada umumnya kita sering melihat sperma secara vertikal sebagaimana mengamatinya di bawah mikroskop. Hal ini membuat persepsi kita bahwa pola gerakan ekor sperma sama seperti pergerakan ular atau ikan. Gerakan pada ular atau ikan lebih mirip seperti gerakan ekor Cilia (Cillium) yang pola arah gerakannya cenderung menghentakkan dari belakang ke depan (back-forth). Sedangkan bila sperma diamati secara tiga dimensi, maka pola gerakannya akan membentuk seperti baling-baling pesawat terbang (propeler). Pola gerakan inilah yang membuat sperma ngebut seperti mobil balap.



BILA SPERMA SEBESAR IKAN PAUS

Sperma manusia hidup dan bergerak dalam dunia mikro, sehingga akan sulit bagi kita untuk merasakan seberapa "ngebutnya" sperma saat bergerak memburu sel telur. Mungkin akan beda ceritanya bila kita terjun ke dunia mikro atau sperma diperbesar seukuran kita.

Situs The Physics Factbook, menyebutkan bahwa kecepatan gerak sperma tidak pernah konstan dan sangat dipengaruhi oleh fisiologinya dan kondisi lingkungannya. Hal ini seperti munculnya perbedaan yang disebutkan oleh beberapa sumber literatur:

LiteraturKecepatan Sperma
Dennis Bray: Cell Movements. New York: Garland, 1992: 6. 10 µm/s
Joe Kita: "Your Privates: An Owner's Manual." Men's Health Magazine. 11, 2 (March 1996): 90. 17–67 µm/s
Karl Leif Bates: New Breed of Fertility Therapy. Detroit News. 12 February 1996. 56.44 µm/s
Van der Berghl, Marc et al. A first prospective study of the individual straight line velocity of the spermatozoon and its influences on the fertilization rate after intracytoplasmic sperm injection. Human Reproduction. 13, 11 (November 1998): 3103-3107. 0–35 µm/s
R.W. Moore, M.C. Wilson, D.M. Duganzich: Swimming speed and fertilisation rates of ram sperm from high and low prolificacy populations. Proceedings of the NewZealand Society of Animal Production. 45 (1985): 55-58. 144 µm/s
D.F. Katz, H.M. Dott: "Methods of measuring swimming speed of spermatozoa." Journal of Reproductive Fertility. 45, 2 (November 1975): 263-72. 68–162 µm/s

Catatan: 1 µm = 0,001 mm. µm/s = mikrometer per detik

Sebagai titik temunya mungkin akan lebih baik bila kita bayangkan ukuran sperma diperbesar menjadi seukuran ikan Salmon dan ikan Paus. Dengan perbesaran ini mungkin kita akan lebih memahami seberapa cepat sperma itu bergerak.

  • Ukuran fisik sperma manusia rata-rata 55 µm (0,055 milimeter)
  • Ukuran tubuh ikan Salmon (Chinook Salmon) rata-rata 70 cm
  • Ukuran tubuh ikan Paus Sperma (Sperm Whale) rata-rata 19 meter

Rata-rata kecepatan sperma yang ukuran tubuhnya hanya 55 µm adalah 35 µm/s (35 mikrometer per detiknya)

Seandainya ukuran sperma manusia sebesar ikan Salmon (70 cm), maka kecepatan gerak sperma manusia akan mencapai 45 cm per detiknya.

Seandainya ukuran sperma manusia sebesar ikan Paus (19 meter), maka kecepatan gerak sperma manusia akan mencapai 27 meter per jam, atau bisa bergerak sejauh 12 meter untuk setiap detiknya.


SIMPANSE, GORILA, MANUSIA, SIAPA CEPAT?

Sekelompok ilmuwan dari University of California, San Diego, yang dipimpin oleh Prof. Michael Berns, telah melakukan penelitian kecepatan sperma lintas primata yang membandingkan antara sperma manusia, Simpanse, Gorila, dan monyet Macaque. Hasilnya, sperma Simpanse dan monyet Macaque berada di posisi teratas lebih cepat dan lebih kuat dibandingkan sperma manusia. Sedangkan sperma manusia hanya lebih unggul lebih cepat dan lebih kuat dari sperma Gorila.



Nah, mungkin anekdot yang tepat untuk menggambarkan hal ini adalah, semakin besar tubuh semakin lambat gerakan spermanya, hehehe... Jadi, bagi ibu-ibu yang memiliki suami bertubuh kecil harus bangga karena siapa tahu kualitas sperma lebih baik dan lebih cepat dibandingkan suami yang badannya seperti binaraga.



SUMBER:

Jumat, 18 Februari 2011

Kriteria Sperma Yang Sehat


Sperma yang sehat tergantung dari struktur anatominya, serta kuantitas dan kualitasnya. Namun bukan berarti faktor-faktor ini sebagai nilai mutlak untuk menentukan kesuburan pada pria, karena ada faktor-faktor lain yang juga berpengaruh terhadap kesuburan pria, di antaranya kesehatan mentalnya.


ANATOMI SPERMA YANG SEHAT

Biasanya untuk menguji kenormalan bentuk sperma ini, digunakan metode Krueger Strict Sperm Test. Anatomi sperma yang normal tampak seperti di bawah ini:


Sperma dikatakan berbentuk abnormal bila terdapat cacat pada organ-organ seperti yang disebut dalam gambar. Batas toleransi seorang pria dikatakan punya sperma normal adalah sperma berbentuk normal minimal sebanyak 15% per ml sekalipun 85% sisanya adalah sperma berbentuk abnormal.

Pada kasus tertentu, ditemukan beberapa pria mengalami ketidaksuburan karena memiliki sperma yang mayoritas berbentuk tidak normal. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai Teratozoospermia.


KUANTITAS SPERMA YANG SEHAT

Biasanya terdapat pengkategorian kuantitas sperma dalam pemeriksaan tes sperma di laboratorium:

  • Jumlah sperma yang normal mencapai lebih dari 20 juta per ml.
  • Jumlah sperma yang kurang dari 20 juta per ml biasanya akan dikategorikan sperma dengan kuantitas yang kurang.
  • Bila jumlah sperma kurang dari 10 juta per ml, maka dikategorikan "sangat kurang". Kondisi ini dalam istilah medis disebut sebagai Oligospermia.
  • Beberapa kasus bahkan ditemukan pria yang tidak punya sperma sama sekali yang dalam istilah medis disebut sebagai Azoospermic.


KUALITAS SPERMA YANG SEHAT

Perjalanan sperma untuk bertemu dengan sel telur merupakan sebuah perjuangan yang panjang dan berat. Mungkin mirip dengan perjalanan ikan Salmon dari tepi pantai menuju danau untuk bertelur dengan melalui jalur sungai yang berliku. Dalam perjalanan inilah kualitas sperma diuji.

Tak cukup dihadapkan pada perjalanan panjang dan berliku yang harus dihadapi sperma, sesaat setelah sperma berhasil menemukan sel telur, ia pun harus berlomba-lomba bersaing ketat dengan sperma-sperma lainnya yang jumlahnya berjuta-juta. Sperma yang menang adalah sperma yang mampu untuk menembus beberapa lapisan benteng sel telur seperti di antaranya benteng pertahanan Cumulus oophorus dan Zona pellucida.

Lapisan-lapisan benteng sel telur yang harus ditembus oleh sperma

Pergerakan sperma atau kemampuan sperma untuk bergerak dalam mencari dan berburu sel telur, disebut sebagai "Sperm Motility". Nilai Motility yang ditoleransikan di atas 50%.

Berdasarkan kriteria WHO, pergerakan sperma terbagi dalam empat kelas:

  • Grade "A" (Fast Progressive): sperma yang bergerak maju dengan lurus dan cepat, mirip seperti misil yang meluncur.
  • Grade "B" (Slow Progressive): sperma yang bergerak maju namun tidak lurus utuh, terkadang berkelok, serta pergerakannya lambat.
  • Grade "C" (Non Progressive): sperma yang ekornya bergerak-gerak, namun ia tidak bergerak maju, terkadang tampak berputar-putar saja.
  • Grade "D" (Immotile): sperma tidak bergerak sama sekali.

Sperma kelas "C" dan "D" adalah kelas sperma yang berkualitas jelek, dalam istilah medis disebut sebagai Asthenospermia. Kondisi lebih banyak diakibatkan oleh Testis yang memproduksi sperma yang berkualitas rendah, sehingga ia tidak cukup mampu untuk melakukan perjalanan mencari sel telur ataupun untuk penetrasinya.


Silahkan [klik di sini] untuk melihat contoh pemeriksaan laboratorium untuk uji sperma.

Minggu, 13 Februari 2011

Kaitan Ovulasi dan Penentuan Jenis Gender Bayi

Dua sperma sehat yang masing-masing membawa kromosom gen laki-laki (Y) dan perempuan (X), dan satu sperma dengan kelainan Chromosome Aneuploidy (YX). Dalam foto ini, kromosom X berwarna kuning, kromosom Y berwarna hijau, kromosom 21 berwarna merah.


Adakah kaitan ovulasi dengan penentuan gender bayi? Terdapat sebuah keterkaitan antara hari ovulasi dengan jenis gender bayi yang akan dihasilkan bila terjadi pembuahan (hubungan seksual):

  • Bila pasangan melakukan hubungan seksual 2-3 hari sebelum hari ovulasi, maka kemungkinan besar akan mendapat bayi perempuan.

