
Selasa, 25 Mei 2010
Flibanserin : boster libido buat cewek

Senin, 05 April 2010
Indeks International Fungsi Ereksi (IIEF)
Terlepas dari penyebab utamanya, disfungsi ereksi memiliki dampak negatif terhadap harga diri, kualitas hidup dan hubungan interpersonal. Langkah awal dalam evaluasi adalah dengan mencari riwayat medis dan sosial secara rinci, termasuk penggunaan obat-obatan.

Untuk menilai derajat/indeks ED secara sederhana dapat dilakukan dengan mempergunakan kuisioner seperti dibawah ini:
Instruksi: Pertanyaan dibawah ini akan menggali efek gangguan ereksi dalam 4 minggu terakhir. Silakan jawab pertanyaan berikut sejujur dan sejelas mungkin. Ikuti definisi dibawah ini:
Aktifitas seksual termasuk: intercourse, foreplay dan masturbasi
Intercourse didefinisikan sebagai penetrasi vagina.
Stimulasi Seksual termasuk didalamnya situasi seperti foreplay , melihat gambar atau film erotik dll.
Ejakulasi artinya keluarnya semen dari penis (atau rasa seperti ejakulasi tanpa semen)
Pilih satu jawaban dari pertanyaan2 dibawah ini
1. Dalam 4 minggu ini, seberapa seringkah anda mampu ereksi saat melakukan aktifitas seksual ?
0 Tidak ada aktifitas seksual
0 Hampir selalu atau selalu
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah
2. Selama 4 minggu ini, kapan anda mengalami ereksi terhadap stimulasi seksual, seberapa sering ereksi yang cukup keras untuk penetrasi?
0 Tidak ada stimulasi seksual
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah
Pertanyaan no 3, 4 dan 5 akan menanyakan ereksi yang mungkin dialami saat melakukan sexual intercourse.
3. Selama 4 minggu terakhir, saat akan melakukan sexual intercourse, seberapa seringkah anda mampu melakukan penetrasi ?
0 Tidak pernah/tidak ada
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah
4. Selama 4 minggu terakhir, saat melakukan sexual intercourse, seberapa seringkah anda mampu mepertahankan ereksi setelah melakukan penetrasi ke pasangan anda ?
0 Tidak ada penetrasi
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah
5. Dalam 4 terakhir, saat sexual intercourse, seberapa sulitkah untuk mempertahankan ereksi anda sampai selesai intercourse?
0 Tidak ada usaha untuk intercourse
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah
6. Dalam 4 minggu teakhir, seberapa seringkah anda berusaha untuk melakukansexual intercourse?
0 Tidak ada usaha
0 1 - 2 kali
0 3-4 kali
0 5-6 kali
0 7-10 kali
0 Lebih dari 11 kali
7. Dalam 4 minggu terakhir, saat melakukan sexual intercourse seberapa seringkah andamerasa puas?
0 Tidak berusaha melakukan intercourse
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah
8. Dalam 4 minggu terakhir, seberapa enjoy-kah anda ?
0 Tidak ada intercourse
0 Sangat-sangat menikamti
0 Sangat menikmati
0 Cukup menikamti
0 Tidak begitu menikmati
0 Tidak menikmati
9. Dalam 4 minggu ini, saat melakukan stimulasi seksual atau intercourse seberapa seringkah anda mengalami ejakulasi?
0 Tidak ada intercourse atau stimulasi.
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah
10. Dalam 4 minggu ini, ketika melakukan stimulasi seksual atau intercourse seberapa seringkah ada merasakan orgasmus atau klimaks (dengan atau tapa ejakulasi)?
0 Tdak ada stimulasi atau intercourse
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah
Pertanyaan 11 dan 12 menanyakan tentang sexual desire. Sexual desire didefinisikan sebagai rasa ingin melakukan/mengalami pengalaman seksual (misalnya, masturbatsi atau intercourse) atau perasaan frustasi karena tidak melakukan hubungan seks.
