Selasa, 05 Oktober 2010

Kenapa Orang Dengan Penyakit Gula/Diabetes Mellitus Lebih Mudah Haus dan Sering Kencing ?

imgJakarta, Salah satu gejala yang muncul dari penyakit diabetes adalah sering buang air kecil dan merasa haus. Apa yang membuat pederita penyakit yang susah sembuh ini sering pipis dan haus?

Pakar diabetes Prof Dr dr Sri Hartini KS Kariadi, SpPD, KEMD menjelaskan, jika kadar gula darah dalam tubuh seseorang tinggi, maka glukosa yang tidak bisa dimetabolisme akan ikut terbuang melalui urine.

Hal ini menyebabkan urine menjadi lebih kental, sehingga membutuhkan air untuk mengencerkannya. Air yang digunakan ini diambil dari dalam tubuh.

"Akibatnya tubuh akan mengalami dehidrasi sehingga membutuhkan banyak minum. Jika seseorang banyak minum, maka buang air kecilnya juga akan menjadi lebih sering," ujar Prof Sri dalam acara Media Edukasi dan Peluncuran Buku 'Diabetes? Siapa Takut!', di Hotel le-Meridien, Jakarta, Kamis (29/7/2010).

Prof Sri menuturkan terdapat lima gejala klasik (khas) dari diabetes, yaitu:

  1. Poliuri, sering buang air kecil dengan volume yang banyak dan biasanya lebih sering di malam hari.
  2. Polidipsi, yaitu sering merasa haus dan ingin minum sebanyak-banyaknya.
  3. Polifagi, yaitu nafsu makan yang meningkat.
  4. Berat badan menurun secara drastis sehingga seseorang menjadi lebih kurus.
  5. Kurang bertenaga.

Namun kadang terdapat gejala-gejala lain yang muncul seperti kesemutan di kaki, gatal-gatal yang biasanya terjadi di daerah selangkangan serta luka yang tak kunjung sembuh. Gejala-gejala ini disebut dengan gejala komplikasi yang menunjukkan sudah adanya komplikasi yang terjadi.

Gula darah yang selalu tinggi pada penderita diabetes dapat terjadi karena 2 hal, yaitu pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin dan yang kedua karena kerja insulin mengalami hambatan atau terganggu. Hambatan insulin atau resistensi insulin sering terjadi karena kegemukan (obesitas).

"Obesitas merupakan salah satu faktor risiko dari diabetes, tapi faktor risiko ini bisa dicegah dengan menjaga berat badannya agar tetap tidak berlebih. Karena obesitas yang berbahaya itu jika banyak lemak di perut," ungkap guru besar Universitas Padjajaran ini.

Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah dan juga dikenal sebagai penyakit kencing manis.

Hal ini karena di dalam urine diabetesi memang terdapat gula yang rasanya manis, padahal urine yang normal ini tidak mengandung gula dan tentunya tidak terasa manis. Dan penyakit ini bisa menyerang siapa saja.


Source:blogdetik.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Luka Pada Penderita Diabetes Mellitus Lebih Susah dan Lama Untuk Sembuh

http://matanews.com/wp-content/uploads/Diabetes_1.jpgNottingham, Penderita diabetes membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan luka di kaki. Butuh kesabaran ekstra dalam merawatnya, sebab rasa frustrasi yang muncul ternyata bisa memperlama proses kesembuhan.

Lamanya penyembuhan luka penderita diabetes ini karena terkait kadar kadar kortisol atau hormon stres. Kadar kortisol akan meningkat jika penderita diabetes depresi atau frustasi. Semakin depresi maka semakin tinggi kadar kortisolnya.

Penelitian di University of Nottingham mengungkapkan hubungan kadar kortisol dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka (ulcer) di kaki. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia edisi bulan Agustus.

Dikutip dari Healthday, Senin (9/8/2010), peneliti melibatkan 93 penderita diabetes yang mengalami luka di kaki. Pengamatan terhadap kondisi luka dilakukan di awal penelitian, lalu diulangi secara periodik pada pekan ke-6, 12 dan 24.

