Tampilkan postingan dengan label FERTILITAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FERTILITAS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2012

Cara Cepat Hamil


Setiap pasangan yang baru menikah umumnya menginginkan bagaimana supaya cepat hamil. Ada juga yang pengen cepat hamil agar bayinya bisa lahir sesuai dengan waktu yang di rencanakan misalnya tanggal yang cantik, supaya bersamaan bulan dan atau tanggal lahir (tentunya dengan cesar) dan berbagai alasan lainnya. Berikut ini ada cara-cara yang dapat dilakukan agar bisa cepat hamil.

1. Tentukan dan pastikan kapan terjadinya ovulasi
Inilah rahasia terbesar cara cepat hamil yang utama. Karena setiap bulannya wanita hanya berteluir sekali saja dan memiliki batas waktu, dimana sel telur akan mati jika tidak dibuahi. Terdapat berbagai cara untuk mendeteksi adanya ovulasi. Kalau ingin cepat hamil, dianjurkan memakai kit prediksi ovulasi dengan mengukur kadar hormon LH dalam air seni. Cara dengan sistem kalender sering tidak akurat.

2. Lakukan hubungan seksual di saat yang tepat
Setelah ovulasi sudah bisa ditentukan, maka lakukan hubungan seks disaat yang paling subur yaitu 3 hari sebelum ovulasi dan saat hari ovulasi. Pastikan juga pasangan sudah mengeluarkan sperma 4 hari sebelum ovulasi, agar dihasilkan sperma yang baik(tidak banyak yang mati).

3. Lakukan hubungan seksual dengan posisi yang baik
Posisi yang dianjurkan agar cepat hamil adalah wanita di bawah (missionary). setelah melakukan hubungan, dianjurkan untuk tetap di posisi berbaring setidaknya 15 menit. Karena dalam satu penelitian pada inseminasi buatan, dengan diam 15 menit-an, angka untuk jadi hamil meningkat menjadi 50%. Lagian kan gak ada susahnya untuk tetap berada di posisi berbaring beberapa saat setelah berhubungan.

4. Lakukan hubungan sex dengan relax dan enjoy
Karena desakan agar segera hamil, maka aktifitas sex tidak bisa lagi dinikmati dan dilakukan dengan rasa gelisah. Kelenjar hypothalamus di otak yang mengatur ovulasi, tidak akan bekerja secara normal jika dalam kondisi stress.

5. Menjaga kualitas sperma
Sperma akan memiliki kesempatan yang lebih bagus untuk membuahi jika spermanya sehat, kuat dan banyak. Berikut ini upaya yang dapat dilakukan agar bisa mendapatkan kondisi seperti diatas : hindari alkohol dan merokok. Makan makanan yang mengandung Zinc, asam folat, calcium vitamin C dan D. Hindari hal-hal yang mengganggu produksi sperma seperti sauna, berendam panas dll

6. Persiapakan tubuh untuk menerima kehamilan
Berhenti merokok, minum alkohol serta obat2an (narkoba). Periksa kesehatan apakah ada penyakit yang bisa mempengaruhi kesuburan dan kehamilan. Lakukan langkah2 persiapan untuk kehamilan.  (KLIK)


Rabu, 26 Januari 2011

Sindroma Hughes

Sindroma Hughes, juga dikenal dengan istilah "Darah Kental" atau "Sindroma Antifosfolipid", merupakan penyakit auto-imun (penyakit akibat reaksi kekebalan tubuh kita sendiri) yang dapat menimbulkan gangguan pembekuan darah di pembuluh arteri dan vena yang selanjutnya dapat menimbulkan berbagai gejala, termasuk didalamnya keguguran, trombosis (penyumbatan pembuluh darah) pada kaki, stroke dan serangan jantung.

Satu dari lima kasus stroke pada usia muda (<45tahun)>
  • Trombosis vena pada kaki (DVT), Lengan dan organ2 dalam seperti ginjal, hati, paru, otak dan mata.
  • Trombosis pembuluh arteri, yang dapat menyebabkan stroke berulang dan stroke ringan (TIA), gangguan pada saraf dan serangan jantung.
  • Jumlah sel darah trombosit (sel pembeku) sedikit menurun
  • Sakit kepala (sering salah diagnosa sebagai migrain).
  • Gejala2 seperti Multiple sclerosis
  • Gerakan2 abnormal pada tubuh (Chorea)
  • Hilang ingatan.
  • Kejang-kejang.
  • Kelainan jantung (katup)
  • Kemerahan pada kulit (livedo reticularis)
  • Keguguran yang berulang.
  • Pada sindroma Hughes tubuh memproduksi antibodi terhadap fosfolipid, yang banyak terdapat membran sel tubuh. Laki dan wanita di usia berapa saja bisa terkena sindroma ini, tetapi lebih sering menyerang wanita.

    AFAPemeriksaan darah merupakan petunjuk diagnosis yang penting ditambah dengan riwayat penyakit pasien. Pemeriksaan darah sederhana untuk mendeteksi antibodi antifosfolipid juga dikenal dengan antibodi antikardiolipin.

