Tampilkan postingan dengan label DISFUNGSI SEKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DISFUNGSI SEKS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Mei 2010

Flibanserin : boster libido buat cewek

Kalau seorang cowok mengalami masalah seksual, lalu pergi ke apotek untuk cari "bantuan", tersedia beberapa pilihan diantaranya : viagra, cialis atau levitra. Tetapi bagaimana jika menimpa wanita ? Saat ini sudah ada obat yang namanya flibanserin yang dapat meningkatkan libido wanita. OBat ini awalnya di pakai sebagai anti-depresi, tapi efek sampingnya mampu mengkatkan libido wanita pemakainya.

Flibanserin dikembangkan oleh Boehringer Ingelheim untuk mengobati HSDD (=Hypoactive Sexual Desire Disorder) pada wanita pre-menopause. Saat ini sudah mencapai phase III dalam penelitiannya, artinya tinggal sedikit waktu lagi obat ini dilepas ke pasar. Memang sih dalam penelitian ini dipakai wanita premenopause yang mengalami disfungsi seks berupa penurunan libido. Tapi jangan salah lho, wanita sehat normal dalam usia reproduksi juga bisa mengalami gangguan penurunan libido:music::music::music:

Senin, 05 April 2010

Indeks International Fungsi Ereksi (IIEF)

Disfungsi ereksi (ED) adalah ketidak mampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan hubungan seksual, terdapat pada jutaan laki-laki dengan berbagai derajat. Sebagian besar kasus penyebabnya bersifat organik, berupa penyakit pembuluh darah yang akan menurunkan aliran darah ke dalam penis.

Terlepas dari penyebab utamanya, disfungsi ereksi memiliki dampak negatif terhadap harga diri, kualitas hidup dan hubungan interpersonal. Langkah awal dalam evaluasi adalah dengan mencari riwayat medis dan sosial secara rinci, termasuk penggunaan obat-obatan.



Untuk menilai derajat/indeks ED secara sederhana dapat dilakukan dengan mempergunakan kuisioner seperti dibawah ini:

Instruksi: Pertanyaan dibawah ini akan menggali efek gangguan ereksi dalam 4 minggu terakhir. Silakan jawab pertanyaan berikut sejujur dan sejelas mungkin. Ikuti definisi dibawah ini:

Aktifitas seksual termasuk: intercourse, foreplay dan masturbasi

Intercourse didefinisikan sebagai penetrasi vagina.

Stimulasi Seksual termasuk didalamnya situasi seperti foreplay , melihat gambar atau film erotik dll.

Ejakulasi artinya keluarnya semen dari penis (atau rasa seperti ejakulasi tanpa semen)

Pilih satu jawaban dari pertanyaan2 dibawah ini

1. Dalam 4 minggu ini, seberapa seringkah anda mampu ereksi saat melakukan aktifitas seksual ?
0 Tidak ada aktifitas seksual
0 Hampir selalu atau selalu
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

2. Selama 4 minggu ini, kapan anda mengalami ereksi terhadap stimulasi seksual, seberapa sering ereksi yang cukup keras untuk penetrasi?

0 Tidak ada stimulasi seksual
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

Pertanyaan no 3, 4 dan 5 akan menanyakan ereksi yang mungkin dialami saat melakukan sexual intercourse.

3. Selama 4 minggu terakhir, saat akan melakukan sexual intercourse, seberapa seringkah anda mampu melakukan penetrasi ?

0 Tidak pernah/tidak ada
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

4. Selama 4 minggu terakhir, saat melakukan sexual intercourse, seberapa seringkah anda mampu mepertahankan ereksi setelah melakukan penetrasi ke pasangan anda ?

0 Tidak ada penetrasi
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

5. Dalam 4 terakhir, saat sexual intercourse, seberapa sulitkah untuk mempertahankan ereksi anda sampai selesai intercourse?