Depresi yang ditunjukkan dengan peningkatan kadar kortisol menyebabkan proses penyembuhan luka di kaki berlangsung lebih lama. Temuan ini mengisyaratkan pada penderita diabetes untuk mengurangi beban pikiran yang bisa menyebabkan stres, terutama saat mengalami luka.

Selain itu, sikap tidak sabaran juga menghambat penyembuhan luka. Pada penderita diabetes, sikap tersebut seringkali berakhir dengan rasa frustrasi yang lagi-lagi dapat memicu stres dan meningkatkan kadar kortisol.

Berdasarkan penelitian tersebut, para ahli kini tengah merancang metode perawatan luka khusus untuk penderita diabetes. Salah satu tujuannya adalah untuk membantu mempercepat penyembuhan luka melalui pendekatan psikologis.

Luka di kaki terjadi pada sekitar 15 persen penderita diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Umumnya luka tersebut disebabkan oleh cedera ringan yang berkembang menjadi lebih parah, karena pada penderita diabetes luka kecil sekalipun akan sulit disembuhkan.
 

Source:blogdetik.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Informasi Penyakit : Gejala dan Tanda Penyakit Alzheimer

http://marivi24.files.wordpress.com/2008/07/cara-alzheimer.jpgJakarta, Alzheimer merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti karena membuat seseorang lupa akan dirinya sendiri akibat kehilangan memori. Ketahui 12 tanda-tanda penyakit alzheimer.

"Karena salah satu gejala saja tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang memiliki alzheimer atau demensia," ujar Raj C Shah, MD dari Rush Memory Clinic di Rush University Medical Center, Chicago, seperti dikutip dari Health, Selasa (5/10/2010).

Ke-12 tanda-tanda penyakit alzheimer yang penting diketahui agar bisa membantu mendiagnosis lebih cepat, yaitu:

Kehilangan memori
Setiap orang mungkin saja melupakan suatu percakapan secara rinci, tapi orang dengan alzheimer akan melupakan apa yang baru saja terjadi atau apa yang baru diucapkannya. Hilangnya ingatan ini tidak konsisten. Orang dengan alzheimer mungkin saja lupa nama anjingnya satu hari dan mengingatnya kembali esok harinya.

Agitasi dan perubahan suasana hati
Orang dengan alzheimer akan tampak cemas dan gelisah, bisa saja ia bergerak terus menerus dan cepat, marah di tempat tertentu atau menjadi terpaku pada detail tertentu. Agitasi merupakan hasil dari rasa takut, bingung, kelelahan dan kewalahan untuk mencoba memahami dunia yang sudah tidak masuk akal menurutnya. Selain itu perubahan suasana hati yang cepat terjadi dan tidak beralasan bisa terjadi.

Gangguan dalam membuat keputusan dan menggunakan uang
Penderita alzheimer akan mulai membuat keputusan yang tampak konyol, tidak bertanggung jawab atau bahkan tidak pantas. Kondisi ini bisa terjadi pada penggunaan pakaian yang salah atau berperilaku seperti masa lalu. Selain itu akan mengalami kesulitan dalam pemikiran abstrak misalnya menggunakan uang, membayar tagihan atau mengelola anggaran.

Kesulitan melakukan tugas-tugas ringan dan berkomunikasi
Penderita akan menghabiskan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas ringan, yang mungkin dulu bisa dilakukannya berkali-kali. Terkadang penderita kesulitan untuk berkomunikasi, sehingga berhenti ditengah-tengah pembicaraan dan tidak tahu bagaimana melanjutkannya.

Sering lupa
Seringkali lupa dimana ia meletakkan barang seperti kunci mobil atau remote tv, dan secara rutin barang-barang ini ditemukan di tempat yang tidak biasa atau aneh. Selain itu juga mengalami disorientasi waktu dan tempat, seperti lupa tanggal atau bahkan tempat tinggalnya sendiri. Serta kadang lupa apakah dirinya sudah makan atau belum.

Sering mengulangi ucapan atau tindakannya
Sering terjadi pengulangan kata-kata, pernyataan, pertanyaan atau kegiatan merupakan ciri khas dari alzheimer. Terkadang perilaku ini dipicu oleh kecemasan, kebosanan atau takut pada lingkungan, sehingga berupaya untuk mendapatkan kenyamanan, keamanan atau keakraban.