11. Dalam 4 minggu ini, seberapa seringkah anda merasakan sexual desire?
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah
12. Dalam 4 minggu ini, bagaimana kadar/level sexual desire anda?
0 Sangat tinggi
0 Tinggi
0 Sedang
0 Rendah
0 Sangat rendah bahkan tidak ada sama sekali
13. Over the past 4 weeks, how satisfied have you been with you overall sex life?
0 Very satisfied
0 Moderately satisfied
0 About equally satisfied and dissatisfied
0 Moderately dissatisfied
0 Very dissatisfied
14. Dalam 4 minggu ini, seberapa puaskah hubungan seksual anda dngan pasangan anda ?
0 Sangat puas
0 Sedang2 saja puasnya
0 Seimbang antara puas dan tidak
0 Tidak puas
0 Sangat tidak puas
15. Selama 4 minggu ini, bagaimana penilaian anda terhadap keyakinan anda bahwa anda bisa eresi dan mampu mepertahankannya ?
0 Sangat tingi
0 Tinggi
0 Sedang
0 Rendah
0 Sangat rendah
Sistem skornya sebagai berikut
Seluruh pertanyaan di atas dikelompokkan ke dalam 5 domain sbb (skor jawaban berurutan mulai nilai 0 - 5):
DomainPertanyaan No Range Skor Skor MaksimumFungsi Ereksi 1, 2, 3, 4, 5, 15 0-5 30 Fungsi Orgasme 9, 10 0-5 10 Sexual Desire 11, 12 0-5 10 Kepuasan Intercourse 6, 7, 8 0-5 15 Kepuasan secara Umum 13, 14 0-5 10 Interpretasi Klinis
I. Fungsi Ereksi dapat dinilai dari total skor sbb:
Skor Interpretasi 0-6 Disfungsi berat 7-12 Disfungsi sedang 13-18 Disfunsi ringan-sedang 19-24 Disfungsi ringan 25-30 Normal II. Fungsi Orgase dinilai dari total skor sbb:
Skor Interpretasi 0-2 Disfungsi berat 3-4 Disfungsi sedang 5-6 Disfungsi ringan -sedang 7-8 Disfungsi ringan 9-10 Normal III. Sexual desire dinilai dari total skor dinilai sbb:
Skor Interpretasi 0-2 Disfungsi berat 3-4 Disfungsi Sedang 5-6 Disfungsi ringan-sedang 7-8 Disfungsi ringan 9-10 Normal IV.Kepuasan intercourse dinilai dari total sbb:
Skor Interpretasi 0-3 Disfungsi berat 4-6 Disfungsi Sedang 7-9 Disfungsi ringan-sedang
10-12 Disfungsi ringan 13-15 Normal V. Kepuasan Secara Umum dinilai dari total skor:
Skor Interpretasi 0-2 Disfungsi berat 3-4 Disfungsi Sedang 5-6 Disfngsi ringan-sedang 7-8 Disfungsi ringan 9-10 Normal
Minggu, 10 Januari 2010
Penyakit Peyronie
Gambar penis yang terkena penyakit ini bisa dilihat disini.
Gejala-gejala penyakit ini bisa muncul secara perlahan atau secara mendadak (akut) . Gejala-gejala yang paling sering ditemukan sbb:
Penis yang bentuknya tidak normal
Saat ereksi bentuknya menjadi tidak normal seperti bengkok melengkung keatas, kesamping atau melengkung kebawah. Kadang berbentuk seperti jam pasir.
Nyeri
Nyeri timbul saat ereksi terjadi 6-18 bulan pertama penyakit. .Kondisi yang bisa menimbulkan nyeri : ereksi, saat orgasme, san saat disentuh (bahkan dalam keadaan tidak ereksi).
Jaringan parut di bawah kulit
Jaringan parut akibat penyakit ini bisa dalam bentuk benjolan atau masa dengan permukaan datar .
Gejala lain: susah ereksi (disfungsi ereksi) serta penis memendek.
Penyebabnya tidak diketahui pasti, tetapi secara umum akibat diduga akibat adanya luka yang sembuh tidak sempurna. Lukanya sangat kecil dan terjadi akibat hubungan seksual. Juga bisa disebabkan oleh cedera lainnya seperti akibat olah raga a atau kecelakaan lalin.
