Tampilkan postingan dengan label KONTRASEPSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KONTRASEPSI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 November 2012

Efek Samping IUD (Intrauterine Device)

Judulnya dipersempit, dalam rangka SEO, karena pertama memang judul itu yang sering muncul di search engine kedua karena IUD sudah diketahui oleh masyarakat kita (sudah pinter2). Sebagai gambaran umum singkat, IUD bentuknya seperti huruf T terbuat dari plastik dengan balutan tembaga (Copper T) atau hormon. IUD dipasang dengan memasukkannya kedalam rahim oleh dokter atau bidan terlatih.
Pada bagian ujung bawahnya ada tali plastik (seperti tali pancing) yang bebas menggantung ke dalam rongga V melalui leher rahim. Tali fungsi buat nge-check sendiri apakah IUD masih terpasang dengan baik apa nggak. Selanjutnya tali ini juga ntar memudahkan dokter atau bidan melepaskan alat ini jika sudah tidak dibutuhkan lagi.
Jenis IUD
1. IUD Hormon
IUD hormon, contohnya Mirena, mengandung levonorgestrel, yang merupakan hormon progesteron. Katanya sich IUD hormonal sedikit lebih efektif dalam mencegah kehamilan dibanding IUD Tembaga (Copper). IUD hormonal efektif sekurang2 nya 5 tahun.
2. IUD Temabaga (Copper)
Merupakan IUD yang paling banyak dipergunakan sekarang karena ekonomis dibanding yang hormonal. IUD jenis ini katanya bisa berfungsi selama 10 tahun dan merupakan salah satu bentuk kontrasepsi yang efektif.

Kedua IUD ini bekerja dengan cara mencegah pembuahan (fertilisasi) dengan cara menghancurkan atau membunuh sel sperma. Keduanya membuat lapisan dalam rahim menjadi tebal dan kental sehingga sel sperma gak bisa lewat. Penebalan ini juga membuat rahim jadi tempat yang gak bisa di tanami seandainya masih ada juga sel sperma yang lolos (implantasi)

Setelah pemasangan akan terjadi keram rahim dan perdarahan ringan selama 1-2 hari. Setelah itu dilakukan pemeriksaan ulang setelah 4-6 minggu kemudian utk memastikan IUD masih pada tempatnya.

Selanjutnya lakukan pengecekan sendiri. Dengan cara memasukkan jari ke liang V sampai ke leher rahim, akan teraba tali IUD keluar dari mulut leher rahim. Kalau tidak ketemu temui dokter. Tidak teraba tali bukan berarti IUD sudah terlepas (ekspulsi). Bisa saja hanya talinya yang putus sedangkan IUD masih di dalam rahim.
Siapa aja yg bisa pakai IUD ? Pastinya wanita ya :P 
  1. Tidak ada infeksi saat pemasangan.
  2. Hanya satu sex partner yang juga hanya punya satu dan ybs tidak ada infeksi. Dengan bahasa sana nya :  risiko rendah terkena penyakit menular seksual atau Penyakit radang/infeksi panggul.
  3. Menginginkan metode kontrasepsi yang efektif, jangka panjang dan gak perlu bersusah payah, dan cepat kembali subur jika di hentikan.
  4. Tidak bisa mempergunakan metode hormonal lain seperti pil, suntik dengan alasan apapun juga.
  5. Lagi menyusui.
Angka kegagalan IUD hormonal sekitar 2 dari 1,000 pengguna hamil dalam setahun pertama sedangkan IUD Tembaga sekitar 6. Eiiit....Tapi tunggu dulu...umumnya kehamilan terjadi akibat IUD yang dipasang terlepas tanpa sepengatahuan pemakainya.

Keunggulan IUD hormon
  1. Mengurangi perdarahan haid yang banyak dan mencegah kram rahim.
  2. Mencegah hiperplasia endometrium (penebalan lapisan dalam rahim) dan  kanker endometrium (lapisan dalam dinding rahim).
  3. Mengurangi gejala2 endometriosis.
  4. Mengurangi risiko hamil ektopik (luar rahim).
  5. Tidak menyebabkan penambahan berat badan.
Efek samping IUD (di tarok di bagian akhir :D)
  1. Gangguan Menstruasi. IUD Tembaga bisa meningkatkan perdarahan haid dan kram rahim. Juga pemakai bisa mengalami perdarahan sedikit (spotting) diantara siklus haid. Sebaliknya IUD hormon bisa mengurangi perdarahan dan kram rahim.
  2. Perforasi. 1 dari 1.000 pemakai, IUD bisa menusuk ke dinding rahim bahkan menembusnya.  Kejadian ini jarang sekali, dan paling sering terjadi saat pemasangan
  3. Ekspulsi. 2 -10 dari 100 IUD yang di pasang bisa keluar sendiri dari dalam rahim via V dalam setahun pertama pemasangan.
Diambil dari sini

Video pemasangan IUD KLIK DISINI

Viedo Pemasangan Mirena

Sabtu, 29 Januari 2011

Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (Implan)

Implan kontrasepsi adalah tabung kecil yang isinya hormon dan diletakkan di bawah kulit. Tabung kecil ini mengandung hormon progesteron. Implanon ® adalah salah satu contoh implan yang banyak dipakai saat ini. Ukuran tabung nya adalah 40 mm x 2 mm. Implan merupakan bentuk kontrasepsi yang sangat efektif, nyaman dan aman. Operasi kecil dengan bius lokal diperlukan untuk memasukkan implan ke bawah kulit.

Hormon progesteron yang ada dalam implan dilepas secara pelan-pelan dan stabil ke dalam aliran darah . Hormon progesteron pada implan bekerja terutama dengan cara menghentikan ovulasi (pelepasan telur). Hormon ini juga bekerja dengan cara mengentalkan lendir leher rahim, sehingga sperma terhambat untuk masuk. Efek lainnya adalah menipiskan endometrium (selaput lendir rahim) sehingga jika terjadi pembuahanpun, maka hasil konsepsi tdiak bisa menanamkan diri di endometrium.

Efektifitas metode kontrasepsi ini lebih dari 99% artinya sekitar 1 dari 100 yang menggunakannya akan menjadi hamil setiap tahun (gagal).

Keuntungannya
* Tidak seperti pil yang harus diingat setiap hari.
* Kontrasepsi untuk jangka waktu yang panjang.
* Tidak mengganggu aktifitas seks.
* Dapat digunakan ketika menyusui.
* Periode nyeri biasanya kurang dari biasanya.
* Non-hormonal.
* Bisa membantu melindungi terhadap infeksi panggul. (Lendir di leher rahim dapat membantu untuk mencegah bakteri masuk ke dalam rahim.)

Kekurangannya
Pelepasan progestogen biasanya akan menyebabkan perubahan pola haid. Selama tahun pertama sering haid menjadi tidak teratur. Kadang-kadang haid lebih banyak dan lama dari sebelumnya. Pola haid bisa kembali teratur dan menetap setelah tahun pertama, tetapi bisa jadi tetap tidak teratur. Ada yang haidnya menjadi sedikit , malah bisa tidak mendapatkan haid sama sekali.

Seperti dengan semua alat kontrasepsi hormonal, ada efek samping berupa rasa tidak nyaman pada payudara, retensi cairan (bisa bikin BB naik) dan peningkatan jerawat. Efek samping yang terjadi cenderung hanya muncul dalam beberapa bulan pertama saja, dan sering hilang 3-6 bulan pemakaian implan. Risiko lain berupa luka infeksi pada tempat pemakaiannya.

