Tampilkan postingan dengan label GANGGUAN HORMON. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GANGGUAN HORMON. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 November 2012

Kadar hCG selama hamil

Hormon hCG (= human chorionic gonadotropin) adalah hormon yang di produksi selama masa hamil. Di awal kehamilan, hormon ini di produksi oleh indung telur. Dalam perkembangan selanjutnya hormon ini dihasilkan oleh plasenta. Hormon ini sudah bisa terdeteksi di darah sekitar 11hari setelah pembuahan dan sekitar 12 - 14 pada test pipis.
Secara umum kadarnya akan meningkat 2 kali lipat setiap 72 jam. Kadarnya mencapai puncak saat usia kehamilan mencapai 8 - 11 minggu pertama, selanjutnya akan menurun selama sisa masa kehamilan.

Hal-hal yang perlu jadi catatan tentang hormon ini adalah:
  • Sekitar 85% dari kehamilan normal, kadar hCG akan berlipat ganda setiap 48 - 72 jam.  
  • Hati-hati jika kadarnya terlalu tinggi.
  • Kadar hCG kurang dari 5mIU/ml dinyatakan tidak hamil (negatif) jika kadarnya diatas 25mIU/ml kemungkinan positif suatu kehamilan.
  • Kadar hCG diukur / dinyatakan dalam ukuran: milli-international unit per milliliter (mIU/ml).
  • USG Transvaginal sudah bisa terlihat kantong kehamilan saat kadar hCG antara 1,000 - 2,000mIU/ml. Karena kadarnya yang sangat berbeda dan bisa terjadi kesalahan tanggal haid, diagnosis dengan USG tidak di lakukan sebelum kadar hCG sekurang-kurangnya 2,000 mIU/ml.
  • Kadar hCG jangan di pakai untuk memastikan usia kehamilan karena kadarnya sangat bervariasi.
  • Terdapat 2 jenis pemeriksaan hCG . Tes kualitatif  untuk mengecek ada tidaknya hCg di darah dan tes hCG  kwantitatif  (beta hCG) mengecek kadar/jumlahnya dalam darah.
Kadar hCG dalam berbagai tingkatan usia kehamilan berdasarkan haid terakhir:
  • 3 minggu : 5 - 50 mIU/ml
  • 4 minggu: 5 - 426 mIU/ml
  • 5 minggu : 18 - 7,340 mIU/ml
  • 6 minggu: 1,080 - 56,500 mIU/ml
  • 7 - 8 minggu: 7, 650 - 229,000 mIU/ml
  • 9 - 12 minggu: 25,700 - 288,000 mIU/ml
  • 13 - 16 minggu: 13,300 - 254,000 mIU/ml
  • 17 - 24 minggu: 4,060 - 165,400 mIU/ml
  • 25 - 40 minggu: 3,640 - 117,000 mIU/ml
  • Tidak hamil: <5.0 mIU/ml
  • Post-menopause: <9.5 mIU/ml
 Jika kadar hCG lebih rendah dari standar maka kemungkinan :
  1. Kesalahan penghitungan haid terakhir
  2. Kemungkinan akan mengalami keguguran atau Blighted Ovum
  3.  Kehamilan ektopik
Jika kadarnya melebihi standar :
  1. Kesalahan menentukan haid terakhir
  2. Hamil Anggur
  3. Kehamilan kembar
Kadar hormon ini akan kembali ke keadaan seperti tidak hamil setelah keguguran dalam waktu 4-6 minggu. Artinya kalau baru gugur maka kadarnya masih bisa positif.

Minggu, 09 Januari 2011

Pengobatan Hormonal Untuk Jerawat

Sekarang sudah diketahui bahwa jerawat terjadi akibat dari ketidak-seimbangan hormon. Hormon dimaksud adalah hormon androgen, hormon yang sama yang meningkat selama masa pubertas dan hal ini menjelaskan mengapa hampir orang pernah kebagian jatah jerawat pada usia itu. Masalahnya tidak semua yang melewati usia tersebut juga hilang jerawatnya secara otomatis.

Jerawat malah makin tumbuh subur. Hal ini karena faktor genetika lebih sensitif terhadap fluktuasi androgen.Jerawat juga bisa terkait dengan emosi stres dan negatif, yang juga bisa menjelaskan kenapa jerawat terjadi pada orang dewasa. Lagian haree gene siapa sih yang gak pernah 'ngalami stres ?

Penelitian memperlihatkan bahwa jerawat berhubungan dengan fluktuasi kadar gula darah. Tubuh memberikan respon naik turunnya kadar gula darah dengan melepaskan hormon2 tertentu seperti insulin dan androgen.