Komplikasi penyakit ini berupa:
* Tidak mampu berhubungan seks
* Kesulitan mempertahankan ereksi
* Ansietas atau stres
Pemeriksaan yang dilakukan berupa pemeriksaan fisik yaitu dokter akan meraba penis saat tidak ereksi. untuk memastikan lokasi dan besarnya jaringan parut. Serta mengukur panjangnya penis. Pemeriksaan lainnya dengan USG, dilakukan saat ereksi. Ereksi dibuat dengan menyuntikkan obat pada penis. USG bisa mengukur derajat bengkoknya serta jumlah aliran darah ke penis.
Tidak dilakukan pengobatan jika bengkoknya tidak berat, tidak nyeri dan masih mampu melakukan hubungan seks secara memuaskan. Untuk yang ringan bisa melakukan "pelurusan" secara manual. Lihat video dibawah ini:
Pengobatan bisa berupa:
Penyuntikan obat ke jaringan parut yang bisa mengurangi besarnya jaringan parut. Obat yang disuntikkan antara lain : Verapamil, Interferon dan Kollgenase.
Pembedahan dilakukan jika bengkoknya kebangetan dan tidak mampu melakukan hubungan seksual. Tindakan pembedahan bisa berupa memendekkan bagian yang tidak terkena (sehingga jadi imbang/sama panjang saat ereksi). Tentunya hanya dilakukan pada yang penisnya panjang
Memperpanjang bagian yang terkena. Jaringan parut diiris di beberapa tempat., kemudian jaringan parut tersebut dibuang (tidak seluruhnya), bagian jaringan parut yang dibuang digantikan dengan jaringan yang sehat (graft)> dilakukan pada yang penisnya pendek serta risiko gangguan disfungsi yang lebih besar.
Yang terakhir dilakukan implantasi penis. Implantasi dilakukan jika terjadi penyakit Peyronie's dengan disfungsi ereksi. Gambarnya bisa dilihat disini
VIDEO IMPLANTASI
Sabtu, 21 Maret 2009
Ejakulasi Retrograd
Ejakulasi Retrograd dapat disebabkan oleh obat-obatan, kondisi kesehatan dan akibat proses pembedahan yang mengakibatkan saraf atau otot yang mengontrol pembukaan kandung kemih.
Normalnya saat ejakulasi, otot yang mengatur buka tutup kandung kemih harus tertutup rapat, sehingga aliran sperma akan menuju saluran kencing (uretra). Otot ini juga berfungsi menahan pipis sampai saatnya dikeluarkan.
Ejakulasi Retrograd tidak mempengaruhi kemampuan untuk ereksi atau mengalami orgasme, tetapi saat klimaks, semen masuk kedalam kandung kemih. Dapat menyebabkan gejala2 seperti berikut:
* Orgasme kering (dry orgasms)
* Urin yang keputihan (cloudy urine) karena mengandung semen
* Infertilitas pria.
Keadaan-keadaan yang menyebabkan:
* Pembedahan prostat atau proses pembedahan lain disekitarnya.
* Efek obat2a hipertensi, obat untuk pembesaran prostat dan obat2 gangguan mood
* Kerusakan saraf yang disbabkan penyakit seperti diabetes, multiple sclerosis atau
cedera tulang belakang
Untuk mendiagnosanya dilakukan pemeriksaan urin dengan mikroskop untuk melihat adanya sperma setelah ejakulasi.Biasanya jarang membutuhkan pengobatan keculai jika menyebabkan infertilitas. Pengobatan tergantung penyebabnya, jika disebabkan obat2an maka obat tersebut harus di stop atau do ganti.
Obat2 yang bisa dipakai untuk mengobati antara lain: Imipramine (antidepresi), Chlorpheniramine dan brompheniramine (antihistamin) serta Ephedrine, pseudoephedrine dan phenylephrine anti-decongestan). Semua obat2an ini mampu membuat otot pintu kandung kemih menutup saat ejakulasi.
Jika usaha ini tidak menghasilkan kehamilan maka dapat dilakukan inseminasi (IUI) dengan sperma yang diambil dari kandung kemih setelah ejakulasi.
KLIK DISINI untuk mendownload e-book cara mengendalikan ejakulasi dengan Yoga.