0 Tidak ada usaha untuk intercourse
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

6. Dalam 4 minggu teakhir, seberapa seringkah anda berusaha untuk melakukansexual intercourse?

0 Tidak ada usaha
0 1 - 2 kali
0 3-4 kali
0 5-6 kali
0 7-10 kali
0 Lebih dari 11 kali

7. Dalam 4 minggu terakhir, saat melakukan sexual intercourse seberapa seringkah andamerasa puas?

0 Tidak berusaha melakukan intercourse
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

8. Dalam 4 minggu terakhir, seberapa enjoy-kah anda ?

0 Tidak ada intercourse
0 Sangat-sangat menikamti
0 Sangat menikmati
0 Cukup menikamti
0 Tidak begitu menikmati
0 Tidak menikmati

9. Dalam 4 minggu ini, saat melakukan stimulasi seksual atau intercourse seberapa seringkah anda mengalami ejakulasi?

0 Tidak ada intercourse atau stimulasi.
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

10. Dalam 4 minggu ini, ketika melakukan stimulasi seksual atau intercourse seberapa seringkah ada merasakan orgasmus atau klimaks (dengan atau tapa ejakulasi)?

0 Tdak ada stimulasi atau intercourse
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

Pertanyaan 11 dan 12 menanyakan tentang sexual desire. Sexual desire didefinisikan sebagai rasa ingin melakukan/mengalami pengalaman seksual (misalnya, masturbatsi atau intercourse) atau perasaan frustasi karena tidak melakukan hubungan seks.

11. Dalam 4 minggu ini, seberapa seringkah anda merasakan sexual desire?

0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

12. Dalam 4 minggu ini, bagaimana kadar/level sexual desire anda?

0 Sangat tinggi
0 Tinggi
0 Sedang
0 Rendah
0 Sangat rendah bahkan tidak ada sama sekali

13. Over the past 4 weeks, how satisfied have you been with you overall sex life?

0 Very satisfied
0 Moderately satisfied
0 About equally satisfied and dissatisfied
0 Moderately dissatisfied
0 Very dissatisfied

14. Dalam 4 minggu ini, seberapa puaskah hubungan seksual anda dngan pasangan anda ?

0 Sangat puas
0 Sedang2 saja puasnya
0 Seimbang antara puas dan tidak
0 Tidak puas
0 Sangat tidak puas

15. Selama 4 minggu ini, bagaimana penilaian anda terhadap keyakinan anda bahwa anda bisa eresi dan mampu mepertahankannya ?

0 Sangat tingi
0 Tinggi
0 Sedang
0 Rendah
0 Sangat rendah

Sistem skornya sebagai berikut

Seluruh pertanyaan di atas dikelompokkan ke dalam 5 domain sbb (skor jawaban berurutan mulai nilai 0 - 5):

Domain
Pertanyaan No
Range Skor
Skor Maksimum

Fungsi Ereksi 1, 2, 3, 4, 5, 15 0-5 30
Fungsi Orgasme
9, 10 0-5 10
Sexual Desire 11, 12 0-5 10
Kepuasan Intercourse
6, 7, 8 0-5 15
Kepuasan secara Umum 13, 14 0-5 10

Interpretasi Klinis

I. Fungsi Ereksi dapat dinilai dari total skor sbb:

Skor Interpretasi
0-6 Disfungsi berat
7-12 Disfungsi sedang
13-18 Disfunsi ringan-sedang
19-24 Disfungsi ringan
25-30 Normal


II. Fungsi Orgase dinilai dari total skor sbb:

Skor Interpretasi
0-2 Disfungsi berat
3-4 Disfungsi sedang
5-6 Disfungsi ringan -sedang
7-8 Disfungsi ringan
9-10 Normal


III. Sexual desire dinilai dari total skor dinilai sbb:

Skor Interpretasi
0-2 Disfungsi berat
3-4 Disfungsi Sedang
5-6 Disfungsi ringan-sedang
7-8 Disfungsi ringan
9-10 Normal


IV.Kepuasan intercourse dinilai dari total sbb:

Skor Interpretasi
0-3 Disfungsi berat
4-6 Disfungsi Sedang
7-9

Disfungsi ringan-sedang

10-12 Disfungsi ringan
13-15 Normal


V. Kepuasan Secara Umum dinilai dari total skor:

Skor Interpretasi
0-2 Disfungsi berat
3-4 Disfungsi Sedang
5-6 Disfngsi ringan-sedang
7-8 Disfungsi ringan
9-10 Normal

Minggu, 10 Januari 2010

Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie adalah terdapatnya jaringan parut yang tidak normal atau "plaque", dalam jaringan penis. Jika penis yang terkena kelainan ini, saat ereksi akan bengkok serta terasa nyeri. Penyakit Peyronie menyebabkan penderitanya urung melakukan hubungan seks dan sering juga mengalami stres dan kelainan ansietas (gelisah)lainnya.

