Jumat, 29 Februari 2008

Komunikasi Efektif

Prinsip komunikasi adalah terciptanya pengertian yang sama antara yang menyampaikan pesan dan yang menerima pesan

Sebagai dokter instruksi kepada pasien harus jelas, jumlah bahkan hingga detilnya



Harus dalam posisi sejajar atau biasa dikenal dengan Win vs Win bukan Win vs Lose




dan pesan yang disampaikan jangan berlebihan, membuat si penerima pesan jadi bingung mencernanya

Kamis, 28 Februari 2008

Caca Update



os bayi perempuan usia 11 bulan, datang dengan Keluhan utama berat badan susah naik sejak 6 bulan terakhir. saat ini berat badan 7,2 kg, susu menggunakan susu kedelai kira-kira 500 ml/hari, sudah mulai makan nasi lembek, buah, biskuit dan bubur bayi instan, pola makan tidak teratur dan sulit makan (makan tidak pernah habis).
saat ini sudah mulai di tatah, dan ngoceh, tapi belum ada gigi yang tumbuh. kadang kadang berkeringat saat tidur malam hari, kontak TB paru dewasa aktif (-).
os memiliki alergi susu sapi, saat ini tidak mengkonsumsi obat-obatan, status imunisasi lengkap,
os lahir spontan di rumah sakit, berat lahir 2600 kg, panjang 46, cukup bulan.
pada pemeriksaan fisik, ditemukan benjolan di daerah leher-tengkuk, keras, terfiksasi pada kulit,ukuran <1 cm, nyeri tekan (-) eritema (-)

Diagnosis Kerja : gangguan pertumbuhan e.c suspek TB anak

Rencana Diagnostik : Tes Mantoux

Rencana Terapi :-

( ya Allah bila seandainya penyakit ini membawa kebaikan untuknya dan agamanya maka kami akan tabah menerima, dan bila penyakit ini membawa keburukan untuknya dan agamanya maka jauhkanlah dan hilangkanlah darinya, sungguh Engkau maha mengetahui segala sesuatu, dan menguasai apa-apa yang ada di bumi dan di langit, hanya kepada Mu kami meminta dan kepada Mu lah tempat kami kembali )

Rabu, 27 Februari 2008

Menyegerakan Menikah

seorang kenalan baru-baru ini mengeluh pada saya bahwa ia ingin menikah namun belum juga berhasil, sementara ibunya sudah bertanya-tanya...banyak sebenarnya buku yang membahas hal ini, dan tema sentralnya adalah kenyataan bahwa jodoh itu ada di tangan Allah swt, bila belum dapat maka harap bersabar.

terfikir oleh saya kembali lagi konsep mestakung yang telah dibahas pada tulisan saya sebelumnya "setelah kemudahan ada kesulitan" keadaan kritis seputar tema pernikahan bisa di capai dengan banyak cara dan amat mungkin berlainan antara satu orang dan yang lain. sebagai contoh bagi seseorang mungkin tekanan keluarga atau peer bisa memicu krisis , orang lain mungkin dorongan pribadi (baca : nafsu syahwat )-nya sedemikian besar hingga bila tidak segera ditanggulangi akan jatuh pada kemaksiyatan dan atau penganiayaan diri sendiri (if u get what i mean)

keyakinan saya adalah jodoh akan semakin sulit kita rasakan, bila keadaaan krisis belum lagi melingkupi. setelah saya lihat perjalanan saya sendiri menuju pernikahan, ternyata tanpa sengaja saya telah melipatgandakan krisis yang saya alami pada bulan-bulan sebelum jodoh menghampiri. jadi kawan bila anda ingin segera menikah, evaluasi diri sudahkah krisis melingkupi anda, atau bahkan sudah hampir menenggelamkan anda. krisis yang saya maksud adalah suatu dorongan intrisik dan atau ekstrinsik untuk segera menikah.

langkah berikut bila krisis sudah memuncak, adalah terus melangkah. jangan berhenti berusaha ( usaha yang halal tentunya ) secara spesisfik usaha yang dimaksud adalah mengadakan sebab-sebab dari datangnya jodoh, yaitu kesiapan mental/psikologis, ilmu dan finansial.
kesiapan psikologis berupa kemampuan bekerja sama, toleransi, keterbukaan dan masih banyak yang lain yang diperlukan untuk berinteraksi secara intens dengan orang lain utamanya lawan jenis.

