Tampilkan postingan dengan label Semua Penyakit Bisa Disembuhkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semua Penyakit Bisa Disembuhkan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011

Cara Mengatasi Kanker Payudara Secara Alami

Brokoli memang telah sering disebut-sebut sebagai salah satu sayuran yang mampu mencegah dan mengatasi kanker payudara. Hal ini telah dibuktikan melalui berbagai penelitian mengenai manfaat brokoli yang dilakukan para ilmuwan.

Senyawa kimia yang ditemukan pada sayuran ini mentargetkan sel-sel yang menjadi makanan bagi pertumbuhan tumor. Kandungan sulforaphane yang tinggi pada brokoli mampu membunuh sel-sel induk kanker ini, dan mencegah perkembangan atau penyebaran penyakitnya.

Para peneliti dari University of Michigan telah berhasil menyelesaikan uji laboratorium terhadap tikus dan kultur-kultur sel. Penulis studi ini, Profesor Duxin Sun, mengatakan, "Sebelumnya telah sering dipelajari bagaimana pengaruh sulforaphane pada kanker, namun studi ini menunjukkan bahwa manfaatnya adalah dalam menghambat sel-sel induk kanker payudara."

Setiap tahun, di Inggris ditemukan sekitar 46.000 kasus kanker payudara, dengan kasus kematian sebanyak 12.000. Perawatan kemoterapi belakangan ini tidak bekerja melawan sel-sel induk kanker, yang menyebabkan penyakit ini bisa timbul kembali dan menyebar ke area lain. Menyingkirkan sel-sel induk kanker diyakini sangat penting untuk mengontrol perkembangan tumor.

Karena percobaan laboratorium ini tidak diujikan pada pasien kanker payudara, para peneliti hanya menyarankan agar kita tidak menambahkan suplemen sulforaphane dalam pola makan kita. Hal ini dimaksudkan sebagai antisipasi untuk mencegah atau mengatasi kanker.

Saat ini mereka juga sedang mengembangkan metode mereka sendiri untuk mengekstrak dan melindungi bahan kimia tersebut, dan akan melanjutkan percobaan klinis untuk menguji prosesnya.


Sabtu, 18 Desember 2010

Gagal Ginjal Ternyata Tak Harus Cuci Darah atau Menjalani Operasi

Cuci darah seumur hidup atau operasi. Dokter menyodorkan 2 pilihan itu kepada Hariyati. Ia mengalami gagal ginjal. Hariyati sembuh bukan dengan salah satu di antara 2 jalan itu.

