Tampilkan postingan dengan label Infeksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infeksi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Maret 2013

Mengenai Infeksi Vagina (Vulvovaginitis)



Beberapa waktu ini banyak pertanyaan dalam rubrik konsultasi kesehatan bayi dan anak mengenai infeksi vagina (vulvovaginitis) pada anak.

Artikel tanya-jawab ini dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang infeksi vagina pada anak sehingga selanjutnya banyak pertanyaan dari pembaca yang dapat terjawab dengan membaca artikel ini.
Apakah vulvovaginitis?

Jika putri Anda mengeluh sakit atau menggaruk kemaluannya, dia mungkin menderita vulvovaginitis, yaitu peradangan pada daerah vulva dan vagina. Hal ini merupakan masalah ginekologi yang paling umum pada wanita.

Meskipun infeksi vagina sering dikaitkan dengan aktivitas seksual, anak perempuan yang belum mencapai pubertas sangat rentan terhadap vulvovaginitis untuk alasan yang tidak berhubungan sama sekali dengan masalah seks.

Karena putri Anda belum memiliki rambut kemaluan atau lemak di daerah kemaluan sebagai perlindungan terhadap infeksi – pakaian, bahan kimia, sabun, dan obat-obatan dengan mudah dapat mengiritasi kulit daerah kemaluan. Bahkan benda asing yang tertinggal di situ – seperti sisa kertas toilet – dapat menyebabkan peradangan.

Tidak seperti wanita dewasa, putri Anda belum memiliki cukup hormon estrogen untuk melindungi saluran vagina, dan pH vaginanya tinggi, menciptakan lingkungan yang subur bagi bakteri untuk tumbuh. Putri Anda juga mungkin belum dapat mencuci/ membersihkan daerah kemaluannya dari depan ke belakang. (lihat arah panah pada gambar).

Apa gejala dari vulvovaginitis?

Pada mulanya Anda mungkin melihat putri Anda menggaruk atau menggosok daerah selangkangannya, duduk atau berjalan dengan cara yang tidak nyaman. Selanjutnya putri Anda akan mengeluhkan nyeri di daerah kemaluan. Ketika Anda memeriksanya, daerah kemaluan akan tampak merah dan mungkin bengkak.

Seringkali, meskipun tidak selalu, Anda akan melihat keluarnya cairan berwarna kuning, hijau atau kecoklatan dari daerah vagina. Cairan tersebut biasanya memiliki bau yang tidak enak. Putri Anda mungkin mengeluh nyeri waktu buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh air seni yang menyentuh daerah yang teriritasi/terinfeksi - meskipun hal ini sering disalahartikan sebagai tanda infeksi saluran kemih. Jika anak Anda memiliki gejala-gejala tersebut, periksakan segera ke dokter anak.

Apa yang menyebabkan vulvovaginitis?

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan vulvovaginitis, berikut ini adalah beberapa penyebab utamanya :
  • Ketidakseimbangan bakteri. Dalam keadaan normal, di daerah vagina hidup banyak bakteri yang tidak membahayakan tubuh. Vulvovaginitis terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan bakteri tersebut. Alasan pasti dari pertumbuhan bakteri yang berlebih ini tidak selalu diketahui, meskipun kadang-kadang keseimbangan tersebut terganggu akibat pemakaian antibiotik, atau dengan adanya bakteri baru – disebabkan karena menyentuh kemaluan dengan tangan yang kotor.
  • Hygiene/ Kebersihan. Secara anatomi, pada wanita jarak antara vagina dan anus sangatlah dekat , dan juga diperparah dengan cara membersihkan/mencuci daerah kemaluan yang salah. Hal ini menyebabkan kuman E. coli dan bakteri lain dari saluran pencernaan dapat dengan mudah masuk ke lubang kemaluan.
  • Posisi saat buang air kecil. Seperti pada kebanyakan anak, putri Anda mungkin buang air kecil dengan lutut yang rapat (tidak terbuka lebar). Hal ini meningkatkan kemungkinan air seni akan naik ke vaginanya dan menyebabkan infeksi.
  • Cacing kremi. Infeksi parasit ini sering terjadi pada anak. Cacing kremi biasanya bertelur di sekitar anus, jika putri Anda memiliki cacing kremi, maka cacing tersebut akan menyebabkan rasa gatal dan iritasi dan akan menyebar ke daerah kemaluan.
  • Benda asing. Sisa kertas toilet atau benda lainnya dapat ditemukan dalam kemaluan putri Anda, menyebabkan bau dan keluarnya cairan, bahkan dapat berdarah.
  • Iritasi eksternal. Kadang-kadang pada cuaca yang panas dan penggunaan pakaian/celana yang ketat dapat menyebabkan peradangan pada kulit kemaluan. Gelembung mandi dan sabun yang keras juga dapat menyebabkan kemerahan dan rasa gatal.
  • Jamur Candida. Walaupun infeksi jamur adalah gangguan umum untuk wanita dewasa, infeksi ini biasanya tidak menggangu gadis yang belum masuk masa pubertas. Jamur ini menyebabkan cairan dari kemaluan berwarna kuning keputihan seperti keju.
  • Pelecehan seksual. Jika hasil pemeriksaan laboratorium putri Anda positif untuk penyakit menular seksual: trichomoniasis, chlamydia, dan gonorrhea – maka ia perlu dievaluasi untuk kasus pelecehan seksual.

Bagaimana vulvovaginitis didiagnosis dan diobati?

Pertama, dokter akan berbicara dengan Anda dan putri Anda tentang gejala dansetiap penyakit baru atau obat yang telah digunakan, tentang bagaimana putri Anda mandi dan jenis pakaian apa yang dia suka pakai, dan tentang bagaimana dia mencuci/ membersihkan daerah kemaluan.

Selanjutnya dokter akan memeriksa daerah sebelah luar kemaluan putri Anda. Pemeriksaan ini tidak akan menyakiti atau mengganggu secara fisik. Jika ada cairan yang keluar, dokter akan mengambil sampel usapan pada vagina untuk selanjutnya diperiksakan ke laboratorium. Selanjutnya dokter Anda akan mengobati infeksi vulvovaginitis ini sesuai dengan penyebabnya.

Cara untuk meringankan rasa sakitnya, dengan mandi air hangat sering (tanpa menggunakan sabun pada daerah kemaluan). Perlu juga dibiasakan cara mencuci/membersihkan daerah kemaluan dari depan ke belakang ; mengenakan pakaian katun longgar untuk memungkinkan udara masuk dan menjaga kemaluan tidak lembab/basah .

Bagaimana cara pencegahan vulvovaginitis ?
  • Jaga daerah kemaluan sebersih mungkin dengan memastikan ia mencuci/ membersihkan kemaluan dari depan ke belakang setelah menggunakan toilet. Ajari putri Anda untuk kencing dengan kedua lutut terbuka (tidak merapat), yang akan mencegah air seni naik ke daerah vaginanya.
  • Kurangi aktivitas yang terlalu banyak memberikan tekanan langsung pada daerah kemaluan, misalnya: bersepeda, menunggang kuda, dsb.
  • Hindari berendam di air panas. Jangan berenang di kolam dengan chlorin yang terlalu tinggi. Setelah berenang atau saat pakaian/celana basah – segera ganti dengan yang kering.
  • Bila putri Anda terlalu gemuk (obesitas), maka perlu untuk menurunkan berat badannya sampai mencapai berat badan ideal. Kegemukan membuat daerah kemaluan tertutup dan menjadi lebih basah/lembab – yang meningkatkan kemungkinan terjadinya iritasi/infeksi.
  • Hindari mandi gelembung dan sabun yang keras, juga hindari antiseptik dan sampo pada daerah kemaluan putri Anda. Bilas dengan baik setelah mandi. Jika putri Anda sering mendapatkanvulvovaginitis, coba beralihlah menggunakan shower.
  • Lihat bahwa putri Anda benar-benar kering (termasuk daerah kemaluan) setelah mandi, sebelum dia berpakaian.
  • Aturan berpakaian yang baik : Jangan gunakan jeans ketat, celana nilon, piyama dengan kaki dijahit, atau pakaian lain yang mengganggu sirkulasi udara. Lebih banyak gunakan katun yang longgar. Batasi waktu penggunaan baju ketat, celana ketat, dan pakaian mandi/berenang dari nilon. Cuci pakaian dalamnya dengan deterjen ringan dan tidak menggunakan aditif pengering seperti pelembut kain.

dr Sony Prabowo, Sp.A

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Sabtu, 29 Desember 2012

TIPS JIKA BAYI DIGIGIT SERANGGA

 

Gerakan tubuh aakan memperparah penyebaran racun akibat gigitan serangga.

Jadi, jika bayi Anda digigit semut merah, laba-laba, lebah, atau nyamuk, usahakan agar ia tidak banyak bergerak supaya racun tidak semakin menyebar.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengeluarkan alat penyengat dari tubuh bayi.

Gunakan jari atau benda tipis tetapi tidak tajam, misalnya kartu kredit, untuk mengeluarkan penyengatnya.

Jangan mencubit tempat gigitan serangga sebab akan memperparah penyebaran bisa. Setelah penyengat terlepas, kompres bagian yang bengkak karena gigitan dengan waslap yang sudah dibasahi dengan air dingin atau es.

Biasanya, enam jam setelah dikompres bengkak akan hilang.

Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :



Powered by FeedBlitz

Selasa, 22 Mei 2012

Minum Susu Botol Dapat Menyebabkan Infeksi Telinga pada Anak

oleh: Dita Aulia Rachmi
'pc042028.jpg' photo (c) 2007, Mohd Fahmi Mohd Azmi - license: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0/Bila anak Anda mengeluhkan pendengarannya berkurang atau telinganya terasa penuh, hati-hati! Mungkin saja anak Anda sedang mengalami infeksi telinga tengah. Pada balita, gejala infeksi telinga ditunjukkan oleh kebiasaan menarik-narik atau memegang-megang telinga. Namun, terlepas dari gejala di atas, infeksi telinga bisa saja tidak menunjukkan tanda-tanda apapun.