kesiapan ilmu mencakup ilmu kepemimpinan, wiraswasta, pengelolaan keuangan, sampai fikih munakahat secara detil dan menyeluruh, intinya semua ilmu yang dibutuhkan dalam mengelola organisasi sampai mencapai tujuannya.terakhir kesiapan finansial berupa hard cash sebagai modal awal kita memasuki institusi keluarga, inilah yang sering menjadi ganjalan menyegerakan pernikahan, berapa sebenarnay jumlah yang cukup itu? sebagian baru merasa cukup bila telah memiliki rumah dan kendaraan sendiri, sebagian yang lain mengatakan 10-20 juta cukup, sebagian lain asal ada pekerjaan tetap, lain lagi yang cukup PD dengan kemauan untuk berusaha dan tawakkal.

jadi kawan bila ingin menikah jangan dulu menginventaris siapa calon yang cocok, tapi nilai ulanglah kehidupan anda, dan nilailah kapasitas pribadi anda. sudahkah krisis ini melingkupi diri anda, adakah kemampuan finansial, sudahkah ilmu nya anda pelajari, dan mentalnya udah ada belum? nah bila sudah ada, barulah tembak siapa-siapa yang anda minati dan bersabarlah serta bersangaka baik pada Allah swt, tapi bila belum, segera penuhi sebab-sebab timbulnya akibat yang kita inginkan tersebut, be consistent, terus melangkah agar kehidupan anda mencapai titik kritisnya maka saksikanlah janji Allah, semesta seakan mengatur dirinya agar tercipta keseimbangan yang baru bagi anda.

wallahualam

Ruang kosong tak terisi

Menyusuri jalan itu membuatmu tidak dapat menyadari mengapa hal itu terjadi padamu. Dari kota engkau berjalan terus ke selatan menuruni dan menaiki bukit. Kota itu memang di gunung. Airnya dingin, udaranya dingin menyejukkan, hiruk pikuk orang lalu lalang. Semuanya mengingatkanmu pada seseorang yang pernah mengisi suatu ruang di hatimu. Seseorang yang telah hadir dalam perjalanan kisah hidupmu. Kisah hidupmu yang tidak pernah engkau mengerti mengapa itu harus terjadi padamu.


Wajahnya, kecantikannya, rambutnya yang panjang mengombak, aroma tubuhnya, perasaanmu yang terguncang tak menentu, saat kalian sedang naik bis berdua, berjalan berdua di sepanjang jalan yang engkau coba cari tetapi tidak ketemu. Masih ingat seolah-olah engkau menghirup harum melon yang keluar dari wangi hand body yang ia kenakan, saat engkau bersamanya. Semua tergambar jelas ketika engkau menyusuri jalan itu. Rasa berbunga-bunga, mengingatkanmu pada saat-saat pertama berjumpa dengannya. Saat-saat engkau memasuki dunia yang penuh dengan masalah, yaitu jatuh cinta. Tidak ada tempat dimana pun tanpa teringat akan keindahan tentang dirinya. Selalu, selalu, dan selalu terbayang. Bayangan itu sebenarnya membuatmu jengkel, namun dia tidak mau enyah. Engkau menjadi pengidap gangguan konsentrasi. Engkau membaca buku, tetapi halaman itu tidak segera berpindah ke halaman selanjutnya, padahal sudah tiga jam engkau duduk menatap buku itu. Itulah yang membuatmu menjadi mahasiswa fakultas kedokteran yang tulalit. Engkau menjadi pengikut fanatik nasakom atau nasib satu koma. Engkau masuk ke dalam di, tri, tetra atau bahkan pentalema, antara mempertahankan cintamu atau engkau melepaskannya mengejar ketertinggalanmu atau melepaskannya untuk mencari ridho orang tua karena orang tua sangat menentangmu atau hati nuranimu mengatakan bahwa meneruskan hubungan sama dengan menambah rasa berdosa atas kemaksiatan yang engkau lakukan; pilihan-pilihan yang menguras tenaga emosional. Yang lebih membuat engkau terpuruk adalah ketidak sukaan orang tuamu pada dirinya. Akhirnya engkau putuskan cintanya. Engkau buang harapanmu untuk membina kasih dengan dirinya. Hatimu terluka. Engkau merasa sedih. Engkau merasa nyeri, seperti luka segar menganga yang diberi cuka, pedih, perih dan ngilu. Luka yang tak akan pernah tersembuhkan.