    Pemeriksaan ini akan positif pada 80% kasus. Pemeriksaan lainnya darah lainnya adalah lupus anti-koagulan, yang akan positif pada 30-40% kasus. Pemeriksaan ini harus diulang-ulang karena tes ini juga bisa positif pada keadaan tertentu seperti pada kasus infeksi serta pada pengobatan tertentu. Kriteria Sapporo dipakai untuk mendiagnosis dengan mengkombinasikan temuan klinis dan hasil pemeriksaan laboratorium.

    Pengobatannya sederhana dan bertujuan mencegah terbentuknya sumbatan atau trombus menggunakan aspirin atau heparin atau kedua2nya. Aspirin diberikan dalam dosis rendah. sekitar 75mg/hari kira2 seperempat dosis aspirin untuk orang dewasa.

    Kemungkinan seorang wanita bisa hamil sampai cukup bulan akan meningkat dari 19 sampai diatas 75-80% jika aspirin diminum secara reguler serta diberikan heparin. Heparin tidak melewati plasenta sehingga aman untuk kehamilan. Tetapi penggunanan jangka panjang dapat menyebabkan osteoporosis pada ibu.

    Jika terjadi penyumbatan (thrombosis), maka dipergunakan warfarin tetapi, harus dimonitor secara ketat serta tidak boleh diberikan pada wanita hamil.

    Sumber : CNN

    Sabtu, 10 April 2010

    Perdarahan Implantasi

    Setelah konsepsi terjadi, maka sel telur yang sudah dibuahi akan bergerak ke arah rahim serta menanamkan diri di lapisan dalam rahim (endometrium). Pada sebagian wanita penanaman ini menimbulkan bercak darah (spotting). Darah ini kadang-kadang membuat bingung dengan menstruasi.

    Pada umumnya darah implantasi ini berupa bercak merah terang atau kecoklatan. Tidak seperti menstruasi bercak ini cendrung hanya muncul 1-3 hari dan bersifat intermiten.
    Sering terjadi sebelum periode menstruasi berikutnya, biasnya sekitar 6 - 12 hari setelah ovulasi.



    Berbeda dengan pandangan umum, tidak semua wanita mengalamiperdarahan implantasi. Kenyataanya hanya sepertiga wanita mengalami fenomena ini. Namun demikian karena kemiripannya dengan perdarahan awal menstruasi bisa saja membuat bingung.

    Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal seperti berikut
    Tampilannya - Perdarahan implantasi cendrung berwarna merah muda atau coklat muda, sedangkan darah haid biasanya berwarna merah gelap.

    Waktu - Jika wanita mengalami pembuahan maka perdarahan implantasi perdarahan sebelum haid sekitar 9 hari setelah ovulasi.

    Durasi - Perdarahan implantasi cendrung berakhir dalam 1 sampai 2 hari serta bersifat intermitten (terputus-putus).

    Heaviness - Unlike the progressively heavy flow of a menstrual period, implantation bleeding tends only to occur as light spotting or coloured discharge.

    Selasa, 30 Maret 2010

    Persiapan Sebelum IVF Secara Umum

    Disamping melakukan persiapan secara obsgyn, pasangan yang akan menjalani proses IVF (bayi tabung)juga harus melakukan persiapan kondisinya secara umum. Karena ada bahan/obat tertentu yang dapat mempengaruhi proses IVF tersebut. Persiapan disini termasuk perubahan gaya hidup.
    Merokok
    Sudah ada bukti yang kuat bahwa wanita perokok akan mengalami penurunan kesuburan dan tingkat keguguran yang lebih tinggi. Merokok selama kehamilan mempunyai efek buruk pada perkembangan bayi dan dapat berkontribusi terhadap banyak penyakit anak-anak. Penting untuk menghindari merokok pada hari pengambilan telur, karena merokok dapat menyebabkan meningkatkan dosis obat bius. Suami / mitra juga harus berhenti merokok karena ada bukti tentang dampak/bahaya perokok pasif.

    Alkohol
    Tidak ada batas "aman" untuk konsumsi alkohol, asupan yang tinggi dapat merusak perkembangan bayi. Wanita hamil dilarang untuk mengkonsumsi alkohol.Asupan alkohol yang berat pada pria dapat mempengaruhi produksi spermanya.

    Diet
    Diet seimbang, dianjurkan dengan banyak sayuran hijau . Dianjurkan mengkonsumsi folat 3 bulan sebelum kehamilan dan 12 minggu pertama kehamilan, 5mg setiap hari.

    Jika berat badan berlebih atau kurus maka hal ini dapat mempengaruhi kesuburan, perlu dipertimbangkan diet tertentu yang sesuai dengan kondisi berat badan ibu.

    Kafein
    Asupan tinggi kafein ada hubungannya dengan infertilitas perempuan. Kafein yang melebihi 150 mg perhari juga akan menyebabkan keguguran.

    Olah raga
    Lakukan olahraga dengan instensitas sedang secara teratur. Olahraga yang berlebihan/berat dapat memiliki efek samping yang kurang baik. Olahraga berat, dapat mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh dan kesuburan wanita.

    Emosional
    Hubungan langsung antara stres dan kesuburan memang belum jelas. Hindari dan kurangi stres dalam kehidupan saat menjalani IVF dan saat berusaha untuk hamil.