    Menurut Toni Weschler dalam bukunya, "Taking Charge of Your Fertility", menyebutkan bahwa normalnya, sperma dapat bertahan hidup selama 3-5 hari di dalam tubuh wanita. Sehingga bila sperma sudah berada di dalam tubuh wanita 3 hari sebelum ovulasi, kemungkinan untuk hamil masih bisa terjadi.

    Pada 2-3 hari sebelum ovulasi (masa praovulasi), biasanya vagina dan leher rahim dalam kondisi lebih banyak asam. Sedangkan sperma berkromosom laki-laki (Y) sangat rentan dengan kondisi asam sehingga ia akan lebih cepat mati (dibandingkan sperma berkromosom perempuan (X)) di tempat tersebut sebelum mereka mencapai tuba falopi di mana sel telur matang menunggu untuk dibuahi. Oleh karena itu, setelah hari ovulasi tiba, konsentrasi kelompok sperma akan lebih didominasi oleh sperma berkromosom perempuan (X) yang akan membuahi sel telur matang.

  • Bila hubungan seksual dilakukan 24 jam sebelum ovulasi hingga 12 jam setelah ovulasi, maka kemungkinan besar akan mendapatkan bayi laki-laki.

    Pada hari ovulasi tiba, vagina dan leher rahim dalam kondisi sedikit asam dan licin berlendir, hal ini memperbesar peluang sperma berkromosom laki-laki (Y) untuk hidup lebih lama dan bergerak lebih mudah menembus vagina dan leher rahim hingga bisa tiba di tuba falopi.


Image courtesy by Andy Wyrobek/Lawrence Berkeley National Laboratory,
taken from: www.environmentalhealthnews.org


ARTIKEL TERKAIT:

Rabu, 02 Februari 2011

Ovulasi (Ovulation)

Photo: "Scanning electron micrograph of the ovulation". Courtesy by www.sciencephoto.com
Magnification: x177 at 6x7cm size. Magnification: x255 at 4x5 inch size.


Ovarium (Ovary) di dalam sistem reproduksi wanita, bisa disebut sebagai "pabriknya" sel telur. Di dalamnya terdapat kantung Follicle yang darinya sel telur akan ditelurkan. Kantung follicle mengandung satu sel telur saja. Saat sel telur sudah mencapai kematangan, kantung follicle tersebut kemudian pecah dan mengeluarkan sel telur yang matang tersebut, inilah yang dimaksud dengan proses Ovulasi.

Momen ovulasi dapat dikatakan sebagai masa kesuburan untuk mendapatkan kehamilan, karena di masa ovulasi ini akan kita dapati sel telur matang yang siap dibuahi oleh sperma.

Menurut Dr. R. T. Geirsson dalam artikelnya, "Ultrasound instead of last menstrual period as the basis of gestational age assignment", menyebutkan bahwa secara normalnya, jarak antara hari terakhir menstruasi dengan hari ovulasi rata-rata 14,6 hari. Namun bila dikaitkan dengan kemungkinan adanya menstruasi yang tidak teratur atau lebih dini, maka diprediksi jarak hari terakhir menstruasi dengan hari ovulasi berada pada rentang 8,2 - 20,5 hari.

Mungkin anda bisa mencoba Kalkulator Hari Subur untuk mengukur kapan hari ovulasi anda terhitung sejak hari terakhir menstruasi anda, silahkan [klik di sini].

Photo courtesy by A.D.A.M. Inc.

Seorang dokter di Brussel, Belgia, sempat memfoto proses pelepasan sel telur matang (ovulasi) di saat ia sedang melakukan operasi Hysterectomy pada seorang wanita berusia 45 tahun. Untuk pertama kalinya proses ovulasi dapat secara jelas terlihat dalam foto ini, dan tak hanya itu saja, proses ovulasi ini ternyata memakan waktu sekitar 15 menit. Berikut foto-foto yang memperlihatkan dengan jelas proses ovulasi tersebut:


Sel telur matang (disebut juga ovum, oocyte, atau female gamete) yang sudah dirilis oleh kantung follicle, kemudian akan bergerak menuju Tuba Falopi, tempat di mana sel telur tersebut akan dibuahi oleh Sperma. Sel telur matang tersebut hanya bisa bertahan hidup 1-2 hari (atau 12-48 jam), bila tidak dibuahi oleh sperma maka ia akan ikut melebur dalam keluarnya menstruasi. Tetapi bila ia dibuahi oleh sperma, maka ia akan berjalan menuju rahim (uterus) untuk ditanam (implantation) pada lapisan rahim, implantasi ini biasanya terjadi antara 6-12 hari setelah ovulasi.

Bukankah ovarium itu ada dua di sisi kanan dan kiri, lalu yang mana yang biasanya terjadi ovulasi? Biasanya terjadi secara acak (random), terkadang bergantian, normalnya tidak dua-duanya saling ovulasi secara bersamaan. Hingga kini masih belum diketahui secara pasti bagaimana kedua ovarium tersebut saling berkoordinasi untuk tidak berovulasi secara bersamaan.

Namun pada kasus tertentu, kedua ovarium di kanan dan kiri sama-sama berovulasi, bila hal ini terjadi maka kemungkinannya akan menghasilkan dua sel telur matang yang dibuahi oleh sperma yang berbeda di masing-masing tuba falopi kanan dan kiri, yang kemudian kedua sel telur tersebut akan ditanam pada rahim secara bersamaan. Inilah yang kemudian dikenal sebagai janin saudara kembar yang tidak identik atau Fraternal Twins.

Apa yang dimaksud dengan "Kembar Identik" (Identical Twins)? Berbeda dengan kasus "saudara kembar", kasus kembar identik bersumber pada satu sel telur yang telah dibuahi sperma yang sama, setelah terbentuk zygote, ia kemudian membelah diri menjadi dua atau lebih embrio.

Minggu, 30 Januari 2011

Ketidaksuburan Pada Wanita : FAKTOR RESIKO


Artikel sebelumnya telah dibahas tentang pemahaman dasar sistem reproduksi wanita dan apa yang menyebabkan ketidaksuburan pada wanita. Untuk kali ini akan diuraikan faktor-faktor yang beresiko timbulnya ketidaksuburan (infertilitas) pada wanita.

Sumber artikel : ditranslasikan dari "Infertility in Women" - The New York Times
Photo courtesy by Sean Fisher - "Unconditional"
Image courtesy by A.D.A.M., Inc.


FAKTOR-FAKTOR RESIKO KETIDAKSUBURAN

Di Amerika Serikat sekitar 10% wanita yang berusia 15-44 tahun atau sekitar 6,1 juta wanita, memiliki permasalahan mendapatkan kehamilan.


Resiko Usia

Kesuburan seorang wanita akan terus menyusut seiring dengan pertambahan usianya. Ketidaksuburan pada wanita dimulai ketika rata-rata mencapai usia pertengahan 30 tahunan, dan secara cepat ketidaksuburannya mencapai klimaks di akhir usia 30 tahunan.

Seiring dengan bertambahnya usia, maka ovarium akan semakin sedikit memproduksi sel telur. Selian itu, kualitas sel telurnya sudah mulai berkurang dibandingkan dengan kualitas wanita berusia muda.

Perempuan yang lebih tua memiliki resiko lebih tinggi untuk memproduksi sel telur dengan kelainan kromosom, di mana hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran dan kelahiran cacat. Perempuan yang lebih tua juga lebih cenderung memiliki masalah kesehatan yang dapat mengganggu kesuburan reproduksi.


Resiko Berat Badan

Meskipun sebagian besar hormon Estrogen wanita diproduksi di dalam ovariumnya, 30% di antaranya diproduksi oleh sel lemak yang mengubah hormon pria yang telah dihasilkan oleh kelenjar Adrenal menjadi Estrogen. Karena keseimbangan hormonal yang normal sangat penting untuk proses fertilitas, maka berat badan yang ekstrim tinggi atau rendah dapat menjadikannya berkontribusi besar terjadinya ketidaksuburan.

Wanita dalam kondisi berat badan yang berlebihan atau obesitas, di mana kadar lemaknya 10-15% di atas normal, dapat berkontribusi timbulnya ketidaksuburan dengan melalui beberapa cara. Obesitas juga berkaitan erat dengan penyakit Polycystic Ovarian Syndrome atau PCOS (lihat penjelasannya pada artikel sebelumnya) yang menyebabkan ketidaksuburan pada wanita.

Begitu pula bila seorang wanita dalam kondisi berat badan rendah di mana kadar lemak tubuh 10-15% di bawah normal, dapat secara utuh mematikan proses reproduksi.

Resiko-resiko berat badan lainnya yang dapat beresiko menimbulkan ketidaksuburan pada wanita:

  • Wanita yang punya masalah dalam pola makan seperti mengidap Anorexia atau Bulimia.
  • Wanita berkalori sangat rendah atau melakukan diet yang ekstrim ketat, khususnya ketika mereka mulai menunjukkan gejala ketidakaturan dalam siklus menstruasinya.
  • Wanita vegetarian yang terlalu ketat pembatasannya mungkin akan punya kesulitan tubuhnya menyerap nutrisi-nutrisi yang sangat penting seperti Vitamin B12, Zinc, Zat Besi, dan Folic Acid.
  • Wanita yang berolahraga dengan beban tuntutan harus memiliki tubuh yang ramping yang ditambah dengan beban latihan yang tinggi frekuensinya.


Resiko Merokok

Merokok dapat mengganggu ovarium wanita dan berkontribusi kepada penurunan produksi sel telur. Beberapa studi penelitian banyak yang menunjukkan wanita-wanita perokok cenderung untuk menopose lebih dini dibandingkan dengan wanita-wanita tidak perokok.