Hariyati syok mendengar vonis gagal ginjal. Ternyata itulah jawaban atas segala penderitaan selama bertahun-tahun. Ia kerap merasa pinggang sebelah kiri pegal dan panas. Ketika berkemih, air urine berwarna merah keruh seperi air bekas cucian daging. Selain itu perempuan 30 tahun itu juga kerap terserang demam.
Puncaknya terjadi pada pertengahan Desember 2008, ia muntah terus-menerus selama 3 pekan. ‘Saat itu mencium bau tak sedap perut saya langsung muntah,’ kata ibu 2 anak itu. Kondisi Hariyati saat itu mengenaskan: muka pucat dan letih. Mendapat kabar itu, sang suami, Suwarso, yang saat itu tengah menambang emas di Sumatera bergegas pulang ke Desa Keben, Kecamatan Tambakreno, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Gagal ginjal
Suwarso langsung membawa Hariyati ke sebuah rumahsakit di Pati. Hariyati segera menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasilnya sungguh mencengangkan: kadar ureum 420,15 mg/dl, kadar kreatinin 22,93 mg/dl, dan kadar asam urat 12 mg/dl. Kadar normal untuk ketiga indikator fungsi ginjal itu berturut-turut adalah 10-50 mg/dl, 0,6-1,1 mg/dl, dan 2,3-6,1 mg/dl.
Hasil laboratorium itu menunjukkan bahwa buah pinggang Hariyati tak mampu melakukan fungsinya alias gagal ginjal. Dampaknya zat-zat yang seharusnya dikeluarkan melalui ginjal, menumpuk dalam darah. Menurut dr Luluk Zulfa Agustina di Pati, nefron dalam ginjal berfungsi menyaring dan mengeluarkan racun dari tubuh. Fungsi nefron lain adalah menyerap kembali zat-zat yang diperlukan tubuh.
Kadar ureum dan kreatinin yang melonjak melebihi ambang normal menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, itu akibat terjadinya penurunan fungsi ginjal. Ginjal gagal menyaring dan membuang zat-zat itu melalui urine sehingga menumpuk dan meningkat dalam darah. ‘Peningkatan kreatinin lebih dari normal, maka fungsi ginjal menurun sampai 30%,’ tutur Luluk.
Turun cepat
Untuk mengatasi gagal ginjal itu dokter menawarkan 2 opsi, yakni menjalani operasi atau hemodialisis alias cuci darah. Hariyati dilematis. Sebab, biaya sekali hemodialisis Rp700.000, relatif mahal baginya. Frekuensi cuci darah sekali sepekan. Menjalani operasi juga menakutkan. Ia lebih memilih konsumsi obat selama sepekan opname di rumahsakit.
Seorang teman, Hesti Kartika Sari, menyarankan untuk mengkonsumsi ekstrak teripang. Ingin kondisinya membaik, Hariyati pun rutin mengkonsumsi 2 sendok makan ekstrak teripang satu kali sehari dan 5 tablet spirulina 2 kali sehari. Sepekan berselang ia merasa badan segar dan lebih bertenaga. Kondisi yang terus membaik itu mendorong Hariyati memeriksakan diri ke dokter. Pada 13 Maret 2009-persis sebulan mengkonsumsi teripang dan spirulina-ia mengecek kesehatan ke sebuah klinik di Pati. Hasilnya kadar ureum turun menjadi 36 mg/dl dan kreatinin 1,25 mg/dl.
Pemeriksaan terakhir pada 6 April 2009, kadar ureum 21,1 mg/dl, kadar kreatinin 1,27, dan asam urat 4 mg/dl. Artinya ginjal Hariyati kembali berfungsi alias sembuh gagal ginjal. Untuk menjaga kesehatan, ia tetap mengkonsumsi 1 sendok makan ekstrak teripang per hari.
Regenerasi
Mengapa ginjal Hariyati membaik? Menurut dr Muhammad Wahib Hasyim di Pati kandungan protein ekstrak teripang sangat lengkap sehingga membantu regenerasi sel-sel ginjal yang rusak. Sementara dalam spirulina terdapat fikosianin yang berperan sebagai antioksidan dan bersifat renoprotektor alias pelindung ginjal.
Kemampuan teripang memperbaiki jaringan rusak ditandai oleh nilai EPA alias ecosapentaenat 25,69% dan DHA asam docosahexaenat 3,69%. Senyawa-senyawa itulah yang membantu ginjal Haryati kembali berfungsi normal. (Faiz Yajri)
Sumber: Majalah Trubus Edisi Sabtu, Agustus 01, 2009

Jumat, 15 Oktober 2010

Herbal Pemecah Batu Ginjal

Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Guru Besar Departemen Farmasi Fakultas MIPA UI, menyatakan bahwa beberapa tanaman obat sebenarnya layak disebut herba rasional karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas, dan keamanannya.