Penggantian implan dilakukan sesuai dengan masa pakainya jika ingin melanjutkan. Dibutuhkan operasi kecil denganbius lokal untuk membukanya serta pemasangan baru.
Implan dapat diambil kapan saja jika anda memintanya. Dianjurkan untuk memakai kontrasepsi lain selama tujuh hari sebelum implan diangkat. Hal ini karena sperma dalam kondisi yang sangat optimal bisa bertahan sampai tujuh hari setelah berhubungan seks.


VIDEO PEMASANGAN IMPLANON




Minggu, 09 Januari 2011

Pengobatan Hormonal Untuk Jerawat

Sekarang sudah diketahui bahwa jerawat terjadi akibat dari ketidak-seimbangan hormon. Hormon dimaksud adalah hormon androgen, hormon yang sama yang meningkat selama masa pubertas dan hal ini menjelaskan mengapa hampir orang pernah kebagian jatah jerawat pada usia itu. Masalahnya tidak semua yang melewati usia tersebut juga hilang jerawatnya secara otomatis.

Jerawat malah makin tumbuh subur. Hal ini karena faktor genetika lebih sensitif terhadap fluktuasi androgen.Jerawat juga bisa terkait dengan emosi stres dan negatif, yang juga bisa menjelaskan kenapa jerawat terjadi pada orang dewasa. Lagian haree gene siapa sih yang gak pernah 'ngalami stres ?

Penelitian memperlihatkan bahwa jerawat berhubungan dengan fluktuasi kadar gula darah. Tubuh memberikan respon naik turunnya kadar gula darah dengan melepaskan hormon2 tertentu seperti insulin dan androgen.

Hormon-hormon ini memiliki satu kesamaan yaitu semuanya bisa menyebabkan timbulnya jerawat. Contohnya androgen insulin merangsang kelenjar kulit untuk memproduksi lebih banyak sebum sehingga akan mem-block pori-pori. Hormon ini juga meningkatkan pergantian sel kulit dimana sel kulit tumbuh dan mati lebih cepat dari biasanya, dan sel-sel kulit mati inilah yang menghalangi/menyumbat pori-pori.

Jerawat karena faktor hormonal diobati dengan:

* Kontrasepsi oral (pil KB) seperti Diane-35, Tri-Cyclen, Alesse, dan Yasmin
* Obat Anti-androgen seperti Spironolacton

Semua obat diatas bertujuan menyeimbangkan kadar hormon androgen dengan cara menghalangi kerja hormon androgen ( anti-androgen), atau dengan memasukkan hormon (wanita) penyeimbang ke dalam tubuh (pil KB).

Cuma yang perlu diingat pengobatan jerawat secara hormonal memiliki kelemahan, yaitu reaksinya yang sering tidak terduga. Umumnya jerawat akan membaik tetapi ada juga yang jerawatnya semakin parah.

Efek samping penggunaan terapi hormon untuk jerawat antara lain: penambahan berat badan, perubahan libido (bisa naik, bisa turun), mood swing (mudah marah mudah gembira), nafsu makan meningkat. Efek samping ini bervariasi dari orang ke orang. Hormon adalah bagian dari sistem tubuh, merusak sistem ini dapat menghasilkan efek yang tak terduga.

Cara terbaik untuk menyembuhkan jerawat hormonal
Pengobatan dengan cara hormonal seperti diatas sifatnya sulit diramalkan, maka perlu dicari cara yang lebih aman. Setelah ditelusuri didapatkan fakta bahwa akar penyebab dari ketidak-seimbangan hormon adalah faktor makanan (you are what eat), gaya hidup dan emosional (tingkat stres dan optimistik terhadap kehidupan).

Studi terbaru menunjukkan bahwa sampai 70% kasus jerawat dewasa memiliki pemicu emosional. Penelitian lain memperlihatkan bahwa jerawat atau kelainan kulit memberikan respon yang baik dengan teknik manajemen stres dan relaksasi. Sedangkan penelitian lainnya memperlihatkan adanya hubungan antara terjadinya jerawat dengan gula dan karbohidrat.

Berdasarkan data terbaru inilah, pengobatan jerawat hormonal lebih baik melalui pilihan diet, merubah gaya hidup dan pengendalian stres / relaksasi.

Sumber: Just pimple.com

Selasa, 09 Maret 2010

Pil Kontrasepsi Darurat (Kondar) Teraru : ellaOne

Pil Kontrasepsi darurat (kondar) jenis baru ini lebih efektif daripada yang sebelumnya dipakai untuk mencegah kehamilan pada wanita yang melakukan hubungan seks yang tidak aman dan juga bekerja lebih lama, sampai lima hari (dibanding 3 hari pada pil sebelumnya).

Levonorgestrel, adalah bahan yang paling banyak digunakan pada pil kontrasepsi darurat, hanya efektif jika dipakai dalam waktu tiga hari setelah berhubungan seks. Pil kondar jenis sebelumnya ini dijual dengan berbagai nama merek termasuk Levonelle dan Plan B, serta tersedia di lebih dari 140 negara, termasuk Indonesia. Dalam hampir 50 negara-negara tersebut pil kondar bisa dibeli tanpa resep.


Ini masih merupakan obat baru, dan belum terdistribusi luas ke seluruh dunia, dan untuk memperolehnya masih dibutuhkan resep dokter. Masih dibutuhkan waktu yang lama agar nantinya obat ini (ellaOne) dapat dibeli tanpa resep dokter.Dan diperkirakan harganya ellaOne sekitar tiga kali harga Plan B. (msnbc.com)

Jumat, 04 Desember 2009

Video Pemasangan IUD

IUD = Intar Uterine Device / IUCD = Intra Uterine Contraceptive Device. Yang terakhir ini terjemahan bahasa Indonesianya yang banyak di pakai yaitu AKDR = Alat kontrasepsi Dalam Rahim. Banyak ibu-ibu yang takut kalau diberi pilihan metode kontrasepsi. Mungkin karena tidak tahu/kurang tahu prosedur pemasangannya. Tidak kenal maka tidak sayang (jadi takut) sengihnampakgigisengihnampakgigisengihnampakgigi

Video dibawah ini hanya bersifat skematik saja.


Nah yang ini baru video originalnya (cuma rada X-rated, kalau dari sudut pandang ilmu ya gak dunk), jadi cuma bisa di sharing linknya saja.(KLIK INI)

Minggu, 22 November 2009

Cervical Cap ( = Kontrasepsi Diafragma )

Cervical cap merupakan kontrasepsi wanita, terbuat dari bahan latex, yang dimasukkan ke dalam liang kemaluan dan menutupi leher rahim (serviks). Efek sedotan menyebabkan cap tetap nempel di leher rahim. Cervical cap berfungsi sebagai barier (penghalang) agar sperma tidak masuk ke dalam rahim sehingga tidak terjadi kehamilan. Setelah berhubungan (ML) cap tidak boleh dibuka minimal selama 8 jam. Agar efektif, cap biasanya di campur pemakaiannya dengan jeli spermisidal (pembunuh sperma). Efektifitasnya berkisar 70-90%.