Resiko Alkohol dan Kafein

Konsumsi minuman keras beralkohol dan mengandung kafein yang tinggi dapat pula berkontribusi terjadinya ketidaksuburan pada wanita.


Resiko Polusi dan Limbah Lingkungan

Efek samping limbah kimiawi seperti herbisida, pestisida, dan polusi industri, dapat menyebabkan terjadinya ketidaksuburan pada wanita. Bahkan pria dan anak perempuan pun dapat pula beresiko menjadi tidak subur olehnya.

Beberapa bahan kimiawi berpotensi membuat hormon-hormon reproduksi menjadi abnormal atau tidak berfungsi. Seperti di antaranya Phthalate ester, bahan kimiawi untuk pembuatan plastik lembut, penggunaannya saat ini terus diawasi dengan ketat karena telah diketahui punya kemampuan untuk melemahkan hormon-hormon dalam tubuh.


Resiko Stres

Syaraf-syaraf pentranmisi (Neurotransmitters) yang bekerja di dalam kelenjar Hypothalamus, bertugas mengendalikan hormon reproduksi dan hormon stres. Sekalipun secara signifikan stres berpengaruh pada kesuburan atau proses perawatan kesuburan, masih dalam perdebatan, tetapi tidak disangsikan lagi kadar hormon stres yang mencapai jumlah yang parah atau ekstrim dapat berpotensi mematikan menstruasi pada wanita.

Kelenjar Hypothalamus termasuk organ yang sangat kompleks di otak manusia yang banyak memainkan peranan penting dalam metabolisme tubuh. Gangguan pada kelenjar Hypothalamus dan Pituitary dapat berpotensi meningkatkan gangguan sakit kepala.


ARTIKEL TERKAIT :

Ketidaksuburan Pada Wanita : PENYEBABNYA


Pada artikel sebelumnya, sudah diuraikan tentang pengetahuan dasar sistem reproduksi pada wanita secara normal. Masih bersumber dari artikel The New York Times, uraian kali ini membahas tentang sebab-sebab munculnya ketidaksuburan dalam reproduksi pada wanita.

Sumber artikel : ditranslasikan dari "Infertility in Women" - The New York Times
Photo courtesy by Sean Fisher - "Unconditional"
Image courtesy by A.D.A.M., Inc.


SEBAB-SEBAB

Banyak sekali kondisi medis yang berkontribusi pada munculnya ketidaksuburan (infertilitas). Kondisi psikis bisa jadi memicu kondisi medis yang buruk, sehingga secara tidak langsung menyebabkan pula ketidaksuburan. Banyak dari kasus-kasus yang memperlihatkan ketidaksuburan disebabkan secara mendasar oleh ketidaknormalan dalam kondisi medis. Gangguan-gangguan ini dapat merusak organ-organ penting sistem reproduksi seperti dapat merusak Tuba Falopi, mengganggu proses ovulasi, atau menyebabkan komplikasi hormonal.


Pelvic Inflammatory Disease (PID)

Pelvic inflammatory disease (PID) atau radang panggul, merupakan penyebab paling banyak di dunia ketidaksuburan pada wanita. Terdapat banyak macam dari penyakit PID dengan sumbernya bakteri yang bermacam pula, telah mengganggu kondisi kesehatan dari organ-organ reproduksi, appendix (usus buntu), serta bagian-bagian dari organ usus besar yang berada di area panggul wanita. Area yang paling rawan terkena infeksi adalah di area Tuba Falopi, tempat di mana sel telur matang ditanam untuk dibuahi oleh sperma yang dalam kondisi tertentu disebut sebagai Salpingitis.

Organ-organ sekitar reproduksi pada wanita


Gangguan Salpingitis


Penyakit PID kemungkinan banyak ditimbulkan oleh kondisi yang berbeda-beda hingga menyebabkan munculnya infeksi, di antaranya:

  • Penyakit Seksual Menular (Sexually Transmitted Diseases). Chlamydia trachomatis merupakan organisme yang paling banyak bertanggung jawab terhadap 75% kasus ketidaksuburan pada Tuba Falopi. Sedangkan Gonorrhea menjadi sumber penyebab sisanya.
  • Penyakit Pelvic tuberculosis.
  • Aborsi yang tidak steril (Nonsterile Abortions).
  • Kerusakan/Pecah usus buntu (Ruptured appendix).

Serangan penyakit PID yang parah atau yang berulang-ulang dapat menyebabkan luka/parut (scarring) pada jaringan organ reproduksi, penumpukan abses, dan kerusakan pada Tuba Falopi yang pada akhirnya menjadi penyebab ketidaksuburan pada wanita. Sekitar 20% wanita yang mengidap gejala penyakit PID berujung pada ketidaksuburan.

Penyakit PID juga secara signifikan telah meningkatkan resiko terjadinya Kehamilan Ektopik (Ectopic Pregnancy), yaitu janin berkembang atau diimplantasi bukan pada tempatnya di rahim tetapi di saluran Tuba Falopi. Tingkat keparahan dari infeksi (bukan pada jumlah banyaknya infeksi) menjadi resiko terbesar dari ketidaksuburan pada wanita.


Ectopic Pregnancy (image courtesy by Reinier de Graaf)


Endometriosis

Endometriosis adalah sebuah kondisi dimana sel-sel yang seharusnya tumbuh untuk melapisi rahim tetapi ia tumbuh berkembang di luar rahim, bisa pula tumbuh di area ovarium. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan seorang wanita untuk bisa hamil.

Sekitar 30% kasus-kasus ketidaksuburan disebabkan oleh Endometriosis. Dapat dikatakan jarang Endometriosis hingga menyebabkan ketidakmampuan hamil secara total atau mutlak. Namun bagaimanapun juga Endometriosis punya kontribusi untuk membantu terjadinya hal tersebut.

Endometriosis adalah suatu kondisi non-kanker di mana sel-sel yang biasanya melapisi rahim (endometrium), tetapi malah juga tumbuh di bagian tubuh lainnya (warna merah), menyebabkan nyeri dan pendarahan yang tidak teratur.

Sel-sel yang tumbuh di luar lapisan rahim akan membentuk Kista Endometrial yang akan menyebabkan ketidaksuburan melalui beberapa kondisi:

  • Jika pertumbuhannya muncul di saluran Tuba Falopi, maka ia akan menghalangi jalan masuknya sel telur matang.
  • Jika pertumbuhannya muncul di ovarium, maka ia akan menghalangi dirilisnya atau dilepaskannya sel telur dari ovarium.
  • Penyakit Endometriosis yang parah pada akhirnya akan membentuk rangkaian luka atau parutan pada jaringan organ antara ovarium, tuba falopi, dan rahim, sehingga dapat menghalangi transfer sel telur menuju tuba falopi.


Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) adalah sebuah kondisi di mana ovarium terlalu banyak memproduksi hormon Androgen (hormon-hormon kelaki-lakian), khususnya hormon Testosterone. Sebanyak 6% wanita mengalami kasus PCOS ini. Selain itu PCOS berdampak pula dengan munculnya amenorrhea atau oligomenorrhea (menstruasi yang tidak teratur atau kehilangan siklus menstruasi).

Bila ovarium terlalu banyak memproduksi hormon-hormon androgen (seperti testosterone), maka wanita tersebut akan tumbuh kembang dengan karakteristik kelaki-lakian. Gejala kecenderungan perubahan ini dikenal pula dengan istilah Virilization. Kecenderungan ini dapat pula berdampak pada pola perkembangan bulu-bulu rambut pada tubuh, muncul amenorrhea (kehilangan siklus menstruasi), hingga perubahan dalam bentuk tubuh. Ketidakseimbangan pada ovarium ini dapat menyebabkan tumor pada ovarium atau kelenjar adrenal, atau yang disebut penyakit Polycystic Ovarian.


Seorang wanita dalam kondisi PCOS, produksi hormon-hormon androgen meningkat tinggi saat kondisi hormon LH dalam kadar tinggi sedangkan hormon FSH dalam kadar rendah. Sehingga kantung-kantung Follicles yang ada di ovarium menjadi terhalangi untuk memproduksi sel telur matang.

Karena tidak bisa memproduksi sel telur matang, kantung-kantung Follicle menjadi membengkak dipenuhi dengan cairan hingga membentuk Kista. Setiap kali sebuah sel telur terperangkap dalam kantung Follicles, kista-kista lainnya terbentuk pula dan ovarium pun menjadi membengkak, terkadang hingga mencapai seukuran sebutir buah anggur. Tanpa adanya proses ovulasi, maka hormon progesteron pun menjadi tidak lagi diproduksi, sedangkan hormon estrogen dalam kondisi tetap normal.

Jumlah kadar hormon-hormon Androgen yang tinggi (hyperandrogenism) dapat pula menyebabkan obesitas, tumbuhnya bulu-bulu pada wajah wanita (sebagaimana pada pria), munculnya jerawat, namun tidak semua wanita yang mengidap PCOS mengalami gejala-gejala tersebut.

PCOS juga menimbulkan resiko tinggi terhadap resistensi insulin yang diasosiasikan dengan Diabetes Tipe 2. Hampir setengah pasien wanita pengidap PCOS kedapatan juga mengidap Diabetes.


Premature Ovarian Failure (Menopose Dini)

Premature Ovarian Failure (ovarium yang prematur) adalah penipisan dini kantung-kantung Follicle sebelum usia 40 tahun yang dalam banyak kasus cenderung mengarah kepada menopause dini. Kasus ini sedikitnya telah mempengaruhi 1% wanita dan biasanya diawali dengan menstruasi yang tidak teratur yang mungkin terus berlanjut selama bertahun-tahun.

