saya selalu percaya bahwa cara terbaik mendapatkan ilmu adalah dengan membaca langsung dari sumbernya, menuliskan apa yang kita dapat, dan mendiskusikannya dengan teman seperjalanan. maka dari itu saya percaya bahwa sistem pendidikan saat ini (kedokteran) sudah berada pada jalan yang benar.
sistem yang student centered dan evidence based, sistem yang dipenuhi proses diskusi, belajar mandiri, pembuatan laporan, sistem yang memungkinkan kita menemukan "AHA" secara mandiri, sistem yang memungkinkan kita membuat konstruk ilmu dalam kepala kita dengan cara yang paling personal dan unik milik kita sendiri adalah pengejawantahan dari keyakinan saya tersebut.
berangkat dari keyakinan tersebut dengan semangat saya mengkampanyekannnya pada setiap orang yang saya temui (mahasiswa) namun apa lacur...antusiasme saya seringkali tidak bersambut. saya terfikir kasus yang sama juga terjadi tapi pada bidang lain, maksud saya adalah demokrasi. sejatinya kita tentu memilih wakil dan pemimpin yang terbaik, yang dapat dipercaya dan mampu mengemban amanah, tapi kenyataannya masyarakat kita banyak yang memilih seseorang hanya karena dijanjikan uang atau seseorang dipilih karena ketampanannya, atau karena dorongan peer-group dan banyak alasan lain.
intinya adalah seringkali kebenaran itu tertutupi oleh hal-hal lain, seringkali dikalahkan demi tujuan jangka pendek, dan tidak ambil pusing bagaimana jangka panjangnya. saya pernah membaca masyarakat kita adalah masyarakat yang berfikiran pendek, dan pelupa...ya negara lain sibuk berinvestasi di sektor riset dan pendidikan yang hasilnya mungkin baru terlihat ketika generasi berganti. sementara semua orang tahu betapa menjadi seorang peneliti di negri ini berarti hidup sederhana dan kesepian, minim perhatian dan sorotan.
dalam kasus saya maka kebenaran itu pun tertutupi oleh mental pikiran pendek itu, ini cerita lama, siapa sih yang tidak mau dapat nilai bagus, siapa sih yang ingin IPK-nya hancur?, tugas selesai alakadarnya, yang penting saat ujian nanti. saya rasa kita semua ( saya sendiri ) juga berfikir seperti itu dulu, namun kesadaran memang datang belakangan.
saya rasa kita semua tahu keberhasilan, kesuksesan, keuntungan yang didapat dari hasil kerja yang semu, atau dari kecurangan, pada akhirnya akan kembali pada kita sendiri dimasa depan atau di akhirat nanti. banyak yang bertanya-tanya mengapa orang-orang yang jahat atau licik selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan, sementara orang-0rang yang tulus, dan lurus mendapat banyak kesulitan dan tantangan?
ini salah satu pertanyaan dasar dalam kehidupan, saya hanya berharap agar segelintir orang yang tersisa meneguhkan keyakinan mereka akan janji Allah, kebaikan pada akhirnya akan menang dan Allah bersama orang-orang yang beriman dan teguh dalam keimanannya.
semoga Allah menguatkan hati kita dan menunjuki kepada jalan yang lurus sepanjang sisa hidup kita. Amin
Tampilkan postingan dengan label yarsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yarsi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 April 2009
Rabu, 14 Januari 2009
POST EXAMINATION REVIEW (PER) ON CARDIOVASCULAR
POST EXAMINATION REVIEW (PER) ON CARDIOVASCULAR
Rabu, 21 Januari 2009
Post Examination Review atau PER adalah diskusi terbatas atau kuliah singkat dalam topic kardiovaskular diperuntukkan bagi mahasiswa kardiovaskular yang harus mengikuti ujian perbaikan atau merasa kurang dan tidak berhasil pasca ujian tulis kardiovaskular.
PER hanya dilaksanakan bila ada mahasiswa yang tertarik dan mengajukan pertanyaan seputar topic dalam blok kardiovaskular
Mahasiswa yang ingin mengikuti kegiatan ini harus mendaftar terlebih dahulu dengan mengirimkan surat elektronik berisi :
• Pemberitahuan pendaftaran dan
• Pertanyaan yang diajukan serta
• Kepada siapa ditujukannya pertanyaan tersebut
dikirimkan ke alamat indralenycahaya@gmail.com selambatnya Senin,19 Januari 2009 pk 08.00 WIB
PER disampaikan secara oral seputar topic pertanyaan yang diajukan atau topic yang dipandang penting oleh pengampu.
PER disampaikan tertulis bila pengampu berhalangan hadir dalam kegiatan ini berupa feedback tertulis atas pertanyaan yang telah dikumpulkan agar dapat disirkulasikan pada mahasiswa.
PER dijadwalkan pada :
Rabu, 21 Januari 2009 pk 10.00-12.00 WIB Ruang Kuliah K.21
Rabu, 21 Januari 2009
Post Examination Review atau PER adalah diskusi terbatas atau kuliah singkat dalam topic kardiovaskular diperuntukkan bagi mahasiswa kardiovaskular yang harus mengikuti ujian perbaikan atau merasa kurang dan tidak berhasil pasca ujian tulis kardiovaskular.
PER hanya dilaksanakan bila ada mahasiswa yang tertarik dan mengajukan pertanyaan seputar topic dalam blok kardiovaskular
Mahasiswa yang ingin mengikuti kegiatan ini harus mendaftar terlebih dahulu dengan mengirimkan surat elektronik berisi :
• Pemberitahuan pendaftaran dan
• Pertanyaan yang diajukan serta
• Kepada siapa ditujukannya pertanyaan tersebut
dikirimkan ke alamat indralenycahaya@gmail.com selambatnya Senin,19 Januari 2009 pk 08.00 WIB
PER disampaikan secara oral seputar topic pertanyaan yang diajukan atau topic yang dipandang penting oleh pengampu.
PER disampaikan tertulis bila pengampu berhalangan hadir dalam kegiatan ini berupa feedback tertulis atas pertanyaan yang telah dikumpulkan agar dapat disirkulasikan pada mahasiswa.
PER dijadwalkan pada :
Rabu, 21 Januari 2009 pk 10.00-12.00 WIB Ruang Kuliah K.21
Selasa, 22 Juli 2008
Khitanan di Pameungpeuk
Tidak semua orang Ternate pernah mengunjungi Laiwui, tempat saya PTT. ternyata tidak semua orang Garut juga pernah mengunjungi Pameungpeuk, termasuk saya. Kecamatan Pameungpeuk terletak di wilayah sebelah selatan kabupaten Garut, melewati jajaran pegunungan yang berbaris, gunung apa persisnya saya tidak tahu, tapi di pegunungan ini terletak Cikajang, tempat yang terkenal dengan udaranya yang dingin, bahkan penduduk lokal mengakuinya amat dingin, apatah lagi orang jakarta.
di musim kemarau adalah saat-saat paling dingin di Garut, leluconnya adalah AC Cikajang sedang dinyalakan, hingga seluruh Garut terasa amat dingin menggigit :) kembali ke perjalanan menuju Pameungpeuk dibutuhkan 3 jam lagi dari Garut kota untuk mencapai kecamatan ini, melewati Cikajang tentunya, perjalanam malam akan di sambut dengan kabut yang membatasi jarak pandang hingga hanya 2-3 meter didepan.
suhu udara di Pamuengpeuk relatif lebih hangat karena ia berlokasi didekat pantai selatan yang berbatasan dengan Samudera Hindia. tempat yang terkenal disini adalah daerah Cilauteureun ( air laut berhenti/surut) tempat fasilitas milik LAPAN berada, katanya ini adalah tempat uji pelincuran roket.
sepanjang pantai selatan P Jawa telah diketahui merupakan tempat yang potensial menjadi wilayah bencana Tsunami, seperti yang menghantam Pantai Wisata Pangandaran di Ciamis beberapa waktu lalu. jadi terfikir alasan dibalik penduduk lokal menamai Cilauteureun, karena saaat Tsunami terjadi seperti di Aceh beberapa waktu lalu, laporan mengatakan air laut sempat surut hingga batu-batu karang jadi terlihat dan ikan-ikan mengelepar di pantai. bukan tidak mungkin di suatu masa dulu pernah terjadi Tsunami di Pameungpeuk.
