Tampilkan postingan dengan label Healthy Skin Center. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Healthy Skin Center. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Desember 2011

Tips Merawat Kulit Bayi Anda

Kulit bayi sangat halus tetapi rentan terhadap perubahan suhu, kekeringan dan infeksi. Karena kelenjar keringat belum sepenuhnya berkembang, kulit bayi sangat sensitif terhadap suhu dingin dan panas. Meskipun kelenjar sebasea sudah terbentuk di kulit, tetapi mereka belum menghasilkan cukup minyak. Akibatnya, kulit bayi cenderung mudah kering. 

Kulit bayi juga rentan terhadap infeksi karena sistem perlindungan terhadap mikroorganisme belum sepenuhnya terbentuk. Oleh karena itu, perawatan yang baik terhadap kulit bayi yang sensitif sangatlah penting pada bulan-bulan pertama kehidupannya.

Berikut adalah 7 tips yang sangat dianjurkan dalam perawatan kulit bayi:

1. Mandikan bayi beberapa hari sekali, tetapi bersihkan kulitnya setiap hari.

Dalam empat bulan pertama, Anda sebaiknya tidak memandikan bayi setiap hari. Para pakar perawatan bayi menganjurkan untuk memandikan bayi seminggu sekali, terutama pada satu-dua bulan pertama kehidupan. Sabun khusus bayi memang lebih ramah terhadap kulit bayi, tetapi penggunaannya tidak boleh terlalu sering. Untuk menjaga agar kulit bayi tidak mengering karena sabun, ke dalam air mandinya Anda dapat menuangkan beberapa tetes minyak zaitun atau baby oil.

Anda harus membersihkan kulit bayi setiap hari dengan menyeka, terutama di daerah popok dan lipatan-lipatan kulit. Untuk daerah popok, Anda cukup membersihkan dengan kain lembab tanpa sabun. Karena sering dibersihkan, daerah ini rentan terhadap iritasi kulit. Pemberian minyak zaitun atau baby oil dapat mencegah iritasi. Minyak tersebut membentuk lapisan tak terlihat pada kulit, yang mempertahankan kelembaban kulit sekaligus melindungi dari iritasi. Untuk perawatan lipatan kulit di kaki, tangan dan leher, ambillah sejumput kapas yang dibasahi air dan teteskan sedikit minyak untuk menyerap dan membuang kotoran. Daerah lipatan leher sangat rentan kotor karena residu air susu
Air yang digunakan untuk mandi atau menyeka sebaiknya memiliki kehangatan sedang, sekitar 37°C. Siapkan handuk hangat untuk membungkus dan menjadi alas sebelum dan sesudah bayi dibersihkan.

2. Lindungi bayi dari masalah kulit

Bayi dapat memiliki beberapa masalah atau kondisi kulit berikut:

Tanda lahir. Pada wajah dan leher bayi mungkin terbentuk tanda lahir berwarna kemerahan. Itu adalah kumpulan pembuluh darah– bukan ruam–karena tidak menonjol atau menyebabkan gatal. Penyebabnya adalah perubahan hormon setelah lahir. Tanda lahir ini biasanya akan memudar sendiri dalam beberapa minggu.  Anda tidak perlu mengobatinya.

Dermatitis. Kadang-kadang, bayi akan mengembangkan infeksi jamur di lipatan kulit. Jamur berjenis kandida sering menyebabkan ruam yang disebut dermatitis popok karena menyukai area yang hangat dan lembab. Lipatan leher bayi juga dapat menjadi lingkungan yang baik untuk kandida. Anda dapat mencegah dan mengatasi ruam dengan menjaga kulit tetap kering, misalnya dengan selalu memastikan popok dalam keadaan kering dan membedaki kulit bayi secukupnya. Bila ruam tidak membaik atau cenderung menyebar dalam beberapa hari, periksakan bayi Anda ke dokter. Dokter mungkin akan meresepkan krim sederhana untuk membunuh jamur tersebut.

Biang keringat. Dalam cuaca panas, kulit bayi dapat teriritasi oleh panas. Biang keringat akan muncul dalam bentuk benjolan-benjolan merah kecil di tempat yang sering basah oleh keringat, misalnya di area popok, ketiak, punggung dan leher. Menempatkan bayi di ruangan sejuk dan nyaman adalah cara terbaik untuk mencegah dan mengobati biang keringat. Pakaian longgar dan menjaga daerah yang terkena tetap kering juga dapat membantu.

Masalah lain. Pada kondisi kulit lainnya seperti eksim, jerawat, dermatitis seboroik, alergi, dll, Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter untuk perawatannya.

3. Lindungi bayi dari sinar matahari

Bayi pada tahun pertama kehidupannya tidak boleh terkena radiasi UV langsung. Pakaian rapat, topi dan kacamata hitam adalah sarana perlindungan terbaik terhadap UVA dan UVB matahari. Selain itu, Anda dapat memberikan krim perlindungan matahari (“tabir surya”) secukupnya pada kulit yang terbuka.

4. Gunakan kain berbahan katun

Usahakan untuk selalu mengenakan pakaian dan popok berbahan katun pada bayi. Katun bersifat ramah kulit, memiliki pori-pori, dan menyerap kelembaban. Hindarilah bahan sintetis.

5. Lindungi bayi dari cuaca dingin

Kulit bayi tidak cukup melindungi diri mereka dari cuaca dingin. Selimutilah bayi dengan pakaian dan selimut hangat bila dibawa bepergian yang membuatnya terpapar angin.

6. Gunakan minyak/balsem untuk menghangatkan

Dalam cuaca buruk, terutama di saat hawa dingin dan angin bertiup, disarankan untuk mengoleskan minyak kayu putih atau balsem penghangat khusus untuk bayi. Minyak ini beraroma wangi dan melindungi kulit dari cuaca buruk dan dehidrasi. Namun, berhati-hatilah ketika mengoleskan minyak/balsem tersebut jika bayi Anda memiliki ruam kulit, agar tidak memperparah kondisinya.