Dalam kondisi ini, kadar hormon FSH berada dalam kondisi yang tinggi sebagaimana memasuki masa-masa transisi menuju menopose (Perimenopause). Kegagalan ovarium yang prematur secara signifikan menyebabkan ketidaksuburan, dan wanita-wanita yang mengalami kondisi ini hanya berpeluang 5-10% untuk bisa hamil kembali tanpa melalui perawatan medis fertilitas.

Penyebab munculnya kegagalan ovarium yang prematur di antaranya:

  • Penurunan produktivitas dan kinerja kelenjar Pituitary, kelenjar Thyroid, dan hormon-hormon Adrenal.
  • Kelainan genetik seperti Turner syndrome dan fragile X syndrome.
  • Efek samping terapi kanker seperti radiasi dan kemoterapi.
  • Kegagalan Autoimmune seperti Diabetes Tipe 1, Systemic Lupus erythematosus, Autoimmune Hypothyroidism, penyakit Addison, termasuk beresiko tinggi untuk terjadinya menopose dini.


Uterine Fibroids

Tumor Fibroid jinak yang muncul di rahim umum terjadi pada wanita yang berusia 30 tahunan. Ukuran Fibroid yang besar dapat menyebabkan ketidaksuburan karena rusaknya lapisan rahim akibat terhalangnya saluran Tuba Falopi, atau karena diakibatkan oleh bentuk rongga rahim yang mengalami distorsi bentuk atau perubahan posisi pada leher rahim (cervix).

Pada kondisi tertentu, tumor Fibroid mungkin tidak selalu harus diangkat bilamana tidak menyebabkan nyeri, perdarahan yang berlebihan, atau pertumbuhannya yang pesat (ganas).


Elevated Prolactin Levels (Hyperprolactinemia)

Prolactin adalah sebuah hormon yang diproduksi oleh kelenjar Pituitary di otak, ia berfungsi menstimulasi pertumbuhan payudara dan produksi air susu berkenaan di masa kehamilan. Jumlah kadar hormon Prolactin yang tinggi (dikenal dengan kondisi Hyperprolactinemia), dapat mengakibatkan menekan produksi hormon Gonadotropin sehingga dapat menghambat proses ovulasi.

Hyperprolactinemia pada wanita yang sedang tidak hamil atau yang sedang menyusui, dapat disebabkan karena tidak aktifnya kelenjar Thyroid atau munculnya Pituitary adenoma yaitu tumor jinak yang mengeluarkan hormon Prolactin. Beberapa obat-obatan termasuk kontrasepsi oral dan beberapa jenis obat Antipsychotic, dapat pula memicu tingginya produksi hormon Prolactin.

Sesuatu sekresi atau yang dikeluarkan oleh payudara yang tidak ada hubungannya dengan kondisi saat hamil atau menyusui (yang dikenal dengan Galactorrhea) termasuk tanda-tanda gejala dari tingginya produksi hormon Prolactin dan direkomendasikan untuk segera diperiksakan.


Struktur Bermasalah Menyebabkan Hambatan

Kelainan bawaan (Inborn Abnormalities) pada saluran alat kelamin dapat pula menyebabkan kemandulan. Mullerian agenesis adalah sebuah malformasi (salah formasi) yang spesifik di mana tidak ada vagina atau rahim berkembang. Bahkan dalam kasus-kasus seperti ini, beberapa wanita bisa menjadi ibu dengan menjalani fertilisasi in vitro serta dengan menanamkan sel telur matangnya yang sudah dibuahi pada rahim wanita lain yang bersedia dan mampu untuk menampung kehamilan (surrogate mother).

Pada kondisi tertentu, pelapis (bands) pada parutan jaringan parut yang terikat bersama pasca bedah perut atau panggul atau karena infeksi (adhesions), dapat membatasi pergerakan indung telur (ovarium) dan tuba falopi, sehingga dapat pula menyebabkan ketidaksuburan (infertilitas). Sebagai contoh adalah kasus gejala Asherman (asherman syndrome) yaitu parutan pada rahim yang dapat menyebabkan hambatan (obstructions) dan munculnya amenorrhea kedua. Hal ini mungkin disebabkan karena pembedahan, cedera yang terjadi berulang-ulang, atau faktor-faktor lainnya yang tidak diketahui.


ARTIKEL TERKAIT :

Kamis, 27 Januari 2011

Ketidaksuburan Pada Wanita : PEMAHAMAN DASAR


Berikut uraian tentang ketidaksuburan pada wanita yang saya sadur dari sebuah artikel dari The New York Times yang menurut saya cukup dapat dipahami dengan mudah karena uraiannya yang singkat dan padat. Sesuai sumbernya, maka saya pun membagi-baginya dalam beberapa artikel yang saling terkait, mudah-mudahan bermanfaat...

Sumber artikel : ditranslasikan dari "Infertility in Women" - The New York Times
Photo courtesy by Sean Fisher - "Unconditional"
Image courtesy by A.D.A.M., Inc.


PEMAHAMAN DASAR

Ketidaksuburan atau infertilitas (Infertility) adalah ketidakberhasilan sebuah pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah satu tahun berhubungan seks secara teratur dan tanpa pelindung (kontrasepsi). Baik pada laki-laki atau perempuan, proses fertilitas sangatlah kompleks.

Setiap pasangan punya resiko infertilitas sebesar 10%. Bahkan dalam kondisi yang ideal pun, kemungkinan seorang wanita untuk bisa hamil dalam satu siklus menstruasi hanya sekitar 30%. Saat pembuahan terjadi, hanya sekitar 50-60% kehamilan yang berhasil dalam minggu ke-20. (Ketidakmampuan seorang wanita dalam proses kelahiran hidup dikarenakan ketidaknormalan atau kelainan yang menyebabkan keguguran, hal ini dikenal dengan istilah infecundity)

Sekitar sepertiga dari masalah-masalah infertilitas adalah ketidaksuburan pada wanita, sedangkan sepertiga lainnya berada pada ketidaksuburan pria. Pada beberapa kasus tertentu, ketidaksuburan sama-sama terjadi pada pria dan wanita. Sehingga, penting kiranya masing-masing pasangan untuk dilakukan pemeriksaan dalam waktu yang sama, tidak hanya pada wanita saja.


SISTEM REPRODUKSI WANITA

Organ utama dan struktur dalam sistem reproduksi wanita adalah sebagai berikut:


  • Uterus atau Rahim yang berbentuk seperti buah pir, merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di panggul perempuan antara antara Kandung Kemih (Bladder) dan Usus Bawah/Rendah (Lower Intestine) atau Rectum. Ia terdiri dari dua bagian, bagian tubuh dan leher (cervix).

  • Saat wanita dalam kondisi tidak hamil, bagian tubuh dari rahim berukuran sebesar kepalan tangan, dengan dinding-dindingnya menyusut dan rata terhadap lainnya. Dalam masa kehamilan, dinding-dinding rahim tersebut mengembang seiring dengan berkembangnya janin.

  • Bagian leher rahim (cervix) merupakan bagian terbawah dari rahim. Ia mempunyai sebuah jalur kanal yang menghubungkan antara ruang pada tubuh rahim dengan ruang vagina yang disebut dengan "Os". Os berperan untuk memungkinkan darah menstruasi mengalir keluar dari rahim menuju ruang vagina.

  • Lapisan dalam dari rahim disebut dengan Endometrium. Selama kehamilan, lapisan ini semakin tebal dan menjadi sangat kaya akan pembuluh darah untuk menunjang pertumbuhan janin. Tetapi bila tidak terjadi kehamilan, suplai pembuluh darah dari endometrium menjadi sebuah aliran darah menstruasi. Aliran menstruasi juga mengandung pembuluh darah dan lendir (mucus) dari leher rahim dan vagina.

  • Pada kedua sisi atas ruang tubuh rahim terdapat dua tabung yang disebut Tuba Falopi atau Fallopian Tubes. Masing-masing tabung ini berujung pada organ yang dinamakan Ovarium (ovary).

  • Ovarium merupakan pusat produksi sel telur yang terdiri dari 200.000-400.000 kantung Follicle. Kantung follicle ini berisi material-material yang sangat penting untuk membentuk sel telur matang (Ova).

  • Sel telur yang sudah matang selanjutnya melakukan perjalanan melalui Tuba Falopi menuju ruang rahim untuk berkembang menjadi janin. Fungsi utama dari rahim ini adalah untuk memelihara perkembangan janin hingga kelahiran.


HORMON-HORMON DALAM SISTEM REPRODUKSI

Pusat pengendalian sistem reproduksi manusia berada di otak, yaitu pada Hypothalamus dan Kelenjar Pituitary. Keduanya mengatur reproduksi manusia dengan merilis hormon yang kemudian hormon tersebut memicu organ-organ tertentu untuk melakukan aktivitas tertentu dalam membentuk sebuah sistem reproduksi. Seperti misalnya memicu Kelenjar Thyroid yang ada di tenggorokan untuk memproduksi hormon-hormon pertumbuhan dan metabolisme tubuh.


Pada wanita, terdapat 6 (enam) hormon kunci yang berperan sebagai "pengantar pesan kimiawi" (chemical messengers) yang mengatur sistem reproduksi:

  • Pertama-tama, Hypothalamus merilis hormon Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH).