Hormon-hormon ini memiliki satu kesamaan yaitu semuanya bisa menyebabkan timbulnya jerawat. Contohnya androgen insulin merangsang kelenjar kulit untuk memproduksi lebih banyak sebum sehingga akan mem-block pori-pori. Hormon ini juga meningkatkan pergantian sel kulit dimana sel kulit tumbuh dan mati lebih cepat dari biasanya, dan sel-sel kulit mati inilah yang menghalangi/menyumbat pori-pori.

Jerawat karena faktor hormonal diobati dengan:

* Kontrasepsi oral (pil KB) seperti Diane-35, Tri-Cyclen, Alesse, dan Yasmin
* Obat Anti-androgen seperti Spironolacton

Semua obat diatas bertujuan menyeimbangkan kadar hormon androgen dengan cara menghalangi kerja hormon androgen ( anti-androgen), atau dengan memasukkan hormon (wanita) penyeimbang ke dalam tubuh (pil KB).

Cuma yang perlu diingat pengobatan jerawat secara hormonal memiliki kelemahan, yaitu reaksinya yang sering tidak terduga. Umumnya jerawat akan membaik tetapi ada juga yang jerawatnya semakin parah.

Efek samping penggunaan terapi hormon untuk jerawat antara lain: penambahan berat badan, perubahan libido (bisa naik, bisa turun), mood swing (mudah marah mudah gembira), nafsu makan meningkat. Efek samping ini bervariasi dari orang ke orang. Hormon adalah bagian dari sistem tubuh, merusak sistem ini dapat menghasilkan efek yang tak terduga.

Cara terbaik untuk menyembuhkan jerawat hormonal
Pengobatan dengan cara hormonal seperti diatas sifatnya sulit diramalkan, maka perlu dicari cara yang lebih aman. Setelah ditelusuri didapatkan fakta bahwa akar penyebab dari ketidak-seimbangan hormon adalah faktor makanan (you are what eat), gaya hidup dan emosional (tingkat stres dan optimistik terhadap kehidupan).

Studi terbaru menunjukkan bahwa sampai 70% kasus jerawat dewasa memiliki pemicu emosional. Penelitian lain memperlihatkan bahwa jerawat atau kelainan kulit memberikan respon yang baik dengan teknik manajemen stres dan relaksasi. Sedangkan penelitian lainnya memperlihatkan adanya hubungan antara terjadinya jerawat dengan gula dan karbohidrat.

Berdasarkan data terbaru inilah, pengobatan jerawat hormonal lebih baik melalui pilihan diet, merubah gaya hidup dan pengendalian stres / relaksasi.

Sumber: Just pimple.com

Jumat, 13 November 2009

Sindroma Sheehan

Sindroma Sheehan adalah suatu kondisi yang menyerang wanita yang sebelumnya mengalami perdarahan yang berat/banyak (sampai mengancam nyawanya) saat melahirkan atau paska melahirkan. Perdarahan yang banyak mengakibatkan penurunan kadar oksigen pada organ dan jaringan.

Pada Sindrom Sheehan, terjadi kerusakan pada kelenjar hipofise yang terletak di dalam otak, sehingga menyebabkan kurangnya produksi hormon yang dihasilkannya (hipo-pituitarisme). Nama lainnya postpartum hipo-pituitarisme, sudah jarang ditemukan pada negara maju, tetapi masih banyak ditemukan kejadiannya pada negara berkembang.

Gambar Kelenjar hipofise (Pituitary gland) KLIK DISINI
Pada sebagian wanita, sindroma Sheehan tidak memperlihatkan gejala atau hanya menimbulkan sedikit gejala. Sementara sebagian lainnya dapat menyebabkan kondisi yang membahayakan jiwa. Pengobatan kelainan ini adalah dengan mempergunakan terapi pengganti hormon / terapi sulih hormon.

Pada umumnya, tanda dan gejala sindroma ini muncul secara lambat dalam periode bulanan atau tahunan. Tetapi bisa juga gejalanya muncul segera seperti pada ibu yang sedang menyusui.

Gejala dan tanda kelainan ini berupa:
  • Fungsi mental terganggu, dan tubuh tidak bisa hangat, akibat rendahnya kadar hormon tiroid (gondok).
  • Gangguan pada proses menyusui
  • Haid tidak ada (amenorea) atau mens yang keluar hanya sedikit (oligomenorea)
  • Bulu pubis dan kemaluan rontok.
  • Tensi rendah.
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan.
Sindrom Sheehan selalu disebabkan perdarahan karena kehamilan (walaupun ada perdarahan karena sumber lain). Hal ini diduga karena, saat hamil kelenjar ini membesar, sehingga lebih mudah rusak karena pengaruh perdarahan.