7. Lakukan pemijatan

Untuk kesehatan umum dan perawatan kulit bayi, Anda dapat melakukann pemijatan Untuk keperluan ini, Anda dapat menggunakan minyak zaitun atau minyak esensial lain yang tidak membahayakan bayi dan dapat memicu asma.




source: majalahkesehatan.com

blog editor: dr. wahyu triasmara

Kamis, 24 November 2011

3 Masker Alami untuk Mengatasi Jerawat

Salah satu masalah kulit yang mengganggu adalah jerawat. Noda merah di wajah itu membuat kulit tampak kotor dan tidak mulus. Belum lagi bekas jerawat yang sulit dihilangkan.

Jika telah mencoba berbagai produk namun jerawat tidak juga hilang, saatnya beralih ke perawatan alami. Ramuan alami ini dipercaya dapat mengobati masalah jerawat. Selain itu, bahan alami ini sangat mudah ditemukan.

1. Wortel
Seperti dikutip Become Gorgeous, wortel kaya akan kandungan vitamin A yang tidak hanya baik untuk mata tapi juga kulit. Masker wortel bisa meredakan peradangan pada jerawat sekaligus menghilangkannya.

Cara membuat masker: siapkan 2-3 buah wortel dan 3-4 sendok teh madu. Rebus wortel hingga matang, angkat, tunggu sampai dingin. Lalu hancurkan menggunakan garpu hingga halus. Tuangkan madu perlahan-lahan sambil diaduk hingga membentuk seperti pasta. Pulaskan masker ke seluruh wajah, diamkan lebih kurang 15-20 menit, kemudian bilas dengan air hangat.

2. Kayu manis
Kayu manis telah dipercaya sejak zaman nenek moyang untuk mengatasi jerawat yang membandel di kulit. Selain menyembuhkannya, kayu manis juga berfungsi untuk menghilangkan bekas jerawat.

Cara membuat masker: Bahan yang dibutuhkan adalah bubuk kayu manis dan madu. Campur kedua bahan tersebut tersebut, lalu oleskan di bagian yang berjerawat. Sebaiknya aplikasikan ramuan ini pada malam hari dan diamkan semalaman agar khasiatnya lebih bekerja.

3. Tomat
Dalam tomat terkandung zat tomatin yang bersifat sebagai anti-inflamasi. Seperti dikutip dari Care Fair, kandungan tersebut dapat mengeringkan jerawat dan menyembuhkan luka. Kandungan vitamin C-nya juga dapat mencerahkan kulit, sehingga noda bekas jerawat dapat segera hilang.

Cara membuat masker: Campurkan satu sendok makan jus tomat dengan dua hingga empat tetes jus lemon segar. Oleskan masker pada wajah. Diamkan selama 15 menit dan bilas dengan air hangat.


source: wollipop
blog editor: dr. wahyu triasmara

4 Hal yang Membuat Kulit Cepat Keriput

Kulit keriput tidak hanya ditunjang dari faktor umur saja. Rutinitas dalam perawatan wajah harian yang kurang tepat, juga menjadi pendukung besar dalam penuaan dini.

Malas mencuci wajah dan tidak menggunakan sunblock merupakan salah satu penyebab menurunnya elastisitas kulit. Tidak sampai di situ, masih ada beberapa hal lagi yang mendorong kulit cepat keriput. Seperti dirangkum dari MSNBC, berikut ini alasan umum yang bisa membuat penuaan dini pada kulit dan solusi sederhana untuk menjaga kulit agar awet muda.

Malas Cuci Muka
Macet, presentasi, meeting, lembur dan baru pulang pada malam hari, sehingga langsung tidur. Alasan tersebut sering kali menjadi pembelaan diri karena tidak membersihkan muka setelah pulang kantor.

"Tidur dengan wajah kotor, minyak dan riasan menyebabkan jerawat dan pembesaran pori-pori," ujar Audrey Kunin, MD, instruktur klinik dermatologi di University of Kansas School of Medicine.

Anda bisa mencicil membersihkan muka. Lakukanlah sebelum Anda pulang kantor, sehingga sesampainya di rumah Anda tinggal membersihkan ulang wajah dengan air saja.

Tidak Pakai Sunblock
Musim hujan tidak perlu pakai SPF. Benarkah? Meskipun setiap hari hujan membasahi kota, namun bukan berarti cahaya matahari tidak pernah masuk di kala hujan.

Sinar UVA, penyebab utama penuaan, menyinari bumi sepanjang tahun. Apalagi di daerah yang lapisan ozonnya sudah jauh menipis seperti di kota-kota besar.

Menurut Fredric Brandt, MD, dermatolog di New York dan Miami, Sinar UVA mampu menembus kaca. Hal ini semakin menjelaskan bahwa dimanapun sinar matahari masuk, kemungkinan besar sinar UVA juga memasuki ruangan tersebut.

Untuk mengatasi hal ini gunakan tabir surya (sun block) atau pelembab dengan SPF 30. Untuk proteksi maksimal, pilih produk yangmengandung avobenzone,Helioplex, Mexoryl, titanium dioxide atau zinc oxide.

Tidak Menggunakan Produk Perawatan
Tidak menggunakan produk perawatan harus membeli produk yang mahal. Padahal untuk menjadi cantik dan awet muda tidak selalu mahal, ada beberapa solusi untuk masalah seperti ini.

"Lihat kandungan aktifnya, bukan label yang mahal," ujar David E. Bank, MD, asosiasi profesor dermatologi di Columbia University atau Rumah Sakit Presbyterian, seraya menjelaskan alasan ini tidak masuk akal.

Ada beberapa kandungan yang 'wajib' dimiliki oleh sebuah produk kecantikan yang baik. Kandungan tersebut adalah retinoids, AHAs, peptides, vitamin C, dan hydrators seperti hyaluronic acid. Cara lain untuk mengakali budget yang mahal adalah dengan menggunakan bahan-bahan alami untuk merawat kulit.

Alasan lain tidak menggunakan produk kecantikan seperti pelembab dan serum karena tidak menampakkan hasil yang jelas. Apakah Anda sudah bersabar? Perlu Anda ketahui bahwa sebuah produk akan memberikan hasil paling cepat delapan minggu.

Tidak Men-scrub Wajah
Menyingkirkan sel kulit mati akan menghaluskan kerutan dan mencerahkan kulit. Namun scrub yang agresif bisa membuat kulit kemerahan dan iritasi.