  • Hormon GnRH selanjutnya menstimulasi (memberikan perintah) Kelenjar Pituitary untuk memproduksi hormon Follicle-Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH). Pada pria, hormon LH tidak diproduksi. Hormon FSH dan LH pada wanita mempunyai peranan penting dalam mengatur masa pubertas, perkembangan seksual, dan fungsi reproduksi.


  • FSH dan LH kemudian memberikan perintah kepada Ovarium untuk memproduksi hormon-hormon yang diperlukan untuk kesinambungan kesehatan dalam sistem reproduksi seperti misalnya Estrogen, Progesterone, Testosterone, dll.


OVULASI

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur matang (Ovu) oleh Ovarium. Sel telur matang tersebut kemudian melakukan perjalanan menuju Tuba Falopi tempat di mana akan dibuahi oleh sperma atau yang dikenal dengan proses Fertilisasi, dan bila sudah dibuahi ia akan berpindah ke rahim (Uterus).

Proses fertilisasi sebenarnya sangatlah kompleks, tergantung akan kondisi sehat tidaknya interaksi antara organ-organ reproduksi dengan hormon-hormon baik pada wanita maupun pria. Selain itu, sistem reproduksi dibatasi pula oleh siklus fase menstruasi pada wanita. Namun demikian, rata-rata 80% pasangan berhasil melakukan fertilisasi dalam rentang waktu satu tahun, 15% di antaranya mampu hamil dalam waktu satu bulan dari usaha pertama mereka. Sekitar 60% pasangan bisa mencapai kehamilan dalam rentang waktu 6 bulan.

Kemampuan seorang wanita dalam memproduksi anak, dimulai setelah ia memasuki masa pubertas dan mulai menstruasi.

  • Seiring dengan dimulainya siklus menstruasi, hormon FSH memberikan perintah kepada kantung-kantung Follicle untuk mematangkan sel telur selama periode 2 minggu sampai ukurannya mencapai tiga kali lipat. Pada akhirnya hanya satu kantung Follice yang akan bekerja selama siklus tersebut.

  • FSH kemudian memberi sinyal kepada satu Follicle yang dominan untuk memproduksi Estrogen yang kemudian untuk dikirimkan melalui pembuluh darah menuju Uterus (Rahim). Setelah tiba di rahim, Estrogen kemudian menstimulasi sel-sel yang ada di lapisan rahim untuk mulai mereproduksi sehingga dinding-dinding rahim menjadi lebih tebal.

  • Jumlah kadar Estrogen mencapai puncaknya sekitar hari ke-14 dalam siklus menstruasi. Pada saat itu, mereka memicu suatu gelombang hingga menyebabkan dirilisnya hormon LH.


LH memainkan dua peranan penting:

  • Pertama, lonjakan jumlah hormon LH pada hari ke-14 telah menstimulasi terjadinya Ovulasi. Kantung Follicle yang dominan akhirnya memecahkan kantungnya lalu melepaskan sel telur matang tersebut untuk dikirimkan ke salah satu saluran Tuba Falopi, setibanya di sana, sel telur kemudian diletakkan untuk proses fertilisasi.

  • LH kemudian memicu kantung Follicle yang sudah pecah untuk berkembang menjadi Corpus Luteum. Corpus Luteum ini kelak akan menjadi sumber pensuplai Estrogen dan Progesteron yang dibutuhkan selama kehamilan berlangsung.



Gambar di atas mengilustrasikan tahapan normal dari perkembangan sel telur di dalam Ovarium.


FERTILISASI

Masa Subur (Fertile Window) normalnya berlangsung selama 6 hari dan dimulai pada 5 hari sebelum ovulasi dan berakhir setelah ovulasi terjadi. Tetapi terkadang dalam beberapa kasus dapat terjadi lebih awal atau terlambat. Untuk menghitung dengan pasti kapan masa subur anda, bisa digunakan dengan bantuan Kalkulator Hari Subur dalam blog ini [klik di sini].

Berikut proses fertilisasi secara singkat:

  • Sperma yang berhasil masuk ke Tuba Falopi bisa bertahan hidup hingga 3 hari. Sedangkan sel telur yang siap dibuahi hanya dapat bertahan hidup 12-24 jam bila tidak dibuahi oleh sperma.

  • Bila sel telur dibuahi oleh sperma, maka dalam 2-4 hari kemudian akan berpindah dari Tuba Falopi ke ruang rahim (Uterus). Sel telur tersebut kemudian ditanam dalam lapisan rahim dan memulai masa inkubasi 9 bulan.

  • Seiring dengan masa inkubasi tersebut, terbentuklah Placenta di area inkubasi. Placenta merupakan sebuah selimut tebal yang membungkus pembuluh-pembuluh darah yang menyalurkan asupan seperti oksigen, nutrisi, dan hormon-hormon bagi perkembangan dan pertumbuhan janin tersebut.


Di dalam placenta, terjadi lalulintas pertukaran nutrisi, ampas, dan gas antara darah ibu dengan darahnya sang janin.

  • Selama kehamilan, Corpus Luteum secara kontinyu terus memproduksi Estrogen dan Progesterone.

  • Bila sel telur tidak dibuahi oleh sperma, maka Corpus Luteum akan mengalami degenerasi (penyusutan) hingga menjadi Corpus Albicans, selain itu jumlah kadar Estrogen dan Progesterone pun mengalami penurunan drastis. Akhirnya lapisan dalam rahim (Endometrium Lining) mengelupas dan memuntahkan darah dan lendir yang dikandungnya yang dikenal sebagai darah menstruasi.



ARTIKEL LANJUTAN :

Senin, 11 Oktober 2010

Haid Itu Bukanlah Kotoran


Menstruasi atau haid adalah meluruhnya zat-zat nutrisi pada dinding rahim karena tidak terjadi pembuahan pada waktu ovulasi sebelumnya. Luruhnya zat-zat nutrisi yang menempel di dinding rahim itulah yang lazim kita sebut sebagai "darah haid".

Jadi, darah haid bukanlah darah kotor (sebagaimana lazimnya anggapan masyarakat), karena darah haid tersebut berasal dari zat-zat nutrisi yang merupakan sumber makanan untuk janin bila terjadi pembuahan.

Adapun terjemahan dalam bahasa Indonesia yang menyebutkan bahwa haid itu adalah kotoran, tampaknya perlu didiskusikan antara ulama dan ilmuwan sehingga terdapat keseragaman penerjemahan yang paling tepat. Berikut ayat al-Quran tersebut:

Pada al-Quran dan Terjemahnya dalam Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Departemen Agama RI (yang tentunya menjadi acuan bagi masyarakat Indonesia), Q.S. al-Baqarah 2:222 tersebut diterjemahkan sebagai berikut:

Dan mereka bertanya kepadamu tentang tentang haid. Katakanlah, "Haid itu adalah kotoran. Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu". Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. [Q.S. al-Baqarah 2:222]

Dalam tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, terjemahan ayat tersebut sebagai berikut:

Mereka bertanya kepadamu tentang mahiid. Katakanlah, "Ia adalah gangguan". Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah bersuci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan mehukai orang-orang yang bersungguh-sungguh menyucikan diri.

Bila kita lihat sebab turunnya ayat (asbaab an-nuzul), ayat tersebut intinya berisi larangan suami-istri melakukan hubungan seks pada saat istri sedang haid. Ayat tersebut turun sebagai jawaban atas pertanyaan sejumlah orang kepada Rasulullah saw. berkaitan dengan kebiasaan pria-pria Yahudi menghindari wanita-wanita yang sedang haid, bahkan tidak makan bersama mereka dan meninggalkan rumah pada saat mereka sedang haid.

Lebih lanjut M. Quraish Shihab dalam tafsirnya menjelaskan bahwa pertanyaan mereka pada hakikatnya bukan tentang apa itu haid, tetapi bagaimana tuntunan Ilahi kepada suami pada saat istrinya sedang haid.

Jawaban di atas sangat singkat tetapi menginformasikan tentang keadaan wanita yang sedang mengalami haid dan bagaimana menghadapi mereka kala itu. Sesaat setelah turunnya ayat ini Nabi saw. menyampaikan maksud jawaban Ilahi ini dengan menyatakan kepada para penanya dan seluruh umat Islam:

"Lakukanlah segala sesuatu (yang selama ini dibenarkan) kecuali hubungan seks" [H.R. Muslim]

Pada terjemahan dalam Tafsir al-Mishbah, mahiid atau haid diterjemahkan dengan "gangguan" bukan "kotoran". Kemudian, kita bandingkan kedua terjemahan tersebut di atas tersebut dengan terjemahan dalam bahasa Inggris berikut:

"They ask you about (intercourse during) menstruation. Say it is a harm, so keep away from women during menstruation and do not approac them untill they are clean..."

Pada terjemahan bahasa Inggris di atas, menstruasi disebut sebagai "harm" yang memiliki makna cukup luas, antara lain: hal yang merugikan, hal yang mengganggu, hal yang membahayakan, dan hal yang mencelakakan.

Bila kita hubungkan dengan penelitian medis, tampaknya terjemahan yang terdapat dalam Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab serta terjemahan dalam Bahasa Inggris di atas lebih mengena.

Ayat tersebut turun dalam konteks pertanyaan sejumlah orang kepada Rasulullah saw. tentang boleh atau tidaknya melakukan hubungan seks saat sedang menstruasi. Kemudian Allah berfirman bahwa menstruasi itu adalah hal yang mengganggu, membahayakan, dan mencelakakan (menyangkut hubungan seks ketika sedang menstruasi/sesuai konteks pertanyaan).