    Tes Medis
    Sebelum mulai program IVF dilakukan beberapa beberapa tes rutin. Test rubella (Campak Jerman) yaitu memeriksa ada tidaknya kekebalan. Jika kadarnya terlalu rendah, vaksinasi akan dilakukan sebelum hamil dan menunda hamil selama 6 minggu setelah vaksinasi.

    Pemeriksaan lain berupa pemeriksaan untuk sifilis, Hepatitis B dan C, dan HIV.(sumber: Lupa, udah kelamaan soalnya)


    Jumat, 12 Maret 2010

    Test Kit Penghitung Jumlah Sperma

    Tes kesuburan praktis sekarang tidak hanya untuk wanita lagi. Sebuah perangkat baru yang tampak sangat mirip dengan test ovulasi dan tes kehamilan yang gunanya untuk mengecek sperma akan segera tersedia di Eropa, dan sedang meununggu persetujuan FDA untuk pemasaran di Amerika Serikat.

    Test ini ditujukan untuk pasangan yang telah berusaha untuk hamil selama beberapa bulan, dan belum siap untuk mencari bantuan profesional. Produk ini harganya sekitar $ 25. Lumayan mahal kalau untuk ukuran Indonesia. (Pemeriksaan analisa sperma di Lab Prodia gak sampai Rp.100 ribu). Sedangkan di Amerika sana biaya pemeriksaan di lab bisa mencapai $ 65 hingga $ 250, dan sering tidak ditanggung oleh asuransi.

    Test ini cukup akurat, cuma tidak meberikan hasil kwantitatif, melainkan hanya berupa nilai batas saja. Misalnya jumlah sperma di bawah 5 juta jika test stripnya hanya nergaris satu, atau diatas 20 juta jika test strpnia begaris dua (nilai normal)(LIHAT GAMBAR DIBAWAH)



    NORMAL _____RENDAH_____ SANGAT RENDAH

    Tes bekerja dengan mendeteksi antigen yang ditemukan pada permukaan kepala sel sperma yang dikenal sebagai SP-10 membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk penelitiannya. Jika pada test kehamilan wanita hanya perlu mencelupkan test strip pada urine mereka untuk melihat apakah mereka sedang hamil atau mendekati ovulasi, pada pengecekan sperma dengan Fertilitas SpermCheck memerlukan beberapa langkah.

    Pengguna membiarkan air mani (yang sudah dikeluarkan) selama 20 menit, lalu diambil 100 mikroliter dengan menggunakan pipet yang disediakan, kemudian mencampurkannya dengan bahan deterjen khsus, yang akan melepaskan protein SP-10 dari sperma. Pengguna kemudian memasukkan beberapa tetes campuran ini ke dalam dua lubang sampel ( huruf S) . Hasil test dapat dilihat dalam waktu tujuh menit (seperti gambar diatas).

    Rabu, 10 Maret 2010

    Teratozoospermia

    Teratozoospermia (terato = monster) adalah bentuk sperma yang tidak normal. Dikategorikan dalam 3 kelompok yaitu yang ringan sekitar 15% sperma masih normal, 10-15 % sperma masih N : sedang, serta kurang dari 10% Normal dikategorikan : berat. Secara normal, sperma yang baik harus memiliki kepala yang berbentuk oval, dengan penghubung pada bagian tengahnya serta ekor yang panjang.

    Gambar sperma normal

    Hanya Gambar Ilustrasi saja sengihnampakgigi

    Berbagai pengobatan yang dilakukan terbukti tidak ada yang efektif seperti klomifen, HMG dan suntikan HCG, testosteron, vitamin E, vitamin C, anti-oksidan, diet tinggi protein, hoemeopati , dan bahkan pembedahan (varikokel). Tindakan pembedahan ini hanya memperbaiki bentuk sperma sekitar 30 % saja.

    Teratozoopermia

    teratozoospermia

    Hanya gambar ilustrasi sengihnampakgigi

    Jika ditemukan kondisi ini sebaiknya dilakukan cara yang lebih efektif seperti bayi tabung. Sedangkan tindakan IUI (inseminasi) juga ternyata tidak banyak membantu.

    ICSI = Intra cytoplasmic Sperm injection (tindakan menyuntikkan sperma ke dalam sel telur) pada proses bayi tabung, telah memberikan pendekatan yang revolusioner pada laki-laki yang tidak subur, dan menjanjikan kemungkinan bagi setiap orang untuk punya bayi, tidak peduli bagaimana abnormal sperma-nya.

    Teratozoosermia tidak berhubungan dengan fisik, keadaan umum kesehatan, diet, nafsu seksual atau frekuensi berhubungan seks. Secara persis tidak diketahui penyebabnya.:adui:

    Rabu, 24 Februari 2010

    Kadar Hormon Wanita dan Inteprestasinya

    Kadar hormon diperiksa untuk menentukan apa yang terjadi di dalam tubuh wanita. Kadar hormon dapat menunjukkan jika seorang wanita subur, akan menopause dini atau dalam masa perimenopause. Karena kadar hormon mempunyai kecenderungan untuk berfluktuasi, maka pemeriksaan harus dilakukan pada saat yang tepat.