Engkau usir dia dari ruang di hatimu. Ruang itu tetap kosong. Tidak terisi. Ruang kosong tak terisi. Engkau tutup rapat-rapat pintu ruang itu. Tidak engkau perkenankan seorang pun untuk memasukinya. Engkau mencoba melupakan keberadaannya. Engkau benam dalam-dalam segala sesuatu tentangnya hingga ia tidak muncul dalam pikiran sadarmu. Engkau berusaha keras untuk menderita amnesia yang sangat, khusus mengenai segala hal tentang dirinya. Engkau benar-benar lupa. Ia tiba-tiba menjadi asing bagimu, hingga engkau bertanya-tanya. Berusaha keras menebak siapa dirinya, dari mana dia berasal, siapa bapak ibunya, dan yang penting apa hubunganmu dengan dirinya. Engkau menjadi pengidap jamais vu tulen. Engkau tenggelamkan dirimu dalam ketekunan memahami ilmu kedokteranmu. Engkau benamkan dirimu dalam dunia yang engkau sendiri tidak memahaminya.

Namun otak emosi mempunyai jalan pikirannya sendiri. Melewati jalanan itu. Tiba-tiba saja engkau merasa sedih. Tiba-tiba saja engkau merasa kehilangan. Tiba-tiba saja engkau merasakan kembali kehadirannya. Tanpa kau sadari kristal-kristal putih bening yang hangat menetes keluar dari kelopak mata membasahi pipimu. Engkau merasakan hangatnya benda-benda hangat itu mengalir di kedua pipimu. Engkau menangis tersedu-sedu. Tersengguk-sengguk. Tidak engkau pedulikan orang yang lalu lalang di depanmu. Toh mereka tidak akan tahu, karena engkau tertutup oleh kaca helm yang gelap menutupi wajahmu. Engkau terus melaju bersama sepeda motormu yang engkau pacu gasnya. Terus melaju.

Engkau sadari kembali adanya ruang kosong tak terisi di hatimu. Walaupun suatu ketika ada istri bukan dirinya. Ruang itu tetap kosong tak terisi. Bila pun ada istri yang benar-benar engkau cintai dan melahirkan anak-anakmu, menempati ruang di hatimu. Dia tidak di ruang itu. Dia benar-benar ada dalam hatimu. Dan engkau benar-benar merasa kehilangan. Kehilangan yang menyakitkan. Kehilangan yang membuatmu merasa terluka.

Engkau sadari, dirimu adalah makhluk laki-laki. Sosok makhluk yang rasional dan tegar. Namun engkau patahkan mitos itu. Engkau sadari dirimu yang sensitif, halus dan lembut. Mudah tersentuh oleh emosi-emosi yang mengalir demikian lembut. Engkau mengikutinya. Engkau merasakannya. Dan engkau menikmati pedihnya hati yang terluka.

Engkau tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Apalagi terhadap Tuhan. Dia pasti mempunyai rencana-Nya. Tentu rencana Dia selalu yang terbaik untuk dirimu. Pikiran rasionalmu berkata demikian. Namun sejenak engkau biarkan otak emosionalmu bekerja. Engkau hayati gelombang-gelombang rasa itu. Engkau ingin sekedar menuruti egomu walaupun sesaat.

Engkau kini berusaha menata hatimu menapaki kehidupan nyata. Engkau menyadari itu adalah masa lalumu. Engkau menyadari itu tidak diridhoi-Nya.