Efektifitas tegantung pada pas atau tidaknya ukuran cap. Untuk itu diperlukan fitting (ngepas) cap. Cap bisa dipasang selama 48 jam. Dipasang saat akan ML. Tidak dianjurkan pemakaiannya saat haid.Saat pemasangan cap diisi 1/3 bagian dengan spermisidal. Jangan terlalu berlebihan, karena akan menyebabkan cap terlepas dari serviks. Hati2 jika melakukan o**l seks, bersihkan sisa spermisida di sekitar vagina, karena rasanya sangat tidak enak he he he pis...

Cari posisi yang nyaman saat memasukkan cap ke dalam vagina. Berdiri dengan satu kaki diatas kursi, berdiri mengangkang atau berbaring dengan lutut ditekukkan. Satu tangan membeberkan bibir vagina, sementara tangan yang satunya memasukkan cap. Gunakan jari untuk mendorong cap sampai ke leher rahim. Ceksekeliling cap apakah sudah masuk dengan benar ke serviks. Test efek sedotan dengan mendorong dan menarik cap.

Setelah ML, tunggu sampai 8 jam sebelum membuka cap. Pergunakan jari untuk melepaskan efek mengisap daro cap. Jika cap sulit dijangkau, coba posisi jongkok dan meneran. Jika cap lepas saat ML, maka pergunakan kontrasepsi darurat (kondar).

Efek samping
Sebagian kecil wanita akan mengalami reaksi alergi akan bahan latex atau spermisidalnya.  

Keuntungan

  • Bisa dipakai jauh sebelum ML.
  • Mudah dibawa dan nyaman.
  • Tidak mempengaruhi siklus haid.
  • Tidak mempengaruhi kesuburan.
Kerugian

  • Tidak melindungi dari HIV/AIDS.
  • Butuh fitting sebelumnya.
  • Ada wanita yang gak bisa muat (fitted).
  • Kadang pemakaian dan membukanya agak sulit.
  • Bisa copot saal ML.
  • Kemungkinan reaksi alergi
Cara Pemasangan Cap


Kamis, 12 November 2009

Tubektomi

Kata tubektomi berasal dari tuba dan ektomi, tuba = saluran telur wanita ektomi = membuang / mengangkat. Namun sekarang definisi ini sudah diperluas dengan pengertian sterilisasi tuba. Tubektomi adalah metode kontrasepsi permanen di mana saluran tuba di blokir sehingga sel telur tidak bisa masuk ke dalam rahim.

Cara memblokir saluran tuba dapat dilakukan dalam beberapa cara. Tuba bisa ditutup dengan mempergunakan implan, klip atau cincin serta dengan memotong atau mengikat. Metode yang paling dipakai sekarang adalah dengan mempergunakan laparoskopi kemudian menjepit kedua saluran tuba dengan klip atau dengan memasang ring.

Terdapat beberapa macam tindakan bedah / operasi sterilisasi tuba yaitu : laparoskopi, mikro-laparoskopi, laparotomi (bersamaan dengan Seksio Cesarea (SC), mini-laparotomi (operasi kecil), histereskopi (dengan memasang implan yang akan merangsang jaringan ikat, sehingga saluran tuba akan terblokir), dan pendekatan / teknik melalui vagina (sekarang tidak dipakai lagi karena tingginya angka infeksi).

Indikasi sterilisasi tuba adalah jika pasien meminta secara sukarela untuk dilakukannya metode KB permanen. Perlu dilakukan pertimbangan etis dan hukum pada kasus pasien yang mengalami gangguan fisik, psikis dan intelektual.

Tindakan ini tidak bisa dilakukan (Kontra indikasi)
  1. Pasien harus meminta sendiri, dalam keadaan pikiran yang tenang serta tidak ada paksaan dari siapa pun .
  2. Jika ada permintaan sterilisasi saat persalinan dan ternyata timbul komplikasi pada ibu atau janin maka permintaan tersebut bisa di tolak.
  3. Pembedahan tidak bisa dilakukan jika terdapat infeksi seperti Pelvic Inflammatory Disease (PID).
  4. Laparoskopi juga tidak boleh dilakukan pada pasien dengan penyakit jantung dan paru yang berat.
  5. Jika di curigai adanya kehamilan.
Sterilisasi dengan memakai laparoskopi dan klip


Tubektomi dengan laparoskopi


Prosedur Hisreroskopi

Kamis, 04 Juni 2009

Spermatisida = Spermisida

spermicidesSpermatisida atau spermisida adalah bahan atau substansi yang dapat me-non-aktifkan sperma sebelum sperma masuk ke rongga rahim. Sediaannya ada dalam berbagai bentuk : cream, gel, busa, film, suppositoria dan tablet. Umumnya mengandung bahan kimia yang dinamakan nonoxynol-9, yang bisa membunuh sperma.

Spermatisida lebih efektif jika dipakai kombinasi dengan metode barier lainnya seperti kondom, diaphragma atau cervical cap. Efektifitasnya jika dipakai tanpa kombinasi sekitar 71 %, artinya dari 100, yang gagal (menjadi hamil) sekitar 29% dalam pemakaiannya selama setahun. Sedangkan vaginal douches yang mengandung spermatisida tidak efektif karena penggunannya setelah berhubungan seks, sehingga sudah cukup terlambat untuk mencegah masuknya sperma ke dalam rongga rahim.

Bahan2 spermatisida dapat mengiritasi vagina. Ada sebagian wanita yang sensitif terhadap nonoxynol-9. Spermatisida juga dapat membunuh flora normal yang ada di vagina dan saluran kencing, sehingga dapat menyebabkan infeksi di saluran kencing dan vagina. Spermatisida yang mengandung nonoxynol-9 tidak melindungi terhadap HIV/AIDS dan Penyakit Menular Seksual (STD) lainnya. Iritasi vagina oleh spermatisida dapat meningkatkan risiko penyakit menular seksual.

Penggunaan spermatisida dapat dimasukkan ke vagina dengan mempergunakan jari atau aplikator yang disediakan, berdasarkan petunjuk pemakian produknya. Semua spermatisida efektif jika dipakai satu jam sebelum having sex. Busa dan gel lebih cepat/segera memberikan perlindungan, sementara jenis yang lainnya seperti suppositoria dan film harus dimasukkan minimal 15 menit sebelum having sex.

Berikut ini tip pemakaian spermatisida

Gel, cream atau busa
Isi aplikator dan masukkan ke vagina sedalam2nya yang masih terasa nyaman (nggak nyeri). Kemudian dorong plunger pada aplikator untuk mengeluarkan gel, cream or busa. Spermatisida yang di semprotkan tadi harus dekat dengan leher rahim. (Gambar)

Suppositoria
Buang bungkusnya dan masukkan suppositoria kedalam vagina. Masukkan dengan menelusuri bagian dinding belakang vagina sedalam mungkin agar mendekati leher rahim. (Gambar)

Film
Pastikan jari kering. Letakkan satu lembar film pada ujung jari.dan dorong dengan menelusuri bagian dinding belakang vagina sedalam mungkin sampai mendekati leher rahim.

Sebelum tiap aktifitas seks selanjutnya, pakai kembali spermatisida dan jangan, sekurang-kurangnya 6 jam setelah berhubungan seks.

Spermatisida bisa dibeli tanpa resep dokter.