Gambar penis yang terkena penyakit ini bisa dilihat disini.sembahsembahsembah

Gejala-gejala penyakit ini bisa muncul secara perlahan atau secara mendadak (akut) . Gejala-gejala yang paling sering ditemukan sbb:

Penis yang bentuknya tidak normal
Saat ereksi bentuknya menjadi tidak normal seperti bengkok melengkung keatas, kesamping atau melengkung kebawah. Kadang berbentuk seperti jam pasir.

Nyeri
Nyeri timbul saat ereksi terjadi 6-18 bulan pertama penyakit. .Kondisi yang bisa menimbulkan nyeri : ereksi, saat orgasme, san saat disentuh (bahkan dalam keadaan tidak ereksi).

Jaringan parut di bawah kulit
Jaringan parut akibat penyakit ini bisa dalam bentuk benjolan atau masa dengan permukaan datar .

Gejala lain: susah ereksi (disfungsi ereksi) serta penis memendek.

Penyebabnya tidak diketahui pasti, tetapi secara umum akibat diduga akibat adanya luka yang sembuh tidak sempurna. Lukanya sangat kecil dan terjadi akibat hubungan seksual. Juga bisa disebabkan oleh cedera lainnya seperti akibat olah raga a atau kecelakaan lalin.

Komplikasi penyakit ini berupa:
* Tidak mampu berhubungan seks
* Kesulitan mempertahankan ereksi
* Ansietas atau stres

Pemeriksaan yang dilakukan berupa pemeriksaan fisik yaitu dokter akan meraba penis saat tidak ereksi. untuk memastikan lokasi dan besarnya jaringan parut. Serta mengukur panjangnya penis. Pemeriksaan lainnya dengan USG, dilakukan saat ereksi. Ereksi dibuat dengan menyuntikkan obat pada penis. USG bisa mengukur derajat bengkoknya serta jumlah aliran darah ke penis.

Tidak dilakukan pengobatan jika bengkoknya tidak berat, tidak nyeri dan masih mampu melakukan hubungan seks secara memuaskan. Untuk yang ringan bisa melakukan "pelurusan" secara manual. Lihat video dibawah ini:



Pengobatan bisa berupa:
Penyuntikan obat ke jaringan parut yang bisa mengurangi besarnya jaringan parut. Obat yang disuntikkan antara lain : Verapamil, Interferon dan Kollgenase.

Pembedahan dilakukan jika bengkoknya kebangetan dan tidak mampu melakukan hubungan seksual. Tindakan pembedahan bisa berupa memendekkan bagian yang tidak terkena (sehingga jadi imbang/sama panjang saat ereksi). Tentunya hanya dilakukan pada yang penisnya panjang sembahsembahsembah. Cuma berisiko terjadi disfungsi seks berupa tidak mampu mempertahankan ereksi.Gambar operasi memperpendek bisa dilihat disini.

Memperpanjang bagian yang terkena. Jaringan parut diiris di beberapa tempat., kemudian jaringan parut tersebut dibuang (tidak seluruhnya), bagian jaringan parut yang dibuang digantikan dengan jaringan yang sehat (graft)> dilakukan pada yang penisnya pendek serta risiko gangguan disfungsi yang lebih besar.

Yang terakhir dilakukan implantasi penis. Implantasi dilakukan jika terjadi penyakit Peyronie's dengan disfungsi ereksi. Gambarnya bisa dilihat disini

VIDEO IMPLANTASI


Sabtu, 21 Maret 2009

Ejakulasi Retrograd

Ejakulasi Retrograd adalah jika semen tidak keluar lewat penis saat orgasme, melainkan masuk ke dalam kandung kemih. Walaupun klimaks (orgasme) tetap terjadi, tetapi ejakulat yang keluar via penis sangat sedikit bahkan sampai tidak ada (orgasme kering). Ejakulasi Retrograd tidak berbahaya, tetapi bisa menyebabkan kemandulan (infertilitas).

Ejakulasi Retrograd dapat disebabkan oleh obat-obatan, kondisi kesehatan dan akibat proses pembedahan yang mengakibatkan saraf atau otot yang mengontrol pembukaan kandung kemih.

Normalnya saat ejakulasi, otot yang mengatur buka tutup kandung kemih harus tertutup rapat, sehingga aliran sperma akan menuju saluran kencing (uretra). Otot ini juga berfungsi menahan pipis sampai saatnya dikeluarkan.