Efek Farmakologis

Berdasarkan penelitian diketahui bahwa pengaruh infus daun tempuyung dan infus daun kumis kucing terhadap kelarutan kalsium batu ginjal secara in vitro sebagai berikut:
Kadar kalsium batu ginjal yang terlarut dalam infus daun tempuyung dan infus daun kumis kucing dipengaruhi oleh kadar kalium dalam cairan infus dan kemungkinan adanya senyawalain yang menambah kelarutan kalsium batu ginjal.
pada kadar infus 0.5%, 1% dan 2% kadar kalsium batu ginjal yang terlarut dalam infus daun tempuyung lebih baik daripada infus daun kumis kucing.
Pada kadar infus 5%, 7.5% dan 10%, kadar kalsium batu ginjal yang terlarut dalam infus daun kumis kucing lebih baik daripada infus daun tempuyung (Agus Tri Cahyo, FF UGM 1990)
Pada uji toleransi glukosa oral, pengaruh infus kombinasi daun sambiloto dan daun kumis kucing dibandingkan dengan infus kedua tumbuhan secara tunggal terhadap perubahan kadar glukosa darah kelinci diperoleh hasil sebagai berikut:
Pemberian infus daun kumis kucing 0.129 g/kg bb tidak dapat menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan kontrol
Pemberian infus daun sambiloto 0.3 g/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah kelinci secara nyata.
Pembierian infus kombinasi (daun kumis kucing 0.129 g/kg bb dan daun sambiloto 0.3 g/kg bb) mempunyai efek penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan infus daun sambiloto saja, bahkan mempunyai efek yang sebanding dengan suspensi glibenklamid (Minggawati, FF WIDMAN 1990)
Berdasarkan perbandingan khasiat peluruh kecing (diuretik) infus daun muda dan daun tua tanaman kumis kucing pada kelinci, diperoleh hasil bahwa infus 20% daun muda yang paling efektif sebagai diuretik (terutama pada menit ke -45). Selanjutnya, tidak ada peningkatan. Kesimpulannya, daun muda lebih efektif sebagai diuretik, awal kerja yang cepat dan masa kerja yang relatif singkat (Ninuk Kus Dasa Asiafri Harini, JB FMIPA UNAIR 1989).
Kadar sinensetin dalam daun kumis kucing yang tertinggi terdapat dalam daun tua yang berbunga (0.365%), sedangkan yang terkecil berasal daru daun muda yang berbunga putih (0.095%).
Contoh Pemakaian
Infeksi ginjal, sembab karena timbunan cairan dalam jaringan, hipertensi.
Cuci herba segar kumis kucing, herba daun sendok, rumput lidah ular, masing-masing 30g, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersesa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Infeksi saluran kencing, sering buang air kecil (sedikit dan anyang-anyangan)
Sediakan herba segar daun kumis kucing, meniran dan akar alang-alang masing-masing 30g, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, potong-potong seperlunya, kemudian rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa separonya. Seteelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Kencing Batu
Cuci 90g herba kumis kucing, lalu rebus dalam 1 liter air. Biarkan mendidih sampai tersisa 750 cc. Setelah dingin minum 3 kali sehari, masing-masing 1/3 bagian. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Kencing Manis
Cuci daun kumis kucing dan sambiloto segar masing-masing 7 lembar, 3/4 jari batang brotowali, lalu potong-potong seperlunya. Rebus semua bahan dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 2 gelas. Selanjutnya dinginkan dan saring. Ramuan ini dapat diminum pagid dan sore gari, masing-masing 1 gelas. 1/2 jam sebelum makan. Meskipun ramuan ini rasanya pahit, jangan ditambah madu ataupun air gula.
Sumber: Atlas tumbuhan Obat Ind/Dr. Setiawan Dalimartha/Hd

Kamis, 02 September 2010

Bukti Kebesaran Tuhan Lewat Temu Putih

Menurut hasil penelitian, curcumin menghambat sel promyelocitik leukemia HL-60 (dalam kanker darah) dengan konsentrasi rendah sekitar 3,5 mikrogram/ml. Bahkan, daya hambat curcumin itu semakin tinggi bila dosisnya ditingkatkan. Sementara itu, sejumlah peneliti dari Jepang mengungkapkan kemampuan ginseng Vietnam. Laporan yang dipublikasikan di Medline itu menyebutkan, ginseng Vietnam dikenal memiliki khasiat untuk banyak penyakit serius dan meningkatkan kekuatan tubuh.

Terapi Kanker dari Alam
Di luar negeri dikenal curcumin dan ginseng Vietnam. di Indonesia ada temu putih, atau temu mangga. Tanaman-tanaman itu dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tumor dan kanker.Sekali lagi tentang kanker. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan beberapa cara. Umumnya terapi dilakukan dengan menggunakan teknologi modern dan terapi kimia, yakni dengan obat-obatan berbahan dasar kimia.