Pilihlah exfoliator kimia seperti asam glikolat. Hindari scrub dengan tekstur yang tidak rata seperti walnut shells. Gunakan scrub hanya sekali atau dua kali dalam seminggu.


source: wollipop
blog editor: dr. wahyu triasmara

Manfaat Berendam Air Hangat

Sering menghabiskan waktu dengan memanjakan diri berendam air hangat? Jika iya, pasti Anda memiliki kulit yang sehat dan mulus.

Ternyata berendam air hangat tidak hanya sebagai relaksasi tubuh, tapi juga memiliki banyak manfaat bagi kecantikan. Di antaranya dapat menghilangkan kulit mati dan minyak berlebih.

Tidak ada standar mengenai suhu air yang ideal untuk mandi atau berendam dengan air panas. Tapi Anda perlu waspada jika air terlalu panas, karena dapat menyebabkan iritasi dan kekeringan kulit dan juga tidak boleh dilakukan lebih dari 20 menit.

Inilah beberapa manfaat berendam air hangat untuk kecantikan dan kesehatan:

1. Membuka Pori-pori
Jika Anda suka menggunakan krim atau perawatan kulit, pakailah setelah mandi atau berendam dalam air hangat. Penyerapan krim dapat terjadi lebih efisien karena suhu hangat membuat kulit pori-pori terbuka dan nutrisi dari krim-krim perawatan dapat meresap sempurna.

Tidak hanya itu, ketika pori-pori terbuka maka kotoran kulit dari dalam juga akan terangkat. Begitupun dengan kulit mati yang lebih mudah disingkirkan. Untuk itu ketika berendam air hangat, tambahkan sedikit sabun dalam bak, lalu gosok perlahan tubuh dengan spons lembut, agar kotoran tubuh terangkat dengan maksimal.

2. Menghilangkan Minyak Kulit yang Berlebihan
Air hangat memiliki manfaat besar untuk mengangkat minyak berlebih di kulit. Sehingga tidak hanya menyegarkan tubuh, tapi juga membuat tubuh bersih maksimal.

3. Menyingkirkan Kulit Pecah-pecah
Kulit yang terlalu kering dapat mengakibatkan kulit menjadi pecah-pecah. Berendam air panas dapat membantu menyingkirkan kulit pecah-pecah. Air panas berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit sekaligus dapat melunakkan kulit yang kering.

Tidak hanya bagi kecantikan, berendam air panas juga memiliki manfaat untuk kesehatan. Apa saja? Ini dia.

1. Meredam Stres
Mandi air hangat bisa menghilangkan stres setelah seharian sibuk bekerja. Menambahkan minyak esensial dalam bak mandi dapat meningkatkan relaksasi yang lebih.

2. Melancarkan Sirkulasi Darah
Saat berendam air hangat, sirkulasi darah menjadi lebih lancar. Tidak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, peredarahan darah yang lancar akan menstabilkan tubuh agar tidak mudah masuk angin.

3. Mengatasi Insomnia
Tidak perlu minum pil tidur untuk mendapatkan rasa kantuk. Jika Anda mengalami kesulitan tidur, cobalah berendam air hangat agar merasa lebih santai dan sirkulasi darah yang baik dapat mengatasi masalah kesulitan tidur.



source: wollipop
blog editor: dr. wahyu triasmara

Jumat, 02 September 2011

Problem dan Solusi Keluhan Seputar Kulit Bayi Anda

Mempunyai seorang bayi bagi mereka yang baru berkeluarga merupakan anugerah yang sangat membahagiakan. Selain sebagai penerus keturunan, seorang anak merupakan malaikat yang akan mengubah kebahagiaan sebuah keluarga.

Sayangnya tidak sedikit dari mereka terutama yang baru pertama kali mempunyai bayi kebingungan bagaimana memberikan perawatan yang optimal bagi bayinya. Tanpa perawatan yang bagus tentu bayi tidak akan tumbuh seperti yang diharapkan.

Salah satu perawatan yang penting adalah perawatan terhadap kulit bayi. Walaupun sama sama bernama kulit, perawatan kulit pada bayi tidak sama dengan orang dewasa. Kulit bayi yang lembut dan belum tumbuh sempurna memerlukan perawatan ekstra dan khusus.
Beberapa orang tua akan kebingungan begitu mendapatkan kulit bayinya kemerahan, kering, mengelupas, dan berjerawat. Anda tentu tidak ingin mengalami nasib serupa dengan orang tua tersebut. Berikut beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah bayi anda mengalami masalah pada kulitnya yang lembut.
Bayi yang baru lahir memiliki kulit yang sangat sensitif. Sesuatu yang sebenarnya tidak mempunyai efek yang berarti pada kulit sensitif orang dewasa, pada kulit bayi bisa mempunyai efek yang besar. Lingkungan tempat bayi berada merupakan salah satu faktor penting dalam perawatan kulit bayi. Handuk, selimut, sprei, pakaian, merupakan bahan bahan yang selalu bersentuhan dengan kulit bayi kesayangan kita. Pastikan anda sudah mencuci semua bahan dan alat tersebut dengan sabun khusus hipoalergi yang dibuat khusus untuk bayi.

Pilihlah pakaian bayi berbahan lembut dan longgar. Untuk menjaga kehangatan bayi, gunakanlah beberapa lapis pakaian dengan bahan yang lembut, jangan menggunakan bahan yang berbulu dan tebal.Saat mandi, gunakanlah sabun dan shampo yang dibuat khusus untuk bayi. Sabun dan shampo orang dewasa sangat tidak cocok untuk kulit bayi, meskipun sabun dan shampo tersebut diperuntukan bagi kulit sensitif. Memandikan bayi yang baru lahir tidak dianjurkan terlalu sering. Memandikan terlalu sering menyebabkan bayi rawan terkena hipotermi dan kulit bayi menjadi kering dan mengelupas.
Ingat selalu untuk melindungi kulit bayi anda dari terik sinar matahari saat berjalan jalan di luar rumah. Walaupun sebenarnya mereka memerlukan udara yang segar dan cahaya matahari, ada baiknya anda menghindari cahaya matahari yang menyengat di siang dan sore hari. Pilihlah sinar matahari pada pagi hari karena terbukti pembentukan vitamin D pada tubuh sangat terbantu dengan adanya cahaya matahari pagi hari. Bila terpaksa mengajak bayi anda keluar rumah pada siang hari, lindungilah kulit mereka dengan pakaian yang memadai. Gunakan lotion pelindung matahari bila diperlukan dan gunakan yang memang aman untuk kulit bayi.
Hubungi segera dokter anda bila anda membutuhkan informasi lebih banyak tentang cara cara melindungi kulit bayi. Demikian pula halnya bila terdapat kelainan kelainan kecil pada kulit bayi, jangan menunda untuk membawa bayi anda ke dokter.