Ejakulasi Retrograd tidak mempengaruhi kemampuan untuk ereksi atau mengalami orgasme, tetapi saat klimaks, semen masuk kedalam kandung kemih. Dapat menyebabkan gejala2 seperti berikut:
* Orgasme kering (dry orgasms)
* Urin yang keputihan (cloudy urine) karena mengandung semen
* Infertilitas pria.

Keadaan-keadaan yang menyebabkan:
* Pembedahan prostat atau proses pembedahan lain disekitarnya.
* Efek obat2a hipertensi, obat untuk pembesaran prostat dan obat2 gangguan mood
* Kerusakan saraf yang disbabkan penyakit seperti diabetes, multiple sclerosis atau
cedera tulang belakang

Untuk mendiagnosanya dilakukan pemeriksaan urin dengan mikroskop untuk melihat adanya sperma setelah ejakulasi.Biasanya jarang membutuhkan pengobatan keculai jika menyebabkan infertilitas. Pengobatan tergantung penyebabnya, jika disebabkan obat2an maka obat tersebut harus di stop atau do ganti.

Obat2 yang bisa dipakai untuk mengobati antara lain: Imipramine (antidepresi), Chlorpheniramine dan brompheniramine (antihistamin) serta Ephedrine, pseudoephedrine dan phenylephrine anti-decongestan). Semua obat2an ini mampu membuat otot pintu kandung kemih menutup saat ejakulasi.

Jika usaha ini tidak menghasilkan kehamilan maka dapat dilakukan inseminasi (IUI) dengan sperma yang diambil dari kandung kemih setelah ejakulasi.

KLIK DISINI untuk mendownload e-book cara mengendalikan ejakulasi dengan Yoga.

Minggu, 18 Januari 2009

Pil KB bisa menurunkan gairah?

Jika anda merasakan penurunan gairah akhir2 ini setelah mengkonsumi pil KB (selanjutnya pil), itu bukan perasaan anda saja. Hal ini adalah kenyataan walaupun tidak 100 % benar. Pil bisa memiliki efek negatif yang lama terhadap fungsi seks wanita.

Seperti yang sama2 sudah kita ketahui hormon yang berperanan dalam merangsang gairah seksual wanita adalah hormon testosteron. Dalam beberapa penelitian didapatkan pil bisa menyebabkan penurunan kadar hormon testosteron yang sama-sama kita ketahui merupakan hormon pembangkit gairah pada wanita, sehingga menggangu gairah wanita.

Dalam penelitian didapatkan wanita yang memakai pil mangalami penurunan gairah di banding yang tidak memakai pil, serta nyeri saat hubungan seks lebih sering bagi yang memakan pil.

Dalam penelitian juga didapatkan jika pil di hentikan terjadi peningkatan jumlah protein (SHBG =sex hormone binding globulin) yang mengikat testosteron. Masih perlu diteliti lebih jauh treantang hal ini.

Jumat, 05 Desember 2008

EQM = Erectile Quality Monitor

EQM = Erectile Quality Monitor dilihat dari namanya pasti sudah bisa dikira2in ini apa. Terjemahannya: Monitor (Alat pemantau) Kualitas Ereksi. Ah ada-ada saja. Itu mungkin anggapan bagi yang "normal". Sedangkan bagi yang menderita ED alat ini amat sangat membantu.

EQM = Erectile Quality Monitor merupakan alat yang dipatentkan oleh FAST SIZE, merupakan sebuah alat yang menakjubkan guna memonitor kesehatan seksual co. Sebetulnya sudah sejak lama alat yang serupa sudah ada namanya Digital Inflection Rigidometers, tetapi cara pemakiannya tidak praktis. Dengan EQM yang merupakan alat portable, maka pengkuran dapat dilakukan serta diketahui hasilnya sendiri.

Cara pakainya sangat mudah. Pertama Mr P diereksikan terlebih dahulu (tentunya dengan cara yang disukai masing2 individu). Selanjutnya bagian alat ditempelkan pada ujung Mr.P (lihat gambar) selama 5 detik atau sampai saat Mr P menunduk (bend). Jelasnya lihat gambar. Selanjutnya alat akan memperlihatkan indikator warna yang berbeda sesuai dengan kualitas ereksi sbb:



Manfaat mempergunakan EQM
  • Dapat mengukur rigiditas (kerasnya) ereksi
  • Memantau dan atau mencegah saat timbulnya ED (Erectile Dysfunction)
  • Memantau effekifitas berbagai macam oabat/suplemen untuk ED atau peningkat libido
  • Deteksi dini berbagai kondisi kesehatan seperti diabetes, tensi tinggi dan kelainan jantung (yg memberi efek terhadap ereksi).