Mengapa Allah SWT. mengatakan bahwa menstruasi itu adalah hal yang mengganggu, membahayakan, bahkan dapat mencelakakan dalam konteks pertanyaan tentang boleh atau tidaknya melakukan hubungan intim saat sedang menstruasi? Jawabannya sebagai berikut:

Alat kelamin wanita menjadi saluran yang menghubungkan rongga perut dengan segala sesuatu yang ada di luar. Lubang vagina langsung terhubung menuju mulut rahim, kemudian terhubung ke kiri dan ke kanan tempat saluran telur.

Saluran telur ini bermuara ke rongga perut. Di dalam perut banyak sekali organ-organ tubuh yang sangat penting dan sangat sensitif, seperti usus, hati, pankreas, dan lain-lain. Bila kuman masuk melalui saluran alat kelamin wanita dan kemudian masuk ke dalam perut, akan menimbulkan infeksi yang sangat berbahaya.


Dalam keadaan normal, saluran ini dilindungi oleh lendir-lendir kental yang ada di dalam mulut rahim sehingga kotoran apa pun tidak akan bisa masuk ke dalam rongga perut. Lendir-lendir yang kental ini berisi banyak sekali sel-sel darah putih yang akan membunuh semua kuman yang lewat.

Nah, pada saat menstruasi, lendir ini tidak diproduksi agar darah menstruasi dapat keluar. Bila lendir tersebut masih ada, darah menstruasi tentunya akan terhambat dan tidak bisa keluar. Artinya, pada waktu menstruasi, sumbatan lendir tersebut akan terlepas. Akibatnya saluran kelamin tidak memiliki pengaman, sehingga sangat rentan terhadap serangan kuman.


Pada waktu menstruasi banyak sekali perlukaan dan pembuluh-pembuluh darah di dinding rahim terbuka. Bila ada kuman-kuman yang masuk, dengan sangat mudah kuman-kuman tersebut akan memasuki rahim karena tidak ada lendir yang menghambatnya.


Kuman-kuman tersebut tidak hanya masuk ke dalam rongga perut, tetapi bisa mencapai seluruh tubuh melalui pembuluh-pembuluh darah yang terbuka dan dengan cepat menyebar ke otak, ke ginjal, ke jantung, sehingga dapat menyebabkan infeksi di seluruh tubuh, bahkan bisa menimbulkan kematian mendadak.

Juga bila ada udara terdorong masuk ke dalam mulut rahim lalu masuk ke dalam pembuluh darah, kuman akan cepat menuju jantung sehingga menimbulkan gangguan jantung. Bila terbawa ke otak, dengan cepat akan terjadi reaksi alergi, atau akan menyebabkan gangguan otak (mengalami kejang-kejang dan diikuti dengan kematian mendadak).

Kita lihat, bahwa medis dan Islam selalu sejalan. Islam mengharamkan hubungan seks suami-istri pada saat menstruasi dan ternyata memang hal itu sangat membahayakan, bahkan dapat mencelakakan istri.

Bila terdapat hal-hal yang sepertinya bertentangan antara medis dengan Islam, hal itu disebabkan oleh sejumlah hal, antara lain:

  • Pertama, ilmu yang dikuasai manusia masih sangat terbatas, belum sampai pada taraf seperti yang tertera dan dijelaskan di dalam al-Quran.

  • Kedua, interpretasi terhadap ayat al-Quran yang kurang tepat.

  • Ketiga, terjadi bias interpretasi dalam penerjemahan al-Quran ke dalam bahasa selain bahasa Arab (seperti contoh penerjemahan ayat di atas ke dalam bahasa Indonesia). Dalam istilah bahasa, hal seperti ini lazim disebut dengan interpretasi lintas budaya (cross culture interpretation). Salah satu faktor penyebabnya adalah karena tidak ditemukan padanan kata yang tepat.


Karenanya, kita harus terus berupaya mencari dan menggali pengetahuan tentang berbagai hal tersebut. Itulah mengapa dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban (bukan hak) dan harus dilaksanakan secara terus menerus.

Wallahu A’lam...

Rabu, 18 Agustus 2010

Doa Indah Nabi Zakaria Yang Merindukan Keturunan


Sekitar 8 kali al-Qur'an menyebut-nyebut nama Zakaria, jadi siapakah Zakaria itu? Ia adalah seorang nabiyullah 'alaihissalaam yang dikenal karena telah diuji dengan kemandulan oleh Allah S.W.T. Ia pun disebut-sebut pula dalam kitab Perjanjian Lama dan Baru kalangan Nasrani serta dalam kitab Tanakh kalangan Yahudi. Apa yang menarik dari kisah Zakaria adalah doanya yang dikabulkan oleh Allah:

"Maka Kami memperkenankan doanya (Zakaria), dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung..."
[Q.S. al-Anbiyaa' 21:90]

Kisah nabi Zakaria yang mendamba keturunan ini Insya Allah bisa menjadi petunjuk bagi pasangan yang mengharapkan yang sama dengan nabi Zakaria.


BERMUHASABAHLAH: APAKAH ANDA LAYAK UNTUK DIBERIKAN KETURUNAN?

Mengabulkan doa adalah perkara yang sangat mudah bagi Allah, jadi tak perlu kita risaukan. Yang perlu kita risaukan adalah apakah kita layak untuk mendapatkannya? Bila ya, maka buktikanlah di hadapan Allah bahwa kita memang pantas untuk dianugerahi keturunan sebagaimana nabi Zakaria telah membuktikan dirinya sebagai hamba Allah yang sholeh:

dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.
[Q.S. al-An'aam 6:85]

Allah Azza wa Jalla sudah memberikan jaminan kepada kita bahwa setiap permintaan (doa) yang dihantarkan kepada-Nya pasti dan pasti akan dikabulkan oleh-Nya:

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu...
[Q.S. al-Mu'min 40:60]

Bahkan dalam suatu hadits, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pernah bersabda, "Sesungguhnya Rabb kalian Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi itu, Maha Malu lagi Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya jika ia mengangkat kedua tangannya kepada-Nya untuk mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong (tidak dikabulkan)."
[H.R. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah]

Nah masalahnya, kita sering melupakan dua hal berkenaan dengan doa kita:

PERTAMA, tergantung dari kandungan doa itu sendiri apakah berisi kemaslahatan ataukah kemudharatan? Allah tidak akan pernah mengabulkan doa yang isinya ditujukan untuk mencelakakan orang yang tidak berhak atau tidak bersalah ataupun malah dapat berakibat buruk bagi yang berdoanya tersebut.

Dari Abu Hurairah berkata bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Do'a seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa". Mereka bertanya: "Apa yang dimaksud tergesa-gesa?" Beliau menjawab: "Dia berkata; 'Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan', lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa". [H.R. Muslim]

Oleh karena itu pastikanlah di hadapan Allah, apa yang menjadi tujuan kita untuk memohon keturunan? Ingatlah, Allah tak akan pernah mengabulkan doa yang memohon keturunan dengan tujuan agar keturunan tersebut meneruskan perbuatan jahat kita, kemaksiatan kita, ataupun kedzaliman kita. Lalu apa yang menjadi tujuan dari doanya nabi Zakaria?

"Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhoi."
[Q.S. Maryam 19:5-6]

Dari ayat tersebut, jelaslah bahwa nabi Zakaria sangat menginginkan keturunan adalah untuk menjadikan mereka sebagai hamba yang diridhoi oleh Allah melalui mewariskan dan melanjutkan tugas kenabiannya dan para nabi dari keturunan nabi Ya'qub pendahulunya.

KEDUA, untuk memperkuat bahwa kita layak untuk mendapatkan keturunan adalah dengan membuktikan ahlak kita di hadapan Allah karena Allah tidak akan pernah mendengarkan doa-doa orang yang dzalim, musyrik, kafir, dan fasik.

Untuk bisa sukses seperti terkabulnya doa nabi Zakaria a.s., maka kita pun sepatutnya berupaya mengamalkan apa yang menjadi ahlak nabi Zakaria a.s. Untuk itu perhatikanlah kelanjutan dari ayat berikut:

"Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami."
[Q.S. al-Anbiyaa' 21:90]

Di dalam ayat tersebut dengan jelas Allah memperlihatkan sifat dan amalan nabi Zakaria a.s. Maka ikutilah petunjuk yang disebutkan dalam ayat tersebut:


1. KEMBALIKAN KESADARAN PADA ASALNYA: SIAPA YANG SEDANG KITA HADAPI

Sebelum kita melangkah lebih jauh, perlu disampaikan satu hal penting yang sangat fundamental yang terlupakan adalah dengan siapa kita berhadapan yang daripadanya kita memohon...

Telah disebutkan oleh Allah bahwa nabi Zakaria dalam menyampaikan permohonannya, ia sampaikan dengan suara yang lembut:

(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.
[Q.S. Maryam 19:2-3]

Bersuara lembut mencerminkan dua hal:
  • Keseganan dan rasa hormat kita terhadap yang diajak bicara;
  • Adanya kasih sayang kepada yang diajak bicara.

Sungguh disayangkan bila dalam melantunkan doa kita kepada Allah masih kalah lembut dengan di saat kita menghadap atasan kita, hal ini berarti kita lebih menghormati atasan kita dibandingkan Allah Ta'ala, naudzubillah...

Sesungguhnya Allah S.W.T. terlah berfirman:

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
[Q.S. al-A'raaf 7:55]

Jadi bagaimana cara kita menyampaikan doa, maka itulah cerminan seberapa besar kita segan kepada Allah, sedangkan Allah lebih menyukai berdoa dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut karena dengan begitu berarti kita telah memperlihatkan di hadapan-Nya bahwa kita benar-benar sedang menghadap kepada Dzat Yang Maha Agung.