Menyiasati gangguan pada kulit bayi











Masalah Tanda-tanda Penyebab Yang harus dilakukan Ke dokter jika:
Ruam
popok
Memerah,  kadang lecet di area  popok. Lembap dan  zat kimia dalam urin atau pup mengenai  kulit. Ganti popok sesering mungkin. Setelah dibersihkan, keringkan dengan tisu, lalu oleskan krim lembut tanpa aroma.  Kondisi tidak membaik dalam 72 jam, atau luka melebar. 





Ruam akibat panas Bentol-bentol merah di kepala, tubuh bagian atas, dan lipatan kulit.  Saluran  keringat tersumbat. Baju bayi terlalu tebal, sehingga ia  kepanasan. Menjaga area ruam agar tetap adem dan kering. Beri si kecil baju yang longgar. Jangan oleskan krim atau dibasuh handuk basah, sebab bisa memperburuk ruam. Bentol-bentol tidak hilang dalam waktu 2 hari, atau semakin parah.





Jerawat Benjolan kecil di wajah, biasanya dialami bayi baru lahir. Akibat sisa hormon kehamilan Anda. Tidak ada. Jika Anda khawatir, basuh wajah bayi dengan sabun lembut 1 kali sehari, dan gunting kukunya agar tidak menggores wajah. Kulit bayi tidak  mulus dalam 6 bulan.





Kerak
topi
Bersisik (tapi bisa  mengelupas) pada kulit kepala si kecil. Produksi kelenjar minyak yang berlebihan. 
Pijatlah kulit kepala bayi dengan baby oil, diamkan selama 5 menit, lalu gunakan sikat gigi yang halus untuk mengangkat lapisan yang bersisik. Lalu, keramaslah si kecil dengan sampo lembut. Kondisi tidak membaik setelah si kecil berusia 12 bulan, serta semakin parah atau  malah melebar. 





Eksim
bayi
Kering, memerah, atau bersisik, umumnya di pipi dan lipatan kulit. Dipengaruhi faktor genetis, yang dipicu penyebab alergi, seperti debu. Jangan gunakan sabun saat memandikan si kecil. Sabun akan membuat kulit lebih kering. Selesai mandi, oleskan krim lembut tanpa aroma untuk melembapkan kulit. Eksim meradang, sebab ini berarti bayi memerlukan krim kortison (anti peradangan).






Blog editor: dr. wahyu triasmara
Source: parenting.com/blogdokter


Sabtu, 25 Juni 2011

Apa Itu Sun Protector Factor (SPF) ?

Jutaan orang menderita kanker kulit atau kerusakan kulit akibat sinar matahari. Fakta ini menyebabkan penggunaan tabir surya menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Kabar baiknya, lebih banyak orang menjadi sadar akan risiko akibat paparan sinar matahari dan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi diri mereka.

Kabar lebih baik adalah ada banyak produk yang mampu membantu Anda melindungi kulit dari sinar matahari yang merusak. Namun, banyak orang yang masih bingung produk tabir surya apa yang harus digunakan. Ada banyak istilah membingungkan pada kemasan tabir surya sehingga membuat sulit untuk menentukan pilihan.

Apakah SPF?
SPF merupakan singkatan dari Sun Protection Factor. Botol dengan tingkat SPF yang lebih tinggi akan melindungi lebih baik terhadap sinar UVB yang berbahaya. Pada dasarnya, jumlah SPF merupakan indikator dari berapa lama Anda dapat tinggal di bawah sinar matahari tanpa terbakar. Misalnya, jika seseorang biasanya akan terbakar dalam 15 menit, lotion dengan SPF 15 akan memungkinkan mereka berada di bawah sinar matahari 15 kali lebih lama (atau untuk 225 menit) tanpa terbakar. 

American Academy of Dermatology merekomendasikan setiap orang memakai produk dengan SPF minimal 15. Lantas apakah SPF 50 akan melindungi jauh lebih baik dibanding lotion dengan SPF 30? Ternyata belum tentu demikian. Lotion dengan SPF 50 hanya melindungi sekitar 2% lebih dari lotion dengan SPF 30.

UVA dan UVB
Bila Anda melihat produk lotion dan tabir surya, pastikan produk tersebut memberi perlindungan dari UVA dan UVB. UVA adalah sinar yang mengakibatkan penuaan pada kulit serta dapat menyebabkan kanker kulit. Tanpa perlindungan UVA kulit akan menjadi cepat keriput. UVB juga tidak kalah berbahaya. Sinar ini dapat membuat kulit terbakar serta memicu kanker kulit.

Tabir surya tahan air
Pilihlah tabir surya yang tahan air, terutama ketika Anda sedang berada di pantai atau kolam renang. Produk paling “tahan air” umumnya menyediakan perlindungan berkisar 40-80 menit. Pastikan untuk memakai ulang sebelum efektivitas perlindungannya berakhir.

Dengan begitu banyak produk yang bagus di pasaran, tidak ada alasan untuk tidak melindungi diri dari efek sinar matahari. Kerusakan kulit akibat sinar matahari tidak hanya meliputi kanker tetapi juga dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit dan keriput.


source: oketops.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Faktor Resiko Penyebab kanker Kulit

Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi. Satu dari lima orang di Amerika terkena kanker kulit setiap tahunnya.

Angka kejadian kanker kulit mengalami peningkatan dari tahun ke  tahun seiring dengan meningkatnya faktor risiko dan zat karsinogenik di lingkungan sekitar.