Telinga kita terdiri dari tiga bagian yaitu bagian luar, tengah, dan dalam. Bagian tengah telinga adalah bagian yang terletak tepat di belakang gendang telinga kita. Pada telinga tengah terdapat tulang-tulang pendengaran yang berguna untuk mengtransmisikan suara dan saluran eustachius yang menghubungkan ruang tengah dengan daerah di belakang hidung.

Infeksi telinga disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah penggunaan dot yang tidak benar. Dot yang baik seharusnya bekerja menyerupai fungsi puting ibu di mana air yang keluar tergantung pada anak yang sedang menyusu. Saat anak menyedot, susu yang keluar akan ditelan oleh anak. Sedangkan pada saat anak berhenti menyedot, susu tidak akan keluar.

Bila dot kurang baik, masalah muncul jika susu tetap keluar walaupun anak tidak menyedot, misalnya karena tertidur. Di sisi lain, saat anak tidur otot-ototnya menjadi rileks, termasuk otot yang menyusun saluran eustachius sehingga saluran tersebut terbuka. Nah, susu yang tetap keluar tadi bisa-bisa bukannya tertelan, namun masuk ke dalam saluran eustachius dan  memenuhi rongga pada telinga tengah. Hal ini mungkin terjadi, apalagi pada anak yang menyusu botol dalam keadaan berbaring.

Cairan yang terkumpul di telinga tengah kemudian dapat menjadi media infeksi bakteri. Selain itu, adanya cairan di belakang gendang telinga akan mengganggu proses transmisi suara. Akibatnya, anak menjadi sulit mendengar. Fungsi telinga dapat kembali normal apabila cairan tersebut dibuang.

Sebagai pencegahan, jangan biasakan anak untuk minum susu botol sambil berbaring. Lebih baik lagi bila pemakaian dot dihentikan sedini mungkin. Bila memang harus menggunakan botol, gunakan dot yang bekerja menyerupai puting ibu di mana susu hanya akan keluar bila anak menyedot. Selain itu, posisikan balita seperti saat ibu memberikan ASI secara langsung.

Penting bagi para ibu untuk menjaga kesehatan telinga anak mengingat anak-anak rentan sekali terhadap penyakit. Gangguan apapun pada fungsi telinga dapat memengaruhi proses belajar anak, apalagi untuk anak usia sekolah. Bila dibiarkan, infeksi telinga dapat menyebabkan anak menderita tuli permanen. Bila ibu mencurigai adanya masalah telinga pada anak, segera periksakan ke dokter THT terdekat.
Tentang Penulis:
Dita Aulia Rachmi adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Untuk interaksi dan korespondensi lebih lanjut, silakan menghubungi penulis melalui halaman kontak..


Kontak !

Jumat, 02 Maret 2012

Penyebab dan Cara Menyembuhkan Mimisan



Penyebab mimisan pada anak bervariasi. Secara umum mimisan terjadi akibat pembuluh darah yang pecah di daerah hidung bagian tengah, namanya pleksus kieselbach. Pembuluh darah ini merupakan anyaman jaringan pembuluh darah yang sangat halus dan tipis. Pada anak-anak pembuluh darah ini mudah berdarah terutama kalau ada infeksi di daerah hidung. Akibat infeksi pembuluh darah yang tipis tersebut akan melebar dan kalau tersenggol sedikit saja akan mudah pecah.

Perubahan cuaca juga dapat menyebabkan mimisan. Prinsipnya sama dengan infeksi, cuaca dingin atau hujan menyebabkan hidung anak mengalami flu serta pembuluh darah di hidung melebar dan tipis. Ketika anak menyeka hidungnya pembuluh darah ini gampang sekali pecah.

Penyebab dan Cara Menyembuhkan Mimisan
Mimisan juga dapat terjadi jika seseorang menderita tumor di rongga hidung yaitu angiofibroma. Tumor ini biasa ditemukan pada anak usia muda atau dewasda muda dan seringkali terlihat sebagai benjolan sebesar biji nangka berwarna merah keputihan.

Pada keadaan infeksi sistemik seperti demam bedarah anak juga dapat mengalami mimisan, biasanya ini pertanda bahaya pada kasus demam berdarah tersebut dan anak harus mendapatkan perawatan intensif. Pada keadaan demam berdarah mimisan seringkali diikuti perdarahan juga pada organ lain sehingga mimisan karena demam berdarah mudah dibedakan dari mimisan karena sebab lain.

Bahaya atau tidaknya mimisan sangat tergantung dari penyebabnya. Mimisan karena demam berdarah sangat berbahaya karena itu pertanda stadium berat. Jika mimisan karena infeksi di daerah hidung misalnya sinusitis dsb, tidak terlalu berbahaya dan penata laksanaannya dengan mengobati infeksinya.

Pada keadaan yang kronis misalnya mimisan yang terlalu sering dan darah yang keluar banyak dapat terjadi komplikasi yang cukup berat antara lain anemia. Anemia jika berlangsung lama dan berat akan mengakibatkan beban kerja jantung bertambah berat dan jantung akan membengkak.

Cara menghentikan mimisan adalah anak didudukkan pada posisi tegak, kemudian diberikan tekanan pada hidung (dipencet) dengan tujuan mengecilkan pembuluh darah yang pecah (kontriksi) sekaligus mempercepat pembekuan darah di daerah hidung. Bisa juga dengan pengobatan alami daun sirih getahnya diteteskan ke daerah hidung yang mimisan. Getah daun sirih ini berkhasiat menimbulkan koagulasi pada pembuluh darah yang pecah.


Minggu, 22 Januari 2012

Mudah Lemas setelah usia 30tahun

Ass wr wb... Bu Esti... saya semenjak umur 30an, dan baru menikah 1th ini, pisik saya menurun dratis hampir tenaga lemes dan males, persendian sakit, gampang migran, sering sariawan, tenggorokan sering sakit, mual.... ngantukan, padahal waktu usia 20an jarang sakit2an... apa saya termasuk orang yang kena "TORCH" ya dok? untuk mengatasi masalah ini giman ya...makasih atas jawabnya? Ady, 33 tahun

Jawaban :

TORCH adalah istilah yang mengacu pada sekelompok infeksi yang ditimbulkan oleh virus Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Biasanya TORCH dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium, yang disebut pemeriksaan TORCH. Pemeriksaan TORCH sangat disarankan bagi ibu-ibu yang sedang hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan, karena infeksi virus-virus tersebut dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir prematur, dan yang terparah, bisa menyebabkan kecacatan. Umumnya infeksi TORCH tidak dapat terdeteksi secara kasat mata, artinya jarang sekali ada gejala-gejala yang dirasakan.

Nah, mengenai keluhan yang Anda rasakan, kami ragu jika Anda menderita TORCH, apalagi tanpa pemeriksaan melalui laboratorium. Kondisi fisik yang menurun bisa jadi karena beban fisik dan pikiran (misalnya pekerjaan) yang meningkat akhir-akhir ini. Apalagi jika Anda tergolong orang yang jarang berolahraga, maka tubuh Anda akan mudah terasa lemas dan terserang berbagai penyakit.

Saran kami, kalau terasa sangat mengganggu, sebaiknya periksakan diri Anda langsung ke dokter untuk mendapatkan pengobatan segera, karena ada beberapa penyakit yang memiliki gejala-gejala seperti mudah lemas dan mengantuk, misalnya saja gangguan keseimbangan hormon tiroid. Tapi jika keluhan yang Anda rasakan tidak terlalu parah, cobalah untuk rutin berolahraga ringan, misalnya jalan kaki setidaknya 10 menit setiap hari secara rutin untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan asupan oksigen agar tubuh Anda tidak mudah lemas. Semakin bertambah usia, memang performa tubuh tidak sebaik saat usia kita masih muda, dan itu adalah reaksi alamiah, jadi jangan terlalu memforsir diri Anda dengan beban pekerjaan dan pikiran seperti saat Anda masih berusia 20 tahunan.

Selasa, 08 November 2011

Penelitian: Demam Tingkatkan Imunitas Tubuh

Saat demam atau mengalami gejala influenza, Anda mungkin langsung berpikir untuk minum obat demi meredakan gejala sakit. Sekelompok peneliti menyatakan, tak perlu minum obat saat mengalami sakit ringan.


Dalam simpulannya peneliti menyatakan, membiarkan diri merasakan demam dan rasa sakit memungkinkan imunitas tubuh bekerja lebih efisien. Mereka mengatakan, limfosit yang disebut CD8+sel T sitotoksik mampu menghancurkan sel yang terinfeksi virus dan bakteri. Dan, demam ringan meningkatkan kemampuan sel kekebalan tubuh.

Selama percobaan, peneliti dari Departemen Imunologi di Pusat Kanker Roswell Park Buffalo menyuntikkan dua kelompok tikus dengan antigen dan melihat perkembangan T-sel dalam tubuh tikus. Mereka lalu menaikkan suhu tubuh satu kelompok tikus sebesar dua derajat, dan mempertahankan suhu tubuh normal pada kelompok lainnya.

Tikus dengan suhu tubuh lebih hangat lebih banyak menghasilkan sel yang dapat menghancurkan sel terinfeksi. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Leukocyte Biology November 2011.

Demam telah umum diketahui sebagai respon tubuh untuk melawan bakteri dan virus. Namun, suhu tubuh naik hingga mencapai panas tertentu dapat berakibat buruk jika terus dibiarkan. Dr Amesh A. Adalja mengatakan, ada baiknya membiarkan penyakit tanpa obat, tapi tidak boleh dilakukan dalam tiap kasus.

"Setelah suhu tubuh mencapai tingkat tertentu, akan sangat berbahaya karena dapat menjadi racun bagi sel-sel otak, memicu kejang, meningkatkan denyut jantung dan tingkat metabolisme basal, serta memperparah dehidrasi," katanya yang juga asisten klinis profesor di Departemen Kedokteran di Universitas Pittsburgh.

Dia menyarankan agar tak membiarkan demam dengan suhu lebih tinggi dari 39 derajat celcius tanpa obat. Anak dengan demam tinggi dapat menyebabkan kejang dan risiko kesehatan lain.