Minggu, 16 November 2008

Apakah Anda Sex Addict ?

Post ini merupakan reaksi awal atas keluhan Sashy (23 thn) di shoutbox. Berikut adalah kuisioner untuk mendeteksi suatu kelainan sex yang bersifat kompulsif (compulsive sexual behavior= CSB) yang termasuk didalamnya melakukan masturbasi berulang-ulang dan 'nagih'. Akronim yang dipakai CSBST = CSB Screening Test = SAST = Sexual Addict Screening Test. Berikut kuisionernya.


Please indicate gender:
Male Female
Indicate Orientation:
Heterosexual Bi-sexual Homosexual

Please check any of the following which apply:
I have no concerns about my sexual behavior but am curious how I would score.
I have no concerns about my sexual behavior but others are concerned.
I am having problems with my sexual behavior but do not consider myself a "sex addict".
I know I am a sex addict.
I have sought therapy because of my sexual problems.

To complete the test, answer each question by placing a check in the appropriate yes/no column.

Yes No 1. Were you sexually abused as a child or adolescent?
Yes No 2. Did your parents have trouble with sexual behavior?
Yes No 3. Do you often find yourself preoccupied with sexual thoughts?
Yes No 4. Do you feel that your sexual behavior is not normal?
Yes No 5. Do you ever feel bad about your sexual behavior?
Yes No 6. Has your sexual behavior ever created problems for you and your family?
Yes No 7. Have you ever sought help for sexual behavior you did not like?
Yes No 8. Has anyone been hurt emotionally because of your sexual behavior?
Yes No 9. Are any of your sexual activities against the law?
Yes No 10. Have you made efforts to quit a type of sexual activity and failed?
Yes No 11. Do you hide some of your sexual behaviors from others?
Yes No 12. Have you attempted to stop some parts of your sexual activity?
Yes No 13. Have you felt degraded by your sexual behaviors?
Yes No 14. When you have sex, do you feel depressed afterwards?
Yes No 15. Do you feel controlled by your sexual desire?
Yes
No
16.
Have important parts of your life (such as job, family, friends, leisure activities) been neglected because you were spending too much time on sex?
Yes No 17. Do you ever think your sexual desire is stronger than you are?
Yes No 18. Is sex almost all you think about?
Yes No 19. Has sex (or romantic fantasies) been a way for you to escape your problems?
Yes No 20. Has sex become the most important thing in your life?
Yes No 21. Are you in crisis over sexual matters?
Yes No 22. Has the Internet created sexual problems for you?
Yes No 23. Do you spend too much time online for sexual purposes?
Yes
No
24.
Have you purchased services online for erotic purposes (sites for dating, pornography, fantasy and friend finder)?
Yes No 25. Have you used the Internet to make romantic or erotic connections with people online?
Yes No 26. Have people in your life been upset about your sexual activities online?
Yes No 27. Have you attempted to stop your online sexual behaviors?
Yes
No
28.
Have you subscribed to or regularly purchased or rented sexually explicit materials (magazines, videos, books or online pornography)?
Yes No 29. Have you been sexual with minors?
Yes
No
30.
Have you spent considerable time and money on strip clubs, adult bookstores and movie houses?
Yes No 31. Have you engaged prostitutes and escorts to satisfy your sexual needs?
Yes No 32. Have you spent considerable time surfing pornography online?
Yes
No
33.
Have you used magazines, videos or online pornography even when there was considerable risk of being caught by family members who would be upset by your behavior?
Yes No 34. Have you regularly purchased romantic novels or sexually explicit magazines?
Yes No 35. Have stayed in romantic relationships after they became emotionally or physically abusive?
Yes No 36. Have you traded sex for money or gifts?
Yes No 37. Have you maintained multiple romantic or sexual relationships at the same time?
Yes No 38. After sexually acting out, do you sometimes refrain from all sex for a significant period?
Yes No 39. Have you regularly engaged in sadomasochistic behavior?
Yes
No
40. Do you visit sexual bath-houses, sex clubs or adult video/bookstores as part of your regular sexual activity?
Yes
No
41. Have you engaged in unsafe or "risky" sex even though you knew it could cause you harm?
Yes No 42. Have you cruised public restrooms, rest areas or parks looking for sex with strangers?
Yes
No
43.
Do you believe casual or anonymous sex has kept you from having more long-term intimate relationships?
Yes
No
44. Has your sexual behavior put you at risk for arrest for lewd conduct or public indecency?
Yes No 45. Have you been paid for