Ada tiga jenis kanker kulit yang sering terjadi yaitu, karsinoma sel basal, karsinoma squamosa, dan melanoma. Dari ketiga jenis kanker kulit tersebut melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling parah dan menjadi penyebab kematian paling banyak.Lalu apa saja faktor risiko yang bisa menjadi penyebab kanker kulit? 

1. Paparan Sinar Ultraviolet (UV) 
Penyebab yang paling sering adalah paparan sinar UV baik dari matahari maupun dari sumber yang lain. Lama paparan, intensitas sinar UV, serta ada tidaknya pelindung kulit baik dengan pakaian atau krim anti matahari, semuanya berpengaruh terhadap terjadinya kanker kulit.  

2. Kulit Putih 
Orang yang memiliki kulit putih lebih rentan terkena kanker kulit daripada orang yang memiliki kulit lebih gelap. Hal ini dikarenakan jumlah pigmen melanin pada orang kulit putih lebih sedikit.
Kadar melanin yang tinggi bisa melindungi kulit dari paparan berbahaya sinar matahari, sehingga mengurangi risiko terkena kanker kulit. Namun, orang-orang yang memiliki kulit gelap juga bisa terkena kanker kulit meskipun jumlahnya cenderung lebih kecil.

3. Paparan Karsinogen
Bahan kimia tertentu seperti arsenik, nikotin, tar, dan minyak diyakini dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Namun, dalam banyak kasus paparan dalam jangka panjanglah yang biasanya menyebabkan kanker kulit.

4. Genetik/Faktor Keturunan
Susunan genetik dalam keluarga bisa berpengaruh juga terhadap munculnya kanker kulit. Jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena kanker kulit, maka risiko terkena kanker kulit pada anggota keluarga yang lain juga akan meningkat.


source: oketips.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Rabu, 25 Mei 2011

Makanan Ibu Menyusui

Ibu yang menyusui membutuhkan makanan ekstra. Untuk memproduksi 600- 800 ml ASI per hari, diperlukan tambahan kalori sebanyak 500 kkal. Bila tidak diimbangi peningkatan makanan, sumber kalori tersebut diambil dari tubuh ibunya sehingga membahayakan status gizi ibu dan bayinya.

Tidak ada makanan yang secara khusus disarankan bagi ibu menyusui. Mereka harus makan seperti biasanya, dengan menu beragam sesuai pola makan yang seimbang– empat sehat lima sempurna. Porsinya saja yang perlu ditambah, baik melalui makan besar maupun ‘ngemil’.
Beberapa tips berikut mungkin bermanfaat:

Anjuran:

  • Perbanyak minum. Ibu menyusui cenderung untuk merasa cepat haus karena sebagian air yang diminum dipakai tubuh untuk memproduksi ASI (87% kandungan ASI adalah air). Tambahkan frekuensi minum sebanyak 4- 5 gelas per hari agar tubuh tidak kekurangan cairan. Selain air putih, susu dan buah juga dapat menjadi sumber cairan. Air seni ibu hamil yang cukup minum berwarna kuning muda, kecuali bila sebelumnya mengkonsumsi vitamin B kompleks (menjadi kuning keemasan).
  • Perbanyak frekuensi makan menjadi lima kali: makan pagi, makan siang, snack sore, makan malam dan snack malam.
  • Perbanyak makanan yang kaya protein dan kalsium. Protein dan kalsium sangat diperlukan untuk produksi ASI dan pertumbuhan bayi. Kebutuhan protein minimal adalah 1 gram per kg berat badan. Konsumsi kalsium yang dianjurkan adalah 1.200 mg. Susu, yoghurt, keju, tahu dan tempe adalah sumber protein dan kalsium yang bagus. Konsumsi makanan dan buah-buahan yang mengandung Vitamin D, magnesium dan zinc juga diperlukan untuk memperlancar penyerapan kalsium.
  • Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin. Suplemen vitamin A, C, B1, B2, B12, niasin dan asam folat sangat diperlukan pada masa menyusui.
  • Pastikan kecukupan konsumsi zat besi agar ibu menyusui tidak anemia. Zat besi banyak terdapat pada sayuran seperti kangkung, bayam dan katuk. Katuk merupakan sayuran spesial bagi ibu menyusui, karena dalam 100 g daun katuk terdapat sekitar 2.7 mg zat besi dan 204 mg kalsium.

Pantangan:

  • Jauhi makanan yang berkalori rendah agar tidak mengurangi selera makan.
  • Jauhi rokok dan alkohol karena dapat meracuni bayi dan membuat pertumbuhannya terhambat.
  • Kurangi kafein. Bila ibu menyusui sudah terbiasa minum kopi, batasi konsumsinya hingga maksimum 2 cangkir per hari. Selain kopi, kafein juga terdapat pada coklat, teh, beberapa jenis minuman ringan dan obat.
  • Bila bayi mengalami alergi, periksa makanan apa yang telah dikonsumsi ibu. Hentikan konsumsi makanan yang menimbulkan alergi pada bayi.
  • Jangan minum obat selama masa menyusui, kecuali sudah dikonsultasikan dengan dokter.


source: majalahkesehatan.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Minggu, 13 Maret 2011

Informasi Penyakit : Tinea Cruris/Kurap (Penyebab dan Pencegahannya)

Tinea kruris yaitu infeksi jamur dermatofita di daerah inguinal, bokong, perut bagian bawah, perineum dan perianal. Penyakit ini hampir pernah dialami oleh setiap perempuan ataupun laki laki di seluruh dunia. Bahasa kedokterannya adalah tinea kruris (tinea cruris) yang artinya jamur selangkangan.Dalam bahasa Inggris disebut crotch itch,crotch rot atau jock rot. 
Penyakit ini terkadang sembuh sendiri dan menyisakan bekas luka berwarna hitam pada lipat paha.Namun biasanya kambuh kembali dan menimbulkan rasa gatal sehingga mengganggu aktifitas sehari hari.Selain itu,warna lipat paha yang kehitaman pada lipat paha umumnya tidak disukai oleh kaum perempuan.