Hormon yang dihasilkan kelenjar hipofise berfungsi mengatur sistem endokrin tubuh, memberi sinyal ke organ lain untuk meningkatkan atau menurunkan hormon yang mengatur metabolisme, kesuburan, penyembuhan luka dan banyak proses2 vital lainnya. Kekurangan hormon hipofise ini dapat menimbulkan masalah di seluruh tubuh.

Hormon2 yang dihasilkan hipofise adalah:
  • Hormon pertumbuhan (GH). Sesuai dengan namanya, hormon ini mengontrol pertumbuhan tulang dan jaringan serta mempertahankan keseimbangan diantara jaringan lemak dan otot.
  • Hormon Anti-diuretik (ADH). Mengatur produksi pipis, hormon ini menjaga keseimbangan air dalam tubuh. Kekurangan hormon ini akan mengakibatkan kelainan yang dinamakan diabetes insipidus.
  • Hormon Stimulasi Tiroid (TSH). Hormon ini menstimulasi kelenjar tiroid/gondok untuk menghasilkan hormon penting yang mengatur metabolisme (hormon tiroid). Kekurangan TSH akan menyebabkan kelenjar tiroid menjadi kurang aktif.
  • Luteinizing hormon (LH). Pada wanita. Hormon ini memupuk produksi estrogen.
  • Hormon Stumulasi Follikel (FSH). Bekerja bersama dengan LH, FSH membantu menstimulasi pembentukan sel telur pada wanita..
  • Hormon Adreno-kortiko-tropik (ACTH). Menstimulasi kelenjar anak ginjal memprodukasi hormon kortisol dan hormon lainnya. Kortisol membantu tubuh mengatasi stress dan mempengaruhi tensi, fungsi jantung dan sistem kekebalan tubuh.
  • Hormon Prolaktin. Hormon ini mengatur pertumbuhan payudara (saat hamil/menyusui) serta produksi ASI.
Pengobatan Sindrom Sheehan adalah terapi sulih hormon (hormone replacement therapy=HRT). Sedangkan obat-obatan bisa diberikan oleh dokter berupa:
  • Kortikosteroid. Obat ini antara lain hidrokortison atau prednison, menggantikan hormon anak ginjal (adrenal)yang tidak diproduksi akibat kekurangan ACTH.
  • Levo-tiroxin (Levoxyl, Synthroid, dan lain-lain). Obat ini membantu meningkatkan hormon tiroid karena rendahnya kadar TSH.
  • Estrogen. Estrogen tanpa kombinasi dengan progesteron dipakai jika rahim sudah diangkat. Jika rahim masih ada maka dipakai kombinasi dengan progesteron.
  • Hormon pertumbuhan (GH). Dalam penelitian pada kasus-kasus hipo-pituitarisme pemberian hormon pertumbuhan dapat membantu menormalkan berat badan, menurunkan kadar kolesterol serta memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhannya.
Pemberian hormon-hormon ini akan selalu dipantau supaya pemberiannya adekuat dan tidak berlebihan. Biasanya, kadar hormon diperiksa setiap beberapa minggu atau bulan pada awal pengobatan HRT, selanjutnya setahun sekali.

Sumber: Mayoclinic

Senin, 18 Mei 2009

Vagina Kering

vagina kering
Kelembaban alami vagina mencegah permukaannya saling bergesekan /lecet saat wanita beraktifitas sehari2. Kelembaban ini bersifat asam, dan hal ini menjaga vagina dari infeksi. Keasaman vagina disebabkan oleh bakteri bersahabat yang hidup didalam vagina dan membantu menjaga kesehatannya.

Kelembaban vaginal dihasilkan utama oleh lendir cervix (leher rahim). Lendir ini mengalir secara lambat, membersihkan vagina, "menghanyutkan" sel-sel mati serta sisa2 menstruasi keluar rongga vagina. Rata2 perhari wanita mengeluarkan (discharge) 2 gram sel-sel mati dan 3 gram mukus (lendir).