    Hormon2 yang diperiksa untuk tujuan diatas antara lain : Follicle Stimulating Hormone (FSH), Estradiol (E2), Luteinizing Hormone (LH), Prolactin, Progesterone (P4)dan Thyroid Stimulating Hormone (TSH)dan lain-lain.

    FSH
    Nilai normalnya: 3-20 mIU/ml.
    FSH sering digunakan sebagai alat ukur cadangan ovarium. Secara umum, hasil di bawah 6 adalah sangat baik, 6-9 adalah baik, 9-10 rata2, 10-13 kurang cadangan, 13 lebih sangat sulit untuk dirangsang (ovulasi). Dalam pengujian PCOS (SOPK), perbandingan LH dan FSH (LH-FSH rasio) dapat digunakan untuk diagnosis. Rasio normal biasanya lebih kurang 1:1, tapi kalau LH lebih tinggi, ini adalah salah satu indikasi kemungkinan PCOS.

    LH
    Nilai normalnya: < 7 mIU/ml
    Kadar LH normal lebih kurang sama dengan FSH. Jika kadarnya LH lebih tinggi dari FSH merupakan salah satu indikasi adanya PCOS.

    Estradiol (E2)
    Nilai normalnya: 25-75 pg/ml
    Kadar batas terendah cenderung lebih baik untuk dilakukan rangsangsan ovulasi. Normal tinggi di hari 3 mungkin menunjukkan adanya kista fungsional atau berkurangnya cadangan ovarium (folikel).

    Prolaktin
    Nilai normalnya: < 24 ng/ml
    Peningkatan kadar prolaktin dapat mengganggu ovulasi. Juga dibutuhkan pemeriksaan lanjutan dengan MRI untuk memeriksa kemungkinan adanya tumor hipofise. Beberapa wanita dengan PCOS/SOPK juga mengalami peningkatan kadar hormon prolaktin (hyper-prolaktinemia).

    Progesterone (P4)
    Nilai normalnya: < 1.5 ng/ml
    Sering disebut kadar fase folikuler. Kadar hormon yang tinggi mungkin akan menurunkan angka lemungkinan untuk hamilan. Sedangkan jika kadarnya rendah makabisa mengkonsumsi suplemen alami seperti FertilAid (bukan pesan sponsor ...)

    Thyroid Stimulating Hormone (TSH)
    Nilai normalnya:0,4-4 uIU/ml
    Nilai tengah normal di sebagian besar laboratorium adalah sekitar 1,7uIU/ml. Kadar yang tinggi dikombinasikan dengan TSH yang rendah atau tingkat T4 normal secara umum menunjukkan suatu keadaan hipotiroidisme, yang dapat berpengaruh pada kesuburan.

    Sumber: Cem-Macem

    Jumat, 22 Januari 2010

    Diagnosis Genetik Pre-implantasi

    Teknik skrining genetika sekarang telah memungkinkan calon orang tua bisa memilih jenis kelamin dengan cara yang sangat akurat, yaitu dengan diagnosis genetik pre-implantasi (DGP), dimana teknik ini sekarang sedang menjadi trend.

    GAMBAR PROSESNYA SECARA UMUM (KLIK)

    Suatu teknik yang disebut diagnosis genetik pra-implantasi (DPG) dikembangkan dua dekade yang lalu, pada awalnya digunakan mendeteksi adanay kelainan pada embrio yang akan di tanam. Proses ini merupakan rangkaian dari proses bayi tabung (IVF).

    Dengan DPG, embrio di periksa untuk kelainan genetik dan hanya yang bebas dari penyakit yang akan di transfer ke rahim ibunya. Teknik ini menjamin bayi jika orang tua yang membawa kelainan genetik tidak akan menurunkan kelainan tersebut ke bayinya.
    Belakangan DPG digunakan juga untuk memilih jenis kelamin pada IVF (bayi tabung).

    Pasangan yang dianjurkan menjalani DPG adalah:

    * Pasangan dengan riwayat keluarga penyakit link-X (memiliki 25% risiko terkena).
    * Pasangan dengan translokasi kromosom, yang dapat menyebabkan kegagalan implantasi, keguguran berulang, atau masalah fisik atau mental pada keturunan
    * Pembawa penyakit resesif autosom (risiko embrio terpengaruh 25%).
    * Pembawa penyakit dominan autosom (risiko embrio terpengaruh 50%).

    Sebelum DPG, calon harus berkonsultasi dengan ahli genetika atau konselor genetik untuk mengevaluasi kemungkinan men-transfer risiko kelainan genetik kepada keturunannya. Tes harus dilakukan untuk mengkonfirmasikan diagnosis orangtua yang terkena, untuk menunjukkan perubahan genetik yang mengarah ke kondisi tersebut, dan untuk memastikan bahwa teknologi yang tersedia saat ini dapat mengidentifikasi perubahan genetik atau biopsi embrio dalam bentuk blastokisk .

    LANGKAH-LANGKAH BAYI TABUNG

    GAMBAR2 KELAINAN GENETIK

    Jumat, 30 Oktober 2009

    HSG ( Histerosalfingografi)

    Pada pasangan yang infertil (tidak subur), sering dilakukan pemeriksaan yang dinamakan HSG (Histero-salpingo-grafi). HSG dilakukan guna mendeteksi kondisi rahim dan saluran indung telur. HSG mempergunakan sinar X dan cairan khusus yang memberikan reaksi warna putih jika di beri sinar X, sehingga akan "tercetak" bentuk rahim dan saluran indung telur (tuba). Sehingga dokter dapat menentukan ada tidaknya kerusakan atau sumbatan pada saluran reproduksi dimaksud.