Selengkapnya untuk bisa menilai klik disini. Setelah diisi, pencet SUBMIT lalu akan keluar grafik SAST, apakah anda termasuk addict atau tidak. Selanjutnya dibagian bawahnya terdapat sedikit keterangan (tulisan tebal) tentang addictnya.

Minggu, 09 November 2008

Intrinsa = " female viagra" = "pinky viagra"

Intrinsa merupakan nama dagang untuk preparat hormon testosteron dalam bentuk koyo' (patch) yang dibuat oleh perusahaan Procter & Gamble yang gunanya untuk gangguan desire (disfungsi seks wanita = FSD), menopause dan saat terapi sulih hormon (HRT=Hormone Replacement Therapy).

Testosteron merupakan hormon dominan laki2, tetapi hormon juga diproduksi dalam jumlah yang sedikit oleh indung telur. Hormon ini pada wanita bisa membangkitkan "desire". Wanita yang karena suatu sebab terpaksa diangkat indung telurnya atau nggak berfungsi lagi seperti pada menopause akan mengalami penurunan "desire" yang dikenal dengan istilah hypoactive sexual desire disorder (HSDD), sehingga perlu diberikan substitusi testosteron dari luar. Pemberian testosteron akan mengembalikan libido wanita yang bersangkutan

Intrinsa dipakai dengan menempelkannya pada kulit perutr, dua kali seminggu secara kontinyu. Testosteron yang ada pada koyo' tersebut akan diserap lewat kulit masuk kedalam aliran darah pemakainya. OBat ini sudh tersedia di Eropa dan Australia, tetapi belum mendapatkan persetujuan FDA Amrik, karena belum ada penelitian efek jangka panjangnya.

Kamis, 06 November 2008

Kasus disfungsi seks wanita

Ada kasus menarik lagi untuk di share. Sudah setahun lebih menikah, istri tidak juga hamil. Analisa sperma hasilnya normal. Awalnya saat konsultasi nggak mau terbuka terhadap permasalahan yang dihadapi. Pada konsultasi berikutnya baru mau "bercerita".

Sang suami yang mulai bahwa sang isteri jika diajak ML selalu marah2 dan ogah2an...loh kok gituh? Aku tanyakan ke isteri dengan malu2 dia menjawab: had no horny...(ditranslate supaya halus), nggak ada keinginan. Apa nggak suka sama laki2? Suka jawabnya (aku agak "ragu" pada jawabannya) Saat foul play apa yang dirasakan? Rasanya cuma "geli-geli" saja...(sambil cengengesan) wew....

Dalam Spesialisai Obsgin kasus seperti ini memilki sub-spesialisnya yaitu uro-ginekologi dan kasus ini apa adanya (termasuk dialognya) dan itu memang sering ditemukan dalam praktek sehari2. Seperti contoh kasus sebelumnya: vaginismus.

Disfungsi seks pada wanita terbagi menjadi kategori :
1. Gangguan desire (nggak punya keinginan/rendahnya keinginan)
2. Gangguan arousal (nggak bisa mempertahankan tegangan/putus ditengah jalan)
3. Gagguan orgasme (nggak bisa orgasme)
4. Gangguan nyeri (nyeri saat berhubungan dyspareunia)

Korelasi antara masing2 disfungsi dapat dilihat pada skema berikut
skema FDR
Gangguan ini ternyata nggak murni akibat psikologis saja (ansietas dan depressi), juga berperan faktor fisik seperti akibat pembedahan rongga panggul, kelelahan, obat2-an anti depresi dll. Selain itu faktor hormon juga berperan seperti pada kasus paska melahirkan dan menyusui serta menopause yang bisa mengakibatkan keringnya liang V, selanjutnya bisa ditebak: terjadi intercourse yang nyeri.