Menarik diri
Alzheimer bisa menajdi penyakit kesepian dan mengisolasi yang dapat mengakibatkan kurangnya minat terhadap kegiatan di sekitar keluarga atau teman-temannya. Hal ini kemungkinan karena penderita merasa malu terhadap perubahan yang terjadi, sehingga cenderung menghindari situasi sosial. Kondisi ini memungkinkannya untuk kehilangan motivasi yang dapat mengarah pada depresi.

Tidak dapat mengenali anggota keluarga dan teman
Orang dengan alzheimer lambat laun hanya akan mengenali nama satu orang saja dan melupakan orang lain, bahkan dirinya sendiri. Nama yang diingat biasanya berhubungan dengan memori masa lalunya.

Kehilangan kemampuan motorik dan sentuhannya
Kondisi ini akan mempengaruhi keterampilan motorik halusnya dan gejala sensoriknya, sehingga mengganggu kemampuan seseorang seperti memakai baju, memencet tombol atau menggunakan sendok garpu dan sering mengalami mati rasa.

Tidak memperhatikan kebersihan dan perawatan tubuh
Seiring berjalannya penyakit tersebut, maka seseorang akan sering lupa menyikat gigi, mandi, ganti pakaian, menggunakan toilet atau bahkan mungkin tidak ingat mengapa seseorang perlu mandi.

Delusi dan paranoia
Pada beberapa orang mungkin akan mengalami kecurigaan yang tampak irasional, misalnya mengalami halusinasi untuk melihat, mendengar, mencium atau merasakan sesuatu yang tidak ada. Kecurigaan yang berlebihan ini bisa membuat seseorang menjadi agresif secara fisik atau verbal.

Bersifat kekanak-kanakan
Para ahli mengungkapkan ada kecenderungan orang dengan alzheimer akan menjadi ketergantungan pada individu tertentu dan akan terus menerus mengikuti orang tersebut seperti layaknya bayangan. Selain itu beberapa tingkah lakunya akan seperti anak-kecil yang tidak bisa sendiri atau minta selalu ditemani bahkan untuk ke kamar mandi.


Source:blogdetik.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Pria Juga Bisa Terserang Kanker Payudara

imgColorado, Kanker payudara tidak hanya dialami wanita, pria juga memiliki jaringan payudara yang dapat mengalami kanker. Tapi hampir 80 persen pria tidak menyadari bahwa kaum adam pun punya risiko menderita kanker payudara.

Dalam studi yang telah dipublikasikan dalam American Journal of Nursing, peneliti menyurvei 28 pria yang berisiko tinggi kena kanker payudara karena memiliki riwayat kanker dari ibunya.

Dari hasil studi tersebut ditemukan bahwa 79 persen partisipan tidak tahu bahwa pria juga bisa mengembangkan kanker payudara dan 43 persen menganggap bahwa pria yang menderita kanker payudara harus dipertanyakan kemaskulinannya.

"Studi ini memberikan langkah pertama menuju pemahaman yang lebih baik tentang persepsi pria dan pengetahuan tentang kanker payudara pada pria," jelas Eileen Thomas, penulis studi dan asisten profesor di College of Nursing, University of Colorado Denver, seperti dilansir dari Health24, Senin (4/10/2010).

Meski jarang terjadi, kanker payudara juga bisa menyerang pria. Tapi menurut Eileen, hal ini sebagian besar telah diabaikan oleh media, masyarakat umum dan komunitas kesehatan.

"Perlu adanya usaha peningkatan kesadaran tentang kanker payudara pada pria maupun wanita, terutama pada orang-orang yang berisiko tinggi terhadap penyakit ini," ungkap Eileen lebih lanjut.

Menurut US National Cancer Institute, sekitar 1 persen pria mengalami kanker payudara dari keseluruhan kasus kanker payudara. Kanker ini cenderung menyerang pria berusia 60 sampai 70 tahun.

Tanda yang paling umum untuk kanker payudara pria dan wanita adalah suatu benjolan atau penebalan pada payudara. Seringkali benjolan tidak menimbulkan rasa sakit.