Senin, 20 April 2009

Efek samping, Pro dan Kontra Kondom (laki2)

Kondom adalah lapisan yang membungkus P untuk mencegah semen masuk ke dalam V. Kondom merupakan metode KB barier (penghalang) yang terbuat dari latex, polyurethane atau kulit domba.

Umumnya kondom memilki penampung kecil (reservoir) pada bagian ujungnya guna mengumpulkan muncratan sperma saat ejakulasi. Kondom juga berfungsi kontak langsung antara V dan P . Sebagian kondom dilengkapi dengan bahan pembunuh sperma (spermicidal). Ternyata 2 dari 100 kondom akan robek. Cairan lubrikan dapat membantu mencegah agar kondom tidak robek.

Angka kegagalan pemakian kondom sekitar 14-15%, ini artinya 14-15 dari 100 pasangan wanita pemakai kondom akan hamil selama pemakaian kondom di tahun pertama. Bahan spermicidal meningkatkan efektifitas menjadi lebih dari 95% jika dipakai dengan benar dan konsisten.

Pada umumnya pemakai kondom dan pasangannya tidak mengalami efek samping. Namun pada beberapa terutama yang alergi terhadap latex bisa mengalami iritasi. Apalgi jika latex kondomnya ditambahi dengan bahan spermicidal, maka nyeri yang timbul akan semakin parah. Guna menghindari reaksi alergi ini, maka sebaiknya memakai kondom dari bahan polyurethane atau kondom natural skin serta tidak memakai bahan spermicidal.

Cuma perlu diingat bahwa kondom berbahan polyurethane lebih mudah sobek. sedangkan kondom natural skin harganya mahal. Keduanya juga tidak bisa melindungi dari PMS (STD). Sedangkan pemakaian spermicidal dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kencing.

Walaupun bukan merupakan efek samping, banyak pria mengeluhkan kurang sensisitif jika memakai kondom, sementara yang lainnyna merasa sulit untuk mempertahankan ereksi saat memakai kondom atau saat intercourse. Pada beberapa kasus, baik pria maupun partner memakai kondom bisa menghancurkan spontanitas mereka dalam ML.


Ingat memakai kondom bukanlah : "Safe Sex" tetapi "Safer Sex" karena laporan ilmiah sbb:
* Kondom tidak mengurangi risiko penularan human papilloma virus (HPV) atau Trichomonas vaginalis.
* Penularan Syphilis berkurang menjadi 29%, dan angka pengurangannya bisa mencapai 50 -71% .
* Penularan Gonorrhea dan Chlamydia berkurang hampir 50%.
* Penularan Herpes Genitalis berkurang sekitar 40%.
* Transmisi HIV berkurang hampir 85%.

Pro pemakaian kondom:
o Merupakan salah satu metode Kb yang mampu mengurangi risiko transmisi Penyakit Menular Seksual.
o Harga Murah dan mudah didapat.
o Tidak ada efek samping, kecuali buat yang alergi terhadap latex.
o Nggak perlu ressp dokter.
o Kecil, gampang dibawa dan disposable

Kontra Pemakaian Kondom:
o Beberapa mengeluhkan kurang sensisitif.
o Memutuskan foreplay, saat akan memakainya
o Membutuhkan konsistensi dan kerajinan dalam memakainya
o Angka kegagalan yang cukup tinggi (sekitar 14%)

Minggu, 18 Januari 2009

Pil KB bisa menurunkan gairah?

Jika anda merasakan penurunan gairah akhir2 ini setelah mengkonsumi pil KB (selanjutnya pil), itu bukan perasaan anda saja. Hal ini adalah kenyataan walaupun tidak 100 % benar. Pil bisa memiliki efek negatif yang lama terhadap fungsi seks wanita.

Seperti yang sama2 sudah kita ketahui hormon yang berperanan dalam merangsang gairah seksual wanita adalah hormon testosteron. Dalam beberapa penelitian didapatkan pil bisa menyebabkan penurunan kadar hormon testosteron yang sama-sama kita ketahui merupakan hormon pembangkit gairah pada wanita, sehingga menggangu gairah wanita.

Dalam penelitian didapatkan wanita yang memakai pil mangalami penurunan gairah di banding yang tidak memakai pil, serta nyeri saat hubungan seks lebih sering bagi yang memakan pil.

Dalam penelitian juga didapatkan jika pil di hentikan terjadi peningkatan jumlah protein (SHBG =sex hormone binding globulin) yang mengikat testosteron. Masih perlu diteliti lebih jauh treantang hal ini.

Senin, 17 November 2008

Kondom praktis, cepat dan non-sticky...

Bagi yang biasa pakai kondom pasti tahu betul susahnya untuk memakai dengan cepat. Dari mulai merobek kemasannya, kemudian menigdentifikasi bagian mana yang dalam/luar sebelum dipasang, plus bahan lubrikannya yang berminyak2 gitu, pokoke ribetlah. Gara2 proses pemekaiannya yang cukup menyiksa tersebut kadang sering membuat 'tegangan' keburu menurun tinggal separuhnya.
http://emo.huhiho.com

Tapi sekarang nggak lagi, sudah ada kondom yang mereknya pronto, yang tehnik pemakaiannya sangat cepat, mudah dan praktis banget. Membukanya cukup dengan mematahkan kemasannya, arah luar/dalam yang jelas dan nggak perlu memegangnya langsung, karena bisa dihandel dari bungkusnya saat pemakiaannya. Speeeeedy wes ewes ewes tinggal tancep...
http://emo.huhiho.com
Silakan lihat sendiri video peragaannya

Rabu, 12 November 2008

Efek pil KB terhadap kehamilan

Ini pertanyaan seseorang di Google dan aku pernah terima imel dengan topik yang sama. Sepertinya banyak akseptor pil yang mengalami hal ini. Yaitu nggak tahu kalau sudah hamil dan pil Kb tetap terus dikonsumsi seperti biasa.

Komposisi pil umumnya kombinasi hormon estrogen dan progesteron, kecuali untuk yang menyusui biasanya hanya mengandung progesteron saja. Di awal kehamilan kadar progesteron harus tinggi supaya nggak mengalami keguguran. Jadi seorang ibu hamil mengkonsumsi pil bisa saja mengalami abortus akibat kandungan estrogen dari pil. Ada juga yang hamilnya "kuat" malah nggak ada reaksi sama sekali.

Pada yang hamil yang "kuat", apa esih feknya terhadap bayi dalam rahim? Sejauh ini penelitian memperlihatkan tidak ditenukannya efek samping berupa cacat bawaan pada bayi yang dilahirkan. Kelainan bawaan berupa cacat VACTERL (Vertebral, Anal, Cardiac, Tracheal, Esophageal, Renal or Radial, and Limb) jika memang bisa terjadi (ini pun masih diragukan bisa terjadi) kemungkinannya hanya 0.07 %.

Nah yang paling mungkin efeknya adalah hanya pada perkembangan organ seks bayi, dimana bayi perempuan akan mengalami maskulinisasi akibat kandungan progesteron pada pil dimana angka kejadiannya bisa mencapai 0.3 %. Sedangkan pengecilan kelamin pada bayi laki2 jarang terjadi karena kadar estrogen pada pil sangat rendah sekali.

Senin, 10 November 2008

Pill Kontrasepsi Oral Via Vaginal ?

Bagi wanita yang pernah makan pil KB ( selanjutnya pil) pasti pernah mengalami efek samping pil seperti mual, sakit kepala, vertigo (pusyiing), nyeri payudara, nyeri haid dan rasa nggak enak di lambung.