Begitupun juga suara yang lembut mencerminkan kasih sayang kita kepada siapa yang kita hadapi sebagaimana kita bersuara lembut kepada anak kita saat mereka masih bayi, atau di saat kita bersimpuh memohon maaf kepada ibu dan bapak kita.

Bila kita mampu dan terbiasa bersuara lembut kepada mereka, maka kita pun harus bisa lebih dari itu di saat kita berdoa kepada Allah S.W.T. karena Allah lebih mencintai orang-orang yang telah menempatkan cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya di atas segala-segalanya:

Katakanlah: "jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. [Q.S. at-Taubah 9:24]



2. BERSEGERALAH UNTUK MELAKUKAN AMAL KEBAIKAN

"Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami."
[Q.S. al-Anbiyaa' 21:90]

Ketika kita disuruh untuk bersegera, maka berarti kita harus memuliakan setiap perbuatan amal kebaikan, yaitu dengan cara menempatkan amal sholeh sebagai prioritas yang paling utama dan paling pertama (didahulukan). Lalu amal kebaikan apa saja yang dimaksud:


a. Bersabarlah dan Jangan Berputus Asa

Di saat kita diseru untuk bersabar, maka berjuanglah untuk terus bersabar jangan sampai kesabaran itu menjadi terkalahkan oleh godaan ketidaksabaran kita. Simaklah sifat sabar yang ditunjukkan oleh nabi Zakaria yang dapat kita ketahui dari redaksi doanya:

Ia (Zakaria) berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban..." [Q.S. Maryam 19:4]


b. Yakinlah dan Jangan Berburuk Sangka

Hingga berusia senja pun, nabi Zakaria tetap bersabar untuk selalu terus berdoa kepada Allah. Bahkan yang menakjubkan dari beliau adalah sepanjang beliau meniti kesabarannya tersebut, ternyata nabi Zakaria tidak pernah merasa kecewa terhadap Allah.

Ia (Zakaria) berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku." [Q.S. Maryam 19:4]

Sikap yang tidak pernah kecewa ini hanya akan ditemukan pada orang yang tetap yakin akan janji Allah dan tidak pernah berburuk sangka kepada-Nya sekalipun yang menjadi jawaban dari Allah tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya.

Sehingga ketika kita dianjurkan untuk yakin kepada Allah dan berbaik sangka kepada-Nya, maka pegang teguhlah keyakinan itu dengan sepenuh hati jangan sampai terkalahkan oleh gangguan keragu-raguan hingga akhirnya kita pun menjadi berburuk sangka kepada Allah karena kecewa terhadap jawaban dari-Nya.


c. Janganlah Memustahilkan Apa Yang Tidak Mustahil Bagi Allah

Nabi Zakaria saat mendengar doanya dikabulkan oleh Allah S.W.T., sempat pula terbersit logika pikirannya yang hampir saja menyebabkan kebahagiaannya kembali hilang:

Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.
[Q.S. Maryam 19:7]

Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua?"
[Q.S. Maryam 19:8]

Karena kita merasa terlalu lama doa kita belum ada jawabannya, maka kita pun akhirnya beranggapan bahwa Allah enggan untuk memperkenankan permohonan kita. Masya Allah... akankah sedemikian putus asanya kita hingga akal sehat kita pun sudah tidak lagi teringat bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah S.W.T.

Inilah pernyataan Allah Ta'ala kepada nabi Zakaria:

Tuhan berfirman: "Demikianlah." Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali."
[Q.S. Maryam 19:9]

Jadi sekalipun kita merasa lama doa kita belum juga ada jawabannya, maka berjuanglah untuk tetap yakin bahwa TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH - Kun faya kun...



3. BERDOALAH DENGAN HARAP DAN CEMAS

Diceritakan dalam al-Qur'an surat al-Anbiyaa’ 21:89, seperti apa nabi Zakaria a.s. berdoa kepada Allah Ta'ala:

Ya Robbi, laa tadzaarnii fardaan, wa anta khoirul waaritsiin
(Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik)

Seperti adanya ungkapan Zakaria kepada Allah, kita pun hendaknya jangan sungkan untuk bercurhat kepada Allah karena Dia adalah sebaik-baiknya tempat untuk mengadu dan memohon pertolongan.

Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui, sehingga ungkapkanlah kekhawatiran kita akan tidak adanya generasi yang meneruskan silsilah keturunan kita sebagaimana yang diungkapkan oleh Zakaria:

Ya Robbi, laa tadzaarnii fardaan...
Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri...

Kalimat doa ini sekalipun singkat namun sarat akan makna. Dalam redaksi kalimat tersebut, kita bisa merasakan ungkapan nabi Zakaria a.s. yang tidak sungkan untuk sepenuh hati mengadukan kegundahan hatinya kepada Allah sekaligus terkandung pula harapan dan permohonan beliau kepada Allah. Mungkin secara panjang lebar dapat diuraikan sebagai berikut:

Ya Tuhanku, sesungguhnya aku takut bila aku harus hidup tanpa keturunan yang meneruskanku (cemas), oleh karena itu janganlah Engkau biarkan aku hidup tanpa keturunan yang akan meneruskanku (harapan).

Jadi satu kalimat doa tersebut mampu mewakili dua perasaan yang terdalam dari nabi Zakaria a.s. yaitu apa yang dalam al-Qur'an disebutkan sebagai harap dan cemas (Roghbah wa Rohbah).

"Maka Kami memperkenankan doanya (Zakaria), dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap (roghbah) dan cemas (rohbah). Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami."
[Q.S. al-Anbiyaa' 21:90]

Dalam kelanjutan ayat tersebut, mengapa yang digunakan adalah kata Roghbah bukan Roja', serta bukan pula Khouf melainkan Rohbah?

Makna Rogbah adalah meminta, merendahkan diri, dan mengharap sepenuh hati dengan penuh kecintaan yang mengantarkan kepada sesuatu yang dicintai. Sedangkan makna Rohbah adalah takut yang menyebabkan seseorang menjauh dari sesuatu yang ditakuti.

Ibnul Qoyyim al-Jauziyah dalam kitabnya Madarijus Salikin menjelaskan bahwa Roghbah lebih bermakna khusus dari Roja' karena Roja' bermakna hanya sebatas keinginan saja, sedangkan Roghbah adalah usaha untuk mendapatkan yang diinginkannya tersebut. Begitupun mengapa yang digunakan adalah Rohbah bukan Khouf, karena Rohbah pun lebih bermakna khusus dari Khouf yang hanya sekadar rasa cemas saja.

Lebih lanjut mengenai Roghbah dan Rohbah ini, silahkan baca artikel "Antara Rasa Harap dan Takut" dari Muhammad Abduh Tuasikal.

Jadi supaya doa kita terkabul, maka kita harus berupaya setotalitas mungkin dalam mengungkapkan rasa harap dan cemas di hadapan Allah. Hal ini bisa dilihat dari firman Allah pada ayat selanjutnya yang menjelaskan bagaimana nabi Zakaria menyampaikan doanya tersebut hingga Allah memperkenankan doanya:

...dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap (roghbah) dan cemas (rohbah)...
[Q.S. al-Anbiyaa' 21:90]

Mengungkapkan kecemasan atau kekhawatiran kita sangatlah penting dan bermanfaat, karena dengan begitu kita telah dengan ksatria mengakui kelemahan kita di hadapan Allah, dan dengan mengakui kelemahan tersebut maka berarti kita pun sekaligus telah memperlihatkan pula di hadapan Allah bahwa kita sangat-sangat membutuhkan pertolongan-Nya. Jadi dalam berdoa kepada Allah, rasa cemas dan harap harus menjadi satu kesatuan yang utuh demi terkabulnya doa kita.

Allah sangat membenci orang yang berlaku sombong, dan di antara ciri-cirinya adalah ketika dalam berdoa kita hanya meminta saja tanpa diiringi permohonan ampun dan maaf serta pengakuan diri bahwa kita ini telah banyak melakukan dosa. Inilah pula yang menjelaskan mengapa dalam setiap berdoa kita selalu dianjurkan untuk beristighfar terlebih dulu.


PENUTUP

Demikianlah yang mampu saya uraikan dengan segala keterbatasan. Kedokteran dan teknologi tidaklah punya kekuasaan apapun untuk mewujudkan "Kehamilan Yang Didamba" karena bukan dari keduanya yang menciptakan melainkan Allah Ta'ala yang menciptakan, yang kemudian menghidupkannya, lalu mematikannya, dan akhirnya membangkitkannya di akhirat kelak.

Jadi, selama kita terus berikhtiar, selama itu pula kita semakin dekatkan diri dengan Allah S.W.T. Saya pun seraya mendo'akan semoga Allah Azza wa Jalla memperkenankan doa-doa para pasangan yang merindukan anak generasi penerusnya yang akan dibanggakan oleh Rasulullah s.a.w. di akhirat kelak.

Amiiin ya Allah ya Rabbal'alamiin...

Sabtu, 14 Agustus 2010

Perangsangan Kecerdasan Janin Dalam Kandungan



DAYA PEMBELAJARAN

Selain merasa, mendengar dan melihat, janin juga membentuk kapasitas belajar dan menghafal, De Casper, meneliti adanya:

  • Perubahan daya menghisap (jempol) bila mendengar suara tertentu.
  • Janin mendapat kenyamanan bila ibu bicara dengan bahasa daerahnya sendiri.