bukan kebetulan juga mungkin selama waktu yang singkat disana, ternyata pusat kota tidak didirikan di tepi pantai namum hampir 2-3 kilo inland, kesannya adalah warga Pameungpeuk bukanlah nelayan, mungkin di suatu masa lalu kota mereka ditepi pantai pernah di sapu gelombang Tsunami, entahlah.
jadi disana dengan Ikatan Dokter Muda Yarsi yang sedang bertugas di RSUD, diadakan khitanan Massal. ternyata masih banyak yang mengaku tidak bisa melakukan khitan, meski pada prakteknya sebagian bisa juga, terfikir olehku betapa rendah hatinya atau kurang percaya dirinya mereka.
tidak banyak yang bisa diceritakan tentang khitanan itu kecuali ada kecelakaan kecil yang cukup disesalkan sebenarnya, sebuah kecelakaan yang menurut kalkulasiku terjadi 1-2 dari 1000 pasien khitan dalam satu waktu, kecelakaan ini adalah perlukaan pada Glans Penis apakah itu dari gunting atau Cauter. mengherankan karena ini terjadi pada kurang dari 100 pasien khitan dalam satu waktu. Pelajaran dari sini yang bisa diambil adalah, khitanan yang dilakukan secara massal oleh koass akan meningkatkan risiko perlukaan Glans Penis, oleh karena itu perlu upaya yang maksimal untuk mengurangi terjadi kecelakaan, mungkin dengan pelatihan khitan untuk penyegaran, evaluasi tekhnik, khitan dalam pengawasan dokter supervisor, termasuk juga pencahayaan dan persiapan yang lebih matang.
di musim kemarau adalah saat-saat paling dingin di Garut, leluconnya adalah AC Cikajang sedang dinyalakan, hingga seluruh Garut terasa amat dingin menggigit :) kembali ke perjalanan menuju Pameungpeuk dibutuhkan 3 jam lagi dari Garut kota untuk mencapai kecamatan ini, melewati Cikajang tentunya, perjalanam malam akan di sambut dengan kabut yang membatasi jarak pandang hingga hanya 2-3 meter didepan.
suhu udara di Pamuengpeuk relatif lebih hangat karena ia berlokasi didekat pantai selatan yang berbatasan dengan Samudera Hindia. tempat yang terkenal disini adalah daerah Cilauteureun ( air laut berhenti/surut) tempat fasilitas milik LAPAN berada, katanya ini adalah tempat uji pelincuran roket.
sepanjang pantai selatan P Jawa telah diketahui merupakan tempat yang potensial menjadi wilayah bencana Tsunami, seperti yang menghantam Pantai Wisata Pangandaran di Ciamis beberapa waktu lalu. jadi terfikir alasan dibalik penduduk lokal menamai Cilauteureun, karena saaat Tsunami terjadi seperti di Aceh beberapa waktu lalu, laporan mengatakan air laut sempat surut hingga batu-batu karang jadi terlihat dan ikan-ikan mengelepar di pantai. bukan tidak mungkin di suatu masa dulu pernah terjadi Tsunami di Pameungpeuk.
bukan kebetulan juga mungkin selama waktu yang singkat disana, ternyata pusat kota tidak didirikan di tepi pantai namum hampir 2-3 kilo inland, kesannya adalah warga Pameungpeuk bukanlah nelayan, mungkin di suatu masa lalu kota mereka ditepi pantai pernah di sapu gelombang Tsunami, entahlah.
jadi disana dengan Ikatan Dokter Muda Yarsi yang sedang bertugas di RSUD, diadakan khitanan Massal. ternyata masih banyak yang mengaku tidak bisa melakukan khitan, meski pada prakteknya sebagian bisa juga, terfikir olehku betapa rendah hatinya atau kurang percaya dirinya mereka.
tidak banyak yang bisa diceritakan tentang khitanan itu kecuali ada kecelakaan kecil yang cukup disesalkan sebenarnya, sebuah kecelakaan yang menurut kalkulasiku terjadi 1-2 dari 1000 pasien khitan dalam satu waktu, kecelakaan ini adalah perlukaan pada Glans Penis apakah itu dari gunting atau Cauter. mengherankan karena ini terjadi pada kurang dari 100 pasien khitan dalam satu waktu. Pelajaran dari sini yang bisa diambil adalah, khitanan yang dilakukan secara massal oleh koass akan meningkatkan risiko perlukaan Glans Penis, oleh karena itu perlu upaya yang maksimal untuk mengurangi terjadi kecelakaan, mungkin dengan pelatihan khitan untuk penyegaran, evaluasi tekhnik, khitan dalam pengawasan dokter supervisor, termasuk juga pencahayaan dan persiapan yang lebih matang.
Jumat, 18 Juli 2008
Perjalanan Ke Garut
Tiba-tiba hari ini dipanggil menghadap Dekan, diberi tugas mendadak untuk pergi baksos ke Garut, menggantikan rekan dosen yang tiba-tiba harus pergi ke Malang akhir pekan ini. Setelah menjelaskan posisiku pada akhir pekan ini, dekan tetap meminta agar aku mengusahakan bisa ikut.
masalahnya adalah tidak mudah mencari ganti jaga dalam waktu dua hari, andalanku 2 orang di luar kota dan satu sedang pelatihan, awalnya niat berangkat nyusul sore harinya, tapi melihat surat tugas hari ini, lokasi nya di Pameungpeuk pantai selatan bo! masih 7 jam dari Garut. tidak mungkin aku menyusul sendiri
so sampai saat ini belum dapat ganti jaga nih ! bingung :(
masalahnya adalah tidak mudah mencari ganti jaga dalam waktu dua hari, andalanku 2 orang di luar kota dan satu sedang pelatihan, awalnya niat berangkat nyusul sore harinya, tapi melihat surat tugas hari ini, lokasi nya di Pameungpeuk pantai selatan bo! masih 7 jam dari Garut. tidak mungkin aku menyusul sendiri
so sampai saat ini belum dapat ganti jaga nih ! bingung :(
Senin, 02 Juni 2008
Buletin Medikasi
hari ini saya mendapat keistimewaan yang tidak disangka sebelumnya, yaitu mendapat buletin medikasi, dihantarkan langsung oleh crew ke cubicle saya. untuk itu saya ucapkan banyak terima kasih.
sekedar prolog, buletin medikasi ini adalah semacam pers mahasiswa kedokteran yarsi, yang mempublikasikan beragam informasi seputar kedokteran dan kesehatan serta tentang yarsi itu sendiri utamanya fakultas kedokteran.
dari covernya tertulis edisi II/tahun III/mei 2008, masih tergolong muda sekali untuk sebuah publikasi mahasiswa, padahal usia yarsi sudah masuk usia 40 tahun. berarti bisa kita mengambil deduksi sederhana, ada sebuah keterputusan generasi, kevakuman aktivitas, intinya ada masalah dalam bidang kaderisasi lembaga.
tapi itu saya aja, sok-sok tahu melakukan deduksi sembarangan. tema dari buletin kali ini adalah tentang Global Warming, lalu ada profil dari bapak Rektor. buletin ini punya rubrik P3k, menarik juga. agak menganggu rubrik Refleksi yang terlihat amat tidak matang dalam penyampaian argumentasi, pesan yang baik seharusnya dibahasakan dengan kalimat yang baik pula.
rubrik info khusus memberikan informasi seputar lupus (SLE) disajikan dengan baik, meski sumber yang dicantumkan hanya 3, dan dua diantaranya dari sumber yang secara ilmiah tidak bisa di jadikan sandaran. seharusnya sebagai produk dari lingkungan kedokteran, tentu dapat mencari referensi yang tidak mudah diakses oleh awam.
dan rubrik kisah pembaca yang baik sekali, membuat kita berfikir, dan pas sekali rasanya., ada rubrik tentang iptek kedokteran yang tidak mengecewakan sama sekali, tapi kayaknya gak perlulah dicantumkan sumbernya hehehe..berlainan dengan rubrik INFUS yang menyajikan informasi penyakit yang harus dapat dipertanggungjawabkan karena bisa berimplikasi pada perilaku kesehatan seseorang.
oh di rubrik mengenai tips ini lah baru muncul tentang global warming, berarti saya salah mengambil kesimpulan, sebelumnya saya berfikir akan disajikan kajian tentang global warming sebagai tema utama. umumnya setau saya biasanya ada kajian utama yang menjadi fokus edisi, kita ambil saja contoh Tarbawi, majalah yang pernah saya singgung pada posting sebelumnya.
di majalah tarbawi, kajian utama dari majalah tergambar langsung pada cover majalah, contohnya yang saya pegang sekarang, temanya tentang Ramadhan yang segera menjelang. topik ini di bahas pada rubrik Dirosat yang mencakup 20 dari 70 halaman majalah.