"Demam bisa menyebabkan kondisi pasien memburuk. Jika seseorang mengalami demam terus menerus lebih tinggi dari 40 derajat Celcius, itu bukan hanya sekedar serangan virus. Itu bisa sesuatu yang lebih berbahaya," ujarnya seperti dikutip dari MSNBC.

Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Kamis, 03 November 2011

Tim Dokter Keluarkan 26 Paku Dan Jarum di Tubuh Safirah Putri

Fhoto”: Shamier Parez



Tim Medis sedang membawah Safirah (3) keruang operasi, Selasa, 1 November 2011, untuk dioperasi mengenai penyakit yang dideritanya.




Setelah berhasil dioperasi oleh tim medis, dr Kamaruddin Sahid memperlihatkan benda asing berupa paku, logam putih dan jarum yang dikeluarkan dari kedua betis Safirah kecuali dipunggung belum dikeluarkan karena masih mengalami kendala dan harus hati-hati melakukan operasi karena daerah punggung sangat rawan.


Hasil Foto rontgen Safirah terdapat benda asing yang ada didalam tubuhnya.

Safirah digendong oleh ibunya sebelum dioperasi, Safirah lemas karena disuruh berpuasa oleh dokter.

Penulis: Shamier Parez
Penyakit yang diderita Safirah Putri pasangan dari Sarifa dengan Ibrahim menjadi fenomena baru di dunia medis dan bahkan tidak bisa dijangkau dari logika medis karena kejadian ini merupakan kejadian aneh bagi bocah simalang ini.


Inilah kekuasaan Allah SWT, apa saja yang diinginkan pasti terkabul, seperti yang dialami Safirah yang masih berusia 3 tahun, telah menderita penyakit langkah ini. Baru pertama kali terjadi di Kota Parepare Sulsel, maka direktur RSU Andi Makkasau Parepare, dr Jamal Sahid langsung memerintahkan stafnya untuk menjemput Safirah di Aspol III Parepare, agar di bawah ke RSU Andi Makkasau untuk dioperasi.


Pada hari Jumat 28 Oktober 2011 lalu, Safirah bersamah Ibunya, Sarifa menginap di kamar Asoka RSU Andi Makkasau Kota Parepare untuk dirawat intensif, baru dioperasi pada hari Selasa 1 Nopember 2011 kemarin mulai pukul 10.00 wita hingga 12.00 wita atau dua jam dilakuakn operasi khusus untuk membuka benda asing berupa paku, jarum dan logam putih dibagian betis kanan dan kiri serta dipunggung.


Hasil operasi yang dilakukan oleh tim medis yang melibatkan dokter ahli beda, dokter ahli kulit, dan dokter ahli anak berhasil mengeluarkan 26 paku dari jumlah 27 paku yang bersarang di tubuh bocah malang ini.


Jenis benda asing berupa paku sebanyak 23 biji, satu biji jarum dan satu biji logam putih yang bersarang di betis kanan dan kiri, sedangkan di bagian punggungnya belum dikeluarkan oleh tim medis karena harus eksra kehati-hatian karena daerah rawan yang bisa merusak urat saraf karena berada di wilayah tulang belakang.


Jenis benda besi ini masuk didalam tubuh safirah sepanjang 2 hingga 6 cm, dibagian betis kanan berjumlah sebanyak 7 biji dan betis kiri sebanyak 19 biji. Itu berhasil dikeluarkan oleh tim medis, pada hari Selasa 1 Nopember kemarin.


Ahli spesialis beda, dr Kamaruddin Sahid Sp.Mks,mengatakan, tim medis dari berbagai dokter ahli, sudah berhasil mengeluarkan benda asing di bagian betis kanan dan kiri Safira sebanyak 26 biji dengan berbagai jenis yaitu paku, besi logam dan jarum.


Sisa dibagian punggung terdapat satu benda asing belum dikeluarkan karena harus menunggu pemulihan dari operasi kepada betis Safira.”Jadi kami tidak melakukan operasi pada bagian punggungnya karena sangat rawan disitu, jika salah operasi dapat merusak urat saraf Safira, maka kami lebih menunggu untuk pemulihan kepada korban setelah dioperasi kedua betisnya, jika kondisinya sudah baik maka kami lakukan operasi tahap kedua dibagian punggungnya, itu dilakukan jika setelah ada hasil foto khusus letak benda asing itu dibagian punggung, jika tidak difoto khusus maka akan berdampak pada kerusakan urat saraf,”tuturnya.


Lanjut, dr Kamaruddin yang disapa dr Kama, menjelaskan, benda asing berupa besi, jarum, dan logam ini masuk didalam tubuh Safira membuat tim dokter menduga kalau diduga sengaja di masukkan, pasalnya, paku, logam dan jarum masuk didalam tubuh bocah ini tidak menimbulkan akar atau adanya pertumbuhan didalam tubuh Safira, “jelas benda asing ini tidak menyatuh dalam diri Safirah maka kami menduga bahwa sengaja di masukkan, ini merupakan yang pertama kali kami hadapi diluar ilmu medis,”tuturnya.


Sementara ibu Safirah dihubungi diluar kamar operasi mengenai dugaan bahwa paku, logam dan jarum masuk ke tubuh Safirah sesuai pernyataan dr Kamaruddin bahwa ada dugaan benda asing ini disengaja dimasukkan. Menurut, Sarifa (ibu Safirah), membantah bahwa tidak pernah dia masukkan paku, logam dan jarum ditubuh anaknya.


Safirah, kata ibu satu anak ini, selama anaknya dirawat dibesarkan tidak pernah mengalami gangguan kelainan mengenai penyakit ini, walaupun ia sudah berpisah dengan suaminya tetapi Safira selalu dirawatnya hingga usia 3 tahun.


Penyakit ini muncul pada usia 2 tahun lebih, bahkan dirinya pun sempat menarik paku itu dibetis Safira anaknya, tetapi Safira tidak merasakan sakit bahkan biasa-biasa saja seperti tidak ada masalah dalam kelainan ditubuhnya.


“Saya juga heran kenapa bisa ada paku, logam dan jarum didalam tubuh anak saya, padahal anak saya tidak ada kelainan bahkan tidak pernah merasakan sakit apapun adanya benda seperti ini masuk didalam tubuhnya, seandainya sengaja dimasukkan benda besi itu pasti sakit atau bisa membengkak tapi ini hanya biasa saja,”tuturnya satu anak ini.


Benda Asing Ditubuh Safira Diluar Jangkuan Ilmu Medis


Aneh tapi nyata terjadi pada diri Safirah selama menginjak usianya 3 tahun terdapat ada benda asing berupa Paku, Logam putih dan jarum menancap ke bagian betis kanan, betis kiri dan punggung Safira.


Adanya benda aneh ini menjadi fenomena baru di ilmu medis dan langka terjadi diluar logika medis, secara ilmiah penyakit ini tidak bisa ditemukan oleh ilmu medis apa penyebabnya sehingga ada benda asing masuk ditubuh Safirah.


Jika memang sengaja di masukkan maka otomatis Safirah pasti menagis, mengalami pembengkakan, menimbulkan tetanus karena besi yang masuk di tubuh Safirah besi berkarat tetapi tidak merasakan kesakitan bahkan tetap bermain seperti anak seusianya.


“Kami melihat secara analisa mengenai diri safirah, bahwa kalau memang sengaja di masukkan benda besi berupa paku, logam dan jarum pasti anak ini merasakan kesakitan dan bisa bengkak ditubuhnya yang mengakibatkan menjadi tetanus, tetapi ternyata faktanya dilihat tidak demikian, anak ini kondisinya sehat dan tetap bermain tanpa merasakan kesakitan, kalaupun memang tumbuh sendiri besi itu dalam tubuh Safirah, ? tetapi bagaimana caranya benda itu justru tidak menyatuh dengan kulit, nah ! ini kan aneh bagi kami, karena diluar dari ilmu medis,” kata direktur RSU Andi Makkasau Kota Parepare, dr Jamal Sahid kemarin.


Lanjut, karena penyakit ini langkah dan tidak bisa diukur secara ilmiah, maka perlu ada ahli tenaga medis untuk melakukan riset mengenai penyakit ini dari mana asal-usulnya dan apa sebab-akibatnya sehingga ada benda asing yang tidak bisa menyatuh dengan kulit bisa ada didalam tubuh manusia seperti dialami Safirah bocah 3 tahun ini.


“Jadi kami tidak bisa menyimpulkan benda asing yang masuk didalam tubuh Safirah apakah sengaja atu tidak, karena ini diluar jangkuan medis, ataukah memang ini penyakit , inilah kekuasan Allah yang tidak bisa dijangkau akal manusia,”tuturnya.


Sementara mengenai biaya operasi Syafirah ini, kata dr Jamal, semuanya ditanggung oleh pemerintah kota Parepare melalui dana kesehatan gratis,”jadi mengenai biaya operasi, obat dan perawatan bagi Syafirah ini ditanggung seluruhnya oleh pemerintah setempat,”janji, Jamal singkat.




Lihat yg lebih 'menarik' di sini !

Minggu, 30 Oktober 2011

Mandilah sebelum berenang



Membilas tubuh seusai berenang menjadi hal yang wajib dilakukan banyak orang. Namun tak banyak orang yang merasa penting untuk mandi sebelum menceburkan diri ke kolam. Padahal, mandi sebelum berenang bisa mencegah infeksi yang timbul dari air kolam. Penyakit akibat air kolam renang (recreational water illnesses/RWI) menyebar akibat menelan atau bernapas di dalam air yang terkontaminasi, terutama dari kolam renang umum.

Penyakit ini diperkirakan diderita oleh lebih dari 10.000 orang di Amerika setiap tahunnya. Para peneliti dari University of Michigan menyebutkan, mandi sebelum berenang bisa menjadi cara untuk mencegah infeksi akibat air kolam. Membilas tubuh dengan air sebelum kontak dengan air kolam bisa mengurangi bahan-bahan kimia yang masih menempel di kulit.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Illinois tahun 2010 menemukan, produk yang mengandung nitrogen yang dipakai oleh para perenang, misalnya tabir surya atau kosmetik, akan menjadi agen yang bersifat toksik saat bercampur dengan disinfektan di kolam renang. Paparan disinfektan dalam jangka panjang akan menyebabkan mutasi genetik dalam tubuh sehingga bisa menyebabkan kecacatan pada janin, mempercepat proses penuaan, gangguan pernapasan, bahkan kanker.