Keluhan penyakit ini adalah gatal gatal,sering tidak disadari pada waktu tidur digaruk dan menimbulkan lecet sehinga timbul perih dan terkadang terinfeksi oleh bakteri. Terlihat pada daerah lipat paha suatu area yang menyerupai pulau atau kepulauan.Bagian tengahnya biasanya licin dan kering bersisik , pada bagian tepinya berbintik bintik dan berwarna kemerahan (bagian jamur yang aktif).

Penyebaran penyakit ini biasanya hanya pada daerah sekitar lipat paha saja seperti ke dareah perineum didekat anus,kearah daerah perut atau bahkan kedaerah paha bagian bawah. Pada keadaan yang ekstrim,penyebarannya dapat mencapai lipatan payudara sampai ke ketiak.

Penyebab tinea kruris adalah jamur. Setidaknya ada 4 jenis jamur yang biasanya menimbulkan penyakit ini yaitu,Trichophyton rubrum,Candida albicans,Trichophyton mentagrophytes dan Epidermophyton floccosum.

Faktor yang menyebabkan jamur ini tumbuh di daerah lipatan paha adalah faktor kelembaban.Daerah ini sangat lembab,apalagi bila sering lalai tidak mengganti pakaian dalam berhari hari maka jamur ini akan tumbuh semakin subur.

Pencegahan terkena penyakit ini adalah hidup bersih.Mandi teratur,pakaian disetrika,pakaian dalam diganti setiap hari dan satu hal penting lainnya adalah gunakanlah pakaian dalam yang mudah menyerap keringat,hindari pemakaian pakaian dalam yang berbahan nilon karena akan menyebabkan daerah lipat paha menjadi lebih lembab.

Pengobatan tinea kruris adalah dengan obat anti jamur .Sediaannya berupa krim atau tablet.

Pada lesi penyakit yang kecil,dapat digunakan krim anti jamur setiap habis mandi. Pada lesi yang luas sebaiknya menggunakan cara kombinasi dimana krim dioleskan pada lesi yang terlihat sedangkan tablet untuk menjangkau lesi lesi yang tidak terlihat. Ada baiknya bila sedang mengobati,seluruh pakaian dalam bawah direbus,atau direndam dengan cairan antiseptik seperti lysol (nama dagang),kalau perlu diganti baru semua. Walaupun tampak sepele,sebaiknya pengobatan dilakukan atas panduan dokter mengingat ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan tinea kruris selain yang disebutkan diatas, seperti misalnya penyakit gula (diabetes melitus).

Tinea kruris dapat tumbuh lebih subur di lipat paha penderita diabetes melitus. Tidak ada artinya mengobati tinea kruris bila kadar gula dalam darah tidak terkontrol.Selalu konsultasikan setiap keluhan dengan dokter anda.

Tip sehat bebas jamur : Hidup bersih ; mandi setiap hari,ganti pakaian setiap hari,pakaian disetrika.Bila sudah hidup bersih tetapi timbul tinea kruris yang hebat maka konsul dengan dokter,periksa kadar gula darah,waspadai diabetes melitus.
 
 
 
source: berbagai sumber
blog editor: dr. wahyu triasmara

Selasa, 18 Januari 2011

Jenis Racun Yang Terkandung dalam Kosmetik

Tampil cantik merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang perempuan terutama di usia remaja, meski kadang-kadang harus mengorbankan kesehatan. Beberapa kosmetik yang digunakan mengandung bahan berbahaya yang ternyata bisa terserap masuk ke dalam tubuh.

Sebuah penelitian yang dilakukan Enviromental Working Group (EWG) terhadap sampel darah dan urine pada 20 remaja putri usia 14-19 tahun menunjukkan adanya kandungan bahan berbahaya. Sebagian merupakan pemicu kanker, sebagian lagi bisa mempengaruhi keseimbangan hormonal.

Pada peneliti mengidentifikasi tak kurang dari 16 jenis senyawa berbahaya yang diyakini berasal dari kosmetik baik berupa bedak, parfum dan sebagainya. Ke-16 bahan berbahaya itu lantas dikelompokkan ke dalam 4 golongan.

Dikutip dari Rodale.com, Minggu (16/1/2011), berikut ini adalah 4 golongan bahan berbahaya yang dimaksud.

1. PhthalateBahan ini dugunakan juga dalam pembuatan plastik untuk memberi sifat elastis atau lentur. Dampaknya bagi kesehatan jika terhirup atau tertelan dalam kadar tertentu adalah memicu gangguan sistem reproduksi, asma dan alergi.

Dalam kosmetik, phthalate digunakan sebagai pelarut tambahan dalam berbagai produk wewangian.

2. TriklosanSecara langsung, triklosan yang digunakan dalam beberapa produk sabun dan pasta gigi bisa memicu gangguan kesehatan saat bereaksi dengan lingkungan aquatik atau berair. Salah satunya adalah gangguan pada keseimbangan hormon tiroid.

Penggunaan triklosan secara berlebihan juga memicu dampak tidak langsung bagi kesehatan, yakni dengan memicu resistensi atau kekebalan kuman terhadap antibiotik. Dampaknya adalah kemunculan kuman-kuman super (superbug) penyebab penyakit yang tidak mempan dibasmi dengan antibiotik.

3. Paraben
Senyawa yang memiliki nama lain parahydroxybenzoic dan digunakan juga sebagai pengawet dalam mie instant ini punya efek samping jika digunakan melebihi ambang batas keamanan. Karena sifatnya mirip dengan hormon esterogen, di dalam tubuh akan memicu ketidakseimbangan yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Dalam kosmetik, paraben sering digunakan sebagai campuran sabun, sampo, pasta gigi dan deodoran. Meski jarang, kontak langsung dengan kulit juga bisa menyebabkan alergi pada orang yang sensitif.

4. Wewangian sintetisBeberapa spesies binatang mengeluarkan wewangian alami yang disebut feromon, yang fungsinya adalah untuk menarik pasangan di musim kawin. Oleh manusia, wewangian ini dibuat tiruannya lalu digunakan dalam parfum, serta beberapa jenis sabun wangi dan produk perawatan rambut.

Beberapa jenis wewangian sintetis diketahui bisa memicu kanker pada binatang. Meski belum diuji pada manusia, diduga kuat senyawa ini juga meningkatkan risiko kanker pada manusia.


Source: detikhealth.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Jumat, 07 Januari 2011

Penyebab Gatal pada Organ Intim Wanita (Vagina)

Rasa gatal di organ intim memang bisa jadi bencana bagi kaum wanita. Namun, apakah rasa gatal merupakan gejala terjadinya infeksi di vagina?

Gatal di vagina yang terjadi tanpa adanya bau yang tidak sedap disebut juga dengan noninfectious vaginitis. Menurut Mary Jane Minkin, MD, ginekolog, banyak hal yang menyebabkan kondisi tersebut, misalnya fluktuasi hormonal, reaksi sabun, detergen, kondom atau pakaian dalam yang terlalu ketat.

"Penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis juga bisa menyebabkan gatal-gatal di organ intim," kata staf pengajar di Yale University School of Medicine, Amerika, itu.

Krim anti gatal yang dioleskan di kulit bagian kewanitaan bisa menghilangkan gatal dengan segera. Untuk mencegahnya, hindari penyebab iritasi, seperti pembalut yang mengandung parfum, tisu yang berparfum serta sabun antibakteri. Bila ingin membasuh vagina dengan sabun, pilihlah sabun yang tidak mengandung parfum dan lembut.

"Bila rasa gatal tidak hilang dalam 4-6 minggu atau disertai dengan bau kurang sedap segera periksakan ke dokter untuk mencari tahu kemungkinan terjadi infeksi," paparnya.

Keputihan yang perlu diwaspadai adalah bacterial vaginosis merupakan infeksi jamur yang paling sering dialami kaum wanita. Seringkali infeksi ini ditularkan lewat aktivitas seksual dan kegiatan membilas vagina dengan menyemprotkan cairan (douching). Gejala utama terjadinya bacterial vaginosis antara lain muncul bau tidak sedap dan perubahan warna (tidak jernih).

Bila tidak segera ditangani, kondisi itu bisa menyebabkan inflamasi di bagian pelvis serta keguguran pada ibu hamil. Pengobatan yang diberikan pada dokter biasanya berupa antibiotik yang harus diminum setiap hari.



Source: prevention

Rabu, 15 Desember 2010

Menghilangkan Parut /Scars Bekas Jerawat

Parut jerawat terjadi karena adanya kehilangan jaringan sel, sebagaimana parut yang terjadi akibat cacar air. Parut adalah hasil proses penyembuhan di mana kolagen (protein yang menjaga agar kulit halus) baru terbentuk untuk memperbaiki luka. Parut jerawat dialami oleh 30% penderita jerawat inflamasi derajat sedang dan parah.

Jenis parut yang terjadi dapat berupa:
  • Ice-pick scars: lubang parut kecil berujung sedikit kasar berdiameter 1-2 mm yang biasanya terjadi di pipi. Jenis parut ini paling sering terjadi dan bervariasi kedalaman dan kekasarannya bila disentuh.
  • Boxcar Scars: parut dalam atau dangkal dengan tepi yang tegas dan berdiameter lebih dari 3 mm, mirip parut bekas cacar air. Parut berbentuk ini banyak ditemukan di daerah pelipis dan pipi.
  • Rolling scars: parut bergelombang yang dangkal tetapi lebar, dengan lebar 4-5 mm atau lebih. Dasar dari parut ini keras bila disentuh.
  • Athrophic scars: jaringan parut berupa cekungan dengan warna kemerahan, biasanya cukup kecil bila di wajah tetapi bisa lebih besar dari 1 cm diameternya bia terjadi di punggung atau dada. Parut jenis ini lembut bila disentuh dengan dasar sedikit berkerut. Warna kemerahan disebabkan oleh pembuluh darah yang berada persis di bawah parut.
  • Hyperthrophic scars: Hypertrophic scars adalah jaringan parut yang menebal tetapi tidak melebar melebihi luka jerawat aslinya dasarnya dan menghilang dengan berlalunya waktu.
  • Keloid scars: berbeda dengan hypertropic scar, parut keloid adalah pertumbuhan jaringan melebihi luka jerawat aslinya.

Penanganan Parut Jerawat

Parut jerawat biasanya memiliki dasar di dalam kulit, bukan di permukaan kulit. Hal ini membuat parut jerawat sulit dihilangkan. Dengan perawatan medis paling canggih sekalipun, parut jerawat seringkali tidak mungkin dihilangkan secara total sehingga kulit tampak seperti sedia kala. Penanganan dini dan tepat sangat berperan mengurangi risiko parut jerawat yang permanen.
Penanganan parut jerawat secara medis dapat dilakukan dengan:
  • Injeksi kolagen. Kolagen disuntikkan ke bawah kulit untuk meregangkan atau mengisi parut tertentu yang halus tetapi dalam. Kolagen biasanya tidak cocok untuk parut jenis ice-pick dan keloid . Manfaat kosmetik dari kolagen biasanya berlangsung tiga hingga enam bulan. Setelah itu, kolagen menghilang dan harus disuntikkan kembali bila ingin mendapatkan manfaatnya lagi.
  • Dermabrasi. Teknik ini dianggap paling efektif mengatasi parut jerawat. Di bawah anestesi lokal, dermabrasi dilakukan oleh ahli kulit menggunakan sikat/gerinda berkecepatan tinggi untuk mengupas permukaan kulit dan mengubah kontur parut. Parut superfisial dapat dihilangkan sepenuhnya, sedangkan parut yang dalam bisa dikurangi kedalamannya dengan teknik ini. Dermabrasi dapat menyebabkan pigmentasi sehingga harus diikuti penanganan tambahan untuk menekan pigmentasi.
  • Mikrodermabrasi. Ini adalah teknik dermabrasi yang tidak menggunakan sikat kecepatan tinggi, tetapi memakai kristal aluminium oksida yang dialirkan melalui pipa vakum untuk mengupas kulit. Berbeda dengan dermabrasi, teknik ini tidak menimbulkan luka karena betul-betul hanya permukaan kulit saja yang terkelupas. Namun demikian, teknik ini seringkali harus dilakukan berulang-ulang dan parut jerawat seringkali tidak menghilang secara signifikan.
  • Penanganan dengan Laser. Sinar laser dengan panjang gelombang dan intensitas tertentu dapat digunakan untuk meratakan parut jerawat dan memperbaiki warna kulit pada bekas jerawat. Ada dua jenis laser yang digunakan untuk terapi parut: ablative dan non-ablative laser.? Ablative laser mengupas lapisan luar kulit, membakar jaringan parut dan merangsang kolagen kulit untuk merapat sehingga parut lebih tersamar. Karena kulit menyerap energi kuat dari laser, bekas perawatan ablative laser dapat tampak kemerahan hingga beberapa bulan. Non-ablative laser merangsang perubahan di kulit tanpa merusak jaringan. Laser jenis ini memanasi kelenjar sebasea, mengurangi sebum dan formasi jerawat. Pemanasan kolagen mengencangkan kulit sehingga parut tidak begitu terlihat.
  • Bedah Kulit. Parut jenis ice-pick scar dapat dihilangkan dengan pembedahan masing-masing parut agar tampak rata dan alami. Dengan teknik bedah kulit baru yang dikenal dengan nama subsisi (subcision), ahli kulit mengatasi parut dengan alat bedah yang kecil dan tajam untuk memisahkan ikatan fibros pada parut sehingga menaikkan ketegangan antara epidermis dan struktur di bawahnya dan merangsang produksi kolagen.
  • Pengupasan Kimiawi. Bahan kimia tertentu seperti asam fenolat dapat digunakan untuk memperbaiki perubahan warna kulit dan parut jerawat ringan.

source: majalahkesehatan.com
blog editor: dr. wahyu triasmara

Jenis dan Tipe Jerawat

Jerawat atau acne vulgaris adalah kelainan kulit karena penyumbatan saluran kelenjar sebasea. Kulit mengandung ribuan kelenjar sebasea yang memproduksi sebum (minyak) yang berfungsi melembabkan dan melindungi kulit. Sebum yang diproduksi kelenjar sebasea disalurkan melalui folikel rambut (pori-pori) ke permukaan kulit. 

Jerawat terjadi ketika sebum yang biasanya keluar ke permukaan kulit itu tersumbat. Kulit wajah memiliki kerapatan kelenjar sebasea yang tinggi, khususnya di daerah hidung, dahi dan pipi. Kelenjar sebasea paling besar terdapat di pertengahan dada dan punggung. Oleh karena itu, jerawat paling sering muncul di wajah, dada dan punggung.

Penyebab jerawat tidak diketahui, tetapi terkait dengan aktivitas hormonal pada usia remaja. Pada umumnya jerawat dimulai pada usia 10 hingga 15 tahun dan akan hilang ketika memasuki usia 25 tahun, namun pada sekitar 7% orang, jerawat berlanjut hingga usia 40 tahun, bahkan 50 tahun. Faktor-faktor utama yang menyebabkan terjadinya jerawat adalah ketidakseimbangan hormonal, makanan pemicu, stres dan kurangnya kebersihan kulit yang secara keseluruhannya menimbulkan produksi sebum berlebihan, penyumbatan folikel, infeksi dan kolonisasi bakteri Propionibacterium acne dan peradangan (inflamasi).

Jerawat dapat diklasifikasikan menurut jenis lesinya, apakah ada inflamasi atau tidak.

Lesi non inflamasi

 

Follicular cast atau filament

Biasanya terdapat di sisi samping kanan dan kiri hidung yang dipenuhi sebum tersumbat seperti bubur. Dengan penekanan, sumbatan tersebut dapat dikeluarkan.

Mikrokomedo

Mikrokomedo terjadi sebelum komedo (sebum yang tersumbat) berubah menjadi whitehead atau blackhead. Jerawat ini tidak terlihat dari permukaan kulit dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop.

Whitehead (Komedo tertutup)

whitehead 
Kelainan berupa bintil kecil dengan lubang kecil atau tanpa lubang karena sebum yang biasanya disertai bakteri menumpuk di folikel kulit dan tidak bisa keluar.

 

 

 

Blackhead (Komedo terbuka)

blackheadKomedo terbuka biasanya merupakan perkembangan lebih lanjut dari komedo tertutup, terjadi ketika folikel terbuka di permukaan kulit sehingga sebum, yang mengandung pigmen kulit melanin, teroksidasi dan berubah menjadi coklat/hitam. Blackhead dapat berlangsung lama karena proses pengeringan komedo di permukaan kulit berlangsung lambat .

 

Lesi inflamasi

Papel (papule)

Papel terjadi ketika dinding folikel rambut mengalami kerusakan atau pecah sehingga sel darah putih keluar dan terjadi inflamasi di lapisan dalam kulit. Papel berbentuk benjolan-benjolan lunak kemerahaan di kulit tanpa memiliki kepala. Jerawat tipe ini sering disebut orang awam sebagai “jerawat batu.”

Pustel (pustule)

papulPustel terjadi beberapa hari kemudian ketika sel darah putih keluar ke permukaan kulit. Pustel berbentuk benjolan merah dengan titik putih atau kuning di tengahnya yang mengandung sel darah putih.

 

Nodul (nodule)

pustelBila folikel pecah di dasarnya maka terjadi benjolan radang yang besar yang sakit bila disentuh. Nodus biasanya terjadi akibat rangsang peradangan oleh fragmen rambut yang berangsung lama.

 

Abses

nodulKadang beberapa papel atau pustel mengalami pengelompokan dengan membentuk abses yang berwarna kemerahan, nyeri dan cenderung mengeluarkan bahan berupa campuran darah, nanah dan sebum. Pada proses penyembuhan kelainan ini meninggalkan jaring parut yang luas.

 

Sinus

Jenis jerawat paling berat (acne konglobata). Sering terdapat di lekukan samping hidung, hidung, rahang dan leher. Kelainan berupa garis linier dengan ukuran panjang bisa mencapai 10 cm dan mengandung beberapa saluran sinus atau fistel yang menghubungkan sinus dengan permukaan kulit. Penyembuhan jerawat ini memakan waktu berbulan-bulan, bahkan tahun dan dapat kambuh lagi bila mengalami proses inflamasi. Sinus harus ditangani dengan pembedahan.



source: majalahkesehatan.com
blog editor: dr. wahyu triasmara