Kembali ke medikasi, tampaknya tidak ada satu kajian utama, setelah saya lihat lagi covernya tidak lain adalah daftar isi, tapi itu cuma saya aja berpendapat. kita lanjutkan lagi, masih ada rubrik opini ilmiah, yang cukup menarik, serta rubrik analisis senat yang saya harap berisi analisa yang sifatnya sosial politik, ternyata berisi tentang shalat tahajud.
dan ada satu yang menganggu meski remeh, saya segera melihat pada rubrik resensi, bukunya diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia, sebuah penerbit kristen yang amat aktif, saya rasa tidak apropriate dengan latar belakang buletin ini. terakhir ada rubrik foto yang merekam berbagai kegiatan.
nah saya berfikir mengapa saya mendapat hadiah satu eksemplar, mungkin selain ucapan terima kasih atas informasi yang sebenarnya tidak sulit diperoleh, adalah agar saya dapat memberikan masukan. jadi masukan saya adalah teruskan aja, jangan perdulikan komentar saya, bisa menghasilkan karya seperti ini aja sudah luar biasa sekali.
manfaat dari kegiatan penerbitan ini yang saya lihat adalah, mengasah kemampuan menulis, menyusun artikel ilmiah, desain dan tata letak , reportase dan komunikasi, budgeting, editing, negosiasi bisnis, wirausaha dan banyak lagi. dan hampir selalu alumninya mendapat manfaat yang tidak sedikit.
salah satu teman saya yang pandai sekali di MA, sekarang direkrut mengembangkan majalah Dokter Kita. nah jadi dokter tidak selalu berakhir di ruang praktek, kalau pandai-pandai menggali bakat dan memoles minat.
sekedar prolog, buletin medikasi ini adalah semacam pers mahasiswa kedokteran yarsi, yang mempublikasikan beragam informasi seputar kedokteran dan kesehatan serta tentang yarsi itu sendiri utamanya fakultas kedokteran.
dari covernya tertulis edisi II/tahun III/mei 2008, masih tergolong muda sekali untuk sebuah publikasi mahasiswa, padahal usia yarsi sudah masuk usia 40 tahun. berarti bisa kita mengambil deduksi sederhana, ada sebuah keterputusan generasi, kevakuman aktivitas, intinya ada masalah dalam bidang kaderisasi lembaga.
tapi itu saya aja, sok-sok tahu melakukan deduksi sembarangan. tema dari buletin kali ini adalah tentang Global Warming, lalu ada profil dari bapak Rektor. buletin ini punya rubrik P3k, menarik juga. agak menganggu rubrik Refleksi yang terlihat amat tidak matang dalam penyampaian argumentasi, pesan yang baik seharusnya dibahasakan dengan kalimat yang baik pula.
rubrik info khusus memberikan informasi seputar lupus (SLE) disajikan dengan baik, meski sumber yang dicantumkan hanya 3, dan dua diantaranya dari sumber yang secara ilmiah tidak bisa di jadikan sandaran. seharusnya sebagai produk dari lingkungan kedokteran, tentu dapat mencari referensi yang tidak mudah diakses oleh awam.
dan rubrik kisah pembaca yang baik sekali, membuat kita berfikir, dan pas sekali rasanya., ada rubrik tentang iptek kedokteran yang tidak mengecewakan sama sekali, tapi kayaknya gak perlulah dicantumkan sumbernya hehehe..berlainan dengan rubrik INFUS yang menyajikan informasi penyakit yang harus dapat dipertanggungjawabkan karena bisa berimplikasi pada perilaku kesehatan seseorang.
oh di rubrik mengenai tips ini lah baru muncul tentang global warming, berarti saya salah mengambil kesimpulan, sebelumnya saya berfikir akan disajikan kajian tentang global warming sebagai tema utama. umumnya setau saya biasanya ada kajian utama yang menjadi fokus edisi, kita ambil saja contoh Tarbawi, majalah yang pernah saya singgung pada posting sebelumnya.
di majalah tarbawi, kajian utama dari majalah tergambar langsung pada cover majalah, contohnya yang saya pegang sekarang, temanya tentang Ramadhan yang segera menjelang. topik ini di bahas pada rubrik Dirosat yang mencakup 20 dari 70 halaman majalah.
Kembali ke medikasi, tampaknya tidak ada satu kajian utama, setelah saya lihat lagi covernya tidak lain adalah daftar isi, tapi itu cuma saya aja berpendapat. kita lanjutkan lagi, masih ada rubrik opini ilmiah, yang cukup menarik, serta rubrik analisis senat yang saya harap berisi analisa yang sifatnya sosial politik, ternyata berisi tentang shalat tahajud.
dan ada satu yang menganggu meski remeh, saya segera melihat pada rubrik resensi, bukunya diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia, sebuah penerbit kristen yang amat aktif, saya rasa tidak apropriate dengan latar belakang buletin ini. terakhir ada rubrik foto yang merekam berbagai kegiatan.
nah saya berfikir mengapa saya mendapat hadiah satu eksemplar, mungkin selain ucapan terima kasih atas informasi yang sebenarnya tidak sulit diperoleh, adalah agar saya dapat memberikan masukan. jadi masukan saya adalah teruskan aja, jangan perdulikan komentar saya, bisa menghasilkan karya seperti ini aja sudah luar biasa sekali.
manfaat dari kegiatan penerbitan ini yang saya lihat adalah, mengasah kemampuan menulis, menyusun artikel ilmiah, desain dan tata letak , reportase dan komunikasi, budgeting, editing, negosiasi bisnis, wirausaha dan banyak lagi. dan hampir selalu alumninya mendapat manfaat yang tidak sedikit.
salah satu teman saya yang pandai sekali di MA, sekarang direkrut mengembangkan majalah Dokter Kita. nah jadi dokter tidak selalu berakhir di ruang praktek, kalau pandai-pandai menggali bakat dan memoles minat.
Rabu, 07 Mei 2008
The 6th Inter Medical school Physiology quiz
Assalamualaikum wr wb
Ada penawaran menarik buat mahasiswa kedokteran yarsi.
the 6th Inter Medical school Physiology quiz will be held at University of Malaya
this coming August 23rd,2008
> terbuka untuk semua mahasiswa
>No registration fee required
>Accomodation and food are provided for all student
>di minta minimal 3 orang per universitas
bagi yang tertarik, diharapkan menghubungi dr Diniwati Mukhtar Mkes, atau dr Indra Kusuma untuk mengikuti seleksi diutamakan yang memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik, memiliki nilai Faal yang baik dan berminat pada bidang ilmu faal.
wassalamualaikum wr wb
ps: tahun lalu diikuti oleh fak kedokteran dari taiwan,singapura,malaysia brunei dll
pps : tahun ini Unpad sudah mendaftar
ppps : informasi sudah ditempel di mading2
Ada penawaran menarik buat mahasiswa kedokteran yarsi.
the 6th Inter Medical school Physiology quiz will be held at University of Malaya
this coming August 23rd,2008
> terbuka untuk semua mahasiswa
>No registration fee required
>Accomodation and food are provided for all student
>di minta minimal 3 orang per universitas
bagi yang tertarik, diharapkan menghubungi dr Diniwati Mukhtar Mkes, atau dr Indra Kusuma untuk mengikuti seleksi diutamakan yang memiliki kemampuan bahasa inggris yang baik, memiliki nilai Faal yang baik dan berminat pada bidang ilmu faal.
wassalamualaikum wr wb
ps: tahun lalu diikuti oleh fak kedokteran dari taiwan,singapura,malaysia brunei dll
pps : tahun ini Unpad sudah mendaftar
ppps : informasi sudah ditempel di mading2
Jumat, 18 April 2008
Kesalahan Umum Tanda Vital dan RL 2007
Kesalahan yang umum dilakukan mahasiswa pada skilllab tanda vital dan Rumple Leed pada ujian yang terakhir sebenarnya tidak banyak, terutama bila dibandingkan dengan periode ujian sebelumnya dari materi ini.
yang sering terjadi adalah saat pemeriksaan tekanan darah, laporan yang diberikan kurang lengkap. bila kita hitung baik-baik pada chekclist, laporan yang harus diberikan setidaknya ada 4 : 1. laporan tekanan saat nadi brachialis tidak teraba lagi
2. laporan systolic palpatoir
3. laporan tekanan sytolic dan diastolic
4. laporan akhir tekanan darah ( sytolic/diastolic)
laporan tekanan systolic pada no.3 dan 4 diperoleh dari auskultasi dengan bel, bukan dari systolic palpatoir. pemeriksaan auskultasi dengan bel bukan membran.