Selasa, 26 Februari 2008

Setelah Kemudahan ada Kesulitan

Dalam banyak kajian islam, pasti pernah kita dengar judul mirip diatas setelah kesulitan yang mendera akan muncul kemudahan, sebuah pelipur bagi banyak kesulitan yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. kalau tidak salah ada ayat al-qur'annya juga dalam salah satu surat. setiap topik ini muncul dalam kajian, saya malah merinding...

sudah bertahun-tahun saya menyadari hal ini, kesadaran yang muncul dari hasil introspeksi yang mendalam (mudah-mudahan). saya menyadari bahwa ternyata hidup saya selama ini, selama lebih dari satu dekade ini (kalau iseng-iseng dihitung) ternyata amat dimudahkan oleh Allah swt, kesulitan tentu ada, tapi tidak yang berkategori meremukkan tulang belakang...beban di bahu ini memang terasa berat, namun biar terbungkuk masih sanggup jua saya pikul.

itulah, saya selalu merasa ngeri bila terbayang kesulitan yang pasti akan menghampiri, jenis kesulitan apa yang dihadapkan nanti tidak terfikir oleh saya, pastilah ia sejenis kesulitan yang sebanding dengan nikmat kemudahan berkepanjangan yang saya terima. coba bayangkan bila anda duduk menunggu-nunggu teror yang pasti datang, bisakah anda duduk nyaman? dan janji Allah itu pasti. mereka yang selama ini dalam deraan kesulitan berkepanjangan, meyakini kemudahan pasti akan datang sesuai janji Allah, kepada harapan itulah mereka gantungkan hati, sehingga jasadnya sanggup menerima deraan demi deraan kesulitan.

mereka yang saat ini dililit kesulitan yang berkepanjangan, ambil contoh kaum muslimin di palestina, kesulitan yang dihadapi tak ada bandingnya, mudah saja bagi mereka mengharapkan kemudahan dari Allah paling tidak di akhirat nanti. sedangkan kita yang sekarang sedang menikmati berbagai kemudahan...siapkah kita menanggung kesulitan terbesar itu di akhirat kelak? kalau saya tidak, lebih baik Allah segerakan kesulitan itu di dunia ini saja, jangan sampai saya mendapat kesulitan di akhirat kelak yang konsekuensinya abadi.

para mujahid di palestina tidak tinggal diam, kesulitan tidak membuat mereka berpaku tangan,tapi berusaha keras meraih janji Allah di dunia atau paling tidak di akhirat kelak bukankan slogan kita adalah "hidup mulia atau mati syahid". bila demikian sikap kaum yang dalam kesulitan maka bagaimana sebaiknya sikap kaum yang dalam kemudahan?.

selalu bersiap-siap jawabnya, menurut saya kita wajib selalu bersiap-siap ,mempersiapkan diri, meningkatkan kapasitas keimanan, kemampuan fisik, mental dan intelektual, tepat seperti yang diperintahkan dalam Al-Qur'an yang mulia "dan persiapkanlah...kuda-kuda perang .." dalam surah Al-anfal kalau tidak salah. selain itu juga kita harus sering introspeksi dan mengevaluasi kehidupan kita secara berkala, demi menemukan potensi kesulitan yang ada dan menyusun langkah-langkah antisipasi yang memadai.

disisi lain saya tergelitik juga dengan suatu pendekatan lain, sebelum kesana, bila kita mampu menerapkan secara cermat dan konsisten strategi diatas ( which is not possible) alhasil tidak ada kesulitan yang tidak bisa kita tangani...jadi terfikir oleh saya pendekatan kedua yang terinpirasi dari konsep Mestakung (Semesta mendukung), dalam konsep ini dalam keadaan kritis maka bila kita konsisten melangkah maju, semesta akan memberikan jalan keluar berupa terbentuknya keseimbangan baru ( baca : solusi), tepat seperti yang dilakukan para mujahidin di palestina, mereka terus melangkah sekalipun kondisi sudah amat kritis karena didasari keyakinan bahwa pertolongan Allah pasti akan datang ( baca : semesta mendukung)

tergelitik saya dengan ide bagaimana kalau kita ciptakan kondisi kritis tersebut ! atau dengan tersenyum kita dekap kesulitan yang mendatangi tanpa persiapan sama sekali, diantara dua ini saya kira lebih layak bila kita sengaja menciptakan kondisi kritis, karena yang kedua itu adalah kebodohan. apakah saya menganjurkan mencari gara-gara?cari penyakit? tidak, coba perhatikan ada sebagian manusia yang mengemari tantangan, atau mara bahaya, kita tidak menciptakan kesulitan tapi lebih kepada memberanikan diri menghadapi kesulitan dan memberanikan hati melakukan langkah revolusioner atau dalam menghadapi kesulitan itu kita ambil sebuah strategi yang umumnya dihindari orang lain, atau solusi yang berani, atau kebijakan yang tidak populis namun semua itu kita ketahui dengan baik memiliki potensi membawa kebaikan dan kemajuan dan bisa menjadi solusi.

wallahualam , panjang lebar sudah, cuma saya berdoa agar kesulitan apapun itu yang dihadapkan pada saya janganlah ( Jangan ya Rabb!) sampai merusak aqidah dan iman saya, ambilah semuanya, lucuti semua, tapi saya berharap hati ini kuat berpegangan pada tali iman, tangan ini erat menggenggam aqidah islam biarpun panasnya merasuk dalam sumsum tulang jemari.