Sekarang nggk perlu lagi merasakan semua itu. Ternyata pil oral tersebut bisa dipakai secara aman dan efektif dengan memasukkannya ke vagina lalu dibiarkan larut.

Sebuah penelitian membandingkan efektifitas pil lewat oral dan vaginal, 143 wanita diberikan pil kombinasi yang mengandung 150 microgram levonorgestrel and 30 microgram ethinyl estradiol, hasilnya terdapat perbedaan secara signifikan efek-efek samping seperti yang disebutkan diatas. Memang ada sih ada 1 kasus gagal (hamil dah) tapi itu karena kesalahan dalam pemakaiannya.

Disini abstract penelitiannya atau klik disini juga bisa.

Sabtu, 08 November 2008

Cara minum Pil KB 21 Tablet

Pil KB (selanjutnya disebut Pil saja) ada yang berjumlah 21 tablet dan ada yang 28 tablet. Apa sih bedanya? Ternyata 7 buah pil yang beda ukuran dan warna pada pil 28 tablet isinya adalah hanya tepung doang (plasebo). Pada saat memakan pil putih inilah haid dieperkirakan akan muncul/terjadi. Tujuannya suapaya nggak repot dan nggak lupa, tinggal menyambung dengan pil berikutnya tanpa perlu berpikir dan mengingat.
fitjit 1
Sedangkan pil 21 tablet, setelah pil terakhir dimakan, ada interval 7 hari tidak makan pil sebelum memulai keping pil berikutnya. Apakah nanti nggak hamil ? Ya nggak kecuali tidak mengikuti petunjuk pemakaian pil yang normal. Saat interval inilah diperkirakan haid akan muncul, yang biasanya timbul 2-3 hari setelah pil habis alias masa tidak subur. Tapi kalau hamil juga? Artinya terjadi kegagalan KB, bukan karena 7 hari tidak makan pil plasebo seperti pil 28.

Pil yasmin ada versi 21 dan 28 tablet. Kalau yang beredar di Indonesia adalah yang 21 tablet. Jika ada yang 28 tablet jauh lebih mudah memakannya (seperti contoh gambar yasmin yang beredar di Canada).

Kapan mulai minum (start pertama kali) ? Biasanya dimulai di hari ke 1 atau ke 5 haid.

Minggu, 19 Oktober 2008

Kontrasepsi (Komplit-plit-plit)

Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya itu dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen. Konsepsi (pembuahan, fertilisasi) adalah terjadinya pertemuan antara sel telur (ovum) isteri dengan sel mani (spermatozoa) suami pada saluran telur.

Kontrasepsi atau antikonsepsi adalah mencegah terjadinya konsepsi dengan memakai cara, alat atau obat-obatan. Pengaturan kelahiran (birth control) adalah penggunaan alat-alat atau cara-cara dengan maksud mengatur jumlah dan jarak waktu kelahiran. Keluarga berencana adalah suatu usaha menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi.

Secara umum, kontrasepsi dibagi dua menurut cara pelaksanaannya :
a.Cara temporer (spacing): yaitu menjarangkan kelahiran selama beberapa tahun sebelum menjadi hamil lagi.
b.Cara permanen (kontap): yaitu mengakhiri kesuburan dengan cara mencegah kehamilan secara permanen; pada wanita disebut sterilisasi dan pada pria disebut vasektomi.

Sampai saat ini belum ada suatu cara kontrasepsi yang 100% ideal. Ciri-ciri suatu kontrasepsi yang ideal meliputi daya guna, aman, murah, estetik, mudah didapat, tidak memerlukan motivasi terus menerus dan efek samping minimal.

Syarat-syarat kontrasepsi :
1.Aman pemakaiannya dan dipercaya.
2.Efek samping yang merugikan tidak ada
3.Lama kerjanya dapat diatur menurut keinginan
4.Tidak mengganggu hubungan persetubuhan
5.Tidak memerlukan bantuan medik atau control yang ketat selama pemakaiannya
6.Cara penggunaannya sederhana
7.Harganya murah supaya dpt dijangkau masyrakat
8.Dapat diterima oleh pasangan suami istri

Kontrasepsi yg ideal dan memenuhi syarat diatas belum ada. Yang ada kontrasepsi yg memenuhi sebagian syarat atau hampir memenuhi syarat. Yang penting sebenarnya adalah memakai salah satu cara kontrasepsi jauh lebih baik dari tidak memakai kontrasepsi sama sekali.

Pembagian Cara-cara Kontrasepsi
Menurut jenis kelamin
1.Cara atau alat yang dipakai oleh suami (pria).
2.Cara atau alat yang dipakai oleh isteri (wanita).
Menurut pelayanannya
1.Cara medis dan non medis
2.Cara klinis dan non klinis
Menurut efek kerjanya
1.Tanpa mempengaruhi fertilitas
2.Menyebabkan infertilitas temporer (sementara)
3.Kontrasepsi permanen dimana infertilitas menetap.
Menurut cara kerja/ cara kontrasepsi
1.Menurut keadaan biologis : sanggama terputus, metod kalender, suhu badan, abstinensia dan lain-lain.
2.Memakai alat barier (kondoml, diafragma, kap porsio, spermisida)
3.Kontrasepsi intrauterin : IUD
4.Hormonal (pil KB, suntikan KB, dan AKBK)
5.Operatif : tubektomi dan vasektomi.

Pembagian yang umum dan banyak dipakai adalah sebagai berikut :
1.Metoda merakyat (Folk methods) :
• Coitus interuptus
• Postcoital douche
• Prolonged lactation
2.Metoda tradisional (traditional methods) :
• Pantang berkala
• Kondom
• Diafragma vaginal
• Spermisida
3.Metoda modern
• Pil KB
• Suntik KB
• AKBK atau norplant
• IUD
4.Metoda permanen operatif
• Tubektomi
• Vasektomi

Pada tulisan ini akan diuraikan secara singkat bveberapa cara kontrasepsi sebagai usaha medik dalam keluarga berencana. Cara kontrasepsi yang dibicarakan ialah :
a.Pantang berkala
b.Obat spermatisid/ pil vagina
c.Kondom
d.AKDR
e.Kontrasepsi hormonal
f.Sterilisasi

PANTANG BERKALA
Prinsipnya adalah tidak melakukan hubungan suami isteri pada masa subur isteri. Untuk menetukan masa subur istri dipakai 3 patokan, yaitu :
1.Ovulasi terjadi 14 ± 2 hari sebelum haid yang akan datang
2.Sperma dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi.
3.Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi
Jadi jika ingin dicegah, koitus harus dihindari sekurang-kurangnya selama 3 hari (72 jam), yaitu 48 jam sebelum ovulasi dan 24 jam esudah ovulasi terjadi.

Awalnya dicatat lama siklus haid selama 3 bulan terakhir. Tentukan lama haid terpendek dan terpanjang. Siklus terpendek dikurangi 18 hari dan siklus haid terpanjang dikurangi dengan 11 hari. Dua angka yang diperoleh merupakan range masa subur. Dalam masa ini merupakan masa pantang sanggama, diluarnya merupakan masa aman.

Cara lain untuk menentukan masa aman ialah dengan suhu basal badan. Menjelang ovulasi suhu basal badan akan turun. Suhu basal dicatat dengan teliti setiap hari.