Pengobatannya terdiri dari medis dan non-medis. non medis terdiri dari: saling dengar dan bicara dengan pasangannya masing2 terutama tentang sexual relationship mereka, gaya hidup yang sehat (stop smoking & alcohol), memperkuat otot2 dasar panggul dengan latihan (Kegel misalnya) dan melakukan konseling ke pakar (sex therapist).

Untuk pengobatan medis diarahkan ke faktor2 psikis seperti pemberian obat anti ansietas dan antidepressi. Untuk kasus kurang hormon dapat diberikan hormon yang sesuai (estrogen, progesteron atau androgen).

Basic strategy penanganan dysfungsi seks pada wanita (lebih enak nggak diterjemahkan biar kesannya nggak prono )(sengaja dipelintir):
tartegi
Pada kasus ini dysfungsinya yang jelas terlihat adalah nggak ada "desire" (nggak ada keinginan atau kurang keinginan untuk ML). Sedangkan kelainan lainnya belum sempat tergali. Kemungkinan ada yang lainnya (dypareunia), karena jika hubungan seksual berlangsung normal maka kemungkinan terjadinya kehamilan besar. Sedangkan pasangan ini berobat dengan inferlitas. Mungkin dikesempatan konsultasi berikutnya akan coba untuk digali kemungkinan gangguan disfungsi lainnya.

Sudah aku kasi konseling sesuai basic strategy diantaranya: nonton bersama film2 x-rated (one X only), bicarakan apa yang "kamu suka/aku suka", mengganti /menghilangkan"rutinitas" dengan ML diruangan lain atau diluar rumah seperti hotel sampai melakukan fantasi non-seksual (membayangkan tampang aktor holly/bollywood dll). Terakhir pemakaian viagra (belum terbukti manjur, tapi sering dipraktikan juga pada wanita)(ini nggak termasuk basic strategy). Tunggu lanjutan penyelidikannya...

Jumat, 19 September 2008

Ejakulasi Prematur = ejakulasi dini = ejakulasi precox

Kemaren ada yang menanyakan via email apakah pasangannya termasuk ejakulasi dini...inilah jawaban dari pertanyaan itu. Biar bisa sharing dengan yang lain.

Ejakulasi prematur (EP) alias ejakulasi dini atau ejakulasi prekoks adalah ejakulasi yang terjadi sebelum yang bersangkutan atau pasangan menginginkannya terjadi. (Bisa dibayangkan luasnya defenisi ini, tanpa batas waktu...). Ingat tentang Sarah Carmen? Wanita dengan 200-250 orgasme sehari ? Kalau pakai standar dia maka semua laki2 nggak ada yang masuk kategori EP...lollollol

Kalau dilihat defenisi ini maka standarnya adalah kepuasan pasangan, artinya pasangan sudah klimaks dan memang sudah nggak masalah kalau pasangannya ejakulasi atau malah mengharapkan pasangannya mengalami ejakulasi. Angka kejadiannya (prevalensi) tinggi yaitu antara 30-70% (USA).

Kalau kita urut berdasarkan waktu...yang paling "payah" adalah sudah ejakulasi sebelum ngapa2 in...biggrinbiggrinbiggrin, urutan berikutnya ejakulasi saat baru nempel (peltu=nempel tumpah), selanjutnya: baru "sebentar" (dua atau tiga kali gesek kali ya...)

Jika hanya sesekali saja mengalami EP, mungkin tidak menjadi persoalan, tetapi kalau setiap kali intercourse seperti itu...ini baru masalah...confusedconfusedconfused

EP dapat dikategorikan kedalam 2 kelompok. Pertama Primer EP artinya selalu mengalami EP sejak pertama kali intercourse. Kedua Sekunder EP artinya dengan pasangan sebelumnya pernah "normal" ejakulasi, lalu dengan pasangan baru mengalami EP.

Penyebabnya adalah interaksi psikologis dan biologis. Penyebab secara psiologis : dulunya pernah berhubungan seks secara terburu2 karena takut ketahuan (pada masa muda atau saat awal onteraksi seksual) atau rasa bersalah terhadap sesuatu sehingga meningkatkan kecendrungan untuk segera mengakhiri hubungan seks. Penyebab biologis seperti kadar hormon yang rendah, infeksi saluran kemih dan lain-lain.

Komplikasi kesehatan nggak ada. Tetapi komplikasi yang mungkin timbul adalah Gangguan harmonisasi hubungan dengan pasangan dan yang kedua gangguan fertilitas (tidak mmpu menghamili pasangannya).