Senin, 25 Februari 2008

skillab semester 4

kebetulan sekali saya baru terima jadwal skillab semester 4 tadi, dan di friendster ada yang mengajukan pertanyaan sehubungan hal ini. saya sengaja jawab disini supaya lebih leluasa aja.

saya dapat jadwal skillab anamnesa selasa besok dan jum'at (29/02), cuma untuk besok kebetulan saya ada undangan dari yayasan jadi mungkin, digantikan oleh yang lain. skillab semester 4 terdiri dari Anamnesa, PF dasar, Rumple leed dan Tehnik aseptik, berikut daftar instruktur :

Anamnesa : Dra Kuslestari, saya, Dra Himmi, Dra Ndaru andri, dan Dr Resmi Kartini,
PF dasar: dr Achmad Sofwan, dr Yurika, dr Elita, dr Rika, dr Sri Mukti, dan Dr Diniwati
RL : Dr Sri Hastuti, Dr Salmy, Dr Sri Wuryanti, dan Dr Bambang
T Aseptik : dr Edward, pak Teguh, dra Pratami, Drs herman

diantara 4 ini yang paling tricky adalah rumple leed menurut saya, karena dituntut menguasai juga skill pemeriksaan tekanan darah, jadi apa yang dipelajari di skill station tanda vital semester lalu harus diterapkan disini.

berikutnya adalah teknik aseptik atau cuci tangan dengan metode furbinger dan memakai sarung tangan, bagi mereka yang tidak tertarik bedah pasti akan canggung, di skill station ini, harus berhati-hati memposisikan tangan karena ada aturan yang berkaitan dengan prinsip asepsis. mereka yang tertarik dengan skill2 bedah wajib menguasai prinsip-prinsip aseptik, tidak sulit asal logikanya jalan

anamnesis masih sama dengan yang dulu, anamnesis kasus umum, yang penting memahami tahap dan komponen anamesis, pada dasarnya terdiri dari identitas,keluhan utama (KU), Riwayat penyakit Sekarang (RPS) ,Riwayat Penyakit Dahulu (RPD), dan Riwayat penyakit Keluarga ( RPK), tidak lupa juga empati dan sambung rasa.

terakhir PF dasar, sebenarnya pengenalan pemeriksaan fisik secara mendasar sekali (tanggung lebih tepatnya menurut saya) yang penting disini adalah mengenalkan konsep IPPA, Inspeksi,Palpasi,Perkusi dan Auskultasi ( melihat,meraba,mengetuk dan mendengar), yang sulit adalah tehnik perkusi buat yang baru belajar mengetuk buku-buku jari sendiri bisa menyakitkan, tapi ini harus dikuasai dan harus menghasilkan bunyi yang nyaring dan merdu (hehe..) sesuai lokasi. supaya kuat ayunkan sendi telapak tangan bukan sendi jari.

Ali Ramadhon

Satu orang tinggal yang tersisa dalam daftar absen mahasiswa yang menjadi bimbingan saya, Ali saya bertanya-tanya kamu nyasar kemana, dan baru saja tadi Ibu Ita memberikan saya berkas punyamu, dan fakta didalamnya membuat saya tertegun..jadi Ali saya harap kamu tidak sengaja menghindari saya, beruntung ibu Ita berbaik hati menandatangani KRSnya

dan sengaja pagi ini saya berkunjung je praktikum fisika, mau cari kamu tapi tidak ada juga ...jadi Ali "for heaven sake" tolong perlukan untuk datang berbicara dengan saya sebentar.

dan untuk teman-teman yang mengetahui keberadaannya atau mampu menjangkaunya agar menginformasikan hal ini

terimakasih sebelumnya...