Minggu, 18 Januari 2009
Pil KB bisa menurunkan gairah?
Seperti yang sama2 sudah kita ketahui hormon yang berperanan dalam merangsang gairah seksual wanita adalah hormon testosteron. Dalam beberapa penelitian didapatkan pil bisa menyebabkan penurunan kadar hormon testosteron yang sama-sama kita ketahui merupakan hormon pembangkit gairah pada wanita, sehingga menggangu gairah wanita.
Dalam penelitian didapatkan wanita yang memakai pil mangalami penurunan gairah di banding yang tidak memakai pil, serta nyeri saat hubungan seks lebih sering bagi yang memakan pil.
Dalam penelitian juga didapatkan jika pil di hentikan terjadi peningkatan jumlah protein (SHBG =sex hormone binding globulin) yang mengikat testosteron. Masih perlu diteliti lebih jauh treantang hal ini.
Jumat, 05 Desember 2008
EQM = Erectile Quality Monitor
EQM = Erectile Quality Monitor merupakan alat yang dipatentkan oleh FAST SIZE, merupakan sebuah alat yang menakjubkan guna memonitor kesehatan seksual co. Sebetulnya sudah sejak lama alat yang serupa sudah ada namanya Digital Inflection Rigidometers, tetapi cara pemakiannya tidak praktis. Dengan EQM yang merupakan alat portable, maka pengkuran dapat dilakukan serta diketahui hasilnya sendiri.
Manfaat mempergunakan EQM
- Dapat mengukur rigiditas (kerasnya) ereksi
- Memantau dan atau mencegah saat timbulnya ED (Erectile Dysfunction)
- Memantau effekifitas berbagai macam oabat/suplemen untuk ED atau peningkat libido
- Deteksi dini berbagai kondisi kesehatan seperti diabetes, tensi tinggi dan kelainan jantung (yg memberi efek terhadap ereksi).
Minggu, 16 November 2008
Apakah Anda Sex Addict ?
| Please indicate gender: Male Female | |||
| Indicate Orientation: Heterosexual Bi-sexual Homosexual | |||
Please check any of the following which apply: I have no concerns about my sexual behavior but am curious how I would score. I have no concerns about my sexual behavior but others are concerned. I am having problems with my sexual behavior but do not consider myself a "sex addict". I know I am a sex addict. I have sought therapy because of my sexual problems. | |||
To complete the test, answer each question by placing a check in the appropriate yes/no column. | |||
| Yes | No | 1. | Were you sexually abused as a child or adolescent? |
| Yes | No | 2. | Did your parents have trouble with sexual behavior? |
| Yes | No | 3. | Do you often find yourself preoccupied with sexual thoughts? |
| Yes | No | 4. | Do you feel that your sexual behavior is not normal? |
| Yes | No | 5. | Do you ever feel bad about your sexual behavior? |
| Yes | No | 6. | Has your sexual behavior ever created problems for you and your family? |
| Yes | No | 7. | Have you ever sought help for sexual behavior you did not like? |
| Yes | No | 8. | Has anyone been hurt emotionally because of your sexual behavior? |
| Yes | No | 9. | Are any of your sexual activities against the law? |
| Yes | No | 10. | Have you made efforts to quit a type of sexual activity and failed? |
| Yes | No | 11. | Do you hide some of your sexual behaviors from others? |
| Yes | No | 12. | Have you attempted to stop some parts of your sexual activity? |
| Yes | No | 13. | Have you felt degraded by your sexual behaviors? |
| Yes | No | 14. | When you have sex, do you feel depressed afterwards? |
| Yes | No | 15. | Do you feel controlled by your sexual desire? |
| Yes | No | 16. | Have important parts of your life (such as job, family, friends, leisure activities) been neglected because you were spending too much time on sex? |
| Yes | No | 17. | Do you ever think your sexual desire is stronger than you are? |
| Yes | No | 18. | Is sex almost all you think about? |
| Yes | No | 19. | Has sex (or romantic fantasies) been a way for you to escape your problems? |