    Disamping itu adad beberapa kelainan yang bisa dideteksi dengan HSG:
    * Mioma uteri
    * Polip rahim
    * Adesi (perlengketan) atau jaringan ikat
    * Endometriosis

    HSG dikerjakan pada wanita yang menjalani pemeriksaan kesuburan. Setiap wanita yang mencari pengobatan untuk bisa hamil harus ,menjalani pemeriksaan ini. Disamping untuk kelainan rahim dan tuba, ternyata HSG juga meningkatkan angka kehamilan pada sejumlah wanita, karena pemeriksaan HSG membantu membersihkan dan membuka sumbatan tuba yang ringan.

    Prosedur HSG dilakukan di bagian radiologi (bagian rontgen) secara rawat jalan. Prosedurnya sangat cepat sekali, hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Prosedurnya sebagai berikut:
    • Berbaring dalam posisi litotomi (sama seperti prosedur pap atau UPS) .
    • Dimasukkan spekulum untuk memperlihatkan mulut leher rahim.
    • Kateter kecil lalu dimasukkan ke dalam rahim melalui liang leher rahim.
    • Zat pewarna rontgen lalu dimasukkan perlahan2 ke dalam rahim lewat kateter.
    • Rontgen kemudian dilakukan ketika zat pewarna tadi sudah masuk ke dalam tuba dan tumpah ke dalam rongga perut (spill).
    • Kemudian disuruh berbaring untuk rontgen selanjutnya
    • Setelah rontgen selesai ibu diminta untuk tetap telentang dalam beberapa menit.
    • Akan terasa sedikit kejang perut.
    • Hasilnya segera bisa diketahui.
    Sebagaimana tindakan diagnostik, ada komplikasi/efek samping yang timbul akibat HSG. Tetapi sangat jarang (hanya 1%) seperti: spotting, pingsan, infeksi rahim serta reaksi alergi zat pewarna rontgen. Untuk meminimalisir efek ini, biasanya dalam zat pewarna kadang juga sudah ditambahkan antibiotik, anti alergi serta anti kejang saluran peranakan.

    Photobucket
    Hasil HSG

    Hasil normal berupa tidak adanya sumbatan pada kedua tuba (tuba paten) serta bentuk dan ukuran rahim yang normal. Hasil tidak normal yang mungkin ditemukan adalah sumbatan pada tuba (non-paten tuba), adanya adesi pada dinding rahim (ada bagian yang saling berlengketan) serta bentuk rahim yang tidak seperti biasanya.

    Jika hasil HSG normal, maka diperlukan pemeriksaan lanjutan lainnya guna mencari penyebab ketidaksuburannya, sedangkan jika hasilnya tidak normal maka dibutuhkan tindakan medis guna mengatasi kelainan yang ada seperti jika terjadi sumbatan tuba perlu dulakukan tindakan peniupan tuba (hdrotubasi atau pertubasi).

    Selasa, 27 Oktober 2009

    Uji Paska Senggama

    Saat mendekati ovulasi tiap bulan, hormon estrogen yang dihasilkan indung telur, akan merangsang produksi lendir leher rahim. Untuk bisa terjadinya kehamilan secara alami, maka sperma harus bisa menembus dan berenang melewati lendir ini, dalam perjalanannya menuju sel telur yang dihasilkan oleh indung telur.

    Pada kasus tertentu, terdapat inkompatibilitas antara sperma dan lendir ini, sehingga menyebabkan sperma tidak bisa bergerak dan atau mati, sehingga kehamilan tidak bisa terjadi. Uji paska senggama (UPS) dilakukan untuk menilai interaksi antara sperma dan lendir serviks pada saat mendekati ovulasi untuk menentukan apakah ada inkompatibilitas.

    UPS dilakukan dalam 1 sampai 2 hari ovulasi. Deteksi ovulasi dilakukan oleh pasien (sesuai dengan petunjuk dokter) dengan mengukur suhu basal tubuh, lendir serviks, dan kadar hormon luteinizing (LH) dalam urin (dengan ovutest atau fertitest). Jika hasilnya menunjukkan akan terjadi ovulasi, lakukan hubungan seks 2-8 jam pemeriksaan lendir serviks. Jangan pakai lubrikasi saat hubungan seks, douche (pencuci vagina) setelahnya dan tentu saja jangan mandi berendam.

    Cara pengambilan sampel lendir serviks mirip seperti saat melakukan pengambilan sampel pap smear. Berbaring dalam posisi litotomi (dan tentu saja harus buka celana jelir ). Selanjutnya dimasukkan alat yang namanya spekulum agar leher rahim terlihat dengan jelas. Lendir serviks diambil kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

    Hasil UPS disebut normal jika :
    * Jumlah sperma yang terlihat normal
    * Sperma bergerak maju dalam lendir serviks
    * Lendir serviks bisa membentuk benang sepanjang minimal 2 inci.
    * Lendir serviks yang mengering membentuk pola seperti pohon cemara (fernlike pattern)

    Hasil tidak normal jika:
    * Lendir tidak bisa membentuk benang minimal 2 inci dan tidak membentuk fernlike pattern
    * Tidak ada sperma atau jumlah yang cukup dalam sampel
    * sperma berkelompok serta tidak bergerak secara normal.