Saat terangsang waktu melakukan hubungan seks, kelenjar kelenjar khusus yang berlokasi di pintu masuk vagina yang dinamakan kelenjar Bartholini, menghasilkan lendir tambahan. Kelembaban dari kelenjar ini lebih lendir dari yang dihasilkan leher rahim, karena memang tujuannya memberikan lubrikasi saat hubungan seks. Baunya yang khas merupakan hasil evolusi jutaan tahun, meningkatkan daya tarik/rangsangan bau oleh wanita terhadap spesies jantannya, dan merupakan tanda bahwa wanita sudah siap untuk berhubungan seks. :music: gelakguling

Keringnya Vagina sebelum menopause merupakan suatu problem seks. Ini bisa berati bahwa wanita kurang terangsang saat pemanasan, yang bisa terjadi karena foreplay yang kurang mantabs (tidak adekuat), rasa bersalah, rasa takut atau masalah hubungan suami isteri (partner). Perlu juga diingat bahwa laki2 lebih duluan terangsang dibandingkan wanita, sehingga laki2 bisa saja melakukan penetrasi sebelum wanita raedy, yaitu sebelum lubrikasi/pelinciran vagina yang optimal terjadi. Kurangnya lubrikasi juga hal yang lumrah pada wanita yang menyusui, karena kadar hormon estrogen lagi rendah serta pada wanita yang menderita diabetes.

Keringnya vagina bisa juga menjadi problem pada saat dan setelah menopause, yang diakibatkan oleh kurangnya estrogen. Estrogen bertanggung jawab dalam memelihara dinding vagina, yaitu elastisitas dan produksi pelembab (lendir) dari leher rahim.

Kadar estrogen menurun saat menopause, sehingga vagina kehilangan elastisitasnya, lapisan dindingnya menjadi tipis dan kering. Karena kurang lembab, bakteri bersahabat yg biasanya ada di vagina juga akan berkurang jumlahnya, akibatnya kadar keasaman vagina juga akan berkurang yang selanjutnya menyebabkan mudah timbul infeksi.

Semua perubahan2an diatas membuat berhubungan seks menjadi tidak nyaman, sehingga sekitar 40% wanita mengeluhkan hubungan seks yang nyeri bahkan. Faktor lain pada wanita menopause adalah kelenjar Bartholininya kurang efesien, membutuhkan waktu yang lebih lama serta jumlah lendir yang tidak sebanyak wanita yang lebih muda. Dalm penelitiannya didapatkan lubrikasi untuk penetrasi pada wanita yang muda hanya membutuhkan waktu dalm hitungan detik saja, sedangkan pada wanita menopause membutuhkan waktu minimal 5 menit.

Vagina yang kering sebetulnya dapat di lubrikasi dengan mudah. Untuk lubrikasi tambahan saat hubungan seks dapat dipakai sebaiknya mempergunakan lubrikan yang water-based seperti KY jelly atau pelembab vagina seperti Yes, Sylk, Replens atau Senselle. Jangan memakai produk yang oil-based seperti vaselin karena akan mengganggu produksi lubrikasi ilmiah.

Sylk, Yes dand KY jelly dipakai sesaat sebelum hubungan seks dengan mengoleskannya disekitar vulva, terutama sekitar liang vagina. Replens dan Senselle dipakai 3 kali seminggu sehingga tidak perlu dipakai saat akan berhubungan.

Bagi yang sudah menopause dianjurkan melakukan foreplay lebih lama agar kelenjar Bartholininya cukup menghasilkan lendir sebelum penetrasi. Lubrikan sederhana seperti KY jelly, atau pelembab seperti Replens atau Senselle, dapat dipergunakan jika membutuhkan lubrikasi tambahan.

Terapi sulih hormon (Hormone replacement therapy =HRT) pada wanita menopause juga membantu meningkatkan lubrikasi dan menebalkan dinding vagina, tetapi sayangnya memiliki risko. Sehingga HRT kurang dianjurkan jika kekeringana vagina hanya satu2nya masalah/keluhan pada menopause. Karena banyak cara2 yang lebih aman untuk mengatasi kekeringan vagina.

Cara lain bagi wanita menopause adalah mempergunakan krim estrogen vagina yang diapakai setiap malam selama 2-3 minggu (atau lebih sampai efeknya terasa).Setelah itu hanya dipakai dua kali seminggu. Walaupun belum terdapat bukti yang kuat, untuk mengimbangi efek estrogen biasanya diberikan juga tablet progeteron guna mengurangi risiko kanker rahim.

Disamping dalam bentuk cream, preparat estrogen juga tersedia dalam bentuk tablet vagina serta cincin vagina. Sedagkan bahan alami (suplemen)dapat dipergunakan ekstrak Black cohosh (sudah tersedia dalam bentuk kapsul). Black cohosh memiliki efek mirip seperti estrogen.