Penatalaksanaan dilakukan dengan metode terapi seksual dan obat2an.
1. Seks Terapi: 1 - 2 jam sebelum intercourse dianjurkan untuk maturbasi. Sehingga saat berhubungan rasa untuk ejakulasi menjadi berkurang.
2. Tehnik Memencet (squeeze technique), dimana pasangan disuruh berhubungan seperti biasa...pada saat terasa akan ejakulasi maka pasangan akan memencet ujung penis dekat pertemuan kepala dengan batang. Pencet sampai rasa ingin ejakulai hilang. Lanjutkan lagi dengan foreplay. Begitu seterusnya diulang2 sampai timing yang tepat untuk ejakulasi.
3. Obat-obatan: obat2an antidepresi seperti Zoloft, Prozac dll yang fungsinya memperlambat ejakulasi. Lidokain suatu zat anestesi dapat diberikan dalam bentuk salf (Lidonest) yang dioleskan pada kepala (bagian ujung penis) sehingga menjadi baal.
4. Psikoterapi : konseling dan terapi bicara dengan dokter atau konselor.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah apakah wanitanya mengalami apa yang dinamakan an-orgasmia atau mencapai orgasme dalam waktu yang lama. Dalam penelitian rata2 wanita mengalami orgasme 12-25 menit. Jika pasangan sulit mencapai orgasme maka pasti saja setiap laki2 masuk kedalam definisi EP. Selanjutnya adalah keluarnya cairan pre-ejakulasi (dari kelenjar Cowper) harus dketahui oleh pria bahwa itu bukanlah EP, melainkan suatu proses lubrikasi yang terjadi akibat stimulasi seksual. Yang terakhir disfungsi ereksi (ED) bisa merupakan gejala klinis dari suatu EP.

KLIK DISINI untuk mendownload e-book tentang mengendalikan ejakulasi dengan Yoga.

Senin, 18 Agustus 2008

Wanita dengan 200 orgasme sehari

Sarah Carmen 24 tahun (lihat foto) mengalami 200-250 orgasme sehari (rata2 10 kali orgasme perjam atau enam menit sekali)...dan setiap hari pula. Suara getaran kereta api pada relnya, suara getaran hair dryer, suara dengungan mesin foto copy sudah mampu membuat Sarah mengatakan: oh..oh..oh...ahhhh. (X-rated)(Nggak mengada2...biggrinbiggrinbiggrin)

Ternyata Sarah menderita suatu kelainan yang dinamakan : Permanent Sexual Arousal Syndrome (PSAS) yang menyebabkan peningkatan aliran darah ke organ seksnya. Kelainan ini pertama kali digambarkan oleh dr.Sandra Leiblum pada tahun 2001. Kalau pada pria lebih kurang identik dengan priapismus (Mr P yang ereksi terus-menerus dalam beberapa jam tanpa ada rangsangan psikis maupun fisik).

Kelainan ini tidak sama dengan hiperseks (=nymphomania, satryasis). Penyebabnya tidak diketahui pasti. Dugaan sementara kelainan ini disebabkan oleh gangguan saraf sensoris. Dugaan lain akibat terapi hormonal dan obat2an.

Pada kasus Sarah penyebabnya adalah obat antidepresi yang didapatnya saat berusia 19 tahun. PSAS membuat Sarah dapat mengalami orgasme kapan saja. Kadang2 membuatnya merasa malu jika mengalaminya ditempat2 umum yang ribut seperti night club dll. Saat wawancara selama 40 menit dengan wartawan sarah mengalami 5 kali orgasme...huiiihhhhh...rolleyesrolleyesrolleyes.

Teman2 nya mengatakan Sarah adalah gadis yang paling beruntung. Pada saat 'on' pitch suara Sarah akan meninggi, kehilangan daya pikir sebentar (black out) dan berhenti berbicara beberapa saat. Dia akan pura2 batuk untuk mengalihkan perhatian orang jika berada dalm situasi yang benar2 tidak menguntungkan.

Sialnya (atau untungnya ???) Sarah bekerja pada sebuah salon kecantikan yang sudah tentu pada kondisi sehari2nya banyak mempergunakan alat2 yang menimbulkan suara seperti hair dryer, mikrodermabator dan lain-lain...lollollol.