    Hasil normal menyimpulkan bahwa konsepsi bisa terjadi secara alami, sedangkan hasil yang tidak normal maka dibutuhkan cara/pengobatan lain untuk bisa hamil. Untuk hasil yang abnormal masih ada lanjutan pemeriksaannya yaitu Uji Penetrasi Sperma yang di bahas dalam post berikutnya.

    Selasa, 23 Juni 2009

    Antibodi Antisperma

    Lebih dari 20% pasangan dengan infertilitas yang tidak jelas, penyebabnya ada;ah gangguan sistem imun. Sistem imun memegang peranan yang besar dalam proses kesuburan (fertilitas). Untuk persiapan ovulasi dan implantasi, tubuh membutuhkan sel-sel tertentu dari sistem imun, contohnya, sel-sel inflamasi dibutuhkan untuk persiapan endometrium untuk implantasi. Tanpa sistem imun yang normal, proses reproduksi bisa terpengaruh, sehingga tidak terjadi kehamilan.

    Antibodi antisperma (ABAS) (English : ASA) adalah sel-sel yang menyerang sperma normal. Jika ditubuh kita ada ABAS, maka sperma normal akan dianggap sebagai benda asing sehingga sperma akan diserang dan dirusak.

    Belum sepenuhnya dimengerti kenapa ABAS bisa timbul pada sebagian orang. Biasanya sperma terlindungi dari sistem imun dengan adanya lapisan pelindung yang disebut blood-testes barrier. Barrier (pelindung) ini mencegah sel-sel sistem imun agar tidak bisa bercampur dengan sel lainnya. Kadang-kadang , pembedahan atau cedera dapat mengganggu barrier ini, sehingga sel-sel sistem imun bisa kontak dengan sel sperma.

    ABAS pada laki2 yang subur angkanya sekitar 1% sedangkan pada laki2 yang infertil angkanya sekitar10%. Sedangkan laki2 yang pernah mengalami pembedahan saluran reproduksi angkanya bisa mencapai 70%.

    Kadang2 wanita juga bisa mengalami ABAS. Sekitar 5% wanita dengan infertilitas yang tak terjelaskan memiliki antibodi ini di dalam darahnya. Sehingga sperma akan mati sebelum sempat membuahi sel telur .

    Setiap laki2 maupun wanita berpotensi mengalami ini. Namun ada beberapa faktor yang membuat risiko terkena lebih tinggi yaitu pada pasien pembalikan vasektomi, kanker testis, biopsi testis, torsi testis dan infeksi.

    Terdapat bermacam2 test untuk mengecek keberadaan ABAS dalam tubuh:
    * Pemeriksaan darah
    Pada wanita, pemeriksaan darah biasa dipergunakan untuk memeriksa antibodi.

    * Uji paska senggama
    Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengecek ABAS pada cairan serviks (leher rahim).

    * Pemeriksan Sperma
    Pemeriksaan sperma adalah cara terbaik mengecek ABAS.

    Terdapat berbagai pengobatan yang ada untuk membantu pasangan yang mengalami masalah ABAS :

    * Kortikosteroid
    Obat ini bisa menurunkan produksi ABAS.

    * Intrauterine Insemination(IUI)
    IUI bisa membantu mengatasi masalah ABAS, karena sperma langsung mencapai sel telur tanpa melewati leher rahim.

    * In-Vitro Fertilization(IVF)
    IVF merupakan metode yang paling sukses untuk mengobati pasangan, Karena sperma langsung bertemu sel telur tanpa melewati rahim dan tuba (saluran telur)

    Sabtu, 20 Juni 2009

    Analisa Sperma II

    Analisa sperma merupakan salah satu pemeriksaan awal yang dilakukan pada kasus infertilitas (susah dapat anak). Masalah sperma (semen) terdapat pada lebih dari 1/3 pasangan infertil.

    Pada saat dilakukan analisa, hal2 berikut diperiksa : volume, waktu mencairnya, jumlah sel sperma per mililiter, gerakan sperma, PH, jumlah sel darah putih dan kadar fruktosanya (gula). Hasil anlisa sperma bisa menetukan apakah : ada masalah reproduksi (infertilitas), vasektomi berhasil dan apakah reversal (menyambung kembali) vasektomi berhasil.

    Sebelum dilakukan pengambilan sampel sperma (semen) harus melakukan abstinen/tidak mengeluarkan sperma/ ejakulasi 2 - 5 hari sebelumnya. Hal ini bertujuan agar sperma dalam kondisi paling oke. Jangan kelamaan, karena jika sampai 1-2 minggu maka justru sperma jadi kurang aktif. Di samping itu juga harus menghindari konsumsi alkohol.