Terapi yang paling sering dilakukan adalah kemoterapi, radioterapi, dan kombinasi. Pada umumnya, terapi-terapi tersebut memiliki efek samping yang membuat para penderita merasa tidak nyaman dan malah mengeluhkan mual, rasa terbakar, saraf perasa tak berfungsi untuk sementara, pencernaan terganggu, dan rambut rontok. Penelitian terhadap terapi pengobatan tumor dan kanker juga dilakukan di berbagai penjuru dunia. Salah satu contohnya adalah vaksin untuk mengendalikan sel-sel kanker yang ditemukan oleh pakar kedokteran di Kuba.

Penelitian juga dilakukan pada berbagai tanaman yang diduga memiliki khasiat obat. Di beberapa negara dan daerah, ada beberapa jenis tanaman yang mampu mengatasi tumor dan kanker. Contohnya temu putih dan keladi tikus yang banyak digunakan dalam ramuan antikanker oleh para terapis tradisional dan terapis herbal. Beberapa waktu lalu di Jakarta, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Sampurno mengemukakan, tanaman berkhasiat obat itu perlu dikembangkan. "Tanaman obat ini tak mengandung efek samping yang berarti bagi tubuh. Di samping itu, kita memiliki banyak pengalaman dalam menggunakannya secara turun-temurun. Karena itu, perlu peningkatan penelitian terhadap tanaman obat ini," katanya.

Antitumor Promoter

Banyak penelitian banyak melaporkan, pemicu tumor dan kanker berasal dari pengaruh dalam maupun luar tubuh. Pengaruh dari dalam tubuh berupa unsur genetika. Sedangkan pengaruh dari luar tubuh adalah lingkungan, seperti makanan, udara, dan faktor tekanan lingkungan.

Karsinogenik atau zat karsinogen merupakan unsur yang dinilai banyak pengaruhnya dalam menciptakan ketidaknormalan pertumbuhan sel dalam tubuh. Unsur yang bersifat racun bagi tubuh ini terdapat pada makanan dan lingkungan (seperti polusi udara).

Untuk pencegahan tumor dan kanker, cara yang paling penting adalah menghindari unsur karsinogen ini. Cara lainnya adalah mengonsumsi bahan-bahan yang terbukti menghambat atau mencegah pertumbuhan tumor atau kanker. Bahan-bahan inilah yang disebut antitumor promoter.

Salah satu antitumor promoter adalah curcumin (rimpang kunyit dan temu-temuan seperti temu putih). Menurut penelitian Kuo ML, Huang TS, dan Lin JK dari Toxicology College of Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan antitumor.

Menurut hasil penelitian mereka, curcumin menghambat sel promyelocitik leukemia HL-60 (dalam kanker darah) dengan konsentrasi rendah sekitar 3,5 mikrogram/ml. Bahkan, daya hambat curcumin itu semakin tinggi bila dosisnya ditingkatkan. Sementara itu, sejumlah peneliti dari Jepang mengungkapkan kemampuan ginseng Vietnam. Laporan yang dipublikasikan di Medline itu menyebutkan, ginseng Vietnam dikenal memiliki khasiat untuk banyak penyakit serius dan meningkatkan kekuatan tubuh.

Para peneliti itu mengisolasi zat aktif dari ginseng, seperti protopanaxadiol-type saponin (ginsenosides-Rb1, -Rd2, -Re3, ginsenoside-Rg1, dan notoginsenoside R1. Unsur lainnya adalah ocotillol-type saponins seperti majonoside R1 dan majonoside R2. "Untuk mendapatkan agen kemopreventif kanker (antitumor promoter), kami menapis beberapa ekstrak tanaman dengan menggunakan efek inhibitori dari metode antigen virus Epstein-Barr (EBV-EA). Kandungan terbanyak adalah majonoside R2 yang ternyata paling kuat efeknya," begitu laporan tersebut. Kemampuan unsur ini ternyata lebih tinggi dibanding asam glisiretik yang dikenal selama ini sebagai antitumor promoter.