| Yes | No | 20. | Has sex become the most important thing in your life? |
| Yes | No | 21. | Are you in crisis over sexual matters? |
| Yes | No | 22. | Has the Internet created sexual problems for you? |
| Yes | No | 23. | Do you spend too much time online for sexual purposes? |
| Yes | No | 24. | Have you purchased services online for erotic purposes (sites for dating, pornography, fantasy and friend finder)? |
| Yes | No | 25. | Have you used the Internet to make romantic or erotic connections with people online? |
| Yes | No | 26. | Have people in your life been upset about your sexual activities online? |
| Yes | No | 27. | Have you attempted to stop your online sexual behaviors? |
| Yes | No | 28. | Have you subscribed to or regularly purchased or rented sexually explicit materials (magazines, videos, books or online pornography)? |
| Yes | No | 29. | Have you been sexual with minors? |
| Yes | No | 30. | Have you spent considerable time and money on strip clubs, adult bookstores and movie houses? |
| Yes | No | 31. | Have you engaged prostitutes and escorts to satisfy your sexual needs? |
| Yes | No | 32. | Have you spent considerable time surfing pornography online? |
| Yes | No | 33. | Have you used magazines, videos or online pornography even when there was considerable risk of being caught by family members who would be upset by your behavior? |
| Yes | No | 34. | Have you regularly purchased romantic novels or sexually explicit magazines? |
| Yes | No | 35. | Have stayed in romantic relationships after they became emotionally or physically abusive? |
| Yes | No | 36. | Have you traded sex for money or gifts? |
| Yes | No | 37. | Have you maintained multiple romantic or sexual relationships at the same time? |
| Yes | No | 38. | After sexually acting out, do you sometimes refrain from all sex for a significant period? |
| Yes | No | 39. | Have you regularly engaged in sadomasochistic behavior? |
| Yes | No | 40. | Do you visit sexual bath-houses, sex clubs or adult video/bookstores as part of your regular sexual activity? |
| Yes | No | 41. | Have you engaged in unsafe or "risky" sex even though you knew it could cause you harm? |
| Yes | No | 42. | Have you cruised public restrooms, rest areas or parks looking for sex with strangers? |
| Yes | No | 43. | Do you believe casual or anonymous sex has kept you from having more long-term intimate relationships? |
| Yes | No | 44. | Has your sexual behavior put you at risk for arrest for lewd conduct or public indecency? |
| Yes | No | 45. | Have you been paid for |
Minggu, 09 November 2008
Intrinsa = " female viagra" = "pinky viagra"
Testosteron merupakan hormon dominan laki2, tetapi hormon juga diproduksi dalam jumlah yang sedikit oleh indung telur. Hormon ini pada wanita bisa membangkitkan "desire". Wanita yang karena suatu sebab terpaksa diangkat indung telurnya atau nggak berfungsi lagi seperti pada menopause akan mengalami penurunan "desire" yang dikenal dengan istilah hypoactive sexual desire disorder (HSDD), sehingga perlu diberikan substitusi testosteron dari luar. Pemberian testosteron akan mengembalikan libido wanita yang bersangkutan
Kamis, 06 November 2008
Kasus disfungsi seks wanita
Sang suami yang mulai bahwa sang isteri jika diajak ML selalu marah2 dan ogah2an...loh kok gituh? Aku tanyakan ke isteri dengan malu2 dia menjawab: had no horny...(ditranslate supaya halus), nggak ada keinginan. Apa nggak suka sama laki2? Suka jawabnya (aku agak "ragu" pada jawabannya) Saat foul play apa yang dirasakan? Rasanya cuma "geli-geli" saja...(sambil cengengesan) wew...
Dalam Spesialisai Obsgin kasus seperti ini memilki sub-spesialisnya yaitu uro-ginekologi dan kasus ini apa adanya (termasuk dialognya) dan itu memang sering ditemukan dalam praktek sehari2. Seperti contoh kasus sebelumnya: vaginismus.