Pantang yang terlampau lama dapat menimbulkan frustasi. Hal ini dapat diatasi dengan pemakaian kondom atau tablet vagina sewaktu sanggama.

Daya guna teoritis ialah 15 kehamilan per 100 tahun-wanita. Daya guna pemakaian ialah 20-30 kehamilan per 100 tahun-wanita.

OBAT SPERMATISID
Terbagi atas 2 komponen, yaitu bahan kimia yang mematikan sperma (biasanya nonilfenoksi polietanol dan medium yang dipakai berupa tablet busa, krim atau agar. Tablet vagina atau agar diletakkan dalam vagina, dekat serviks. Gerakan-gerakan sanggama akan menyebarkan busa meliputi serviks, sehingga secara mekanis menutupi ostium uteri eksternum dan mencegah masuknya sperma ke dalam kanalis servikalis.

Daya guna teoritis ialah 3 kehamilan per 100 tahun-wanita. Daya guna pemakaian ialah 30 kehamilan per 100 tahun-wanita.

Walaupun jarang, berupa reaksi alergik. Disamping itu, preparat spermatisid mempunyai rasa yang tidak enak.


KONDOM
Kondom menghalangi masuknya sperma ke dalam vagina, sehingga pembuahan dapat dicegah.
Jenis kondom
Ada 2 jenis kondom, kondom kulit dan kondom karet. Yang kulit dibuat dari usus domba, sedangkan kondom karet lebih elastis, mrah sehingga lebih banyak dipakai.

Secara teoritis, kegagalan kondom hanya terjadi jika kondom tersebut robek oleh karena kurang hati-hati, pelumas kurang, atau karena tekanan pada waktu ejakulasi. Ditemukan 3 kehamilan per 100 tahun-wanita. Dalam praktek angka ini lebih tinggi, 15-36 kehamilan per 100 tahun-wanita.

Keuntungan
•Murah
•Mudah di dapat (tidak perlu resep dokter)
•Tidak memerlukan pengawasan
•Mengurangi kemungkinan penularan penyakit kelamin.

Pada sejumlah kecil kasus terdapat reaksi alergik terhadap kondom karet.


A K D R (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
Tidak diketahui secara pasti bagaimana cara kerja pasti AKDR dalam mencegah kehamilan. Ada yang berpendapat AKDR sebagai benda asing yang menimbulkan reaksi radang setempat, dengan sebukan leukosit yang dapat melarutkan blastosis atau sperma.
AKDR yang diliputi kawat tembaga mungkin memiliki mekaisme kerja yang berlainan. Kawat tembaga dalam konsentrasi kecil yang dikeluarkan ke dalam rongga uterus selain menimbulkan reaksi radang seperti pada AKDR biasa, juga menghambat khasiat anhidrase karbon dan fosfatase alkali. AKDR yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lendir serviks sehingga menghalangi pasasi sperma.

Daya guna teoritis hampir sama (1-5 kehamilan per 100 tahun-wanita). Kegagalan lebih rendah pada AKDR yang mengeluarkan hormon atau tembaga.

Pengawasan ginekologik terhadap akseptor AKDR dilakukan 1 minggu dan i bulan sesudah pemasangan, kemudian setiap 3 bulan sekali.
Disini dilihat filamen dan perubahan-perubahan yang terjadi pada serviks. Jika filamen tidak tampak, singkirkan lebih dahulu kemungkinan kehamilan. Serviks dibersihkan dengan larutan antiseptik, AKDR diraba dengan sonde uterus. Jika AKDR tidak teraba, dapat dilakukan pemeriksaan foto rontgen AP dan lateral dengan sonde logam di dalam uterus. Jika terdapat tranlokasi, pengeluaran AKDR dilakukan via laparaskopi atau laparatomi.

Penanganan kehamilan dengan AKDR in situ
50 % kasus kehamilan dengan AKDR dalam rahim mengalami abortus, yang lainnya bisa sampai aterm. Persalinan akan terjadi tanpa penyulit, baik pada ibu maupun anak. Dapat juga terjadi syok septik pada beberapa kasus. Jika klien berkeinginan melanjutkan kehamilan, AKDR dapat dikeluarkan perlahan dan kemungkinan terjadinya abortus menjadi 25%.

Bisa terjadi ekspulsi, kehamilan, dan beberapa efek sampingan lainnya mesti dijelaskan pada pasien. Beberapa efek sampingan yang ringan :
•Nyeri pada saat pemasangan  bisa dilakukan anestesi paraservikal.
•Kejang-rahim
•Nyeri pelvik
•Semaput, sehingga bisa terjadi bradikardia dan refleks vagal.
•Spotting
•Menoragia
•Sekret vagina lebih banyak

Beberapa efek sampingan yang lebih serius :
•Perforasi uterus.
•Infeksi pelvik
•Endometritis

Kontra indikasi mutlak ialah kehamilan dan penyakit radang panggul aktif atau rekuren. Kontra indikasi relatif antara lain tumor ovarium, kelainan uterus, gonorea, servisitis, kelainan haid, dismenorea, stenosis kanalis servikalis dan panjang kavum uteri kurang dari 6,5 cm.

KONTRASEPSI HORMONAL
Estrogen berkhasiat mempengaruhi ovulasi, perjalanan ovum atau implantasi.
Ovulasi dihambat melalui pengaruh estrogen terhadap hipotalamus dan selanjutnya menghambat FSH dan LH. Ovulasi tidak selalu dihambat oleh pil kombinasi yang mengandung estrogen 50 mikrogram atau kurang. Kalaupun daya guna preparat ini tinggi, hal itu adalah pengaruh progesteron di samping estrogen.

Implantasi telur yang sudah dibuahi dihambat oleh estrogen dosis tinggi (dietilstilbestrol, etinil estradiol) yang diberikan pada pertengahan siklus haid. Jarak antar konsepsi dan implantasi adalah 6 hari. Biopsi endometrium yang dilakukan sesudah pemberian estrogen dosis tinggi pasca konsepsi menunjukkan efek antiprogresteron, yang dapat menghambat implantasi. Perjalanan ovum dpercepat dengan pemberian estrogen pasca konsepsi.

Fungsi progesteron adalah menyiapkan endometrium untuk implantasi dan mempertahankan kehamilan. Beberapa khasiat progesteron dalam kontrasepsi adalah :
•Lendir servik menjadi lebih pekat, sehingga penetrasi sperma jadi lebih sulit
•Kapasitasi sperma dihambat oleh progesteron.
•Menghambat perjalanan ovum dalam tuba sebelum konsepsi.
•Menghambat implantasi sebelum ovulasi
•Menghambat ovulasi pada poros hipofisis-hipotalamus.

Pil Kombinasi
Terdapat estrogen maupun progesteron sintetik dalam satu pil. Pil diminum tiap hari selama 3 minggu, diikuti selama satu minggu dengan plasebo dimana pada saat perdarahan surut akan terjadi.

Kontra Indikasi
Terdapatnya riwayat tromboflebitis atau tromboflebitis, kelainan serebrovaskular, fungsi hati tidak atau kurang baik, keganasan pada payudara dan alat reproduksi, kehamilan dan varises berat.