Arsenik

Sementara itu, zat arsenik (As) yang beracun ternyata bisa digunakan untuk pengobatan kanker darah atau leukemia. Arsenik yang digunakan sebagai pembunuh hama dan sangat mematikan bagi makhluk hidup ini mampu membantu sebanyak 90 persen dari 63 pasien leukemia.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim ahli dari Universitas Kedokteran di Teheran, Iran. Mereka menggunakan arsenik trioksida untuk mengobati acute promyeloctytic leukaemia. Namun, menurut Dr David Grimwade dari Guy's, dari King's & St Thomas's School of Medicine, Inggris, terapi ini merupakan kemoterapi tradisional yang sudah lama digunakan sebagai terapi kanker. Yang menarik, Ken Campbell dari Leukaemia Research Fund malah heran karena baru kali ini dia mendapati bahwa arsenik trioksida digunakan untuk terapi leukemia.

Antitumor Promoter di Indonesia

Prof Dr dr Sjamsuridjal Djauzi, direktur utama RS Kanker Dharmais (RSKD) mengatakan, penelitian berbagai terapi untuk kanker terus dilakukan. "Kami terus mencoba melakukan penelitian terhadap berbagai bahan dan metode untuk terapi kanker. Salah satunya seperti yang dilakukan di Kuba yang kami berminat untuk menerapkannya di sini, seperti lewat vaksin."

Langkah penelitian lainnya, lanjut Sjamsuridjal, adalah yang dilakukan oleh RSKD bekerja sama dengan Jurusan Farmasi FMIPA UI dan Jurusan Farmasi Universitas Tujuh Belas Agustus. Penelitian itu melibatkan tim yang terdiri atas Wan Lelly Heffen, Dewi Kristanti, Nurhuda, Erilia, Deby, Mirna, dan Ade Novi.

Penelitian mereka berupaya menekan tumor promoter dengan beberapa komponen dari obat hasil alam. Studi fitokimia ini mempunyai keuntungan besar pada aplikasi klinis. Soalnya, daya toksositasnya rendah sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Pengujian potensi sitotoksik beberapa jenis tumbuhan telah dilakukan di RSKD terhadap kanker serviks sel line. Tumbuhan itu antara lain Curcuma zeodoaria (temu putih), Curcuma domestica (kunyit), dan Curcuma mangga (temu mangga), serta Phaleria macrocarpa Boerl. (mahkota dewa).

Dari penelitian tersebut, ternyata rimpang segar temu putih mempunyai potensi kematian sel kanker di atas 50 persen. Kemampuan ini pada konsentrasi 50, 100, 150, dan 200 mikrogram/ml. Sedangkan untuk sediaan jadi temu putih (ZF kapsul) mempunyai potensi kematian sel kanker di bawah 50 persen pada dosis yang sama. Sementara itu, daging buah segar mahkota dewa memiliki potensi kematian sel kanker di atas 50 persen pada konsentrasi 100, 150, dan 200 mikrogram/ml.

Kesimpulan dari penelitian tersebut, jenis-jenis tumbuhan alam ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi antitumor promoter. Ini dilakukan sebagai pengobatan suportif pada kanker.

Sumber: Republika Online - Selasa, 30 Nopember 2004 - Penulis : wed

Sabtu, 28 Agustus 2010

Haruskah Operasi Amandel?

Bagi orang tua yang mempunyai balita atau anak usia 5-10 tahun kadang khawatir dan bingung ketika anaknya mengeluhkan sakit tenggorokan. Langkah lumrah yang sering dilakukan adalah dengan segera membawanya ke dokter. Namun orang tua akan lebih khawatir lagi bila dokter menyatakan bahwa anaknya kena amandel. Dalam pikiran orang tua awam segera muncul operasi amandel bagi anaknya agar sang buah hati terlepas dari 'penderitaan'. Pertanyaannya adalah apakah solusi dari amandel hanya dengan operasi? Bisakah amandel diatasi tanpa melakukan operasi?