Meskipun klorin sudah cukup membunuh sebagian besar bakteri penyebab RWI dalam satu jam, tetapi parasit penyebab kram perut, diare, dan mual-mual bisa bertahan hidup di kolam renang selama beberapa hari meski airnya sudah mengandung disinfektan. Salah satu cara untuk mencegah penyebaran RWI adalah mencegah parasit masuk ke kolam renang. Karena itu, para ahli merekomendasikan agar anak-anak mandi dengan sabun sebelum berenang.

Rabu, 31 Agustus 2011

Tanda Anak Berbakat Alergi

Gejala alergi bisa muncul kapan saja setelah terjadi interaksi antara tubuh dengan pencetus alergi (alergen). Pada orang yang menderita alergi, sistem kekebalan tubuhnya memandang alergi sebagai benda asing. Kenali tanda-tanda anak berbakat alergi.

Menurut dr.Ari Muhandari Ardhie, Sp.KK, dokter di klinik kulit dan kelamin RS Anak & Bunda Harapan Kita, Jakarta, penyakit alergi hanya mengenai anak yang punya bakat alergi (atopik). Bakat alergi diturunkan salah seorang atau kedua orangtuanya. "Sayangnya belum banyak orangtua yang paham anaknya memiliki bakat alergi," katanya.
Alergen atau pencetus alergi antara lain tungau debu rumah, binatang piaraan, debu, makanan laut, telur, serbuk bunga, susu sapi, serta kecoa. "Kotoran kecoa bisa menyebabkan asma," imbuhnya di sela acara Bunda Pintar Bunda Johnson yang diadakan Johnson & Johnson di sebuah mal di Jakarta akhir pekan lalu.

Alergi selama ini sering dikenali dari reaksi berupa ruam atau merah-merah di kulit, padahal, menurut dr.Ari ada tanda-tanda lain yang mudah untuk dikenali. Tanda-tanda tersebut muncul tergantung pada bagian tubuh yang bereaksi terhadap alergen.
"Jika bagian tubuh yang bereaksi organ paru maka gejalanya adalah anak menderita batuk atau asma. Pada hidung, gejalanya adalah bersin-bersin dan pilek terutama di pagi hari. Orang sering menyebutnya itu sinus, padahal disebabkan alergi," papar kepala bagian pendidikan dan pelatihan RSAB Harapan Kita ini.

Tanda-tanda lainnya adalah eksim atau iritasi di kulit. "Biasanya orang yang sering biduran, kaligata, luka gigitan nyamuk bekas hilang atau awam menyebutnya darah manis, serta lingkaran hitam di sekitar mata juga menjadi tanda seseorang berbakat alergi," katanya.
Menurut dr.Ari, pada umumnya alergi akan berkurang seiring dengan pertambahan usia bayi. "Makin tambah usianya, sistem imun tubuhnya semakin kuat sehingga reaksi alergi secara bertahap berkurang," ujarnya.

Untuk mencegah alergi, yang harus dilakukan adalah mengenali hal-hal yang memicu reaksi alergi lalu menghindarinya. Pada bayi, pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan juga disarankan untuk menghindari alergi serta meningkatkan kekebalan tubuh bayi.
Tanyakan problematika anak anda di sini !

Minggu, 14 Agustus 2011

9 Kondisi Umum pada Bayi yang Baru Lahir

Alangkah gembiranya memiliki bayi di rumah Anda. Semua anggota keluarga menyambutnya penuh suka cita. Namun, salah satu kondisi berikut pada bayi Anda mungkin membuat Anda cemas. Jangan khawatir, ternyata sebagian besar kondisi berikut bukanlah masalah serius yang perlu dicemaskan.

1. Bayi Anda memiliki benjolan di kepala

'Baby Stella-1' photo (c) 2009, Richard Topalovich - license: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/Benjolan tersebut biasanya adalah kantong darah yang terbentuk di bawah kulit kepala (caput succedaneum). Seringkali, penyebabnya adalah tekanan forcep atau ekstraksi vakum, yang digunakan dokter ketika bayi Anda tidak bisa keluar sendiri. Benjolan juga dapat disebabkan oleh gesekan kepala bayi dengan tulang panggul ibu selama proses kelahirannya. Pada kasus yang lebih jarang, benjolan terbentuk sebagai hasil dari darah yang berkumpul di antara periosteum (selubung tulang) dan tulang tengkorak, yang disebut cephalohematoma. Kondisi ini disebabkan oleh pecahnya pembuluh-pembuluh darah kecil selama kelahiran. Dalam kedua kasus, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Benjolan akan mengecil dalam beberapa hari, kemudian menghilang sepenuhnya dalam beberapa minggu.

2. Kepala bayi Anda tidak bulat

Ini adalah kondisi umum lainnya yang disebabkan oleh posisi bayi dalam rahim selama kehamilan atau selama proses kelahiran. Selama kelahiran, kepala bayi melalui terowongan sempit pada tulang panggul sehingga bentuknya berubah. Kepala bayi Anda akan kembali berbentuk normal dalam waktu sekitar enam minggu setelah kelahiran. Kadang-kadang kepala bayi tidak kembali ke bentuk normal dan kepala di bagian belakang atau samping kepala mungkin berbentuk rata. Kondisi ini dikenal sebagai plagiocephaly. Kepala bayi berbentuk asimetris atau tidak rata. Plagiocephaly tidak memengaruhi perkembangan otak bayi, tetapi jika tidak dikoreksi dapat mengubah penampilan fisiknya dengan menyebabkan pertumbuhan wajah dan kepala yang tidak merata (jawa: kepala tetap “peyang” atau “penjol”).

Jika Anda memiliki masalah dengan bentuk kepala bayi Anda atau bayi Anda hanya dapat mengambil satu sisi saat berbaring di punggungnya, Anda perlu berbicara dengan dokter atau bidan Anda.

3. Kepala bayi Anda memar seperti petinju

Jika bayi Anda dilahirkan oleh dokter kandungan dengan bantuan forcep (semacam sendok tang berbentuk tumpul), bayi Anda mungkin memiliki kepala yang agak “bergelombang” dan memiliki memar merah muda atau biru di pelipis atau telinga. Gelombang dan memar kecil ini biasanya akan menghilang dalam beberapa hari.

4. Kulit bayi Anda menguning

Kondisi yang disebut ikterus neonatal (neonatal jaundice) ini dimulai dalam beberapa hari pertama setelah lahir. Pada umumnya hal ini adalah fenomena fisiologis yang normal dan tidak menimbulkan masalah.

Selama hidup di dalam rahim, sel-sel darah merah janin mengandung jenis hemoglobin yang berbeda dari hemoglobin yang hadir setelah kelahiran. Ketika bayi lahir, tubuh bayi mulai menghancurkan sel-sel darah merahnya yang mengandung hemoglobin jenis janin dan menggantikan mereka dengan sel darah merah yang mengandung hemoglobin jenis dewasa. Liver bayi menjadi dipenuhi bilirubin yang berasal dari hemoglobin janin dari sel-sel darah merah yang dihancurkan. Karena liver pada bayi baru lahir belum matang, dan kemampuannya untuk memproses dan menghilangkan bilirubin terbatas, bilirubin terakumulasi dalam darah. Gejala ikterus atau bayi kuning pun muncul.

Dalam dua atau tiga minggu, penghancuran sel darah merah berakhir, liver menjadi matang, dan tingkat bilirubin kembali normal.

5. Bayi Anda sangat berbulu

Rambut-rambut sangat halus menutupi hampir seluruh badan bayi di dalam rahim. Rambut yang disebut lanugo tersebut normalnya menghilang sebelum kelahiran, tetapi tidak selalu demikian, terutama pada bayi prematur. Kondisi ini hanyalah sementara. Pada saatnya rambut-rambut itu akan memudar secara spontan dalam tiga atau empat minggu.

6. Mata bayi Anda tidak fokus

Adalah normal bagi bayi yang baru lahir untuk memiliki fokus mata yang kadang-kadang bersilangan atau melantur, terutama ketika mereka lelah. Kita tidak dapat menyebut seorang bayi memiliki strabismus konvergen (fokus mata bersilangan di hidung) sebelum usia 3 atau 4 bulan. Ketidakmatangan otot dapat menyebabkan bola mata bayi tidak terpancang tepat di tengah mata.

Dalam kebanyakan kasus, mata bayi akan berfokus normal selama tiga bulan pertama. Bila bayi Anda memiliki strabismus divergen (fokus mata menyimpang keluar)– yang sangat jarang terjadi– atau anak Anda berusia lebih dari 3 bulan namun matanya selalu atau kadang-kadang bersilangan, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

7. Bayi Anda memiliki bintik-bintik di kulit

Kondisi yang disebut infantile hemangioma ini ditandai dengan noktah atau bintik-bintik merah pada pembuluh darah halus. Warna mereka dapat berkisar dari merah muda sampai merah gelap. Sekitar 10% bayi yang baru lahir mengembangkan kondisi ini. Mereka dapat muncul di manapun pada tubuh, tetapi paling banyak di wajah, kepala atau leher. Bintik-bintik tersebut mungkin sudah hadir pada saat lahir, tetapi menjadi lebih jelas dalam minggu-minggu pertama kehidupan.

Jangan panik, kebanyakan hemangioma akan menyusut dan menghilang sebelum usia 3 tahun tanpa perlu pengobatan. Semua hemangioma mengikuti siklus yang sama yaitu terbentuk sebelum atau sesudah lahir, tumbuh dan regresi atau menghilang sama sekali. Beberapa anak juga dilahirkan dengan spot biru di atas pantat. Spot ini juga akan memudar dari waktu ke waktu.