Sytolic adalah bunyi yang pertama terdengar, diastolic adalah bunyi yang terakhir terdengar.
yang juga sering terjadi kesalahan pada pemeriksaan rumple leed adalah saat membuat daerah pengamatan. lingkaran ini harus dibuat, diukur dengan benar, sekian jari dari fossa cubiti, dengan diameter 5 cm menggunakan penggaris. pada prakteknya saat ujian bisa saja penguji mencegah agar kulit pasien tidak benar-benar dicoret, namun jangan berfikir bahwa lingkaran tidak perlu dibuat karena tokh nanti juga dicegah, jangan. harus terlihat ada niat sungguh untuk membuat daerah pengamatan, masalah nanti dicegah itu soal lain..
juga saat memeriksa daerah pengamatan harus benar-benar merunduk dan mendekatkan mata, bukan sekedat melihat sekilas, karena petechiae itu kecil, dan kalau tidak konsentrasi bisa terlewat, ini bukan berarti di tangan pasien ada peteciaenya, ini masalah niat, bukan masalah hasil.
yang lainnya sudah baik, pengalaman saya tidak ada yang kehabisan waktu, jauh lebih baik dari sebelumnya.
baiklah, selamat Ujian Her.
yang sering terjadi adalah saat pemeriksaan tekanan darah, laporan yang diberikan kurang lengkap. bila kita hitung baik-baik pada chekclist, laporan yang harus diberikan setidaknya ada 4 : 1. laporan tekanan saat nadi brachialis tidak teraba lagi
2. laporan systolic palpatoir
3. laporan tekanan sytolic dan diastolic
4. laporan akhir tekanan darah ( sytolic/diastolic)
laporan tekanan systolic pada no.3 dan 4 diperoleh dari auskultasi dengan bel, bukan dari systolic palpatoir. pemeriksaan auskultasi dengan bel bukan membran.
Sytolic adalah bunyi yang pertama terdengar, diastolic adalah bunyi yang terakhir terdengar.
yang juga sering terjadi kesalahan pada pemeriksaan rumple leed adalah saat membuat daerah pengamatan. lingkaran ini harus dibuat, diukur dengan benar, sekian jari dari fossa cubiti, dengan diameter 5 cm menggunakan penggaris. pada prakteknya saat ujian bisa saja penguji mencegah agar kulit pasien tidak benar-benar dicoret, namun jangan berfikir bahwa lingkaran tidak perlu dibuat karena tokh nanti juga dicegah, jangan. harus terlihat ada niat sungguh untuk membuat daerah pengamatan, masalah nanti dicegah itu soal lain..
juga saat memeriksa daerah pengamatan harus benar-benar merunduk dan mendekatkan mata, bukan sekedat melihat sekilas, karena petechiae itu kecil, dan kalau tidak konsentrasi bisa terlewat, ini bukan berarti di tangan pasien ada peteciaenya, ini masalah niat, bukan masalah hasil.
yang lainnya sudah baik, pengalaman saya tidak ada yang kehabisan waktu, jauh lebih baik dari sebelumnya.
baiklah, selamat Ujian Her.
Senin, 25 Februari 2008
skillab semester 4
kebetulan sekali saya baru terima jadwal skillab semester 4 tadi, dan di friendster ada yang mengajukan pertanyaan sehubungan hal ini. saya sengaja jawab disini supaya lebih leluasa aja.
saya dapat jadwal skillab anamnesa selasa besok dan jum'at (29/02), cuma untuk besok kebetulan saya ada undangan dari yayasan jadi mungkin, digantikan oleh yang lain. skillab semester 4 terdiri dari Anamnesa, PF dasar, Rumple leed dan Tehnik aseptik, berikut daftar instruktur :
Anamnesa : Dra Kuslestari, saya, Dra Himmi, Dra Ndaru andri, dan Dr Resmi Kartini,
PF dasar: dr Achmad Sofwan, dr Yurika, dr Elita, dr Rika, dr Sri Mukti, dan Dr Diniwati
RL : Dr Sri Hastuti, Dr Salmy, Dr Sri Wuryanti, dan Dr Bambang
T Aseptik : dr Edward, pak Teguh, dra Pratami, Drs herman
diantara 4 ini yang paling tricky adalah rumple leed menurut saya, karena dituntut menguasai juga skill pemeriksaan tekanan darah, jadi apa yang dipelajari di skill station tanda vital semester lalu harus diterapkan disini.
berikutnya adalah teknik aseptik atau cuci tangan dengan metode furbinger dan memakai sarung tangan, bagi mereka yang tidak tertarik bedah pasti akan canggung, di skill station ini, harus berhati-hati memposisikan tangan karena ada aturan yang berkaitan dengan prinsip asepsis. mereka yang tertarik dengan skill2 bedah wajib menguasai prinsip-prinsip aseptik, tidak sulit asal logikanya jalan
anamnesis masih sama dengan yang dulu, anamnesis kasus umum, yang penting memahami tahap dan komponen anamesis, pada dasarnya terdiri dari identitas,keluhan utama (KU), Riwayat penyakit Sekarang (RPS) ,Riwayat Penyakit Dahulu (RPD), dan Riwayat penyakit Keluarga ( RPK), tidak lupa juga empati dan sambung rasa.
terakhir PF dasar, sebenarnya pengenalan pemeriksaan fisik secara mendasar sekali (tanggung lebih tepatnya menurut saya) yang penting disini adalah mengenalkan konsep IPPA, Inspeksi,Palpasi,Perkusi dan Auskultasi ( melihat,meraba,mengetuk dan mendengar), yang sulit adalah tehnik perkusi buat yang baru belajar mengetuk buku-buku jari sendiri bisa menyakitkan, tapi ini harus dikuasai dan harus menghasilkan bunyi yang nyaring dan merdu (hehe..) sesuai lokasi. supaya kuat ayunkan sendi telapak tangan bukan sendi jari.
saya dapat jadwal skillab anamnesa selasa besok dan jum'at (29/02), cuma untuk besok kebetulan saya ada undangan dari yayasan jadi mungkin, digantikan oleh yang lain. skillab semester 4 terdiri dari Anamnesa, PF dasar, Rumple leed dan Tehnik aseptik, berikut daftar instruktur :
Anamnesa : Dra Kuslestari, saya, Dra Himmi, Dra Ndaru andri, dan Dr Resmi Kartini,
PF dasar: dr Achmad Sofwan, dr Yurika, dr Elita, dr Rika, dr Sri Mukti, dan Dr Diniwati
RL : Dr Sri Hastuti, Dr Salmy, Dr Sri Wuryanti, dan Dr Bambang
T Aseptik : dr Edward, pak Teguh, dra Pratami, Drs herman
diantara 4 ini yang paling tricky adalah rumple leed menurut saya, karena dituntut menguasai juga skill pemeriksaan tekanan darah, jadi apa yang dipelajari di skill station tanda vital semester lalu harus diterapkan disini.
berikutnya adalah teknik aseptik atau cuci tangan dengan metode furbinger dan memakai sarung tangan, bagi mereka yang tidak tertarik bedah pasti akan canggung, di skill station ini, harus berhati-hati memposisikan tangan karena ada aturan yang berkaitan dengan prinsip asepsis. mereka yang tertarik dengan skill2 bedah wajib menguasai prinsip-prinsip aseptik, tidak sulit asal logikanya jalan
anamnesis masih sama dengan yang dulu, anamnesis kasus umum, yang penting memahami tahap dan komponen anamesis, pada dasarnya terdiri dari identitas,keluhan utama (KU), Riwayat penyakit Sekarang (RPS) ,Riwayat Penyakit Dahulu (RPD), dan Riwayat penyakit Keluarga ( RPK), tidak lupa juga empati dan sambung rasa.
terakhir PF dasar, sebenarnya pengenalan pemeriksaan fisik secara mendasar sekali (tanggung lebih tepatnya menurut saya) yang penting disini adalah mengenalkan konsep IPPA, Inspeksi,Palpasi,Perkusi dan Auskultasi ( melihat,meraba,mengetuk dan mendengar), yang sulit adalah tehnik perkusi buat yang baru belajar mengetuk buku-buku jari sendiri bisa menyakitkan, tapi ini harus dikuasai dan harus menghasilkan bunyi yang nyaring dan merdu (hehe..) sesuai lokasi. supaya kuat ayunkan sendi telapak tangan bukan sendi jari.