Amandel (tonsil) merupakan sistem pertahanan tubuh yang terdiri dari kumpulan jaringan limfoid pada kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Tonsil berfungsi mencegah agar infeksi tidak menyebar keseluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh melalui mulut, hidung, dan kerongkongan. Karena posisinya, banyak benda asing melewati tonsil ini sehingga tidak jarang bisa menimbulkan infeksi, misalnya terjadi peradangan. Bila terjadi infeksi , tonsil akan membesar sebagai reaksi pertahanan. Dengan demikian, pada dasarnya pembesaran tonsil adalah reaksi positif, hal ini pun bisa terjadi pada anak yang sehat. Puncak pembesaran ada usia 9-10 tahun, kemudian perlahan akan menyusut. Karena itu, sebisa mungkin tindakan operasi pengangkatan tonsil dihindari. Melainkan carilah faktor pemicu yang sering membuat tonsil membesar, kemudian sedapat mungkin menghindari faktor pemicu tersebut.
Tonsil bisa membesar dan melekat dengan jaringan sekitarnya, permukaannya menjadi keriput tidak rata, kerut-kerut di permukaan tampak melebar, dan dipenuhi dengan detritus (bercak kotoran putih-putih seperti butiran beras). Pada kasus semacam ini, infeksi pada tonsil harus diperhatikan dengan serius karena dapat berfungsi sebagai sarang penyebar infeksi berat. Penjalarannya bisa menimbulkan antara lain demam rheumatik yang dapat mengenai persendian dan jantung, nefritis (infeksi pada ginjal), infeksi pada mata atau radang pada selaput otak. Untuk menentukan tindakan operasi (tonsillectomy), ada 2 kelompok kriteria yakni kriteria yang bersifat absolut dan kriteria yang bersifat relatif
Kriteria yang bersifat absolut antara lain :
1. Bila pembesaran sudah menimbulkan obstruksi/hambatan jalan nafas berat, gangguan menelan berat, menimbulkan gangguan tidur (sleep apnea), atau ada komplikasi kardiopulmoner (akibat penyebaran infeksi oleh bakteri streptococcus)
2. Adanya peritonsiler abses yang tidak bisa diatasi dengan medikamentosa (dengan obat) dan drainage (pengambilan cairan isi absess).
3. Tonsilitis yang sampai menimbulkan kejang demam, atau carrier difteri (sekarang sudah jarang).
4. Kondisi tonsil sedemikian rupa yang sampai memerlukan tindakan biopsi untuk penentuan kondisi jaringan menggunakan pemeriksaan patologi.
Sedang kriteria yang bersifat relatif (dipertimbangkan):
1. Frekuensi serangan infeksi tonsil : 7 kali/tahun; 5 kali/tahun selama 2 tahun; 3 kali/tahun selama 3 tahun.
2. Adanya bau mulut atau nafas yang terus menerus akibat tonsilitis kronis yang tidak membaik dengan terapi obat
3. Tonsilitis kronis atau berulang oleh bakteri streptokokus yang sudah resisten terhadap antibiotika beta-laktamase
4. Adanya pembesaran tonsil satu sisi (unilateral) dengan kecurigaan sifat neoplastik (tumor/keganasan)
Namun bila masih memungkinkan, sebaiknya Anda menghindari operasi, dan ada baiknya Anda mencoba beberapa tips untuk pengobatan dan perawatan tonsil (amandel) berikut ini :
1. Menggunakan obat herbal yang berfungsi sebagai food suplement seperti Nigella Plus (Nigella sativa), dikombinasi dengan kapsul sambiloto. Untuk memudahkan meminumnya agar disukai oleh anak-anak sebaiknya dicampur dengan madu.
2. Diusahakan untuk minum banyak air atau cairan seperti sari buah, terutama selama demam.
3. Jangan minum es, sirop, es krim, makanan dan minuman yang didinginkan, gorengan, makanan awetan yang diasinkan, dan manisan.
4. Berkumur air garam hangat 3-4 kali sehari.
5. Menaruh kompres hangat pada leher setiap hari.
6. Diberikan terapi antibiotik (atas petunjuk dokter) apabila ada infeksi bakteri dan untuk mencegah komplikasi.
Lakukan beberapa tips di atas, Insya Allah amandel bisa dikendalikan dan operasi amandel bisa dihindari.