Dilansir dari Mayoclinic, gejala kanker payudara pria antara lain:
  1. Kulit dimpling atau mengalami kerutan
  2. Pengembangan lekukan dari puting
  3. Perubahan pada kulit puting susu atau payudara seperti kemerahan
Mengetahui tanda-tanda dan gejala kanker payudara dapat membantu menyelamatkan hidup. Semakin awal penyakit ini ditemukan, semakin banyak pilihan pengobatan dan kesempatan yang lebih baik.

source: blogdetik.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Mengatasi Ketakutan Anak Ketika Harus Berpisah dari Ibu

imgJakarta, Beberapa orangtua kadang harus main kucing-kucingan dengan si kecil sebelum berangkat kerja, hal ini dilakukan agar bayinya tidak menangis. Lalu bagaimana mengatasinya?

Psikolog anak mendefinisikan kecemasan berpisah (separation anxiety) mengacu pada tahap perkembangan yang mana anak mulai mengalami kecemasan ketika berpisah dengan ibu atau siapapun yang memberi perawatan utama. Dengan kata lain fase ini merupakan salah satu tonggak perkembangan yang banyak dialami oleh bayi.

Anak-anak yang masih kecil akan merasakan keengganan untuk meninggalkan orangtua atau pengasuhnya, karena mengalami lingkungan dan orang-orang yang berbeda. Anak-anak belum dapat mengerti waktu, karenanya si kecil tidak tahu kapan ibu atau orang yang dicemaskannya akan kembali.

Biasanya kondisi ini terjadi ketika bayi berusia di atas 6 bulan, karena bayi mulai lebih sadar dengan keberadaan orang asing selain orang yang merawatnya. Rasa kecemasan ini hampir mempengaruhi semua bayi, hanya derajatnya saja yang berbeda. Sebagian bayi bisa mulai lebih awal dan mencapai puncaknya saat berusia 1 tahun.

"Bayi Anda lebih banyak mengalami memori jangka panjang atau disebut dengan pertumbuhan kognitif. Pikiran bahwa ibunya akan berpisah dengannya itulah yang menyebabkan kesedihan," ujar Brendan Nixon, penulis Parenting Power in The Early Years, seperti dikutip dari Babyworld.co.uk, Selasa (5/10/2010).

Pemicu lain dari kecemasan berpisah ini adalah kelahiran saudara kandung atau adanya beberapa perubahan dalam rutinitasnya baik yang ada di rumah atau di tempat penitipan anak. Sebagai orangtua tentu akan merasa sangat sulit jika melihat bayi atau balitanya menangis, apalagi jika sampai mengeluarkan air mata.

"Air mata yang dikeluarkan si kecil adalah suatu hal yang sangat normal dan sebagai bentuk protes alami seraya berkata 'bagaimana bisa kau tinggalkan aku?'. Tapi lambat laun ia akan tenang kembali dan menikmati hari-harinya," ujar Dr Mandy Byron, psikolog klinis di Great Ormond Street Hospital.

Untuk mengatasi kondisi tersebut ada beberapa persiapan sederhana yang dapat membantu si kecil mengatasi kecemasan berpisahnya, yaitu:

  1. Gendong si kecil dan ajaklah ia berjalan-jalan sebelum berangkat kerja dan ceritakan tentang hal-hal yang menyenangkan dan aktivitas yang akan dilakukannya.
  2. Cobalah mengambil mainan favoritnya.
  3. Ketika akan pergi, mengucapkan selamat tinggal sambil menyakinkannya bahwa ibu akan segera kembali.
  4. Usahakan untuk tidak menyelinap pergi ketika si kecil tidak melihat. Karena hal ini akan membuat si kecil merasa khawatir bahwa ibunya akan pergi dan tidak akan kembali.
  5. Jika sudah pergi, jangan kembali lagi hanya untuk memeriksakan apakah ia baik-baik saja atau tidak. Karena hal ini hanya akan meningkatkan kesedihan si kecil dan air matanya.


source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Usia Seseorang Paling Sering Mengalami Depresi dan Kesepian

imgLancaster, Inggris, Jika Anda sering merasa depresi dan kesepian, coba hitung lagi berapa umur Anda? Jika Anda masuk kelompok usia 35-44 tahun maka itu adalah usia terberat orang mengalami depresi dan kesepian.