8. Bayi Anda berjerawat

Bayi ternyata juga dapat berjerawat. Bayi laki-laki lebih sering terkena daripada bayi perempuan. Beberapa ahli menduga bahwa beberapa bayi memiliki kulit berminyak karena hormon pria (androgen) tertentu yang ditularkan oleh ibunya. Oleh karena itu, seperti halnya pada remaja, mereka dapat memiliki jerawat. Para ahli lain berpikir bahwa bayi yang baru lahir mengembangkan jerawat karena stimulasi kelenjar sebasea (kelenjar penghasil minyak pada kulit) oleh hormon ibu yang tersisa setelah melahirkan. Saat ini, pendapat yang lebih kuat mengatakan bahwa jerawat bayi mungkin terjadi karena reaksi inflamasi terhadap ragi (Malassezia) di kulit. Fluktuasi hormon juga mungkin berperan. Namun, tidak ada yang tahu persis penyebabnya.

Jenis jerawat yang paling umum pada bayi adalah papel dan pustel. Papel adalah benjolan kecil, padat, bulat berwarna merah yang menonjol di kulit. Pustel adalah benjolan kecil di kulit yang memiliki koleksi nanah. Jangan memencetnya. Dalam tiga atau empat minggu, jerawat-jerawat tersebut akan menghilang.

9. Bayi Anda terlahir memiliki gigi

Beberapa bayi dilahirkan dengan satu atau lebih gigi. Napoleon Bonaparte konon terlahir memiliki beberapa gigi yang disebut gigi natal (natal teeth) ini. Gigi natal berbeda dengan gigi neonatal, yang tumbuh dalam 30 hari pertama setelah lahir. Gigi natal juga bukan titik-titik putih kecil yang banyak disangka orangtua sebagai gigi tetapi sebenarnya adalah kista gingiva (kantung cairan di gusi) yang akan menghilang secara spontan.

Gigi natal umumnya berkembang pada gusi yang lebih rendah dan tidak terbentuk dengan baik. Gigi ini mungkin tidak nyaman untuk ibu menyusui dan dapat melukai lidah bayi. Pada beberapa kasus, gigi natal akan tanggal sendiri segera setelah bayi lahir, terutama jika gigi tersebut longgar.

Pada umumnya gigi natal bukanlah masalah medis. Sebenarnya memang sejak sebelum lahir, gigi-gigi bayi sudah terbentuk dan hadir dalam gusi. Pada kasus yang sangat jarang, kondisi itu berhubungan dengan sindrom penyakit tertentu.


Senin, 11 April 2011

Bisakah Manusia Hidup Tanpa Bakteri?

Headline



Data tentang triliunan bakteri mengerumuni kulit dan seluruh tubuh manusia terdengar sangat menakutkan. Namun ahli biologi mikro Anne Maczulak menegaskan, manusia tak bisa hidup tanpa bakteri.

Penulis buku ‘Allies and Enemies: How the World Depends in Bacteria’ ini menjelaskan, manusia tak bisa hidup tanpa bakteri. Sebagian besar manusia mempelajari bakteri dalam konteks penyakit.

Hal ini membuat manusia cenderung berpikir tentang bahaya yang ditimbulkan bakteri ini. “Suatu tantangan memikirkan cara bakteri membantu manusia karena kecenderungan yang lebih dari sekadar proses kompleks yang tak hanya sekali,” ungkap Maczulak.

Di dalam tanah dan laut, bakteri merupakan pemain utama dalam dekomposisi bahan organik serta siklus daur ulang unsur kimia seperti karbon dan nitrogen yang diperlukan bagi kehidupan manusia.

Karena tanaman dan hewan tak menghasilkan molekul nitrogen yang dibutuhkan manusia untuk hidup, bakteri tanah dan cyanobacteria (alga hijau-biru) memainkan peran mutlak yang sangat diperlukan dalam mengubah nitrogen atmosfer menjadi amonium atau nitrat.

Keduanya merupakan bentuk nitrogen yang bisa diserap tanaman untuk menghasilkan asam amino dan asam nukleat, blok pembangun DNA. Manusia memakan tanaman dan menuai keuntungannya.

Selain itu, bakteri juga memainkan peran siklus zat penting lain untuk kehidupan manusia, yakni air. Beberapa tahun terakhir, para ilmuwan dari Louisiana State University menemukan bukti, bakteri mewakili banyak partikel-partikel kecil yang menyebabkan percepatan awan menjatuhkan salju dan hujan.

Di luar dan di dalam tubuh manusia, bakteri masih menawarkan manfaat lain. Dalam sistem pencernaan, bakteri membantu mencerna makanan, seperti serat tanaman yang tak bisa dengan baik ditangani manusia.

“Manusia mendapat lebih banyak gizi dari makanan berkat bakteri,” kata Maczulak. Menurut Maczulak, bakteri dalam sistem pencernaan juga menyediakan vitamin yang diperlukan manusia seperti biotin dan vitamin K dan sumber utama nutrisi lain.

Percobaan pada kelinci menunjukkan, hewan yang dibesarkan dalam lingkungan steril tanpa bakteri mengalami kekurangan gizi dan mati muda. Menurut Maczulak, di luar tubuh, ‘hutan bakteri’ di kulit (menurut New York University, terdapat 200 spesies bakteri terpisah pada orang normal) mendominasi lingkungan kulit dan sumber dayanya serta menjaga agar bakteri lain tak dapat masuk.

Di dalam atau luar tubuh, bakteri terbukti menjadi bagian penting dari perkembangan sistem kekebalan tubuh. Menurut ahli biologi mikro Gerald Callahan di Colorado State University, bakteri baik jinak atau bahaya, menjadi bilangan prima sistem kekebalan tubuh dalam merespon patogen penyerang di kemudian hari.

Studi Callahan yang diterbitkan dalam New EnglandJournal of Medicine ini juga menunjukkan, anak-anak yang terlindung dari bakteri, memiliki kesempatan lebih tinggi terkena asma dan alergi. Bukan berarti bakteri menguntungkan tak bisa berbahaya.

Biasanya, bakteri bermanfaat dan bakteri berbahaya secara eksklusif mutual, ungkap Maczulak. Namun, kerjanya tumpang tindih, terutama pada bakteri yang mendiami tubuh. “Bakteri Staph menjadi contohnya, bakteri ini ada di seluruh kulit,” katanya.

Sebuah koloni Staphylococcus Aureus yang hidup di lengan mungkin bekerja bersama, menyerang penyusup tanpa merugikan tubuh namun jika sistem kekebalan tubuh terganggu, bakteri ini bisa mengamuk dan menyebabkan infeksi.

Jumlah sel bakteri yang ada dalam tubuh manusia diperkirakan 10 kali lebih banyak dibanding jumlah sel manusia. “Hal ini membuat banyak ilmuwan menggambarkan manusia lebih mirip bakteri dibanding manusia,” kata Maczulak. Hal sedikit menakutkan, “Namun, hal ini membantu Anda memvisualisasikan seberapa besar peran organisme”.



Kalau artikel diatas bermanfaat, lebih baik anda berlangganan di bawah ini :



Powered by FeedBlitz

Alergi dan Cara Menanganinya

Alergi atau hipersensitivitas tipe I adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik)atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia berkasi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen. Alergi disebabkan oleh produksi antibodi berjenis IgE.


Alergi timbul bila ada kontak terhadap zat tertentu yang biasanya, pada orang normal tidak menimbulkan reaksi. Zat penyebab alergi ini disebut allergen. Allergen bisa berasal dari berbagai jenis dan masuk ke tubuh dengan berbagai cara. Bisa saja melalui saluran pernapasan, berasal dari makanan, melalui suntikan atau bisa juga timbul akibat adanya kontak dengan kulit seperti; kosmetik, logam perhiasan atau jam tangan, dll. Zat yang paling sering menyebabkan alergi: Serbuk tanaman; jenis rumput tertentu; jenis pohon yang berkulit halus dan tipis; serbuk spora; penisilin; seafood; telur; kacang panjang, kacang tanah, kacang kedelai dan kacang-kacangan lainnya; susu; jagung dan tepung jagung;sengatan insekta; bulu binatang; kecoa; debu dan kutu. Yang juga tidak kalah sering adalah zat aditif pada makanan, penyedap, pewarna dan pengawet.

Menentukan penyebab alergi dapat dilakukan dengan cara berikut :

* Menghindari zat yang dicurigai sebagai allergen, kemudian setelah gejala hilang mencoba kembali zat tersebut. Misalnya saja, bila yang dicurigai sebagai allergen adalah makanan, maka sebaiknya berhenti memakan makanan tersebut. Setelah gejalanya hilang, coba kembali memakannya dan melihat apakah terjadi reaksi yang sama.

* Melakukan tes alergi dan melihat riwayat keluarga serta riwayat frekuensi serangan terjadi. Bila salah satu dari orang tua menderita alergi, maka kemungkinan risiko penyakit tersebut diturunkan pada anak sekitar 25%*-30%. Sementara itu, bila kedua orang tua adalah penderita, maka risiko meningkat menjadi 60%*-70%. Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang antara lain tes alergi pada kulit, foto rontgen, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lebih lanjut bila dibutuhkan. Tes pada kulit merupakan pemeriksaan yang sangat sederhana untuk mendiagnosa alergi. Dengan memberikan zat-zat tertentu pada kulit seseorang, dapat diketahui zat yang merupakan allergen pada orang tersebut. Zat dalam jumlah kecil disuntikkan. Bila terjadi pembengkakan pada bagian yang diberi suntikan, maka zat tersebut adalah merupakan allergen.

Mengatasi Alergi

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi :
* Menjaga kelembaban ruangan dengan mengatur sirkulasi angin dan udara.
* Menjaga kebersihan pakaian dan mengganti sprei sedikitnya seminggu sekali.
* Mebersihkan pekarangan dan memastikan tidak ada tumpukan sampah dan genangan air yang akan menjadi tempat timbulnya jamur.
* Konsultasi dengan dokter dan melakukan tes alergi untuk mengetahui allergen-allergen yang harus dihindari. Gejala yang mungkin terjadi akibat alergi adalah: rasa gatal pada tenggorokan; gatal pada mulut; gatal pada mata; gatal pada kulit atau bagian tubuh lainnya; sakit kepala; hidung tersumbat atau hidung meler; sesak napas; bengek; kesulitan menelan; mendadak pilek dan bersin-bersin, dll. Pengobatan alergi tergantung pada jenis dan berat gejalanya. Tujuan pengobatannya bukanlah menyembuhkan melainkan mengurangi gejala dan menghindari serangan yang lebih berat di masa yang akan datang. Gejala yang ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Gejala akan menghilang beberapa saat kemudian.