Selain itu peneliti lain, J. P. Lecanuet, melaporkan adanya perubahan denyut jantung janin apabila dia mendengarkan cerita tertentu. Bila mendengarkan cerita yang disukainya, denyut jantung menjadi stabil dan melambat. Tetapi akan meningkat bila mendengar cerita yang tidak disukainya.

Fred J. Schwartz menyatakan bahwa proses pembelajaran janin sudah dimulai sejak dalam kandungan, janin ikut belajar pada trimester kedua dan ketiga, seperti di dalam ruang Amphitheater yang lebih canggih dari kelas mana pun di dunia.

Hal ini mungkin dapat menerangkan bagaimana Imam Syafi'i mampu hafal Al-Qur’anul Karim dan Al-Hadits pada usia 9 tahun, oleh karena lingkungan rahim ibunya selalu disibukkan dengan kedua bacaan mulia tersebut di atas.

Hal yang sama juga mungkin dapat menerangkan mengapa suku Ambon dan Batak mempunyai keterampilan seni suara dan musik yang lebih menonjol dibandingkan dengan suku lainnya di Indonesia, karena musik dan seni suara merupakan suatu kegiatan rutin dalam kehidupan keseharian mereka, dan adanya kebiasaan bahwa ayah atau keluarganya bernyanyi untuk janin di depan kandungan ibunya.

Hal ini juga berkaitan dengan kemampuan orang-orang Afrika terhadap ritme atau nada-nada cepat dalam musik atau seni suara. Kemampuan orang-orang kulit hitam terhadap beat musik yang sukar seperti jazz, reggae atau rock, atau orang Amerika Latin dengan musik Bossanova atau Samba-nya.


KEPRIBADIAN DIRI

De Pietro, 1996, melaporkan hubungan antara aktivitas janin dalam rahim ibunya dengan perilaku pasca kelahiran sebagai berikut:

  • Aktifitas berlebih dengan kecenderungan anak yang irritable (gelisah atau resah).
  • Gangguan tidur dalam rahim dengan gangguan tidur anak.
  • Denyut jantung janin yang cederung tinggi di dalam rahim dengan kurang aktifnya anak.

Stres pada ibu hamil mengakibatkan janin menjadi hiperaktif dalam rahim. Hal ini pun berhubungan dengan kegelisahan anak. Anak pun sangat mudah terkena stres (karena sudah terbiasa sejak di dalam rahim). Suara-suara keras atau nada-nada kemarahan atau pertengkaran orang tuanya pada saat kehamilan juga bisa membuat anak menjadi gagap atau gugup.

Stres ibu hamil, diet yang kurang sempurna, dan racun-racun yang terpapar selama kehamilan bisa mempengaruhi kecerdasan anak.


PERANGSANGAN PRENATAL

Banyak hal yang dapat merangsang janin dalam rahim selain suara musik, suara ibu atau ayahnya, yaitu gerakan, tekanan terhadap rahim, getaran atau cahaya. Janin akan berusaha mengenali, menghafal, dan bereaksi terhadap masing-masing rangsangan tersebut.

Beberapa keuntungan yang didapat dengan keberhasilan merangsang janin di dalam rahim:

  • Meningkatkan kemampuan penglihatan, pendengaran, pengenalan bahasa, motorik, kemampuan untuk tidur lebih baik, kapasitas belajar, ketenangan, bahkan kepercayaan diri pada masa yang akan datang.
  • Biasanya janin lebih aktif setelah persalinan dan lebih berhasil dalam ASI.
  • Hubungan keluarganya yang lebih erat dan sehat.
  • Sarjana Beatrice Manrique melaporkan kecerdasan (IQ - Inteligency Quotient) pada usia 3 tahun 14 angka lebih tinggi pada skala Stanfort Binet.
  • Perkembangan syaraf dan pelaku yang lebih baik pada skala Brazelton.
  • Perkembangan mental dan motorik yang lebih tinggi pada skala Bayley.
  • Mengajarkan pada orang tua tentang pentingnya memberikan lingkungan yang aman, penuh cinta kasih dan menarik bagi janin dalam kandungan untuk kepentingan masa depan janin dan untuk kepentingan orang tua itu sendiri tentunya.
  • Setiap kali otak janin dalam kandungan dirangsang akan terbentuk hubungan syaraf yang baru.


Beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Ibu hamil harus menyadari bahwa proses belajar, menghafal, dan melakukan interaksi sudah dapat dilakukan oleh janin sejak di dalam kandungan.

  • Perangsangan terhadap janin dapat dimulai sejak kehamilan berusia 3 bulan.

  • Ibu hamil harus belajar relaksasi agar terhindar dari stres. Ibu hamil harus menyadari bahwa stres sangat berpengaruh buruk pada janinnya! Buruk dalam pertumbuhan dan perkembangannya, buruk dalam pengembangan kepribadiaan dan perilakunya di kemudian hari.

    Ibu hamil dan suami harus sangat hati-hati dalam memenej suasana kejiwaan dan alam pikir ibu hamil, karena mempunyai interaksi langsung dengan janinnya. Kata-kata buruk, amarah atau kebencian yang diungkapkan akan selalu direkam oleh memori janin.

    Oleh karena itu apabila suami-istri menginginkan keturunan yang berkualitas, harus memulai usahanya saat kehamilan berumur 3 bulan dengan menjaga lingkungan yang mampu direkam dan dihafal oleh bayi.

    Ayah yang marah-marah dengan kata-kata keras kepada ibu hamil akan menyebabkan keturunan yang berkepribadian depresif, gagap, gugupan, dan tidak percaya diri. Apalagi bila ada kontak fisik pada waktu itu, janin juga akan merasakan sakit yang ibu alami.

    Ibu yang gemar berguncing, ngerumpi, menonton tontonan yang buruk, seperti infotainmen, tentunya sama dengan menciptakan keturunan seperti yang kita perguncingkan itu, atau bahkan bisa lebih buruk lagi!

    Jadi melihat yang baik, mendengarkan yang baik, memakan yang baik, berpikir baik, perbanyak mengingat Allah swt. menyebut nama Allah swt., berdzikir, bertadarus, berdo’a, tentunya akan menghasilkan keturunan yang gemar dengan kegiatan keagamaan.

  • Memakan makanan yang baik, bukan kuantitas tetapi kualitas yang terpenting. Biar sedikit akan tetapi kandungan nutrisinya baik dan selalu berpola lengkap, 4 Sehat 5 Sempurna.

    Kalau sedang hamil pola makan ibu bukan terpusat pada lidahnya, akan tetapi tentunya lebih baik berpusat pada otaknya! Maksudnya bila dalam keadaan tidak sedang hamil ibu tidak suka melihat bayam, tetapi pada saat hamil ibu harus berpikir bahwa walaupun tidak suka tapi janin yang ada di dalam kandungan sangat memerlukan bayam yang kaya serat dan zat besi.

    Maka, suka atau tidak suka, harus dimakan. Bila mau muntah, kita tahan dan paksakan untuk memakannya. Itu adalah ciri kedewasaan.

  • Hindari semua zat berbahaya seperti rokok, alkohol, napza, obat-obatan, zat kimia yang menyengat, dsb.


APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Pada Trimester Kedua:

  • Usahakan selalu bersikap gembira, belajar berkomunikasi dengan mempelajari isyarat gerak janin.
  • Ajarkan hubungan rangsang dengan reaksi: contohnya bila janin menyepak (mungkin marah), maka cobalah untuk membelai bagian yang berlawanan dan berkata dengan irama yang lembut.
  • Ajarkan mengenali suara, misalnya dengan mengajarkan tanda nada.
  • Ajarkan janin untuk memperhatikan dan menghafal.

Pada trimester Ketiga:

  • Bantu janin untuk berkomunikasi dengan orang tuanya yaitu dengan cara orang tua harus memperbanyak komunikasi dengan janin, membelai, berkata-kata lembut dan manja seperti layaknya terhadap bayi yang baru lahir.
  • Bantu janin untuk berkonsentrasi.
  • Ajarkan janin berbagai jenis suara misalnya: "Nak, ini suara Kereta Api." Ingat! Suara mempunyai makna penting dalam berkomunikasi.
  • Ajarkan konsep ritme dan nada.
  • Semua ini akan meningkatkan equilibrium atau keseimbangan janin.
  • Semua rangsangan tersebut akan membangun memori yang lebih luas.


LATIHAN PENGLIHATAN PADA IBU HAMIL

Dr. Manrique Venezuela menggunakan kekuatan warna-warni ini untuk merangsang dan mempercepat persalinan.

MULES PEMBUKAAN WARNA ARTI
10 - 15 menit 1x,
selama 20"
2 cm PINK: Kesabaran
5 - 10 menit 1x,
selama 25"
4 cm HIJAU: Ketenangan, Keseimbangan, Equilibrium
5 menit 1x,
selama 30 - 40"
6 cm UNGU: Kekuatan
3 - 4 menit 1x,
kuat
8 cm BIRU: Kesejukan Hati
2 - 3 menit 1x,
kuat
Lengkap ORANGE: Peningkatan aktifitas otak, pernapasan dan tekanan darah



KESIMPULAN

Pendidikan harus dimulai sejak di dalam kandungan, karena kandungan adalah ibarat kelas pendidikan canggih. Ibu harus sadar akan hal ini dan berusaha selalu menjaga suasana hati yang baik agar tercapai anak yang Qurata’ayun, penyejuk qalbu.


ARTIKEL TERKAIT: