Tampilkan postingan dengan label Obat Obatan Karya Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat Obatan Karya Tuhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011

Cara Mengatasi Kanker Payudara Secara Alami

Brokoli memang telah sering disebut-sebut sebagai salah satu sayuran yang mampu mencegah dan mengatasi kanker payudara. Hal ini telah dibuktikan melalui berbagai penelitian mengenai manfaat brokoli yang dilakukan para ilmuwan.

Senyawa kimia yang ditemukan pada sayuran ini mentargetkan sel-sel yang menjadi makanan bagi pertumbuhan tumor. Kandungan sulforaphane yang tinggi pada brokoli mampu membunuh sel-sel induk kanker ini, dan mencegah perkembangan atau penyebaran penyakitnya.

Para peneliti dari University of Michigan telah berhasil menyelesaikan uji laboratorium terhadap tikus dan kultur-kultur sel. Penulis studi ini, Profesor Duxin Sun, mengatakan, "Sebelumnya telah sering dipelajari bagaimana pengaruh sulforaphane pada kanker, namun studi ini menunjukkan bahwa manfaatnya adalah dalam menghambat sel-sel induk kanker payudara."

Setiap tahun, di Inggris ditemukan sekitar 46.000 kasus kanker payudara, dengan kasus kematian sebanyak 12.000. Perawatan kemoterapi belakangan ini tidak bekerja melawan sel-sel induk kanker, yang menyebabkan penyakit ini bisa timbul kembali dan menyebar ke area lain. Menyingkirkan sel-sel induk kanker diyakini sangat penting untuk mengontrol perkembangan tumor.

Karena percobaan laboratorium ini tidak diujikan pada pasien kanker payudara, para peneliti hanya menyarankan agar kita tidak menambahkan suplemen sulforaphane dalam pola makan kita. Hal ini dimaksudkan sebagai antisipasi untuk mencegah atau mengatasi kanker.

Saat ini mereka juga sedang mengembangkan metode mereka sendiri untuk mengekstrak dan melindungi bahan kimia tersebut, dan akan melanjutkan percobaan klinis untuk menguji prosesnya.


Herbal Itu Enak Lho!!!!!!!!!

Jangan dikira makanan cuma bisa memuaskan selera dan mengusir lapar. Banyak sudah penelitian membuktikan, makanan juga punya khasiat obat. Begitu kuatnya efek terapi makanan sampai-sampai tercipta ungkapan an apple a day keeps the doctor away.

Makanan yang sederhana sekali pun bisa membebaskan tubuh dari penyakit. Contohnya jahe, madu, jeruk, wijen, dan ikan. Berbagai hal bisa dilakukan makanan, dari membantu menyapu racun dari tubuh kita, menguatkan tulang, meningkatkan sistem imun, hingga menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Apa saja makanan yang bisa mengisi ‘kotak obat’ Anda?

1. Jahe (atasi gangguan pencernaan dan nyeri haid)
Para penelitian di laboratorium di Universitas Michigan, AS, menemukan bahwa jahe dapat membunuh sel-sel kanker indung telur. Mereka menggunakan bubuk jahe yang dilarutkan lalu dioleskan pada kultur sel kanker.

“Kami mendapati bahwa jahe menyebabkan sel mati seperti halnya kemoterapi, bahkan lebih baik daripada obat kemoterapi yang kerap digunakan untuk terapi kanker indung telur,” ujar dr Jennifer Rhode, salah seorang peneliti itu. Selain itu, jahe juga efektif mengatasi gangguan pencernaan dan nyeri haid.

“Campurkan minyak esensial dari jahe dengan minyak flaxseed atau almond dan balurkan ke perut atau teteskan pada air mandi,” kata Janella Purcell, ahli naturopati dan penulis buku Janella Purcell’s Elixir.

2. Madu (mengatasi infeksi luka)
“Madu telah digunakan dalam pengobatan luka selama berabad-abad,” ungkap dr Rose Cooper dari University of Wales Institute. Masyarakat Mesir kuno sangat bergantung pada properti menyembuhkan yang dipunyai madu. Masyarakat India, China, Yunani, dan Romawi juga memanfaatkan madu. Di Inggris, madu bahkan digunakan untuk mengobati pasien di rumah sakit hingga tahun 1970-an.

Di Wales, para ilmuwan menggunakan madu manuka untuk menyembuhkan luka dan melawan bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Madu manuka aktif mengandung komponen antibakteri yang hanya ditemukan pada madu yang diproduksi dari tanaman leptospermum. Komponen antibakteri ini disebut unique manuka factor (UMF).

Namun, tidak semua madu yang diekstrak dari semak-semak manuka bersifat aktif. Keaktifan ini ditentukan melalui tes laboratorium untuk mendapatkan tingkat UMF-nya.

Manuka (bahasa Maori) adalah tanaman semak yang banyak tumbuh di Selandia Baru dan Australia bagian tenggara. Daun tanaman bernama Latin Leptospermum scoparium ini biasa digunakan sebagai teh.

3. Jeruk & "grapefruit" (meringankan osteoporosis)
Sebuah studi di Texas, AS, menjumpai bahwa dosis reguler jus jeruk dan grapefruit pada tikus percobaan dapat membangun kekuatan tulang dan mencegah pengeroposan tulang. “Pengikisan kepadatan tulang disebabkan oleh meningkatnya oksidan yang dapat merusak sel-sel tulang,” ujar salah seorang peneliti, dr Bhimu Patil. Dalam studi tersebut, baik jus jeruk maupun grapefruit bermanfaat meningkatkan antioksidan dalam sistem tubuh tikus

4. Ikan (menurunkan kadar kolesterol)
Ikan kaya akan asam lemak omega-3 yang mampu meningkatkan fungsi otak dan menurunkan kolesterol. “Pilihlah ikan liar karena ikan ternak sudah diberi pangan buatan yang dapat menurunkan kadar omega-3. Warna ikan ternak juga sudah dipengaruhi oleh pewarna dalam makanannya,” tutur Petrea King, penulis buku Food For Life.

Sayang sekali, ikan berkualitas terbaik umumnya sangat mahal, seperti salmon, tuna, dan trout pelangi. “Sardin juga baik, sekalipun sardin kalengan. Jadi banyak-banyaklah makan ikan sebagai pengganti daging merah,” tambahnya. @

5. Wijen (mengatasi sembelit, eksim, kolesterol tinggi)
Biji wijen mengandung kalsium, asam lemak esensial, mangan, tembaga, juga vitamin B1 dan E. Terkandung juga antioksidan kuat yang disebut lignan, yang bersifat antikanker dan fitosterol yang ampuh untuk menurunkan kolesterol tinggi. Wijen berguna dalam menjaga pencernaan agar tidak sembelit dan memerangi eksim. Biji wijen bisa disajikan bersama aneka rupa makanan, seperti roti, kue, salad, dll. @


6. Miso (atasi gangguan pencernaan)
Sudah lebih 2.000 tahun miso dipercaya dapat memperbaiki gangguan pencernaan. Makanan berbahan kacang kedelai ini punya banyak manfaat, dari meningkatkan bakteri baik dalam usus, memperlancar pencernaan, dan menyeimbangkan kadar gula darah. “Belilah miso yang tidak dipasteurisasi dan jangan memasaknya sampai mendidih karena nutrisi yang ada bisa rusak atau lenyap,” ujar Janella Purcell.

Jika Anda belum pernah makan miso, mulailah dengan miso shiro atau young white rice. Santap bersama kraker atau taburkan dalam sup. Simpan miso dalam wadah dari keramik atau kaca (beling). Bila disimpan dalam wadah berbahan plastik, miso dapat menyerap racun dari plastik. @

7. Flaxseed (atasi migrain, kolesterol tinggi, dan penyumbatan pembuluh arteri)
Flaxseed yang masih dalam bentuk biji maupun yang sudah dibuat minyak mengandung alfa linoleat (ALA), yakni asam lemak omega-3 yang dapat membantu mencuci arteri, meningkatkan sistem imun, dan menurunkan kolesterol. Flaxseed juga mengandung magnesium, potasium, vitamin B, serat, protein, dan seng. “Ini sangat bagus untuk meredakan migrain,” ujar Purcell.

Untuk mendapatkan nutrisi flaxseed, ia menyarankan menambahkan minyak flaxseed ke dalam salad atau sereal. Jangan memanaskannya atau menyimpannya terlalu lama (tak boleh lebih dari enam minggu). Beberapa tetes minyak flaxseed pada air mandi dapat membuat kulit halus. @

8. Bluberi (menangkal radikal bebas)
Pigmen warna biru tua dalam bluberi merupakan sumber antioksidan, yaitu molekul vital dalam tubuh kita yang sanggup menangkis racun radikal bebas.

“Radikal bebas adalah konsekuensi alami dari proses dan aktivitas muskular di dalam tubuh. Ketika kita merokok atau mengonsumsi makanan tinggi lemak juga akan membentuk radikal bebas di dalam tubuh,” kata Petrea King.

Dianjurkan memilih bluberi ketika sedang musim, saat buah ini sangat kaya akan warna birunya. Bluberi bertambah kualitas antioksidannya pada satu atau dua minggu terakhir menjelang kematangannya. Tambahkan kelezatan sereal Anda dengan menambahkan bluberi. Lezat juga dicampur dengan yoghurt atau salad

9. Yoghurt (meringankan sakit perut)
Bakteri baik di usus kita bisa tergilas ketika kita stres atau mengonsumsi obat antibiotik. Padahal tanpa tersedianya bakteri baik yang cukup, bakteri jahat akan berkembangbiak dan merajalela. “Kita memerlukan bakteri baik untuk mendapatkan nutrisi dari makanan yang kita konsumsi,” ujar King.

Ia menambahkan, yoghurt sangat baik sebagai bekal berwisata. Makanan lokal di tempat wisata kadang mudah mengiritasi pencernaan. Nah, gangguan ini bisa segera diatasi dengan yoghurt. Menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus juga sangat penting bagi orang yang sedang dalam pemulihan dari sakit atau tengah menghadapi stres. Yang terbaik tentu memilih minuman probiotik dan yoghurt alami (tanpa tambahan gula maupun perasa buah) yang mengandung acidophilus atau bifidus bacteria. @

10. cokelat (mengatasi tekanan darah tinggi)
Anda suka cokelat? Boleh saja, asal pilih dark chocolate. Biasanya cokelat hitam mengandung lebih banyak kakao yang kaya akan magnesium, serta endorfin peningkat mood, juga merupakan sumber antioksidan. Cokelat hitam dapat membantu menormalkan lemak darah dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Makin tinggi persentase kakao yang dikandung cokelat, makin baik. “Beberapa cokelat mengandung 70 persen kakao. Tetapi, jangan terlalu rakus, karena kita juga akan mengasup terlalu banyak gula,” kata King. @

11.. Plum umeboshi (mengatasi sakit perut, kelelahan, peningkatan asam, reflux, morning sickness).
Jika Anda sakit perut, pakai ilmu para samurai, yakni makan umeboshi, plum Jepang Buah sejenis aprikot ini biasa dipanen sebelum benar-benar matang, lalu direndam dalam air yang diberi daun shiso merah yang kaya akan mineral. Umeboshi umumnya dibuat acar atau asinan.

Sekitar abad ke-17 hingga ke-19 para prajurit Jepang biasa makan umeboshi untuk mengusir sakit perut dan keletihan akibat berlebihnya asam dalam tubuh yang tidak bisa diurai oleh metabolisme. Plum ini membantu meredakan sakit perut dengan mengurangi keasaman dan mengembalikan keseimbangan asam dalam tubuh.

“Makanan Jepang ini merupakan obat mujarab. Umeboshi dapat menyeimbangkan asam tubuh karena memiliki sifat basa yang poten,” ujar Esther Cohen, Direktur Seven Bowls School of Nutrition, Nourishment, and Healing, Boulder, Colorado, AS.

Ketika kita makan secara normal perut akan melepaskan asam hidroklorik untuk memulai mencerna. Beberapa saat kemudian pankreas akan mengeluarkan bikarbonat untuk menetralkan asam. Tanpa proses netralisasi ini, misalnya karena enzim pankreas tidak dapat berfungsi, tubuh tidak akan dapat mencerna makanan secara efektif. Akibatnya asam pun berlebih dan akan mengiritasi daerah perut.

Mengonsumsi banyak makanan yang membentuk asam tubuh, seperti gula dan daging dapat menghantam keseimbangan asam dan bikarbonat, sehingga mengganggu pencernaan. Namun, umeboshi plum, raja makanan bersifat basa ini bakal mengembalikan keseimbangan itu dengan cara yang lezat. Selain itu umeboshi juga sanggup mengatasi mual di pagi hari (morning sickness) pada ibu hamil, serta gangguan berbaliknya makanan dari lambung (reflux).

“Dengan mengonsumsi 10 gram umeboshi plum, kita dapat menetralisasi asam yang terbentuk setelah mengasup 100 gram gula,” ungkap Cohen.

Umeboshi kaya akan mineral seperti kalsium, potasium, dan magnesium yang dapat membantu mengurangi keasaman. Asam organik dalam plum, terutama sitrat dan fosforik, juga membantu menjaga tingkat basa dalam tubuh dengan menempel pada mineral dan meningkatkan daya penyerapan asam di dalam usus

Selasa, 22 November 2011

Manfaat Buah Bit

Bit Kaya Akan Karbohidrat Yang Mudah Menjadi Energi Serta Zat Besi Yang Membantu Darah Mengangkut Oksigen Ke Otak. Bit Berwarna Merah, Warna Ini Disebabkan Oleh Gabungan Pigmen Ungu Betasianin Dan Pigmen Kuning Betasantin.

Kandungan Bit:
Asam Folat 34%, Fungsi : Menumbuhkan dan mengganti sel-sel yang rusak ,
Kalium 14,8%, Fungsi : Memperlancar keseimbangan cairan di dalam tubuh,
Serat 13,6%,
vitamin C 10,2%, Fungsi : Menumbuhkan jaringan dan menormalkan saluran darah,
Magnesium 9,8%, Fungsi : Menjaga fungsi otot dan syaraf,
Triptofan 1,4%,
Zat Besi 7,4%, Fungsi : Metabolisme energi dan sistem kekebalan tubuh,
Tembaga 6,5%, Fungsi : Membentuk sel darah merah,
Fosfor 6,5%, Fungsi : Memperkuat tulang,
Caumarin yang berfungsi untuk mencegah tumor, dan
Betasianin sebagai pencegah kanker.
Manfaat Bit:
Banyak sekali manfaat dari buah yang satu ini. Berikut ini sebagian dari manfaat yang akan kita dapatkan dari mengkonsumsi buah Bit.

Sebagai obat hati dan kantong empedu.
Menghancurkan sel tumor dan sel kanker.
Memperkuat fungsi darah dan mengatasi anemia.
Memproduksi sel-sel darah merah.
Menurunkan kadar kolesterol.
Membersihkan dan menetralkan racun di dalam tubuh.
Memperkuat sistem peredaran darah dan sistem kekebalan.
Melawan infeksi dan radang serta mengatasi masalah batu ginjal.
Memberi tenaga dan menyeimbangkan tubuh.
Cara Membuat Jus Untuk Pengobatan Anemia:
Cuci buah bit
Kupas kulitnya
Potong dan masukkan dalam blender atau diparut
Kemudian peras ambil airnya (untuk 1 gelas)
Tuangkan ke dalam gelas dan siap diminum
Mengkonsumsi jus bit, menurut peneliti, bisa membantu Anda berolahraga lebih lama tanpa rasa capek. Selain itu, setengah liter jus bit sehari efektif untuk menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kesehatan.

Just bit, terang peneliti, menunjukkan hasil yang mencengangkan karena manfaatnya melebihi rutinitas olahraga teratur di bawah pengawasan pelatih profesional. Dan meskipun rasanya mungkin tidak bisa memuaskan selera Anda, dampaknya bisa dirasakan oleh semua orang, mulai dari atlet hingga pensiunan yang bahkan tidak punya cukup energi untuk berjalan ke supermarket.


Oksigen
Dalam studi ini, para peneliti melibatkan delapan laki-laki muda sehat untuk melengkapi rangkaian tes bersepeda. Mereka diminta melakukan dua kali tes bersepeda, setelah minum jus bit sekali sehari selama 6 hari dan setelah minum blackcurrant cordial (minuman yang terbuat dari sejenis berry).

Studi yang dipublikasikan di Journal of Applied Physiology ini melaporkan, setelah minum jus bit, partisipan menggunakan lebih sedikit oksigen saat diminta bersepeda dengan kecepatan lambat. Hal ini menunjukkan, terang peneliti, kalau otot-otot mereka bisa melakukan kerja dalam jumlah yang sama dengan menggunakan energi yang lebih sedikit. Saat diminta bersepeda dengan jarak sesuai kemampuan, partisipan bisa mengayuh beberapa menit lebih lama dibandingkan saat sebelum minum jus bit.

Efek Nitrat
Setelah minum jus bit, lanjut peneliti, partisipan mengalami penambahan stamina sebesar 16%. Artinya, mereka yang biasanya kehabisan energi setelah jogging selama 1 jam mendapat ekstra waktu 10 menit. Selain itu, mereka bisa mencapai jarak yang sama dalam waktu yang lebih cepat.

“Kami sangat terkejut dengan efek jus bit dalam pengurangan pengeluaran oksigen, karena efek ini tidak bisa diperoleh dengan cara lain, termasuk program olahraga,” tutur salah seorang peneliti Andy Jones, seperti dikutip situs dailymail. Tentu saja Anda akan lebih fit setelah berolahraga, tetapi penggunaan oksigen Anda tetap sama.

Manfaat ini, terang peneliti, disebabkan oleh kandungan nitrat yang tinggi dalam jus bit. Zat kimia ini, menurut peneliti, juga bisa ditemukan pada sayuran hijau seperti kol dan bayam, khususnya pada konsentrat jus.

“Meskipun studi ini menggunakan jus bit yang dijual di pasaran, Anda akan mendapatkan manfaat yang sama dengan mengonsumsi jus yang dibuat di rumah,” terang Jones. (OL-08)

Kamis, 04 November 2010

Hembing: Pemanfaatan Herbal Untuk Kesehatan & Pengobatan Penyakit

Saat ini dengan kembali maraknya gerakan kembali ke alam (back to nature), kecenderungan penggunaan bahan obat alam/ herbal di dunia semakin meningkat. Gerakan tersebut dilatarbelakangi perubahan lingkungan, pola hidup manusia, dan perkembangan pola penyakit. Slogan back to nature yang menunjukan minimnya efek negatif yang ditimbulkan dari penggunaan tumbuhan obat dan juga ekonomis menarik minat masyarakat untuk kembali menggunakan obat-obatan dari bahan alami. Saat ini, semakin banyak industri farmasi baik di negara industri maupun di negara-negara berkembang seperti di Indonesia yang mulai mengembangkan obat-obatan yang bahan bakunya diambil dari alam.
Pemanfaatan Herbal Untuk Kesehatan & Pengobatan Penyakit
Hembing Fri, 20 Jul 2007 15:45:00 WIB
Kondisi tubuh yang sehat dan bugar merupakan dambaan setiap orang, namun timbulnya penyakit terkadang tidak terduga dan tidak bisa dihindari. Ancaman penyakit bagi tubuh bisa terjadi setiap saat. Adanya perubahan pola hidup telah mengakibatkan perkembangan pola penyakit sehingga timbul berbagai macam penyakit.
Pola kehidupan modern menuntut seseorang untuk bergerak cepat dalam upaya memenuhi berbagai tuntutan kehidupan, sehingga mengakibatkan kelelahan, kurang istirahat, stres, dan faktor-faktor lain yang menyebabkan banyak orang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Pola kehidupan modern juga berdampak pada pencemaran lingkungan serta pencemaran makanan oleh zat kimia. Kita menghirup udara kotor yang jenuh dengan asap, partikel-partikel debu, karbon monoksida dan bahan pencemar lainnya.
Kita juga mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung bakteri, zat karsinogen, dan zat-zat kimia berbahaya lainnya. Kondisi tersebut dapat menekan kerja sistem immun yang menyebabkan mikrobia patogen seperti virus dan bakteri mudah masuk menyerang tubuh sehingga menimbulkan berbagai penyakit.
Kondisi daya tahan tubuh dapat mengalami naik-turun. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain oleh pola hidup seperti pola makan, pola pikir, dan aktivitas sehari-hari. Apabila proporsi salah satu faktor tersebut tidak lagi seimbang pada tubuh, akan mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh.
Gangguan kesehatan yang dapat timbul karena menurunnya daya tahan tubuh sebenarnya dapat diminimalisasi dengan penerapan prinsip-prinsip hidup sehat alami dalam kehidupan sehari-hari, Hidup serasi dengan alam dan penerapan pola hidup alami dengan 3 G, yaitu Gizi seimbang, Gerak badan, dan Gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari tentunya dapat meningkatkan kualitas kesehatan.
Pemanfaatan Tanaman Obat untuk Kesehatan Keluarga
Sejak dahulu bangsa Indonesia telah mengenal dan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat atau herbal sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi masalah kesehatan. Alam Indonesia telah menyediakan berbagai solusi dalam menjaga kesehatan, salah satunya melalui terapi tumbuhan berkhasiat obat. Pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan obat tersebut merupakan warisan budaya bangsa berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diwariskan secara turun temurun hingga ke generasi sekarang. Sekarang ini beberapa tumbuhan obat telah dikembangkan dan diantaranya telah diteliti untuk menguji efektifitasnya.
Saat ini dengan kembali maraknya gerakan kembali ke alam (back to nature), kecenderungan penggunaan bahan obat alam/ herbal di dunia semakin meningkat. Gerakan tersebut dilatarbelakangi perubahan lingkungan, pola hidup manusia, dan perkembangan pola penyakit. Slogan back to nature yang menunjukan minimnya efek negatif yang ditimbulkan dari penggunaan tumbuhan obat dan juga ekonomis menarik minat masyarakat untuk kembali menggunakan obat-obatan dari bahan alami. Saat ini, semakin banyak industri farmasi baik di negara industri maupun di negara-negara berkembang seperti di Indonesia yang mulai mengembangkan obat-obatan yang bahan bakunya diambil dari alam.
Obat dari bahan alam/herbal diposisikan sebagai antioksidan (menangkal radikal bebas), imuno-modulator (meningkatkan sistem immun) dan mencegah penyakit degeneratif.
Kondisi perekonomian yang terpuruk yang dialami bangsa kita berdampak juga dengan melonjaknya biaya pengobatan dan harga obat-obatan. Di sisi lain, adanya kenyataan bahwa tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pengobatan semakin meningkat. Sementara taraf kehidupan sebagian masyarakat kita masih banyak yang kemampuannya pas-pasan. Maka dari itu, pengobatan tradisional yang ekonomis merupakan solusi yang baik untuk menanggulangi masalah tersebut.
Berikut ini beberapa contoh pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi gangguan kesehatan pada keluarga .
PANAS/DEMAM
- 15 gram pegagan + 3 siung bawang merah + 15 gram meniran, dicuci bersih, direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, tambahkan 2 sendok teh madu, diminum.
(catatan : untuk dewasa diminum sekaligus dan lakukan 2 kali sehari. Untuk anak-anak dibagi menjadi 2-3 kali minum.)
- 4 siung bawang merah dihaluskan + 1 buah air perasan jeruk nipis + minyak kayu putih. Semua bahan dicampur dan diaduk rata, lalu dikompreskan pada ubun-ubun, leher, dada dan punggung anak. (pemakaian luar untuk panas pada anak)
BATUK
5 lembar daun sirih + 25 gram kencur (diris-iris) + 10 gram kulit jeruk mandarin kering + gula batu. Semua bahan dicuci bersih lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum.
(untuk dewasa diminum sekaligus dan lakukan 2 kali sehari. Untuk anak-anak 5 tahun ke atas dibagi 3 kali minum.)
SAKIT KEPALA
90 gram daun lidah buaya (dikupas kulitnya) + 15 gram jahe + gula aren, dicuci bersih dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, airnya diminum hangat. Lakukan 2-3 kali sehari.
DIARE
15- 30 gram daun jambu biji segar dan 20 gram kunyit, dicuci bersih, kunyit dipotong-potong, lalu keduanya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari.
NYERI LAMBUNG/MAAG
30 gram temu lawak + 20 gram kunyit + 25 gram kencur + 80 gram daun lidah buaya (dikupas kulitnya). Semua bahan dicuci bersih dan dipotong-potong,
Pegal Linu, Rematik
30 gram jahe merah + 30 gram temulawak + 30 gram lengkuas + 30 gram kencur + 2 batang sereh + gula aren. Semua bahan dicuci bersih dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
Infeksi Saluran Kemih, Anyang-Anyangan
30 gram tumbuhan kumis kucing + 60 gram akar alang-alang segar + 60 gram rambut jagung, dicuci bersih lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
Bila mengkonsumsi obat herbal sebaiknya tidak bersamaan dengan obat dokter, beri jarak waktu sekitar 2 jam antar keduanya. Hal tersebut untuk menghindari efek negatif atau adanya interaksi farmakokinetik dengan obat-obat konvensional.
***********

Jumat, 15 Oktober 2010

Herbal Pemecah Batu Ginjal

Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Guru Besar Departemen Farmasi Fakultas MIPA UI, menyatakan bahwa beberapa tanaman obat sebenarnya layak disebut herba rasional karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas, dan keamanannya.

Efek Farmakologis

Berdasarkan penelitian diketahui bahwa pengaruh infus daun tempuyung dan infus daun kumis kucing terhadap kelarutan kalsium batu ginjal secara in vitro sebagai berikut:
Kadar kalsium batu ginjal yang terlarut dalam infus daun tempuyung dan infus daun kumis kucing dipengaruhi oleh kadar kalium dalam cairan infus dan kemungkinan adanya senyawalain yang menambah kelarutan kalsium batu ginjal.
pada kadar infus 0.5%, 1% dan 2% kadar kalsium batu ginjal yang terlarut dalam infus daun tempuyung lebih baik daripada infus daun kumis kucing.
Pada kadar infus 5%, 7.5% dan 10%, kadar kalsium batu ginjal yang terlarut dalam infus daun kumis kucing lebih baik daripada infus daun tempuyung (Agus Tri Cahyo, FF UGM 1990)
Pada uji toleransi glukosa oral, pengaruh infus kombinasi daun sambiloto dan daun kumis kucing dibandingkan dengan infus kedua tumbuhan secara tunggal terhadap perubahan kadar glukosa darah kelinci diperoleh hasil sebagai berikut:
Pemberian infus daun kumis kucing 0.129 g/kg bb tidak dapat menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan kontrol
Pemberian infus daun sambiloto 0.3 g/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah kelinci secara nyata.
Pembierian infus kombinasi (daun kumis kucing 0.129 g/kg bb dan daun sambiloto 0.3 g/kg bb) mempunyai efek penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan infus daun sambiloto saja, bahkan mempunyai efek yang sebanding dengan suspensi glibenklamid (Minggawati, FF WIDMAN 1990)
Berdasarkan perbandingan khasiat peluruh kecing (diuretik) infus daun muda dan daun tua tanaman kumis kucing pada kelinci, diperoleh hasil bahwa infus 20% daun muda yang paling efektif sebagai diuretik (terutama pada menit ke -45). Selanjutnya, tidak ada peningkatan. Kesimpulannya, daun muda lebih efektif sebagai diuretik, awal kerja yang cepat dan masa kerja yang relatif singkat (Ninuk Kus Dasa Asiafri Harini, JB FMIPA UNAIR 1989).
Kadar sinensetin dalam daun kumis kucing yang tertinggi terdapat dalam daun tua yang berbunga (0.365%), sedangkan yang terkecil berasal daru daun muda yang berbunga putih (0.095%).
Contoh Pemakaian
Infeksi ginjal, sembab karena timbunan cairan dalam jaringan, hipertensi.
Cuci herba segar kumis kucing, herba daun sendok, rumput lidah ular, masing-masing 30g, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersesa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Infeksi saluran kencing, sering buang air kecil (sedikit dan anyang-anyangan)
Sediakan herba segar daun kumis kucing, meniran dan akar alang-alang masing-masing 30g, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, potong-potong seperlunya, kemudian rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa separonya. Seteelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Kencing Batu
Cuci 90g herba kumis kucing, lalu rebus dalam 1 liter air. Biarkan mendidih sampai tersisa 750 cc. Setelah dingin minum 3 kali sehari, masing-masing 1/3 bagian. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Kencing Manis
Cuci daun kumis kucing dan sambiloto segar masing-masing 7 lembar, 3/4 jari batang brotowali, lalu potong-potong seperlunya. Rebus semua bahan dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 2 gelas. Selanjutnya dinginkan dan saring. Ramuan ini dapat diminum pagid dan sore gari, masing-masing 1 gelas. 1/2 jam sebelum makan. Meskipun ramuan ini rasanya pahit, jangan ditambah madu ataupun air gula.
Sumber: Atlas tumbuhan Obat Ind/Dr. Setiawan Dalimartha/Hd

Senin, 06 September 2010

Delima (Punica granatum L.), Menghadang Infeksi HIV

Buah Delima termasuk buah yang termaktub dalam AlQuran. Keajaiban khasiatnya secara medis juga telah terkuak. Mahasiswa Unsyiah melakukan kajian, Analisis potensi pemanfatan buah delima (punica granatum sebagai pembunuh virus (virusid) dan anti HIV I yang resisten nucleotida dan non nucleotide berdasarkan tinjauan ilmiah dan Al-Quran, menjuarai lomba karya tulis ilmiah Islam nasional yang berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Karya ilmiahnya berjudul “Analisis potensi pemanfatan buah delima (punica granatum sebagai pembunuh virus (virusid) dan anti HIV I yang resisten nucleotida dan non nucleotide berdasarkan tinjauan ilmiah dan Al-Quran,” dipilih sebagai makalah terbaik oleh dewan juri lomba
Buah delima memang unik. Bila buah yang berbentuk buni ini dibelah dua, akan terlihat tumpukan biji yang berdempetan satu sama lain. lalu dimana daging buahnya? Daging buah delima menempel pada biji, menyerupai selaput pembungkus biji, menyerupai selaput pembungkus biji. Rasanya asam-asam manis, segar di lidah.
Untuk mendapatkan daging buahnya, keseluruhan biji harus turut dikulum. Persis memakan buah markisah. Bedanya markisah biasa ditelan bersama bijinya, buah delima tidak demikian. Umumnya bagian biji tidak ikut dimakan karena keras dan bila tergigit menimbulkan rasa baru yang membuat daging buah delima tak seenak dan sesegar semula.
Khasiat tak ternilai
Tak salah pepatah mengatakan berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Jika mau sedikit repot memakan buah delima, Anda akan menuai manfaat yang tak ternilai harganya. Buah delima menyimpan khasiat bagi kesehatan, suatu anugerah yang tak bisa dinilai dengan uang.
Daging buah delima berkhasiat sebagai penyejuk dan dapat digumakan mengobati sariawan, suara serak, sakit di tenggorokan, cacingan, perut kembung, rematik, sering buang air kecil, menurunkan tekanan darah tinggi, bahkan menurunkan berat badan. Biji delima yang sering dibuang juga menyimpan khasiat antara lain dapat menurunkan demam dan menyembuhkan batuk.
Menghadang kerja virus
Rupanya khasiat delima tak hanya terpendam pada daging buah dan biji. Sejumlah penelitian membuktikan kulit kayu, kulit akar, kulit buah, dan bunga delima juga potensial mengobati penyakit.
Contohnya bunga delima, dapat mengobati radang gusi dan bronkitis. Begitu dengan bagian kulit buah yang oleh masyarakat Cina disebut shi liu pi, merupakan obat alami mengatasi radang tenggorokan, radang telinga, keputihan dan perdarahan.
Contohnya bunga delima ini kini menkadi perhatian para ilmuwan kedokteran karena berpotensi mengendalikan penyebaran infeksi di dalam tubuh, termasuk infeksi karena virus HIV penyebab penyakit AIDS.
Jadi, masih tidak tertarik mencoba delima?
Pengobatan tradisional dengan delima
Sering buang air kecil
Sediakan 1 buah delima masak yang masih segar lalu ambil isi berikut bijinya. Tambahkan segenggam kucai yang sudah dicuci bersih dan dipotong seperlunya. Rebus bahan dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin saring. Minum ramuan 2 kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas.
Keputihan
Sediakan 30 gram kulit delima kering dan 15 gram herba sambiloto kering. Cuci bersih, lalu rebus dengan 1 liter air, sampai airnya bersisa separuhnya. Setelah dingin, saring air rebusan. Lalu bagi menjadi 3 bagian untuk diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan malam. Ramuan ini juga dapat digunakan untuk mencuci vagina.
Batuk yang sudah berlangsung lama
Sediakan buah delima yang belum terlalu masak. Di malam hari sebelum tidur junyah bijinya sampai halus, setelah itu buang dan jangan ditelan.
Menurunkan berat badan
Sediakan 2 buah delima yang masih muda. Ambil isinya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air masak dan sedikit garam. Remas sampai merata lalu peras dengan kain. Minum air perasan sekaligus. Lakukan setiap hari sampai kelihatan hasilnya.
Diambil dari : human health

Keajaiban Buah Tin

Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: "Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun" (Qs: At Tiin: 1)
Para pakar kesehatan sangat menganjurkan kepada kita untuk makan atau
menkonsumsi Buah Tin, buah Tin ini membantu proses pembersihan racun
dari dalam tubuh kita, mencegah kanker usus serta penyakit yang
berkaitan dengan perut.

Menurut sebuah kajian yang dilakukan University Rutgers di New Jersey,
As, menyebutkan bahwa buah Tin mengandung antioksidan yang dapat
menghalangi karsinogen yang menjadi penyebab kanker. Buah Tin juga
mengndung Omega 3 serta Omega 6, yaitu sejenis lemak yang berperan dalam
pencegahan penyakit jantung.
Buah Tin juga kadar lemaknya rendah, rendah sodium, rendah kalori dan
bebas kolestrol, yang pasti sangat sesuai dan pas dikonsumsi oleh para
penderita diabetes atau penyakit gula.
Buah Tin yang namanya termaktub dalam salh satu Ayat Al – Qur’an,
seperti juga Khasiat Buah Anggur
yang terdapat dalam kitab suci Umat Islam tersebut. Menurut hasil
penelitian medis terbaru, selain dapat mencegah penyakit kanker, buah
ini juga mengandung zat yang sanagt penting untuk tubuh manusia.
Dalam buah Tin terkandung zat yang dapat mengurangi kolestrol jahat,
menguatkan jantung dan menormalkan saluran pernafasan bagi para
penderita asma / sesak nafas.
Buah tin selain mengandung serat yang sangat tinggi, dimana setiap 100
gr buah tin kering terkandung 12,2 gram serat , dan juga terdapat zat
Benzaldehyde, sebuah zat yang dapat menghambat pertumbuhan tumor.
Umumnya Orang Indonesia lebih banyak mengkonsumsi buah ini dalam racikan
yang diawetkan. Orang yang pualng dari tanah suci sering membawa buah
Tin sebagai bingkisan obat untuk sahabat serta keraba di tanah air. Saat
ini buah Tin mulai dibudidayakan di Indonesia, walau buah ini rasanya
tidak selezat buah – buah yang lain, namun buah ini punya beberapa
keunggulan dan kelebihan yang pantas untuk kita konsumsi.

Kamis, 02 September 2010

Bukti Kebesaran Tuhan Lewat Temu Putih

Menurut hasil penelitian, curcumin menghambat sel promyelocitik leukemia HL-60 (dalam kanker darah) dengan konsentrasi rendah sekitar 3,5 mikrogram/ml. Bahkan, daya hambat curcumin itu semakin tinggi bila dosisnya ditingkatkan. Sementara itu, sejumlah peneliti dari Jepang mengungkapkan kemampuan ginseng Vietnam. Laporan yang dipublikasikan di Medline itu menyebutkan, ginseng Vietnam dikenal memiliki khasiat untuk banyak penyakit serius dan meningkatkan kekuatan tubuh.

Terapi Kanker dari Alam
Di luar negeri dikenal curcumin dan ginseng Vietnam. di Indonesia ada temu putih, atau temu mangga. Tanaman-tanaman itu dapat dimanfaatkan untuk mengatasi tumor dan kanker.Sekali lagi tentang kanker. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan beberapa cara. Umumnya terapi dilakukan dengan menggunakan teknologi modern dan terapi kimia, yakni dengan obat-obatan berbahan dasar kimia.

Terapi yang paling sering dilakukan adalah kemoterapi, radioterapi, dan kombinasi. Pada umumnya, terapi-terapi tersebut memiliki efek samping yang membuat para penderita merasa tidak nyaman dan malah mengeluhkan mual, rasa terbakar, saraf perasa tak berfungsi untuk sementara, pencernaan terganggu, dan rambut rontok. Penelitian terhadap terapi pengobatan tumor dan kanker juga dilakukan di berbagai penjuru dunia. Salah satu contohnya adalah vaksin untuk mengendalikan sel-sel kanker yang ditemukan oleh pakar kedokteran di Kuba.

Penelitian juga dilakukan pada berbagai tanaman yang diduga memiliki khasiat obat. Di beberapa negara dan daerah, ada beberapa jenis tanaman yang mampu mengatasi tumor dan kanker. Contohnya temu putih dan keladi tikus yang banyak digunakan dalam ramuan antikanker oleh para terapis tradisional dan terapis herbal. Beberapa waktu lalu di Jakarta, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Sampurno mengemukakan, tanaman berkhasiat obat itu perlu dikembangkan. "Tanaman obat ini tak mengandung efek samping yang berarti bagi tubuh. Di samping itu, kita memiliki banyak pengalaman dalam menggunakannya secara turun-temurun. Karena itu, perlu peningkatan penelitian terhadap tanaman obat ini," katanya.

Antitumor Promoter

Banyak penelitian banyak melaporkan, pemicu tumor dan kanker berasal dari pengaruh dalam maupun luar tubuh. Pengaruh dari dalam tubuh berupa unsur genetika. Sedangkan pengaruh dari luar tubuh adalah lingkungan, seperti makanan, udara, dan faktor tekanan lingkungan.

Karsinogenik atau zat karsinogen merupakan unsur yang dinilai banyak pengaruhnya dalam menciptakan ketidaknormalan pertumbuhan sel dalam tubuh. Unsur yang bersifat racun bagi tubuh ini terdapat pada makanan dan lingkungan (seperti polusi udara).

Untuk pencegahan tumor dan kanker, cara yang paling penting adalah menghindari unsur karsinogen ini. Cara lainnya adalah mengonsumsi bahan-bahan yang terbukti menghambat atau mencegah pertumbuhan tumor atau kanker. Bahan-bahan inilah yang disebut antitumor promoter.

Salah satu antitumor promoter adalah curcumin (rimpang kunyit dan temu-temuan seperti temu putih). Menurut penelitian Kuo ML, Huang TS, dan Lin JK dari Toxicology College of Medicine, Universitas Nasional Taiwan, curcumin mengandung antioksidan dan juga antitumor promoter. Dalam laporannya yang dipublikasikan di Taipeh, Taiwan disebutkan, curcumin yang digunakan sebagai bumbu dan pewarna makanan itu memiliki zat aktif antioksidan, antiradang, dan antitumor.

Menurut hasil penelitian mereka, curcumin menghambat sel promyelocitik leukemia HL-60 (dalam kanker darah) dengan konsentrasi rendah sekitar 3,5 mikrogram/ml. Bahkan, daya hambat curcumin itu semakin tinggi bila dosisnya ditingkatkan. Sementara itu, sejumlah peneliti dari Jepang mengungkapkan kemampuan ginseng Vietnam. Laporan yang dipublikasikan di Medline itu menyebutkan, ginseng Vietnam dikenal memiliki khasiat untuk banyak penyakit serius dan meningkatkan kekuatan tubuh.

Para peneliti itu mengisolasi zat aktif dari ginseng, seperti protopanaxadiol-type saponin (ginsenosides-Rb1, -Rd2, -Re3, ginsenoside-Rg1, dan notoginsenoside R1. Unsur lainnya adalah ocotillol-type saponins seperti majonoside R1 dan majonoside R2. "Untuk mendapatkan agen kemopreventif kanker (antitumor promoter), kami menapis beberapa ekstrak tanaman dengan menggunakan efek inhibitori dari metode antigen virus Epstein-Barr (EBV-EA). Kandungan terbanyak adalah majonoside R2 yang ternyata paling kuat efeknya," begitu laporan tersebut. Kemampuan unsur ini ternyata lebih tinggi dibanding asam glisiretik yang dikenal selama ini sebagai antitumor promoter.

Arsenik

Sementara itu, zat arsenik (As) yang beracun ternyata bisa digunakan untuk pengobatan kanker darah atau leukemia. Arsenik yang digunakan sebagai pembunuh hama dan sangat mematikan bagi makhluk hidup ini mampu membantu sebanyak 90 persen dari 63 pasien leukemia.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim ahli dari Universitas Kedokteran di Teheran, Iran. Mereka menggunakan arsenik trioksida untuk mengobati acute promyeloctytic leukaemia. Namun, menurut Dr David Grimwade dari Guy's, dari King's & St Thomas's School of Medicine, Inggris, terapi ini merupakan kemoterapi tradisional yang sudah lama digunakan sebagai terapi kanker. Yang menarik, Ken Campbell dari Leukaemia Research Fund malah heran karena baru kali ini dia mendapati bahwa arsenik trioksida digunakan untuk terapi leukemia.

Antitumor Promoter di Indonesia

Prof Dr dr Sjamsuridjal Djauzi, direktur utama RS Kanker Dharmais (RSKD) mengatakan, penelitian berbagai terapi untuk kanker terus dilakukan. "Kami terus mencoba melakukan penelitian terhadap berbagai bahan dan metode untuk terapi kanker. Salah satunya seperti yang dilakukan di Kuba yang kami berminat untuk menerapkannya di sini, seperti lewat vaksin."

Langkah penelitian lainnya, lanjut Sjamsuridjal, adalah yang dilakukan oleh RSKD bekerja sama dengan Jurusan Farmasi FMIPA UI dan Jurusan Farmasi Universitas Tujuh Belas Agustus. Penelitian itu melibatkan tim yang terdiri atas Wan Lelly Heffen, Dewi Kristanti, Nurhuda, Erilia, Deby, Mirna, dan Ade Novi.

Penelitian mereka berupaya menekan tumor promoter dengan beberapa komponen dari obat hasil alam. Studi fitokimia ini mempunyai keuntungan besar pada aplikasi klinis. Soalnya, daya toksositasnya rendah sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Pengujian potensi sitotoksik beberapa jenis tumbuhan telah dilakukan di RSKD terhadap kanker serviks sel line. Tumbuhan itu antara lain Curcuma zeodoaria (temu putih), Curcuma domestica (kunyit), dan Curcuma mangga (temu mangga), serta Phaleria macrocarpa Boerl. (mahkota dewa).

Dari penelitian tersebut, ternyata rimpang segar temu putih mempunyai potensi kematian sel kanker di atas 50 persen. Kemampuan ini pada konsentrasi 50, 100, 150, dan 200 mikrogram/ml. Sedangkan untuk sediaan jadi temu putih (ZF kapsul) mempunyai potensi kematian sel kanker di bawah 50 persen pada dosis yang sama. Sementara itu, daging buah segar mahkota dewa memiliki potensi kematian sel kanker di atas 50 persen pada konsentrasi 100, 150, dan 200 mikrogram/ml.

Kesimpulan dari penelitian tersebut, jenis-jenis tumbuhan alam ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi antitumor promoter. Ini dilakukan sebagai pengobatan suportif pada kanker.

Sumber: Republika Online - Selasa, 30 Nopember 2004 - Penulis : wed