Ali Ramadhon
Satu orang tinggal yang tersisa dalam daftar absen mahasiswa yang menjadi bimbingan saya, Ali saya bertanya-tanya kamu nyasar kemana, dan baru saja tadi Ibu Ita memberikan saya berkas punyamu, dan fakta didalamnya membuat saya tertegun..jadi Ali saya harap kamu tidak sengaja menghindari saya, beruntung ibu Ita berbaik hati menandatangani KRSnya
dan sengaja pagi ini saya berkunjung je praktikum fisika, mau cari kamu tapi tidak ada juga ...jadi Ali "for heaven sake" tolong perlukan untuk datang berbicara dengan saya sebentar.
dan untuk teman-teman yang mengetahui keberadaannya atau mampu menjangkaunya agar menginformasikan hal ini
terimakasih sebelumnya...
dan sengaja pagi ini saya berkunjung je praktikum fisika, mau cari kamu tapi tidak ada juga ...jadi Ali "for heaven sake" tolong perlukan untuk datang berbicara dengan saya sebentar.
dan untuk teman-teman yang mengetahui keberadaannya atau mampu menjangkaunya agar menginformasikan hal ini
terimakasih sebelumnya...
Senin, 11 Februari 2008
Dosen Penasehat Akademik
Penasehat akademik ( PA) adalah seorang dosen yang ditunjuk dekan untuk memberikan bimbingan dan bantuan kepada mahasiswa agar mahasiswa dapat menyelesaikan program pendidikannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku
TUGAS DAN FUNGSI
oya ini link untuk pengisian KRS kalian harusnya punya username dan pasword untuk loginnya
TUGAS DAN FUNGSI
- memberikan pengarahan dalam bentuk nasehat dan bimbingan KRS
- menandatangani KRS sebagai syarat sahnya pengambilan mata kuliah yang akan diambil mahasiwa di setiap semester
- memberikan bimbingan dan nasehat kepada mahasiswa bimbingannya untuk ikut memecahkan masalah baik yan gbersifat akademik maupun non akademik
- mengikuti perkembangan studi mahasiswa bimbingannya dengan jalan mengadakan pertemuan berkala sedikitnya satu kali sebulan
- memberikan laporan dan saram kepada pimpinan fakultas dalam hal ini WD 1 tentang segala sesuatu yang dianggapnya penting demi kemajuan mahasiswa bimbingannnya
- menjelaskan tentang sanksi akademik yang dikenakan kepada mahasiswa bimbingannya dan membantu pelaksanaannya
- menerima salinan KHS mahasiswa bimbinganya dan menjelaskan hasil studi tersebut kepada mahasiswa bimbingannya dan langkah apa yang sebaiknya diambil dalam menyiapkan semester selanjutnya
- masa bimbingan seorang PA berakhir pada saat mahasiswa menyelesaikan seluruh program S1
- sesuai dengan tugas dan fungsi PA tersebut maka sangat dianjurkan kepada setiap mahasiswa agar menjalin hubungan yang erat dengan PA masing-masing
oya ini link untuk pengisian KRS kalian harusnya punya username dan pasword untuk loginnya
Rabu, 09 Januari 2008
Cara Belajar ?
Bertanya pada saya seorang mahasiswi yang dalam bimbingan saya mengenai cara belajar yang baik, saya sudah menjawabnya saat itu tapi saya sendiri tidak puas dengan jawaban itu-apalagi dia- tentunya. jadi saya berfikir-fikir dan membuat tulisan disini dengan harapan dia-dan teman-temannya- akan membaca.
Bersekolah di fakultas kedokteran, bagi saya adalah sebuah kenyataan yang harus diterima, seperti perahu layar yang mengikuti kemana angin memniup layarnya dan pergi kemana arus laut mendorong lunasnya. Tabah adalah kata yang dapat merepresentasikan perasaan saya. "...jalanin aja dulu..." demikian kata senior saya di kampus dulu.
maka bagi saya belajar kedokteran seperti bertahan hidup dihutan menghadapi semua raksasa-raksasa akademis itu dan semua pengetahuan yang mereka lemparkan pada saya, saya bersusah payah mengunyah akar-akar ilmu kedokteran karena itu amat dibutuhkan seorang dokter, saya berjuang melalui sungai deras dan rawa-rawa ujian yang muncul silih berganti dihadapan.
bila dikenang sekarang, saya sadar tidak akan pernah berhasil keluar dari hutan dengan utuh dan menjadi dokter seperti sekarang kalau bukan karena-salah satunya- jasa dari teman-teman saya, sahabat sejati selamanya. bersama mereka saya belajar, saling mengisi kekurangan, saling tolong, melindungi, menutupi dan menghibur
jadi bagaimana cara belajar yang baik ? belajar bersama adalah jawabannya saya kira. belajar sendiri-sendiri lalu diskusikan bersama-sama, yang pandai bermurah hatilah mengajari temannya yang lebih lambat, mudah-mudahan Allah membalasnya lain waktu kita mendapat kesulitan. yang rajin jadilah sekertaris, ingatkan teman-temannya pada jadwal-jadwal dan tugas-tugas,yang pandai memimpin ambilah kendali agar tugas terselesaikan,yang pemberani ambilah inisiatif, yang biasa-biasa saja buka telinganya dan jadilah pengikut yang baik
pada akhirnya kalian akan mengenal karakter temannya masing-masing, kelebihan dan kelemahannya, tidak ada yang sempurna, ada yang pandai tapi tidak sabar, ada cerdas tapi penggugup, ada yang lamban tapi rajin, ada yang cepat tapi ceroboh, ada yang rajin tapi sering lupa, ada yang pelupa tapi selalu riang pembawaannya, ada yang pembolos tapi cerdik melihat situasi, ada yang super sibuk tapi berani berhadapan dengan dosen, variasinya tidak akan pernah habis.
belajarlah tapi jangan lupa ikut organisasi, percayalah manfaatnya tidak kalah signifikan, meski baru dirasakan kelak, belajarlah dan jangan dulu berpacaran, asumsi bahwa akan menambah semangat belajar itu cuma ilusi saja, berpacaran gaya jaman sekarang mengandung banyak maksiat, bila hati berlumuran dosa bagaimana mungkin Allah akan memudahkan jalan kita?
belajarlah tapi jangan lupa berlibur, pergi ke gramedia dan membeli novel serta komik favorit dan membaca sepuasnya adalah pilihan saya
belajarlah tapi lihat kondisi masyarakat sekitar, jangan tinggal di menara gading, ikut baksos, temui dan bantu mereka yang mengalami musibah, belajar berempati dan merakyat,pahami realita kehidupannya karena mereka akan menjadi pasien kita dan juga agar Allah berkenan membantu kita dan mengasihani kita
belajarlah dan jangan bersedih bila mengalami kegagalan, anda tidak sendiri, setiap orang akan berhadapan dengan makhluk ini satu atau lain cara, sekarang atau di lain kesempatan, bersyukurlah yang gagal hanya ujian, bukan pernikahannya yang gagal : ) menerima kegagalan berarti satu langkah maju menuju kematangan jiwa, jiwa yang bertahan menghadapi semua kegagalan adalah jiwa yang dimurnikan, dosanya digugurkan, diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, teguran dari Allah tanda rasa cinta-Nya.