Cara makan pil
Pil pertama diminum pada hari kelima siklus haid. Pada pasca persalinan, pil mulai dimakan sesudah bayi berumur 30-40 hari, sedangkan pasca keguguran 1-2 minggu pasca kejadian. Usahakan minum pil pada waktu yang sama, seperti sehabis makan malam pada tiap harinya. Tiap pagi dilakukan kontrol apakah pil tadi malam sudah diminum. Jika lupa 1 pil, minumlah segera disaat ingat. Jika lupa 2 pil berturut-turut, minum 2 pil segera ketika ingat dan 2 pil lagi pada waktu biasanya pada hari berikut. Pada keadaan in mungkin terjadi spotting. Jika lupa 3 pil, kemungkinan hamil menjadi besar.
Sangat dianjurkan pemeriksaan sitologi vagina dan pemeriksaan payudar setahun sekali.

Efek samping ringan dapat berupa pertambahan berat badan, perdarahan diluar daur haid, enek, depresi, alopesia, melasma, kandidiasis, amenorea pascapil, retensi cairan, dan keluhan gastrointestinal. Efek samping ini akan hilang dan berkurang dengan sendirinya. Efek samping yang berat adalah tromboemboli, yang mungkin terjadi karena peningkatan aktivitas faktor-faktor pembekuan, atau mungkin juga pengaruh vaskuler secara langsung.

Pil Sekuensial
Diberikan estrogen selama 14-15 hari pertama, selanjutnya kombinasi estrogen dan progesteron sampai siklus haid selesai. Khasiatnya untuk menghambat ovulasi. Cara pemakaian, efek samping dan kontraindikasi sama dengan pil kombinasi.

Pil Mini
Mengandung progestin saja, tanpa estrogen. Harus dimnum tiap hari, juga pada waktu haid. Pencegahan kehamilan mungkin karena pengaruh terhadap motilitas tuba, korpus luteum, endometrium dan lendir serviks serta pencegahan ovulasi. Efek sampingnya adalah perdarahan tidak teratur dan spotting.

Kontrasepsi Suntikan
Yang digunakan adalah long-acting progestin, yaitu Norestiteron enantat (NETEN) dengan nama dagang depomedroksi progesterone acetat (DPMA). Suntikan diberikan pada hari ke 3 – 5 pasca persalinan, segera setelah keguguran

Kontrasepsi Implant
Efektifitas progestin sebagai mkontrasepsi dapat diperpanjang dengan cara memasukkan progestin tersebut ke suatu delivery system. Ada beberapa cara delivery system, antara lain cincin vagina, implant dan mikrokapsul. Implant yang beredar di pasaran adalah norplant. yang terdiri dari enam kapsul dan masing-masing mengandung 36 mg levonorgestrel.

Mekanisme kerja
1.Menekan ovulasi ; lebih dari 80% pemakai norplant pada tahun-tahun pertama tidak mengalami ovulasi.
2.Membuat getah serviks menjadi kental.
3.Membuat endometrium tidak siap menerima kehamilan.

Merupakan kontrasepsi dengan daya guna yang tinggi, angka kegagalannya 0,3 per seratus tahun-wanita.

Efek samping: Gangguan siklus haid berupa perdarahan tidak teratur, perdarahan bercak, dan maenorea. Sebagian besar penghentian pemakaian kontrasepsi progestin disebabkan gangguan pola perdarahan. Beberapa cara pengobatan yang dipakai untuk menghentikan perdarahan pada akseptor progestin antara lain :
1.Konseling
2.Pemeriksaan fisik, ginekologik dan laboratprium
3.Pemberian progestin
4.Pemberian estrogen
5.Pemberian vitamin, ferrum, atau plasebo
6.Kuretase

TUBEKTOMI
Merupakan tindakan pada kedua saluran telur wanita yang mkengakibatkan orang yang bersangkutan tidak akan memiliki keturunan lagi.
Tubektomi dibagi berdasarkan atas :
1.Saat operasi
Pasca keguguran, pasca persalinan atau masa interval.
Pasca persalinan dianjurkan 24 jam atau selambat-lambatnya dalam 48 jam setelah bersalin.
2.Cara mencapai tuba
Laparatomi, laparatomi mini dan laparoskopi
3.Cara penutupan tuba
•Pomeroy
Tuba dijepit pada pertengahannya, kemudian diangkat sampai melipat. Dasar lipatan diikat dengan sehelai catgut biasa no. 0 atau no. 1. Lipatan tuba kemudian dipotong di atas iktan cat gut tadi.
•Kroener
Fimbria dijepit dengan sebuah klem. Bagian tuba proksimal dari jepitan diikat dengan sehelai benang sutera, atatu dengan cat gut yang tidak mudah direabsorbsi. Bagian tuba distal dari jepitan dipotong (fimbriektomi).
•Irving
Tuba dipotong pada pertengahan panjangnya setelah kedua ujung potongan diikat dengan catgut kromik no. 0 atau 00. Ujung potongan proksimal ditanamkan di dalam miometrium dinding depan uterus Ujung potongan distal ditanamkan di dalam ligamentum latum.
•Pemasangan cincin falope
Dengan aplikator, bagian isthmus tuba ditarik dan cincin dipasang pada bagian tuba tersebut. Sesudah terpasang lipatan tuba tampak keputih-putihan oleh karena tidak mendapat suplai darah lagi dan akan menjadi fibrotik.

Indikasi Tubektomi
1.Umur termuda 25 tahun dengan 4 anak hidup
2.Umur 30 tahun dengan 3 anak hidup
3.Umur 35 tahun dengan 2 anak hidup
Indikasi ini dikenal dengan keputusan 100 (umur ibu x banyak anak = 100)

Jumat, 17 Oktober 2008

Condometric

Nggak tahu darimana ide nyelenehnya datang, kok tiba-tiba dibuatlah kondom dengan menampilkan ukuran seperti garisan. Peribahasanya sambil nyelam minum bir atau 2 telor satu burung oops ....SALAH... maksudnya: satu batu dua burung.

Jadi buat you dude..ngak perlu lagi ngantongin kondom serta bawa2 garisan. Cukup ngantongin condometric. Tersedia daalam 4 macam "rasa", serta ukuran dalam sentimeter atau inchi.

4 FLAVOUR

Di Indonesia nggak bakalan dibeli dengan antusias oleh para dude...ntar ketawan dah kaliber dude's gun sama pasangannya. Sedangkan wanita2 mungkin bakal lebih antusias deh kayaknya karena rasa ingin tahunya selama ini berapa sih kaliber dude's gun bakal segera terjawab tanpa perlu bawa-bawa garisan yang tentu saja bisa menyinggung perasaan dude he..he..he. BTW Does size matter?

Kamis, 11 September 2008

Kontrasepsi Pria


Kontraspsi yang ada pada saat ini umumnya diperuntukkan untuk wanita. Betapa tidak adilnya (pembela wanita nich....soalnya aku memang lebih banyak ngurusin wanita lain/isteri orang).


Kontrasepsi pria yang tersedia sekarang ini paling ngetop adalah kondom. Yang berikutnya vasektomi.Berikut ini ada beberapa metode kontrasepsi pria yang sedang dikembangkan:


Metode Pemanasan

Seperti sama-sama kita ketahui zakaria yang terekspos panas (mandi berendam air panas atau memakai underwear ketat ) akan menurunkan kualitas sperma. Para peneliti sekatang sedang intensif meneliti ukuran panas yang pas agar bisa dipakai sebagai metode KB.