Pemberian Antihistamin dapat membantu meringankan berbagai gejala. High-Desert Aller Bee-Gone Penanganan alergi yang paling tepat bukanlah dengan obat-obatan melainkan dengan cara menghindari allergen. Secara teoritis, alergi memang tidak bisa dihilangkan, tetapi dapat dikurangi frekuensi dan berat serangannya. Namun sering sekali dalam keseharian, allergen sulit dihindari. Untuk itu, diperlukan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah alergi.

PENCEGAHAN

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi :
* Jagalah kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun diluar rumah. Hal ini termasuk tidak menumpuk banyak barang di dalam rumah ataupun kamar tidur yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu sebagai rangsangan timbulnya reaksi alergi.Usahakan jangan memelihara binatang di dalam rumah ataupun meletakkan kandang hewan peliharaan di sekitar rumah anda.
* Kebersihan diri juga harus diperhatikan, untuk menghindari tertumpuknya daki yang dapat pula menjadi sumber rangsangan terjadinya reaksi alergi.Untuk mandi, haruslah menggunakan air hangat seumur hidup, dan usahakan mandi sore sebelum PK.17.00'. Sabun dan shampoo yang digunakan sebaiknya adalah sabun dan shampoo untuk bayi.Dilarang menggunakan cat rambut.
* Jangan menggunakan pewangi ruangan ataupun parfum, obat-obat anti nyamuk. Jika di rumah anda terdapat banyak nyamuk, gunakanlah raket anti nyamuk.
* Gunakan kasur atau bantal dari bahan busa, bukan kapuk.
* Gunakan sprei dari bahan katun dan cucilah minimal seminggu sekali dengan air hangat akan efektif.
* Hindari menggunakan pakaian dari bahan wool, gunakanlah pakaian dari bahan katun.
* Pendingin udara (AC) dapat digunakan, tetapi tidak boleh terlalu dingin dan tidak boleh lebih dari PK.24.00'
* Awasi setiap makanan atau minuman maupun obat-obatan yang menimbulkan reaksi alergi. Hindarilah bahan manakan, minuman, maupun obat-obatan tersebut. Anda harus mematuhi aturan diet alergi anda.
* Temui ahli. Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul membutuhkan perawatan yang berbeda-beda pada masing-masing penderita alergi. Mintalah dokter anda untuk melakukan imunoterapi untuk menurunkan kepekaan anda terhadap bahan-bahan pemicu reaksi alergi, misalnya: dengan melakukan suntikan menggunakan ekstrak debu rumah atau dengan melakukan imunisasi Baccillus Calmette Guirine (BCG) minimal sebanyak 3 kali (1 kali sebulan) berturut-turut,dan diulang setiap 6 bulan sekali.

PENGOBATAN

Pengobatan alergi dilakukan dengan farmakoterapi yang memperhitungkan keamanan, efektifitas dan kemudahan dalam pemberiannya ; imunoterapi serta edukasi pasien. Salah satu farmakoterapi yang dianjurkan dalam pengobatan alergi adalah dengan obat anti histamin dari generasi terbaru seperti cetirizin.

Berbeda dengan antihistamin klasik / generasi pertama (misalnya chlorpheniramine, cyproheptadine, dexclorpheniramine, dll), antihistamin generasi kedua / terbaru umumnya memiliki efek sedatif yang rendah (efek mengantuk rendah), efektif dan sebagian bersifat anti - inflamasi ringan. Saat ini salah satu obat anti histamin, yaitu cetirizin telah masuk ke dalam kategori obat wajib apotek dari Badan POM sehingga dapat dibeli di apotek dalam jumlah tertentu dengan melalui resep dokter.



sumber : http://kask.us/6042790
Kirim Pertanyaan anda yg lebih menarik di sini !

Jumat, 18 Desember 2009

Hamil dan HIV/AIDS

HIV menular dari ibu ke bayi bisa terjadi saat hamil, persalinan dan saat menyusui, dinamakan dengan penularan peri natal. Penularan peri natal merupakan cara tersering penularan pada anak-anak. Jika seorang wanita tertular HIV, maka risiko menularkan ke bayi akan rendah jika kondisi tubuh di pertahankan sesehat mungkin.

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko penularan adalah: merokok, narkoba, kekurangan vitamin A, kurang gizi, infeksi seperti STD, menyusui dll.

Wanita yang berencana akan hamil atau sedang hamil, sebaiknya diperiksa HIV-nya sesegera mungkin. Demikian juga dengan pasangannya. Jika tidak pernah periksa dan datang dalam keadaan bersalin, maka pemeriksaan dilakukan saat itu juga, dengan rapid test bisa selesai dalam waktu kurang dari sejam. Tujuannya adalah untuk proteksi terhadap bayi nantinya.(jika penularan belum terjadi saat hamil)

Pada umumnya, HIV tidak akan masuk dari ibu ke bayi melalui plasenta. Jika ibunya dalam kondisi sehat dari berbagai aspek maka plasenta membantu memberikan perlindungan bagi perkembangan bayi. Faktor-faktor yang bisa mengurangi kemampuan proteksi plasenta adalah infeksi di rahim, infeksi HIV yang baru, HIV infeksi yang sudah lanjut atau kurang gizi (malnutrisi).

Bayi bisa terinfeksi HIV sejak dalam kehamilan, saat persalinan atau pun saat menyusui. Jika ibunya tidak mendapatkan pengobatan, 25 persen bayi yang dilahirkan oleh wanita dengan HIV akan terinfeksi HIV. Dengan pengobatan maka persentase terinfeksi bisa diturunkan sampai kurang dari 2 persen.

Di AS direkomendasikan wanita yang terkena infeksi mendapatkan pengobatan anti-virus kombinasi untuk melindungi kesehatannya dan membantu agar infeksi tidak terkena ke bayi yang dikandungnya.

Zidovudine (juga di kenal dengan ZDV, AZT atau Retrovir®) merupakan obat pertama yang di lisensi untuk mengobati HIV. Saat ini penggunannya dikombinasikan dengan obat anti-virus lainnya dan sering dipergunakan untuk mencegah penularan ke bayi. ZDV harus diberikan sejak trimester II dan dilanjutkan terus selama kehamilan dan persalinan. Efek samping berupa mual, muntah dan sel darah merah dan putih yang menurun.

Jika tidak diambil langkah2 pencegahan, risiko penularan HIV setelah kelahiran diperkirakan 10-20%. Kemungkinan penularan lebih besar lagi jika bayi ter-ekspos darah atau cairan yang ada HIV-nya. Penolong persalinan harus menghindarkan memecahkan ketuban, episiotomi, serta prosedur2 lain yang mengekspos bayi dengan darah atau cairan darah ibu.

Wanita2 yang tidak mendapatkan pengobatan apapun sebelum persalinan harus diberikan terapi saat persalinan dengan satu atau beberapa regimen obat. Ini termasuk kombinasi ZDV dan obat lain yang dinamakan 3TC atau Nevirapine. Penenlitian memperlihatkan pengobatan ini, walaupun dalam waktu yang singkat, bisa mengurangi risiko penularan ke bayi.

Suatu penelitian tahun 1994 oleh National Institutes of Health (AS) mendapatkan bahwa dengan pemberian ZDV pada bumil yang HIV-positif saat hamil dan pada bayinya (dalam 8-12 jam setelah lahir) akan menurunkan risiko penularan kebayi sebesar 66 persen. (Pengobatan oleh NIH bisa dibaca disini)

Bayi harus diberikan ZDV selama 6 minggu pertama kehidupannya. Delapan persen bayi masih akan terkena infeksi jika ibunya diobati dengan ZDV, dibandingkan 25 persen jika tidak diobati. Tidak ada gejala efek samping yang berarti pada bayi selain adanya anemia ringan yang akan segera membaik ketika pemberian obat dihentikan.

Sekitar 15 persen bayi baru lahir dari ibu yang HIV-positif akan terinfeksi jika menyusui 24 bulan atau lebih. Risiko penularan tergantung pada :
* Apakah menyusui eksklusif
* Lamanya menyusui
* Kondisi payudara ibu
* Kondisi nutrisi dan kekebalan (imunitas) ibu
Risiko menjadi lebih besar jika ibu tertular HIV saat menyusui.

Berikut panduan menyusui pada wanita yang terinfeksi HIV:
  • Wanita yang HIV-negatif atau tidak mengetahui status HIV nya harus memberikan ASI eksklusif selama enam bulan.
  • Wanita yang HIV-positif dan memilih untuk mengganti ASI dengan SUFOR harus dilakukan konseling tentang keamanan dan penggunaan yang benar akan SUFOR.
  • Wanita yang HIV-positif dan memilih untuk memberikan ASI eksklusif bisa memberi secara eksklusif selama 6 bulan. Tetapi tetap harus diingatkan kemungkinan risiko bayinya tertular dalam 6 bulan pertama, diberikan terapi pencegahan dan pengobatan sedini mungkin jika timbul peradangan pada payudara (mastitis) .
Sumber: http://www.americanpregnancy.org

Kamis, 17 Desember 2009

Radang Testis (= orchitis)

Orchitis adalah proses inflamasi (peradangan) satu atau kedua biji testis (zakar), paling sering disebabkan/bersamaan dengan virus yang menyebabkan gondongan (mumps). Setidak-tidaknya 1/3 laki-laki yang terkena mumps setelah akil balih akan terkena orchitis. Penyebab lainnya adalah infeksi bakteri, termasuk didalamnya penyakit menular seksual (PMS = STD), seperti gonorrhea atau chlamydia.

Gambar: Satu, Dua. (warning: rada x-rated)

Orchitis bakterial, sering akibat dari epididymitis, suatu peradangan saluran sperma (epididymis). Gejala orchitis biasanya timbul mendadak, bisa berupa: pembengkakan testis, nyeri serta gejala infeksi secara umum seperti demam, mual-muntah, nyeri sendi serta gejala lokal lainnya seperti adanya duh tubuh (cairan dari penis) dan adanya darah dalam ejakulat.