Selasa, 24 Agustus 2010

Spirulina: Tumbuhan Laut Penggempur Penyakit

spirulina memiliki kandungan lengkap vitamin dan mineral. Carlos Jimenez dari Department of Ecology, Faculty of Sciences, University of Malaga, Spanyol menemukan kalsium spirulina 3 kali lebih tinggi dibanding susu hewani, zat besi 3 kali lebih besar dibanding bayam. Tidak salah bila suku Aztec memanfaatkan spirulina sebagai makanan sehari-hari untuk menjaga kesehatan. Ia efektif meningkatkan stamina dan sistem kekebalan tubuh.


Alga berwarna hijau kebiruan itu awalnya hanya diketahui sebagai penurun kolesterol. Pengujian ilmiahnya dilakukan oleh Nayaka dari Tokai University, Jepang. Sebanyak 30 pria sehat berkolesterol tinggi dan hiperlipidemia yang diberi asupan spirulina menunjukkan penurunan 4,5% jumlah serum kolesterol, trigliserida, dan LDL. Mereka mengkonsumsi 4,2 gram spirulina selama 4 minggu tanpa mengubah pola makan.
J. E. Piero Estrada dari Departament Farmakologi, Fakultas Farmasi, Universitas Madrid, Spanyol mengungkap spirulina kaya antioksidan lantaran kandungan 3 pigmen kaya protein yaitu phykosianin, klorofil, dan zeasantin. Phykosianin, antioksidan larut air, penunjang kesehatan hati dan ginjal. Zeasantin, antioksidan pelindung mata terutama saat tua. Sedangkan klorofil, antioksidan bersifat antikanker dan antiracun.
Antivirus
Selain antikanker dan antiracun, penelitian Laboratory of Viral Pathogenesis, Dana-Farber Cancer Institute and Harvard Medical School, Massachusetts, Amerika Serikat pada 1996 membuktikan, spirulina dalam konsentrasi 5-10 g/ml mampu menghambat pembelahan sel HIV-1. Itu disebabkan spirulina memiliki kandungan kalsium spirulan, molekul polimerisasi gula berisi kalsium dan sulfur. Konsumsi spirulina terbukti memberikan masa hidup lebih lama pada pasien AIDS.
Sedangkan Armida Hernandez-Corona dari Departamento de Microbiologi, Escuela Nacional de Ciencias Biologicas, IPN, Meksiko, menunjukkan ekstrak spirulina memiliki sifat antiviral. Ia efektif melawan virus herpes simpleks tipe 2, pseudorabies virus (PRV), human cytomegalovirus (HCMV), dan HSV-1, dengan dosis efektif (ED50) masing-masing sebesar 0,069, 0,103, 0,142, dan 0,333 mg/ml.
Karena manfaat yang luar biasa, Arthrospira platensis kini banyak dibudidayakan di seluruh dunia. Berjuta-juta pil spirulina pun telah diproduksi lantaran terbukti menghadang dan menggempur berbagai penyakit. Termasuk Kurniadi yang telah merasakan keampuhannya. (Vina Fitriani).
Pandangan Organisasi Dunia:
- The International Conferenced Of Applied Microbiology (ICAM) menyatakan bahwa Spirulina sangat dipertimbangkan sebagai sumber makanan untuk masa yang akan datang.
- Perserikatan Bangsa-Bangsa/United Nations of Organization (PBB/UNO) menyatakan dalam Konferensi Pangan Sedunia bahwa Spirulina adalah suplemen paling ideal untuk manusia.
- Food and Agricultural Organization (FAO) memperkenalkan Spirulina makanan terbaik untuk hari esok.
- Food and Drug Administration (FDA) dari Amerika Serikat menyatkan Spirulina adalah produk makanan yang sehat, bebas dari efek samping.
- International Food Exposition (IFE) Jerman memeberikan predeikat Spirulina sebagai makanan sehat alami terbaik.
- World Health of Organization (WHO) mengintroduksikan Spirulina sebagai kategori produk sehat abad 21.
Kandungan Utama dan Manfa’at Spirulina
- Menyeimbangkan pH tubuh.
- Mengatasi gejala anemia.
- Mencegah infeksi bakteri.
- Menyembuhkan luka.
- Menurunkan kolesterol.
- Mencegah penyebaran kanker.
- Memperkuat sistem kekebalan tubuh/imunitas.
- Membantu penyembuhan tukak lambung.
- Menjaga bakteri yang menguntungkan.
- Meningkatkan sistem pencernaan tubuh.
- Mendorong detoksifikasi ginjal.
- Mengurangi resiko penyakit jantung.
- Menurunkan tingkat kolesterol dan mengendalikan masalah berat badan, penyakit degeneratif kronis (Darah Tinggi, Jantung Koroner, Asam Urat, Katarak, Liver, Ginjal, Kencing Manis).
- Mengandung GLA yang mnyembuhkan penyakit jantung, masalah menstruasi, kekakuan dan keracunan alkohol.
- Mencegah kerotokan rambut.
- Membantu menyembuhkan penyakit Hepatitis yang kronis maupun akut.
- Memulihkan penderita kurang gizi.
- Membantu melembutkan kulit dan membuatnya nampak