Metode oklusi

Menyumbat saluran sperma dengan silikon (IVD). Jika vasektomi sulit melakukan proses reversal, maka dengan metode oklusi dapat dengan mudah dibuka kembali serta kesuburan kembali normal.


Hormonal

Sekarang sedang dilakukan percobaan diseluruh dunia terhadap pil KB pria. Pil ini analog dengan pil Kb wanita. Kerjanya menurunkan /menekan produksi sperma. Da juga dalam bentuk injeksi aatau implan. injeksi yang dilaporkan efektif 99 % adalah injeksi testosterone , tapi masih perlu lanjutan penelitian.


Metode Obat lainnya

Obat2an tertentu juga ternyata dapat menurunkan kualitas sperma seperti nifedipine. Juga ada gossypol, imuno-kontraespsi dan lain2nyaa, yang masih dalam tahap pengembangan


Lain2

Ekstrak tumbuhan tertentu juga memiliki efefk kontrasepsi pria seperti neem oil dan ekstrak biji pepaya , masih dibutuhkan penelitian lanjut.

Selasa, 09 September 2008

Tubektomi Pomeroy

Hari ini ada seorang pasien yang minta disterilisasi. Dia baru 2 hari yang lalu melahirkan anaknya yang ke lima. Junlah anak yang cukup ramai sebetulnya pada era dimana program Kb digembar gemborkan sangat berhasil.

Tindakan steril pada wanita dilakukan dengan mengikat saja atau mengikat dan memotong atau ditambah dengan menanam ujung tuba kedinding rahim. Cara yang favorit dilakukan dokter SpOG di Indonesia adalah dengan tehnik Pomeroy yang pertama kali dikembangkan oleh dr.Ralph Pomeroy.

Tindakan seterilisasi ini dapat dilakukan saat tindakan cesar pada ibu yang ingin langsung steril. Sedangkan jika persalinan berlangsung normal maka tindakan dapat dilakukan 1 atau 2 hari setelah melahirkan. Why? Karena pada saat tersebut rahim masih lumayan besar sehingga nggak sulit untuk mencari saluran tubanya.

Sebetulnya aku sudah sering melakukan steril/ligasi tuba dengan laparoskopi. Pengalamn tersebut aku dapatkan atas kebaikan guru ku Prof K Suheimi waktu masih Chief Residen saat bertugas di RSUD Solok (Bareng dr.Ihsan...sdh spog belum?). Tapi karena RSU Propinsi tempat aku dinas belum ada sarana tersebut maka tindakan sterilisasi dilakukan the old way, yaitu dengan minilaparotomi (membuka dinding perut sedikit) lalu dilakukan tindakan tubektomi partial secara Pomeroy.

Prosedurnya lihat Gambar. Saluran tuba dijepit lalu diangkat seperti loop. Dilakukan pengikatan. Lalu loopnya di potong. kalau sudah sembuh maka tubanya akan terlihat seperti gambar terakhir.

Prosedur ini nggak menjamin 100% efektif, karena dengan keajaiban Tuhan, ternyata tuba yang sudah terpisah tersebut dapat menyatu kembali dengan proses yang namanya rekanalisasi. Angka kegagalan kira-kira 1 permil.

Berikut ini videeo Tubektomi Pomeroy, tetap dengan bantuan laparoskopi. Saluran tuba di keluarkan dengan laparoskopi, kemudian diluar perut tuba diikat dan dipotong (Pomeroy).



Minggu, 07 September 2008

Ingin Menunda Kehamilan ? Hati2...

Akhir2 ini trendnya banyak pasangan baru menikah yang ingin menunda kehamilan dengan berbagai alasan. Penundaan bisa jangka pendek maupun jangka panjang.

Hati2 dalam memilih metode kontrasepi karena salah pilih dapat merusak kesuburan. Kontrasepsi hormonal kadang2 bisa mengganggu kesuburan. Artinya jika kontraepsi dihentikan kesuburan tidak langsung kembali. Kalau sebentar mungkin nggak begitu merisaukan. Jika kembalinya lama? Pusingkan jadinyacry.

Jika ingin menunda kurang dari setahun pakai saja kontrasepsi alami (natural family planning) atau barier mekanik (kondom dll). Jika ingin menunda untuk jangka yang lebih panjang dapat mempergunakan IUD.

Disamping memilih metode kontrasepsi yang tepat ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memelihara kesuburan:

Jaga Makan/Diet
Apa saja makanan yang baik untuk kesehatan pembuluh darah akan bagus juga efeknya terhadap indung telur. Wanita yang mengkonsumsi lebih banyak lemak tidak jenuh (unsaturated fat) seperti pada olive oil dan avokad lebih kurang mengalami gangguan kesuburan karena masalah ovulasi.

Hindari Stress
Stress yang timbul akan mengganggu fungsi otak dalam proses produksi sel telur. Jika anda termasuk wanita yang gelisah dan mudah marah, usahakan untuk melakukan hal2 yang bisa membuat anda tenang dan relaks. Dapat melakukan relaksasi dengan tehnik pernafasan (hipnosis) dengan yoga atau juga Tai Chi.

Lakukan test dengan teratur
Ini terutama terhadap penyakit menular seksual (STD). STD dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran tuba. Tuba juga dapat terisi cairan akibat efek residu infeksi sehingga dapat mencegah implantasi embryo.

Jangan Merokok
Merokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah yang ada disel telur. Memang nggak mengganggu kesuburan secara langsung. Wanita yang merokok lebih sering mengalami gangguan kesuburan dibanding yang nggak merokok.

Pakai OC (Pil KB)
OC tidak menggangu fertilitas serta mengurangi risiko PID, endometriosis dan kanker endometrium. Karena tidak ovulasi risiko terjadinya kista ovarium dan kanker ovarium juga berkurang. Kebanyakan segera hamil pada bulan berikutnya begitu menghentikan pemakaian OCs.

Check Up kondisi Umum
Ada kelainan2 umum yang dapat menimbulkan infertilitas yang sering tidak terdiagnosis seperti diabetes, penyakit thyroid, atau polycystic ovarian syndrome (PCOS=SOPK= Sindroma Ovarium Polikistik). Lakukan Check Up tahunan.

Jangan Sampai Menjalani Operasi Indung Telur
Nggak ada seorangpun yang mau di operasi. Jika dokter anda menganjurkan operasi tanyakan kemungkinan metode non-invasif lainnya yang dapat menyembulkan kista anda (dengan obat2an). Kista tertentu seperti kista coklat dapat diobati dengan hormon seperti dengan menggunakan Tapros

Sabtu, 09 Agustus 2008

Kontrasepsi Suntikan Untuk Pria

Pilihan kontrasepsi untuk laki2 memang tidak banyak. Mulai dari yang paling sederhana 'koitus interuptus (=senggama terputus=buang diluar)', kondom dan yang efektif : vasektomi.

Baru2 ini di Australia berhasil melakukan ujicoba kontrasepsi suntikan pada laki2. Mirip seperti suntikan 3 bulan pada wanita. Isinya kombinasi androgen dan progestin. Cara kerjanya menekan produksi sperma tetapi tidak menyebabkan efek yang pemanen. Efektifitasnya 95 %.

WHO baru akan merencanakan uji cobanya diseluruh dunia dalam waktu dekat. Negara seperti China dengan ledakan penduduk yang luar biasa diperkirakan akan menjadi tempat pasar utama produk ini.