Komplikasi orchitis bisa berupa: testis yang mengecil (atropi), abses (nanah) pada kantong testis, dan infertilitas (susah punya anak), terutama jika terkena kedua testis.

Pengobatan tergantung penyebab. Untuk yang disebabkan oleh virus, bertujuan menghilangkan gejala-gejala yang ada. Dokter akan memberikan obat anti nyeri/anti demam, obat anti peradangan non-steroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen. Dianjurkan bed rest, meninggikan posisi testis serta kompres dingin.

Untuk yang disebabkan bakteri, selain obat2an diatas juga diperlukan pemberian antibiotika. Antibiotik yang biasa dipakai antara lain ceftriaxone, ciprofloxacin, doksisiklin, azithromycin dan kotrimoksazol. Pastikan sebelumnya tidak ada alergi terhadap obat2 dimaksud. Dan habiskan antibiotika yang diberikan walaupun gejala penyakitnya sudah mereda.

Saat ini sudah tersedia vaksin untuk mumps yaitu MMR (measles, mumps, rubella) dan MMRV (MMR plus varisela)(untuk usia 1-12 tahun).

Sumber: MayoClinic

Sabtu, 12 Desember 2009

Demam saat hamil

Demam adalah suatu kondisi objektif, di mana suhu melebihi 37° C . Sering seseorang mengatakan demam padahal suhu tubuhnya masih normal, ini sebetulnya bukan demam, tetapi hanya keluhan subjektif saja.

Demam merupakan gejala suatu penyakit/kondisi abnormal di tubuh, siapa saja tidak pandang usia dan gender bisa mengalami demam, begitu juga wanita hamil. Demam muncul sebagai suatu reaksi terhadap masuknya virus atau bakteri atau juga penyebab2 seperti di bawah ini :
  • Kepanasan dan kekurangan cairan (dehidrasi)
  • Reaksi inflamasi (peradangan) seperti pada radang rematik
  • Tumor ganas
  • Obat2an seperti obat anti kejang, obat tensi tinggi dll
  • Imunisasi
Pada wanita yang sedang hamil muda terutama di trimester I, demam dapat menyebabkan keguguran spontan. kerusakan/cacat otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan pada hamil tua meningkatkan risiko terjadinya persalinan kurang bulan.

Sebelum mencari pertolongan ke dokter untuk mencari penyebabnya serta di berikan terapi sesuai penyebab, maka suhu tubuh harus segera diturunkan. Bisa dengan memakai obat anti demam (antipiretik) serta diberikan kompres. Sedangkan pada demam yang sangat tinggi ( hipertermia berat) dibutuhkan selimut pendingin (cooling blanket).

Rabu, 10 Juni 2009

Sel darah putih dalam sperma (semen)

Sel darah putih (lekosit) secara normal terdapat dalam jumlah yang sedikit di dalam ejakulat (semen). Jika jumlahnya sedikit, maka lekosit tidak akan mempengaruhi kualitas semen (mani) sehingga tidak akan mempengaruhi kesuburan. Namun jika kadarnya tinggi bisa menyebabkan gangguan kesuburan yang serius yang dinamakan leukocytospermia, yaitu lekosit yang banyak sekali di sperma yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari satu juta lekosit per mililiter/cc sperma.

Leukocytospermia sebetulnya kondisi yang jarang ditemukan. Angkanya sekitar 5% - 10% populasi, dan ditemukan pada 20% pria yang mencari pengobatan buat masalah ketidaksuburannya.

Leukocytospermia disebabkan infeksi pada saluran genital. Yang mana keberadaan lekosit ini sebetulnya berguna untuk melawan infeksi yang terjadi. Pada penyakit menular seksual (STD)sering terjadi leukocytospermia, terutama pada infeksi chlamydia dan gonorrhea=GO.

Dalam jumlah yang banyak, lekosit bisa mempengaruhi kesuburan pria. Hal ini karena lekosit menyebabkan sel mengalami oksidasi, sehingga merusak sel-sel sperma, yang akibatnya tentu saja sel-sel sperma ini jadi tidak mampu untuk membuahi sel telur (wanita).

Lekosit mencetuskan oksidasi dengan cara melepaskan molekul reactive oxygen species=ROS. Molekul2 ini menyebabkan rusaknya sel. ROS merusak sel sperma sehingga mempengaruhi gerak dan bentuknya.

Semakin banyak jumlah lekosit dalam semen, maka semakin parah akibat yang ditimbulkan oleh ROS. Namun demikian, setiap pria memiliki ambang reaksi yang berbeda terhadap ROS. Hal ini disebabkan tubuh manusia memiliki antioksidan spesifik yang mampu melawan kerusakan yang ditimbulkan oleh ROS. Sejumlah pria memiliki kadar antioksidan yang rendah, sehingga semakin gampang di pengaruhi oleh ROS.

Pengobatan meliputi pemberian antibiotika untuk mengobati infeksi aktif yang ada. dianjurkan juga untuk ejakulasi sesering mungkin (copot de dengkul gelakguling) untuk membuang/mengeluarkan lekosit yang berlebihan pada saluran sperma.

Jumat, 05 Juni 2009

Mumps (=Gondongan= Baguak) dan Infertilitas

Mumps adalah infeksi virus yang mengenai kelenjar parotid (salah satu kelenjar ludah), yang lokasinya dibawah dan didepan telinga, sehinggga menimbulkan pembengkakan pada satu atau kedua2 kelenjar tersebut. Komplikasinya jarang terjadi tetapi serius.

Dua puluh persen kasus mumps tidak memperlihatkan gejala dan tanda. Jika tanda dan gejala timbul, (biasanya setelah 2-3 minggu setelah terkena virus) gejalanya dapat berupa: pembengkakan kelanjar ludah (parotis) dan terasa nyeri, juga nyeri saat mengunyah dan menelan, demam dan lemah letih lesu.

Gejala utama dan paling mudah dikenali adalah membesarnya kelenjar ludah (mumps= lumps atau bumps di pipi). Penyebab mumps adalah virus mumps, yang sangat mudah menyebar dari orang ke orang melalui ludah (droplet) yang terinfeksi. Disamping via droplets tentu saja jika minum dari gelas yang sama dari penderita mumps. Mumps hampir sama menularnya dengan flu (influenza).

Komplikasi mumps berpotensi serius, tetapi jarang :
  • Orchitis: perdangan pada testis (buah zakar), bisa satu atau keduanya. Testis membengkat dan nyeri. Bisa menyebabkan kerusakan testis dan menjadi steril (tidak mampu menghasilkan sel sperma).
  • Pankreatitis: peradangan kelenjar Pankreas.
  • Encefalitis: peradangan otak.
  • Meningitis: peradangan membran dan cairan sekitar otak.
  • Peradangan indung telur, bisa mengakibatkan indung telur tidak menghasilkan telur (infertil).
  • Pekak.
  • Keguguran.
Karena mumps disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak efektif. Seperti pada umumnya infeksi virus, infeksi mumps akan berakhir dengan sendirinya (self limiting disease), dlama 2 minggu.

Beberapa hal yang bisa membantu:
* Bed Rest samapai demam hilang.
* Isolasi penderita agar tidak menularkan kepada yang lainnya, terutama di 5 hari pertama .
* MAkan obat demam seperti parasetamol, aspirin (anak2 tdk boleh) dan lain-lain untuk menghilngkan gejala nyeri dan demam.
* Kompres dingin pada pembengkakan kelenjar.
* Pakai penpang khusus (fender) untuk testis untuk mengurangi nyeri.
* Hindari memakan makanan yang banyak dikunyah (makan cair dan lunak).
* Hindari makan asam (bisa merangsang produksi ludah).
* Minum banyak air.

Jadi mumps bisa menyebabkan infertilitas melalui peradangan pada testis pada laki2 dan indung telur wanita, tetapi komplikasi ini jarang terjadi.

Senin, 18 Mei 2009

Vagina Kering

vagina kering
Kelembaban alami vagina mencegah permukaannya saling bergesekan /lecet saat wanita beraktifitas sehari2. Kelembaban ini bersifat asam, dan hal ini menjaga vagina dari infeksi. Keasaman vagina disebabkan oleh bakteri bersahabat yang hidup didalam vagina dan membantu menjaga kesehatannya.

Kelembaban vaginal dihasilkan utama oleh lendir cervix (leher rahim). Lendir ini mengalir secara lambat, membersihkan vagina, "menghanyutkan" sel-sel mati serta sisa2 menstruasi keluar rongga vagina. Rata2 perhari wanita mengeluarkan (discharge) 2 gram sel-sel mati dan 3 gram mukus (lendir).

Saat terangsang waktu melakukan hubungan seks, kelenjar kelenjar khusus yang berlokasi di pintu masuk vagina yang dinamakan kelenjar Bartholini, menghasilkan lendir tambahan. Kelembaban dari kelenjar ini lebih lendir dari yang dihasilkan leher rahim, karena memang tujuannya memberikan lubrikasi saat hubungan seks. Baunya yang khas merupakan hasil evolusi jutaan tahun, meningkatkan daya tarik/rangsangan bau oleh wanita terhadap spesies jantannya, dan merupakan tanda bahwa wanita sudah siap untuk berhubungan seks. :music: gelakguling

Keringnya Vagina sebelum menopause merupakan suatu problem seks. Ini bisa berati bahwa wanita kurang terangsang saat pemanasan, yang bisa terjadi karena foreplay yang kurang mantabs (tidak adekuat), rasa bersalah, rasa takut atau masalah hubungan suami isteri (partner). Perlu juga diingat bahwa laki2 lebih duluan terangsang dibandingkan wanita, sehingga laki2 bisa saja melakukan penetrasi sebelum wanita raedy, yaitu sebelum lubrikasi/pelinciran vagina yang optimal terjadi. Kurangnya lubrikasi juga hal yang lumrah pada wanita yang menyusui, karena kadar hormon estrogen lagi rendah serta pada wanita yang menderita diabetes.

Keringnya vagina bisa juga menjadi problem pada saat dan setelah menopause, yang diakibatkan oleh kurangnya estrogen. Estrogen bertanggung jawab dalam memelihara dinding vagina, yaitu elastisitas dan produksi pelembab (lendir) dari leher rahim.