Disfungsi seks pada wanita terbagi menjadi kategori :
1. Gangguan desire (nggak punya keinginan/rendahnya keinginan)
2. Gangguan arousal (nggak bisa mempertahankan tegangan/putus ditengah jalan)
3. Gagguan orgasme (nggak bisa orgasme)
4. Gangguan nyeri (nyeri saat berhubungan dyspareunia)
Korelasi antara masing2 disfungsi dapat dilihat pada skema berikut
Gangguan ini ternyata nggak murni akibat psikologis saja (ansietas dan depressi), juga berperan faktor fisik seperti akibat pembedahan rongga panggul, kelelahan, obat2-an anti depresi dll. Selain itu faktor hormon juga berperan seperti pada kasus paska melahirkan dan menyusui serta menopause yang bisa mengakibatkan keringnya liang V, selanjutnya bisa ditebak: terjadi intercourse yang nyeri.
Pengobatannya terdiri dari medis dan non-medis. non medis terdiri dari: saling dengar dan bicara dengan pasangannya masing2 terutama tentang sexual relationship mereka, gaya hidup yang sehat (stop smoking & alcohol), memperkuat otot2 dasar panggul dengan latihan (Kegel misalnya) dan melakukan konseling ke pakar (sex therapist).
Untuk pengobatan medis diarahkan ke faktor2 psikis seperti pemberian obat anti ansietas dan antidepressi. Untuk kasus kurang hormon dapat diberikan hormon yang sesuai (estrogen, progesteron atau androgen).
Basic strategy penanganan dysfungsi seks pada wanita (lebih enak nggak diterjemahkan biar kesannya nggak prono )(sengaja dipelintir):
Pada kasus ini dysfungsinya yang jelas terlihat adalah nggak ada "desire" (nggak ada keinginan atau kurang keinginan untuk ML). Sedangkan kelainan lainnya belum sempat tergali. Kemungkinan ada yang lainnya (dypareunia), karena jika hubungan seksual berlangsung normal maka kemungkinan terjadinya kehamilan besar. Sedangkan pasangan ini berobat dengan inferlitas. Mungkin dikesempatan konsultasi berikutnya akan coba untuk digali kemungkinan gangguan disfungsi lainnya.
Sudah aku kasi konseling sesuai basic strategy diantaranya: nonton bersama film2 x-rated (one X only), bicarakan apa yang "kamu suka/aku suka", mengganti /menghilangkan"rutinitas" dengan ML diruangan lain atau diluar rumah seperti hotel sampai melakukan fantasi non-seksual (membayangkan tampang aktor holly/bollywood dll). Terakhir pemakaian viagra (belum terbukti manjur, tapi sering dipraktikan juga pada wanita)(ini nggak termasuk basic strategy). Tunggu lanjutan penyelidikannya...
Jumat, 19 September 2008
Ejakulasi Prematur = ejakulasi dini = ejakulasi precox
Ejakulasi prematur (EP) alias ejakulasi dini atau ejakulasi prekoks adalah ejakulasi yang terjadi sebelum yang bersangkutan atau pasangan menginginkannya terjadi. (Bisa dibayangkan luasnya defenisi ini, tanpa batas waktu...). Ingat tentang Sarah Carmen? Wanita dengan 200-250 orgasme sehari ? Kalau pakai standar dia maka semua laki2 nggak ada yang masuk kategori EP...
Kalau dilihat defenisi ini maka standarnya adalah kepuasan pasangan, artinya pasangan sudah klimaks dan memang sudah nggak masalah kalau pasangannya ejakulasi atau malah mengharapkan pasangannya mengalami ejakulasi. Angka kejadiannya (prevalensi) tinggi yaitu antara 30-70% (USA).
Kalau kita urut berdasarkan waktu...yang paling "payah" adalah sudah ejakulasi sebelum ngapa2 in...
Jika hanya sesekali saja mengalami EP, mungkin tidak menjadi persoalan, tetapi kalau setiap kali intercourse seperti itu...ini baru masalah...
EP dapat dikategorikan kedalam 2 kelompok. Pertama Primer EP artinya selalu mengalami EP sejak pertama kali intercourse. Kedua Sekunder EP artinya dengan pasangan sebelumnya pernah "normal" ejakulasi, lalu dengan pasangan baru mengalami EP.
Penyebabnya adalah interaksi psikologis dan biologis. Penyebab secara psiologis : dulunya pernah berhubungan seks secara terburu2 karena takut ketahuan (pada masa muda atau saat awal onteraksi seksual) atau rasa bersalah terhadap sesuatu sehingga meningkatkan kecendrungan untuk segera mengakhiri hubungan seks. Penyebab biologis seperti kadar hormon yang rendah, infeksi saluran kemih dan lain-lain.