    Sample diambil tentunya dengan cara ejakulasi. Bisa dilakukan di lab atau di rumah / tempat lain dan membawanya dalam waktu tertentu ke lab. Cara paling sering adalah dengan masturbasi dan ditampung ke dalam wadah sampel. Cara lain adalah dengan senggama terputus (coitus interruptus), saat akan ejakulasi, P dicabut dan di arahkan ke wadah sampel. Sedangkan cara lainnya adalah dengan sampling dengan kondom (lewat senggama), dengan catatan kondom khusus. (kondom biasa harus di cuci dulu agar lubrikannya gak membunuh sperma)

    Jika sampel diambil dirumah, maka sudah harus sampai di lab dalam waktu satu jam. Hindari sampel dari terkena sinar matahari langsung dan jangan terlalu panas/terlalu dingin. Jika udara dingin (di barat sono), simpan wadah penampungnya menempel di tubuh(dalam kantung jaket dll agar hangat). Jangan masukkanb kedalam lemari es. Agar hasil pemeriksaan lebih oke, dialkukan analisa 2-3 kali dengan hari yang berbeda dalam waktu 3 bulan.

    Nilai normalnya bervariasi :

    Volume

    Normal:

    minmal 2 mL - 6,5 mL per ejakulasi

    Abnormal:

    Volume yang rendah atau bahkan yang berlebih dapat menyebabkan masalah kesuburan

    Waktu mencair

    Normal:

    Kurang dari 60 menit

    Abnormal:

    Masa mencair yang lama bisa merupakan tanda infeksi.

    Jumlah sperma

    Normal:

    20–150 juta per mL

    Abnormal:

    Jumlah yang rendah kadang masih bisa menghasilkan keturunan secara normal.

    Bnetuk sperma

    Normal:

    Minimal 70% memiliki bentuk dan struktur normal.

    Abnormal:

    Sperma yang gak normal bentuknya kurang daru 15 % disebut Teratozoopsermia. Ini juga mempersulit kehamilan.

    Gerakan sperma

    Normal:

    Minimal 60% sperma bergerak maju ke depan atau minimal 8 juta sperma per-mL bergerak normal maju ke depan.

    Abnormal:

    Jika sebagian besar geraknya tidak normal akan menyebabkan masalah fertilitas.

    pH

    Normal:

    Semen pH of 7.1–8.0

    Abnormal:

    An abnormally high or low semen pH can kill sperm or affect their ability to move or to penetrate an egg.

    Sel darah putih

    Normal:

    Tidak ada sel darah putih atau bakteri.

    Abnormal:

    Bakteri dan sel darah putih yg banyak menunjukkan adanya infeksi.

    Kadar fruktosa

    Normal:

    300 mg per 100 mL ejakulat

    Abnormal:

    Tidak adanya fruktosa memperlihatkan tidak adanya veikuls seminalis atau blokade pada organ ini.


    Jika ditemukan jumlah sperma yang rendah atau tingginya abnormalitas, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pengukuran kadar hormon: testosteron, luteinizing hormone (LH), follicle-stimulating hormone (FSH), atau hormon prolaktin. Juga dilakukan biopsi testis (zakar) dalam kondisi yang sangat ekstrim (steril misalnya).

    Faktor2 yang bisa mempengaruhi akurasi pemeriksaan :
    • Obat2an (Cimetidine, sulfasalazine, nitrofurantoin)
    • Kafein, alkohol, kokain, marijuana, dan merokok.
    • Herbal seperti dosis tinggi echinacea.
    • Sampel dingin/panas.
    • Terkena radiasi .
    • Tidak terkumpul sempurna (terbaik dengan masturbasi).
    • Terlalau alam abstinen.

    Rabu, 10 Juni 2009

    Sel darah putih dalam sperma (semen)

    Sel darah putih (lekosit) secara normal terdapat dalam jumlah yang sedikit di dalam ejakulat (semen). Jika jumlahnya sedikit, maka lekosit tidak akan mempengaruhi kualitas semen (mani) sehingga tidak akan mempengaruhi kesuburan. Namun jika kadarnya tinggi bisa menyebabkan gangguan kesuburan yang serius yang dinamakan leukocytospermia, yaitu lekosit yang banyak sekali di sperma yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari satu juta lekosit per mililiter/cc sperma.

    Leukocytospermia sebetulnya kondisi yang jarang ditemukan. Angkanya sekitar 5% - 10% populasi, dan ditemukan pada 20% pria yang mencari pengobatan buat masalah ketidaksuburannya.

    Leukocytospermia disebabkan infeksi pada saluran genital. Yang mana keberadaan lekosit ini sebetulnya berguna untuk melawan infeksi yang terjadi. Pada penyakit menular seksual (STD)sering terjadi leukocytospermia, terutama pada infeksi chlamydia dan gonorrhea=GO.

    Dalam jumlah yang banyak, lekosit bisa mempengaruhi kesuburan pria. Hal ini karena lekosit menyebabkan sel mengalami oksidasi, sehingga merusak sel-sel sperma, yang akibatnya tentu saja sel-sel sperma ini jadi tidak mampu untuk membuahi sel telur (wanita).

    Lekosit mencetuskan oksidasi dengan cara melepaskan molekul reactive oxygen species=ROS. Molekul2 ini menyebabkan rusaknya sel. ROS merusak sel sperma sehingga mempengaruhi gerak dan bentuknya.