Depresi yang dialami ini terkait karena telah meninggalkan pekerjaannya, tekanan kerja, hubungan yang buruk dengan rekan kerja, masalah rumah yang membuat tertekan serta kehidupan seks yang kurang.

Kesimpulan ini berdasarkan survei yang dilakukan di Inggris terhadap 2.000 partisipan. Hasilnya didapat kelompok usia 35-44 tahun lebih banyak merasa kesepian atau depresi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

Berdasarkan hasil survei diketahui sekitar 21 persen laki-laki dan perempuan berusia 35-44 tahun lebih banyak merasa kesepian, dan persentase yang sama untuk hubungan yang buruk baik di tempat kerja atau rumah yang membuat partisipan merasa depresi.

Dalam survei ini juga didapati bahwa sekitar 28 persen kelompok usia 35-44 tahun telah meninggalkan pekerjaannya karena memiliki hubungan yang buruk dengan rekan kerjanya.

"Biasanya krisis pertengahan hidup terjadi pada orang-orang berusia 40-an hingga 50-an tahun. Tapi laporan menunjukkan bahwa periode ini bisa terjadi lebih awal dari usia yang diperkirakan," ujar Claire Tyler, pemimpin eksekutif dari Relate, seperti dikutip dari BBCNews, Selasa (5/10/2010).

Sementara itu Profesor Cary Cooper, peneliti dari Lancaster University menuturkan bahwa hal tersebut bisa memperburuk kondisi perekonomian yang nantinya akan mempengaruhi kesehatan.

"Seseorang bekerja hingga berjam-jam, jika Anda terus menerus bekerja berjam-jam maka kondisi ini tidak akan baik untuk kesehatan. Sehingga biaya tahunan yang berhubungan dengan kesehatan mental akan menjadi masalah yang besar," ungkap Prof Cooper.

Sumber masalah yang paling umum dari kondisi ini adalah jam kerja yang panjang, tekanan dari orang-orang sekitar, divisi yang tidak tepat dalam pekerjaannya dan memiliki kehidupan seks yang kurang.

"Hasil survei ini kemungkinan juga dipengaruhi oleh kemauan orang dalam kelompok usia tersebut untuk jujur mengenai depresi dan kesepian, dibandingkan dengan kelompok usia tua. Namun tentu saja ada kemungkinan lain mengenai kebenaran yang ditemukan, karena pada usia tersebut biasanya memiliki harapan lebih tinggi dalam hal pencapaian karir dan kehidupan keluarganya," ujar Dr Jane McCartney, seorang psikolog.


source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Pindah Tempat Praktek


Assalamu'alaikum wr. wb.
Shalom

Kepada saudara-saudaraku yang saya hormati, mulai 24 Oktober 2010, Insya Allah, saya dan dr. Ina Rosalina, Sp.A, akan berpindah tempat praktek dari RS Hermina ke MELINDA HOSPITAL BANDUNG dan SANTOSA HOSPITAL BANDUNG.

Praktek terakhir di RS Hermina tanggal 23 Oktober 2010.

Sedangkan 25 Oktober - 19 November 2010 Insya Allah saya berada di MAKKAH.

Informasi selengkapnya silahkan menghubungi: dokter.hanny@gmail.com

Demikian informasi ini saya sampaikan, dan sebagai manusia yang tidak sempurna tak luput dari khilaf dan dosa, saya beserta keluarga memohon maaf bila ada kata-kata atau sikap yang tidak berkenan di hati.

Insya Allah berikut jadwal praktek saya yang baru:

  • MELINDA HOSPITAL BANDUNG
    LANTAI 4 - Jl. Pajajaran No. 46 Bandung Telp. (022) 4222 788 - 4222 388
    SENIN, RABU, JUMAT: jam 18.00-selesai
    [ peta lokasi ]

  • SANTOSA HOSPITAL BANDUNG
    LANTAI 2 POLIKLINIK VIP  - Jl. Kebonjati no.38 Bandung Telp. (022) 4248 333
    SELASA dan KAMIS: jam 18.00-selesai
    SABTU: jam 14.00-selesai
    [ peta lokasi ]