belajarlah dan jangan lupa telepon dan bicara pada ibu kita tercinta minta didoakan, doa diberi kemudahan, diberi ketabahan
alhasil saya berkata seperti yang pernah diucapkan abang-abang saya " ...jalani aja dulu..."
wallahualam
Bersekolah di fakultas kedokteran, bagi saya adalah sebuah kenyataan yang harus diterima, seperti perahu layar yang mengikuti kemana angin memniup layarnya dan pergi kemana arus laut mendorong lunasnya. Tabah adalah kata yang dapat merepresentasikan perasaan saya. "...jalanin aja dulu..." demikian kata senior saya di kampus dulu.
maka bagi saya belajar kedokteran seperti bertahan hidup dihutan menghadapi semua raksasa-raksasa akademis itu dan semua pengetahuan yang mereka lemparkan pada saya, saya bersusah payah mengunyah akar-akar ilmu kedokteran karena itu amat dibutuhkan seorang dokter, saya berjuang melalui sungai deras dan rawa-rawa ujian yang muncul silih berganti dihadapan.
bila dikenang sekarang, saya sadar tidak akan pernah berhasil keluar dari hutan dengan utuh dan menjadi dokter seperti sekarang kalau bukan karena-salah satunya- jasa dari teman-teman saya, sahabat sejati selamanya. bersama mereka saya belajar, saling mengisi kekurangan, saling tolong, melindungi, menutupi dan menghibur
jadi bagaimana cara belajar yang baik ? belajar bersama adalah jawabannya saya kira. belajar sendiri-sendiri lalu diskusikan bersama-sama, yang pandai bermurah hatilah mengajari temannya yang lebih lambat, mudah-mudahan Allah membalasnya lain waktu kita mendapat kesulitan. yang rajin jadilah sekertaris, ingatkan teman-temannya pada jadwal-jadwal dan tugas-tugas,yang pandai memimpin ambilah kendali agar tugas terselesaikan,yang pemberani ambilah inisiatif, yang biasa-biasa saja buka telinganya dan jadilah pengikut yang baik
pada akhirnya kalian akan mengenal karakter temannya masing-masing, kelebihan dan kelemahannya, tidak ada yang sempurna, ada yang pandai tapi tidak sabar, ada cerdas tapi penggugup, ada yang lamban tapi rajin, ada yang cepat tapi ceroboh, ada yang rajin tapi sering lupa, ada yang pelupa tapi selalu riang pembawaannya, ada yang pembolos tapi cerdik melihat situasi, ada yang super sibuk tapi berani berhadapan dengan dosen, variasinya tidak akan pernah habis.
belajarlah tapi jangan lupa ikut organisasi, percayalah manfaatnya tidak kalah signifikan, meski baru dirasakan kelak, belajarlah dan jangan dulu berpacaran, asumsi bahwa akan menambah semangat belajar itu cuma ilusi saja, berpacaran gaya jaman sekarang mengandung banyak maksiat, bila hati berlumuran dosa bagaimana mungkin Allah akan memudahkan jalan kita?
belajarlah tapi jangan lupa berlibur, pergi ke gramedia dan membeli novel serta komik favorit dan membaca sepuasnya adalah pilihan saya
belajarlah tapi lihat kondisi masyarakat sekitar, jangan tinggal di menara gading, ikut baksos, temui dan bantu mereka yang mengalami musibah, belajar berempati dan merakyat,pahami realita kehidupannya karena mereka akan menjadi pasien kita dan juga agar Allah berkenan membantu kita dan mengasihani kita
belajarlah dan jangan bersedih bila mengalami kegagalan, anda tidak sendiri, setiap orang akan berhadapan dengan makhluk ini satu atau lain cara, sekarang atau di lain kesempatan, bersyukurlah yang gagal hanya ujian, bukan pernikahannya yang gagal : ) menerima kegagalan berarti satu langkah maju menuju kematangan jiwa, jiwa yang bertahan menghadapi semua kegagalan adalah jiwa yang dimurnikan, dosanya digugurkan, diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, teguran dari Allah tanda rasa cinta-Nya.
belajarlah dan jangan lupa telepon dan bicara pada ibu kita tercinta minta didoakan, doa diberi kemudahan, diberi ketabahan
alhasil saya berkata seperti yang pernah diucapkan abang-abang saya " ...jalani aja dulu..."
wallahualam
Kesalahan umum dalam skill EKG dan NGT
setelah OSCE EKG dan NGT beberapa waktu yang lalu ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan peserta ujian, berikut saya paparkan dibawah ini :
EKG
NGT
demikian sedikit masukan mudah-mudahan hernya bisa lebih baik
EKG
- Tidak mampu menunjukkan letak tepat dan benar dari lead V1-6
- kehabisan waktu karena terlalu lambat
- tidak menghapalkan warna kabel
- terlalu lama mengurai kabel yang kusut
- tidak mampu menghitung frekuensi dalam interpretasi EKG
- tidak mengecek.mengeluarkan kertas EKG dari gulungannya
- Hapalkan syairnya : V1 terletak pada garis parasternal kiri setinggi sela iga 4,V2 pada garis parasternal kanan pada sela iga 4,V4 pada garis midklavikula kiri setinggi sela iga 5,V3 pada pertengahan antara V2 danV4, V 5 terletak pada garis axilaris anterior kiri sejajar dengan V4, V6 terletak pada garis midaxilaris kiri sejajar V5
- bekerja dengan cermat dan efisien, mulut bicara seiring tangan bekerja,
- frekuensi 1500/jarak R-R kotal kecil ( 300/jarak R-R kotak besar untuk irama yang tidak teratur-aritmik)-baca bukunya deh
NGT
- salah cara mengukur panjang selang
- tidak memperlakukan selang NGT sebagai benda steril
- tidak berkomunikasi dengan pasien saat akan memasukkan selang
- mengambil udara 5cc dari dalam selang
- tidak melepas klem saat spuit ditekan
- plester yang menekan hidung dan menghalangi penglihatan
- Panjang selang diukur dari puncak/ujung hidung sampai ke daun telinga bawah bukan sebaliknya dan dilanjutkan ke procecuss xyphoideus bukan sejajar proc.xyphoideus
- saat mengukur dan memasukkan selang ke hidung, selang sisanya dipegang,jangan dibiarkan tergeletak di badan pasien atau tempat tidur ( nanti gak steril lagi)
- bilang " maaf pak agak sakit sedikit.." " telen pak ya.."