Kadar estrogen menurun saat menopause, sehingga vagina kehilangan elastisitasnya, lapisan dindingnya menjadi tipis dan kering. Karena kurang lembab, bakteri bersahabat yg biasanya ada di vagina juga akan berkurang jumlahnya, akibatnya kadar keasaman vagina juga akan berkurang yang selanjutnya menyebabkan mudah timbul infeksi.

Semua perubahan2an diatas membuat berhubungan seks menjadi tidak nyaman, sehingga sekitar 40% wanita mengeluhkan hubungan seks yang nyeri bahkan. Faktor lain pada wanita menopause adalah kelenjar Bartholininya kurang efesien, membutuhkan waktu yang lebih lama serta jumlah lendir yang tidak sebanyak wanita yang lebih muda. Dalm penelitiannya didapatkan lubrikasi untuk penetrasi pada wanita yang muda hanya membutuhkan waktu dalm hitungan detik saja, sedangkan pada wanita menopause membutuhkan waktu minimal 5 menit.

Vagina yang kering sebetulnya dapat di lubrikasi dengan mudah. Untuk lubrikasi tambahan saat hubungan seks dapat dipakai sebaiknya mempergunakan lubrikan yang water-based seperti KY jelly atau pelembab vagina seperti Yes, Sylk, Replens atau Senselle. Jangan memakai produk yang oil-based seperti vaselin karena akan mengganggu produksi lubrikasi ilmiah.

Sylk, Yes dand KY jelly dipakai sesaat sebelum hubungan seks dengan mengoleskannya disekitar vulva, terutama sekitar liang vagina. Replens dan Senselle dipakai 3 kali seminggu sehingga tidak perlu dipakai saat akan berhubungan.

Bagi yang sudah menopause dianjurkan melakukan foreplay lebih lama agar kelenjar Bartholininya cukup menghasilkan lendir sebelum penetrasi. Lubrikan sederhana seperti KY jelly, atau pelembab seperti Replens atau Senselle, dapat dipergunakan jika membutuhkan lubrikasi tambahan.

Terapi sulih hormon (Hormone replacement therapy =HRT) pada wanita menopause juga membantu meningkatkan lubrikasi dan menebalkan dinding vagina, tetapi sayangnya memiliki risko. Sehingga HRT kurang dianjurkan jika kekeringana vagina hanya satu2nya masalah/keluhan pada menopause. Karena banyak cara2 yang lebih aman untuk mengatasi kekeringan vagina.

Cara lain bagi wanita menopause adalah mempergunakan krim estrogen vagina yang diapakai setiap malam selama 2-3 minggu (atau lebih sampai efeknya terasa).Setelah itu hanya dipakai dua kali seminggu. Walaupun belum terdapat bukti yang kuat, untuk mengimbangi efek estrogen biasanya diberikan juga tablet progeteron guna mengurangi risiko kanker rahim.

Disamping dalam bentuk cream, preparat estrogen juga tersedia dalam bentuk tablet vagina serta cincin vagina. Sedagkan bahan alami (suplemen)dapat dipergunakan ekstrak Black cohosh (sudah tersedia dalam bentuk kapsul). Black cohosh memiliki efek mirip seperti estrogen.

Selasa, 28 April 2009

Flu Babi

Flu Babi atau Swine Flu/Influenza adalah penyakit saluran pernafasan pada babi, yang disebabkan virus influenza jenis A. Virus flu ini menyebabkan kesakitan yang berat pada babi tetapi angka kematiannya rendah. Virus ini (type A H1N1 virus) pertama kali di isolasi dari babi pada tahun 1930.

Seperti semua virus influenza, virus flu babi berubah secara konstan. Babi bisa terinfeksi virus avian influenza (virus flu burung) dan virus flu manusia. Jika berbagai virus ini menyerang babi, maka virus ini akan mampu membentuk spesien2 virus baru, yang merupakan gabungan virus avian, manusia dan swine. Sampai saat ini sudah berhasil diisolasi sebanyak 4 sub-type A: H1N1, H1N2, H3N2, and H3N1. H1N1 merupakan virus jebis baru yang baru saja ditemukan pada babi.

Virus Swine flu sebetulnya secara normal tidak menginfeksi manusia. Namun secara sporadis dilaporkan adanya infeksi virus ini pada manusia seperti yang terjadi di US dan mexico. Seringnya orang yang terkena adalah orang2 yang bekerja pada peternakan/industri yang berhubungan dengan babi. Juga dilaporkan adanya penyebaran antar manusia.

Dahulu CDC menerima laporan hanya 1-2 kasus flu ini setiap 1 sampai 2 tahun. tetapi sejak Desember 2005 s/d Februari 2009, 12 kasus telah dilaporkan. Bahkan dalam bulan April 2009 dilaporkan terjadi kejadian luar biasa (out break) seperti tabel dibawah.

Negara ↓ Laboratorium Konfirmasi cases ↓ Kasus lain yg mungkin ↓ Jumlah kematian ↓
Mexico 172 1,995 152
United States 50 212+ 0
Canada 6 28+ 0
United Kingdom 2 21 0
Spain 1 39 0
New Zealand 0 67 0
Australia 0 40 0
Colombia 0 12 0
Brazil 0 11 0
Chile 0 8 0
Switzerland 0 5 0
Denmark 0 4 0
Ireland 0 4 0
Czech Republic 0 3 0
Poland 0 3 0
France 0 3 0
Guatemala 0 3 0
Israel 0 2 0
South Korea 0 2 0
Argentina 0 1 0
Costa Rica 0 1 0
Peru 0 1 0
Russia 0 1 0
Norway 0 1 0
Total 231 2,467 152
Gejala swine flu pada manusia mirip dengan gejala virus influenza manusia berupa: demam, pegel2, lemes, hilang nafsu makan, dan batuk. Beberapa pasien yang terkena swine flu mengeluhkan pilek, sakit tenggorokan, mual, muntah dan diare.

Virus swine influenza tidak ditularkan melalui makanan. Memasak makanan sampai suhu 160°F akan mematikan virus ini. Virus influenza bisa menular dari babi ke manusia atau sebaliknya. Infeksi pada manusia terjadi terutama jika berada dekat2 babi yang terinfeksi seperti berada dalam kandang babi dll. Infeksi dari manusia ke manusia lain juga bisa terjad, mirip sperti flu manusia, yaitu melalui bersin atau batuk. Bisa juga lewat sentuhan tangan, kemudian tangan tersebut menyentuh mulut atau hidung.

Untk mendiagnosis infeksi swine influenza, dibutuhkan koleksi spesimen dari saluran nafas dalam 4-5 hari pertama. Spesimen ini8 kemudian diperiksakan di Laboratorium.

Ada 4 macam obat antivirus yang beredar di AS untuk mengobati influenza: amantadine, rimantadine, oseltamivir san zanamivir. Pada umunya virus swine influenza masih mempan dengan obat2 ini. Tetapi hasil isolasi virus swine terbaru dari manusia didapatkan resisten terhadap amantadine dan rimantadine. Sehingga saat ini obat yang dianjurkan untuk mengobati serta mencegah swine influenza adalah oseltamivir atau zanamivir.

Untuk pencegahan BACA INI
Download leafletnya DISINI
Sumber CDC

Rabu, 22 April 2009

Guillain-Barre Syndrome

Topik ini memang bukan topik kebidanan, tetapi pencarian di google kemaren malam luar biasa mencari topik ini, tapi baru sempat diselesaikan sekarang karena malam kemaren ngantuks berat, dini hari menjelang berangkat sempat2nya cesar dulu siul

Guillain-Barré syndrome adalah suatu kelainan dimana sistem imun tubuh menyrang bagian sistem syaraf tepi (perifer). Gejala pertama kelainan ini berupa lemah serta rasa geli di kaki. Pada banyak kasus, lemahnya bagian tubuh serta gangguan sensasi menyebar kearah tubuh dan tangan.

Intensitasnya terus menguat sampai akhirnya tubuh otot tidak bisa digerakkan sama sekali dan oasien lumpuh total. Jika sudah sampai tahap ini, maka hal ini merupakan kondisi emergensi karena bisa mengancam nyawa, Bayangkan saja otot pernafasan juga lumpuh, maka akan menyebabkan kematian. Pada umumnya pasien akan mengalami penyembuhan total, walau ada seagian yang tetap mengalami grjala lemahnya otot.

Guillain-Barré syndrome sebetulnya jarang ditemukan. Biasanya kelainan ini timbul beberapa hari atau minggu setelah pasien mengalami gejala2 infeksi pernafasan atau infeksi saluran cerna. Biasanya pembedahan atau vaksinasi dapat mencetuskan sindroma ini.

Belum diketahui kenapa Guillain-Barré menyerang orang tertentu saja sementara sebagian lainnya tidak. Yang diketahui oleh ilmuwan adalah sistem imun tubuh menyerang tubuh sendiri menyebabkan apa yang kita kenal dengan penyakit autoimmune.

Refleks lutut biasanya menghilang. Karena sinyal yang berjalan di saraf sangat lamban, suatu tes yang dinamakan Nerve Conduction Velocity (NCV) dapat dilakukan guna membantu dokter menegakkan diagnosis. Dokter biasanya melakukan pengambilan cairan spinal dari tulang belakang penderitanya.

Tidak ada pengobatan khusus untuk kelainan ini. Pengobatan hanya akan mengurangi beratnya penyakit serta mempercepat proses penyembuhan pasien. Terdapat juga beberapa cara untuk mengatasi komplikasi penyakit ini. Plasmapheresis dan dosis tinggi immunoglobulin dipergunakan sebagai pengobatan.

Bagian pengobatan yang paling kritis dari sindrma ini adalah adalah mempertahankan fungsi tubuh pasien saat pemulihan sistem saraf. Hal ini kadang2 membutuhkan alat bantu nafas (respirator), monitor jantung atau mesin lainnya yang mempertahankan fungsi tubuh.

Periode pemulihan bisa beberapa minggu sampai beberap tahun. sekitar 30% masih tetap mengalami kelemahan sisa setelah 3 tahun dan sekitar 3% nya bisa mengalami kekambuhan setelah lama sekali.