    Semakin banyak jumlah lekosit dalam semen, maka semakin parah akibat yang ditimbulkan oleh ROS. Namun demikian, setiap pria memiliki ambang reaksi yang berbeda terhadap ROS. Hal ini disebabkan tubuh manusia memiliki antioksidan spesifik yang mampu melawan kerusakan yang ditimbulkan oleh ROS. Sejumlah pria memiliki kadar antioksidan yang rendah, sehingga semakin gampang di pengaruhi oleh ROS.

    Pengobatan meliputi pemberian antibiotika untuk mengobati infeksi aktif yang ada. dianjurkan juga untuk ejakulasi sesering mungkin (copot de dengkul gelakguling) untuk membuang/mengeluarkan lekosit yang berlebihan pada saluran sperma.

    Selasa, 09 Juni 2009

    Nyeri Saat Ovulasi

    Bagi yang sudah mengalami menstruasi coba diingat2 kembali, sering terasa nyeri di salah satu sisi perut bagian bawah. Nyeri ini dirasakan sekitar pertengahan bulan siklus haid, kira-kira 14 hari sebelum periode haid berikutnya. Hal ini disebut mittelschmerz. Bahasa Jerman yang artinya "middle pain", artinya nyeri yang berhubungan dengan ovulasi.

    Diperkirakan 20 persen wanita mengalaminya. Ada yang mengalami mittelschmerz setiap bulan, sementara sebagian lagi sesekali mengalaminya. Pada umumnya mittelschmerz tidak membutuhkan pengobatan. Jika sakitnya tidak tertahankan maka bisa mengkonsumsi obat anti nyeri.

    Mittelschmerz mudah dikenali karena memiliki ciri yang khas, yaitu nyeri/rasa tidak nyaman yang dirasakan hanya pada satu sisi perut bagian bawah. Sesuai dengan ovulasi yang terjadi bisa di sisi kiri atau kanan secara acak tidak beraturan. Kadang di satu sisi saja selama beberapa bulan, kadang bergantian dll.

    Nyeri biasanya terasa selama beberapa menit sampai beberapa jam, bahkan bisa sampai 1 atau 2 hari. Nyeri bisa dirasakan seperti di sayat atau nyeri tumpul seperti kram. Jarang nyerinya sampai berat/kuat.

    Mittelschmerz terjadi saat ovulasi, dimana folikel (sel telur) matang, keluar/pecah dari indung telur. Penyebab pastinya rasa nyeri ini masih belum diketahui. Berikut hal yang mungkin menyebabkan timbulnya nyeri:

    * Sesaat sebelum sel telur dilepaskan, folikel yang membesar menekan permukaan indung telur sehingga menyebabkan nyeri.
    * Darah dan cairan yang timbul akibat pecah/keluarnya sel telur mengiritasi lapisan dalam perut (peritoneum), sehingga menimbulkan nyeri.

    Nyeri di bagian lain waktu haid bukanlah <>i>mittelschmerz. Hal ini bisa saja merupakan nyeri yang biasa dialami wanita haid seperti kram haid (dysmenorrhea).

    Jika dibutuhkan penghilang nyeri maka bisa dipakai asetaminophen (Tylenol atau merk lain), aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin, atau merk lain) atau naproxen (Aleve). Jika nyerinya berat banget maka konsulkan ke dokter. Apalagi sampai tiap bulan nyerinya berat.

    Untuk kasus yg demikian maka dokter biasanya akan memberi pil KB. Tujuannya untuk mencegah ovulasi agar tidak terjadi, otomatis nyerinya juga nggak bakalan ada.

    Sedangkan buat kasus yang ringan2 saja dapat dipakai pad hangat (berisi air) di dinding perut atau berendam di air hangat. Panas akan meningkatkan aliran darah, merelaksasi otot dan menghilangkan kram.

    Rabu, 25 Maret 2009

    Beberapa Fakta Ovulasi

    Ovulasi terjadi jika telur yang matang lepas dari indung telur (ovarium), masuk ke saluran telur (tuba uterina) dan siap untuk dibuahi.Lapisan dalam rahim (endometrium) menebal untuk persiapan menerima hasil pembuahan. Jika pembuahan (konsepsi) tidak terjadi, penebalan endometrium tadi akan lepas bersamaan dengan sel telur keluar dalam bentuk darah yang dinamakan haid/menstruasi.

    Berikut Fakta2 tentang ovulasi
    * Sl telur dapat bertahan hidup 12-24 jam setelah meninggalkan ovarium
    * Biasanya hanya 1 telur setiap kali ovulasi
    * Bisa dipengaruhi oleh stress, penyakit2 atau gangguan rutinitas normal
    * Sebagian mengalami bercak (spotting) saat ovulasi
    * Implantasi (penanaman konsepsi) terjadi6-12 hari setelah ovulasi
    * Setiap wanita dilahirkan dengan jutaan bibit sel telur yang belum matang
    * Menstruasi bisa saja terjadi tanpa ovulasi
    * Ovulasi juga bisa terjadi tanpa menstruasi
    * Sebagian mengalami nyeri saat ovulasi (mittelschmerz)
    * Sel telur yang tidak dibuahi akan pecah dan bergabung (diserap) ke endometrium