- ambil udara 5cc sebelum spuit dipasang pada selang
- setelah berhasil masuk klem dilepas dong
demikian sedikit masukan mudah-mudahan hernya bisa lebih baik
Pembimbing Akademik
Pagi ini ada beberapa mahasiswa 2007 yang datang menemui saya Ajeng Satya,Ade Sofyan, Al-Fathir, Adelina dan lain-lain, mereka adalah mahasiswa dalam bimbingan saya berikut lengkapnya mahasiswa dalam bimbingan saya :
sudah saya berikan semua saluran komunikasi pada Ajeng dkk jadi yang lain bisa tanya dan manfaatkan saya semaksimal mungkin, lewat blog ini, email,HP atau langsung ketemu di Gedung I, saya coba bantu apa saja yang mungkin
- 1102007001 Abrilia Octafijayanti
- 1102007002 Ade Fathkurrahman
- 1102007003 Ade Sofyan
- 1102007004 Adelina Aulia Novianty
- 1102007005 Aditya Rafrendra
- 1102007006 Admireza Perdana Putri
- 1102007007 Adriana Hendraningrat
- 1102007008 Adytia Andreyta Refa
- 1102007009 Agnes Rosamelinda Pratiwi
- 1102007010 Agung Sapto Wibowo
- 1102007011 Ahmad Fariz Nasution
- 1102007012 Ahmad Fauzan Prawira
- 1102007013 Ahmad Nazybullah Irzy
- 1102007014 Ahmad Rifai Sanusi
- 1102007015 Ahmad Samsuri
- 1102007016 Ajeng Satya Kirana
- 1102007017 Ajeng Sekar Dewanty
- 1102007018 Al Fathir Yulianda
- 1102007019 Alfira Ulfa
- 1102007020 Ali Romadhon
- 1102007021 Alif Gilang Perkasa
- 1102007022 Alifian
- 1102007023 Amalia
- 1102007024 Amalya Nurdayani Friska
- 1102007025 Amelia Fitriati Masputra
sudah saya berikan semua saluran komunikasi pada Ajeng dkk jadi yang lain bisa tanya dan manfaatkan saya semaksimal mungkin, lewat blog ini, email,HP atau langsung ketemu di Gedung I, saya coba bantu apa saja yang mungkin
Kamis, 27 Desember 2007
Musim OSCE di Yarsi
Musim Osce sedang berlangsung di Yarsi bagi semester 3 dan 5 dan tidak lama lagi semester 1 sampai januari nanti. Selamat menempuh ujian,
berikut tips yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat :
Berikut daftar penguji :
Semester 5
heteroanamnesa : dr Agung,dr Sri Hastuti,dr Resmi,
PF Thoraks : Dr Lili, dr Linda, dr Lilian, dr Nunung
EKG/NGT : Saya, dr Eko, dr Dini, dr SriMukti,
Tindakan : Dr Sri Wuryanti, dr Yurika, dr Nunung, dr Insan
Semester 3
Teknik wawancara : Prof Qomariyah,Dra Kuslestari,Bu Rifqa,Bu Kholis,Bu Uut,dr Isna, Bu Risda, Bu Dewi, dr Sri Hastuti, Bu Umi, dr Kenconoviyati, Dr Resmi,
Vital sign dan Reflex : dr Edward, Saya, drh Titiek, dr Sri Mukti, dr Sri Hastuti, dr Jekti, dr Dini, Dr Sofwan, dr Lili,
Balut-Bidai : Pa Teguh,Bu Ambar,Bu Upi, Pa Irfan, Bu Ikke, Bu Netty, Bu Ami,
Antropometri : Pa Herman, dr Dini, dr Sophi, dr Yenni, Bu Himmi, dr Edward, dr Yurika, dr Sofwan
semua informasi diatas bersifat tidak resmi dan subject to change at anytime
berikut tips yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat :
- pastinya belajar sebaik-baiknya
- ujian skill mengedepankan keluwesan jadi pastikan banyak berlatih
- fokus pada checklist yang dimiliki bukan apa kata teman yang lain
- gugup dan tegang bisa dihindari dengan belajar dan tawakal
- bekerja cepat, cermat, efisien dan fleksibel sesuai keadaan ( cuma 7 menit loh)
- penguji menginginkan anda lulus so jangan bikin masalah
- dan tentu saja....banyak berdoa dan hindari perbuatan dosa
Berikut daftar penguji :
Semester 5
heteroanamnesa : dr Agung,dr Sri Hastuti,dr Resmi,
PF Thoraks : Dr Lili, dr Linda, dr Lilian, dr Nunung
EKG/NGT : Saya, dr Eko, dr Dini, dr SriMukti,
Tindakan : Dr Sri Wuryanti, dr Yurika, dr Nunung, dr Insan
Semester 3
Teknik wawancara : Prof Qomariyah,Dra Kuslestari,Bu Rifqa,Bu Kholis,Bu Uut,dr Isna, Bu Risda, Bu Dewi, dr Sri Hastuti, Bu Umi, dr Kenconoviyati, Dr Resmi,
Vital sign dan Reflex : dr Edward, Saya, drh Titiek, dr Sri Mukti, dr Sri Hastuti, dr Jekti, dr Dini, Dr Sofwan, dr Lili,
Balut-Bidai : Pa Teguh,Bu Ambar,Bu Upi, Pa Irfan, Bu Ikke, Bu Netty, Bu Ami,
Antropometri : Pa Herman, dr Dini, dr Sophi, dr Yenni, Bu Himmi, dr Edward, dr Yurika, dr Sofwan
semua informasi diatas bersifat tidak resmi dan subject to change at anytime
Kamis, 06 Desember 2007
Langkah Ketujuh
Menyambung tulisan tentang PBL, langkah ketujuh dan terakhir dari rangkaian proses tutorial ternyata amat menentukan. setelah hampir setahun menjadi tutor dari berbagai blok dan mahasiswa yang dari beragam angkatan, ada satu pola yang hampir sama terutama di langkah ketujuh.
Pola ini menurut saya sangat dipengaruhi tujuan yang ada dalam benak mahasiswa. pola ini terjadi menurut dugaan saya karena tujuan yang terpatri adalah membuat wrap-up/laporan sebagai hasil akhir dari proses tutorial, sedemikian kuat tujuan itu melekat hingga melupakan tujuan sebenar dari langkah ketujuh.
menurut pemahaman saya pada langkah terakhir ini mahasiswa seharusnya memakai waktu untuk berdiskusi, menguji pemahaman yang didapat dari belajar mandiri, berdiskusi dan saling mengisi, diskusi akan terasa enak bila ada satu atau dua mahasiswa benar-benar menguasai salah satu TIU dan yang lain menguasai TIU yang lainnya. mereka yang tahu menerangkan mereka yang tidak tahu bertanya. akan lebih hebat lagi bila semua telah belajar seluruh TIU dan berdiskusi menguji pemahamannya terutama bila topiknya kontroversial, kedalaman akan diskusi amat terasa, tapi bila topik kurang menarik diskusi malah tidak berkembang karena tau sama tau
pola yang sekarang terjadi mahasiswa terfokus pada wrap-up hingga step 7 amat membosankan, secara bergiliran mahasiswa recite apa yang mereka dapat dan asal sumbernya, tidak ada aktivitas intelektual, tidak ada pengetahuan tidak ada pencerahan, tidak ada Eureka! yang ada hanya berlembar -lembar tulisan tanpa ruh ilmu pengetahuan, datar dan dingin...
harapan dari problem based learning ini dan student centered learning yang menjadi induk dari tutorial ini bukankah agar mahasiswa dapat mengkonstruk pengetahuan itu sendiri, menyusunnya didalam benak sesuai dengan caranya sendiri yang unik, mengembangkan jembatan keledainya sendiri, tapi mencapai pemahaman yang sama, dengan begini ilmu akan terpatri lebih lama dalam benak, ataupun bila telah lupa maka dengan sedikit pemicu memory bisa segera kembali. itu kan?
saya coba pada beberapa kelompok terakhir, alhamdulilah yang terakhir sekali, meski belum menyeluruh saya rasa sudah mencicipi nikmatnya diskusi yang bermutu dan bermanfaat
Pola ini menurut saya sangat dipengaruhi tujuan yang ada dalam benak mahasiswa. pola ini terjadi menurut dugaan saya karena tujuan yang terpatri adalah membuat wrap-up/laporan sebagai hasil akhir dari proses tutorial, sedemikian kuat tujuan itu melekat hingga melupakan tujuan sebenar dari langkah ketujuh.
menurut pemahaman saya pada langkah terakhir ini mahasiswa seharusnya memakai waktu untuk berdiskusi, menguji pemahaman yang didapat dari belajar mandiri, berdiskusi dan saling mengisi, diskusi akan terasa enak bila ada satu atau dua mahasiswa benar-benar menguasai salah satu TIU dan yang lain menguasai TIU yang lainnya. mereka yang tahu menerangkan mereka yang tidak tahu bertanya. akan lebih hebat lagi bila semua telah belajar seluruh TIU dan berdiskusi menguji pemahamannya terutama bila topiknya kontroversial, kedalaman akan diskusi amat terasa, tapi bila topik kurang menarik diskusi malah tidak berkembang karena tau sama tau
pola yang sekarang terjadi mahasiswa terfokus pada wrap-up hingga step 7 amat membosankan, secara bergiliran mahasiswa recite apa yang mereka dapat dan asal sumbernya, tidak ada aktivitas intelektual, tidak ada pengetahuan tidak ada pencerahan, tidak ada Eureka! yang ada hanya berlembar -lembar tulisan tanpa ruh ilmu pengetahuan, datar dan dingin...