Sabtu, 12 Juni 2010

Harapan Untuk Penderita Kanker

Kanker memang merupakan penyakit yang dianggap paling menyeramkan bagi banyak orang. Karena menyembuhkan kanker bukanlah hal yang mudah, para ilmuan, dan dokter ahli kanker juga masih belum menemukan obatnya sampai sekarang. . .benarkah? untuk penderita kangker tak perlu berputus asa

Jadi dokter hanya bisa menyarankan operasi dan obat-obatan yang sebenarnya untuk mengurangi rasa sakit saja dan menekan pertumbuhan kanker tersebut, bukan mengobatinya.
sebenarnya operasi bukanlah langkah yang tepat dan bukan langkah yang baik untuk menangani penyakit ini, sebab walaupun sudah di operasi dan dinyatakan sudah sembuh oleh dokter, ujung-ujungnya pasti akan muncul lagi penyakit serupa di tempat lain(misal sebelumya di kaki, bisa muncul di anggota tubuh yang lain, bahkan bisa sampai ke otak), kecuali ada mujizat dari yang Mahakuasa.

hindari operasi, dan obat-obatan medis dari dokter, karena itu hanya akan mengurangi rasa sakit saja, dan bahkan lama-kelamaan bisa menyebabkan ketergantungan obat.
menakutkan bukan?

lalu apa yang harus dilakukan?
yang harus dilakukan ialah gunakan obat-obatan HERBAL dan TRADISIONAL yang tidak mengandung bahan kimia, karena sudah lumayan banyak penderita kanker menggunakan obat-obatan alam dan hasilnya. . . sembuh total dalam kurun waktu 3-10 bulan dengan rutin memakai obat dari alam tersebut. . .

sudah banyak toko-toko obat herbal dan Tradisional China di Indonesia seperti Tianshi,dsb.
tapi ada juga yang dari produk indonesia seperti Diant Herbal (bisa dilihat situsnya di sini) ,dan masih banyak lainnya.

silahkan coba obat-obatan herbal bagi pendrita kanker ataupun penyakit berat lainnya, dan buktikanlah, presentasi kesembuhan lebih besar dibanding obat-obatan medis.
karena alam telah menyadiakan obatnya, tiada penyakit yang tidak dapat disembuhkan!

Tetap semangat dan terus positive thinking bagi kalian penderita kanker, karena masih ada harapan buat kalian, sekalipun sudah stadium akhir.