Komplikasi kesehatan nggak ada. Tetapi komplikasi yang mungkin timbul adalah Gangguan harmonisasi hubungan dengan pasangan dan yang kedua gangguan fertilitas (tidak mmpu menghamili pasangannya).
Penatalaksanaan dilakukan dengan metode terapi seksual dan obat2an.
1. Seks Terapi: 1 - 2 jam sebelum intercourse dianjurkan untuk maturbasi. Sehingga saat berhubungan rasa untuk ejakulasi menjadi berkurang.
2. Tehnik Memencet (squeeze technique), dimana pasangan disuruh berhubungan seperti biasa...pada saat terasa akan ejakulasi maka pasangan akan memencet ujung penis dekat pertemuan kepala dengan batang. Pencet sampai rasa ingin ejakulai hilang. Lanjutkan lagi dengan foreplay. Begitu seterusnya diulang2 sampai timing yang tepat untuk ejakulasi.
3. Obat-obatan: obat2an antidepresi seperti Zoloft, Prozac dll yang fungsinya memperlambat ejakulasi. Lidokain suatu zat anestesi dapat diberikan dalam bentuk salf (Lidonest) yang dioleskan pada kepala (bagian ujung penis) sehingga menjadi baal.
4. Psikoterapi : konseling dan terapi bicara dengan dokter atau konselor.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah apakah wanitanya mengalami apa yang dinamakan an-orgasmia atau mencapai orgasme dalam waktu yang lama. Dalam penelitian rata2 wanita mengalami orgasme 12-25 menit. Jika pasangan sulit mencapai orgasme maka pasti saja setiap laki2 masuk kedalam definisi EP. Selanjutnya adalah keluarnya cairan pre-ejakulasi (dari kelenjar Cowper) harus dketahui oleh pria bahwa itu bukanlah EP, melainkan suatu proses lubrikasi yang terjadi akibat stimulasi seksual. Yang terakhir disfungsi ereksi (ED) bisa merupakan gejala klinis dari suatu EP.
KLIK DISINI untuk mendownload e-book tentang mengendalikan ejakulasi dengan Yoga.
Senin, 18 Agustus 2008
Wanita dengan 200 orgasme sehari
Ternyata Sarah menderita suatu kelainan yang dinamakan : Permanent Sexual Arousal Syndrome (PSAS) yang menyebabkan peningkatan aliran darah ke organ seksnya. Kelainan ini pertama kali digambarkan oleh dr.Sandra Leiblum pada tahun 2001. Kalau pada pria lebih kurang identik dengan priapismus (Mr P yang ereksi terus-menerus dalam beberapa jam tanpa ada rangsangan psikis maupun fisik).
Kelainan ini tidak sama dengan hiperseks (=nymphomania, satryasis). Penyebabnya tidak diketahui pasti. Dugaan sementara kelainan ini disebabkan oleh gangguan saraf sensoris. Dugaan lain akibat terapi hormonal dan obat2an.
Pada kasus Sarah penyebabnya adalah obat antidepresi yang didapatnya saat berusia 19 tahun. PSAS membuat Sarah dapat mengalami orgasme kapan saja. Kadang2 membuatnya merasa malu jika mengalaminya ditempat2 umum yang ribut seperti night club dll. Saat wawancara selama 40 menit dengan wartawan sarah mengalami 5 kali orgasme...huiiihhhhh...
Teman2 nya mengatakan Sarah adalah gadis yang paling beruntung. Pada saat 'on' pitch suara Sarah akan meninggi, kehilangan daya pikir sebentar (black out) dan berhenti berbicara beberapa saat. Dia akan pura2 batuk untuk mengalihkan perhatian orang jika berada dalm situasi yang benar2 tidak menguntungkan.
Sialnya (atau untungnya ???) Sarah bekerja pada sebuah salon kecantikan yang sudah tentu pada kondisi sehari2nya banyak mempergunakan alat2 yang menimbulkan suara seperti hair dryer, mikrodermabator dan lain-lain...