harapan dari problem based learning ini dan student centered learning yang menjadi induk dari tutorial ini bukankah agar mahasiswa dapat mengkonstruk pengetahuan itu sendiri, menyusunnya didalam benak sesuai dengan caranya sendiri yang unik, mengembangkan jembatan keledainya sendiri, tapi mencapai pemahaman yang sama, dengan begini ilmu akan terpatri lebih lama dalam benak, ataupun bila telah lupa maka dengan sedikit pemicu memory bisa segera kembali. itu kan?
saya coba pada beberapa kelompok terakhir, alhamdulilah yang terakhir sekali, meski belum menyeluruh saya rasa sudah mencicipi nikmatnya diskusi yang bermutu dan bermanfaat
Jumat, 16 November 2007
Harvard vs Vancouver
sekitar 3 minggu lagi ada upacara pengukuhan guru besar tetap bidang ilmu fisiologi yaitu Prof.dr.Hj.Qomariyah RS M.Kes, PKK, AIFM dalam acara ini ada orasi ilmiah, nah menyinggung mengenai orasi ilmiah, di yarsi ini dalam hal pencantuman referensi dalam sebuah tulisan ilmiah menganut metode harvard. dalam metode ini sumber rujukan cukup ditulis , nama penulis/institusi dan tahun dari rujukan yang kita ambilpada akhir kalimat atau paragraf yang kita kutip. di belakang pada daftar pustaka referensi cukup diurutkan sesuai abjad.
berbeda dengan sistem vancouver yang saya pelajari dan dipakai oleh UI, penulisan kutipan berupa angka (superscript) diakhir kalimat atau paragraf yang dimaksud, pustaka yang pertama dikutip akan mendapat nomor satu, bila ia dikutip lagi di halaman -halaman berikutnya ia dilabel sebagai angka satu juga. di daftar pustaka penulisan rujukan sesuai urutan kemunculannya dalam angka.
kalau dibanding-banding metode harvard lebih simpel tapi karena terbiasa dengan vancouver jadi agak meyebalkan juga. metode harvard memungkinkan penulis, memulai penulisan sekalipun rujukan belum terkumpul sepenuhnya, tapi vancouver mengarahkan kita mengumpulkan rujukan selengkap mungkin sebelum mulai menulis, karena bila muncul rujukan baru ditengah jalan maka urutan angka harus di organisasi ulang, dan ini pekerjaan yang menuntut.
berbeda dengan sistem vancouver yang saya pelajari dan dipakai oleh UI, penulisan kutipan berupa angka (superscript) diakhir kalimat atau paragraf yang dimaksud, pustaka yang pertama dikutip akan mendapat nomor satu, bila ia dikutip lagi di halaman -halaman berikutnya ia dilabel sebagai angka satu juga. di daftar pustaka penulisan rujukan sesuai urutan kemunculannya dalam angka.
kalau dibanding-banding metode harvard lebih simpel tapi karena terbiasa dengan vancouver jadi agak meyebalkan juga. metode harvard memungkinkan penulis, memulai penulisan sekalipun rujukan belum terkumpul sepenuhnya, tapi vancouver mengarahkan kita mengumpulkan rujukan selengkap mungkin sebelum mulai menulis, karena bila muncul rujukan baru ditengah jalan maka urutan angka harus di organisasi ulang, dan ini pekerjaan yang menuntut.
Senin, 12 November 2007
FKUY 2006
Terima kasih pada teman-teman baru dari angkatan 2006 ya? Dewi, Jeni,Tiqta, Hilda,Arin, Mila dan Fity menyenangkan sekali waktu melihat friend requestnya di inbox...Dewi yang pertama lalu berturut-turut yang lain..you girls really caught me in the open :)
Meskipun di kampus saya sebagai dosen kalian, tapi sebagai netters tidak perlu ada sungkan ya, selama tidak ada spam dan scam atau hoax atau sampah internet lain.
kalian bebas membicarakan apapun,bertanya apapun pada saya selama tidak melanggar kerahasiaan medis dan akademis.
saya berharap blog ini bisa membantu kalian dalam usaha menjadi dokter, dan saya siap memberikan bantuan apa saja yang memungkinkan.
ya saya memang masih muda ya in fact belum 26 tahun, tapi kedewasaan tidak diukur oleh usia lho, banyak yang usianya diatas 30 tapi belum siap menikah dan masih suka main-main,masih bergantung dan tinggal denga orang tua...
saya dengan bangga mengatakan di usia ini Allah telah mengaruniakan saya kemampuan untuk mandiri, tinggal di rumah sendiri-biar masih ngontrak- , memakai kendaraan sendiri-bukan punya ortu- menafkahi anak dan istri, semua dari hasil keringat sendiri
alhasil menyenangkan sekali mengenal kalian, kalau berpapasan jangan segan berhentikan ya, kapan-kapan kita kopdar.
Meskipun di kampus saya sebagai dosen kalian, tapi sebagai netters tidak perlu ada sungkan ya, selama tidak ada spam dan scam atau hoax atau sampah internet lain.
kalian bebas membicarakan apapun,bertanya apapun pada saya selama tidak melanggar kerahasiaan medis dan akademis.
saya berharap blog ini bisa membantu kalian dalam usaha menjadi dokter, dan saya siap memberikan bantuan apa saja yang memungkinkan.
ya saya memang masih muda ya in fact belum 26 tahun, tapi kedewasaan tidak diukur oleh usia lho, banyak yang usianya diatas 30 tapi belum siap menikah dan masih suka main-main,masih bergantung dan tinggal denga orang tua...
saya dengan bangga mengatakan di usia ini Allah telah mengaruniakan saya kemampuan untuk mandiri, tinggal di rumah sendiri-biar masih ngontrak- , memakai kendaraan sendiri-bukan punya ortu- menafkahi anak dan istri, semua dari hasil keringat sendiri
alhasil menyenangkan sekali mengenal kalian, kalau berpapasan jangan segan berhentikan ya, kapan-kapan kita kopdar.
Jumat, 05 Oktober 2007
Menyoal PBL bagian I
Problem Based Learning atau PBL telah menjadi mainstream metode pendidikan kedokteran di Indonesia, terdapat variasi penerapan di masing-masing universitas. Salah satunya yang diterapkan di Universitas Yarsi adalah metode “7 Jumps”.
Metode 7 Jumps, terdiri dari 7 langkah dalam 2 sesi tutorial. Tutorial sendiri adalah kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada mahasiswa,student centered. Seorang tutor membimbing mahasiswa dalam kegiatan tutorial selama 120 menit dengan menggunakan skenario belajar.
Sesi pertama tutorial mencakup 5 langkah pertama sebagai berikut :
· Mencari istilah yang belum dipahami dalam skenario
· Mencari arti istilah diatas dalam kamus
· Membuat pertanyaan dari masalah yang ada dalam skenario
· Menjawab pertanyaan diatas menggunakan prior knowledge
· Menetukan sasaran belajar mandiri
Langkah berikutnya mahasiswa belajar mandiri diluar jam perkuliahan dan membuat rangkuman hasil belajar sesuai sasaran yang disepakati
Sesi kedua tutorial adalah langkah ketujuh dan terakhir, yaitu sintesis dan pengujian hasil belajar berdasarkan referensi yang didapat selama belajar mandiri serta membuat laporan.
Metode 7 Jumps, terdiri dari 7 langkah dalam 2 sesi tutorial. Tutorial sendiri adalah kegiatan belajar mengajar yang berpusat pada mahasiswa,student centered. Seorang tutor membimbing mahasiswa dalam kegiatan tutorial selama 120 menit dengan menggunakan skenario belajar.
Sesi pertama tutorial mencakup 5 langkah pertama sebagai berikut :
· Mencari istilah yang belum dipahami dalam skenario
· Mencari arti istilah diatas dalam kamus
· Membuat pertanyaan dari masalah yang ada dalam skenario
· Menjawab pertanyaan diatas menggunakan prior knowledge
· Menetukan sasaran belajar mandiri
Langkah berikutnya mahasiswa belajar mandiri diluar jam perkuliahan dan membuat rangkuman hasil belajar sesuai sasaran yang disepakati
Sesi kedua tutorial adalah langkah ketujuh dan terakhir, yaitu sintesis dan pengujian hasil belajar berdasarkan referensi yang didapat selama belajar mandiri serta membuat laporan.
Langganan:
Postingan (Atom)